Bahrah Mekkah pic Dani Rosyadi

Piknik ala Gurun, Petualangan di Kotak Pasir Raksasa

 

(dimuat di Majalah Parenting Indonesia edisi Oktober 2015)

Oleh Jihan Davincka

***

Bermukim di Arab Saudi, Sang Negeri Penjaga Dua Kota Suci, memang agak unik. Ada beberapa peraturan lokal yang tidak umum diberlakukan di negara-negara lain. Semisal aturan bahwa perempuan tidak boleh menyetir mobil dan harus mengenakan abaya panjang berwarna hitam di ruang-ruang publik atau tempat-tempat umum.

Awal bermukim di kota Jeddah, bukan cuma masalah penyesuaian dengan banyaknya hal baru yang memenuhi kepala. Tapi juga kekhawatiran terhadap lingkungan baru bagi anak-anak.

Selama di Jakarta, saya tinggal dalam lingkungan perumahan kompleks. Tiap sore anak-anak bebas bermain di luar rumah. Bercanda dengan teman-temannya atau sekadar berlari-lari sambil bermain bola. Naik sepeda ramai-ramai juga sering.

Di Jeddah, suasananya berbeda. Kami tinggal dalam lingkungan apartemen. Lingkungan sehari-hari cenderung tertutup. Perempuan tidak terlalu  bebas kemana-mana. Boleh saja, sih, kemana-mana sendirian tanpa suami. Tapi tidak mungkin tiap sore menenteng anak bermain di playground yang harus ditempuh dengan berkendaraan.

Ternyata, ada banyak tempat-tempat menarik selain dua kota suci Mekkah dan Madinah. Tiap minggu, saya sekeluarga bermain ke taman bermain gratis yang tersebar di berbagai penjuru kota. Tiap bulan kami piknik bersama-sama dengan keluarga asal Indonesia lainnya yang bermukim di Jeddah. Semacam acara gathering keluarga.

Kehidupan perempuan di Jeddah Jihan Davincka
Teman-teman di Jeddah 🙂

Salah satu sisi positif tinggal di Saudi karena banyaknya keluarga perantau yang sama-sama berasal dari Indonesia juga. Rasa kesepian mudah dihalau karena banyak teman untuk berbagi.

Menghabiskan Senja di Gurun Bahrah

Lokasi: Kota Bahrah 

No. Telp./Website: –

Jam Buka: Buka sepanjang waktu

Harga Tiket: Gratis

Anak-anak saya dari dulu paling suka bermain pasir. Di taman-taman bermain umumnya disediakan arena untuk bermain pasir berupa sebuah kotak yang luasnya beragam. Umumnya memuat hingga belasan anak untuk bermain pasir dalam waktu yang sama.

Bayangkan bagaimana senangnya mereka diajak piknik ke padang pasir nan luas. Beramai-ramai pula dengan teman-temannya yang lain.

Belum lengkap  rasanya tinggal di Negeri Gurun jika belum mencoba menaklukkan daerah gurun. Di suatu sore saat akhir pekan, kami diajak teman-teman menghabiskan senja di Gurun Bahrah.

Gurun Bahrah Padang Pasir di Arab Saudi
Gurun Bahrah, Arab Saudi, foto : Dani Rosyadi

Kami pun pernah beramai-ramai menjajal Gurun Bahrah yang letaknya tidak jauh dari Kota Mekkah. Berangkat dari Kota Jeddah, hanya perlu menyetir sekitar 30-40 menit.

Sepanjang perjalanan saja, banyak area gurun berpasir yang kami lewati. Kepala anak-anak sudah menempel di kaca mobil, “Nanti kita yang ke sana itu, ya, Ma. Nanti bikin benteng-benteng ya, Ma. Boleh guling-guling, ya, Ma?”

Mereka sudah tidak sabar. Saya menanggapi sambil tertawa kecil, “Iya, iya. Nanti tempatnya kayak gitu. Tapi enggak boleh dorong-dorongan, ya.”

Benar saja. Anak-anak tampaknya tidak membuang waktu begitu kami tiba di lokasi. Anak-anak kami meluncur bolak balik di atas gundukan-gundukan pasir  yang berbentuk bukit-bukit kecil.

Pasirnya halus nyaris tanpa kerikil sama sekali, begitu diinjak biasanya langsung terburai. Asyiklah anak-anak menjerit sambil tertawa, “Awas tenggelam, pasirnya goyang-goyang.”

Bahrah Mekkah pic Dani Rosyadi
Anak-anak di Padang Bahrah (foto : Dani ROsyadi)

Kami, para orang tua saling melempar tawa melihat hebohnya mereka lari-larian ke sana ke mari. Di mata mereka, wilayah gurun mungkin sudah semacam kotak pasir raksasa.

Angin agak kencang saat hari masih terang. Menjelang senja, barulah mereda. Saat itulah, para ibu-ibu segera menggelar tikar dan membongkar barang bawaan masing-masing. Jauh-jauh Selepas senja memang sudah berniat makan malam bersama di sana. Namanya orang Indonesia, tidak bisa lepas dari selera nusantara. Jauh-jauh ke gurun, menunya tetap saja bakso kuah dan sate ayam.

Menjelang malam, mentari yang menjadi satu-satunya sumber penerangan di wilayah gurun mulai menghilang. Lampu-lampu mobil kami nyalakan sebagai sumber cahaya. Makin seru makan bareng-bareng dalam gelap karena penerangan sangat terbatas.

Anak-anak yang sudah kelelahan tidak begitu sulit diminta untuk duduk dan makan.

Tapi tetap sulit dibujuk pulang.

“Sudah gelap enggak bisa main lagi. Besok-besok lagi, ya, mainnya. Pulang, yuk.”

Karena malam, penglihatan terbatas. Mereka jadi bertanya-tanya, “Pasirnya masih ada kan, ya?”

“Masih ada, kok. Masih.”

Piknik di gurun terbuka memang seru. Murah meriah secara biaya tapi anak-anak senangnya tetap optimal. Tapi sebaiknya dilakukan di awal-awal musim panas atau di penghujung musim dingin. Kalau musim dingin saat puncak-puncaknya, suhu terlalu rendah. Bisa menggigil apalagi kalau menjelang senja sampai malam. Di puncak musim panas sebaliknya, suhu terlalu panas.

Melihat Kereta Api Antik di Madain Saleh

Lokasi: Kota Al Ula 

No. Telp./Website: https://www.worldheritagesite.org/sites/alhijr.html

Jam Buka: 07.00 – 18.00 

Harga Tiket: Gratis. Tapi harus disertai pemandu. Tarif pemandu tergantung rombongan. Umumnya minimal 300 riyal untuk kelompok berkisar 20 an orang)

“Ada kereta, ada kereta! Serbuuu …” Anak-anak langsung berhamburan begitu mobil-mobil kami sudah terparkir rapi di sisi sebuah tempat yang diperkenalkan oleh pemandu sebagai stasiun kereta api zaman dulu.

Stasiunnya sama sekali sudah tidak terpakai. Tapi bangunannya masih lengkap. Sebuah kereta api lengkap dengan gerbongnya juga masih berdiri tegak.

Stasiun Kereta di Al Hijr Madain Saleh Arab Saudi
Stasiun kereta di Madain Saleh, foto : Dani Rosyadi

Stasiun ini peninggalan dari Kekaisaran Ottoman yang pernah berniat menghubungkan Mekkah-Madinah dengan kota-kota lainnya di jazirah Arab. Kereta-keretanya akan digunakan untuk mengangkut jemaah haji ke tanah suci.

Di Perang Dunia I, pembangunannya terbengkalai. Oleh pemerintah Saudi, stasiun dan keretanya direnovasi dan dijadikan tempat wisata. Lokasi stasiun ini juga menjadi  bagian dari Madain Saleh. Oleh UNESCO, situs ini dinobatkan sebagai salah satu “Warisan Budaya Dunia” tahun 2008.

Madain Saleh terletak di kota Al Ula, berjarak sekitar 400 km dari Madinah. Kali ini, pikniknya kembali beramai-ramai.

Dari lokasi stasiun dan kereta tadi, kami kembali menyetir ramai-ramai dengan mengekor Pak Pemandu di belakang jeep-nya. Pemandu kami, seorang laki-laki paruh baya, yang kami panggil dengan sebutan Abu Ahmad. Orangnya cukup jenaka dan tidak kaku. Beliau menerangkan kepada kami dalam Bahasa Inggris.

Berikutnya kami berhenti dimana banyak terdapat bangunan-bangunan yang terpahat di bukit batu. Abu Ahmad mengawali dengan ucapan, “You can pick your room. You’re going to stay at this hotel.”

Tentu saja maksudnya hanya bercanda. Bangunan-bangunan batu tadi dibangun di abad pertama oleh orang-orang dari suku Nabatean. Sebagian bangunan digunakan sebagai kuburan.

Abu Ahmad menerangkan dengan penuh semangat bahwa proses pembuatan bangunan tadi sangat unik. Mengandalkan tenaga manusia biasa. Hanya dipahat dengan menggunakan alat dari kayu dan batu disertai percikan air untuk melunakkan agar mudah dibentuk.  Sangat kami melongo, Abu Ahmad tersenyum puas, “Isn’t it amazing?”

Madain Saleh Al Hijr Kuburan Batu foto Dani Rosyadi Blog Jihan Davincka
Madain Saleh, foto : Dani Rosyadi

Di sekitar area tadi banyak wilayah padang pasir. Anak-anak berlarian ke sana kemari sambil berteriak-teriak.

Lokasi terakhir yang kami datangi bernama Ad Diwan. Bangunan batu khusus yang digunakan oleh orang-orang dari suku Nabatean tadi untuk berkumpul di acara-acara pemujaan. Ad Diwan juga berupa bangunan yang dibentuk dengan memahat perbukitan batu. Modelnya agak beda. Ruang tengahnya lebar dan tidak ada pintu.

Seharusnya masih ada beberapa titik yang biasanya ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Sayang sekali, sudah terlalu sore untuk  melanjutkan jalan-jalan ke lokasi lainnya.

Karena anak-anak senang sekali bermain pasir, jadi cukup repot ketika harus mengumpulkan mereka masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan antar  lokasi tadi. Cukup makan waktu membujuk mereka.

Akhirnya sebelum senja benar-benar berada di puncaknya, kami sudah meninggalkan pintu gerbang Madain Saleh, hendak kembali ke Madinah, ke hotel tempat kami menginap.

Bersenang-senang di Pantai Thuwal

Lokasi: Kota Thuwal

No. Telp./Website: –

Jam Buka: Buka sepanjang waktu, tidak ada pagar/penghalang 

Harga Tiket: Gratis

Jeddah terletak di pesisir  barat Saudi, dimana terdapat beberapa pantai cantik di luar kota yang seru buat liburan.

Salah satunya Pantai Thuwal. Terletak di kota Thuwal, sekitar 80 km di utara Jeddah, dan ditempuh sekitar sejam dengan menyetir santai.

Bosan juga, ya, kalau terlalu mengandalkan fasilitas di mal-mal besar yang tersebar di berbagai penjuru kota untuk  menyenangkan hati anak-anak. Mereka perlu hiburan di luar ruangan. Sementara anak-anak lebih senang bergembira beramai-ramai. Masalahnya tidak mudah juga memberikan aktivitas untuk mereka tanpa menganggu orang lain. Di kota-kota besar, di tempat-tempat publik di Saudi, privasi dijaga ketat. Ribut sedikit pasti ada yang menegur.

Tinggal jauh dari tanah air jangan sampai menjauhkan anak-anak dari akarnya. Rata-rata dari kami sudah tinggal di Arab Saudi lebih dari 2 tahun. Kami ingin mengenalkan kebiasaan anak kecil sebaya mereka di tanah air. Kami pun seru-seruan dengan mengadakan lomba makan kerupuk buat mereka.

Anak-anak umumnya suka sekali makan kerupuk. “Ayo, ayo, ayoooo … ” Mereka merespons dengan penuh semangat saat diberitahu.

Kerupuk, bukan makanan langka di Arab Saudi. Maraknya pendatang asal tanah air membuat banyak orang membuka toko-toko yang menjual makanan khas dan barang-barang lain asal Indonesia.

Anak-anak Indonesia di Jeddah Pantai Thuwal Arab Saudi
Foto Lomba Kerupuk di Pantai Thuwal, Arab Saudi

Lomba makan kerupuk sebenarnya untuk anak-anak yang berusia di atas 5 tahun. Tapi yang kecil-kecil juga memaksa ikut serta dalam barisan. Mereka ikut ribut, “Mau kerupuk juga.”

Mereka awalnya bingung melihat kerupuknya diikatkan di seutas tali  dan berusaha memegangi kerupuk, “Kerupuknya goyang-goyang,” begitu alasan  mereka.

Setelah diterangkan aturan mainnya, barulah mereka paham dan permainan bisa segera dimulai.

Acara lomba-lomba dilanjutkan dengan permainan mencari harta karun bajak laut. Sudah disiapkan oleh tim ibu-ibu topi-topi handmade dan hadiah secukupnya bagi mereka. Menang kalah semua dapat hadiah tentunya.

Ini permainan untuk anak yang lebih kecil. Ibu-ibu mengubur bola-bola warna warni dalam pasir. Nanti mereka akan mengais-ngais di pasir dan memasukkan temuan bola-bola tadi  ke dalam kantong plastik. Pengumpul terbanyak akan menjadi pemenangnya.

Salah satu kelebihan pantai Thuwal dibanding pantai-pantai lain di kota Jeddah dan sekitarnya adalah kebersihan dan kelengkapan fasilitasnya. Di Thuwal, banyak petugas berseragam wara wiri membersihkan berbagai tempat di lokasi tempat wisatanya. Termasuk kamar-kamar mandi yang bebas digunakan oleh siapa saja.

Seringkali anak-anak berlarian dari arah pantai sambil memegang celana sambil panik, “Mau pipis, mau pipis!”

Tak ada masalah. Jumlah kamar mandi di sana cukup memadai dan kondisinya bersih dan sangat layak pakai. Sementara di beberapa pantai lain, fasilitas umumnya nyaris tidak ada dan tempatnya kurang terawat.

Anak-anak bermain di Pantai THuwal Arab Saudi JEddah
Pantai Thuwal, Saudi 🙂

Di pantai Thuwal, didirikan sebuah bangunan yang dibiarkan terbuka. Hanya ada atap yang menutupi seluruh bagian bangunan dan tiang-tiang penyangga yang berjajar rapi di sisi kanan dan kiri bangunan. Bangunan beton ini dibuat memanjang dan cukup luas untuk menampung hingga ratusan pengunjung.

Tidak cuma para orang tua yang ingin melepaskan penat dengan istirahat di atas gelaran tikar sambil memandangi birunya langit yang beradu dengan birunya air laut. Anak-anak pun tidak ketinggalan ingin bermain sepuasnya kala di sana.

Pilihan mereka untuk bersenang-senang tidak hanya dengan berenang. Sebagian anak-anak nampak asyik bermain-main dengan pasir halus yang mendominasi pelataran di pesisir pantai Thuwal.

Perairan di wilayah pantai Thuwal termasuk cukup aman untuk berenang. Karena letaknya bukan di laut lepas. Melainkan di wilayah teluk. Jadi, nyaris tanpa ombak dan pusaran airnya cukup tenang. Tak perlu khawatir melepas si kecil  berlarian ke dalam air bila sudah bosan bercengkrama dengan timbunan pasir.

Buat para perempuan dewasa, kostum wajib abaya tetap harus digunakan. Abaya, berupa kain hitam panjang yang menutup hingga ujung kaki tidak boleh dilepas sekali pun para perempuan dewasa ingin beraktifitas dalam air. Sebenarnya ada beberapa tempat yang memungkinkan para perempuan untuk melepas abayanya. Misalnya di wilayah yang termasuk dalam private beach.

Private beach biasanya tidak dibuka untuk umum. Perlu undangan khusus untuk bisa menikmati tempat khusus seperti ini. Kalaupun dibuka untuk umum, kita perlu merogoh kocek untuk membayar biaya masuk.

Pantai Thuwal sendiri termasuk tempat umum. Tidak dikenakan biaya apa pun tapi aturan yang berlaku adalah aturan khas Kerajaan Saudi. Termasuk kewajiban berabaya dalam kondisi apa pun bagi para perempuan dewasa.

Saat senja telah hampir usai, wilayah perairan harus dikosongkan. Ada petugas yang lalu lalang memberi peringatan agar semua pengunjung keluar dari air sebelum gelap datang.

Setelah lelah bermain, silakan membersihkan diri di kamar-kamar mandi yang jumlahnya cukup banyak dan tersebar di berbagai penjuru wilayah pantai. Selanjutnya, marilah bersantai di atas tikar yang boleh digelar di atas pasir atau di atas lantai bangunan terbuka yang saya ceritakan sebelumnya.

Di malam hari, lampu-lampu bangunan akan dinyalakan. Beberapa penjual layangan akan bermunculan. Bila masih sanggup beraktifitas, kita bisa membeli beberapa  buah layangan dan bermain bersama si kecil di bawah siraman cahaya rembulan di tepi pantai ****

 

Killarney National Park Lake View pic Dani Rosyadi

Ring of Kerry : Video

Saat musim dingin, sedikit enggan mau jalan-jalan ke luar kota. Dinginnya enggak nahan. Padahal Irlandia termasuk negara 4 musim dengan cuaca paling bersahabat. Ya tapi namanya juga belahan utara ya, mau  paling bersahabat juga suhu ya rata-rata bisa di bawah 5 derajat kalau musim dingin.

Di sini jarang banget suhu drop sampai di bawah 0 derajat Celcius. Musim dingin rata-rata 2-5 derajat saja :D. Salju di Irlandia? Jaraaaaaang :D. Winter tahun ini salju belum berkunjung ^_^. Tahun lalu lumayan lho, pas lagi hamil muda. Duh, ingat tuh lagi hujan-hujan pergi belanja belanji ke Tesco karena ngejar diskonan hihihi. Pulang-pulang hujan gede dan jalan agak licin bekas salju. Maknyus, deh :p.

Tapi winter sebelumnya lagi, top banget deh. Seperti perpanjangan musim panas rasanya karena suhu cukup hangat. Dua tahun berturut-turut ini, jauh lebih dingin. Tahun ini much better, sih. Kalau 2014 tuh, sudah mulai terasa dari akhir Oktober. Sejak Desember-nya, butiran es di mana-mana. Basah dan dingin. Pas deh ya, pas Mama saya di sini kemarin, suhu tidak terlalu kejam :p. 

Sebagian besar tempat seru untuk jalan-jalan di Negeri Zamrud ini adalah “outdoor activities”. Danaunya cakep-cakep. Glendalough di Wicklow itu salah satunya. Padang rumputnya indah nian. Apalagi kalau sudah ketemu pantai sama pegunungan. Super! ^_^.

Upper Lake Glendalough Ireland pic by Dani Rosyadi
Upper Lake, Glendalough (foto : Dani Rosyadi)

Wilayah yang paling top urusan “Natural Wonder” adalah bagian selatan. Yang paling terkenal di Irlandia adalah County Kerry. Ada sebuah wilayah yang disebut Ring of Kerry. Dinamakan “ring” untuk menyebut nama jalanan yang kita lewati saat mengitarinya. Ke sanalah kami melewatkan liburan Paskah tahun 2014 kemarin.

Liburan Paskah jatuh di bulan April. Pas musim lagi cantik-cantiknya. Belum terlalu panas tapi sudah tidak perlu bermantel-mantel ria :D.

Nah, ini rangkuman foto-foto jalan-jalan ke Ring of Kerry yang dimulai dengan mencapai kota Killarney di belahan paling ujung. Kita boleh memilih mampir di awal atau di akhir. Karena bentuknya melingkar, saat masuk atau keluar Ring of Kerry, pasti akan melewati si Killarney ini.

Killarney National Park pic, Dani Rosyadi
Tepi danau di Killarney National Park, foto : Dani Rosyadi

Tapi dari Athlone menuju Kerry juga banyak melewati kota yang kece-kece. Seperti misalnya Adare. Walau syok juga pas tahu penduduk kota Adare yang dijuluki “Heritage Village” ini hanya sekitar 3 ribu orang hihihi :p. Kalau ukuran kota-kota besar di Indonesia, 3 ribu orang sih satu kelurahan aja kali ya :D. Pan udah dibilang yaaaaa, di Irlandia ini, banyakan sapi sama dombanya kali daripada jumlah orangnya hahaha.

Pemandangan alam di Ring of Kerry masih asli, nyaris belum terjamah. Pas di mobil pegal juga rasanya leher nengok kiri kanan saking serunya tempat-tempat yang dilewati :D.

Saya belum sanggup lah kalau disuruh bayarin kalian satu per satu datang ke sini dan berbagi cantiknya alam asli Irlandia :p.

Sebenarnya menarik ya dijadikan beberapa tulisan :D. Tapi sebelumnya, sudah ada video nih tentang cantiknya Ring of Kerry. Minta suami bikinin videonya saja biar bisa ditonton sama-sama dulu hehehehe. Dipilihkan instrumental khas Irish traditional music (setelah seharian nyari yang gratisan! hahaahha), biar bisa lebih khusyuk membayangkan ^_^.

Pemandangannya membentang dari padang rumput, perbukitan, hutan belantara, tebing tinggi yang berpadu dengan birunya laut Atlantik.

Kami mampir ke beberapa tempat. Pertama ke Killarney National Park, sudah ada linknya tuh ya di atas untuk cerita lengkap pas ke Killarney. Terus menginap di Portmagee. Paginya meluncur ke Waterville. Terus mampir ke O’Carroll’s Cove (ini yang pantai pasir putih). Mampir makan di restoran Seafood di sana. Tapi pesennya vegetarian Pizza hihihi. Eh, sempat pesan menu ikan juga deh kalau gak salah.

Terus abis itu ke benteng apaan gituh, lupa namanya. Di sini saya enggak turun soalnya anak nomor 2 tidur. Suami saja yang mampir dengan si sulung. Pokoknya di sepanjang Ring of Kerry ini banyak banget tempat untuk mampir dan foto-foto.

Kepenginnya sih, sekali lagi bisa menyambangi Ring of Kerry ini, ya. Semoga kesampaian. Tapi sekarang sudah punya buntut 3, pasti lebih riweuh ya ke mana-mana bermobil ria gitu. Mana mobilnya jadi ngepas gitu karena isi jok belakang sekarang penuh! hahahaha :D.

Cara Membuat Siomay, Bisa Digoreng/Dikukus

Kok bisa-bisanya kepikiran cara membuat siomay goreng ya? Hihihi. Padahal waktu di Jakarta, jaraaaaang banget jajan makanan satu ini. Waktu masih bekerja yang ngantornya tepat di seberang Stasiun Cikini, lumayan sering beli siomay stasiun Cikini yang memang super hits itu :D. Itu juga karena ikut-ikutan temen hehehe.

Resep siomay digoreng
Siomay goreng, foto : Dani Rosyadi

Tidak termasuk makanan favorit. Gara-gara hamil anak ketiga aja nih, macam-macam ngidamnya. Terpaksa lah hunting resep cara membuat siomay 😀

Dari tanya-tanya di FB, dapat petuah dari para masterchef di Jeddah. Dari Neng Niera sama Ibun Dian :D. Terus pernah dapat video cara membuat siomay dari channel youtube Rasamasa juga. Juga ada pencerahan dari blog da mastah, the one and only, Mbak Diah Didi :D.

Nah, mungkin karena kebanyakan resep itulah, pas mau bikin, bingung mau nyontek yang mana hahaha. Kok ya rasanya resep A lebih enak tapi kok pengin nambahin anu-anu kayak di resep B. Kepengin bikin resep B tapi bahan-bahannya banyak amat, ya.

Pokoknya mulai keluar sotoy-nya dah hahahaha.

Akhirnya, saya comot sana comot sini. Dan jadilah resep cara membuat siomay yang ini. Menurut saya, citarasanya lebih cocok disantap dengan cocolan yang asem pedas manis (sambelnya merah) –> bilang aja malas bikin bumbu kacang! Hahaha :p. Di youtube channel Rasamasa, siomaynya juga pakai resep saos merah yang saya maksud. Tapi saya mah, beli saos botolan Thailand saja di Toko Asia. Tinggal tuang –> pemalas to the max! :p.

Nama saosnya, Mae Plo. Rasanya manis-manis asem asin nyaris enggak ada pedasnya. Dicocol pakai sambal ABC yang pedas juga oke saja sih.

Pas Mama di sini, saya bikinin siomay ini, mama bilang, “Ini ya yang namanya dimsum?” Hahahahaha, zzzzz -_-. Kok bisa sih siomay jadi dimsum :D. Mama nih yang doyan makannya pakai sambal ABC botolan.

(Baca juga : Resep Ayam Suwir Bumbu Bali)

Untuk kulit, suka-suka saja, ya. Paling enak pakai wonton lah. Tempo hari saya bikin pakai kulit wonton, jauuuhhh lebih kriuk. Pokoknya mantap. Tapi di foto di postingan ini kebetulan bikinnya pakai sisa kulit lumpia hihihi. Sayang, ya, kalau gak kepake. Jadi dibungkusin ke siomay ajah.

Kulit wonton gak usah ribet. Beli di Toko Asia saja :p. Memang gak punya jiwa Sparta nih di dapur. Kalau para masterchef kan sudah pasti bela-belain membuat sampai ke kulit-kulitnya. Harap maklum, ya. Terjun ke dapur tak lebih hanya karena keadaan yang memaksa *kibasCelemek*.

Resep Cara Membuat Siomay Goreng (Dikukus juga bisa)

Bahan :

  1. Ayam fillet sekitar 300 gr
  2. Daging ikan fillet sekitar 300 gr. Di sini rata-rata memang sudah dalam bentuk fillet sih jadi tinggal beli aja hihihi. Saya sudah coba 3 jenis ikan : Ikan Basa/ Ikan Cod / Ikan Hammock. Enak semuaaaaa ^_^.
  3. Putih telur, dari 2 buah telur ukuran sedang/besar.
  4. Bawang putih, dalam bentuk bubuk. Takarannya sekitar 1 sendok teh. Malas nguleknya kalau yang siung-an :p. Dimasukin ke food processor juga enggak bakal halus :(.
  5. Kaldu ayam bubuk (kalau mau). Biasanya pakai seujung kuku juga sudah enak.
  6. Satu buah bawang bombay, cincang kasar.
  7. Daun bawang, potong tipis-tipis.
  8. Satu buah wortel ukuran sedang/besar. Potong kotak-kotak kecil, atau tipis panjang-panjang juga bisa.
  9. Tepung Tapioka, 4-6 sendok makan. Terserah saja, sih, ya. Enggak pernah ditakar juga kalau bikin hihihi.
  10. Garam + gula secukupnya
  11. Kulit lumpia / kulit wonton secukupnya.
Resep cara membuat siomay goreng Jihan Davincka
Siomay goreng (pakai kulit lumpia), foto :Dani Rosyadi

Cara Membuat :

  1. Gunakan food processor untuk menghaluskan daging ayam dan ikan serta bumbu. Setelah ayam + ikan dimasukkan, tambahkan putih telur + bawang putih bubuk  + kaldu bubuk (kalau mau). Giling sampai halus.
  2. Siapkan sebuah mangkok besar. Masukkan ke dalamnya : bawang bombay cincang + potongan daun bawang + potongan wortel.
  3. Daging ayam + ikan yang sudah halus (di nomor 1) tuangkan ke mangkok besar tadi. Aduk sampai tercampur rata. Ngaduknya jangan lama-lama biar enggak keras, begitu tips dari Mbak Diah Didi :D.
  4. Tambahkan garam + gula secukupnya.
  5. Tambahkan tepung tapioka. Aduk kembali sampai tercampur rata. Again, jangan lama-lama ya. Pokoknya asal sudah terlihat rata saja.
  6. Masukkan ke dalam kulit. Kalau untuk kukus, dibungkus pinggir-pinggirnya saja, atasnya terbuka. Kalau buat yang goreng, saya bungkus sampai tertutup penuh.
  7. Silakan, mau dikukus atau mau digoreng :D.

Penampakan yang digoreng di 2 foto yang sebelumnya (di atas itu tuh). Itu foto-foto siomay yang digoreng pakai kulit lumpia. Tapi sekali lagi, enakan pakai kulit wonton ;). Ini pas bikin pakai wonton enggak pernah kefoto aja hahahaha.

Sedangkan yang versi kukus, ini dia hasilnya :

Resep cara membuat Siomay kukus gampang dan enak
Siomay kukus, foto : Dani Rosyadi

Btw, sekitar 2 minggu kemarin, dikirimin siomay dan bakso sama tetangga kesayangan di Woodville sana *ciyuuuum*. Dadah-dadah ke Bunda Maya (versi Athlone) hihihihi :p. Enaaaakkkk, apalagi juga dikirimin komplit sama bumbu kacang dan kuah + mie + perintilannya buat yang bakso sapi :D.

Katanya, si Maya ngambil resepnya dari cookpad. Bolehlah kapan-kapan nyobain siomay versi cookpad. Enak juga boooo. Ah, saya mah gitu orangnya. Makan apa saja tuh biasanya pasti enak hahahaha.

Ini kok jadi panjang sharing resep doang -_-. Baiklah, sampai jumpa lagi di edisi resep ala-ala berikutnya :p. Semoga resep siomay yang ini bisa menambah khasanah per-siomay-an di tanah air! Wohahahahaha… *minta dilemparin telor*. Dicobain yaaa resep cara membuat siomay nya ^_^.

(Baca juga : Resep Daging Empal Gepuk)

Dan ini channel youtube saya yang isinya vlog resep :D. Monggo dilihat listnya, mana tahu ada resep yang cocok dan bisa dipraktikkan di rumah, yes? 😉

10 Tulisan di 2015 dengan Pengunjung Terbanyak :D

Weits, postingan mainstream di awal tahun hihihihi :D.

gambar : pixabay.com
gambar : pixabay.com

Kalau dilihat dari 10 postingan ini, 40% nya menjadi milik kategori Traveling-Arab Saudi. Ya ampun berasa blog syariah  begini hihihi. Tapi sebenarnya topiknya umum sih bukan yang gimana-gimana :D.

20% (2 postingan) untuk kategori Food Combining. Sisanya random. Tulisan lama “Every Mom Has Her Own Battle” juga tetap ada di 10 besar tahun ini. Ck ck ck, kalau urusan emak-emak, memang dah, kagak ada matinyeeeee hahahaha :p.

Setelah tahun lalu, postingan “How Islamic are Islamic Countries” menjadi jawara, tahun ini jawaranya postingan Food Combining.

Berikut daftar lengkapnya (nomor urut sesuai peringkat). Biar ala-ala, kita itung mundur dong ya 😀

10-  Saat Ka’bah Hanya Berjarak Satu Jam Saja

Postingan ini di urutan paling buncit 10 besar kita. Tapi ini termasuk performance yang oke. Mengingat tulisan ini baru diposting di akhir Agustus 2015. Jadi, lumayan lah bisa nyodok di 10 besar :p.

9- Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada?

Ini bukan tulisan tahun 2015. Tapi hitsnya dihitung dari yang tahun 2015 aja lho. Memang sempat ke-share oleh banyak orang waktu saya posting ulang di akun FB saya beberapa bulan lalu. Saya tidak merasa tulisannya kontroversi lho, ya. Setidaknya itu harapan saya. Walau sepertinya yang punya pemahaman beda juga ada.

Padang Bahrah Arab Saudi foto Dani Rosyadi
Foto : Dani Rosyadi

Oh well, we’re only responsible for what we write, not for what they understand, yes? ^_^.

8- e-Hate, Bisnis Baru yang Menjanjikan?

Artikel ini pun ditulis dan dipublikasikannya bukan di tahun 2015. Tepatnya, di hampir penghujung 2014. Tapi kondisi 2015 masih sangat cocok untuk membaca kembali apa isi artikel ini hehehe. Masih alot ini hoax-hoax beredar di mana-mana. It’s ever worse :'(.

Gambar : play.google.com
Gambar : play.google.com

7- Every Mom Has Her Own Battle

Yup, ini dia postingan yang sebenarnya ditulis di tahun 2012, tapi hits tahun 2015-nya tetap berjaya di 10 besar :D. Tahun 2015 memang banyak perdebatan di dunia maya, masih bergelut di topik yang sama di kalangan ibu-ibu, ibu bekerja vs ibu di rumah!

Salam damai ya, Mamah-mamah di mana pun berada <3.

6- 10 Keuntungan tinggal di Arab Saudi

Di urutan ke-6 kembali tulisan tentang Arab Saudi :D. Dari sisi yang positif dong pastinya ;). Ini sekadar penyeimbang bagi orang-orang yang somehow belum pernah bermukim Saudi tapi nyinyirnya ampun-ampunan. Menggambarkan Saudi sudah kayak tinggal di neraka hahaha.

On the other hand ada juga orang-orang yang juga belum pernah tinggal di Saudi tapi menggambarkan Saudi nampak bagi surga dunia hihihi :p.

Women in Saudi (gambar : theguardian.com)
Women in Saudi (gambar : theguardian.com)

5- Food Combining How to Start 

Topik Food Combining di urutan ke-5 ini :D. Mudah-mudahan ini berarti kesadaran tentang pola makan pelan-pelan mulai jadi tren, ya. Tren yang positif  pastinya ;).

4- Ngabuburit ala Orang Arab

Tulisannya saya buat pas bulan puasa tahun ini. Tulisan baru juga tapi hitsnya bisa nyodok :D. Ini mungkin juga karena tulisan ini saya kirimkan ke Citizen6 di Liputan6 :D. Jadinya menuai banyak hits dari Liputan6 juga.

Sedikit komentar kontroversi saya baca-baca di fanpage nya Liputan6 hehehe. Hm, rasanya tulisan saya sih tidak negatif, ya. Coba dibaca deh, bagaimana menurut kalian? ^_^.

3- Di mana Membeli Abaya Arab?

Tulisan lama ini sepertinya konsisten menggaet pengunjung karena efek SEO hehehe. Termasuk kata kunci yang banyak dicari pembaca :D. Maklum nih, urusan belanja belanji emang selalu warbyasak deh *tepukTangan*.

Saya bukan tukang belanja sih hahaha. Ini info di tulisan saya dapatkan dari 2 sahabat saya yang masih tingal di Jeddah sampai sekarang, Bunda Ismiyati Afni dan Eneng Niera Purnama. Ciyum dulu buat dua-duanya, mmhhuuaahhh…

fotografer Dani Rosyadi Masjid Apung
Masjid Apung, Jeddah-Arab Saudi, fotografer : Dani Rosyadi

2- Syarat Pengiriman Cerpen ke Kartini dan Femina

Nah, ini juga postingan ala-ala SEO hihihi. Sebagian besar pengunjung saya yakin karena digeret dari mesin pencari di internet. Ah, tulisan ini mengingatkan betapa 2 tahun terakhir ini saya benar-benar hampir tidak pernah menulis cerpen-cerpen lagi. Padahal passion saya masih cukup besar untuk menulis fiksi :'(.

Kebanyakan fesbukan sih loooooo *toyorKepalaSendiri. 2016 more fiksi? Ah, takut bikin resolusi ginian lagi ah hahahahahaha :p.

Namanya Aryana, Femina no.24 (2)

1- Solusi Hidup Sehat ala Food Combining

Bisa dibilang tulisan ini adalah tulisan terpanjang di blog ini hahaha. Sebanyak lebih dari 3 ribu kata :D. Ya sambil sharing sambil curhat, sih. Makanya bisa berendeng gitu isinya hehehe.

Tulisan ini sejak dipublish tahu 2013 silam memang sering jadi nomor satu dari tahun ke tahun. Eh, kecuali tahun 2014 deng, 2014 menjadi milik “How Islamic are Islamic Countries?”

Gambar : yucp.net
Gambar : yucp.net

Akhir kata, terima kasih ya teman-teman yang sudah bersedia meluangkan waktu mengklik :p (dan mudah-mudahan abis diklik dibaca juga hehehe) postingan-postingan dalam blog saya ini ^_^. Ini soalnya yang keitung jumlah kliknya :p.

Demikianlah 10 tulisan di 2015 dengan jumlah pengunjung terbanyak.

Semoga di tahun ini bisa terus menulis lebih banyak lagi. Kuantitas nambah seiring dengan kualitasnya juga, aamiin <3.

Bring it on, 2016 !! ^_^

Challenge What Your Future Holds!

Bre, Fauzan​, dan Dunia Blogger

***

Siapa Bre? Gak tauuuuuu hahahahaha. Baru tahu gara-gara Daeng Fauzan menulis soal beliau. Itu pun ternyata merujuk pada tulisan Om Iqy. Di mana Om Iqy lagi ngomongin salah satu tulisan di situs mojok dot co.

Kira-kira begini, Pak Bre Redana, seorang wartawan senior yang meratapi soal makin terbenamnya era media cetak, dengan judul esai “Inilah Senjakala Kami.”

Sebenarnya Pak Bre enggak usah mojok :p. Bikin blog aja atuh Pak, menulis di sana. Kalau butuh buzzer buat share-share link blognya, saya siap, Pak! Harga bersahabat! hahaha –> disambit pakai mesin tik!

Ada pun bro Fauzan harus disebut-sebut di judul karena ini alurnya begitu ya, dia juga nulis nama Om Iqy di judul tulisannya.

Etapi biarin deh, ceritain dikit tentang Daeng Bone-ku yang satu ini. Temenan sama dia juga gara-gara diteror di Inbox hahahaha :p. But no regret. Daeng Fauzan, Om di Perth plus fotografer Achmad Sulfikar​ membuat hari-hari di Facebook di era 2015 menjadi lebih berwarna, diantaranya dihajar notifikasi tiap hari hahahaha. I love their writings <3.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Seperti Pak Bre yang konon tengah menatap senja, beberapa isu yang sama menimpa dunia blogger. Apalagi buat kami, eh saya, blogger bapuk yang dulunya bahkan tidak tahu kalau nulis di internet bisa dibaca orang lain hahaha. Maksudnya, bakal ada yang tertarik baca gitu. Wong dulu niatnya cuma mindahin isi diari dari kertas ke digital hehehe.

Apalagi sekarang lihat blogger baru-baru ya. Ada yang isi blognya hanya bahas lipstik, baju, dan sepatu tapi konon bisa meraih jut-jut per bulan. Saya perhatikan di beberapa blog teman, postingan dengan hit terbanyak juga rata-rata dikuasai oleh perkakas-perkakas seperti ini.

Makanya beberapa bulan lalu saya beli lipstik, buat iseng bikin review. Boong deng. Tentu karena lagi diskon! Hahahahaha :p.

Tapi terus saya bingung, memangnya beda lipstik 50 rebu vs 500 rebu apa sih? Kenapa harus beli yang 500 ribu rupiah kalau yang 6 euro juga ada hihihi *ngikikPelit*.

Blog sudah mulai dilirik sebagai metode marketing era digital. Mulai dari lomba blog yang hadiahnya bisa ke luar negeri gratis lho ;). Atau job-job review semacamnya.

Namun kini, sekadar menulis saja tidak cukup.

Belum lagi dengan fenomena SEO. Bersama parameter-parameter yang kita juga tidak pernah paham itu cara ngitungnya gimana hihihi. Beberapa waktu lalu sempat ramai soal Domain Authority, Alexa Rank, Page Authority, ya pokoknya semacam itulah :D.

Yang saya salut, hegemoni Facebook, yang berkali-kali diancam oleh media sosial pendatang baru, tapi tetap dong booo, menjadi yang paling perkasa hingga sekarang. Bener-bener konspirasi Yahudi kali nih hahaha :p.

Satu hal yang bisa kita pelajari dari fenomena Facebook adalah … inovasi tiada henti!

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Facebook tidak pernah terlena dan tidak antipati dengan kemunculan rupa-rupa Google Plus, Instagram, Path, Twitter dll. Ada juga dibeli semua entar lama-lama sama Facebook hahaha.

Mereka datang dan pergi, tapi Facebook tetap menempati jawara no.2 di Alexa. Nomor satunya ya search engine Google lah :D.

Jangan baper dong ya hehehe ;). It’s simply … life <3.

Kalau kata Desree,

“Life asks no questions, it goes on without you
Leaving you behind if you can’t stand the pace
The world keeps on spinning
You can’t stop it, if you try to
This time it’s danger staring you in the face”

Jangan takut sama senja. Nikmati saja. Toh, besok matahari terbit lagi ^_^.

Penutupnya masih dari lirik lagu yang sama … “Listen as your day unfolds, challenge what your future holds!”

Perubahan bukan untuk dinyinyirin, tapi untuk dihadapi ^_^. Challenge what your future holds!

Sudah siap Kaaaaaaa, lipstik + maskara dll? Hahahahaha :p.