Film The Help : Courage Sometimes Skips a Generation

Untuk kesekian kalinya nonton film The Help ini. Duh, karena nontonnya benar-benar full kali ini jadi lebih berasa sedihnya .

Yang bikin lebih sedih lagi, rasanya di tahun 2009-2010, sebelum mulai merantau dan masih hidup dalam lingkungan ber-embak di Jakarta, beberapa hal-hal yang ada di The Help masih kejadian di sekitaran kita waktu itu .

Film The Help

Kamar mandinya dipisah. Peralatan makan dipisah, jenis makanan dipisah. Ada yang memanfaatkan jasa asisten rumah tangga untuk SEGALA urusan. Ya masak, ya mengurus anak, ya ini itu dengan gaji seada-adanya.

Dulu ada juga yang enggan menggunakan jasa baby sitter karena gajinya lebih mahal. Dan butuh pengurus rumah tangga juga. Jadilah mengambil satu orang untuk mengerjakan semua-muanya. Gajinya jauh di bawah standar pengurus anak profesional.

Mudah-mudahan sekarang kondisi sudah lebih baik lagi.

The Help ini adalah gambaran kehidupan sehari-hari di Kota Jackson, Missisippi. Negara bagian ini letaknya di belahan selatan dan termasuk dari negara-negara bagian yang tergabung dalam Konfederasi saat Perang Sipil di tahun 1863.

Konfederasi hendak memisahkan diri dari The Union (pemerintah resmi pusat) terkait perselisihan terhadap status warga berkulit hitam yang saat itu umum dijadikan budak.

 

Wilayah selatan menggantungkan hidup dari perkebunan dan partanian yang pengelolaannya dibantu oleh para budak tadi. Sementara ada keinginan dari beberapa pihak yang berdiri di sisi The Union untuk mulai meninggalkan perbudakan dan menerapkan sistem pengupahan untuk memajukan industri di semua wilayah Amerika Serikat.

The Union memenangkan Perang Sipil dan memaksa Konfederasi bergabung kembali. Namun, puluhan tahun sejak Lincoln melakukan amandemen undang-undang terkait status perbudakan, masalah diskriminasi terhadap warga Afro-American terus berlanjut.

Ditandai salah satunya dengan kehadiran kelompok Ku Klux Klan. Kelompok ekstrimis yang mengusung pemahaman akan White-Supremacy, White-Nationalism dan tentu saja … anti imigrasi. Ring a bell? :(.

Tapi film The-Help menyoroti khusus kepada profesi asisten rumah tangga yang didominasi oleh perempuan-perempuan Afro-Amerika di Kota Jackson. Mereka bekerja dari pagi sampai sore dengan upah sangat kecil.

Pekerjaannya ya segala rupa. Mengurus para manula, mengasuh anak, memasak, mengurusi pakaian, dan lain-lain. Double combo. Karena sebagian dari perempuan ini juga harus mengalami kekerasan dalam rumah tangga setelah bekerja penuh seharian.

Tak jarang pula mereka memaksa anak-anak perempuan tertua untuk berhenti bersekolah. Anak-anak ini mengikuti jejak mereka sebagai “simbok” di rumah-rumah orang berkulit putih untuk membantu ekonomi keluarga. Jadi, dari generasi ke generasi ya kerjanya itu-itu juga. Hanya sebagian kecil yang berhasil lepas dari lingkaran yang menyesakkan ini .

Tapi ya kita memang tidak seharusnya menggunakan emosi kita sebagai orang yang hidup di era terkini. Karena di tahun segitu ya kondisi seperti ini dianggap cukup alami. Bukan hal luar biasa bagi mayoritas orang di saat itu.

Sangat sedikit orang seperti tokoh Skeeter di film The Help, perempuan muda yang tengah merintis jalan menjadi penulis dan jurnalis yang berani membujuk para “simbok” ini untuk memberikan testimoni yang jujur mengenai pandangan mereka terhadap profesi mereka selama ini.

Para perempuan Afro-Amerika ini juga canggung dan merasa hal ini di luar kewajaran. Hingga awalnya hanya 1 orang yang berani mengajukan diri sebagai narasumber. Terus menjadi 2 orang setelah berhasil membujuk satu lagi yang baru saja dipecat oleh majikannya karena dianggap kurang ajar memakai kamar mandi sang majikan.

Mungkin juga tidak banyak orang yang meyakini secara penuh dan tanpa rasa bersalah sama sekali seperti si emak sosialita, Hilly. Hilly meyakini secara penuh bahwa kondisi tersebut sangat wajar dan tidak memiliki pertentangan batin sama sekali.

Yang mayoritas ada di lingkungan masyarakat mungkin malah karakter yang dimiliki oleh tokoh Elizabeth dan Charlotte (ibu dari Skeeter).

Film The Help

Elizabeth walau terlihat menikmati kondisi dan juga tidak canggung menyerahkan segepok tanggung kepada asisten rumah tangganya, tapi dia pun tidak benar-benar kontra dengan pandangan Skeeter. Ibaratnya, ikut-ikutan saja. Karena mungkin ya didikan dari kecil dan kondisi lingkungan. Bukan tipe pendobrak. Tidak suka frontal. Tipe cari aman hehehe.

Kita juga sebenarnya ada juga kan yang menyimpan rasa kasihan dan sebenarnya mau-mau juga ngasih gaji lebih dan kenyamanan lain buat si embak di rumah. Misalnya ngasih hari libur sehari di mana si embak boleh piknik dan enggak perlu kerja. Tapi ya gitu, takut dinyinyirin tetangga, yes? *tutupMuka*.

Takut disindir sok tajir sok ini itu. Takut kalau dianggap merusak “harga pasaran” gaji embak. Takut dituduh cemen banget enggak punya embak sampai embak dimanja-manjain berlebihan bla bla bla. Disindir ini sebenarnya mana majikan mana yang embak. Sudah, sudah, jangan curcol, jangan curcol! Pengalaman pribadi banget iniiiii hahaha.

Sementara tokoh Hilly tidak segan-segan menyuarakan ide-idenya kepada publik. Termasuk membuat kamar mandi khusus buat para asisten rumah tangga di … luar bangunan utama rumah! Hilly tipe yang menganggap ya memang embak wajarnya digituin. No hard feeling tapi ya perlakuan seperti itu pantas kok, menurut Hilly.

Charlotte sendiri termasuk sosialita ambisius yang ingin mendapat tempat di perkumpulan ibu-ibu hits. Insiden terjadi saat Charlotte dinobatkan sebagai apa-gitulah, salah satu gelar prestisius di perkumpulan mereka.

Charlotte punya Constantine, asisten rumah tangga yang sudah bekerja selama puluhan tahun di rumahnya. Hubungan mereka cukup akrab dan Charlotte memperlakukan Constantine dengan sangat layak untuk ukuran kondisi lokal saat itu.

Film The Help
Charlotte (baju hijau) saat dikunjungi oleh emak-emak sosialita satu gengnya hehehe. Gambar : hark.com

Constantine sudah sangat tua dan lambat. Saat meladeni tamu-tamu lain, dia terlihat kikuk sehingga membuat para tamu (ibu-ibu geng sosialita tadi) tidak nyaman. Lalu terjadi hal yang tidak mengenakkan.

Ibu-ibu lain mendesak Charlotte untuk memecat Constantine saat itu juga! Dan Charlotte menuruti permintaan mereka, dia memecat Constantine saat itu juga di depan ibu-ibu lainnya. Saking segannya kalau dia dicap macam-macam oleh geng sosialitanya.

Charlotte merasa bersalah dan berusaha mendatangi rumah Constantine keesokan harinya tapi sudah terlambat. Constantine sudah pergi dan pindah ke negara bagian lain.

Hal inilah yang membuat Skeeter berantem dengan ibunya karena Skeeter sedari kecil dibesarkan oleh Constantine.

Ada juga tokoh Celia. My favorite girl! Hahahaha.

Celia berasal dari “daerah pedalaman” dan pertama kalinya memiliki asisten rumah tangga saat bermukim di Kota Jackson. OKB baik hati gitu lah ya hahaha . Celia sangat santai dan lugu dalam memperlakukan Minny, asisten RT yang dipecat oleh Hilly karena urusan kamar mandi tadi.

Celia tidak segan-segan memeluk, makan bareng dengan Minny di meja makan yang sama dengan menu sama persis, pokoknya memperlakukan Minny lebih sebagai teman ketimbang “pembantu” .

Skeeter-Hilly-Elizabeth berumur sebaya dan teman sepermainan sejak kecil. Skeeter juga mengalami tekanan sosial lain karena statusnya sebagai “perawan tua” hahaha. Di tahun segitu, perempuan berkulit putih memang tidak diharapkan untuk berkarier dan sekolah tinggi.

Film The Help
Skeeter – Elizabeth- Hilly (gambar : btlnews.com)

Begitu selesai pendidikan selevel SMA, mereka ya hunting jodoh! Hahaha. Tapi karakter Skeeter memang dibuat untuk mewakili angin perubahan di masanya kali, ya. Perawan tua dan pendobrak zaman . Semacam “Ibu Kartini”nya Kota Jackson? Hehehe.

Filmnya ‘menyentuh’ banget :). Diangkat dari novel dengan judul yang sama. The rest of the story mending nonton sendiri aja deh hehehe.

Karena setelah menonton saya jadi sadar, tidak semua kita dilahirkan menjadi seorang pembaharu, jika berkaca pada tokoh Skeeter.. Berani melawan arus demi memperjuangkan hal yang dirasanya benar. Padahal waktu itu kondisi yang dialami embak-embak berkulit hitam dianggap wajar.

 

Pacarnya Skeeter pun, laki padahal ya, yang tergolong dari keluarga yang berpikiran terbuka dan pendidikan tinggi juga ngamuk-ngamuk ke Skeeter pasca bukunya Skeeter terbit. Dia menuduh Skeeter mencoba bermain api dan menghancurkan tataran kehidupan sosial yang lagi stabil saat itu. Semacam musuh dalam selimut dan berusaha menjatuhkan komunitas kulit putih.

Sementara komunitas perempuan kulit hitam pun tidak terlalu berani menunjukkan dukungan kepada Skeeter karena posisi mereka yang terancam. Kalau sampai frontal, keluarga para perempuan kulit hitam ini pun tidak lepas dari bahaya (bisa mengalami intimidasi yang berujung ke kematian segala lho).

Terbayang ya, resiko yang diambil oleh Neng Skeeter :).

Setidaknya, ibunya sendiri (Charlotte) akhirnya berpihak kepada Skeeter dan mendukungnya penuh, as she said, “Courage sometimes skips a generation. Thank you for bringing it back to our family.”

Kita sendiri apa punya ya keberanian untuk mendobrak hal-hal (hal apa pun!) yang kita tahu sebenarnya salah dan menyakiti orang lain tapi sudah terlanjur melekat dan menjadi kewajaran dalam kehidupan masyarakat sekitar kita? Atau hanya berani diam-diam berdoa dalam hati sambil ikut arus?

Syukur-syukur orang sadar tanpa perlu kita melawan ketidaknyamanan karena menyuarakan hal-hal yang dianggap tabu? Untung sekarang ada medsos sih, ya. Setidaknya kita bisa bersuara di dunia maya. Ye kaaaan, ketimbang kagak ngapa-ngapain hihihi.

Ya, ya, ya, saya paham memang hanya orang-orang spesial yang dianugerahkan keberanian untuk melawan arus. Satu nama yang langsung terbayang itu … Pak Ahok! :).

Kita-kita yang cemen ini dikeroyok di komen-komen status FB saja kadang sudah jiper dan langsung logout, yes? Hahaha. Namun setidaknya dianugerahkan kepada generasi kita dan generasi-generasi mendatang secuil keberanian untuk “bersuara dengan lantang” tanpa takut dengan konsekuensi yang harus dijalani.

Yah di level dunia maya juga enggak apa-apa deh hahahaha. I pray for my self indeed, yang akhir-akhir ini kesulitan menghimpun keberanian untuk menulis hal-hal yang agak-agak “gimana gitu” hehehehe :p.

Ya Allah, mampukan kami semua <3. Please … bring that courage back to all of us. Aamiin.

 

Fidget Spinner Itu Apa

Fidget Spinner Itu Apa

Fidget Spinner itu apa cobaaaaaaa :p. Setelah berhari-hari anak-anak di rumah ngigo melulu tentang Fidget Spinner, akhirnya saya bilang saja ke suami, “Udah sih beliin aja!”

Habisnya anak saya yang kedua tuh, baru bangun juga tahu-tahu sudah ngobrolin Fidget Spinner ke abangnya, zzzz -_-. Saya sendiri waktu itu belum tahu itu mainan apaan. Tapi udah bosen banget dengernya karena disebut-sebut melulu sama anak-anak.

Mereka juga udah sering minta, sih. Cuma kirain cuma mainan-hits-sesaat-besok-juga-lupa gitu-gitulah. Yaela, sampai seminggu lebih ituuuuuuu aja terus yang jadi bahan obrolan hahaha.

Akhirnya minggu lalu itu mungkin puncaknya anak-anak rewel minta Fidget Spinner. Akhirnya kita ke Seven Eleven beli di sana aja yang dekat dari rumah. Kirain harganya 1-2 dolar, apes-apesnya 5 dolar lah. Ternyata … 9.99 dolar!! Idiiiiihhhhh *bantingDompet* hahaha.

Mungkin karena lagi hits, ya. Terus wakwaw banget pas lihat penampakannya. TErnyata gitu-gitu doang. Kenapa bisa harganya 10 dolar beginiiiiiiiiii -_-.

Fidget Spinner Itu Apa
Fidget Spinner hijau punya si abang nomor 2 😀

Saya kira juga pakai batere atau gimana. Bisa terbang sendiri atau apalah. Eya ampun ternyata cuma buat diputer-puter doang. Halamaaaak, mana harus beli 2 kan. Ya kaliiii mereka mau sharing setelah 2 minggu mereka meratap minta Fidget Spinner!

Saya juga baru ngeh kalau mainan ini memang lagi booming banget. Mungkin karena itu juga harganya bisa bikin pening begitu. Pas acara ngumpul di rumah teman besoknya, ternyata semua anak laki nenteng Fidget Spinner masing-masing! Segala macam warna ada. Seru amat dah hihihi.

Terus para emak-emak mengobrol termasuk gue yang komplen soal harga mainan ini. Harga lipstik aja enggak semahal itu kalo lagi diskon, yes? Et dah kayak situ pernah beli lipstik ajeeee hahaha.

Ternyata macam-macam harganya. Katanya ada juga yang jual 6-7 dolar per buah. Kalau mau beli lebih murah bisa lewat e-bay atau toko online lainnya. Kata suami gue, “Iyeeee, terus entar nyampenya satu bulan kemudian. Elo aja udah ngamuk-ngamuk mulu anak-anak ngomongin itu terus.”

Iya juga sih hahaha.

Fidget Spinner ini hanya untuk diputer-puter gitu lho. Di tengahnya kan ada pegangan yang bulet itu. Nanti kita pegang di situ sambil diputar itu salah satu baling-balingnya. Apa sih istilahnya itu yang 3 sisi yang kayak cabang di luarnya?

Nanti sambil diputar bisa ditaruh di lengan, di lutut, anak saya juga pamerin bisa naruh di jidat. Which is mau ditaruh di mana juga amat sangat tidak penting yaaaaaa menurut saya -_-.

Mainan ini emang iklannya kenceng banget di tivi.

Jadi kepo kan ini sebenarnya alat apaan sih. Anak pertama saya memang sudah pernah bilang kalau itu mainan buat “stay focusing”. Biar enggak bosan kalau lagi sendirian gitu? Tapi anak laki juga ngumpul berlima mainan Fidget Spinner semuaaaaa :D.

Ternyata, memang Fidget Spinner ini punya efek psikologis lho. Konon, awalnya ditujukan untuk anak-anak hiperaktif untuk mengontrol aktivitas mereka yang kadang di luar kendali. Mainan ini katanya membuat mereka lebih fokus sehingga akan menjadi tenang. Misalnya untuk anak-anak penyandang autis seperti ADHD, ADD, dsb.

Saya tidak paham sejauh mana ya pengaruh si Fidget Spinner. Efek sembuhnya juga ada apa enggak, tidak sejauh itu saya bacanya. Cuma iseng searching saja tadi berbekal info dari anak sulung saya.

Fidget Spinner Itu Apa
Fidget Spinner kuning punya si abang sulung 😀

Kayaknya gaungnya sudah mulai ke mana-mana ya. Tempo hari juga teman saya di Jeddah, Mami Amel, juga posting-posting soal bocahnya yang rewel minta Fidget Spinner hihihi. Di Indonesia kayaknya juga sudah mulai, ya.

Buat ibuk-ibuk, selamat berjuang yaaaaaa hahaha. Abisnya bikin gondok bener deh harganya ya. Tapi Indonesia mah kreatif, persaingan juga ketat jadi harga bisa ditekan :D.

Walau saya tidak mengerti apa serunya main-main ginian tapi ya sudahlah, sudah kebeli jugak. Ini udah seminggu sudah mulai bosan kayaknya. Mainannya disembunyiin sama papahnya. Adek bayi juga lama-lama kesengsem sama si Fidget Spinner. Tapi ama dese buat dibanting-banting doang hahaha.

Hadeeeeh, waktu kita kecil mah adanya paling tetris yak. Atau mainan game yang manual yang tinggal diisi pakai air itu :p. Dulu norak banget waktu dibeliin Tetris yang bisa ngomong, “Pinter juga lu!” atau “Bego lu!” Hahaha. Kok dulu enggak ada protes ya sama Tetris yang omongannya serem begini. Dulu belum ada medsos sih ya hahahaha.

Daftar menu MPASI Bayi 6 Bulan

Resep MPASI Zucchini (Dibikin Puree) Buat Bayi 6 Bulan keatas

MPASI Zucchini, sayur favoritnya si Boy3. Apa sih anaknya sudah hampir 2 tahun kok ya masih posting Resep MPASI Puree Zucchini? Hahaha :p. Sampai sekarang ini masih doyan anak saya sama Zucchini ini. Tapi dia mah kayaknya sama sayur lain juga doyan, sih :D.

Apa karena rasa Zucchini/Zukini ini memang segar dan kadang agak manis dikit gitu. Minimal tidak pahit lah.  Sayur Zukini ini sudah hits banget deh sejak masa MPASI anak pertama, back then di tahun 2008 – 2009.

MPASI Zucchini

Dulu belanja-belanja sayur buah anak bayi khusus ya booo. Favorit saya dan teman-teman kantor itu di “All Fresh” Mal Ambas. Lokasinya dekat dari kantor di Gatsu. Kalau siang-siang habis merah ASI, biasanya rame-rame ke sana belanja bareng ^_^.

Segala sayur “aneh-aneh” macam butternut squash, labu Jepang dan Zukini ini serta lain-lainnya juga lengkap di All Fresh. Kenapa gitu enggak ke supermarket biasa? Stok terbatas soalnya konon ini sayur impor semua.

Namanya juga buat anak yak. Jangankan makanan, bajunya aja kalau bisa kudu impor! Dih, padahal belinya baju bayi lusinan di ITC hahahaha :p.

Nah, anak ketiga ini lahir dan masa MPASInya di “negara bule”. Jadi segala sayur-sayuran itu komplit di swalayan standar. Etapi pas mudik tahun 2016 kemarin, zukini juga banyak banget tuh di Hypermart ^_^. Sudah jadi sayuran standar juga kok sekarang ya ;).

Tadinya saya mengira Zukini ini sama dengan Timun Jepang. Ternyata beda, lho. Timun Jepang ya seperti timun juga cuma lebih “kurus” dan warna kulitnya hijau tua. Jadi, jangan sampai salah, ya.

Ah ya, Zucchini sering terasa pahit kalau dipotong-potong begitu saja. Solusinya apa? Dikupas kulitnya? Eit, justru jangaaaaan. Kulitnya jangan diapa-apain. Ada zat gizi juga lho sebenarnya di kulit buah-buahan dan sayur-sayuran tertentu ;).

Untuk menghalau rasa pahit, mirip dengan cara menangani buah timun agar tidak pahit :D. Dipotong dulu sedikit ujungnya, lalu potongan itu digosok-gosokkan ke bagian sayur yang terpotong tadi. Jadi kayak diputus terus disambung lagi. Tapi pas nyambunginnya digosok-gosokkan sampai getahnya keluar.

Nah, konon getahnya ini yang bikin pahit. Harusnya sih kalau ditangani dengan cara seperti ini, zukini tidak akan terasa pahit sama sekali ;).

Resep MPASI Zucchini (Puree Zucchini)

Bahan :
  • 1 buah Zucchini / Zukini.
  • Biar tidak pahit, sesuai dengan tips di atas, sebelum diiris-iris, potong/iris dulu ujungnya yang ada bagian batangnya itu. Lalu gosok-gosokkan pada bagian irisan di sayurnya. Sampai keluar getahnya. Baru deh diiris-iris sisanya sampai ujung.
  • ASI / Sufor / air putih matang untuk campuran saat dihaluskan via blender atau food processor. Ukurannya terserah tingkat kekentalan yang diinginkan.
Cara membuat :
  • Siapkan kukusan dan didihkan airnya
  • Kukus potongan Zukini sampai matang. Cara ngetesnya, tusuk dengan garpu. Kalau sudah empuk angkat saja. Jangan terlalu lembek.
  • Masukkan ke dalam food processor/blender bersama ASI / sufor / air putih matang
  • Giling sampai halus. Buat anak 6 bulan memang sebaiknya sampai halus banget biar tidak tersedak.
  • Selesai, deh ^_^. Makanan adek bayi gitu lhooooo, gampang lah yaow hihihi.

MPASI Zucchini buat bayi 6 bulan ke atas

Sebenarnya sih Zukini tidak hanya cocok buat adek bayi. Kita-kita yang udah gede-gede ini juga boleh banget mengkonsumsi Zukini. Rasanya enak juga buat dibikin lalapan. Sekilas mirip timun tapi lebih keset :D.

Harganya juga tidak mahal-mahal amat. Walau dibanding sayuran lokal, harganya tidak bisa dibilang murah. Kita harus mengkonsumsi kombinasi sayur-sayuran sebanyak mungkin. Karena tiap jenis sayur mengandung jenis vitamin dan mineral berbeda-beda.

Kandungannya memang mikro tapi ingat lho, kekurangan zat vitamin dan mineral tertentu efeknya tidak mikro ;). Begitulah cara terbaik menyeimbangkan konsumsi makanan dalam tubuh. Pastikan asupan gizi dalam tubuh dengan makan jenis-jenis makanan sevariatif mungkin. Mencegah juga penumpukan zat tertentu dalam tubuh jika yang dimakan itu-itu saja ;).

Semoga resep MPASI Puree Zucchini -nya membantu ya buat si adek bayi. Dilatih makan sayur sejak kecil hehehe. Namun, jangan tunda pemberian protein ya dalam menu MPASI sejak pertama makan makanan padat. Banyak makan sayur bukan berarti menghindari protein tinggi dari daging hewan ;).

Salah satu contoh menu MPASI 6 bulan buat adek bayi bisa dilihat di sini :D.

Saya juga punya versi vlog-nya. Jangan lupa subscribe ke channel youtube saya juga, ya, hehehe. Isinya review skin care, kisah traveling, dan menu resep nusantara. Vlog menu 30 hari MPASI 6 bulan :

Membeli Pashmina Grosiran di Bab Shareef Jeddah Arab Saudi

Tempat belanja di Jeddah Arab Saudi ini favorit banget di kalangan ibu-ibu teman saya di masa saya tinggal di sana. Entah sekarang mereka masih pada doyan ke sana apa enggak.

Saya sendiri rada males diajak ke sana waktu dulu-dulu karena kan harus nenteng-nenteng bayi hehe. Waktu di Jeddah anak kedua saya baru lahir. Tapi demi berburu oleh – oleh yang murah meriah ? menjelang mudik ke Indonesia, jadilah nekad H-1 sebelum lepas landas dari Jeddah, saya akhirnya menjejakkan kaki di Bab Shareef ini.

Bab Shareef, gambar : travbuddy.com

Para perempuan janganlah berani-berani dateng ke tempat belanja ini sendirian. Semua penjual di sini beserta tukang jaga toko nya laki-laki semua booo. Mending kayak saya kemarin ke sananya berempat plus para krucils.

Tempatnya sendiri sih lumayan kok. Banyak yang bilang ini versi Tanah Abangnya Jakarta. Tapi tempatnya sih enggak seramai Tanah Abang dan tempatnya lebih terbuka. Adem-adem banget sih enggak, cuma jauh lebih asik lah cuacanya. Sepanas-panasnya Jeddah, enggak pernah ada cerita bermandikan keringat la yaow :p.

Pasar satu ini belum setenar Commercial Corniche Center dan sekitarnya sih emang. Tempatnya juga agak jauh dari pusat perbelanjaan yang dikenal orang-orang sebagai Balad. Daaaannn, saya salah ya booo, dulu saya kira kalo ke sini agak susah ketemu penjual yang bisa bahasa Indonesia. Ternyata banyak yang bisa!

Malah mereka rata-rata susah tuh pake bahasa Inggris. Tapi ada juga yang bahasa Indonesianya ala kadarnya. Untung kemaren pas ke sana, salah satu rombongan sirkus ada yang gape bahasa Arab (thanks yah Mba Ira ^_^).

(Note : sr = saudi riyal, 1 sr = kira-kira 2300 rupiah, kurs tahun 2011 nih :D).

Pashmina nya kebanyakan “made in india” atau “made in china”. Yang India punya ini yang harganya miring gag kira-kira hehehe. Dulu, satu lusinnya rata-rata 60 – 200 sr saja. Modelnya lucu-lucu deh. Bentuknya kan seragam lah persegi panjang gitu dengan ukuran yang beda-beda.

Misalnya yang motif garis-garis, per lusin 70 sr. Contoh nya bisa dilihat di bawah. Si banci tampil kesempatan banget yaaaaa hahaha. Ya biar kelihatan kalau dipakai tuh caem loh ;).

Tapi yang India punya ini luntur sih :(. Yaaaa, sesuai lah ama harganya :p. Jangan sampe dibarengin masuk mesin cuci ntar meleber kemana-mana.

Nah, yang sebelah ini agak mahal punya (merah). Bahan brokat gitu. Selusinnya 100 sr. Bahannya enak banget, gampang diatur dan bisa dimodelin macem-macem. Satu lusin ada 12 warna yang berbeda. Tetep kan lebih murah dari Indo punya ;). Satu buahnya kan jadinya sekitar 20 rb sajah :D.

Ini favorit saya. Enggak perlu pake peniti. Tinggal lilit-lilit doang.

Btw, penjual-penjual disini jangan harap kayak di Indonesia yah. Mereka cuek banget. Malah ada yang kalau kita masuk ke tokonya, dieeem aja di pojokan. Ditanya-tanyain jawabnya males-malesan. Hampir enggak ada yang namanya tawar-menawar. Harga pas saja. Jadi kalo kita enggak jadi beli, ya si penjual cuek saja dan jangan harap dikejar-kejar yeeeee :p.


Nah, yang ini satu lusinnya 80 sr saja. Bahan kaos pake rimpel-rimpel gitu. Caem yah *uwel-uwel pipi mba Ani hihihihi*. Satu lusin ada 12 warna berbeda juga.

Pashmina-pashmina ini dijual dalam bentuk satuan juga di segala toko berlabel X murah, tapi per satuannya dijual 10 sr. Kalo buat oleh-oleh sih mending ke Bab Shareef kan, bisa beli beberapa lusin sekaligus buat orang sekampung :D.

Yang ini bahan kaos. Adem banget. Selusin cuma 70 sr juga. Bahannya elastis jadi bisa banget buat dipake model turban yang banyak tutorialnya tuh di youtube :D.

Model jilbab kayak gini kurang cocok buat emak-emak ber-bayi yang bayinya doyan tarik sana sini :P. Jadi saya ber turban ria hanya untuk contoh doang :p. Dan pas ada ajang foto-foto aja (Situ model? Hahaha).

O ya, di Bab Shareef jarang ada yang jual satuan. Belinya mesti lusinan. Tapi kadang ada yang berbaik hati mau jual setengah lusin. Tapi kan pashmina kepake banget yah di Jeddah, jadi bisa lah bagi-bagi ato tuker-tukeran ama temen.

Yang ini juga model kaos. Tapi cuma 65 sr per lusin. Bahannya tipis, adem, dan elastis. Enaknya kalo pake bahan ini, jilbabnya enggak merosot gitu, jadi ‘kokoh’ lah  atau apa ya istilahnya, pokoknya bisa bertahan lama biarpun si dedek bayi sibuk isengin jilbab emaknya :P.

Bisa dipake tanpa daleman dan tanpa bantuan peniti sama sekali looohhhh ^_^.

Selain pashmina, di bab shareef juga banyak banget sajadah dan lain-lain. Ada yang buatan india atau cina yang murah meriah. Ada pula yang kualitasnya agak bagusan misalnya buatan Syria atau Maroko. Cuma ya gitu belinya lusinan.

Yang motif kotak-kotak di sebelah harganya juga 70 sr per lusin. Bahannya lebih tipis dan agak licin, ukurannya juga lebih kecil jadi agak susah mau dipake jadi turban. Model lilit-lilit aja kali ya kayak yang diperagakan model di sebelah #eaaaa :p.

Di tiap lusin ada 6 motif berbeda, satu motif dapet 2 buah jadinya.

Sebenernya banyaaaak banget jenis-jenis pashmina. Dari tadi kog enggak ada yang di atas 100 sr per lusin sih? Kelihatan yeee yang nulis enggak pernah beli yang mahal-mahal :D.

Ada sih yang bahannya oke, sekitar 180 sr per lusin, saya punya 1. Dikasih oleh salah satu teman yang baik hati dan tidak sombong (peluk mba Ira :D). Sayang, tak ada bukti foto.

Nah, jadi oleh-oleh dari Jeddah tidak harus sajadah, kurma, boneka Unta saja dong ya. Pashmina kan lagi musim tuh, bisa dipake model macem-macem, dan bertebaran tutorialnya di youtube.

Buat yang hajian atau umrah, pashmina bisa jadi alternatif oleh-oleh juga kan? Jadi, bilangin ke travel nya minta anterin ke Bab Shareef yaaaa. Mari diborong pashminanya ^_^, boleh Kakaaaak …

3 Profesi Terkini di Era Digital

Hahahahaha, ngakak deh baca status lika-liku Olshop yang lagi rame itu . Online-shopper itu salah satu profesi terkini di era digital yang cukup menjanjikan lho ;).

Saya sendiri, walau anak pedagang, paling enggak bisa jualan. Kalau nawarin sih mungkin bisa, cuma masalahnya, saya paling tidak nyaman kalau orang bayar di muka.

Jadi saya lebih suka pakai sistem, barang dikirim dulu. Barang sudah sampai, tidak ada keluhan, baru deh saya kasih nomor rekening buat bayar. Suami saya yang bete hahaha.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Dulu pas jualan buku online kan pakai sistem begini. Masalahnya, saya paling takut kalau disuruh nagih! Nagih sekali oke lah. Kan tinggal basa basi, “Eh barang udah sampai kan ya, gimana? Ada cacat atau kenapa-kenapa gak?”

Dengan harapan customer sadar dan segera membayar hihihi.

Masalahnya, ya tidak semua langsung bayar begitu barang diterima. Saat menagih kedua kali lah itu saya sudah kayak mau maju perang hahaha. Ini yang bikin suami saya gemes.

“Ya ampuuuuuun itu yang belum bayar masih sebanyak itu!!! Tagih dong!!”

Saya nyengir, “Udah. Kemarin katanya mau bayar kok. Lupa kali.”

“Lah ya makanya ditagih lagiiiiiiiii!”

“Jangan ah. Nanti berasa diteror. Tunggu seminggu aja lagi.”

“Kalau gak dibayar-bayar gimana? Barangnya udah di dia kan.”

“Ya belum rezeki kali Bang.”

“Ini mau jualan atau mau buka kotak amal!!!”

emot ompong

Hahahahaha. Bukannya sok kaya tapi memang rasanya berat euy kalau mau nagih-nagih tuh. Ke teman yang dekat saja sungkan apalagi kalau gak kenal.

Kalau pakai sistem bayar dulu baru barang dikirim, saya yang enggak tenang. Malas kan kalau ada apa-apa harus repot lagi transfer balik, ngurus ini itu, takut juga kalau dituduh mau menipu segala macam.

Makanya dulu pas kuliah dan benar-benar lagi putus asa karena rasanya enggak mungkin lagi ngandelin kiriman dari kakak doang, yang terpikir itu ya kerja. Gak pernah terpikir mau jualan hehe.

Waktu kecil saya pernah ikutan nongkrong di kios Bapak di pasar. Waduh beratnya jadi pedagang ya. Beberapa kali ada calon pembeli datang. Ya namanya kelambu dan seprei, motifnya baru kelihatan kalau barangnya digelar.

Sudah rapi-rapi dilipat dalam plastik harus dikeluarin lagi. Dibentangin. Eh gak jadi karena gak cocok sama motifnya. Suka sama motifnya pun harus adu urat kuat-kuatan nawar barang.

Kadang sudah sampai keringetan Bapak ngambil tumpukan kelambu dari rak paling atas, ya tidak terbeli juga. Begitu calon pembelinya pergi ya harus dilipat lagi, masukin plastik lagi, taruh di rak lagi biar rapi. Karena kiosnya enggak seberapa gede. Kalau barang awut-awutan malah berantakan enggak jelas.

Itu juga kelambu harga 10 ribu an. Itu jualnya bener-bener perjuangan.

Coba dulu sudah ada Instagram ya hihihi. Mungkin lebih mudah hidup para pedagang, ada alternatif lain. Tukang sayur keliling di kompleks rumah saya di Jakarta dulu saja sudah hits banget rasanya terima PO lewat sms hahaha.

Jadi, Si Gondrong, nama si penjual sayurnya, ogah bawa daging tiap hari kecuali kita pesan. Karena kalau gak laku dia enggak punya kulkas di rumah buat nyimpen dagingnya.

Kita harus pesan sehari sebelumnya, sebelum pukul 7 malam . Karena dese tidur jam 7, bangun jam 2 malam. Biasanya gak sempat ngecek pesanan lagi langsung ke Pasar dinihari beli barang dagangan buat dibawa muter.

Coba kalian ke Pasar Induk pas pagi-pagi buta. Wiiiihhh udah rame bangeeeettt .

Sekarang malah lebih canggih lagi. Konon, penjual jajanan di area Jakarta dan sekitar (entah penjual sate, bakso, dll) sudah memanfaatkan WA buat jualan lho .

Katanya mereka add nomor WA para pelanggan di kompleks perumahan tempat mereka beredar. Bikin grup kalau perlu misalnya “Grup Sate Pejaten Cihuy” kali gitu ya hihihihi.

Nanti si abang-abang penjual sate akan terus mengupdate posisinya saat berjualan. Lagi mangkal di mana misalnya. Jadi para pelanggan gak perlu melongok-longok di pagar atau harap-harap cemas menunggu mereka lewat #eaaaaaa. Bisa juga pesan duluan nanti diantar atau dijemput sendiri.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Katering rumahan atau pedagang kuliner kecil-kecilan juga sudah banyak yang join Go Food, ya .

Kecanggihan teknologi memang seperti 2 sisi mata uang, ya. Ada positif ada negatifnya. Pinter-pinternya kita saja memanfaatkan peluang.

Jalan rezeki juga beda-beda.

Teman saya tuh ada yang awalnya iseng jualan jilbab grosiran. Awalnya hanya berani beli beberapa lusin dan jual dikit-dikit. Eh, ternyata laku. Dia sampai berhenti bekerja, suaminya juga ikutan berhenti kerja kantoran hehe.

Tapi tidak melulu yang jadi pengusaha dan pedagang pasti lebih sukses secara finansial lah ya . Ada juga faktor gaya hidup, kemampuan mengelola keuangan dsb. Yang pegawai mungkin coba ceki-ceki ceramahnya Om Safir Senduk. Eh, masih gak sih beliau eksis di dunia investasi ala pegawai kantoran? .

Era terkini juga membuat situasi jalan-rezeki makin dinamis. Banyak pekerjaan yang dulunya kayaknya udah paling keren sekarang mulai tergeser .

Tapi era digital membuka banyak peluang baru yang dulu belum ada. Malah tidak pernah terpikirkan sama sekali.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

3 diantara sekian banyak profesi terkini di era digital misalnya :

  1. Misalnya profesi youtuber hehehe. Seriusan lho itu ada yang bisa hidup dari upload-upload video di youtube. Tahu channel DanTDM gak? Kalau punya anak laki harusnya tahu nih hehehe.

DanTDM subscribernya sudah mencapai 14 juta akun. Wooowwww . Isi channelnya tentang game-game gitulah. Apalagi yang Minecraft yang hits sejagad raya itu .

Menjadi pelajaran juga, bahwa apa pun minat kita asalkan fokus, setidak penting apa pun pasti bisa menjadi peluang berkarya ya . Duh, waktu kecil dulu mah main game seharian bisa kena omelan tuh hahaha.

2. Online Shop 😀

Ini juga termasuk gencar banget sekarang-sekarang ini. Kalau dulu buat iseng-iseng doang. Sekarang banyak yang menggarap dengan serius.

3. Blogger – Instagrammer – vlogger dsb

Ini juga ternyata masa depannya mayan banget ya. Makin banyak seleb yang konon hidupnya dari endorse berbagai produk aja tiap hari hihihihi.

Tuh, manfaatkan media sosial untuk produktivitas. Ya sesekali bolehlah ikut berantem politik hahaha. Buat saya itu “area kebutuhan” sih :D. Pilihan masing-masing ya <3.

Yang jelas kalau saya mau buka OLShop kayaknya suami sudah stres duluan hahahaha .

Jangan takut dengan banyaknya isu ketakutan yang beredar. Challenge what your future holds!  Yuk, bikin vlog lagi kitaaaaaaa :p.