kawal pemilu 2019

Pertaruhan Besar Sang Presiden

Masyarakat menengah perkotaan kembali merintih. Yang tadinya meratap akibat penarikan penuh subsidi BBM dan dicabutnya sebagian subsidi tarif dasar listrik, sekarang teriak-teriak harga beras naik :p.

Kontras dengan jeritan mereka yang ngamuk-ngamuk mengapa sekarang semua serba mahal dan tentu saja tidak lupa mengutuk-ngutuk Pak Presiden, kabar gembira datang dari berbagai wilayah lumbung padi di tanah air ^_^.

Sementara yang di kota sibuk rusuh dengan pepesan kosong KPK vs Polri yang entah kapan berakhirnya (hahhahahaha), harapan para petani dan penggiat hasil sumber daya bumi tengah bersemi :).

Salah satunya dari Ponorogo, salah satu lumbung padi paling potensial di Nusantara. Sebanyak 527 ribu hektar sawah telah mempersembahkan hasilnya dalam PANEN RAYA PONOROGO beberapa hari lalu yang langsung dihadiri oleh Bapak Presiden dan Menteri Pertanian ^_^.

Sila ditonton videonya –> PANEN RAYA PONOROGO … NO IMPOR BERAS 2015! ^_^ https://www.youtube.com/watch?v=MKK43j4jlYY&feature=youtu.be

https://www.youtube.com/watch?v=MKK43j4jlYY&feature=youtu.be

Yang masih sakit hati sama Pak Presiden, jangan nonton videonya! Pasti akan makin membara dah hahahahaha. Karena seperti biasa, beliau muncul dengan gaya CIMAL-nya. CIMAL = penCItraan maksiMAL! :v :v :v.

Si CIMAL ini, dengan pakaian kebangsaan hitam putihnya, terlihat melepas sepatu dan kaos kakinya sendiri, melipat celananya sampai ke lutut, turun ke sawah, menenggelamkan betisnya ke dalam lumpur, ikut membajak sawah bersama para petani … seolah menyemangati petani, “Teruslah semangat berkarya, SAYA mendampingi di samping kalian!”

Sekilas terlihat ribetnya beliau saat melepas sepatu dan kaos kaki, karena beberapa petani berhasil meloloskan diri dari paspampres dan ingin menyalami beliau langsung. Beliau tidak pernah menolak uluran tangan siapa pun ^_^. CIMAL oh CIMAL :v :v :v.

Bagi hater, pemandangan ini tentu akan sangat “menyakitkan” :p. Buat lover buta macam emak-emak macam yang nulis, mungkin pengaruh hormon juga, menangis lho lihatnya hahahahahahahaha *hapusAirMata* :’).

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, hampir selalu ikut hadir, ikut berkeringat di tengah-tengah ladang menyambut panen raya di mana-mana. Termasuk panen jagung yang dinilai cukup sukses di daerah Demak beberapa waktu lalu.

Dari video “Panen Raya Ponorogo” di atas, Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras dianggap MENCUKUPI kebutuhan nasional hingga akhir 2015 nanti. Dalam dialog langsung, masih dalam video yang sama, Pak Presiden menegaskan tekad pemerintah di hadapan petani bahwa “TIDAK ADA IMPOR BERAS 2015”

Lantas mengapa harga beras justru terguncang?

Pak Menteri sempat memberi jawabannya di awal video. Jawaban normatif banget sih, ya hehehehe :p. Maklum, Pak Mentan yang ini datang dari kalangan profesional, mungkin memang tidak begitu tersentuh isu-isu politik :D.

Dengan tenang beliau menjelaskan bahwa harga gabah kering sama sekali tidak menunjukkan kenaikan. Dengan harga gabah kering maksimum yang hanya 4500 rupiah per kilo (CMIIW, ya, kali salah dengar sayanya :D), seharusnya harga beras tidak akan melewati 8000-9000 rupiah per kilo. Namun, konon harga beras rata-rata sudah menembus 13000 rupiah per kilo.

Prasangka baik Pak Mentan mengatakan bahwa ini adalah masalah distribusi semata dan pihak Mentan sudah berkoordinasi dengan Bulog terkait masalah ini.

Masalah distribusi? Tidak juga nampaknya :D.

Dari hasil penelusuran (ala emak-emak dasteran lho yaaaa hihihihihihi), ternyata pemerintah memang punya sebuah program revolusioner. Swasembada pangan untuk 3 tahun ke depan!

Keseriusan pemerintah dimulai dengan pengalihan subsidi energi yang memang sudah tercermin dalam APBN 2015 yang sudah ketok palu per Januari kemarin. Aroma revolusi dalam penyususunan APBN tahun ini tenggelam dalam riuhnya kisruh kacangan dari ibukota, KPK vs Polri tadi :p.

Pemerintahan terkini akhirnya berani juga mencabut subsidi-subsidi energi habis pakai (full di BBM dan sebagian besar di listrik). Pengalihannya langsung tercermin dalam mega-mega proyek infrastruktur. Sebagian sudah tampak nyata dalam berbagai sumbangan traktor dan berbagai mesin-mesin modern pertanian yang sudah mulai didistribusikan kepada para petani di berbagai wilayah.

Di bagian akhir video “Panen Raya Ponorogo”, walau suaranya tenang, Amran Muhammad memperinci dengan tegas langkah-langkah pemerintah terkait masalah pangan. Termasuk pembangunan waduk, perbaikan irigasi dan pendampingan lebih terhadap usaha peningkatan produksi pangan. Semuanya sudah ketok palu di APBN 2015. Termasuk infrastruktur jalan berupa jalan-jalan tol untuk mendistribusikan hasil pangan dari satu daerah ke wilayah lainnya.

Menegaskan tekad pemerintah untuk menunjukkan keberpihakannya pada kaum agraris di tanah air, Presiden hadir langsung di Kalimantan Barat, bulan Januari kemarin.

Ini videonya ^_^ –> https://www.youtube.com/watch?v=sGlMiMc3vmo

https://www.youtube.com/watch?v=sGlMiMc3vmo

CIMAL pun kembali beraksi. Kembali dengan betis telanjang, dengan kostum mewah kebangsaannya :p, Pak Presiden ikut terbungkuk-bungkuk di ladang berlumpur, meresmikan “Gerakan Tanam Padi”.

Bersamaan dengan gerakan swasembada pangan, pemerintah pun menghapuskan subsidi-subsidi lainnya seperti pupuk misalnya. Sudah lama tercium aroma busuk dari rupa-rupa subsidi salah sasaran seperti ini :(.

Siapakah yang terpukul atas keseriusan dan langkah-langkah nyata yang akan dan telah diambil pemerintah? Para MAFIA IMPOR pastinya :p.

Sudah menjadi rahasia umum, para MAFIA ini bergerak dengan bebas selama ini. Segala macam diimpor! -_-. Termasuk GARAM! Sungguh menakjubkan, Indonesia sebagai salah satu negeri dengan garis pantai terpanjang di dunia MENGIMPOR GARAM!

Ibu Susi yang nyentrik sudah menegaskan INDONESIA harus swasembada garam akhir tahun 2015! Diterjang segala berita miring dan rupa-rupa prasangka buruk, kini Ibu Susi sudah mulai sanggup membungkam kaum nyinyirun. Konon, pasokan ikan level internasional terguncang akibat kebijakan-kebijakan beliau ;). Go Bu Susi, Go Bu Susi ^_^. Percayalah, waktu akan berbicara!

Di masa pemerintahan lalu, Menteri Kelautan di masanya, Fadel Muhammad juga sudah pernah lho mengkritik tajam impor garam. Tidak hanya ngoceh saja, Pak Fadel nekat menyegel berton-ton garam impor di pelabuhan! Sayang sekali, langkah Pak Fadel tidak “mendapat restu” dari elit-elit lainnya :(. Singkat cerita, garam impor terus menjajah tanah air dan menikam produksi garam dalam negeri. Sila digoogling sendiri apa yang terjadi pada Pak Fadel setelah kenekatannya tersebut ;).

Bu Susi bebas melenggang, tentunya karena dukungan penuh dari BOS BESAR lah ^_^. Satu visi, satu misi ^_^.

Para MAFIA tentu tak tinggal diam. Perlawanan demi perlawanan terus dilakukan. Siapa tahu, pergolakan harga beras di banyak wilayah tak lepas dari campur tangan mereka yang tak rela lahannya dipangkas oleh pemerintah? ;). Wallahu alam :).

Tak mudah jalan pemerintahan baru untuk menebas “kalangan MAFIA” yang sudah beroperasi dengan “nyaman” selama bertahun-tahun. Termasuk mafia anggaran :D.

Pak Presiden tidak tanggung-tanggung. Mafia anggaran langsung disikut di jantung terkuat negeri, di IBUKOTA! :D.

Banyak lho yang menyanjung AHok setinggi langit karena sudah berani melawan “mafia anggaran” dan dengan sinis menghina Jokowi karena dianggap tidak seberani Ahok. Polos sekali sih orang-orang iniiiiiiii hehehehe. Gemas, gemas, gemas :p.

Coba lihat di video ini, pengakuan Ahok sendiri, https://www.youtube.com/watch?v=Phv3xgXxtRg … Saat ditanya oleh wartawan, “Kalau sudah ada indikasi dari tahun-tahun sebelumnya, mengapa baru ribut sekarang Pak?”

https://www.youtube.com/watch?v=Phv3xgXxtRg

Dengan ceplas-ceplos, Ahok menceritakan mengapanya, cek dari menit 3 : 55 ^_^. Berbeda dengan Ahok, Jokowi memang lebih ‘tenang’. Sama-sama cerdik dan pemberani, kok mereka berdua ^_^. Bedanya, mungkin di level kesabaran saja hahahahahahaha.

Ahok berkisah, sebelum-sebelumnya, Jokowi memberi sudut pandang lain, jika dilaporkan di kurun waktu 2013 dan 2014 misalnya, “Presiden bukan orang kita, Jaksa Agung bukan orang kita, untuk apa…tidak akan ada hasilnya.”

Di situlah mungkin terpikir soal e-Budgeting. Bagaimana “mengunci” kesepakatan anggaran karena selama ini percuma diperkarakan. Pihak DPRD akan terus berkilah, “Lho? Yang nyusun anggaran kan Pemrov? Kami tidak tahu apa-apa!” :p.

Keberuntungan pun datang. Jokowi menyeberang ke Istana. Kini, Monas dikepung oleh Jokowi dan Ahok dari utara dan selatan :p. Inilah saat yang tepat untuk bergerak ;). Dengan restu Jokowi, Ahok akhirnya meledak! Hahahhahaha. Jadi, jangan lo kira Ahok itu panasan doang. Otaknya juga jalan kaleeeee. Tidak mungkin dia berani bertaruh sebesar itu melawan raksasa DPRD tanpa ‘beking’ penting yang menyokongnya. Segala tindak tanduk Ahok ya sudah diberi lampu hijau oleh Jokowi ;).

Kali ini, DPRD mau merengek ke mana? Hahahaha. Satu demi satu partai mulai ada ancang-ancang menarik diri dari hak angket. Negosiasi di tingkat elit pasti juga berjalan dong ;). DPP sudah mulai menyuruh perwakilannya di DPRD untuk mundur saja. Walau ada yang nekat, macam Pak Haji yang rambutnya belah tengah hihihihi, tinggal masalah waktu saja.

Kalau KPK lagi kena ‘drama’, ada Polri yang perlahan tapi pasti sudah mulai dikuasai oleh orang-orang dekat Pak Presiden. Mau lari ke mana lo? Hahahahahaha.

Tak sedikit yang mengira pertarungan antara KPK dan Polri adalah pertarungan murni antara yang kejahatan melawan kebaikan #eaaaaaaa. Yang terjadi sebenarnya adalah… pertarungan antar elit ;).

Cuma saja, “elit” yang berlindung dan memanfaatkan simpati yang besar dari masyarakat kepada KPK belum benar-benar berani menunjukkan belangnya saja :p. Petunjuknya mah sudah bertebaran di mana-mana dan sudah muncul satu persatu ;). Tinggal tunggu gong-nya saja ^_^.

Tekanan kepada Pak Presiden memang cukup berat. Masyarakat yang tadinya mendukung pun sekarang mulai goyah :). Tak bisa disalahkan juga. Para lover kan juga tekanannya berat. Sedikit-sedikit disuruh gigit jari, sedikit-sedikit disuruh gigit jari hahahahahahahha.

Apesnya, saya juga kena mention di mana-mana hahaha. Sudah banyak yang tahu, dimari fans Pakde versi garis keras. Garis super keras hahahaha. Bersamaan dengan masa-masa kritis tersebut, saya juga mengalami masalah pribadi yang menyebabkan harus menghilang sebentar dari dunia FB :p.

Tak sedikit yang panik dan kirim inbox juga lho hahahahaha. Ada apa dengan Jokowi? Mereka mengadu. Eike berasa pengamat politik *benerinDaster* :v :v. Saya hanya menyarankan kepada mereka yang mau bersusah payah inbox ke saya, “Kalau tak sanggup tabayyun dan bingung, leave it!” :). Simpel kan? Jangan termakan hasutan media :). Kecuali memang kalian punya fakta komplit ;).

Kalau hanya mengandalkan emosi, biasanya hitam akan menjadi putih, putih pun mendadak bisa jadi hitam. Jadi, hati-hati mengolah informasi 🙂 –> https://www.youtube.com/watch?v=KG0zvYPPtUE

Kalau pun dituduh tidak cerdas, tidak kritis, penggemar buta, ya apalah daya dan upaya saya :p.

Dalam banyak pengalaman yang telah lalu, kalau tak punya informasi akurat, berprasangka baik akan selalu menjadi pilihan yang terbaik ^_^.

Masih ingat ini? 🙂

Allah Merahasiakan Masa Depan
Untuk Menguji Kita
Agar Berprasangka Baik,
Merencana Dengan Terbaik
Berusaha Yang Terbaik,
Serta Bersyukur Dan Bersabar

Mengkhawatirkan masa depan sama SIA-SIAnya dengan menyesali masa lalu. Masa depan adalah tempat kita berharap, masa lalu adalah tempat kita belajar. Jangan sampai terbalik ^_^.

Untuk Pak Presiden yang kini katanya tengah mengalami penurunan pamor (menurut timeline di dunia maya sih hahahhahaha), ini adalah pertarungan yang harus dilewati ^_^. Bagian utama dari ujian kepemimpinan. Kan bapak-nya sendiri yang mau jadi presiden? Resiko tanggung sendiri :D.

Bukankah memang begitulah adanya bahwa “Hidup yang tak pernah dipertaruhkan, tak akan pernah dimenangkan -Syahrir-”

Tekanan dari elit partai, tekanan dari publik dan media, bahkan menurunnya dukungan dari supporter setia pun, tidak membuat beliau patah arang. Tidak pernah rasanya saya mendapati berita, beliau mendadak curhat di publik hihihihihi :p.

Beliau tetap berkeliaran di segala penjuru negeri, tetap fokus di visi dan misi pembangunan terpadu untuk seluruh negeri ^_^. Coba saja lihat sepak terjangnya dari Januari sampai Maret ini. Jadwal blusukan jalan terusssssss. Situ mah bacaannya headline Detik sama Kompas melulu. Sekali-sekali ikuti perkembangan berita ekonomi secara luas lah ;).

Walau sesekali wajah kusut beliau pun tertangkap kamera. Tidak apa-apa ya, Pak. Tetap semangat mengobarkan semangat di setiap pelosok nusantara ^_^. Negari ini bukan hanya milik mereka, kaum menengah di perkotaan yang juga biasanya bagian dari penduduk dunia maya yang berisik hahahahahaha.

Simpan lelahmu dalam hati saja :).

Doa terbaik untuk pemimpin negeri semoga terus teguh memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Walau tentu tak mudah dan tidak mungkin untuk menyenangkan semua pihak :).

As they said,

The ultimate measure of a man is not where he stands in moments of comfort and convenience, but where he stands at times of challenge and controversy. -Marthen Luther King, Jr-

Stand still, Pakde. Stand still :).

Jokowi be the man

***

Pendidikan di Indonesia : Battle Hymn of The Asian Parents

Ring a bell? :D.

Yup, tahun 2011 silam Amy Chua menerbitkan buku fenomenal “Battle Hymn of The Tiger Mother”. Banyak kalangan pendidik barat yang habis-habisan mengkritik ‘curhat’ Chua dalam buku tersebut. Di situ, Chua bercerita mengenai caranya, yang disebutnya sebagai “cara Ibu China”, membesarkan kedua orang putrinya.

Cari reviewnya di internet, ya.Banyak ituh :D. Di berbagai forum emak-emak, buku ini juga dibahas habis-habisan.

Amy Chua & anak-anaknya (gambar : thetimes.co.uk)
Amy Chua & anak-anaknya (gambar : thetimes.co.uk)

Terbitlah kembali dua kutub yang sebenarnya bukan barang baru, sih –> cara barat vs cara timur. Melambangkan “timur” sepertinya akan lebih berat kepada tipikal cara hidup sebagian besar orang-orang di Asia.

Jujur sih, ya, after living in Ireland for 2 4 years, saya kurang sepakat dengan gencarnya kenyinyiran beberapa kalangan “mengkritik” tajam sistem pendidikan di tanah air.

Tapi marilah saya ceritakan sedikit hal-hal menarik yang mudah-mudahan bisa kita tangkap benang merahnya bersama. CMIIW ya :).

Dengar-dengar ada seorang teman (asal Asia) yang akhirnya memilih meninggalkan sebuah kota kecil di salah satu negara Eropa karena lumayan syok saat anaknya bilang, “When I grow up later, I’m gonna work for McD!”

Ini maksudnya mau jadi waitress atau penjaga menu di kasir gitu, lho. Gelisah lah si ortunya. Apalagi katanya diulang-ulang terus sama si anak. Hihihihi.

Tapi, cita-cita si anak tadi itu hal yang sangat lumrah di Eropa sini :D. Padahal kita, kaum menengah di tanah air, apa enggak stres bin galau kalau anak begitu khusyuknya ingin menjadi pelayan McD. Ngaku saja! Hahaha.

Living in (most part of) European countries, tentu berbeda dengan bermukim di negara-negara berkembang padat penduduk macam India-Cina-Indonesia dan teman-temannya :).

Dalam hidup bermasyarakat di suatu komunitas tertentu, satu sistem memengaruhi sistem yang lain. Termasuk sistem pendidikan orang Eropa yang katanya bagaikan surga dunia *tsaaaah*. Apa benar?

Dimulai dengan hal-hal kasat mata. Pendapatan perkapita Irlandia, terakhir ngecek, mencapai 46 ribu USD per tahun. Itu rata-rata per kepala. Indonesia? Kayaknya sampai sekarang pun belum nyampe 4 ribu USD per tahun hehe :D.

Tapiiiiii … jumlah penduduk Irlandia enggak nyampe 5 juta jiwa :D. Indonesia punya lebih dari 250 juta jiwa. Jadi, secara GDP, Indonesia ya jauh di atas Irlandia. Peta kekuatan ekonomi Indonesia sangat patut diperhitungkan di mata dunia. Jangan inferior-inferior banget lah ;).

Kalau melihat pendapatan perkapita di Indonesia, sekilas kok kayaknya miskin-miskin benar, ya. Salah! Salah banget.

Siapa bilang tidak ada orang-orang kaya di Indonesia? Yang terjadi adalah, kesenjangan sosial ekonomi yang sangat curam. Orang kaya sih ada, tapi yang hidup pas-pasan dan nyaris jatuh ke bawah garis kemiskinan jumlahnya, unfortunately, lebih banyak :'(.

Dari pendapatan per kapita tadi, rata-rata tiap orang di Indonesia bisa dibilang punya penghasilan 3 juta rupiah per bulan. Nyatanya? Petinggi-petinggi sales dan marketing di perusahaan multi nasional di ibukota gajinya bisa mencapai ratusan juta, tuh ;). Ketinggian ya? Oke, pekerja IT deh. Mungkin enggak ratusan juta, tapi puluhan juta per bulan juga bisa banget ;).

Kontras dengan itu, banyak lapangan pekerjaan yang gajinya megap-megap :'(. Tukang angkat-angkat barang misalnya. Pekerja-pekerja supermarket juga paling penghasilannya di bawah 2 juta per bulan. Bagus kalau permanen, itu juga mayoritas karyawan kontrak. Ada lho lulusan S1 yang rela digaji harian saking sulitnya persaingan mendapatkan pekerjaan.

What do you expect? Jumlah penduduk sedahsyat ini mau hidup santai-santai macam orang bule! Realistis sajalah ;).

Di Irlandia, pendapatan perkapita segitu apakah berarti diantara 5 orang pekerja dari berbagai level ada 1 orang yang gajinya 150 ribu USD dan 4 orang lainnya berpenghasilan 20 ribu USD saja per tahun? Tet tooot! Salah lagi! :D.

Ilustrasinya begini, misalnya di gedung apartemen yang saya tinggali sekarang. Saya punya tetangga seorang ibu-ibu asal Polandia mungkin, ya. Saya sering mendengar dia ngoceh bahasa aneh-aneh ke anak-anaknya hihihihi. Di sini pendatang Polandia juga banyak bener hehehehe. Anak-anak kami sekolah di sekolah yang sama. Saban pagi sering banget papasan pas sama-sama nganterin anak-anak.

Tiap hari dia si emak-emak tadi berseragam biru tua. Saya pikir kerja di supermarket mana gitu, ya. Eh, belakangan sering ketemu dia lagi ngepel-ngepel lantai dalam mal :D. Besoknya ketemu lagi dia lagi bersih-bersihin toilet di mal yang sama. Oh, petugas kebersihan di mal. Belakangan, dia malah lebih sering nyetir mobil nganterin anak-anaknya.

pendidikan di Indonesia
My apartment 😀 (gambar : daft.ie)

Apa-apaan iniiiihhh, yang istri engineer saja bisanya cuma jalan kaki ke mana-mana? :v :v ;v. Apa kabar belajar nyetirnya, Mbak? –> suami sudah nyerah kayaknya hahahahaha.

Tak lama sering melihat dia jalan bareng seorang laki-laki yang belakangan ternyata satpam di mal yang sama. Kayaknya suami istri, ya. Berprasangka baik saja ;). Sering melihat mereka berdua naik lift bareng di gedung apartemen.

Saya tinggal di gedung apartemen level lumayan. Agak jauh dari City Center tapi harganya lebih mahal daripada apartemen-apartemen di jantung kota. Sebelah-sebelahan dengan sebuah hotel ‘level lumayan juga’ di kota ini. Dari luar, gedung apartemen saya persis modelnya dengan bangunan hotel di sampingnya :D.

Nah, seorang engineer + istrinya yang pengangguran (hihihihi :p) bisa saja tinggal di gedung yang sama dengan sepasang suami istri yang berprofesi sebagai satpam + office girl sebuah mal :D.

Btw, di sini juga apartemennya memang bagus-bagus sih, ya. Enggak yang jomplang banget macam di Jeddah dulu hahahahahaha. Di Jeddah, harga sewa apartemen range nya luas banget. Mulai dari yang super duper murah sampai yang level compound ;).

Jadi, pemerataan ekonomi di negara-negara maju Eropa sudah sangat lumayan :).

Contoh lain : Di Athlone, penjaga apartemen kami namanya Philip. Orangnya gempal dan sudah berumur. Sekali seminggu dia libur. Ngapain? Main golf, Kakaaaaaa :D. Busyet, olahraganya level pejabat gitu hahahahhaha.

Pernah dia menghilang agak lama, katanya cuti. Jalan-jalan ke mainland. Mungkin ke Perancis dan ke Swiss. Penampilannya memang necis, sih. Sambil vakum lantai dan ngelap kaca dia sering mengobrol dengan penghuni gedung apartemen yang juga sudah berumur. Kalau dia lagi enggak pegang kain lap, pasti enggak ketebak yang mana yang penjaga apartemen yang mana yang penghuni apartemen :D.

Tak usahlah saya jelaskan nasib “penjaga apartemen” di Jeddah atau nasib satpam di Indonesia. Sakitnya tuh di … mana-mana! :'(.

Itu adalah sedikit dari pahitnya fakta yang harus kita terima sebagai bagian dari negara berkembang. Singkat kata, di negara-negara maju Eropa, mau jadi kasir supermarket pun, insya Allah sangat mungkin untuk hidup layak dan bersanding dengan profesi-profesi lainnya :).

Kasarnya begini, di negara-negara macam Indonesia atau Arab Saudi, susahlah mau hidup nyaman kalau enggak ada duit :p.

Fasilitas kesehatan yang mumpuni dan menyeluruh di Eropa tidak harus membuat kita jungkir balik mencari perusahaan keren yang mampu menyediakan asuransi buat kita dan anak-anak kita.

Tinggal di kota kecil semacam Athlone sini yang jumlah penduduknya hanya 20 ribu, tidak susah nyari sekolah. Malah boleh pindah-pindah sesuka hati. Gratis pula hihihihihi. Kualitas ya kurang lebih sama lah. Enggak ada ya, gedung sekolah yang beratap rumbia atau banjir kalau hujan atau bikin kita menggigil kalau winter :p. Di kota selevel dusun sini pun, gedung sekolahnya keren punya ;).

Dunia Pendidikan Anak Jihan Davincka
Primary School in Athlone (gambar : www.rte.ie)

Jadi, buat orang-orang sini tuh, kalau anak-anak mereka santai macam di pantai, ya memangnya kenapa? Toh, ada child benefit dari anak-anak lahir sampai mereka berusia 18 tahun. Universitas negeri memberikan subsidi bagi warga negara Irlandia. Bayar kuliah bisa murah kalau mau kuliah. Enggak mesti bersaing memperebutkan beasiswa dan mesti punya otak seencer kancil atau prestasi setinggi elang. Beasiswanya buat siapa saja asal mau kuliah :D.

Ogah kuliah, mau nyantai kerja di swalayan. Go for it. Penghasilannya enggak kecil-kecil amat. Dengan jumlah penduduk minim, lapangan pekerjaan cukup memadai. Enggak perlulah sampai bersaing melawan ratusan bahkan ribuan applicant melewati rangkaian psikotes, bahasa Inggris, group discussion, wawancara, yang kadang proses seleksinya saja bisa memakan waktu setahun! Hahaha.

Anak-anak kita yang tumbuh dan besar di tanah air memang perlu punya sense of competition yang memadai. Kalian boleh memuja-muja sistem pendidikan Eropa yang katanya tidak ada ujian sampai kelas 6 SD. Well, di Irlandia sih sejak kelas 2 tiap minggu ada ujian tuh ;). And I’m very thankful for that! ^_^.

Ada yang katanya enggak ngasih peer. Wah, saya memandang peer sebagai bentuk pertanggungjawaban buat si anak :). Anak-anak kan naturalnya gitu. Penginnya maiiiiinnnn saja. Bisa sih kita provide macam sekolah-sekolah di Skandinavia. Maiiiinnnn saja sepanjang hari. Tapi ingat dong ah, di sana rasio guru vs murid berapaaaaaa. 5 orang anak konon dipegang 1 guru. Mungkin gak pakai rasio yang sama di Indonesia-India-Cina dan teman-temannya. Mungkin gaaaaaaaaaa…

Di masa depan mereka, anak-anak kita di tanah air memang harus melewati fase-fase seperti itu. Kecuali kalian, the Asian Parents, tidak merasa keberatan dan merasa fine-fine saja jika suatu hari anak kalian berkata, “Ah, aku mah maunya jadi kasir Indomaret saja nanti. Enak, bisa kerja sambil baca komik.”

Are you ready? ^_^

Tenaga guru di Irlandia relatif banyak. Jumlah murid pun juga tidak membludak. Di sekolah anak saya, belajar membaca intensif itu sudah dimulai sejak usia 4 tahun di level Junior Infant. Tapi gurunya banyaaaaaakkkk. Guru membaca pun khusus. Anak-anak benar-benar dibimbing satu persatu tanpa perlu dibanding-bandingkan hasilnya dengan anak-anak lain.

Is it possible to do that in Indonesia? Gaji guru berapaaaaaaaaa???? Jumlah murid berapa? Dana subsidi berapa? Pengalihan subsidi barang-barang energi saja bikin kalian berteriak-teriak hendak menerkam Pak Presiden hahahahahaha.

TDL naik, ngamuk! BBM dicabut subsidi, nyinyir! Memangnya situ kira di Eropa listrik murah apa? Hahahahahha. Winter pun kudu tabah biar heater enggak perlu nyala terus-terusan :p. Dinginnya winter seberapa sih? Sini yok, sini yok, tapi jangan datang sebagai turis kalau mau merasakan “the real winter life” :D. Percayalah, salju itu hanya indah dalam layar televisi saja :v :v :v.

Di sekolah anak saya, sejak kelas 1 SD, biar belajar efektif, tiap mata pelajaran anak-anak dibagi menjadi beberapa sub kelas. Ini digabung untuk seluruh kelas di level yang sama. Misalnya dalam pelajaran matematika ada 3 level : advanced, intermediate, basic. Uniknya, semua anak Asia (India, Pakistan, Bangladesh, China, Malaysia, Indonesia) itu rata-rata ada di kelas advanced hihihihi. Iyalah, mama-mama Asia gitu lho. Roaarrrrrrr :v :v :v.

Tapi dalam sehari-hari, pembagian kelasnya random. Itu hanya berlaku di pelajaran-pelajaran yang memang butuh skill khusus dan biasanya bervariasi sesuai kemampuan anak, misalnya : matematika dan bahasa.

Konon, Irlandia ini dijuluki sebagai Negeri Zamrud. Indonesia juga kan, ya. Zamrud Khatulistiwa ^_^.

Bentang alam Irlandia mayoritasnya adalah padang rumput. Rumput memang punya daya tahan yang bagus dalam berbagai musim. Irlandia juga tidak mengenal musim dingin level kronis macam-macam negara-negara di wilayah utara sana. Musim dinginnya paling banter -2 derajat saja.

Curah hujan cukup sering di Irlandia tapi kalau hujan tidak seganas di Indonesia hehehe. Sementara di Indonesia, ada wilayah yang kaya dengan hutan hujan tropis nan lebat macam Kalimantan dan Sumatera. Di Sulawesi pun, banyak hutan yang pohon-pohonnya tinggi menjulang. Ingatnya, hutan Pinus di Malino.

Sama-sama negeri Zamrud, tapi semesta menciptakan bentang alam yang berbeda. Tergantung musim dan cuaca yang menerpa masing-masing wilayah.

Dan begitu pulalah seharusnya kita memandang isu-isu kemasyarakatan antar negara dan wilayah :). Masyarakat kita ditempa dengan ‘musim’ dan curah hujannya masing-masing. Apa yang mereka lewati mungkin beda dengan apa yang harus kita hadapi.

Jangan sedih jika ternyata kita merasa kok cobaan kita lebih berat. Percayalah, alam yang keras, jalan kehidupan yang terjal, akan membentuk pribadi-pribadi yang lebih istimewa. Insya Allah :).

Jangan dikit-dikit Eropa, dikit-dikit Eropa lah.

Curah hujan yang lebih kejam, kelembaban yang tinggi, buktinya mampu mencetak batang-batang beringin yang lebar dan kokoh. Tidak hanya akan menghasilkan rumput cimik-cimik yang hanya mampu tumbuh sekian-sekian centi saja :D.

Memang, prinsip pendidikan jangan sampai memaksakan terlampau ‘kejam’ dan hanya akan mencetak robot-robot haus prestasi tanpa semangat berbakti :). But again, secara mental, kita, orang tua Asia, memang harus LEBIH berjiwa petarung. Kondisi kita berbeda.

Jawab tantangan itu. Mari menjadi bagian dari solusi bukan terus-terusan jadi orang yang HANYA paling pinter ngasih lihat masalahnya di mana ;).

Anak-anak harus kita persiapkan untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat dan berat. Siapa bilang kita harus mengorbankan prinsip-prinsip hidup utama saat menuntun mereka menyongsong masa depan? Tidak juga kan? Tapi ya, jangan juga lebay ah, pengin mengadopsi rumput-rumput kecil yang dibesarkan dalam dekapan alam yang lebih nyaman?

Heyyyy, bukankah kita memang ditakdirkan untuk membesarkan pohon-pohon beringin? Yang batangnya lebar nan kokoh, dtiopang oleh akar yang kuat, daun-daunnya rimbun dengan cabang-cabang pohon yang tumbuh sampai ke mana-mana. Yang sanggup bertahan dalam terpaan hujan badai dan kemarau panjang.

Untuk membesarkan pohon raksasa selevel beringin, bukankah memang selalu ada harga yang harus kita bayar? 😉

pendidikan di Indonesia
Gambar : manusimanusia.blogspot.com

***

Tahun Kambing, Tahun Kasih Sayang :)

Dulu, pernah ada semacam pertanyaan seperti ini, “Jika dunia mau kiamat, hanya ada kita seorang tersisa di dunia ini. Kita hanya diberikan satu perahu yang bisa kita tumpangi bersama satu hewan yang boleh kita bawa, maka hewan apa yang akan kalian pilih? Apakah burung, kuda, macan, atau kambing?”

Jawab cepat secara spontan :D.

 

Gambar : indochina.com
Gambar : indochina.com

Konon pilihan kita menunjukkan prioritas kita dalam memandang kehidupan *tsaaaah*. Keempat binatang tersebut masing-masing melambangkan:

Kuda = karier/pekerjaan
Burung = harta kekayaan
Macan = harga diri
Kambing= kasih sayang

Tempo hari saya posting di wall FB, banyak yang bertanya, “Korelasi antara kambing dan kasih sayang apa, ya?”

Mari kita sesuaikan konteks ceritanya. Siapa sih yang mau bawa-bawa kambing yang susah dibawa-bawa dan ribet penanganannya itu? ;). Instead of menolong, malah kita yang harus ngangon kambing di situasi sulit begitu hehehehe.

Konon, di dunia nyata memang jarang orang yang milih KAMBING. Banyakan yang memilih BURUNG. BURUNG kan gampang, bisa terbang sendiri dan enggak perlu kita tuntun. KUDA bisa kita tunggangi dan MACAN tergolong hewan kuat yang bisa menjaga dirinya sendiri dan bisa menjaga kita juga. Begitu kira-kira filosofinya ^_^.

Burung yang juga melambangkan hal-hal yang mudah datang dan pergi semudah burung mengepakkan sayap. Ya itulah harta kekayaan alias uang ;).

Jangan serius-serius amat, sih hehehehe, Untuk iseng-iseng ajah ;).

Dalam kalendar Tionghoa, kita memasuki tahun baru, nih. Tahun Kambing :). Shio kelahiran saya :D.

Makanya, saya share cerita bersambung ini aja, deh, hihihihi. Again and again, mungkin banyak yang sudah pernah baca :p. Judul asli sebenarnya “Temanku Cina” :D. Tapi diganti dikit biar lebih ‘halus’ hehehehe.

Tahun baru Kambing. Merujuk di kisah awal yang saya share tadi, memilih membawa kambing dalam situasi genting melambangkan prioritas hidup kita terhadap kasih sayang :). Semoga, kasih sayang itulah yang akan lebih banyak menghiasi hari-hari ke depan kita semua.

Selamat tahun baru. Selamat Imlek buat kita semua. Gong xi fa chai, semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kita semua.

Super late post :D.  Hahaha.

Ada apa sih menghilang sampai agak lama? Sebenarnya ini adalah kabar gembira, sih. Tapi nantilah dibahas kapan-kapan ;).

Gong xi…gong xi ^_^.

Gambar : allpicts.in
Gambar : allpicts.in

Baby 3 Parents – Issue, Who are We to Judge

Per 3 Februari 2015, secara resmi MPs (Members of Parliament) di UK meloloskan undang-undang untuk melegalkan seorang anak untuk terlahir dari mengkombinasikan DNA code dari 3 orang.

Isu “Baby-3-Parents” sudah menguak sejak awal tahun 2000-an silam. Dengan demikian UK menjadi negara pertama yang melegalkan praktik medis “Baby-3-Parents” ini.

Saya jadi tertarik menulis dan memberikan informasi terkait karena marak juga ya komentar “salah kaprah” alias asbun soal isu ini hihihihihi :p. Mulai dari tuduhan “melegalkan threesome” (hahahhahahaha, ngakak sampe mules :p) sampai komentar-komentar miring lainnya yang saya yakini, itu pasti yang komen pasti pada kagak ngarti dah apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Baby-3-Parents” ini :D.

Misalnya, “Astagfirullah, manusia mulai gila dan melawan tuhan” atau semacam “Semoga kita tidak terjebak dalam sesat pikir macam ini” etc, etc, etc :p.

Sampai kapan sih hobi asbun ini akan terus dibudidayakan? :(. Saya tidak dalam posisi mendukung pelegalan teknik medis ini. Cuma berusaha memberi sudut pandang lebih lengkap biar enggak gemas melihat reaksi-reaksi enggak nyambung menggempur dari berbagai arah :v :v :v.

First of all, “Baby-3-Parents” had nothing to do with any sexual activities macam yang ada di otak-otak kotor kalian yeeeee :p. Baby3P adalah pengembangan lebih lanjut dari proses IVF (In Vitro Fertilization) yang umum kita kenal dengan istilah “bayi tabung” ;).

Penelitian medis menunjukkan terdapatnya kalangan perempuan yang walaupun terlahir dan berkembang normal, mereka membawa gen pembawa penyakit-penyakit yang berbahaya semisal kerusakan otak, gagal jantung, cacat fisik permanen dan vital, dan sebagainya. Mereka ini diistilahkan dengan sebutan “Carrier”, pembawa gen.

A carrier is an individual who carries and is capable of passing on a genetic mutation associated with a disease and may or may not display disease symptoms. Carriers are associated with diseases inherited as recessive traits.
Carrier – Glossary Entry – Genetics Home Reference
ghr.nlm.nih.gov/glossary=carrier

Gen ini bisa mereka turunkan kepada anak-anak perempuan mereka. Anak-anak mereka bisa terlahir normal tapi akan menjadi “another carrier” yang akan terus berlanjut ke generasi selanjutnya. Kemungkinan lain, anak-anak dari para Carrier ini ya menderita cacat seumur hidup sesuai “kerusakan gen” yang diwariskan oleh ibunya :(. Begitu seterusnya.

Nah, sebuah tim medis di UK bertahun-tahun terus melakukan penelitian untuk memberikan alternatif lain untuk mencegah penyakit-penyakit berbahaya ini terus menerus menurun dari generasi ke generasi :). Jadi, tujuannya adalah untuk “menyelamatkan beberapa keluarga dari potensi memiliki anak cacat karena kelainan genetik tadi”.

Penyakit-penyakit yang dimaksud tadi, yang efeknya adalah cacat seumur hidup tanpa bisa diobati sama sekali :(, dikenal dengan nama “mitochondrial disease”. Ternyata, penelitian B3P menghasilkan sebuah teknik baru untuk menghindari si mitokondria-mitokondria “bermasalah” dari sang Ibu ini. Dengan cara mengambil sumbangan mitokondria-mitokondria dari perempuan lain yang “normal” (bukan Carrier).

Dari sinilah, muncul istilah 3 Parents :D. Karena DNA si anak, yang umumnya hanya diwarisi dari ayah dan ibu biologisnya saja, sekarang ada tambahan mitokondria dari perempuan lain.

Mitokondria adalah bagian dari DNA code. Hanya sekitar 0.05% dari susunan DNA. Mitkondria ini juga BUKAN bagian DNA Nuclear yang bertanggung jawab atas pembentukan karakter, sifat, warna kulit, warna rambut, ciri fisik terlihat lainnya, yang pastinya TETAP akan diwarisi dari orang tua “biologis”nya saja ^_^.

DNA Nuclear ini jumlahnya sekitar 22 ribu-an gen, sementara sekumpulan mitokondria tadi hanya sekitar 37 gen. Di video ini ada sedikit ilustrasi sederhana bagaimana proses pembentukan DNA si anak dengan metode B3P ini :). Monggo disimak di video berikut, ya. Mulai dari detik ke-55 … simulasinya jadi agak sedikit mudah dipahami oleh awam-awam medis macam kita-kita ini hehehehe –>

https://www.youtube.com/watch?v=oKHKRji1qzw

Tentu saja dalam praktiknya, ya pasti tidak sesederhana itu. Lebih rumit dan membutuhkan tingkat kehati-hatian super tinggi.

Salam hormat saya bagi mereka yang berkecimpung di dunia penelitian yang jauh dari gemerlap dunia semata hanya untuk perbaikan kualitas hidup manusia :). Ini pasti penelitiannya ribet minta ampun, menghabiskan waktu berapa ratus jam di lab, melototin hal yang sama tiap hari, bolak balik bereksperimen dengan hal yang itu-itu juga demi hasil yang lebih paten. Tak hanya butuh ketekunan luar biasa, tapi harus dipersenjatai dengan NIAT sekeras baja untuk terus mencoba dan mencoba. Salute.

Tentu saja, teknik medis seperti ini tak lepas dari kontroversial yang cukup tajam. This is very-very-very debatable. Bahkan untuk internal UK sendiri. Uni Eropa pun mulai bersuara dan bereaksi.

Dewan Gereja sejak awal terus konsisten MENOLAK pelegalan upaya medis ini. Concernnya terkait masalah etik dan pendekatan secara agama pastinya ya :).

Ahli-ahli medis di luar tim peneliti B3P pun tidak sedikit yang menentang keras. Efek samping atau jaminan “keamanan” atas bercampurnya mitokondria “donor” tadi dengan DNA nuclear sang orang tua biologis si anak adalah hal yang paling marak disuarakan oleh ahli medis yang kontra tadi. Ditengarai, efek sampingnya justru membuat si anak, secara fisiologis lebih mudah terkena penyakit-penyakit degeneratif seperti kanker misalnya. Semacam pepatah, lepas dari mulut buaya masuk ke mulut singa.

Tentu, banyak pertimbangan yang harus diambil terkait masalah ini. Dari sudut pandang agama, sudut pandang medis, sudut pandang orang tua di mana sang Ibu ternyata adalah Carrier, sudut pandang sosial, sudut pandang ekonomi terkait cost dan lain sebagainya.

So, please kindly have some mercy here :). Kalau sulit menerbitkan sikap simpati, setidaknya pakailah empati kalian. Jangan mentang-mentang punya anak normal, seolah urusan seperti ini menjadi bias dan membuat kita saklek mentah-mentah di satu sudut pandang. Let’s put ourself in those parents shoes :).

Tujuan awalnya sama sekali tidak ada kehendak untuk melawan Tuhan atau menciptakan individu-individu super yang melampaui kodrat manusia biasa heheheh. Soalnya ada juga yang kepikiran soal manusia mutan hahahhhahaha. Jadi ingat Donatello-Michelangelo-Leonardo-Raphael gak sih :D.

Memang sih, bisa saja, pelegalan teknik ini, jika tanpa pengawasan intensif, bisa berkembang ke hal-hal lain yang tidak diinginkan. Seperti kritikan tajam dari Dewan Gereja dan banyak pihak di UK sendiri, “Metode ini suatu saat akan menciptakan profesi-profesi baru seperti ‘designer bayi’ misalnya.” :(.

Tapi di video yang sama tadi, ucapan dari Dame Sally Davies (Chief Medical Officer for England), cukup patut untuk kita renungkan, “The parents want this… and I supposed the question is … why would we allow these families to still suffer when we have it in our hands to do otherwise?”

Muncul banyak pertanyaan penting seperti misalnya :

1. Apakah ibu dengan potensi Carrier tidak seharusnya dibiarkan melahirkan saja? Daripada terus-terusan mewariskan kelainan gen yang menyebabkan cacat vital tadi?

2. Apakah jalan aborsi bisa ditempuh jika kelainan sudah diketahui sejak janin?

3. Apakah memang Tuhan menakdirkan beberapa individu terlahir dengan cacat berat permanen sebagai penguji iman orang tua?

4. Dan apakah kita yang mungkin beruntung tidak ditakdirkan sebagai orang tua dari anak-anak cacat berat seperti ini tidak perlu memikirkan orang tua lain yang punya takdir ‘malang’ begini? Biarin ajalah, suruh banyak-banyak berdoa saja? Itu kan takdirnya dia. Orang mah punya takdir sendiri-sendirilah.

5. Atau jangan-jangan Tuhan sedang menguji perhatian dan ilmu kita? Bukankah konon semua penyakit itu ada obatnya?

6. Atau merujuk ke ucapan Dame Sally Davies di atas, “Mengapa kita harus membiarkan keluarga-keluarga ini terus menderita jika ternyata kita punya cara untuk mengakhirinya?”

Dan seterusnya, dan seterusnya …

Iya sih, this is very-very-very debatable. Semua pihak punya pembenarannya masing-masing.

Menurut saya, respons terbaik yang bisa kita berikan kalau tak mampu memberikan solusi, adalah … DIAM :). Ketimbang asbun pun ya hehehehe. Kalau pun tak mau tahu mungkin lebih baik. Ikuti saja berita dan perkembangannya. Ketimbang cuma baca judul dan langsung menghajar dengan komentar penuh prasangka? ;).

Who are we to judge :).

Saya sih tahu diri pengetahuan medis cetek, pengetahuan agama pas-pasan.

Kontrasepsi buatan saja sangat saya hindari hingga saat ini :D. Apalagi teknis medis tingkat tinggi model begini. Gak nyampe otak kecil ini untuk menyamainya hahahahaha. Untuk diri sendiri lho ya, tidak bermaksud menghakimi kalian yang memilih menggunakan kontrasepsi buatan ^_^.

Mungkin saya ini hokinya bagus, dengan kontrasepsi alami saja, alhamdulillah selama hampir 8 tahun ini sukses mengontrol jarak kelahiran. Allahumma Rabbana.

Rabbana innanā amanna, faghfir lana, dhunoobana wa-qinna ‘adhāāban-naar
(Our Lord! we have indeed believed: forgive us, then, our sins, and save us from the agony of the Fire)
[surah Ali’ Imran; 3:16]

Segala Pujian dan Kuasa hanya untuk Allah semata :). Saya mah apa atuhlah mau sok-sok bikin fatwa hahahahahhaha :p. Jadi, salam damai yaaaa ^_^, kontrasepsi buatan atau alami, yang penting keluarga sehat sejahtera selalu. Amin, amin ya rabbal aalamiin.

Again … who am I to judge :).

Who-am-I-to-Judge katiewebber com

Cerita Islami Inspiratif : Resensi Buku Kembali Menjadi Manusia

Buku ini berisi kumpulan cerita cerita islami inspiratif (y).

Judul Buku : Kembali Menjadi Manusia

Pengarang : Doni Febriando
Penerbit : Elex Media – Gramedia

“Islam, Membungkus Kebenaran dengan Kebaikan”

***

3 bintang pertama (out of 5) pasti akan langsung saya berikan pada pemilihan kata dan cara mengisahkan penulis yang sangat mengalir dan bikin betah. At least, buat saya, lho, ya.

Mengikat pembaca sejak halaman pertama adalah salah satu hal yang cukup sulit buat seorang penulis. Bravo, Mas Doni :). Poin ini ditaklukkan dengan cukup baik. Buku ini sudah sukses memaksa saya membacanya secara beruntun sampai halaman terakhir sampai telat keluar dari kamar padahal sudah bangun sejak dini hari hehehe. Dipelototin suami, deh hahahhaha.

Buku ini terdiri dari 26 esai yang direkatkan dalam 5 bab. Dilengkapi dengan 8 buah puisi.

Cerita islami inspiratif buku kembali menjadi manusia

Tapi sedikit masukan, ya. Kalau berbicara walisongo kayaknya kurang tepat kalau menyebut-nyebut Nusantara. Mungkin lebih cocok di Pulau Jawa saja :D. Saat walisongo aktif menyebarkan Islam di Pulau Jawa, secara bersamaan ada ulama-ulama lain yang juga mendakwahkan Islam di Sumatera dan Sulawesi. Sumber : buku “Ulama & Kekuasaan” (Penulis : Jajat Burhanuddin).

Jangan khawatir, buku ini tidak melulu membahas walisongo doang, kok :D. Isinya lebih luas.

Walau memang bernapaskan Islam, penulisnya menolak buku ini disebut buku agama. Iya sih, sesuai judulnya, buku ini cocoknya disebut “buku kemanusiaan” :D. Genre apa pula itu? :v :v :v.

Bagi yang ingin membuka wawasan terhadap ajaran Islam, bolehlah dijajal buku ini untuk mendapatkan sudut pandang yang lain tentang ajaran yang punya pakem “rahmat bagi seluruh umat manusia.”

Ah yang benar, rahmat bagi umat manusia atau umat muslim doang, nih? :p.

Penulis mempunyai satu penjelasan yang mumpuni untuk keraguan di atas. Bahwa yang namanya kebaikan itu posisinya justru lebih tinggi daripada kebenaran. Lagipula, jika manusia berbicara kebenaran, bisa ribet urusan :p. Karena, yang Mahabenar itu hanya Tuhan semata dong ya, dalam keyakinan kita sebagai umat beragama.

Kecuali ada yang menganggap, “Lah, saya mengerti semua kok Tuhan maunya apa. Saya ini bicara berdasarkan kata Tuhan.” Nah lho! Ngeri, kan? Tuhan punya kembaran gitu? Hahaha :p.

Apakah terbayangkan jika “kami paling benar” ini tidak cuma satu tapi ada beberapa bahkan banyak. Berapa banyak kesusahan hidup yang harus ditanggung oleh umat manusia? :(.

Di sinilah penulis mulai menjabarkan makna pentingnya manusia untuk selalu sadar diri.

Tulisan “Termasuk yang 72 atau yang 1?” adalah tulisan pembuka. Rasulullah sendiri yang berpetuah, umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan. Makin mencekam dengan lanjutan, hanya ada 1 golongan yang selamat, sedangkan 72 golongan lainnya tersesat.

Pasti langsung pening nyari pengajian mana ini yang cucok hihihihi. Harus ikut NU apa Muhammadiyah? Harus ikut PPP, PKB, atau PKS?

Penulis menguraikan pentingnya kita untuk selalu merasa bagian dari yang 72 itu ketimbang ngotot bahwa kita adalah yang 1 golongan. Selalu merasa tersesat akan membentengi kita dari perasaan tinggi hati dan mendekatkan kita pada rasa rendah hati ;). Mengakui diri masih kurang akan terus menggenjot kita untuk melakukan perbaikan diri demi mengharap rahmat dariNya.

Tak sadar, fokusnya akan selalu di diri kita sendiri. Tak banyak waktu lagi mengorek-ngorek aib orang lain. Senantiasa mencari kebaikan dalam diri orang lain. Bukankah rahmat dan ampunan Allah jauh lebih luas dari jagad raya dan seisinya? Siapalah kita hendak menelaah pikiran dan kebijaksanaan Tuhan? Siapalah kita mau cap cip cup kembang kuncup, ribet sendiri mikirin siapa yang masuk surga siapa yang masuk neraka? :D.

cerita islami inspiratif

Kategori golongan yang dimaksud bukan kriteria organisasi apalagi kartu tanda anggota :D. Tapi kepada karakter manusia-nya. Karakter kita ngikut siapa? Ya mengikuti sunnah-sunnah dan cara hidup rasulullah :). Walau tak akan sesempurna beliau, minimal kita terus mengupayakan seoptimal yang kita bisa ;).

Sunnah rasulullah? Horeeeee … poligami, poligami, poligami! :v :v :v.

Yang perempuan jangan cemberut dulu. Penulis punya satu artikel yang mengupas tentang “Monogami Juga Sunnah Rasul”. Ah, masa, masa, masa? Katanya kalau istri cuma satu mah artinya cemen. Poligami sering dianggap titik lemah Islam karena bertolakbelakang dengan jargonnya, “Memuliakan derajat perempuan.”

Baca sendiri di bukunya yaaaaa, penjabarannya sangat runut dan tidak ada yang aneh-aneh dari yang selama ini sudah pernah kita dengar :).

Penjabaran macam apa sih? Buku ini juga banyak menyebut-nyebut soal menjabarkan ibadah via ilmu tasawuf. Ibarat manusia, ilmu syariat adalah tubuh, ilmu hakikat adalah ruh. Jadi, ilmu fikih harus didampingi dengan ilmu tasawuf. Tasawuf ini juga yang akan terus menjaga agar kebenaran-kebenaran yang kita sampaikan terus menerus terbungkus dalam kebaikan. Mencerahkan bukan menyakiti. Membujuk bukan mengancam.

Kemampuan mencerahkan dan membujuk (bukannya menghina apalagi menakut-nakuti) yang menjadi kunci keberhasilan penyebaran Islam secara damai dalam tempo waktu cukup singkat di Jawa oleh para Walisongo.

Ilmu niat diperkenalkan sejak awal. Semua kegiatan kita sehari-hari jatuhnya ibadah kalau disertai niat yang benar. Tidur lebih awal itu pemalas? Enggak juga. Kalau niatnya untuk menjaga kesehatan jatuhnya ya ibadah juga. Kalau niatnya mau begadang nonton bola ya bisa lain lagi urusannya :p –> ini contoh dari bukunya langsung, ya :D.

Bukannya mengatakan sedikit-sedikit masuk neraka, walisongo menerapkan ajaran sedikit-sedikit masuk surga. Jadi, masyarakat awam mudah tertarik dan ajarannya diterima dengan suka cita ^_^.

Kutipan dari buku, “Akhirnya, para petani semakin mencintai sawahnya, para pencari kayu bakar semakin mencintai kelestarian hutan, para nelayan semakin mencintai perahu layarnya, dan sebagainya. Semakin cinta, karena Walisongo giat menyadarkan nenek moyang kita, bahwa semua keseharian umat manusia ternyata adalah jalan menujuNya, asal diniati untuk Allah.”

Soal kepercayaan penduduk saat itu yang memuliakan sapi, disikapi oleh Walisongo dengan menunjukkan surah Al Baqarah, bahwa Islam pun memuliakan hewan sapi :). Saat hari raya qurban, sapi tidak boleh disembelih, diganti dengan kerbau.

Kutipan dari buku, “Di atas ilmu fikih, masih ada ilmu ushul fikih, dan di atasnya lagi masih ada ilmu tasawuf. Maksudnya, menghargai perasaan orang lain lebih diutamakan, daripada sekadar halal-haram. Kebaikan lebih utama daripada kebenaran.”

Dan banyak suri tauladan ala walisongo yang disampaikan dalam tulisan-tulisan lainnya. Seperti dalam “Jejak-jejak Walisongo” dan “Bertemu Walisongo di Candi Prambanan.”

Tulisan “Beberapa Jalan Mudah Menuju Surga” juga jangan sampai dilewatkan. Penekanan bahwa ayat-ayat alquran sebenarnya lebih banyak membahas aturan bermuamalah dalam kehidupan sosial. Untuk melengkapi argumen saya tempo hari untuk membantah tuduhan kaum atheis ya, kalau agama hanya peduli pada ritual individu semata. Dalam Islam sendiri, jelas tidak begitu ;).

Allah Maha Pengasih
Allah Maha Pengasih

Berbakti kepada kedua orang tua dalam kondisi apa pun, menyayangi makhluk lain ciptaan Tuhan seperti binatang dan lingkungan hidup, bisa menjadi modal penting asalkan dilakukan dengan istiqamah dan terus menerus.

Belajar memahami kondisi orang lain bisa dijadikan senjata ampun untuk menjaga dari sifat tinggi hati yang sering berujung penghakiman kepada orang lain. Jangan berpikir kehidupan ini seperti buku teks. Apalagi mencoba memasangkan ukuran-ukuran dari pengalaman kita kepada orang lain.

Kehidupan ini sangat kompleks. Seperti contoh dalam buku, memandang pelacuran. Jangan terlampau mudah mengklaim melacur = masuk neraka. Masih ada wacara lain, “menolong”.

Kutipan dari buku, “Kalau tidak bisa memperbaiki, jangan merusak. Kalau tidak bisa membuat seseorang keluar dari kubangan lumpur dosa, jangan melemparinya dengan batu. Kalau kita tidak bisa menolong seseorang keluar dari pekerjaan melacurkan diri, kita jangan sampai menambah kesedihannya.”

Rasa belas kasihan itu adalah sifat dasar manusia yang seharusnya makin tergali seiring keyakinan kita kepada Tuhan. Bukannya malah terkikis atas nama agama :(.

Makna-makna ibadah ritual dari ilmu tasawufnya juga dijabarkan di sini. Hikmah-hikmah di balik gerakan salat misalnya. Agar kita tidak “Meninggalkan Allah di Atas Sajadah”, salah satu judul tulisan lain dalam buku ini.

Demikian garis besar isi buku “Kembali Menjadi Manusia”. Semoga kehangatan dan ketenangan bisa kita peroleh dari isinya. Kedua hal yang mudah-mudahan bisa menguatkan kita bahwa siapa bilang menjadi orang saleh itu mengharuskan kita memusuhi ajaran lain? Apakah akidah yang teguh terkadang mewajibkan kita harus memilih hal yang dirasa tidak nyaman dan menyakiti orang lain?

Kebaikan itu posisinya selalu paling atas ;). Kebaikanlah yang seharusnya membungkus semua kebenaran yang kita yakini.

Secara keseluruhan 4.5 bintang (out of 5) untuk buku ini :D. Segera akan saya list di akun Goodreads saya :D.

Akhir kata saya kutipkan ini kalimat yang pernah saya baca di salah satu tulisannya Mas Iqbal Aji Daryono (entah yang mana hihihihi). Kurang lebihnya begini, “Kita tidak boleh lupa, selain mengakui hak kita sebagai umat beragama kita tidak boleh lupa kewajiban kita sebagai … umat manusia :).”

Dia manusia, mereka manusia, kita pun manusia. Manusia, tempat salah dan lupa (Al insaanu mahallul khatha wan nisyaan). Mari … kembali menjadi manusia.

Selamat membaca ^_^.

Kembali Menjadi Manusia

Athlone, Januari 2015
-Jihan Davincka-

***