Review bagus film Zootopia

Fear Always Works

Judy berteriak kepada Bellwether, “It won’t work!”

Bellwether menyeringai, “Fear always works!”

Sepenggal percakapan di atas salah satu dari final scenes menjelang ending film Zootopia. Yang belum nonton sungkem ya. Spoiler nih hehehe :p.

Zootopia sempat heboh di timeline pas baru dirilis. Ceritanya memang super. Sama seperti kebanyakan teman yang lain, saya pikir topik utamanya hanya tentang kelinci imut yang ngotot ingin membuktikan kepada dunia bahwa kemungilannya tidak akan menghalanginya mencapai cita-cita menjadi polisi.

Setelah beberapa kali kecewa dengan film-film Disney yang rada garing nan datar, Zootopia membuat saya kembali tergetar *tsaaaaah*, jadi inget ponsel jadul yang bisa digetar-getarin hahahaha :p.

Istilah Zootopia sendiri sungguh pas untuk menggambarkan kondisi kota Zootropolis, tempat di mana Judy ingin hengkang dan mengadu nasib setelah meninggalkan Bunny Burrow, daerah asalnya.

Review film Zootopia keren
Gambar : Forbes.com

Judy merasa Zootropolis sungguh keren karena di sana, berbagai macam binatang bisa hidup rukun dan damai dan siapa pun bisa menjadi apa pun. Hal inilah yang menginspirasi Judy untuk membuktikan dirinya bisa menjadi polisi. Indeed, Judy adalah kelinci pertama yang menjadi anggota kepolisian di Zootropolis.

Tetap saja, sulit menembus tembok stereotip. Judy hanya diserahi tugas remeh temeh di awal penugasan. Hingga akhirnya sebuah kasus yang awalnya disangka ‘ringan’, membuat Judy mendadak hits dan menjadi seleb di Zootropolis 😀.

Beberapa hewan berjenis predator mendadak hilang dalam jumlah cukup siginifikan di waktu singkat. Bla bla bla, akhirnya ketahuanlah kalau hewan-hewan predator ini mendadak menjadi ganas tak terkendali. Walikota Zootropolis, seorang Singa, sengaja menyembunyikan para predator yang mendadak kalap ini agar tidak membuat penduduk Zootropolis, yang mayoritas BUKAN predator menjadi panik.

Tapi akhirnya bocor juga dan beneran … Zootropolis gempar bukan kepalang!

Para predator dan hewan lain yang umumnya menjadi mangsa mereka, yang awalnya hepi-hepi aja gema ripah loh jenawi mendadak menjadi ‘dingin’. Hewan predator mulai dijauhi dan dikucilkan serta dicurigai.

Muncullah teori konspirasi *uhuk* bahwa hewan predator ini pada dasarnya memang beringas dan sampai kapan pun mereka tidak akan bisa menyembunyikan keberingasan itu. Bahwa para predator ini, somehow akan berusaha memangsa hewan lainnya, cepat atau lambat.

Seperti menertawakan kondisi dunia manusia dengan sindiran halus lewat pesan di film ini 🙂.

Otak dibalik ‘teori konpsirasi’ ini adalah Bellweather, seekor domba yang posisinya adalah asisten walikota. Bellweather sering diperlakukan semena-mena oleh si Walikota Singa. Dendam membuatnya terpikir merebut kekuasaan.

Dengan cara apa? Ya membuat teror dan menebarkan ketakutan. Seperti yang diklaimnya kepada Judy, “Fear always works!”

Bellweather menjebak beberapa predator dengan ramuan tertentu yang membuat mereka bisa lepas kendali dalam waktu sekejab.

Klop ya dengan pernyataan Yoda di serial Star Wars (dia lagi, dia lagi hahaha :p), “Ketakutan adalah sisi kelam dari seorang manusia. Karena rasa takut melahirkan marah. Kemarahan membuat kebencian tumbuh subur. Kebencian inilah yang mengakibatkan penderitaan.”

Review bagus film Zootopia
Gambar : pixabay.com

Melihat kondisi terkini di berbagai belahan dunia, teror ketakutan sedang merebak di mana-mana. Misalnya bom di bandara Istanbul tempo hari.

Iya, tanggal 28 Juni kemarin, sebuah bom meledak di sana dan menewaskan hampir 50 orang. Bom meledak di arrrival area sekitar 2 jam setelah saya dan keluarga meninggalkan tempat itu. Bomnya di sekitar pangkalan taksi pula. Haduhhh, langsung gemetar lutut saya waktu suami menenangkan ibu mertua yang panik dan langsung menelepon kami di hotel.

Saya sempat terpikir ingin memaksa suami membatalkan acara jalan-jalan kami selama 4 hari di sana. Pengin cepat-cepat reschedule jadwal pulang saja. Untunglah suami tetap ‘waras’ dan akhirnya jadi juga Ramadan-Trip di Istanbul tersebut 😀. Foto-foto nyusul ya hehehe :p.

Lalu terakhir, bom di Kota Madinah, walau korban tewasnya tidak sedahsyat di Bagdad, sempat menimbulkan ketegangan dan berbagai teori konspirasi. Hadeeeehhh *ngelapJidat*.

Situasi seperti ini, persis seperti yang digambarkan di Zootropolis tadi. Ketakutan sudah membuat hubungan merenggang, melahirkan kecurigaan komplit dengan teori konspirasi ini itu dan dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk menuai keuntungan 🙁.

Lawan, ya, teman-teman 🙂.

Jangan terjebak dalam pusaran prasangka dan tetaplah berpihak kepada kemanusiaan dalam kejadian apa pun <3. Karena posisi kita sebagai manusia itulah yang menguatkan persamaan kita dan seharusnya mampu melemahkan banyaknya perbedaan yang ada.

Seperti pesan Judy :

“I thought this city would be a perfect place where everyone got along and anyone could be anything. Turns out, life’s a little bit more complicated than a slogan on a bumper sticker. Real life is messy.

We all have limitations. We all make mistakes. Which means, hey, glass half full, we all have a lot in common. And the more we try to understand one another, the more exceptional each of us will be.

But we have to try. So no matter what kind of person you are, I implore you: Try. Try to make the world a better place. Look inside yourself and recognize that change starts with you.”

Dunia utopis akan menjadi tempat yang sempurna di mana setiap orang bisa bersama dan menjadi apa pun. Kenyataannya, kehidupan sebenarnya lebih rumit daripada sekadar slogan-slogan manis ala meme-meme motivator hihihi 😀. Real life is messy.

Gambar : misacor.org
Gambar : misacor.org

Kita semua punya keterbatasan. Pernah berbuat kesalahan. Semakin kita berusaha saling mengenal semakin banyak hal luar biasa yang bisa kita capai masing-masing.

Tapi KITA HARUS MENCOBA. Jadi, siapa pun kita, ayo saling menguatkan untuk menciptakan dunia ini sebagai tempat yang lebih baik dan layak.

Sekali lagi, lawan ketakutan kita. Runtuhkan ego kita.

Semoga ramadan tahun ini mampu menciptakan perubahan-perubahan lebih baik untuk kita semua. DI dunia nyata maupun di dunia maya, yes? 😉.

Remember, change starts with you <3.

Selamat hari raya Idul Fitri bagi teman-teman muslim di mana pun berada.

Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah berkenan menerima amal ibadah kita semua. Aamiin, aamiin ya rabbal aalamiin.

***

Klasifikasi Hater

Ada sebuah artikel yang dishare teman di salah satu status saya di Facebook beberapa hari yang lalu. Linknya ada di bagian bawah tulisan ini, ya :).

Di artikel itu seorang komedian muslim di Amerika Serikat mengembangkan kampanye tertentu untuk melawan Islamophobia di sana.

Mbak-mbak komedian ini membagi kaum hater dalam beberapa kategori :

Gambar : wallpaperswide.com
Gambar : wallpaperswide.com

1. The Trolls : orang-orang yang memang khusus menghentikan kegiatan mereka yang lain untuk terus-terusan membuat/menyebarkan berita apa pun dalam bentuk “hate speech”.

Istilahnya, nyebarin kebencian ya memang kerjaan mereka sehari-hari 😉.

And yes, there’s nothing we can do about these people 😉. Leave them. But of course, a little prayer won’t hurt anyone, yes? <3

Ada pun kita yang kontra sebaiknya jangan malah ikut-ikutan share/komentar di kolom mereka. Kalau mau klarifikasi ya klarifikasi saja jangan ikut-ikutan ribut di sana. Itu hanya membuat mereka makin tenar ;).

2. Drive-by haters orang-orang yang berhasil dipengaruhi oleh para Troll-er tadi. Golongan ini tidak selalu frontal. Umumnya, mereka cenderung mengubah sikap dan perlakuannya terkait obyek yang di-hate.

3. The mission-oriented-bigot- whose-group-affiliation- gives-them-cover-for-hating hater. Yang ini dikendalikan oleh grup/afiliasi tertentu. Ya mereka enggak bakal terang-terangan menyebut diri mereka “Kami Pembenci Anu” misalnya. Tapi dibungkus dengan lebih rapi dan halus.

4. Swing-haters, ya mirip dengan swing voters. Mereka ya kadang-kadang benci kadang-kadang enggak. Hal ini lebih karena mereka tidak punya cukup informasi.

Nah! Tipe ke-4 Inilah yang merupakan target utama si embak-embak komedian muslim tadi 🙂.

Kalau si embak komedian membahas Islamophobia di US, sebenarnya ketakutan ini berlangsung 2 arah.

Gambar : getthelowdown.co.uk
Gambar : getthelowdown.co.uk

Sebaliknya, di beberapa negara mayoritas muslim, juga terjadi …mmm…apa ya istilah enaknya, barat-phobia? Hehehe.

Ada semacam ketakutan bahwa barat hendak menghancurkan Islam no matter what gitu lah. Ini sampai dikait-kaitkan ke ayat-ayat tertentu dalam Alquran 🙁.

“Barat” di sini mengacu kepada “western countries” (Eropa, Amerika Utara dan Tengah) plus Australia dkk. Umumnya, negara-negara maju di mana Islam bukan mayoritas.

Balik ke tipe ke-4 tadi yang dipicu oleh KETIDAKTAHUAN, tidak ada informasi yang cukup. Jadilah mereka terombang ambing antara, “Benci kagak nih, benci kagak ya? Ummm..benci apa gimana ya? Ngggg….” ya semacam itulah hehehe.

Seperti misalnya heboh pelarangan jilbab di Perancis tempo hari. Memang betul ada keterbatasan soal “berpakaian ala muslimah” di sana. Tapi ya tidak membabi buta, siapa pun yang masuk Perancis harus melepas jilbab -_-. Enggak gituuuuuu.

Demikian pula berbagai berita-berita yang bikin tekanan darah langsung melonjak dari berbagai belahan dunia :(. Kita hanya dapat sepotong-sepotong. Ditambah lagi emosi yang lebih dulu berbicara. Jadilah mngkin hater tipe 4 yang jumlahnya tidak sedikit.

Karena jelas tipe 1-3 itu ya sudah di luar kendali kita 😉. Tapi yakinlah, golongan 1-3 ini jumlahnya keciiiiiiil banget. Mereka terlihat gengges karena bacotnya aja yang kenceng hehehe.

Ya mungkin dari kedua belah pihak harus lebih banyak tukar menukar informasi, saling mendengarkan, saling berbagi hal-hal yang mungkin luput dan malah dimanfaatkan oleh Para Troll dkk untuk memantik api 🙁.

Lagi-lagi kutipan dari video embak-embak mantan CIA kudu dipajang dimari,

“Because as long as your enemy is a subhuman psychopath, that’s going to attack you no matter what you do, THIS NEVER ENDS.
But if your enemy is a policy, however complicated, THAT WE CAN WORK WITH.”

Selama kita memilih untuk percaya bahwa ada kaum tertentu yang akan menghabisi Islam no matter what we do, THIS NEVER ENDS.
Tapi jika yang mengganggu kita lebih karena kebijakan-kebijakan tertentu, walau serumit apa pun, THAT WE CAN WORK WITH <3.

Tonton video singkat dengan pesan keren dari embak mantan anggota CIA ini di akun fanpage AJ+ di Facebook ;).

Anway, beberapa waktu lalu, kru Trans7 datang khusus ke Republik Irlandia untuk meliput Islam di sini. Inilah videonya. Sila dilihat sendiri bagaimana kondisi Islam di salah satu negara paling barat di Benua Putih ini 🙂.

https://www.youtube.com/watch?v=Xl5Y89_JRjI

Kalau ada kuota lebih, mari ditonton videonya. Tayangan ini sudah diputar di Trans7 edisi Kamis 16 Juni kemarin. Sayang nih belum ketemu video yang kualitasnya lebih bagus :(.

Jangan membatasi diri kita sendiri. Membangun tembok-tembok pembatas untuk mempertegas betapa berbedanya kita dengan “mereka di luar sana”.

“We build too many walls and not enough bridges.” -Isaac Newton-

Baca : When We Build Too Many Walls

Robohkan dindingnya. Bangunlah penghubung dan seberangi ketakutan-ketakutan dan ego kita sendiri. Again… you’ll be surprised 😉.

Selamat melanjutkan ibadah puasa ya teman-teman <3.

Artikel “A highly Scientific Taxonomy of Haters” bisa dibaca di sini :).

Never Lose Faith in Humanity

Kurang dari sebulan lagi, UK akan mengadakan sebuah referendum penting mengusung pertanyaan, “Apakah UK akan stay dalam Uni Eropa atau tidak?”

Kalau seandainya hasil referendum membuat UK keluar dari Uni Eropa, something ‘huge’ should happen.

The Red London Bus - pic Dani Rosyadi jalan-jalan ke London
London Bus, foto : Dani Rosyadi

Referendum ini bagian dari tuntutan Partai Konservatif yang kebetulan menjadi tempat bernaung David Cameron, perdana menteri UK terpilih 2015 lalu. Jadilah, referendum ini adalah bagian dari janji kampanye David Cameron.

Uni Eropa adalah sebuah kesepakatan yang cukup unik. Selain mencakup hampir 30 negara-negara di Eropa Barat dan Timur, aturannya seragam mengikat tapi input ke masing-masing negara ya beda-beda karena pada dasarnya mereka bukan United States seperti di Amerika Serikat 😀.

Salah satu concern utama pendukung opsi UK seharusnya keluar saja dari Uni Eropa adalah national security. UK sudah mulai kebat kebit dengan banyaknya serangan terorisme di Eropa Barat daratan. Dua yang terakhir di Paris dan Brussel.

Menurut sebagian politikus UK, ini terkait aturan penerimaaan pengungsi ala Uni Eropa yang kurang ‘secured’. For info ya, sebagai welfare-state, Uni Eropa memang cukup terbuka sebenarnya kepada para pengungsi 🙂.

Urusan sosial yang ditimbulkan oleh kalangan pengungsi / refugee memang cukup rumit, ya. Pendatang dari kalangan profesional dan pelajar tentu tidak termasuk 😀. Ini khusus pengungsi yang biasanya lari dari negara asal karena ketidakstabilan ekonomi dan keamananan.

Seharusnya sih, pengungsi ini tinggal di Uni Eropa sementara saja. Diharapkan setelah negaranya aman, mereka mau pulang kembali ke negara asal masing-masing.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Problemnya ada 2, Pertama, umumnya negara asal mereka enggak “sembuh-sembuh” hehehe :p. Kedua, mereka sudah terlanjur nyaman dan bahkan memang ada beberapa yang sudah niat dari awal memang untuk hidup permanen sampai beranak pinak 😀.

Kejadian di Brussel tempo hari memunculkan lagi isu ini. Tapi harap diingat masalahnya di sini bukan dari pengungsi generasi pertama tapi justru dari pengungsi yang istilahnya “home-grown”. Mereka lahir dan besar di Uni Eropa.

Diskriminasi terhadap pengungsi dan keturunannya memang nyata. Akses pekerjaan buat mereka “dibatasi” 🙁. Sementara biaya hidup tidak kecil. Walau terbantu oleh tunjangan sana sini, ya namanya juga manusia biasa. Siapa sih yang tidak ingin meraih kehidupan yang lebih baik? 🙂.

Memangnya semua orang sanggup hidup pas-pasan selamanya? Tanyakan saja ke diri kalian sendiri :p. Sanggup? 😉.

Mereka, dari lahir sudah tinggal di Eropa. Mau balik ke negaranya juga jadinya rancu. Karena mereka sama sekali tidak terbayang kehidupan di sana. Ya lidahnya pun juga mungkin sudah tidak terbiasa dengan bahasa asli orang tua mereka.

Mereka “terjebak”.

Keputusasaan inilah yang melahirkan bibit-bibit “sakit hati” yang bisa berkembang ke mana-mana. Ada yang dimanfaatkan oleh organisasi-organisasi teroris itu salah satunya 🙁.

Ya, dunia utopis di mana kita bisa saling menerima dan mengikhlaskan perbedaan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh seumur hidup kita untuk menaklukkan “ketakutan” kita sendiri 🙂. Lucunya, once you realize this, malah kita yang akan dianggap “aneh”, syukur-syukur enggak dituduh liberal ya Kakaaaaa hahaha :p.

Pemerintah Uni Eropa ya bisa apa, karena memang pengungsi ini dari awal diharapkan “solusi sementara”. Kalau pengungsi ini dibikin terlalu “nyaman”, bisa habis nanti Uni Eropa diserbu para pendatang hehehe :p.

Lah ya makanya, kalau ada pertikaian, negara-negara besar harus berperan aktif melerai, ya. Jangan malah ngumpet-ngumpet jualin senjata dan mengeruk keuntungan sendiri -_-.

Akhirnya, pepatah bijak suatu waktu akan membuktikan kebenarannya, “Senjata makan tuan” 😉. Dalam kasus Suriah sendiri kan sudah rahasia umum, kelompok pemberontaknya ada berbagai macam kelompok yang didanai oleh banyak negara 🙁.

tank pixabay

Jangan dikira Uni Eropa sama sekali terlepas dari konfik di sana.

Mari melihat dari berbagai sisi, ya.

Inilah salah satunya yang membuat UK tidak puas dan menyalahkan kebijakan Uni Eropa terkait penerimaan pengungsi. Sementara orang-orang asli Eropa sendiri ya ada juga yang korslet yang menyamaratakan semua pengungsi.

Saya pribadi setiap ada kejadian terorisme di belahan Eropa selalu stres juga jadinya. Takut kami di sini jadi sasaran ketidaktahuan dan meme-meme diskriminatif terhadap minoritas. Noh, Pegida di Jerman misalnya -_-.

Tapi ya jangan malah balas dendam. Saya tidak ingin bermasalah di sini karena dampak minoritas ini makanya saya berusaha keras tidak melakukan hal itu terhadap orang lain dalam posisi mereka sebagai minoritas.

Do whatever I can untuk bekerja keras menddik diri sendiri agar tidak mudah termakan hoax-hoax mengandung hate-speech. Ya enggak gampang juga pastinya.

Makanya, saya gunakan kata KERJA KERAS. Karena memang repotnya minta ampun pergaulan di dunia maya ini. Kadang, jari kita berkelebat lebih kencang berkomentar dan share ini itu ketimbang otak kita mengolah data 🙁.

Efek berita hoax tidak kecil, teman-teman 🙁.

Pertimbangan lain terkait referendum UK ya seputar ekonomi juga lah ya. Duit lagi, duit lagi hehehe.

Pihak partai konservatif misalnya sudah merasa UK kelamaan join di Uni Eropa dan sudah terlalu banyak perubahan yang tidak menguntungkan posisi UK juga.

Yang menuai “keuntungan” terbesar dari kerjasama ala Uni Eropa ini bisa dibilang Jerman lah ya. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar dan jumlah penduduk terbanyak, Jerman yang paling “leluasa” berkuasa atas kebijakan-kebijakan dalam Uni Eropa.

Negara-negara yang ekonominya agak di bawah juga diuntungkan. Karena kebijakan Uni Eropa membuat orang-orang dari negara-negara Eropa Timur yang “rada miskin” :p bisa leluasa berpindah-pindah ke negara Uni Eropa yang lain untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Di Republik Irlandia sini nih, banyaaaaaak banget pendatang Polandia. Makanya jangan heran kalau orang-orang bule di sini tahu-tahu ngomong bahasa aneh-aneh hihihi. Secara fisik terus terang saya tidak tahu bedanya. Harus kedengeran mereka ngomong dulu baru bisa ketahuan aksennya hehe.

Yang gamang itu ya negara-negara pertengahan.. Kaya enggak, miskin juga kagak. Apalagi negara-negara besar seperti Spanyol. Penduduknya banyak tapi pendapatan perkapitanya kecil. Dengar-dengar Spanyol juga pernah “goyang”. Tapi enggak lanjut lagi nih beritanya.

Kasus Yunani agak beda karena ada isu kesalahan manajemen dalam negeri.

Kalau kata suami saya, UK mungkin kepengin seperti Swiss. For info ya, Swiss itu TIDAK TERMASUK dalam Uni Eropa. Mungkin UK gerah berada dalam bayang-bayang hegemoni Jerman.

Hasil polling terakhir sih tipis banget. Tapi masih menang mayoritas yang ingin bertahan UK tetap dalam naungan Uni Eropa.

Yang ribet ya Republik Irlandia ini nih hahaha. Soalnya Republik Irlandia punya hubungan spesial dengan UK dalam banyak hal.

Lucu juga hubungan antara UK dan Republik Irlandia. Karena sebenarnya orang-orang Irlandia itu banyak yang mendendam kepada orang UK terkait penjajahan ratusan tahun terhadap Ireland tempo hari hehehe.

Tapi dalam urusan ekonomi dan sosial, Republik Irlandia manut-manut sama UK. Republik Irlandia menolak masuk Schengen itu kan salah satunya karena UK juga tidak mau masuk Schengen. Kasihan deh paspor Indonesia sudah nyampe Eropa tetap saja kudu ngemis visa ke mana-mana :p.

Tiket ke mana-mana murah tapi ngurus visanya yang tidak murah dan “ngeselin”. Saya suka emosi jiwa kalau diwawancara dan dipelototin sambil ditanya-tanya, “Kamu mau ngapain sih ke sana?”

Sempat kepengin iseng menjawab, “Ya mau jihad dong, Mbak!” Hahahaha :p. Becanda yak *sungkemDuluSamaEmbakEmbakKedutaan*.

Saya pribadi berharap hasil referendumnya menetapkan UK tetap dalam Uni Eropa. Ekonomi global lagi suram jangan sampai makin ribet gegara keputusan UK untuk keluar dari Uni Eropa.

Ini jangan sampai dianggap UK tidak ramah pada pendatang, ya. Khususnya kaum muslim. Rasa-rasanya sih, UK dan Republik Irlandia termasuk 2 negara Eropa di mana Islam cukup mendapat tempat.

Tunggu ya saya bikin tulisan tentang masjid besar di Dublin di tengah-tengah pemukiman elit 😉. Serta sebuah museum yang menyimpan naskah-naskah alquran tertua di dunia di Dublin. Ini lagi nyari-nyari kesempatan buat masuk media cetak dulu. Biar ada duitnya dulu gitu baru kita masukin blog hahahahaha.

Manusia biasa dong ya, mohon diampuni :p.

Walau sejak akhir tahun lalu, suami saya sudah memutuskan untuk mencari kerja di Jakarta dan segera kembali ke tanah air begitu dapat, saya tetap berharap yang terbaik untuk Eropa. Bukannya norak, ya gimana ya, enggak bisa bohong tinggal di Eropa itu surga bangeeet <3.

Tapi sesurga-surganya Eropa, Ibu saya selalu bilang, “Tempat terbaik buat istri ya di samping suaminya.” Suami mau balik ya kita mah bisa apa selain memberikan dukungan penuh dan siap-siap beres-beres koper in case ladang rezeki yang baru di tanah air sudah memanggil 😉.

Btw, konsep “welfare state” ini benar-benar mengagumkan. Saya pernah ketemu semacam paper untuk membandingkan Syariat Islam vs Welfare State. Ada yang mengklaim “welfare state” ini adalah praktik negara yang paling mendekati sistem Islam. Tapi definisi welfare state sendiri juga bisa panjang ceritanya.

Adapun membahas ini butuh tulisan yang jauh lebih panjang lagi. Sementara gue yakin kalian pastii sudah misuh-misuh, “Najis, panjang amat tulisannya” hahahaha :p.

Well, semoga kita semua bisa menarik hikmah bermanfaat ya dari kejadian-kejadian dan argumen-argumen di atas. Apa pun itu, jangan selalu lupa meletakkan kemanusiaan di tempat teratas 🙂. Simpel saja karena sebenarnya yang melekatkan kita semua ya karena status kita sebagai manusia apa pun parameter yang menyertainya 😉.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

You must not lose faith in humanity. Humanity is an ocean; if a few drops of the ocean are dirty, the ocean does not become dirty.
–Mahatma Gandhi

Saya percaya, dalam lubuk hati kita terdalam, kita semua sepakat pada banyak hal yang sama. Makanya, stay away from hoax ya teman-teman, again and again 🙂.

Apalagi buat yang muslim tuh, keadilan adalah hal yang paling keras diperintahkan dalam alquran 🙂. Memang bukan sifat dasar manusia tapi kewajiban kita adalah berusaha keras menegakkannya dalam hal apa pun. Gagal sekali-sekali ya manusiawi. Tapi kalau berkali-kali terhasut, ya itu mah doyan hahaha :p.

Insya Allah, bulan puasa sebentar lagi ya <3. Semoga bisa menjadi momen yang bagus merenda kembali janji-janji setiap kita untuk menjadi manusia yang lebih baik. Aamiin <3.

Gambar : misacor.org
Gambar : misacor.org

***

Alhamdulillah Yaaa, Tanggal Tua Pun Bisa Memberikan 6 Hikmah Berikut

Siang menjelang sore, saya terjebak di halte fakultas lain. Kalau lagi jam sepi begini, bus kuning memang agak jarang lewatnya. Fakultas tempat saya nyangkut jaraknya masih jauh dari tempat kosan.

Jalan kaki ya mungkin banget. Cuma … capek? Bukaaaaan. Tapi takut, euy! Hahaha.

Jarak antar fakultas di UI Depok tuh jauh-jauh. Apalagi dulu belum seramai sekarang. Kiri kanan jalan banyak semak tinggi atau sekalian hutan. Iya, hutan beneran.

Beginilah kalau tanggal tua. Opsi naik ojek pasti tidak mungkin. Kepala saya pening pula. Entah mikirin tugas di kampus, entah mikirin kecengan yang sinyal responsnya turun naik, entah lapar juga mungkin hahaha :p.

tanggal tua

Menunggu kelamaan, saya sampai masuk ke gedung fakultas dan ngecek ke ATM segala. Mengharap ada keajaiban :p. Keluar dari ATM kok ya rasanya gimana gitu, ya :(.

Teringat lagi sudah semingguan ini saya memikirkan soal pilihan untuk mencari tambahan uang saku dengan bekerja paruh waktu. Sudah mengobrol dengan beberapa teman. Mereka memilih mengajar privat anak sekolah di sore hari setelah kuliah.

Nah, ini. Saya ragu. Apa keburu, ya. Anak-anak yang privat rata-rata SMA. Pelajarannya kan lumayan. Harus belajar lagi. Harus bagi waktu lagi dengan urusan kampus.

Kepentok pula dengan sifat penakut saya. Apa berani ke mana-mana sendiri karena mereka harus didatangi di rumahnya masing-masing? Maklum ya, anak rantau enggak ngerti jalan hehe. Selama ini saya commuter kampus-tempat kosan doang.

Saya balik ke halte. Menimbang sesaat, kalau rasa takut, rasa malas dan rasa enggan yang diturutin kapan ketemu solusinya? Secara impulsif saja saya terpikir, the right time to start is always…NOW!

Saya membabi buta melihat ke dinding dan langit-langit halte yang biasanya memang ditempeli selebaran macam-macam. Termasuk berbagai lowongan pekerjaan yang umumnya cocok buat mahasiswa. Mumpung sepi.

Begitu lihat ada lowongan mengajar privat saya catat alamat dan nomor teleponnya. Pokoknya coba dulu. Nekat saja.

Dua hari kemudian, saya datangi tempatnya. Saking semangatnya, saya tidak memperhatikan bahwa ternyata privatnya khusus untuk anak-anak ekspatriat alias anak-anak bule. Wawancara dalam bahasa Inggris. Alamak. Benar-benar tidak ada persiapan dari rumah.

Tapi kepalang basah, ya. Sudah mempertaruhkan sisa-sisa uang untuk naik angkot sampai  ke sana. Again, nekat saja. Berani, berani, berani. Pokoknya jangan sampai kelihatan takut. Jawab saja terus dengan pede.

Voila! Langsung diterima dan mulai mengajar minggu depannya ^_^. Kalau berhasil meredam rasa tegang, saya memang gampang berkomunikasi dengan orang baru.

Ini nih hikmah yang pertama yang saya analogikan dari salah satu judul  buku yang pernah saya baca :

Hikmah 1 : The Power of Kepepet

Tahu tidak, murid-murid saya tuh cuma anak-anak usia 7-15 tahun. Kurikulum internasional juga jauh lebih mudah ketimbang kurikulum nasional. Materinya cukup mudah dan tidak menyulitkan sama sekali. Hanya modal cas cis cus bahasa Inggris dengan pede.

Honornya juga lebih tinggi daripada honor mengajar murid lokal ;). Begitulah, saking sudah kepepetnya terus-terusan kepentok dilema tanggal tua, rasa nekat muncul begitu saja. Terterabas semua rasa enggan, takut dan segala macam :D.

Hikmah berikutnya terkait hobi saya dengan yang manis-manis. Apa pengaruh orangnya yang memang manis? #eaaaaa. Manis tapi duit tiris ya buat apaaaaaaa, hahaha :p.

Umur masih muda waktu itu. Rasanya makan apa saja ya langsing-langsing saja. Mungkin karena stres keseringan drama tanggal tua hahaha. Tapi ya kali mau jajan-jajan terus *gigitDompet*  -_-.

Akhirnya nih, pernah saking kepenginnya ngemil saya bongkar-bongkar  isi lemari. Ketemu beberapa bungkus agar-agar bekal dari tante saya saat saya ke rumahnya tempo hari. Sudah lama baru ketemu sekarang. Ya agar-agar doang apa rasanya?

Saya bawa ke dapur, eh ketemu sisa gula pasir dan sisa susu kental manis coklat. Susu kental manis biasanya untuk olesan roti kalau lagi mau ngemil. Tapi rotinya sudah habis.

Saya benar-benar payah deh urusan memasak waktu masih kuliah. Dulu pun belum ada Google yang bisa kita tanyai aneka rupa resep dan segala macam. Jadilah saya cemplungin masak saja semuanya bareng-bareng, agar-agar sebungkus + susu kental manis coklat + gula pasir.

Widih, ternyata enaaaaaaaaaak *tepukTangan*. Airnya dilebihkan dari takaran normal di petunjuk bungkusnya biar hasilnya banyak hahaha. Agak lembek tapi tetap enak. Bisa dimasukkan kulkas hasilnya dan bisa jadi cemilan selama beberapa hari.

mendadak masterchef

Itu pertama kalinya saya bikin puding agar-agar! Tentunya, bukan untuk terakhir kalinya. Sering saya nyetok puding agar-agar model begini karena modalnya lumayan irit. Sekaleng susu kental manis coklat bisa buat 2-3 x masak, lho, hihihi *ciumDompet*.

Hikmah 2 : Seringkali, Keterbatasan Membuat Kita  jadi Kreatif

Kreativitas juga seperti ketemu gong-nya di era digital begini. Banyak sekali kemudahan yang bisa kita dapatkan dengan makin majunya teknologi online yang memungkinkan kita bergerak lebih dinamis di dunia maya. Maksudnya gimana? Tahaaaaaaaaan, tunggu di hikmah nomor 5, ya ;).

Sekarang hikmah tentang berkahnya punya teman baik hati dulu, nih.

Saya punya teman akrab di kampus. Sepertinya cukup berkecukupan walau sama-sama anak daerah. Saya merantau dari Makassar sementara dia jauh-jauh dari Medan. Tapi saya sering nyengir mendengar logat Melayunya yang kental saat berbahasa Indonesia. Padahal saya juga lidahnya Makassar banget *toyorKepalaSendiri*.

Dia sih santai anaknya. Kalau digodain selalu cengegesan saja. Tidak baperan kayak saya hahaha. Anaknya tomboy dan pintar sekaligus cuek.

Siapa sangka ya, cuek-cuek begitu dia sangat perhatian pada kami-kami, teman-teman di kampusnya yang sesama perantau tapi napas keuangannya sering kembang kempis seiring bulan yang terus berjalan hehe. Setiap ada kiriman makanan dari Medan, dia sering mengundang kami menginap di kosannya.

Jadi malu sering menggoda dia macam-macam. Tak tahunya saya sering menumpang menginap di kosannya dan ikut menikmati bekal kiriman dari orang tuanya. Sekalian menumpang ngerjain tugas di kampus di komputer pribadinya, dulu masih era PC yang tebel-tebel itu :p.

Hikmah tanggal tua berikutnya saya kutipkan dari pepatah lama dari Imam Syafii :

Hikmah 3 : Merantaulah, Kau Akan Mendapat Pengganti Kerabat dan Teman yang Kau Tinggalkan.

friend tanggal tua

Bahkan, pas mau pulang pun selalu dibekali untuk disantap sendiri pas di  kosan nanti. Beruntungnya punya teman berhati emas. Teringat di awal kuliah sulitnya saya beradaptasi dan selalu terkenang teman-teman SMA yang tidak satu pun lulus di kampus yang sama dengan saya.

Mati satu tumbuh seribu, ya. Satu musuh terlalu banyak, sejuta teman takkan pernah cukup :).

Tapi ya jangan khusus berteman karena mengharapkan apalah-apalah di kemudian hari ya ;). Masa baru kenal sudah mikir keuntungan gimana-gimana. Bertemanlah karena memang kita seharusnya memang senang berteman <3.

Hikmah 4 : Tiga Sisi Mata Uang 

Hikmah  berikutnya terkait kesadaran bahwa ternyata mata uang itu tidak hanya punya 2 sisi. Tapi ada…3!

Selain pengeluaran dan pendapatan, penting banget yang namanya  pengelolaan ;). Biar enggak tongpes melulu ya saban akhir bulan hehe.

Mengelola uang juga terkait gaya hidup, sih. Kalau mengendalikan diri saat uang lagi banyak sih tidak masalah. Pasti sudah pada jagoan semua deh hahaha. Itu sih bukan mengendalikan diri tapi kepepet :p. Alias terpaksa.

Yang lebih susah sebenarnya menahan nafsu saat materi lagi ada. Mau punya pendapatan sederas apa pun mengalir kalau pengeluaran tak terkontrol ya sama saja kan? Jadi perlu ada satu proses antara pendapatan dan pengeluaran, yaitu … pengelolaan! :D.

Tapi percaya deh, yang paling penting itu mengelola nafsu belanja. Pandai-pandailah menyimpan uang atau belajar mengutamakan berinvestasi sejak dini.

Walau kadang, kita sudah ketat seketat-ketatnya ya memang nasib … uang masuk memang cekak, ya, Kakaaaaa hahaha :p.

Jangan sedih dulu ;). Nanti cek di hikmah terakhir yang nomor 6 yak ^_^. Sekarang kita bahas yang ke-5 dulu. Ini terkait dengan hikmah yang sebelumnya di nomor 2 tadi tuh, “Keterbatasan membuat kita jadi kreatif” ;).

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Hikmah 5 : Teknologi Jangan Dinyinyirin, Tapi Dimanfaatin 😉

Tidak sedikit orang yang mengklaim bahwa kecanggihan teknologi  utamanya dunia online yang berkembang pesat membuat banyak efek negatif yang bermunculan. Jangan sensi-sensi amatlah ;).

Daripada misuh-misuh dan malah berusaha melawan perubahan yang tak terelakkan dan toh tak bisa kita lawan, mending kita manfaatkan sekalian ^_^.

Salah satu gebrakan dunia maya yang terkini adalah maraknya belanja online termasuk situs-situs belanja serba ada . Daripada sibuk menyalahkan perjalanan zaman mending melebur bersama dan cari celah untuk keuntungan kita. Termasuk dilema pas tanggal tua.

Situs-situs ini suka bikin promo-promo dan semacamnya.

Jadi, jangan manyun meratapi nasib kalau tanggal tua, yak. Mending manfaatin kuota buat browsing ke situs penyedia segala ada untuk ceki-ceki semua kategori barang yang diinginkan siapa tahu berjodoh dengan promo yang ada :D.

Gambar : www.worldsoccertalk.com
Gambar : www.worldsoccertalk.com

Tibalah di hikmah terakhir :

Seperti yang saya bilang di hikmah nomor 4 tadi. Kadang ya, kita sudah setengah mati mengelola uang yang ada tapi yah, drama tanggal tua tetap saja menjadi langganan. Bukan karena kurang usaha atau kurang ngotot, but simply because we don’t have enough money :).

Santai, yaaaaa.  Ingatlah hikmah ke-6 ini :

Hikmah 6 : Hidup Seperti Roda Pedati, Kadang di atas Kadang di bawah 😉

Dijalani sajaaaaa :D. Hidup memang berubah-ubah. Nasib siapa yang tahu. Jangan putus asa, bapernya jangan dipiara :p. Suatu hari nanti kalian akan nengok ke belakang dan senyum-senyum mengenang drama-drama tanggal tua ini ;).

Enjoy di masa-masa sulit dan peliharalah terus pengharapanmu ;).

“They say a person needs just three things to be truly happy in this world: someone to love, something to do, and something to hope for.” -Tom Bodett-

Tetap alhamdulillah di tanggal tua, suatu waktu insya Allah sukses jua ;).

Every Step Toward

For this whole week, I’ve been discussing about this with my husband. Dese kan orangnya memang pragmatis vs saya yang menurutnya terlalu ‘utopis’ hehehe.

Menurut suami, at some points, kita masing-masing pastilah memimpikan Dunia Utopis. Tapi sekaligus harus paham, dalam praktiknya, yang mana melibatkan banyak sekali manusia biasa (manusia yaaaaa bukan malaikat), itu adalah hal yang mustahil 🙂

Kita ngobrolin (dan kadang-kadang sampai berantem hahaha) soal penggusuran, spesifik soal Luar Batang, dan gaya kepemimpinan Ahok selama ini.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Kalau menurut suami, “Baca lebih banyak lagi sejarah. Pembangunan itu mustahil tanpa pengorbanan. There’s no such thing : maju bersama-sama. Itu mimpi lo aja.”

“Gak adil amat.”

“That’s life, Dear.”

Lalu mulailah dia mengoceh tentang Restorasi Meiji yang diiringi dengan berakhirnya era Samurai.

“Ya harusnya yang pro kekaisaran ngomong baik-baik aja ke Para Samurai untuk join jadi tentara Jepang.”

“Ngerti gak sih Samurai itu apa? Posisi mereka di masa shogun berkuasa itu kayak apa?”

Iya sih saya enggak terlalu tahu hahahaha. Mulai lagi dah dese dongeng sejarah kayak biasa.

Ternyata kaum Samurai itu semacam kalangan bangsawan ala militer. Mereka punya kedudukan penting dalam struktur sosial bermasyarakat.

Di masa sebelum reformasi berlangsung, Jepang adalah bangsa yang terkungkung dan terbelakang. Kedatangan banyak orang asing malah menimbulkan kegelisahan dan penolakan. Standar lah, orang lokal Jepang takut perubahan ;). Kita juga sering kan berada di dalam posisi yang sama.

Kuil Meiji, gambar : pixabay.com
Kuil Meiji, gambar : pixabay.com

Namun, orang asing datang tak terbendung hingga akhirnya menimbulkan konflik sosial dan ekonomi bla bla bla. Kaum Shogun pun terdesak oleh banyak konfrontasi.

Singkat cerita akhirnya muncul pemikiran untuk mengembalikan Jepang kepada pemerintahan “satu komando” di bawah satu kekaisaran yang sah dan berdaulat. Kaisar mah dari dulu juga ada, tapi cuma simbol saja. Dalam keseharian, para shogun ini yang menyebar di banyak daerah dan masing-masing punya wilayah kekuasaan sendiri-sendiri.

Nah, para Samurai yang jadi “tangan kanan” para Shogun itchuuu. Kalau diibaratkan kasta, Shogun = Kasta Bangsawan/warlord, Samurai = Ksatria. Sisanya ya rakyat jelata nan tidak terlalu penting.

Singkat cerita, Meiji lah yang akhirnya berusaha mewujudkan ide ini. Salah satu konsekuensi yang terjadi ya terhapusnya para Shogun dan kelas Samurai.

Tentu tidak segampang itu kaum Samurai takluk setelah selama ini mereka sudah mencicipi kemegahan hidup ala “Kasta Ksatria”. Namanya manusia biasa. Harga diri terinjak lah yaow. Jadilah mereka melawan habis-habisan. Dari sini suami menutup, “Nah dulu inget kan kita nonton The Last Samurai. Inget-inget aja lagi filmnya, kira-kira begitulah ending perlawanan Samurai.”

Tapi aslinya sih tidak semua kaum samurai nyolot. Ada juga yang akhirnya bersedia bergabung dengan kekaisaran atau minimal tidak menolak jika kelas Samurai pada akhirnya dihapuskan.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Yang tidak siap dengan perubahan pun tentu tidak sedikit. Dan begitulah hingga akhirnya Si Negeri Matahari Terbit mengawali kiprahnya sebagai raksasa ekonomi Asia. Roda pun terus berputar, nampaknya jatah “Matahari Asia” bentar lagi akan menjadi milik Si Negeri Tirai Bambu :D.

Saya sempat bilang, “Ya mbok sabar aja. Bujukin aja dulu satu-satu biar mau gabung baik-baik, gak perlu pakai kekerasan sama sekali.”

Suami saya malah ngakak.

Ya begitulah mungkin beratnya menjadi pemimpin. Keterbatasan sebagai manusia akan selalu mungkin dikonfrontasikan dengan situasi dan kondisi. Sementara…waktu akan terus berlari.

Mungkin, hampir semua keputusan akan seperti buah simalakama.

Ya karena itu juga kali tidak semua kita dilahirkan menjadi pemimpin 🙂

Leadership, adalah salah satu dari sekian banyak hal terpuji nan terhormat yang tidak begitu saja terprogram otomatis dalam sanubari setiap kita.

Berapa orang yang punya nyali berdiri di garis terdepan, menjadi eksekutor bagi begitu banyak keinginan diantara keterbatasan waktu dan sumber daya? Memangnya kita semua sanggup mengambil keputusan besar yang tidak mudah diantara banyak pilihan sulit?

Beberapa diantaranya mungkin akan terus menerus menjadi perdebatan moral yang takkan ada habisnya.

Human progress is neither automatic nor inevitable… Every step toward the goal of justice requires sacrifice, suffering, and struggle; the tireless exertions and passionate concern of dedicated individuals.  

-Martin Luther King, Jr-

Siapa pun pemimpin Jakarta terpilih di 2017 nanti, terus berbenah Jakarta-ku <3