Tentang Jodoh : Until Both Your Head and Your Heart Say “Yes”

***

“Ganteng ya, Je?”
“Iyeeee…”
“Orangnya juga baik…”
“Sip.”
“Tapi… gak sreg. Anak D3.”

Salah satu sahabat saya, penuh warna kisah cintanya.

Baca juga : Places Called Home Will You Still Love Me? A Whole New World Called Marriage

Mantan kekasih rasanya sudah oke (hampir) secara keseluruhan. Pendidikan, materi bahkan konon, orangnya juga penyayang dan lucu banget. Sayang…posesif tingkat tinggi. Teman saya benar-benar tidak nyaman. Hubungan bubar.

Yang kedua, kurang asyik diajak mengobrol. Cuma sebentar, putus lagi. read more

When It’s Time … It’s Time

Dari usia 8 tahun, saya suka gemas kalau melihat cerpen-cerpen di majalah Bobo. Selalu terpikir, “Idih, kalau nulis ginian, gue juga bisa.” Hahaha. Pede tingkat dewa :P.

gambar : ivyleagueinsecurities.com
gambar : ivyleagueinsecurities.com

Dengan tekun saya tulis tangan sebuah cerita pendek di atas beberapa lembar kertas. Ketika dengan semangat menunjukkan hasilnya pada ibu, ibu malah bingung, “Ngapain ngerjain aneh-aneh. Nilai-nilaimu kan bagus-bagus. Konsen saja di sekolah.”

Sempat saya cari sendiri alamat redaksi di majalah bobo. Dari kakak saya, saya diberi tahu, “Pergi aja ke kantor pos. Beli perangko. Tulis alamat di amplop. Gampang, kok.” read more

Buku Memoar of Jeddah : Stands at Times of Challenge and Controversy

Buku Memoar of Jeddah : Kalau diberi pertanyaan mengenai film paling berkesan, kira-kira sama tidak, ya, jawabannya dengan film paling favorit? Karena buat saya, TIDAK .

Film paling berkesan itu justru … “Dreamcatcher”. Filmnya justru sama sekali tidak menarik. Manalagi saya bukan penggemar film thriller, apalagi thriller super garing yang melibatkan makhluk aneh-aneh macam cacing raksasa seperti di film ini .

Nonton film itu berempat, bareng teman-teman kampus yang malah akrab setelah kami lulus kuliah. Pas lulus itu, ceritanya nge-geng, hahaha, tua-tua kok baru punya geng . K read more

Cara Menerbitkan Buku Indie : To See The Stars in The Dark :)

Setelah sebelumnya berkutat di cara menerbitkan buku indie di buku Bunda of Arabia, saya sedang hepi-hepinya, nih. Alhamdulillah, buku solo pertama “Memoar of Jeddah” terbit juga via penerbit Quanta-Gramedia.

Cara Menerbitkan buku indie
Buku saya tentang Kota Jeddah, “Memoar of Jeddah”

Kemarin, kabar gembira berikutnya datang dari penerbit lain yang mengincar tulisan-tulisan dalam blog saya :D. Kalau akhirnya kontrak datang, habis deh isi blog gue kudu diumpetin semua hahaha.

Juga sedang menunggu finalisasi naskah novel yang juga dipesan oleh sebuah penerbit baru yang meminta saya membuat naskah untuk mereka. Mudah-mudahan cocok hihihi. Soalnya agak grogi bikin novel untuk pertama kali. Akankah tercapai hattrick tahun ini? “Aamiin” yang kencang :D. read more

#DearSon, Fly Abandonedly into The Sun

Nabil & Narda (in their baby pose :D)
Nabil & Narda (in their baby pose :D)

***

Memiliki anak laki-laki memang berbeda dengan anak perempuan. Kata ibu mertua, anak perempuan itu sedari kecil sudah bisa dimintai tolong. Misalnya punya adik, kakak perempuan sudah punya inisiatif mengambilkan diaper pengganti saat acara ganti popok. Kalau dibiarkan bermain berdua dengan adik laki-lakinya, naluri si kakak perempuan akan otomatis menjaga adiknya.

As for me, tidak masalah :D. Laki-laki, perempuan, sama saja. Melahirkan anak pertama dan kedua, sejak dalam kandungan, saya tidak pernah berharap jenis kelamin tertentu. Di USG pada trimester ke-2, baik kehamilan pertama dan kedua, saat dokter memberitahu jenis kelamin si janin, rasa bahagianya tetap maksimal ^_^. read more