Turn Our Back On The Crowd

Waktu membaca salah satu buku biografi tentang “Theodore Roosevelt”, tulisan pengantar buku menekankan soal leadership.

Nah, saya lupa-lupa ingat. Novel apa yang disebut oleh penulis pengantar di paragraf-paragraf awal. Duh, harusnya habis baca buku harus langsung bikin resensi ya huhuhu .

Kalau tak salah novel yang disebut adalah War and Peace (Leo Tolstoy). Konon, di novel ini (kalau memang benar ini yang dimaksud hihihi) dikatakan bahwa rangkaian kejadian penting dalam sejarah peradaban manusia tak ada hubungannya dengan manusia yang berperan di dalamnya. Disebut-sebut soal Napoleon salah satunya. Penulis novel menolak anggapan bahwa pelaku utama dalam kejadian tertentu memiliki pengaruh penting. read more

Until You Do Understand :)

Asap tebal membubung tinggi. Kilat-kilat api sesekali terlihat. Jam 3 dinihari, suasana yang biasanya sunyi karena ditinggal lelap oleh hampir semua penghuninya, mendadak hiruk pikuk.

Orang-orang berteriak di jalan. Pedagang-pedagang mendadak terjaga.

Berlomba dengan suara sirine mobil pemadam kebakaran, semua pedagang bergegas pergi. Tentu berharap menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dibawa pergi. Termasuk almarhum bapak yang sudah melesat dengan Vespa hijau tuanya sebelum saya dan seluruh saudara saya terbangun karena kegaduhan di seputar rumah. read more

London Bridge Is (Not) Falling Down!

“Sir, when a man is tired of London, he is tired of life; for there is in London all that life can afford.”
― Samuel Johnson

Quotenya muncul di salah satu buku traveling yang saya pinjam dari perpustakaan untuk nyari bocoran buat bikin itinerary for my short trip to London :p.

Sebagai penggemar Enyd Blyton dari kecil, siapa pula yang tak memasukkan London sebagai salah satu kota impian? Alhamdulillah akhirnya kesampaian.

Walau hati teriris-iris mengingat harga visa Inggris  yang ternyata menempati porsi pengeluaran terbesar dalam acara jalan-jalan ini huhuhu :(. read more

There’s Always a Different Story in Every Parenting Style

Jujur saja, saya paling malas membaca buku-buku parenting yang menyarankan kita untuk ini itu. Awalnya memang rajin.

Kalau teori bisa mumet sendiri dan pasti selalu terpikir, “O ya ampun, ibu macam apa gue?” atau “Hastaga, jadi selama ini gue ini bukan ibu yang baik…” dan seterusnya, dan seterusnya. Maklum ya, kadang nafsu besar, idealisme membuncah, apa daya ‘kemampuan’ terbatas .

Baca juga : Dear Moms, Let It Go..Let It Go Every Mom Has Her Own Battle The Strength You Never Know That You Had

Waktu hamil memang rajin membaca teori-teori kehamilan tapi jadinya putus asa karena sudah menuruti instruksi hamil mudanya tetap parah banget, hiks . Apalagi ada teori yang bilang, hamil muda jadi ‘drama’ itu ya tergantung orangnya ‘drama’ beneran apa kagak. Matilah eike! Hahahahahahaha. read more

Nayirah dan Hoaks Penyebab Perang Teluk 1

Dengan setengah menangis, Nayirah berbicara selama 4 menit di hadapan U.S Congress di bulan Oktober 1990, sekitar 2 bulan setelah Saddam dan pasukannya menginvasi Kuwait.

Nayirah bersaksi bahwa dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa tentara-tentara Irak mengambil paksa 15 bayi dan membiarkan para bayi ini tergelepar begitu saja di lantai hingga tidak bernyawa lagi. Kejadiannya di salah satu rumah sakit besar di Kuwait. Testimoni Nayirah tidak menyebutkan angka kematian para bayi. Namun di laporan tertulis, diklaim ada 312 bayi yang dibantai oleh para tentara Irak. read more