[Film Tokyo Love Story] Ku Tak Tahu Harus Memulai Dari Mana

Hari ini hari ulang tahunnya Kanji. Rika sudah menyiapkan surprais macam-macam. Kanji dan Rika? Penggemar film Tokyo Love Story harusnya langsung ngeh dong ya ;).

Hokinya Rika kayaknya lagi jelek. Karena ternyata, di hari yang sama, Satomi menelepon Kanji. Nampak pengin curhat :D. Kanji memilih menemui Satomi.

Sebel banget deh pas episode yang ini. Cengeng amat ya ini si Satomi. Gak penting, gak jelas, kegeeran bakal ditaksir sama semua orang! Suara hati hater banget gak sih? Hahaha.

Problem is… ini si Mbak Satomi pan sudah sama Mikami, ya. Ngapain lagi ganggu-ganggu Kanji yang ternyata lagi ditaksir habis-habisan sama Rika –> ceritanya yang nulis ngefansnya sama Rika :p.

Film Tokyo Love Story
Rika & Kanji

Habis maki-maki Satomi, Kanji juga harus dipersalahkan. Mbok ya, empati dikit toh yaaaa. Dihargai sedikit usaha temannya yang sudah berusaha keras biar ente tahu kalau dese itu lagi naksir berat :p.

Terus belakangan ternyata diceritakan juga tentang pertemanan Satomi-Kanji-Mikami dalam Film Tokyo Love Story, yang ternyata lahir dan dibesarkan bahkan bersekolah bareng dan menjadi sahabat karib sejak kecil. Mereka sama-sama merantau ke Tokyo dari sebuah desa kecil yang sama.

Sejak kecil, Kanji memang sudah memberi perhatian lebih kepada Satomi. Selalu ingin melindungi semacam itulah. Sampai remaja juga begitu. Tapi Kanji kan ceritanya pemalu jadi dia diam saja dan berharap Satomi nanti tahu sendiri.

Too bad, Satomi malah naksirnya sama Mikami. Sebaliknya dengan Kanji, Mikami ini tipe-tipe “bad boy” begitulah. Tapi Satomi yang perangainya keibuan dan tidak terlalu suka banyak bicara malah senengnya sama yang model Mikami ini. Onde Mande kuadrat lah.

Film Tokyo Love Story
Satomi Sekeguchi

Duh, begitulah cinta ya, deritanya tiada akhir –> Cu Pat Kay mode on. Cu Pat Kay? Jangan kebanyakan nonton drama, sekali-sekali nonton Kera Sakti dong ah :v :v :v.

Then, they grew up. Rame-rame hijrah ke Tokyo. Tetap bersahabat karib. And here came Rika Akana. Beda dengan Satomi, Rika ini mulutnya toa’ abis. Ceriwis luar biasa. Dia adalah rekan kerja Kanji di kantor.

Sampai-sampai tidak sedikit adegan di mana Kanji bete dan bilang ke Rika, “Kamu ini bisa diam, gak, sih?” Hahahaha.

Ealah, Rika malah naksir sama Kanji yang bawaannya tenang dan irit ngomong. Enggak tanggung-tanggung, dalam suatu acara kantor, Rika lagi pegang mic terus teriak kencang-kencang, “I love you, Kanji Nagao!”

Terus mukanya Kanji di close up, kelihatan banget kalau saat itu ekspresinya semacam “aku mau mati saja”. Cewek sableng emang! Hahaha.

Terusnya lagi, Satomi malah jadian dengan Mikami (finally!) tapi ternyata Mikami masih ‘bandel’. Sibuklah si mbak-nya curhat ke Kanji. Kanji ya sebenarnya sudah mau move on, apalagi mungkin pusing juga ya dipepetin terus sama Rika (hihihi). Tapi dia enggak rela juga kalau melihat Satomi sakit hati.

Intinya, Kanji ikhlas Satomi buat Mikami asalkan Satomi hepi. Macam itulah. Tapi kenyataannya kan enggak.

Nah, dari situlah, cinta segi lima dimulai. Segi lima? Yoih, karena ada satu tokoh perempuan lagi yang namanya … duh, lupa. Malas browsing. Pokoknya si Eneng yang ini naksir sama Mikami gitu lah.

Rika & Mikami
Rika & Mikami

Kepada RIka, Kanji sebenarnya juga enggak tega. Tapi gimana ya, bingung juga ngadepin cewek super agresif satu ini kali hehe. Tidak ingin menyakiti tapi gimana, naksirnya dari dulu sudah sama orang lain :).

Rika lama-lama juga “menyerah”. Semacam … “I can’t make you love me if you won’t…”

Film Tokyo Love Story ini cukup ribet dan bikin mikir. Karena by the time you hate Satomi misalnya, dikasih flashback soal masa lalu Mikami-Satomi-Kanji tadi. Jadi ya, bingung lagi, harus bete apa enggak nih hehehehe. Tokoh Mikami juga begitu. Kok ya laki-laki gatel-gatel aja bawaannya, ada juga “why” dan “how”nya sekilas-sekilas. Enggak jadi deh mau menghujat habis-habisan :D.

Setiap tindakan atau kelakuan masing-masing karakter tidak dilempar begitu saja. Tapi juga tidak diurai detil. Dikasihnya sedikit-sedikit biar nontonnya juga seru dan itu tadi…bikin mikir ^_^. Bahwa yang kita sangka enggak penting/genit/sok kecakepan ternyata enggak gitu-gitu amat :p.

Konflik kecil-kecilnya juga banyak. Pokoknya tidak ada tokoh yang sempurna baiknya –> cantik, baik, lugu, miskin (miskin tapi kullitnya semulus sutra zzzzzz -_-), selalu ditipu tapi akhirnya “happily ever after”.

Tidak ada juga karakter yang enggak ada angin enggak ada hujan, pokoknya dari lahir kayaknya sudah jahat ajah! :v :v :v.

Demam AADC beberapa hari terakhir ini malah bikin saya terkenang-kenang sama dorama Jepang “Tokyo Love Story.” Wah, nasionalismenya rendah ini! hehehe.

Mungkin, film AADC itu diputar justru saat saya sudah mau lulus kuliah :D. Dan saat saya SMA, urusan cinta-cintaan belum menjadi prioritas. Waktu itu benak saya 80% isinya, “Harus lulus di UMPTN! Mau kuliah di Jakarta! Pengin merantau ke tanah Jawa!”

Ada lah naksir-naksiran pas waktu SMA. Cuma ya, sekadar drama-drama-an ala abege yang memang agak tak terhindarkan ya :p.

Jadinya ya begitu, Film Tokyo Love Story lebih membekas karena settingnya sama-sama di usia kerja. Saat yang sama dengan saya dimana drama percintaan sedang ada di puncaknya hahahahaha.

Kisah dalam Film Tokyo Love Story juga lebih “membumi” dan logis. Walau tentu saja, sebagai fans garis keras Teteh Rika Akana, saya berharap endingnya adalah … Kanji Nagao sujud menyembah di hadapan si Teteh karena menyesal sudah telat datang ke stasiun kereta api tempat mereka berjanji untuk bertemu terakhir kalinya sebelum terpisah selama 3 tahun.

kanji nagao
Kanji Nagao

Ending Film Tokyo Love Story ini memang bikin gatal-gatal tapi memang jauh lebih masuk akal. Tiga tahun kemudian, secara tak sengaja Rika berpapasan di jalan dengan Kanji yang sedang bersama Satomi.

Rika, seperti biasa, tetap heboh dan ceria. Kanji lega melihat Rika biasa-biasa saja, mungkin tadinya sempat takut bakal disambit hahahahaha. Satomi malah menyarankan mereka berdua reunian dan dia undur diri.

Kanji sempat enggak enak. Tapi Satomi memberi senyuman manis penuh pengertian.

Rika akhirnya tahu kalau Kanji sudah menikah dengan Satomi. Mereka mengobrol biasa dan saling bertanya keadaan. Tidak terlalu diperlihatkan apakah Rika bete apa gimana. Pokoknya ya biasa saja. Tapi tidak juga digambarkan mereka seolah baik-baik saja dan pura-pura lupa sama masa lalu. Kesan grogi ada tapi ya … biasa aja gitu. Ini mbulet gini sih neranginnya hahahahahaha.

Kanji : Apa kabar, Rika? Balik Tokyo lagi?
Rika : Yoih. Ya, gue gini – gini aja. Enggak berubah banyak.
Kanji : Iya sih
Rika : Etapi, ngaku aja, kalau mau jujur, gue cakepan kan ya?
Kanji : (ketawa grogi)
Rika : Ngaku aja lo!
Kanji : Iya deh, iya. Lebih cakepan sekarang.
Rika : Wah, genit lo! Gue bilang Satomi ah… hahahaha (ngakak nenek sihir)
Kanji : Idih
Rika : Biarin, mau gue laporin! Hahahahahha

Mereka saling berpisah dengan cara berjalan saling membelakangi ke arah yang berbeda. Klise tapi nontonnnya enak aja gitu. Natural. Sempat becanda-becanda lagi si Rika kayak dulu-dulu. Sifat sablengnya ini yang bikin banyak yang ngefans kali ya sama karakter cewek grabak grubuk ini :p. Kanji juga ketawa-ketawa. Sama sekali tidak diperlihatkan ada tanda-tanda CLBK.

Rika bahkan menolak memberikan nomor teleponnya –> “Isn’t it better this way? Running into each other in a city like we did today.”

Rika & Kanji
Rika & Kanji

Scene terakhirnya adalah, Kanji langsung mencari Satomi dan begitu bertemu langsung senyum hepi dan jalan lagi berdua sambil nempel-nempel gitu. Sementara Rika, walau jalannya masih sendirian, tapi tampangnya tertawa lepas seolah satu beban sudah hilang dari hatinya. Sotoy aje dah yang nulis! :v :v :v.

Memang harusnya begitu kan, ya. Move on gak move on, hidup terus berjalan dan tidak perlulah ditunjukkan semua drama dalam hati ke seluruh penjuru dunia :p.

Untuk penonton macam kita juga diajak berpikir dan lama-lama jadi terasa sulit untuk sebel sama si Satomi. Dan jadi mereka-reka ulang, “Ini jadi yang jahat yang mana nih???”

Semua punya alasan walau tidak harus selalu dibenarkan. Tapi ya, kalau dirunut lagi satu-satu, ya memangnya siapa gitu “bad guy” nya? Hehehe.

Kenapa ya kita itu kecenderungannya selalu berusaha nyari-nyari siapa yang salah. Padahal cuma perlu menggeser pertanyaan sedikit, “Salahnya DI MANA?” Lebih general. Tidak harus mencari SIAPA ;).

Bisa saja, waktunya yang salah, kondisinya yang tidak memungkinkan, right one on the wrong time or right time on the wrong one. Karena konon, karakter orang per orang bukan sesuatu yang statis. Kondisi dan situasi yang tengah dihadapi merupakan salah satu faktor utama yang bisa memengaruhi si karakter tadi. Bersyukurlah, jika dalam perjalanan kita di dunia, kita jarang-jarang berada di “ujung jurang” atau tidak harus mengalami yang namanya “buah simalakama” :D.

Seharusnya akan sangat jarang kita boleh menyimpulkan, “Ish, dia memang jahat tauk! Orangnya memang gitu! Ih amit-amit, enggak pernah deh ketemu orang sekejam dia.”

Judgemental, judgemental, judgemental ^_^.

Itu dia. Mencari the whole story biasanya susah. Informasi tidak lengkap dan hanya sepotong-sepotong. Berat sebelah dan hanya mengupas dari satu sisi. Kadang juga makan waktu dan memang pada akhirnya seringnya kita tidak mungkin mendapatkan satu jalan cerita yang utuh.

Nah makanya jelas kan, seringnya kita sulit mengetahui sesuatu secara komplit, sistematis dan terstruktur (eh, ini pasangan katanya salah deh kayaknya hahahahaha). Maka dalam banyak hal pula, kita harusnya LEBIH SERING untuk tidak menuduh dan menghakimi ^_^.

We don’t judge others for often we don’t know the whole story ;). Jangan kebanyakan nonton sinetron gak jelas lah :p. Kalau pun (ngakunya) enggak pernah nonton, stop thinking others like the ones you refuse to watch on TV lah ;).

Salam damai dari fangirl garis kerasnya Teteh Rika Akana ^_^. Catat ya, sebelum ada Jokowi, saya sudah sering mengemban amanat sebagai fans garis keras! :v :v :v.

Pertanyaan penting dari tulisan yang tidak penting-penting amat ini :p –> kira-kira relevansi judul sama isi tulisan apa yaaaaaa? ;). Ini ending dari Film Tokyo Love Story nya :

Film Tokyo Love Story
Tokyo Love Story – The Ending Scenes 😀

***

Atas Nama Cinta :)

Mungkin diantara semua presiden Indonesia, Jokowi yang paling fenomenal sekaligus agak mengenaskan hihihihi. Baru dilantik 20 Oktober, ya ampun, sudah tumpah ruah semua cacian dan pujian di mana-mana hahaha.

Sampai-sampai barusan baca status, kurang lebih begini : “Gila, tarif listrik naik lagi. Dasar presiden pencitraan. Tarif listrik sering naik, tapi mati lampu juga makin sering! Setahun terakhir ini intens bener mati lampunya!”

Anu Mbak, Pakde-nya belum sebulan jadi presiden :p.

jokowi beritasatu com

Hey, you, the Lovers, belum sebulan! :p. Jangan keburu dipuji-puji bak malaikat dulu. Doanya saja dulu yang dikencengin. Saya mengerti, mungkin sebagian kita hanya ingin membagi optimisme. Tapi tolonglah, pasukan sakit hati masih merebak di mana-mana :p. Kalian optimis, mereka makin meringis.

Bahkan diantara mereka memang ada yang kebenciannya sudah berkarat sejak tahun 2012 silam. Memang belum ada tanda-tanda bisa “disembuhkan” :p. Mereka siap sedia, siaga penuh, mendukung Jokowi melakukan blunder. Kecil-besar, sudah pasti akan diberondong dengan kekuatan maksimal.

Makanya, yang lover jangan digosok-gosok terus emosi mereka :D. Tunggulah dulu.

Kayak Sinabung tempo hari. Yaela, Jokowi kan berkunjung ke sana sudah dalam kapasitasnya sebagai Presiden. Jangan saking senangnya kalian bisa-bisanya membanding-bandingkan dengan Pak SBY.

Show some respect dikit dong, Bro & Sis, sama mantan presiden yang sudah mempersembahkan 10 tahun hidupnya untuk mengurusi kalian yang bacotnya luar biasa ini hahahahaha :p. Bacot eike apalagi yak :v :v :v. Tuh, ngakaknya paling pinter –> tunjuk diri sendiri! :v :v.

Nanti saja kalian puji kalau benar-benar relokasinya sudah berhasil. Walau tetap kita hargai kecepatan beliau untuk sigap ke sana, tapi kan…udah sih, dalam hati saja dulu. Karena kalian euforia begitu, para hater akan makin bangkit kebenciannya dan jangan-jangan mereka malah sibuk mendoakan yang jelek-jelek. Kasihan kan saudara-saudara kita di Sinabung malah dapat doa yang bertentangan dengan yang mereka mau? :(.

Yang mendadak sidak ke mana-mana juga kalian puji bak dewa. Sebenarnya itu hal bagus tapi pujian yang berlebihan lagi-lagi akan membuat para hater tambah sakit hatinya :p. Tuh, TV One langsung ngeluarin berita bertajuk “Pencitraan Kabinet Kerja” hahahahahhaha.

Jokowi nampak sukses menularkan virus pencitraan ala blusukan kepada kloningan-kloningannya di kabinet. Saya pribadi sih senang banget. Itu harapan saya dari dulu. Agar para menteri mbok ya jangan duduk manis saja. Cobalah sekali-sekali memunculkan batang hidungnya di depan khalayak untuk meninjau langsung. Bukan sekadar datang, melambaikan tangan sebentar sambil pasang senyum paling berwibawa lengkap dengan setelan jas paling keren ;).

Menaker blusukan ^_^ (gambar : tv.liputan6.com)
Menaker blusukan ^_^ (gambar : tv.liputan6.com)

Mungkin, mungkin saja blusukan kayak gini enggak banyak gunanya. Tapi setidaknya kita tahu ya, mereka ada USAHA dan TERLIHAT NYATA. Capek lho Bo itu gebrak-gebrak pintu dan sidak langsung ke bandara :p. Rasain lu! Siapa suruh jadi menteri! Hahahahahha.

Tapiiiiiii….senangnya dalam hati saja duyuuuuuu. Doakan agar mereka terus bisa pencitraan selama 5 tahun penuh ^_^. Kayak Pakde dulu yang sukses “menipu” rakyat Solo selama hampir 10 tahun dan akhirnya “mengecoh” DKI hingga mampu “meluluhkan” rakyat di level nasional :p.

Karena ya itu tadi. Kadang saya berpikir, hater ini susah mau melunak kalau lover juga menggila hihihihi. Mungkin tadinya hater sudah ada yang mulai move on. Tapi panas lagi hatinya melihat lover pecicilan lagi. Dikatainya kita bodoh dan gampang ditipu sama pencitraan tapi kalian pasti marah dibilang bodoh and here we go again … berantem tiada akhir di dunia maya! Mending bobok-bobok cantik di dunia nyata hihihihi.

Lho, kenapa lover yang harus bertanggung jawab atas situasi batin para hater?

Karena teman-teman, “What barrier is there that LOVE cannot break?” ;). Itu kata Gandhi, saya cuma copas doang hahahahaha.

Walau amukannya terlihat lebih kuat dan membahana, sesungguhnya kekuatan terbesar itu ada di rasa CINTA, bukan di rasa BENCI. Jadi, para LOVER lah yang seharusnya menjadi solusi ^_^. Karena kalian jelas yang lebih kuat ;).

Sederhananya begini, kalian itu mengagumi Pakde aka Pak Presiden Jokowi kan ya? We love him because we believe he can do something better for us. Dan pastinya kita sebisa mungkin membantu beliau melakukan yang terbaik untuk kita semua. Termasuk mengerem semua kelakuan yang bisa membuat hater kumat lagi hahahahaha.

Ya pastinya beban yang ditanggung Bapak Presiden kita sudah terlalu berat. Akan makin berat dengan kutukan/sumpah serapah/nyinyiran para hater toh ya. Yang jangan-jangan sebenarnya lebih karena hater ini keselnya sama lover yang lebay bukan sama Pak Presiden-nya hihihi.

Ih, kok jadi lover yang salah? Iya sih, kita tidak bertanggung jawab terhadap kebencian yang entah kenapa susah benar hilang dari hati mereka :p. Tapi kan, let’s do our best to help Jokowi to get thru this ^_^. Kalau dia yang sukses, enaknya kan untuk kita semua juga. Lover dan hater selama semuanya masih berstatus WNI, pasti yang akan merasakan manfaatnya. Cuma mungkin kondisi batin hater masih sedemikian sulit untuk berdamai jadi luput melihat hal-hal kayak gini.

Kalau hater tak bisa, maka lover HARUS bisa :D.

Gambar : play.google.com
Gambar : play.google.com

Mending kita berdoa indah-indah saja. Kalau pun ada yang di share ya share harapan-harapan kita saja. Yang baik-baik dong tentunya ;). Pujian? Masih terlalu prematur :D.

Ini belum juga sebulan Jokowi jadi presiden sudah banyak bener kutukan negatif yang datang. Sudah banyak yang putus asa duluan. Khusus buat yang muslim, bukankah Allah melarang umatnya untuk berputus asa? :).

Anu, saya juga masih sering godain para hater via komen-komen di wall orang lain hihihi. But then, I realize, stupid me! Apa juga gunanya? :p. Tobat, woi, tobaaatttt :v :v.

Mari kita tunjukkan yuk kualitas lover yang baik dan benar ^_^. Sudahlah. Kalem dulu. Jangan jumpalitan mau share-share ini itu walau saya tahu ada banyak hal yang bikin kita gatal-gatal dan makin kagum sama si Bapak Presiden satu ini hihihi.

Beberapa teman yang saya tahu juga lovernya Pakde juga banyak sih yang lebih ‘bijak’. Instead of membombardir wall-nya dengan berita-berita hot soal kabinet, mereka lebih suka menganalisa hal-hal yang ada dan bahkan membantu memberi solusi. Senang deh bacanya. Mereka juga sudah ada yang mengkritisi tapi ada ilmunya juga. Dibeberkan panjang lebar kenapa-nya. And very-very make sense (for me). Yang membela juga ada tapi ya lagi-lagi dengan ilmu atau pengalaman.

Tunjukkan dong, kalau benci mereka membabi buta tapi cinta kita tidak buta *tsaaaahhh*.

Gambar : quotepixel.com
Gambar : quotepixel.com

Mari kita dukung Pak Jokowi dengan tidak lebay dan berusaha membantu menciptakan suasana kondusif yang kayaknya susah bener ingin dicapai padahal Pilpres sudah lama berlalu -_-. Banyak teman yang lari ke Path karena tidak tahan baca timeline di FB katanya hahahahha.

Kalau katanya “Kebencian itu seperti api. Yang sanggup membakar habis segalanya.”

Maka sebaliknya, “Being loved gives you strength, while loving gives you courage.”

Yuk ah, kita berikan kekuatan maksimal untuk mendoakan Bapak Presiden memimpin negeri kita tercinta ke arah lebih baik. Ternyata, si Pakde masih blusukan beneran itu. Semoga dijaga terus kesehatannya, lahir dan batin :).

Yuk bantu ciptakan situasi kondusif untuk memudahkan beliau dan segenap anggota kabinet melangkah maju tanpa harus banyak drama macam-macam hihihihi. Jangan bubuhi garam di atas luka para hater yang masih menganga. Percaya deh, makin kita lebay, makin emosi jiwa mereka hahahaha.

Satu lagi (buat para hater kalau yang ini :p), kekhawatiran itu belum perlu di blow up. Karena mengkhawatirkan masa depan itu sama SIA-SIA nya dengan menyesali masa lalu. There’s nothing you can do about them. Selain meminta ampun / bertaubat atas kejadian dulu yang tidak bisa dibanggakan dan berdoa untuk kebaikan di masa mendatang.

Bukan karena kita takut karena kita cemen karena kita mengaku kalah. Tapi… atas nama CINTA ^_^. Huhuuuyyyyy :p.

Cinta pada hal-hal baik dan keteladanan yang sudah ditunjukkan oleh beliau. Berharapnya ya tetap kepada Sang Mahasempurna nan Maha Mengabulkan ^_^. Berharap semoga tetap dijaga Pak Presiden ini tetap di jalan yang lurus di tengah ruwetnya permasalahan negeri yang harus dihadapi.

Semua keputusan seolah buah simalakama. Sudahlah ruwet luar biasa … yang siap menghadang, ramai mencaci, sibuk menghujat, tak lelah mengomel, juga tidak kalah banyaknya :p. Mari “ditangkis” dengan baik dan benar :D.

“What barrier is there that love cannot break?” 🙂

Quotation-Mahatma-Gandhi-love-Meetville-Quotes-54326

***

Little Things That Count

Pertengahan 1980, George Kelling dipekerjakan oleh New York Transit Authority dalam rangka pengawasan proyek pembangunan kembali sistem kereta bawah tanah yang menguras dana sampai jutaan millar dollar. Dipilihlah seorang direktur baru, David Gunn, untuk membantu tugas ini.

Banyak pejabat di direktorat terkait yang menyarankan Gunn agar tidak usah mengurusi masalah corat-coret di badan gerbong oleh anak-anak muda iseng. Mereka lebih menginginkan Gunn untuk fokus pada kejahatan-kejahatan yang lebih serius dan keandalan sistem. Masuk akal sih, ya.

Gambar : artnewsandviews.com
New York Graffiti Gambar : artnewsandviews.com

Ingat, New York pada saat itu sudah hampir lumpuh akibat tingginya kejahatan di kawasan tersebut. Segala macam kejahatan mulai dari perkosaan, perampokan, pencurian, pemerasan, pengedaran narkoba dsb. Komplit, plit, plit hihihi. Dari tahun ke tahun makin tidak terkendalikan.

Wajar saja jika hampir seluruh pejabat tadi meremehkan keinginan Gunn yang ingin serius membuat gebrakan awal dengan memberantas masalah corat-coret ini. Kalau dipikir-pikir, apa sih artinya corat-coret kereta dengan kasus pemerkosaan dan perampokan serta pembunuhan misalnya???

Gunn berkeras. Katanya, “Corat coret atau grafiti adalah simbol keambrukan sistem ini! Kita ingin menambahkan kereta-kereta baru yang per buahnya bisa sepuluh juta dolar. JIka tak mampu kita lindungi, kereta-kereta ini hanya akan berumur sehari dan setelahnya hanya akan ada … vandalisme.”

Dibuatlah sebuah sistem dengan anggaran dana yang disediakan. Semua diperhitungkan secara rinci dan cermat. Enggak hanya sekadar maju mundur cantik, maju mundur cantik pastinya ‪#‎eaaaaa‬ hahahahhahha 😀.

David Gunn, gambar : observer.com
David Gunn, gambar : observer.com

Gunn meminta timnya bereksperimen dengan teknik-teknik baru untuk membersihkan corat-coret. Gerbong yang sudah dicoret harus dipisahkan dari gerbong yang bersih. Di tiap terminal, sudah ada tim khusus yang disiapkan untuk menghapus grafiti-grafiti baru yang ada.

Jika gerbong gagal dibersihkan, gerbong tidak boleh diberangkatkan. Disiplin banget deh ngurusin masalah corat coret doang.

Ada beberapa fasilitas untuk menginapkan rangkaian kereta tertentu. Di mana saat malam hari, para berandalan akan menyelinap masuk dan seperti biasa, membuat gratifiti di badan gerbong.

Oleh Gunn, mereka dibiarkan. Tapi begitu grafitinya selesai, Gunn mengerahkan anak buahnya untuk langsung membersihkannya saat itu juga. Anak-anak ini butuh 3 hari untuk menyelesaikannya. Tapi Gunn mematahkan semangat mereka karena dia memastikan grafiti yang susah payah dibuat itu tak akan bisa terlihat oleh publik.

Gunn meminta anak buahnya untuk pantang menyerah. Dicoret lagi,, dibersihkan lagi, dicoret lagi, dibersihkan lagi, dicoret lagi, dibersihkan lagi.

Bersamaan pula dengan pembersihan grafiti oleh Gunn, NY Transit Authority melantik William Bratton menjadi komandan polisi kereta api baru. Seperti David Gunn, gebrakan yang dilakukan Bratton sama “aneh”nya.

Bratton juga memilih untuk fokus luar biasa pada penumpang-penumpang nakal yang naik kereta tanpa karcis. Kala itu, saking ‘rusaknya’ penegakan hukum di New York, naik kereta tanpa karcis itu sudah menjadi hal yang lumrah. Ada yang meloncati pagar pembatas dan lari masuk ke kereta. Ada yang mendobrakk pintu dan merusak mesin pembayar tiket. Orang ya mana peduli. Jangankan enggak punya karcis, bunuh-bunuhan di kereta aja juga saat itu terlihat lumrah, kok.

Bratton menganalisa dan berhari-hari bekerja penuh hampir 24 jam untuk memilih stasiun mana yang akan dipilihnya untuk proses pertama. Akhirnya dipilih stasiun dengan pelanggaran terbanyak.

Penjaga ditambah dan diperketat di setiap palang pintu pembelian karcis. Yang tidak punya karcis langsung disergap dan dikumpulkan. Proses administrasi yang biasanya memakan waktu seharian karena harus dibawa ke kantor polisi, isi berkas bla bla dipangkas oleh Bratton.

Bratton menyulap sebuah bus khusus menjadi sebuah kantor polisi yang dinamis, lengkap dengan mesin faks, telepon, ruang tahanan dan fasilitas sidik jari. Urusan penanganan seronga tangkapan berubah menjadi beberapa jam saja.

NYC Subway 1991 gambar : centennial.journalism.columbia.edu
NYC Subway 1991 gambar : centennial.journalism.columbia.edu

Semua yang tertangkap diperiksa dengan teliti. Banyak kalangan kepolisian yang mencemooh kerjaan Bratton. Diantara sekian banyak kejahatan berat, kok ya mau-maunya ngurusin yang remeh-remeh begitu?

Ternyata … ditemukan banyak fakta-fakta mengejutkan. Dari penggeledahan terhadap para pelanggar yang naik kereta tanpa karcis, ada saja yang kedapatan membawa senjata tajam tanpa izin, pisau, uang palsu dan bahkan harta hasil rampokan yang tak bisa mereka pertanggungjawabkan.

Voila! Tiba-tiba bagi kepolisian, penangkapan ini seperti tambang emas. Banyak kriminal-kriminal yang sedang diburu yang tidak sengaja terjaring melalui penyergapan yang dilakukan oleh Bratton tadi.

Bratton juga menerapkan dengan ketat aturan pengusiran orang mabuk dari stasiun bawah tanah. Perilaku yang mengganggu orang lain yang sifatnya remeh-remeh macam kedapatan membuang sampah sembarangan di areal stasiun juga ditindak secara masif, terstruktur dan sistematis :p.

Setelah Rudolph Giuliani terpilih sebagai wallikota New York 1994, Bratton diangkat menjadi Kepala Kepolisian New York City dan mulailah ia menerapkan hal yang sama di jajaran kepolisian kota.

Caranya ya gitu. Menindak dengan tegas kejahatan-kejahatan kecil seperti membuang sampah sembarangan (kali ini di seantero kota dihukum), buang air kecil sembarangan, melempar botol, mabuk di tempat umum (catat ya, di negara maju yang lo bilang sekuler itu, orang kagak boleh mabuk sembarangan cuy :p), dsb.

William Bratton di sampul Majalah Time ^_^
William Bratton di sampul Majalah Time ^_^

Nah, kita balik lagi ke kalimat pertama, ya. Siapa George Kelling tadi?

Again and again. Ini adalah sedikit ringkasan dari Buku Tipping Point hihihi. Duh, ni buku kagak habis-habis dibahas euy. Habisnya memang isinya menggemparkan .

George Kelling adalah salah satu penganut teori “Broken Windows”. Beliau adalah seorang kriminolog yang mengemukakan bahwa kriminalitas adalah akibat tak terelakkan dari ketidakteraturan. Jika jendela sebuah rumah pecah namun dibiarkan saja, siapa pun yang lewat dan melihatnya cenderung akan berpikir pastilah di situ tidak ada yang peduli atau rumahnya tak berpenghuni.

Dalam waktu singkat, akan makin banyak jendela rumah yang pecah dan terus berkembang menjadi kejahatan lebih serius karena .. ketidakpedulian.

Awal yang remeh seperti corat coret dan naik kereta tanpa karcis, jika tidak ditindak tegas, hanya akan menjadi semacam ajakan bagi orang banyak untuk melakukan kejahatan yang lebih serius.

Inilah jawaban dari MISTERIUSnya kasus kejahatan di New York yang mencapai Tipping Point di tahun 1995. Secara mencengangkan, angka kejahatan dari tahun 70 an yang terus menukik naik, tiba-tiba menurun tajam. Dalam tempo 5 tahun saja, kasus pembunuhan berkurang sebanyak lebih dari 60%. Dan kejahatan-kejahatan serius lainnya terpangkas sampai kurang dari setengahnya. Fantastis!

Penerapan Teori “Broken Windows” ini yang akhirnya diakui sebagai pemicu utama “keajaiban” yang terjadi di kota New York yang menjelma menjadi kota ciamik setelah puluhan tahun bergulat dalam kemerosotan moral di seantero wilayahnya.

Gambar : newluxuryfeed.com
Gambar : newluxuryfeed.com

Saya kembali membaca lembar-lembar yang menceritakan tentang hal ini karena saya ingin membagikan harapan baru kepada teman-teman semua. Bahwa New York City yang keren itu dulunya tak lebih daripada sebuah kampung besar para penjahat dari segala kalangan.

Siapa tahu, ya siapa tahu… Jakarta bisa menjadi New York City hihihi. Dan lebih optimis lagi, Indonesia bisa berada di jalur yang sama ^_^.

Pemerintahan baru telah resmi dimulai. Kabinet sudah terbentuk. Diantara banyak pro dan kontra, mari terus kita awasi :).

Satu hal kecil telah membuat harapan tadi mulai bersemi dalam hati. Hati saya sih, ya, maksudnya .

Saat melihat sebuah foto di mana ada puluhan orang berkumpul dalam ruangan dalam istana. Orang-orang ini membelakangi kamera. Tapi semuanya seragam dengan memakai baju putih dan celana hitam. Saya sempat ngikik dalam hati, “Ya ampun, Jokowi sudah mulai kloningan neh!” Hahhahahaha.

Ternyata benar! Orang-orang yang berpakaian (cuma) sehelai kemeja putih dan celana hitam tadi adalah anggota-anggota kabinet yang akan segera diumumkan.

Kabinet Kerja 2014 - 2019 (gambar : beritasatu.com)
Kabinet Kerja 2014 – 2019 (gambar : beritasatu.com)

Jas-jas dan penampilan khas pejabat yang menurut saya kurang membumi itu ternyata sudah memperlihatkan sedikit cahaya perubahan. Kecil sih memang kalau dilihat dari banyaknya permasalahan. Teramat kecil dan mungkin dianggap tidak penting.

Btw, menurut saya beberapa tahun terakhir KPK sudah mulai menerapkan “Broken Windows” ini. Walau banyak suara-suara miring, “Dasar pengecut! Beraninya sama ikan teri! Tangkap kakapnya!”

Buktinya, dari penangkapan Nazaruddin tempo hari, sebuah persekongkolan besar di Hambalang ikut terbongkar . Mari kita semangati KPK untuk terus istiqamah dan mendapat dukungan penuh dari pemerintahan baru beserta seluruh jajaran kejaksaan-pengadilan dan kepolisian.

Muluk-muluk banget ih, hihihi. Tapi konon, harapan adalah satu-satunya hal yang membuat hidup terasa hidup .

“Never deprive someone of hope; it might be all they have.” H. Jackson Brown, Jr.

Let’s not kill THIS HOPE.

Setidaknya, sahih ya kalau saya bilang, “Sebuah perubahan telah terjadi.”

Walau di daratan Eropa musim gugur lagi ngamuk-ngamuk-nya, semoga perubahan kecil tadi adalah awal dari dimulainya “musim semi” di kawasan tanah air kita tercinta .

Selamat bekerja, Kabinet Kerja 2014 – 2019 . Doa terbaik kami (eh, minimal saya deh hehehehe) insya Allah akan terus mengiringi. For every little things that count .

Semoga suatu hari kita bisa kembali khusyuk menyanyikan bait-bait lagu ini,

“Indonesia sejak dulu kala, selalu dipuja-puja bangsa” 🙂.

Stand still, Pakde. Stand still.

cropped-tagline1.jpg

***

Have We Seen Our Childhood?

Hari minggu, siang bolong. Matahari lagi terik-teriknya. Saya dan sekumpulan puluahn teman-teman malah dipanggang di bawah sinar matahari Karebosi.

Setelah selesai mempelajari not-not lagu, bermain di kelompok sendiri, lalu berkolaborasi dengan pemegang alat tiup lain. Lalu, alat tiup dan kelompok perkusi/percussion digabung.

Kalau kakak-kakak pelatih sudah enggak manyun lagi, berarti sudah lumayan oke, hahahaha. Barulah tim ColourGuard/penari akan ikut serta dalam alunan lagu.

Selesai? Beluuuuummmm :D.

Puncaknya digiring ke lapangan dan berlatih konfigurasi. Jadi, sebagai pemain marching band, skill-nya tidak hanya berhenti di kemampuan bermain alat musik atau menari bagi para ColourGuard. Tapi harus menghafalkan konfigurasi juga. Harus jalan ke mana berapa langkah di not yang mana. Pening? Jangan. Because for sure, it’s super fun! ^_^.

Contoh konfigurasi (gambar : huffingtonpost.com)
Contoh konfigurasi (gambar : huffingtonpost.com)

Waktu kecil paling ogah disuruh ikut pramuka. Seru katanya. Belajar mengenal alam. Aish, saya malas euy kalau disuruh berkemah segala macam hehehe. Enggak ada nikmat-nikmatnya kalau untuk saya.

Aslinya saya bukan traveler kok :p.

Saya traveling karena saya suka menulis. Sementara mungkin, banyaknya itu orang menulis karena suka traveling.

Waktu SD,  saya ingiiiiiiin sekali ikut ekstrakurikuler. Karate ya sudahlah ya, udah takut duluan denger orang teriak-teriak, “Ciyaat, ciyaaat, ciyaaat”.

Padahal ngefans sama film-film silat Cina yang pernah melegenda di tahun 80-an :D. Nonton mah doyan, kalau disuruh ciyat-ciyat sendiri, entar duluuuuuu hahaha.

Gambar : dreamstime.com
Gambar : dreamstime.com

Begitu ada pengumuman di sekolah bahwa SD saya akan membuka ekstrakurikuler drum band, langsung semangat mendaftar. Cheerleader saya nomor satu adalah … Mama! Ah, senangnya ^_^.

Mama memang agak-agak anti mainstream :D. Waktu lagi aktif-aktifnya drum band, banyak teman bersitegang dengan orang tua karena kegiatan ini dianggap mengganggu aktifitas belajar, saya tetap mendapat dukungan penuh dari Mama ;).

Tahu kata Mama saya? “Biarinlah, nilai sekolah terganggu dikit paling. Main drum band itu kan juga belajar.” My mom rocks!! Laaafffff

Umur 10 tahun, kelas 5 SD, resmi menjadi anggota tim inti Drum Band cilik pertama di sekolahan saya, Drum Band Athirah ^_^. Gratis lho. Gak pakai bayar-bayaran. Ini juga kali yang bikin emak eike semangat! Hahahaha.

Saya masuk tim alat tiup. Nama alat yang saya mainkan, flugelhorn. Sialnya, menjelang penampilan perdana kami, sang drum band cilik legendaris di Kota Daeng? lebay! (hahaha), saya kena cacar air!

Flugelhorn
Flugelhorn

Sudah pasrah batal tampil.

Ternyata, 2 hari sebelum manggung, saya sembuh. Karena saya sudah menguasai semua lagu, pas konfigurasi tinggal dibantu oleh 2 teman sesama peniup flugelhorn yang lain.

Lagu-lagu yang kami mainkan di penampilan perdana itu kalau gak salah, “Semut-semut Kecil”, “Abang Tukang Bakso” dan “Oleh-oleh Bandung”.

Duh, sepertinya ada 4, deh. Lupa satunya. Diary SD gak kebawa ke sini, jadi gak ada contekan :p.

Namanya anggota drum band, harus belajar lagu-lagu mars. Mars PDBI itu yang paling wajib. Disusul Mars Gagah Perwira, Mars Harapan Bangsa dan favorit saya… Mars Colonel Bogey! dst dst dst ^_^.

Umumnya, melodi lagu/suara 1 dimainkan oleh terompet/trumpet. Barisan alat tiup memang didominasi oleh pemain terompet.

Suara 2 biasanya oleh tim flugelhorn, suara 3 oleh cornet horn, dan suara 4 oleh tim “Albert”. Albert adalah istilah khusus untuk alat-alat tiup berat (albert = alat berat :p) seperti : baritone horn, trombone horn, tuba horn yang segede gaban :D.

Jangan salah, makin gede ukurannya, justru makin gampang lho meniupnya. Terompet kelihatan langsing, tapi meniupnya paling susah ;).

Baritone horn, sekali coba, biasanya langsung pada bisa, padahal gede lho.

Berat alat juga tidak tergantung volumenya. Terompet itu lumayan berat juga.

Jadi, pas lagu dimainkan, nanti suaranya sahut-sahutan. Itu yang bikin seru ^_^. Saat chorus/reffrain lagu, tim fluegelhorn juga sering banget kebagian memainkan suara 1 di banyak lagu ;).

Kalau tidak salah di lagu Mars PDBI, reffrain-nya adalah jatah pasukan Albert :D.

Proses latihan menghafal lagu, dipecah menjadi kelompok-kelompok kecil sesuai alat yang dimainkan. Nanti pelatihnya satu-satu. Setelah itu alat tiup digabung sama-sama untuk harmonisasi.

Tim Perkusi/alat pukul gabungnya belakangan. Mereka latihan sendiri juga terlebih dahulu. Perkusi terdiri dari snare drum, trio drum solo, quarto drum solo, bass drum, cymbal dan apalagi, ya.

Oiya di kelompok perkusi juga ada juga tim belira, xylophone dll. Belira ini juga macam-macam. Ada yang dipegang di tangan, ada yang dicantolin di bahu. Kalau xylophone berdiri sendiri. Pemainnya tinggal berdiri dan memainkan sticknya di atas xylophone.

trio drum solo

Pemain xylophone ya pastinya enggak ikut konfigurasi, cuma berdiri paling depan. Gak mungkin lah mau geret-geret alat seberat itu. Tapi berat lho sebenarnya memainkan xylophone ini. Kedua tangan harus super lincah.

Dari kegiatan drum band, saya pernah traveling sampai ke luar kota. Pertama, saat ikut lomba DB sekolah dasar di Jakarta tahun 1991. Pas liburan kenaikan sekolah. Beramai-ramai dengan teman-teman, naik kapal laut dari pelaburan Makassar :D.

Usai lomba, pulangnya kami tur keliling Jawa pakai bis. Mampir di Tangkuban Perahu, menginap di Malioboro Yogyakarta, jalan-jalan ke Candi Borobobudur hingga akhirnya transit di Surabaya menunggu kapal yang akan membawa kami pulang ke Kota Makassar :).

Bayangkan rempongnya kakak-kakak pelatih mengurus anak-anak SD yang jumlahnya sekitar 80 an orang itu hahahahaha. Belum dramanya, belum baku bombe’-bombe’nya, belum gosip-gosipnya hahahahaha. Tim pagosip mana tim pagosip? :p

Budaya basa basi orang Asia
Gambar : pixabay

Sebelum ke Jakarta, kami sudah terlebih dahulu mengikuti Training Center di wilayah Malino. Malino ini sudah masuk wilayah kabupaten Goa. Cukup jauh dari Makassar.

Kami menginap di suatu rumah yang cukup besar dan latihan intensif selama 10 hari di sana. Tanpa orang tua sama sekali. Orang dewasanya hanya ada kakak pelatih, tim konsumsi dan tim kesehatan saja.

Ruwetnya kalau diingat-ingat lagi hihihi. Gimana biar bisa bangun subuh-subuh, latihan sampai malam sambil ngantuk-ngantuk menahan dingin. Malino ini terkenal bersuhu sejuk cenderung dingin.

Timnya terdiri dari anak-anak kelas 3 sampai kelas 5 SD. Bayangkan ribetnya kalau malam-malam ada adik-adik kelas 3 yang mau pipis tapi takut hahahaha. Heboooohhhh.

10 hari yang tak terlupakan :).

Lulus SD, saya masuk sekolah negeri. Kelas 2 SMP, grup kakak pelatih pindah ke Pertamina. Sebagian kami diajak masuk tim sana. Saya ikut pastinya hihihihi. Banci drum band emang!

Di Pertamina, namanya Gema Patra Makassar Marching Band/ GPM. Pelatih lama tapi teman-temannya banyak yang baru.

Di Pertamina, kakak saya yang ke-4 juga ikut. Awalnya menjadi pemain baritone horn, lama-lama dia malah nyasar jadi pelatih ColourGuard. Selain tertarik pada dunia fashion, dari kecil, kakak yang ini juga suka menari :).

The Colour Guards :) (gambar : athletesarewarriors.com)
The Colour Guards 🙂 (gambar : athletesarewarriors.com)

Saya sih sampai pensiun dari dunia marching band, tetap setia pada flugelhorn :D.

Via GPM, sempat 2 x ikut ke luar kota. Ke Surabaya tahun 1993 dan manggung di Istana Negara Jakarta, Parade Senja Februari 1994.

Pertamina sih enaaaakk, duitnya kenceng. Uang saku terbilang lumayan waktu itu. Semua biaya akomodasi pastinya ditanggung 100%. Tinggal bawa badan sajah ;).

Di Surabaya, kami menginap di asrama haji. Di Jakarta menginap di Cibubur. Duh, macam-macam deh kejadian serunya. Sampai ada yang kemasukan segala. Hiiiiyyyy… *merinding*.

Tampil-tampil di acara lokal juga sering. Beberapa kali izin dari sekolah demi manggung bersama tim Marching Band hehehe.

Akhir-akhir ini ada tuduhan bahwa orang tua sering mengeksploitasi anak untuk aktif ini itu. Katanya, zaman dulu enggak gitu.

Ah, kata siapa? ;).

Saat menghadapi pertandingan, kami digojlok latihan tiap hari. Pulang sekolah kadang hanya sempat makan, kerjain peer, langsung cabut lagi ke tempat latihan.

Sabtu-minggu ya itu tadi, dipanggang di bawah sinar matahari Lapangan Karebosi.

Stres? Enggaklah. Soalnya kan enjoy. Memang keinginan saya pribadi untuk aktif di Marching Band. Kegiatan ini justru memacu untuk tetap memperoleh nilai bagus di sekolah ^_^.

Absen 2 minggu ke Surabaya di semester 3 pas SMP tidak membuat nilai saya mendadak anjlok di sekolah ;).

Alasan nilai saya menurun di semester 4 dan harus puas jadi rengking 2 dan merelakan gelar juara kelas kayaknya bukan semata-mata karena marching band aja, deh. Buktinya dari SD lancar-lancar saja :D. Ada faktor lain, malu ceritainnya hahaha.

Via kegiatan drum band/marching band, tidak hanya sekadar belajar musik. Pergaulan juga diasah. Menghadapi banyak teman, banyak sifat. Karena interaksi tidak hanya di tempat latihan.

Kalau lagi training center, harus umpel-umpelan dalam kamar selama berhari-hari tanpa kehadiran orang tua.

Apalagi kami beberapa kali harus ke luar kota. Lebih seru lagi, tuh hihihi. Belajar mandiri pastinya ^_^. Belajar mengelola emosi saat konflik. Karena namanya banyak manusia, pasti adaaaaa aja dramanya :p.

Sedari kecil, belajar hidup kan memang tidak hanya di rumah dan di sekolah saja. Saya rasa yang dulu aktif di Pramuka juga banyak kesan-kesannya, ya. Aktif di OSIS atau di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dari SD sampai SMA, sedikit banyak memberi sumbangsih yang tidak sedikit :).’

Dari kecil memang sebaiknya sudah diajari disiplin. Saya sendiri kurang sepaham dengan metode pendidikan yang terlalu ‘santai’ hehehehe. Sesiap-nya anak, kalau gak salah, apa ya.

Duh, anak kecil ya tahunya memang senang-senang hihihi. Justru karena itu mereka butuh pengarahan hehehe. Butuh kegiatan, butuh diayomi, butuh diajari, butuh ditunjukkan. Yang penting…jangan dipaksa! ^_^.

Gambar : www.os-trnsko-zg.skole.hr
Gambar : www.os-trnsko-zg.skole.hr

Teman saya cerita takut mengajari anaknya membaca dan menulis sebelum umur 5 tahun karena katanya anak bisa gila! Hahahhaahha. Ya kalau anaknya senang, anaknya tertarik, why not? Perkenalkan saja dulu ;). Respons selanjutnya ya terserah anaknya saja.

Ada yang mungkin lebih menikmati kesendirian dan terlihat enggak gaul ;). Tak berarti dia minder dan bodoh. Ada yang memang dari kecil gatal mau ini itu, hahahahaha. Memang enjoy tanpa perlu dipaksa-paksa. Tak berarti dia hiperaktif dan pasti hebat. Belum cencuuuuuu :p.

Ingat, kita tidak dilahirkan seragam ^_^.

Homeschooling is a good thing. Tapi pertimbangkan juga kalau anak-anaknya ternyata tipe yang memiliki kecerdasan interpersonal yang menonjol. Senang bergaul dan menikmati keberadaannya diantara banyak orang.

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they posses inside
(The Greatest Love of All, Whitney Houston)

Provide the options, optimize our support, but always … let them choose ^_^.

Ish, dah macam ortu yang paling keren aja kauuuuu? Hehehehe. Sharing pengalaman aja sih, ya. Untuk info penyeimbang :p.

***

Hasil Tabayyun Simpang Siur Penetapan RUU Jaminan Halal oleh DPR September 2014

[HASIL TABAYYUN SIMPANG SIUR RUU JAMINAN HALAL OLEH DPR]

And again, adu domba agama lagi, hiks :'(.

Ini berawal dari beberapa teman yang ramai-ramai memposting berita dari Islamedia.com yang judulnya kalau gak salah, “RUU Jaminan Halal Disahkan, Hanya PDIP yang Menolak.”

https://www.islamedia.co/2014/09/ruu-jaminan-produk-halal-disahkan-hanya.html

Tapi terus muncul berita yang sama dari Tempo soal RUU Jaminan Halal disahkan. Bedanya, semua dikatakan setuju tanpa catatan sama sekali. Langsung mengutip ucapan Priyo Budi malah.

Okelah, Tempo kan ‘media kafir’ ya katanya hihihi. Media mainstream yang sudah melacurkan diri (katanya) *tsaaaahhh* . Link-nya gak usah dipasang lah yang dari Tempo, entar gue juga dibilang kafir kan repot yak *benerinJilbab*.

Mari cari berita dari situs lain yang agak ‘netral’. Ini yang dari Pikiran Rakyat. Pikiran Rakyat idem sama Tempo, disetujui tanpa ada penolakan sama sekali.

https://www.pikiran-rakyat.com/node/298443

Tapi, tapi, tapi jangan-jangan Pikiran Rakyat konspirasi jugak hahahahahha.

Terakhir cari ke okezone.com, ini kan situs berita pro ‘kubu sana’. Eh, isinya sama juga dengan Tempo.

https://news.okezone.com/read/2014/09/25/339/1044228/sah-ruu-jaminan-produk-halal-diketok-dpr

Yang bikin penasaran Islamedia.com itu dapat berita dari mana ya? Ada sih satu situs lagi yang memuat berita tendensi sama dengan Islamedia yaitu…suaranews.com . Tapi sumbernya ya dari Islamedia *gubrak*.

Naaaahh, setelah menelusuri komen-komen dari FPnya Islamedia, ketemu sumber beritanya dari www.halalmui.org ternyata.

https://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/detil_page/8/213

Sebagai mantan orang IT, naluri tabayyun secara teknis langsung menggelegak, bahasa lo, Kakaaaaa 😀. Soalnya saya lihat indeks berita di halalMUI sudah masuk 2 ribuan. Lihat tuh angka di belakang, itu biasanya urutan berita.

Langsung feeling lah, ini pasti berita lama. Dari 213 ke 2 ribuan itu mundurnya jauh banget. Gak susah sih ngeceknya karena HalalMUI sudah bikin page-page di bagian berita . Benarlah ternyata, judul aslinya “RUU JPH Masuk ke Paripurna” per tanggal 09/11/2011. Berita 3 tahun lalu! Isi redaksinya persis seperti yang dicopas di Islamedia. Aha! Eureka!

Jadi, asyik juga nih situs Islamedia. Mereka mencopas berita tahun 2011 dengan menggunakan redaksional hasil keputusan rapat tanggal 26 september 2014 kemarin hihihihi. Pinternya kagak ketulungan dah 😀 😀 😀.

Ada pun di www.halalmui.org berita terbarunya ya sama kayak di Tempo, Okezone,, Pikiran Rakyat dll. Bahwa RUU nya sudah disahkan dan disetujui oleh semua fraksi tanpa ada catatan sama sekali .

https://www.halalmui.org/newMUI/index.php/main/detil_page/8/2290/30/1

Moral of the story 1 : Alhamdulillah ya, ini tentunya kabar gembira untuk kaum muslim di tanah air. Untuk pihak-pihak yang mencoba mengail di air keruh, yah, saya selalu percaya, niat jahat itu akan kembali kepada pelakunya 🙂.

halalmui

Moral of the story 2 : Saya menolak ah untuk ikut mencaci maki macam komentar-komentar silet di fanpage Islamedia itu. Hihihihi, ada yang sebut-sebut PDIP=babi segala . Tentu saja disertaii dengan serangan-serangann kepada orang-orang yang memilih Jokowi dan PDIP. Susah memang untuk MOVE ON! hahahaha.

Maka dari itu, teman-teman pro Jokowi menyikapi penolakan terhadap Pilkada DPRD, yuk kita jangan lakukan hal yang sama . Kalian tidak suka kepada koalisi merah putih jangan nyasar ke mana-mana lho ya makiannya . Salam damai selalu . Banyak kok teman-teman saya yang pro Prabowo tapi juga pro Pilkada Langsung. Mereka sudah move on. Hargailah . Jangan dinyinyirin melulu.

Kalau masih ada yang nyinyirin ke kubu Jokowi ya udah, sih. Ingat-ingat saja betapa susahnya dulu kita MOVE ON dari mantan pacar. Eh, itu sih saya yak hahahhaha. Don’t worry, ternyata dapat ganti yang jauuuuhhh lebih baik. Gombal jalan terus ya, Kakaaaa hahahahahaha . Empati sajalah. Jangan diterusin. Capek gilak! :p

Moral of the story 3 : tabayyun ya teman-teman . Kalau ketemu berita negatif, memang sih, paniknya duluan. Macam saya yang kemarin baca FB mau berbayar langsung heboh hahahahaha. Logika mendadak hilang entah ke mana. Eh ternyata hoax. Untung belum share ke mana-mana 😀.

Ini berlaku untuk berita negatif apa pun, tanpa memandang kubu-kubuan atau SARA.

Moral of the story 4 : maaf merusak hari minggu kalian, ya! Hahhahahaha. Ya tapi tetap harus diluruskan dong, ya. Biar tidak menjadi polemik berkepanjangan nan tidak penting. Sekali lagi… muter-muter di isu-isu ginian, capek gilak!

Semoga niat baik dilindungi Allah SWT. Yang tidak baik, didoakan saja biar baik . So tidak ada ruang untuk maki-makian yoooo ;).

Sekali lagi 4 x 4 = 16, sempat tidak sempat  jangan gampang panas! ;).