Candu

Dulu ngikutin F1 karena para pria di kantor ngomongin MotoGP melulu. Saya enggak doyan. Mungkin efek dendam gak bisa-bisa naik sepeda? Hahahaha.

Mending nonton F1.

F1 2005 salah satu yang berkesan. US-GP, dong. Karena kisruh pergantian peraturan soal jenis ban, akhirnya hanya ada 6 pembalap (dari 3 tim) yang berlaga. Kedua pembalap Ferrari menempati tempat teratas. Masih era Schumi nih ;).

Rio Haryanto Dana F1
Gambar : f1fanatik.co.uk

Yang seru yang juara 3 hehehe. Heboh beneeerrrr hahaha. Kapan lagi ya bisa bergaya di atas podium :p.

Lupa namanya siapa. Pokoknya bukan dari grup tenar dan bukan pembalap langganan podium.

Saya sih ngefansnya dengan Kimi Rakkonen. Sayang, tahun 2005 jadi milik Fernando Alonso. Sekaligus mencatat rekor sebagai pemenang F1 (satu musim penuh) dengan usia termuda. Sudah pecah belum sih rekornya?

Tapi perjuangan Kimi benar-benar keren, deh. Di 2-3 GP, Kimi selalu pol-polan nginjek gas dengan kondisi mobil yang “payah”. Walhasil, walau peringkat 3 besar dari awal, selalu gagal di putaran-putaran terakhir.

Di salah satu GP, Kimi memimpin posisi. Tapi mobilnya terbakar di … putaran terakhir! Literally, benar-benar putaran terakhir. Ampe bengong itu nontonnya.

Belakangan ketahuan, Kimi diminta untuk tidak menggenjot mesin biar minimal bisa juara 3 lah. Tapi dese ngotot, “All or nothing” gitu kali ya mikirnya. Dan sukseslah itu mobil berasap di pinggir lapangan. Jangankan juara 3, Kimi malah gagal finish. Padahal hanya butuh bertahan beberapa detik sebelum menembus garis finish dan jadi juara 1.

Siapa bilang F1 gak ada dramanya? Hahaha.

Gambar : sportskeeda.com
Gambar : sportskeeda.com

Sebagai (mantan) pencandu F1 saya termasuk lalai nih soal gosip Rio hahaha. Before, the only thing I remembered, Rio pasang ayat kursi di mobilnya :p. Itu berita sudah cukup lama.

Pertama kali baca saya bertanya-tanya, “Ada urusan apa gitu pasang berita tentang ayat kursi di arena balap? Ah, ini medianya saja yang kehabisan berita! Pengin ngemis traffic aja.”

Barulah tidak lama, ada teman yang share soal opini seorang perempuan yang intinya “bete” karena konon ada dana APBN (KONI) sekitar 100 M yang dimintakan buat seorang atlet. Ini saya belum terlalu ngeh ini orang yang sama dengan yang ayat kursi tadi :D.

Opini tersebut mengkritik permintaan biaya karena masih banyak orang miskin yang dia temui di daerah tertentu. Ya saya respons di postingan itu, saya tidak setuju. Apa hubungannya sih prestasi olahraga vs janda tua nan miskin? Dana APBN pasti sudah dibagi di pos masing-masing. Peruntukannya ya beda-beda, dong. Ada untuk Kemensos beda lagi untuk Kemenpora.

Apa kalau masih banyak orang miskin berarti olahraga tidak boleh berkembang? Tidak dong ya ;).

Tapi perspektif lain datang dari suami. Menurut suami saya ya bandinginnya dengan cabang olahraga yang lain. Banyak cabang olahraga yang jelas-jelas lebih “cucok” dengan sikon Indonesia dan sudah menunjukkan prestasi internasional *jempol*.

Cabang lain yang melibatkan lebih banyak orang dan jelas-jelas punya bakat dan sangat mampu bersaing secara internasional.

Banyak cabang ini yang empot-empotan soal pembinaan. Padahal peminat banyak karena rata-rata cabang olahraga ini relatif popular di tanah air. Paling masalahnya ya dana-dana juga. Bisa jadi yang dibutuhkan tidak perlu sampai 100 M. Bulutangkis, karate, panahan, angkat besi misalnya.

Lah, F1?

Tapi justru ini yang menarik. Beritanya justru sangat viral. Makanya saya mau bahas ini-nya aja deh hihihi.

Iseng saya berkomentar di wall embak-embak yang ikut share berita Rio dan ayat kursi-nya. Saya tebak secara profil kok ya apa iya ngikutin F1? Sungkem dulu sama mbak-nya :p. Kira-kira ngobrolnya begini (duh, mudah-mudahan orangnya gak ingat hahaha)

“Wah, suka F1 juga ya Mbak?”
“Enggak juga Mbak Jihan. Dulu sesekali nonton. Sekarang juga kadang masih ngikutin. Masih Valentino Rossi aja ya yang sering menang.”

F1, Valentino Rossi. Okesip :p.

Makanya menarik bukan? Bisa viral begitu lho di media sosial. Menjadi salah satu trending topic yang lumayan hot. Padahal :

1. F1 tentu bukan olahraga popular di tanah air. Peminatnya juga pasti dari “kalangan tertentu” banget.

2. Profesi pembalap biasanya datang dari kalangan atas. Tahu sendirilah di Indonesia, kalau enggak “miskin” susah lah dapat simpati hahaha :p

3. F1 sendiri termasuk jenis olahraga profesional. Selevel tenis pro dan tinju pro. Atau Golf pro. Kan jarang-jarang ya, pemerintah ikut campur dalam pendanaan untuk level profesional begini? CMIIW, ya.

Soalnya memang dananya gede banget. Sponsor swasta yang banyak bermain. Kalau prestasi memang mentereng banget biasanya otomatis berbondong-bondong yang datang. Hukum alam toh ya ;).

Cerdik juga “tim buzzer”nya. Mereka membidik “segi” lain. Mencari perhatian massa melalui hal-hal lain. Maka hadirlah berita-berita beruntun semacam :

“Subhanallah, Pembalap Rio Selalu Baca Ayat Kursi Sebelum Balapan”
“Tunggu Kepastian ke F1, Rio Selalu Berzikir dan Berdoa”
“Rio Akan Baca Ayat Kursi Sebelum F1 Dimulai”
“Doa, Tahajud, dan Ayat Kursi Mengiringi Langkah Rio ke F1”

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Fenomena pemerintahan sekarang. Tekanan bisa diluncurkan via media sosial. Pakde dan jajarannya memang terkenal cukup sensitif dengan isu yang viral di media sosial. “Tim Buzzer” si adinda pembalap paham benar tentang hal ini.

Tapi tentu pening kan, dengan kondisi perekonomian empot-empotan zaman sekarang, gimana cara mencari perhatian untuk sponsor dana dari pemerintah? Apa karena mungkin sudah ‘mentok’ di swasta dan BUMN?

Butuhnya ratusan milyar. Untuk olahraga elit yang kurang dikenal di tanah air. Sementara rakyat sekarang juga sensi banget dengan urusan duit. Mengapa justru banyak dukungan mengalir buat Rio? Paradoks abis.

Nah, barulah paham soal berita-berita ayat kursi, suka baca zikir, atlet saleh dll, yang sudah berdengung beberapa minggu yang lalu. Oooooo begitu toh maksudnya hehehe.

Benar-benar wow lho. Tidak sedikit orang yang mungkin seumur hidupnya tidak pernah menonton tayangan F1 (dulu di RCTI rutin diputar ^_^), terus menerus share berita tentang Rio. Caption-captionnya itu lho… “Masya Allah, saleh banget ya. Ganteng pula. Masya Allah, masya Allah.”

Ya mungkin urusan F1 buat negara sekelas Indonesia ini seperti ingin memasang lampu kristal di salah satu kamar tidur di rumah yang tipenya masih tipe 45 :D.

Iya sih, lampu kristal di atas tempat tidur tentu bisa mengundang decak kagum bagi yang melihat. Tapi apalah arti lampu kristal di sana kalau lampu-lampu di ruang lain yang lebih fungsional… bohlamnya saja tidak ada :p.

Terus, cat-cat dinding rumahnya juga masih kopek-kopek. Perabotan ruang tamu masih acak kadut. Logikanya, mana ada penghuni rumah yang tergila-gila mau beli lampu kristal yang harganya tidak murah itu? Ada juga mereka pasti protes minta lampu ruang tamu dulu misalnya yang dibenerin.

Tapi ternyata bisa lain cerita kalau di lampu kristalnya ditempelin ayat kursi ya ‪#‎eh :p.

Jadi ingat salah satu quote yang sering dikutip dari tulisannya Karl Marx, “Religion is the opium of the people.”

Katanya, agama itu candu bagi sebagian orang. Hmm…

***

KRL Ekonomi jabotabek jihan davincka

Satu Demi Satu

Mengenai antri stasiun kereta Jakarta. Tadi dapat video ini di wall Facebook. Orang-orang mengantre di salah satu stasiun kereta di Jakarta Pusat.

Wooowwwww *bigJempol*. SUDAH BISA NGANTRI?? *salute*

Kalau punya akun di Facebook, bisa diintip di sini ya videonya. Dari fanpage Koalisi Pejalan Kaki.

Ini di Gondangdia nih nampaknya hahaha. Mantan anker KRL Ekonomi gak bakal lupa lah sama warna-warna stasiun (after Manggarai dst :p). Sekilas tadi ingatnya Cikini, tapi saya hafal dong pelataran bawah Cikini :D. Pernah menempa nasib di stasiun kuning muda itu selama bertahun-tahun *YakDramaDimulai*.

Soal warna stasiun … Cikini kuning, Gondangdia oranye rada kuning, Gambir hijau, Juanda biru, Sawah Besar pink, mangga besar oranye tua, Jayakarta merah. Masih ingat! ^_^. Tapi bener gak?

Buat yang mengeluh soal jeleknya fasilitas Commuter Line, coba ya adik-adik googling KRL Ekonomi itu macam mana penampakannya hahaha. Sanggup naik KRL Ekonomi?

 

KRL Ekonomi jabotabek jihan davincka
KRL Ekonomi Jabotabek, gambar : kaskus.co.id

 

Tuh, pernah bayangin naik kereta kondisi begitu tiap pagi dan sore dari senin sampai jumat selama bertahun-tahun? Saya sanggup lho! 4 tahun lebih! Selalu naik di jam-jam sibuk. Jam 7-8 pagi dari Pocin/Stasiun UI menuju Cikini/Sudirman dan arah sebaliknya di jam 5-8 malam *benerinIkatKepala*.

Alhamdulillah, enggak pernah dapat kejadian yang gimana-gimana. Saat kereta lagi padat-padatnya, banyaknya penumpang jangan ditanya. Enggak usah pegangan gak bakal jatuh. Kaki setengah menapak di lantai kereta. Ealah, bisa ketiduran pula eike di kereta lagi sesak-sesaknya hahaha.

Cara naik kereta saat orang sudah meluap sampai ke pintu dan sudah telat ke kantor juga seru lho hahaha. Jadi tinggal nempel di kerumunan, badan dibuat rileks, lalu biarkan kita ikut terdorong. Jangan melawan, biarkan badan ngikut arus. Pegel-pegel dikit lah paling. Yang penting badan jangan dikerasin.

Jakarta memang keras, Bung! :p.

Gambar : en.wikipedia.org
Gambar : en.wikipedia.org

Namun, KRL Ekonomi kayaknya tinggal kenangan ya. Alhamdulillah sekarang Commuter LIne katanya sudah ada pintunya dan selalu ditutup sebelum jalan hahahaha. KRL Ekonomi mah orang-orang sampai naik ke atas, numplek di jendela plus gelantungan di pintu. Saya pernah stuck di pintu sampai kereta sudah jalan. Santaiiiiii … nanti sambil jalan, pasti kedorong terus sampai ke dalam hihihihi.

Pokoknya rumusnya badan harus rileks. Itu aja.

Btw, hidup memang seperti roda pedati. Tidak selalu di bawah, pun tak melulu di atas. Tak begitu sulit berganti posisi. Siapa sangkalah 4 tahun lebih gelantungan di KRL ekonomi (hahaha) hingga akhirnya bisa juga menikmati naik tube di subway London dan bolak balik naik SBB-train di berbagai kota di Swiss ;). Ihiiiiyyyy :p.

Begitu pun harapan kita untuk ibukota tercintah ^_^. Siapa sangka dari yang bikin nyut-nyutan suatu hari bisa jadi salah satu kota tercihuy di dunia. Aamiin, aamiin ya Allah.

Di ibukota, sedikit demi sedikit sudah banyak perubahan yang bisa dinikmati. Mengutip kata-kata Bang Tomi Lebang, “Satu demi satu” (y).

“Don’t look back in regret, but move on with hope.” -a saying-

Banyak sekali harapan kita di masa mendatang untuk ibukota tercinta. Semoga pembangunan dan perbaikan transportasi darat lancar dan terus membaik. MRT kan juga sudah lagi jalan, tuh. Ada juga pembangunan kereta dari Gambir ke bandara. Jempol lagi deh (y). Trans Jakarta juga terus menerus diupayakan ke arah yang lebih baik.

Semoga suatu hari kelar semuanya. Termasuk si kereta cepat Jakarta-Bandung ;). SATU DEMI SATU.

Terus berbenah Jakarta-Ku <3. Makin keren Indonesia-ku <3. Tidak bisa sekejab ya teman-teman. Sabar menunggu, iringi doa selalu. Aamiin, aamiin, ya rabbal aalamiin *khusyuk*

Mantan anak KRL Ekonomi mana suaranyaaaaaaaa *sodorinAbonemen* :p.

Sekarang ini, minimal kita sudah bangga sudah ada budaya antri stasiun kereta Jakarta. Again, satu demi satu ;).

Masakan Sulawesi : Resep Kue Sanggara Balanda

Ini salah satu kuliner khas atau masakan Sulawesi –> Sanggara Balanda (bahasa Bugis) artinya Pisang Goreng Belanda :D. Kok bisa kayak gitu ya namanya? Hihihi.

Konon, menurut mama saya nih ya, pisang goreng ini kan menggunakan mentega dan keju. Di masa lalu, kedua jenis makanan ini identik dengan makanan orang Belanda. Zaman dulu pan, banyak lho orang Belanda di berbagai wilayah Indonesia. Katanya sih  mereka yang memperkenalkan keju, mentega dkk ini ke orang pribumi di Indonesia.

Jadi, resep ini sudah resep turun temurun untuk orang Bugis. Bukan resep bikinan orang Belanda! :p.

Btw untuk yang Food Combiner, ini hanya untuk “menu cheating” saja yaaaa :D. Buat cemilan sore-sore. Sanggara Balanda sendiri tidak diperjualbelikan secara umum seperti umumnya penganan khas Bugis yang lain. Kue basah model begini mungkin tidak tahan lama, ya. Begitu dibikin harus langsung disantap ^_^.

Baca Juga : Resep Sambal Goreng Daging Sapi Khas Makassar

Cara bikin dan bahan-bahannya? Gampang lah pokoknya. Makanya, yang agak-agak kuper di dapur kayak saya semangat bikinnya :D. Ya cemilan favorit juga sih ya makanya dibela-belain sharing resepnya ;).

Masakan Sulawesi : Resep Kue Sanggara Balanda

Bahan-bahan :

  1. Pisang raja atau pisang tanduk yang sudah  masak betul (saya menggunakan pisang tanduk sekitar 4 buah). Jangan yang mengkal.
  2. Satu butir telur kocok lepas.
  3. Dua genggam kacang tanah kulit, digoreng, lalu dikuliti sampai bersih. Lalu dicincang kecil-kecil. Kalau ajaran dari mama saya nih, digiling saja pakai rolling pin, yang biasanya dipakai menggilas adonan itu. Atau bisa pakai botol (kaca) bekas yang model panjang.
  4. 3 sendok makan mentega
  5. Keju diserut, jumlahnya terserah saja sih ya :D. Saya pakainya tidak banyak karena tidak terlalu suka keju.
  6. Gula pasir sekitar 6-8 sendok makan

Cara Membuat :

Resep kue Sanggara Belanda masakan sulawesi
Foto : Dani Rosyadi
  1. Ini untuk isiannya dulu. Campurkan kacang goreng cincang + mentega + keju + gula pasir dalam satu wadah / mangkok. Aduk sampai merata. Sisihkan.
  2. Pisang yang sudah dipotong digosok-gosok permukaannya dengan kulit pisang bagian dalam biar permukaannya licin dan halus. Setelah itu pisang dipotong 2. Dipotong ya bukan dibelah hehehe. Pisang yang saya gunakan ukurannya besar-besar, jadi saya bagi 4, total dapat 16 potong.
  3. Pisang digoreng sampai kecoklatan.  Angkat dan tiriskan.
  4. Satu persatu pisang dicelupkan ke dalam kocokan telur dan digoreng kembali. Asal kena minyak. Jangan lama-lama.
  5. Tiap potongan pisang dibelah tengahnya (memanjang). Jangan sampai pisangnya terbelah. Belah setengah saja asal bisa diisi. Dalam kondisi panas-panas, masukkan bahan isian ke tengahnya.

Kue Sanggara’ Balanda umumnya dijadikan salah satu sajian dalam acara-acara adat Bugis-Makassar. Acara pernikahan termasuk diantaranya.  Biasanya kan ada jajaran bosara’ ditaruh bersusun-susun untuk hidangan para tamu. Bosara’ ini isinya 12 jenis kue. Sanggara’ Balanda termasuk diantaranya ^_^.

Waktu akad nikah saya dulu juga menggunakan adat Bugis. Cuma numpang sih di rumah saudara dan agak ribet jadi enggak sempat ngumpulin dokumentasi. Boro-boro dah mau foto-foto bosara’ dkk, dramanya panjaaaaaang hahahaha.

Ini nih yang namanya bosara’ :D. Pernah lihat? 😉

masakan sulawesi
Deretan Bosara’ di acara adat Bugis-Makassar (gambar : id.pricetag.org)

Kapan-kapan saya share lagi resep kuliner khas Bugis-Makassar. Kalau enggak malas hahaha. Enggak doyan masak, sih. Itu juga kalau kebetulan masak, penampakan suka ngaco jadi malas foto-in nya :p.

Dipraktekin resepnya ya Kakaaaaaaa ^_^.

Oiya ada juga loh penganan tradisional dari pisang yang tidak kalah enaknya. Kali ini dari pisang kepok : “Sarikaya Pisang Kepok”, ini nih sudah ada vlog cara membuatnya ^_^

Baca Juga : Cara Membuat Siomay bisa dikukus/digoreng

Nah ini juga masih berhubungan dengan Sulawesi Selatan. Baju bodo modern khas sana, barangkali bisa diintip juga vlognya. Saya bersama saudara-saudara lain menjadi muse buat baju bodo modern rancangan salah satu kakak saya yang punya label busana “Dada Gaya”.

Updated : sekarang saya lagi rajin nih bikin vlog resep, ini playlist dari resep-resep Dapur Davincka yang sudah sempat direkam-rekam iseng hehehehe. Hope they help, yak ;). Sudah ada beberapa resep nih :D.

Jangan lupa juga subscribe di youtube channel saya ya di sini ;).

***

Paham Komunis : Cita-cita Komunisme

Paham komunis : Puluhan tahun generasi bangsa didikte untuk membenci hal yang sebenarnya tidak pernah kita pahami benar-benar. Kepada ideologi komunisme misalnya. Saya tidak menganggap komunisme itu keren atau gimana-gimana. Tapi ternyata benar bahwa distorsinya cukup signifikan.

Bahkan banyak tokoh-tokoh pergerakan yang juga benar-benar ikut berjuang selama puluhan tahun yang kiprahnya ikut menguap karena sengaja dilenyapkan :(. Sebutlah salah satu tokoh komunis “terbesar” di tanah air … Tan Malaka.

Namanya bersanding dengan Soekarno, Mohammad Hatta dan Soetan Syahrir, digelar “Bapak Bangsa” oleh redaksi Majalah Tempo. Biografi keempatnya diterbitkan secara terpisah oleh Tempo beberapa tahun silam.

Atheisme dan agama paham komunis
Gambar : merdeka.com

Sosok Tan Malaka, jauh sekali dari bayangan “doktrin Orba” akan paham komunis atau ideologi komunisme. Dibesarkan di Ranah Minang, dengan keislaman yang kental, Tan Malaka tidak pernah melepaskan status muslim hingga akhir hayatnya.

Sekitar tahun 20-an di Belanda, Tan Malaka pernah mengungkapkan kekecewaannya terhadap Stalin kepada Bung Hatta. Menurutnya Stalin telah menjelma menjadi seorang diktator kejam pasca merebut kekuasaan.

Bung Hatta yang memang tidak pernah “suka” dengan paham komunis / komunisme menyindirnya, “Bukankah diktator adalah bagian dari komunisme?”

Tan Malaka menentang keras. Menurutnya konsep komunisme adalah sebuah pengabdian dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Konon, inspirasi pembicaraan ini direkam oleh Bung Hatta dan dituangkannya dalam Pasal 33 UUD 1945. Coba dicek sendiri hehehe.

CMIIW, ya. Shame on me, enggak ingat sumber bacaannya. Heran deh, kalau gosip artis aja, saya gampang bener ingat sumbernya hahaha :p.

Komunisme, kalau dibaca benar-benar teorinya adalah sebuah paham yang nyaris tanpa cela. Komunisme memimpikan kehidupan masyarakat tanpa kelas, yang kaya menyokong yang miskin, keadilan sosial yang merata tanpa mengenal kaum papa.

Mungkin karena itulah, tokoh-tokoh komunis dunia lahir dari mereka yang tumbuh dan besar dalam kemiskinan di tengah-tengah kapitalisme penguasa. Stalin dan Mae Zedong misalnya. Merangkak dari bawah, menyaksikan ketimpangan kesejahteraan masyarakat. Lantas bertekad membangun komunisme untuk mengenyahkan ketidakadilan yang juga mereka rasakan sendiri.

Simak cita-cita Mae Zedong saat berada di tampuk kekuasaan, yang menginspirasinya untuk menerapkan konsep “The Giant Leap”

Kira-kira begini cita-cita Mae Zedong –> “Rakyat China tidak akan ada yang kelaparan karena pemerintah sanggup menyediakan makanan sebanyak-banyaknya. Rakyat China tidak perlu ke luar negeri untuk jalan-jalan karena pemerintah sanggup membangun negeri China yang sangat indah di seluruh pelosok. Tidak ada orang miskin, tidak ada yang tertindas, tidak ada yang sengsara.”

Mereka hendak menciptakan surga di dunia :). Korsletnya di mana? Untuk memenuhi cita-cita ini, mereka maksa!!!

Kaum komunis lupa sifat dasar manusia :). Menafikan fakta bahwa manusia tidak bisa dipaksa. Bahwa “surga” tidak akan terwujud hanya dengan campur tangan manusia.

Yang tidak setuju dan tidak menurut dienyahkan. Pemimpin komunis tidak segan-segan menebar teror dan propaganda untuk melenyapkan pihak yang tidak sepaham. Mae Zedong memaksa petani bekerja siang malam demi kecukupan pangan yang dicita-citakannya untuk seluruh rakyat China yang super banyak itu.

Ironis bukan? Mae Zedong hendak meningkatkan kesejahteraan para petani di negerinya yang tertindas segitu lama tapi praktiknya…??? Hendak mencapai surga dengan menciptakan neraka bagi kehidupan orang lain. Piye jal? :p.

Kontroversi lain adalah tokoh Che Guevara. Katanya sih, sahabat kaum miskin dan tertindas. Tapi di mata lawan-lawannya, Guevara adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang tidak segan-segan membantai siapa pun yang tidak sejalan.

Komunis adalah atheis juga salah kaprah yang sering terjadi :). Mungkin karena Karl Marx, si pencetus “Das Kapital”, yang dijadikan rujukan para tokoh komunis dunia, menentang agama di sisi lain. Di masa-masa Marx menulis buku-bukunya, negara Eropa banyak yang masih berbentuk kerajaan dengan menganut agama tertentu. Marx menganggap agama dijadikan para penguasa untuk menekan orang-orang miskin agar tidak melakukan perlawanan.

Stalin, dibesarkan sebagai seorang Katolik dan digadang-gadang oleh ibunya agar menjadi pendeta. Tapi justru Stalin tidak suka dengan doktrin-doktrin agama yang menurutnya sudah membodoh-bodohi rakyat miskin untuk tidak menuntut haknya untuk hidup sejahtera kepada penguasa.

Mae Zedong, pada dasarnya juga tidak pernah mengenal agama samawi :D. Jadi ya, dia mau jadi komunis apa enggak, condongnya pasti ke atheis.

Padahal, di Indonesia sendiri, komunisme dianggap perlawanan terhadap imperialisme. Tokoh-tokoh “kiri” di Indonesia yang ikut mati-matian merebut kemerdekaan itu banyak lho, Kakaaaa :D. Sebagian besar pun kelahiran tanah Minang :).

Orang Minang, di masa pergerakan banyak melahirkan pemikir besar yang sekaligus terjun langsung ke kancah perjuangan secara fisik. Rata-rata mereka dibesarkan dalam pendidikan Islam yang kuat ala-ala pesantren. Suku lain enggak usah sirik :p. Fakta masa mau dilawan, Cuy. Walau tidak semua yang kekiri-kirian pasti komunis.

Muso pun seorang muslim. Muso itu Musa dalam bahasa Jawa. Tapi coba, ada yang berani gak ngasih nama anak Muso pasca 1965? :p. PKI lahir dari beberapa tokoh yang besar dalam naungan Sarekat Islam.

Antara Mae Zedong vs Stalin pun sempat terjadi cekcok di mana hubungan sempat mendingin.

Keinginan para sejarawan untuk mengungkap peristiwa G-30-S dari sudut pandang satunya lagi tidak hendak mengatakan bahwa PKI seharusnya dibiarkan hidup dan terus berkembang di tanah air. Tapi sekadar meluruskan sejarah yang sudah saya sebut di atas : distorsinya banyak pakai bangeeettttt :(.

Bahwa dalam perjalanan politiknya, PKI juga banyak melakukan tindakan-tindakan teror terhadap yang tidak sejalan. Tapi jangan sampai kebencian membuat kita tidak adil. Pernah ada yang mengklaim, PKI pernah membunuhi orang dalam masjid saat lagi sembahyang hingga darah menggenang semata kaki. First thing first, kasih tahu dong nama masjid dan lokasinya? Ada yang tahu?

Tapi banyaknya jumlah korban yang terbunuh pasca G-30-S ternyata bukan rekayasa :(. Pemerintah hanya mengakui 500 ribu orang, which is bukan jumlah yang sedikit juga kan? Penelitian selanjutnya, bahkan pengakuan orang-orang yang “terlibat” dalam pembantaian berani mengklaim korban mencapai satu juta orang. Bahkan ada klaim hingga 3 juta orang.

Mengapa sulit menemukan angka yang pasti? Karena keluarga korban banyak yang memilih bungkam. Sebagian takut ribut-ribut demi kelangsungan hidup anak-anak dan cucu mereka. Karena saking lebaynya, generasi-generasi lanjutan dari orang-orang yang “tertuduh PKI” pun harus menanggung “dosa” orang tuanya.

Propaganda komunis bahaya laten disuburkan oleh rezim yang berkuasa setelahnya karena mereka butuh legitimasi kekuasaan. Tidak mudah merebut simpati rakyat dari Bung Karno saat itu :).

Juga yang menganggap Bung Karno menjadikan PKI sebagai anak kesayangan. Ingat Dekrit 1959? Jangan banyakan baca hoax lah. Sekali-sekali mbok ya baca buku sejarah beneran ngono lho hehehe :p. Kalau tak ada Dekrit 1959, di Pemilu selanjutnya sudah pasti PKI akan menang telak dengan banyaknya jumlah pendukung dan simpatisannya.

Justru Bung Karno hendak menekan “kebesaran” kaum komunis dengan menggeser mereka dari kursi legislatif. Saat itu cukup lancar walau ditentang oleh banyak petinggi partai. Bung Karno didukung penuh oleh Angkatan Darat. Sejarah pun mencatat, 6 tahun setelah itu, Bung Karno sukses dilengserkan oleh kekuatan yang sama.

Ya begitulah. Sejarah…tergantung siapa yang bercerita :). Makin banyak baca mudah-mudahan makin tidak mudah panik dan heboh sendiri hehehe :p.

Jangan sampai deh ya kita termakan hasutan dan ikut-ikutan membenci hal-hal yang sebenarnya tidak kita pahami. Mengerti enggak ikut memaki iya. Duh jangan sampai lah ya :). Kalau memang malas mencari tahu ya seharusnya jangan sampai ikut-ikutan benci enggak jelas hehe :p.

Salah satu buku sejarah mengenai G 30 S, ditulis oleh sejarawan John Roosa, dengan judul : “Dalih Pembunuhan Massal”. Mengupas lengkap dari peninjauan ulang terhadap dokumen dan bukti sejarah terkait kejadian ini.

Saya pernah menulis ringkasannya di sini :

“Dalih Pembunuhan Massa” bagian 1
“Dalih Pembunuhan Massa” bagian 2
“Dalih Pembunuhan Massa” bagian 3
“Dalih Pembunuhan Massa” bagian 4

“Dalih Pembunuhan Massa” bagian 5

“Dalih Pembunuhan Massa” bagian 6

“Dalih Pembunuhan Massa” bagian terakhir

Kalau ada waktu luang, sila dibaca.

Btw, buku aslinya bisa didownload gratis kok. Cari saja linknya via Google ;).

Sebuah negara itu tidak hanya dibentuk oleh pemimpinnya. Tapi oleh kerja keras semua elemen masyarakat. Apakah mungkin bersinergi secara positif kalau situ terus-terusan mencari kekurangan pemimpin sendiri? :). Mending baca buku sejarah kali ah hehehe :p.

Again, sejarah seharusnya membentuk pemahaman bukan penghakiman.

Mari berkontribusi positif dalam pembangunan negeri. Pekerjaan rumah bagi semua anak bangsa. Belajar sejarah salah satunya agar kita tidak mengulang yang pahit-pahit yang pernah terjadi :).

“Para politikus dengan kekurangan pengalaman dan pengetahuan mungkin dapat membawa negara ke jalan buntu. Tapi SELURUH RAKYAT akan membantu negara menemukan jalannya.” -Sutan Syahrir-

Numpang lewat sejenak. Yuk ah, mari ngurus anak bayi lagi hihihi :p.

***

Revolusi Mental Adalah ….

Revolusi Mental Adalah  …

Revolusi Mental adalah

Mungkin petikan ucapan  itulah salah satu beban terberat dalam rangkaian panjang revolusi mental ala pemerintahan baru. Membalikkan cara berpikir masyarakat yang sudah sekian puluhan tahun memiliki persepsi sendiri soal kesejahteraan sosial : harga barang murah, pajak kecil dsb :p.

Isn’t it terrifying, knowing that most developed countries are the ones who have the highest living cost as well as the highest taxes? Diperkuat oleh fakta bahwa bahwa umumnya negara berkembang justru memiliki biaya hidup cenderung rendah.

Uniknya, tak berarti di negara berkembang tak ada orang kaya. Tapi yang terjadi adalah jurang menganga antara mereka yang berpunya vs mereka yang tidak.

Biaya hidup rendah hanya akan membuat si kaya akan semakin kaya dan ternyata tidak membuat mereka yang kurang beruntung bisa bernasib lebih baik, bukan? :). Sementara sebaliknya, di negara-negara maju, situ makin tajir siap-siap dihajar pajak gede hahaha. Yang kurang mampu malah kadang tidak perlu bayar pajak tapi tetap menikmati fasilitas umum yang ada :).

So what do you want? Kalian kira badai ekonomi hanya sedang menerpa negeri kita saja? Atau jangan-jangan apa yang terjadi di Yunani itu buah konspirasi orang paling kalian benci itu juga? Hahahaha :p.

Yunani sekarat. Negara sekelas Jerman pun meradang. Jerman punya kepentingan besar untuk menjaga stabilitas negara-negara yang sudah terlanjur mengikat janji bersama dalam Uni Eropa :p. Ada yang paham kenapa? ;).

Revolusi Mental Adalah
Gambar : mytripolog.com

Saban nonton BBC news edisi ekonomi, kalau lagi bosan mantengin gosip artis hahahaha, Ibu Angela Merkel bolak balik meeting sama pemerintah Yunani hihihihi. Yang lain sudah gemas, tapi Jerman, yang justru bertengger sebagai posisi ekonomi Uni Eropa terkuat juga punya kepentingan lain ;).

China, yang laju ekonominya sempat dua dijit sekarang harus menekan pertumbuhannya demi menjaga laju inflasi. US yang serba salah. Dolar menguat, ekspor terancam. Dolar melemah, ya enggak untung-untung amat juga :p.

Dan lihatlah Swiss, dengan kurs mata uang yang terus menguat pun, setengah mati bertahan agar tidak tergerus oleh tetangga-tetangga Euro-nya :p. Dan situ kira di UK sekarang lagi tenang-tenang saja? Jangan kebanyakan baca situs aneh-aneh makanya hahahahaha. Seolah-olah di seluruh dunia, hanya kita yang sedang terpuruk.

Revolusi Mental adalah
One of the best View of Lausanne (Switzerland), taken from Hermitage

Itu Malaysia juga tengah bermuram dengan merosotnya nilai tukar ringgit ke salah satu titik terendahnya dalam 10 tahun terakhir ini.

Justru bintang yang sekarang terang benderang adalah…India! Kuartal pertama ini laju pertumbuhannya cukup emejing kalau kata alay sekarang :p. Dan diramalkan India akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia di akhir tahun 2015.

Indonesia hancurkah? Hahahaha. Itu mah situ saja yang berharap begitu :p. Indonesia, termasuk 20 besar kekuatan ekonomi dunia (secara GDP). Memang, sepertinya akan turun tapi harapan ekonomi dunia itu masih ada di tangan para raksasa Asia :D. Uniknya, bukan lagi dominasi Jepang. Tapi ada India dan China dan diharapkan Indonesia bisa ngekor di belakang. Aamiin.

Long way to go, ya, teman-teman. Selalu ada harga yang harus KITA bayar. Iya, KITA. Tapi tak mengapa dalam perjalanannya harus penuh kontroversi dan penyesuaian. Harapan saya mah asal jangan ada kata-kata tidak senonoh saja sih tapi itu pun kayaknya mustahil ya hahaha.

Ekspor tambang mengalami pukulan berat. Konon karena salah satu eksportir terbesar, China, lagi “kurang enak badan”. “Makan”nya tidak sebanyak dulu hehehe. Jadi, kita yang sudah biasa nyediain bahan mentah dalam jumlah luar biasa buat “makanan” mereka harus kehilangan orderan. Hukum ekonomi sederhana, demand jatuh, harga pun runtuh.

Revolusi Mental adalah
Great Wall-China (gambar : en.wikipedia.org)

Bisa bayangkan saat posisi dolar seperti ini dan pemerintah masih harus mensubsidi konsumsi BBM? Kejauhan gak saya pertanyaannya? Mengerti tidak apa hubungannya? :D.

Pemerintah harus bekerja keras. Untuk terus membayar utang luar negeri, situ kira utangnya ke IMF doang, dikata ke IMF lunas, habis urusan gitu? Hahahaha. Utang banyak dan pemasukan sedang tergoncang.

Tidak hanya sibuk bayar utang, rakyat sejumlah 250 juta ini pun apa bisa dianggurin begitu saja? No! Pembangunan harus terus berjalan. Dengan kondisi geografis yang segini menantang, di mana dari dulu isu infrastruktur tidak pernah beranjak dari kesenjangan antar wilayah dan pulau satu dengan yang lain, bisa bayangkan seberapa besar dana yang dibutuhkan?

pesona-indonesia4.jpg

Pemerintah berusaha keras meningkatkan pelayanan kesehatan via BPJS yang diharapkan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Entah gimana enaknya. Iuran kecil, kalangan medis yang ngambek merasa diperbudak. Iuran digedein, ya terus gimana dengan rakyat kecil yang mungkin adalah mayoritas pengguna BPJS ini?

Itu urusan pemerintah, dong, ah. Ya terus dananya dari mana, Kakaaaaa?

Dana itu bentuknya harus DUIT. Sekali lagi, DUIT. Bukan upil, bukan bulu ketek, apalagi bulu kaki :D. DUIT, teman-teman. DUIT.

Oh wait, Indonesia tambangnya banyak, sumber daya alamnya banyak. Tambang atau migas itu memang luar biasa pesona keuntungannya tapi investasinya juga gede, teman-teman. Kalian kira bisnis seperti ini tinggal lihat peta terus nemu sumbernya terus loncat-loncat kegirangan, “HOreee kita kaya, kita kaya.”

Nope! Untuk observasi awal saja ada investasi milyaran bahkan ada yang bisa mencapai trilyunan rupiah. Siapa yang akan membiayai ini semua? Kalau ngumpulin bulu ketek kalian insya Allah cukup, tapi kita kan butuhnya duit, Euy! :p. Ini tulisan bagus yang dibuat suami teman saya yang mudah-mudahan bisa buat masukan.

Karena itu ada yang namanya investasi asing. Yang sering kalian kaburkan dengan istilah utang!

Pemerintah bisa menekan pengeluaran. Misalnya dengan memotong gaji PNS yang porsinya juga lumayan banget itu di APBN tiap tahun. Boro-boro. Disuruh hidup sederhana saja sudah hampir runtuh timeline dibuatnya! Hahahaha. Mau perang saudara kalau berani utak utik gaji dasar PNS? :D.

Pemerintah bisa meningkatkan pendapatan. Naikin pajak penghasilan saja biar cepat. Bunuh diri gak tuh? Makanya, subsidi yang ditarikin satu-satu. Anyway, apa pun opsinya mana ada yang enak lah.

Lah, kan sumber daya alam lain banyak. Yoih banget. Tapi apakah mungkin beras-beras di Jawa Timur atau di Sulawesi Selatan bisa terbang begitu saja ke mana-mana tanpa ada pembangunan infrastruktur? Andaikan Aladin itu nyata yaaaa, tinggal pinjem karpet terbang deh kiteeee hahahaha.

maritim-indonesia.jpg

Ikan-ikan di perairan timur bisa berenang sendiri ke Pulau Jawa dan sekitarnya gitu atau ke luar negeri sekalian. Tinggal kita kasih pesan, “Yuhuuu udang-udang segar, tolong berenang ke Jepang ya, ke alamat ini-ini-ini. Nanti jangan lupa bilangin tagihannya suruh transfer ke Indonesia.” Kebanyakan nonton Finding Nemo kauuuuuu! Hahahaha.

Tangkepin saja koruptor satu-satu. Eh, kalian kira China yang segitu hebatnya bisa melakukan giant step dalam kemajuan ekonominya sudah bebas dari korupsi? Kan mereka sudah pakai hukuman mati segala! Salah besar. Cek saja indeks korupsi di China. Masih memprihatinkan tuh.

Seiring sejalanlah semuanya. Enggak bisa kita hentikan pembangunan dan segala macam hanya untuk nangkepin koruptor satu-satu.

Bukankah pemerintahan sekarang juga sudah berupaya keras menutup jalan-jalan untuk korupsi? Penyerapan anggaran sangat rendah karena sepertinya pemerintahan sekarang juga mati-matian melakukan reformasi birokrasi. Itu bukan pekerjaan mudah.

Be the part of a solution. Karena kalau semua sanggupnya menuntut doang, terus macam mana kita mau maju?

Ya, ya, ya, saya tahu kita semua penginnya bobo cantik malam ini, dan berharap bangun-bangun besok ada pesta kembang api plus sebuah poster di udara, “Congrats, Beb! Indonesia sekarang sudah jadi negara maju, lho!” Awwwww, mercon mana mercon! :v :v :v.

Rupa-rupa wajah Indonesia (gambar : 123rf.com)
Rupa-rupa wajah Indonesia (gambar : 123rf.com)

Siapa yang tidak mau, muda senang-senang, tua bahagia, mati masuk surga! Aamiin :p. Enggak mau yang susah-susah deh pokoknya. Kalau bisa itu harga di-rewind semua ke zaman Orde Baru. Sekalian sama kurs dolarnya. Gitu ya? :p

But we all know, it won’t happen that easy :).

Kalian, yang pengusaha, jangan malah menurunkan semangat dengan mengadu ini itu. Buktikan dong, pengusaha lebih tangguh daripada karyawan. Ingatlah masa-masa kalian jumawa-jumawanya merasa keren karena katanya tangannya di atas bukan di bawah :p. Keep it that way! Itu yang dibutuhkan sekarang ^_^.

Kalian, yang karyawan, jangan malah makin cengeng minta ini itu. Buktikan dong, etos kerja kita tetap cerah dalam keadaan apa pun.

Kalian, yang ibu rumah tangga, teruskan berkiprah di rumah, sepositif yang kalian bisa. Teruslah mendidik anak-anak penerus bangsa kita untuk menjadi secemerlang yang mereka bisa. Karena mereka yang kelak harus berlari di lintasan yang sekarang kita jalani.

Kalian, yang suka menulis *uhuk*, jangan malah nyari keuntungan sendiri dengan sibuk menebarkan hal-hal yang malah membuat semangat letoy. Ya, ya, ya, saya tahu kalian juga butuh duit. Tapi ayolah, live with honour :), setidaknya di masa-masa yang katanya lagi limbung ini ;). Tebarkan kebaikan, pacu semangat melalui tulisan-tulisan kalian.

Buktikan pena itu kadang lebih tajam daripada pedang. Pengaruhnya dalam kebaikan lho ya bukan untuk macam-macam lainnya :p.

Kalian, yang di luar negeri. Udah dulu atuh culture shock-nya. Sekalinya mudik kok ya yang negatif-negatif saja sih yang dilihat dan disebarkan :(. Kalau segitu sulitnya mencari hal-hal menarik di tanah air setelah sekian lama kalian tinggalkan, fokus saja kepada wajah-wajah yang kita rindukan yang sekian lama tak pernah bertemu :). Fokus ketemu teman, ketemu saudara kerabat handai taulan.

Jangan suka kagetan lah. Macet kaget. Ketemu pengemis kaget. Ngeliat orang naik motor enggak pakai helm kaget. Yaela, sebelum kalian ke luar negeri pan emang udah gitu. Santai sajalah ;).

Jangan lupa, walau disindir kiri kanan, devisanya ya Kakaaaaa ke tanah air tetap harus lancar ^_^ *pukPukSuami* :v :v. Semangat Bang, mari semangat menabung untuk ngirim duit ke Pak Jokowi hihihihi :p.

Ya pokoknya, apa pun yang kalian lakukan, do the best on your own way.

Buat yang muslim, sebelum bobo atau nanti bacanya pas makan sahur, persembahkan doa terbaik kalian untuk perbaikan ke arah yang lebih baik untuk negara kita tercinta :).

And that’s how this thing called Revolusi Mental should work ^_^.

Allah Merahasiakan Masa Depan
Untuk Menguji Kita
Agar Berprasangka Baik,
Merencana Dengan Terbaik
Berusaha Yang Terbaik,
Serta Bersyukur Dan Bersabar

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

Satu lagi nih, bagi penggemar Harry Potter. Ingat Professor Trelawney gak? Professor satu ini mengajarkan kita, bahwa kita tak bisa menyesali masa lalu tapi kita bisa MENGUBAH masa depan.

Tetap semangat puasanya, teman-teman. Eman-eman ah puasanya, jangan dipakai buat maki-maki ;).

Revolusi Mental adalah  ……….   Tanggung jawab kita semua !

***