[FF] Dear Pakde, …

Gambar : www.myeloma.org.au
Gambar : www.myeloma.org.au

Tak berani kuremas selembar kertas di tanganku. Cepat-cepat kusisipkan di balik kebaya. Tanganku berkeringat. Kalau tintanya sampai luruh tak terbaca, habislah aku.

Ini bukan surat kuitansi apalagi surat cinta. Tapi di atas lembaran putih itulah, kutitipkan harapan terakhirku. Usaha penghabisan untuk menyelamatkan masa depanku. Ketika sebulan yang lalu Ibu gencar membujukku, “Mbah Setyo sudah membantu melunasi utang bapakmu. Tolonglah Ibu, penuhilah permintaan keluarga besar untuk menikah dengan anak Mbah. Iku Pakdemu. Pakde Trisno.” read more

Hers is Where Mine Begins

Usai melahirkan adik perempuan saya, anaknya yang ke-7, Ibu saya datang ke dokter kandungannya, “Saya mau pasang KB, Dok.”

Sang dokter, yang sedari kehamilan ke-3 sudah mendesak Ibu agar memasang KB, agak syok. Tapi konon sang dokter akhirnya hanya senyum-senyum menggoda Ibu saya, “Yah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ya, Bu.”

Usia beliau saat itu baru 30 tahun. Sebenarnya di masa-masa Ibu lahir dan besar, pernikahan usia dini sudah bukan hal yang lumrah. Walaupun belasan tahun masa kecilnya dihabiskan di Rappang, kampung kelahirannya nun jauh di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. read more

Tips Menulis Cerpen : Write and Send!

Coba lihat contoh cerpen di bawah ini :

Jam 12

Sepuluh menit lagi. Tanganku berkeringat terlalu banyak. Sampai-sampai aku takut sebilah benda di tanganku akan terlepas. Seluruh rasa percaya diri yang setengah mati kukumpulkan beberapa bulan terakhir ini entah kemana perginya. Kini, tak cuma jantung yang berdetak terlalu cepat, lutut pun bergetar begitu rupa.

***

Apaan sih ini?

Ada yang nanya, kalau bikin cerpen, pembukanya enaknya gimana? Judulnya apa? Contoh paragraf pertamanya gimana? Semacam nanya soal tips menulis cerpen gitu, ya. Duh, paling enggak ahli deh bikin tips-tips hihihi. Apalagi tips menulis cerpen. read more

[Cerpen Majalah Kartini] Judul : Yang Kumau

Cerpen Majalah Kartini , Oleh : Jihan Davincka

***

Cerpen Majalah Kartini

Jam sebelas lebih sepuluh menit. Masih dua jam lagi pesawatnya mendarat.
Aku tak bisa melupakan peristiwa tiga bulan lalu. Saat wajahnya merekah penuh kebahagiaan, tak henti-hentinya berujar, “Manda, ini betul-betul keputusan yang tepat. Terima kasih, Nda.”

Aku tak melepaskan genggaman tanganku sejak detik aku duduk di sampingnya, “Doakan selalu yang terbaik ya, Pa.”

Wajah berseri yang tengah terbaring di sebuah ranjang rumah sakit mengangguk-angguk dengan mata berbinar. Pipiku memanas. Dua butir airmata meluncur cepat tak tertahan. Kuabaikan segala kerisauan yang menghantui beberapa minggu terakhir. Apapun untukmu, Papa. read more

Biografi Bung Hatta, Sebuah Buku yang Tak Akan Pernah Tamat Dibaca

Biografi Bung Hatta

***

Sebuah tulisan Bung Hatta di tahun 1962, hanya perlu dicetak ulang untuk menggambarkan situasi negeri ini sekarang :

“Dimana-mana orang merasa tidak puas. Pembangunan tak berjalan sebagaimana mestinya. Kemakmuran rakyat masih jauh dari cita-cita. Sementara nilai uang makin merosot.

Perkembangan demokrasi pun terlantar karena percekcokan politik. Pelaksanaan ekonomi daerah terlalu lamban sehingga memicu pergolakan daerah. Tak banyak yang puas dengan jalannya pemerintahan di tangan partai-partai.” read more