Jalan-jalan Irlandia, Sang Negeri Zamrud

“Irlandia kan tidak aman. Banyak teroris tahu!”

Begitu kira-kira respons beberapa teman saat saya mengabarkan akan pindah dari Jeddah ke Athlone, Irlandia. Ya nasib, ya nasib. 3x merantau ke luar negeri, dapatnya selalu tempat yang tidak popular hihihihi.

Tahun 2009 ke Tehran. Pas lagi panas-panasnya hubungan Iran dan Paman Sam. Paman Sam tentu keki berat saat pemerintah Iran mengumumkan soal keberhasilan mereka dalam hal pengayaan nuklir. Apalagi di TimTeng sana ada Israel, sekutu sejatinya. read more

‘Drama’ Paspor Hijau Tua

paspor indoMinggu lalu kami mengurus visa Schengen ke Dublin. Prosesnya lumayan bikin bete dan hampir ngeluarin taring dan tanduk di Austrian Embassy :D. Supir taksi di Dublin pake salah jalan pula. Sudah bayar mahal-mahal, kami berempat harus berjalan kaki sejauh 1 km menuju gedung kedutaannya.

Hampir satu jam ditanyain macam-macam sama orang kedutaan. Sampai-sampai saya pun ditanyain, “Mau ngapain ke wilayah Schengen?” Ya, suami eike pan tugas ke sono, lah gue mau ngapain coba? Zzzzzz -_-. Bangku pun tak ada. Kami kudu berdiri depan loket. read more

(Bukan) Bangsa Tempe!

After 6 months of emptiness, akhirnya bisa juga … makan tempe lagi. *Lebay* hahaha. Dari info teman di sini, ternyata tempe bisa didapatkan di Asia Market di kota-kota besar. Termasuk di ibukota Dublin.

Pas ke Dublin, saat akan menghadiri acara 17 agustus yang mempertemukan orang-orang Indonesia dari seluruh kota di Pulau Irlandia, langsung berburu tempe. Yayyy, stoknya lagi ada. Tapi sedikit banget. Borong 3 bungkus.

Besoknya, langsung digoreng. Biar kelihatan banyak, digoreng pakai tepung bumbu yang diracik sendiri . Berasa makan mewah, suami dan anak-anak sampai rebutan hahahaha. read more

Dampak Konflik di Myanmar Terhadap Visa ASEAN

123rf.com
123rf.com

Saya pernah punya tamu yang perangainya kurang menyenangkan. Bikin bete lah pokoknya. Saat dia berkunjung, bau semerbak dari pewangi kain pel yang baru saja selesai saya gunakan untuk mengepel seluruh lantai rumah masih tercium. Dia juga ikut  berbasa-basi, “Wah, baru dipel, ya?”

Saya senyum-senyum simpul. Tapi langsung bengong ketika dia tetap masuk ke dalam rumah. Bukannya saya mengharapkan dia untuk mengobrol di depan pintu saja, tapiiiiii…dia masuk tanpa melepaskan alas kakinya! Yang  jelas-jelas telah dipakainya berjalan di atas tanah. Dia itu tetangga saya dan letak rumahnya hanya beberapa puluh meter. Saya pastikan dia berjalan kaki dari rumahnya ke tempat saya. read more

Motivasi Indonesia : “Indonesia, In The Name of Asia.”

Motivasi Indonesia : Pernah melihat penampakan orang-orang Aborigin, suku asli yang mendiami daratan Australia sebelum diramaikan dan dikuasai oleh para pendatang? Berkulit gelap, berambut keriting, dengan cara berpakaian adatnya yang khas yang langsung mengingatkan kita pada … suku-suku asli yang mendiami Papua, wilayah paling timur nusantara.

Motivasi Indonesia
viuzza.net

Tak cuma itu, familiar tidak dengan kata “walabi“? Walabi itu mirip sekali dengan hewan khas Australia, kangguru. Nah, walabi ini bisa ditemukan di beberapa wilayah Papua, lho. Bergerak dengan cara melompat-lompat, walabi juga memiliki kantung di bagian perutnya. Hanya saja, walabi berukuran lebih kecil daripada kangguru. read more