Sungai Aare Bern Swiss

Liburan ke Swiss Where The Nature is Insanely Beautiful!

Yaaaaayyy, kesampaian juga niat liburan ke Swiss *sujudSyukur*. Sejak beberapa bulan kemarin, suami sudah dapat jadwal assignment dari kantor. Pekerjaan sekarang kan memang mengharuskannya sering-sering ke luar negeri untuk support proyek. Pilihannya kali ini : Korea Selatan atau Swiss!

Suami saya sudah sering banget ke mainland. Dari sejak bekerja di Jakarta, hokinya sudah bagus. Terhitung sudah 3x training ke Eropa. Terus pernah sekali liburan bareng keluarganya. Sudah sempat juga ke Swiss karena saat itu, kakak ipar (kakak suami dan keluarganya) masih bermukim di Zurich. Tentu saja dia lebih memilih Korea Selatan. read more

Saint Patrick’s Day, Karnaval  Khas Bangsa Irlandia

Oleh : Jihan Davincka

(dimuat di Tabloid Prioritas, April 2013)

***

Tanggal 17 Maret diperingati sebagai Saint Patrick’s day oleh orang-orang Irlandia. Dirayakan dengan gegap gempita di seluruh wilayah negeri tetangga kerajaan Inggris ini. Bahkan menjadi hari libur resmi.

Tahun ini, Hari Saint Patrick jatuh hari minggu. Liburnya berlanjut hingga ke hari senin. Kami berkesempatan ikut menyaksikan kemeriahan karnaval di tengah kota Athlone. Sebuah kota kecil yang berjarak sekitar 120 km dari ibukota Irlandia, Dublin. read more

When You Gotta Be

Sebelum ngikut suami yang sudah hampir 6 tahun terakhir ini bekerja di luar negeri, saya pun sudah merasakan “merantau” dalam arti pergi jauh dari keluarga dan tinggal sendiri.

For me, living abroad is not my first “going away” :D.

Mungkin, klimaksnya sudah lewat. Itu sudah terjadi, saat pertama kali saya melambaikan tangan dari geladak KM Umsini yang mulai bergerak menjauh di pelabuhan laut Soekarno-Hatta di Makassar kepada adik bungsu saya yang menangis karena ibu saya ikut pergi mengantar saya. read more

China, The Rising Dragon!

Sebelum tahun 1990, siapa sih RRC? (People Republic of China). Eh, secara EYD, sudah diganti menjadi Tiongkok apa, ya, kalau enggak salah.

Negara dengan jumlah penduduk paling membludak di dunia, sarat dengan isu-isu sosial-kemanusiaan. Termasuk dengan kebijakan “1 anak cukup” untuk menekan pertumbuhan penduduknya. Saya ingat pernah nonton di acara Oprah, banyaknya adopsi yang dilakukan atas anak-anak perempuan dari Negeri Tirai Bambu ini.

Dalam budaya Tiongkok dahulu kala, tertanam kepercayaan anak laki-laki bernilai “lebih” daripada anak perempuan. Jadi, karena hanya diperbolehkan memiliki satu anak, tak sedikit orang-orang yang berusaha “melenyapkan” anak yang dilahirkannya jika jenis kelaminnya adalah perempuan . read more

Jalan jalan ke Hongkong, Rupa-rupa Street Market

Tulisan “Jalan jalan ke Hongkong” ini tulisan kenang-kenangan dari blog Mamasejagat hehe. Jadi ingat perjuangannya dulu mengumpulkan sekeping demi sekeping tulisan untuk  menghidupkan blog komunitas itu. Komunitas tapi penulis aktifnya selama setahun pertama yang satu orang doang :D.

Kontributor tulisan ini, Hesya Harahap. Enggak sengaja kenal dari laman FB ^_^. Setelah bincang-bincang di inbox dan dirayu dengan paksa :p , akhirnya dese mau menjawab pertanyaan-pertanyaan saya via inbox di FB. Thanks, ya, Dear. Padahal kenalnya ya pas di-inbox itu hihihi. Hesya saat itu bermukim di Hongkong bareng suami dan anak-anaknya. Jadi cocok deh menjadi kontributor jalan jalan ke Hongkong. read more