The Unknown

Kita akan menjadi alien pada waktunya hihihi. Mungkin begitu pesan dari film Planet 51, film kartun keluaran Non-Disney tahun 2009 silam.

Chuck, seorang astronot, tak sengaja mendarat di Planet 51 yang ternyata dihuni oleh makhluk hijau yang di Bumi dikenal dengan sebutan Alien.

Tapi justru, di Planet 51, Chuck dimusuhi oleh para makhluk hijau dan dimaki-maki dengan sebutan “Alien” hehehe. Chuck sampai ditangkap dan hendak dihancurkan karena dicurigai dengan macam-macam tuduhan.

Sebenarnya Chuck punya teman di sana, namanya Lem. Lem juga syok banget pertama kali bertemu Chuck. Tapi akhirnya temenan.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

 

Bahkan Chuck banyak mengajarkan tentang alam semesta kepada Lem yang sudah dicekoki oleh doktrin di planetnya, bahwa ukuran semesta ini hanya sekian-sekian saja. Tidak mungkin lebih.

Akhirnya Chuck ketahuan juga walau Lem berusaha keras menyembunyikannya.

Ya pada dasarnya kita juga begitu, ya. Sesuatu yang aneh, hal-hal yang baru, lebih sering mengganggu kenyamanan kita. Tidak nyaman sering menghadirkan rasa takut.

Standarlah, dari takut menjadi marah, ujung-ujungnya benci. Padahal mengerti juga enggak . Seperti kata Ali bin Abi Thalib, “Manusia, membenci apa yang tidak diketahuinya.”

Tidak usahlah contoh aneh-aneh.

Misalnya … karena menikah beda suku, saya sempat wakwawww banget deh di bulan-bulan pertama pernikahan saya. Setelah resepsi berlangsung, saya langsung tinggal bersama suami dan orang tuanya.

Ya ampyuuuun, Urang Awak dari barat Sumatera bentrok sama Tau Ogi dari selatan Sulawesi hahaha.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

 

Baik Bugis maupun Minang, sama-sama suku dari luar Jawa yang terkenal tidak begitu pandai berbasa basi dan sudah terbiasa menyampaikan isi hati langsung apa adanya.

Terbayang kan bagaimana hingar bingarnya masa-masa adaptasi awal pernikahan? Hahaha.

Itu skala ringannya.

Ya mungkin seperti sekarang-sekarang ini yang lagi ramai adalah topik … Cina-cina an hihihi. Satu paket dengan isu komunisnya.

Dikit-dikit, “Awas Cina!” Bentar-bentar “Bahaya laten komunis.”

Tidak sedikit orang-orang yang masih mengandalkan imajinasi ala masa lalu tentang Negeri Seribu Lampion ini. Masih ada saja orang yang menyebut Cina sebagai negara miskin makanya rakyatnya banyak yang jadi buruh ke Indonesia.

Cina, kini, adalah ekonomi terbesar ke-2 di dunia. Jepang sudah tergeser ke nomor 3.

Tahun 1993, pendapatan perkapitanya cuma 490 USD per tahun. Di mana saat itu US sudah nyaris 25 ribu USD dan Jepang hampir 32 ribu USD. Indonesia, 1993, sekitar 740 USD. Masih gedean Indonesia dong yaaaaa. Mepet 2x lipat dari China.

Pendapatan perkapita ini kira-kira (sederhananya) bisa diartikan sebagai gaji/penghasilan rata-rata tiap penduduk di suatu negara dalam satu tahun.

Tahun 2005, China melesat ke 1760 USD. Sementara Indonesia hanya naik ke 1170 USD. Dalam tempo 4 tahun, di 2009, China melesat ke 3650 USD, sementara Indonesia berada di 2050 USD.

Melompat ke tahun 2014, China sudah hampir mencapai 7 ribu USD sementara Indonesia 4 ribu saja belum nyampe .

Great Wall-China (gambar : en.wikipedia.org)
Great Wall-China (gambar : en.wikipedia.org)

 

Jangan lupa jumlah penduduknya sekitar 1.4 milyar. Indonesia hanya sekitar 260 juta orang. Bisa bayangin tajirnya China . Walau pendapatan perkapita Jepang sudah di kisaran 40 ribu-an, penduduknya cuma 120 juta. Kurang dari sepersepuluh jumlah penduduk China, makanya kesalip sudah .

Soal tenaga kerja asing. Apa kalian itu pernah tahu soal TKI ilegal di Arab Saudi sana? Pernah dengar soal kasus pemutihan TKI ilegal di Saudi tahun 2013 silam? Sudah mencari tahu ada berapa jumlah TKI yang mengadu nasib di luar negeri dengan kondisi ilegal?

Saya pernah menuliskan soal ini di tulisan saya per tahun 2013 yang lalu.

Jumlah remitansi TKI yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan BNP2TKI per Juli 2012 merinci untuk kawasan Saudi Arabia remitansi yang dikirim TKI sebesar US$ 1,1 miliar dan Malaysia US$ 1,3 miliar. Selebihnya disumbang oleh TKI di Amerika, Australia dan negara-negara lain di Kawasan Asia Pasifik.

Secara keseluruhan perolehan devisa dari remitansi TKI pada pada 2012 sampai dengan Juli mencapai Rp 37 triliun (1 US$ = Rp 9.500).

Remitansi adalah dana yang dibawa masuk oleh pekerja migrant ke negaranya asalnya. Remitansi merupakan salah satu sumber daya ekonomi yang paling besar bagi negara, terutama negara berkembang atau negara dunia ketiga.

Bahkan menurut World Bank, remitansi merupakan penghasilan terbesar kedua negara-negara berkembang. Karena itu, tingkat kemiskinan di sebuah negara dapat menurun.

Saya tidak membenarkan pekerja asing yang masuk ke Indonesia secara ilegal. Tapi coba diraba-raba dari sudut pandang yang lebih luas, yuk .

Apalagi kalau cuma modal berita-berita tidak jelas juntrungannya dan ketidaktahuan kalian atas kondisi Tanah Tiongkok yang terkini, The Rising Dragon (y).

Soal komunis dan komunisme sepertinya lebih tersesat lagi hehehe. Cobalah dari dasar dulu, apa itu pengertian komunisme dan apa yang diperjuangkan mereka sebenarnya?

Buang dululah doktrin palsu via film yang tidak kalah palsunya yang mungkin bertahun-tahun jadi tontonan masa kecil kita .

Balik ke film Planet 51 tadi, Lem bilang begini kepada Kapten Graw yang kayaknya senep banget sama Chuck,

“I know what you are afraid of… and it is not Chuck. It’s not monsters or, or aliens. it’s THE UNKNOWN. I spent my whole life running from it. And I think, maybe, you have, too. But, I’m telling you. The unknown isn’t something to be afraid of. It can be your best friend. And just when you think that it means the end of everything you know, it’s really… just the beginning.”

Cobalah belajar sejarah dari sumber yang lebih paten daripada meme-meme yang kadang isinya cuma 2-3 kalimat beserta gambar yang minim info tapi gampang bikin hati meledak-ledak macam mercon tahun baru . Berhentilah membatasi diri sendiri.

Kadang, ragu-ragu atas ketidakyakinan kita sendiri dalam mengelola informasi yang jadi kendala, ya. Banyak yang takut “terpengaruh” atau gimana-gimana. Sebelum belajar ya harus percaya diri dulu dong .

Kayaknya hal inilah yang membuat banyak orang menghindari “menuntut ilmu” dan semacamnya .

Tahun baru, semangat baru, cita-cita baru, dan tentu saja … ilmu dan pengetahuan baru.

Ignorance is a bliss but KNOWLEDGE is a power .

Selamat tahun baru 2017

 

 

10 Tulisan Terpopuler Tahun 2016

Karena tahun lalu bikin gini-ginian ya tahun ini bikin lagi, deh, hehehe.

Ada beberapa tulisan yang tetap masuk 10 besar. Alhamdulillah, kayaknya tidak ada “tulisan aneh-aneh” yang menyedot traffic. Semuanya tulisan yang berisi informasi dan mudah-mudahan tidak mengundang kontroversi.

Eh, emangnya pernah menulis yang “aneh-aneh” gitu? :p.

Hm, kayaknya tulisan tentang Farkhunda bisa dibilang sedikit kontroversi, ya. Karena pas dishare di FB ada yang menuduh saya menyerang Islam dan itu berita abal-abal. Padahal kasusnya nyata senyata-nyatanya, euy *ngelapKeringat*.

pixabay-wink

Bukan berarti saya menghindari menulis kontroversi lho ya because I won’t hahaha. Sebenarnya niatnya bukan ngajak berantem. Tapi memang beberapa topik sudah sensitif dari sananya :).

Enggak peduli seberapa damai kita berusaha menuliskannya, ya tetap saja orang-orang “tertentu” sukar menangkap kedamaiannya hehehe. Ya sudahlah. Kita bisa apa ;).

We’re only responsible for what we write not for what they understand, kalau kata pepatah bijak. Tentu bukan kata saya hahaha :p.

Beklah, beklah. Kelamaan ceramah (yang biasanya juga begitu hahaha), ini dia 10 tulisan terpopuler tahun 2016 :

10. Tragedi Farkhunda : Antara Agama, Misogini dan Politik 

Tulisan ini memang dibuat di tahun 2016. Pertama kali saya share di FB, responsnya cukup ramai. Tapi komentar rata-rata “seragam”. Enggak ketemu komen aneh-aneh.

Pas dishare untuk kedua kali baru deh keluar semua tuduhan-tuduhan anti Islam segala macam. Padahal dalam tulisan jelas-jelas saya katakan sangat tidak adil menghakimi Islam dalam kasus Farkhunda di Afghanistan ini :).

Gambar : farrukhsaif.com
Gambar : farrukhsaif.com

Faktor penyebabnya banyaaaaak dan saling mengikat satu sama lainnya :).

9. [Tokyo Love Story] Ku Tak Tahu Harus Memulai Dari Mana  

Tulisan ini padahal dibuat tahun 2014 :D. Kok tahu-tahu nyodok, ya.

Mungkin karena serial ini diputar kembali di beberapa stasiun televisi di tahun 2016. Jadi pada googling dan nyangkut di tulisan saya tentang serial ini hehe.

Ya tulisan semi-semi review gitu lah tentang Tokyo Love Story. Yang memang sejak nonton pertama kali langsung jadi salah satu serial favorit saya. Sampai sekarang pun ;).

8. Perempuan Indonesia di Arab Saudi … Jangan Sensi! 😉

Tulisannya dibuat di awal tahun 2016. Rasanya sih jarang saya share ya tapi mungkin trafficnya via SEO :D. Asyiiiiiik hihihi.

Topik tentang Arab Saudi tahun lalu memang bagus-bagus trafficnya. Tahun ini pun kayaknya sama :D.

Perpisahan dengan madam-madam di Jeddah (Corniche, 2013)
Perpisahan dengan madam-madam di Jeddah (Corniche, 2013)

7. Resep Sambal Goreng Daging Sapi 

Yaaayyyy, hahahaha. Resep ini memang spesial dong, ya. Cukup unik karena Resep Sambal Goreng Daging Sapi kayaknya tidak umum di semua daerah. Khas Sulawesi banget ini ^_^.

Sambal Goreng Daging Sapi juga bikinnya enggak pakai santan lho. Sudah pernah nyobain belum? ;).

6. Kota Thaif Arab Saudi, Musim Bersemi di Padang Pasir

Tulisan traveling. Lagi-lagi tentang Arab Saudi, nih, hehehe.

Letak Kota  Thaif Arab Saudi ini di arah tenggara Kota Mekkah. Tapi, biar cepet, untuk ke kota Thaif sudah ada jalan tol-nya langsung tidak perlu mengitar kota Mekkah lebih dulu.

Yang membuat Kota Thaif istimewa itu karena cuacanya yang agak berbeda dengan kondisi alam khas sebagian besar wilayah Saudi. Thaif dingin dan hijau di hampir sepanjang tahun ^_^.

Taman di Thaif, foto : Tommy Kurniawan
Taman di Thaif, foto : Tommy Kurniawan

5. 10 Fakta Unik Terkat Pangeran Waleed Al Talal

Si Pangeran idola ini juga nyumbang traffic yang cukup penting di tahun 2016 kemarin :D.

4. Contoh Menu Food Combining

Postingan yang ini pasti trafficnya dari SEO jugak hihihi. Karena sudah jarang banget saya share. Rasanya tahun 2016 juga jarang share-share tentang Food Combining.

Gimana dengan tahun 2017 ini teman-teman. Semoga pola makan sehat tetap masuk dalam resolusi kita semua ya ;). Semoga jangan berhenti sampai resolusi saja :p.

3. Resep Kue Sanggara Balanda

Lagi-lagi kuliner khas Sulawesi Selatan nih hehehe.

Foto : Dani Rosyadi
Foto : Dani Rosyadi

2. Pengalaman Melahirkan Normal Anak Ketiga

Postingan tema emak-emak banget, ya hehehe. Ini kenapa bisa trafficnya bagus. Apa lagi ngetren punya anak sampai 3 hahaha.

Kehamilan ke-3 sempat melewati beberapa minggu di Swiss
Kehamilan ke-3 sempat melewati beberapa minggu di Swiss

1. 10 Keuntungan Tinggal di Arab Saudi

Saya ingat pernah share tulisan ini di fanpage saya dan saya boost menjadi “sponsored post”.

Terus tahu-tahu dapat komentar, “Bagus deh. Bawa aja tuh temen-temen onta lo pindah ke sana.” Busyet, busyet, hahaha.

Ya begitulah posting tentang Iran, “Anda Syiah?” Begitu posting postitif tentang Arab Saudi langsung kena label “Onta”.

Again, kita mah bisa apa ya hehehe.

Tetap semangat. Keep writing ^_^. Saya sendiri menjadikan tulisan-tulisan saya untuk mengekpresikan pemikiran atau opini saya sendiri. I write to express not to impress.

Terus terang, kalau ada yang ingin ditulis terus enggak jadi-jadi itu bisa jadi “beban” tersendiri hehehe. So I write mostly for my self. Untuk  kebutuhan diri sendiri.

Terima kasih ya teman-teman yang sudah berkenan membaca tulisan saya dan memberikan feedback positif. Yang negatif pun tetap tidak masalah. At least you read them first ;).

Yang bikin pusing itu, baca kagak, tapi komentarnya setajam silet, enggak nyambung pula hahahaha :p.

Selamat tahun baru untuk kesekian kalinya. Semoga makin produktif ya di tahun 2017 untuk teman-teman blogger semua ^_^.

2017, bring it on! *lemesinJari*.

 

 

Cara Membuat Tahu Kuah Pecak yang Pedas dan Enak

Resep Cara Membuat Tahu Kuah Pecak untuk menambah variasi protein non hewani nih. Cocok buat yang menjalankan pola makan Food Combining.

Baca juga : Cara Membuat Tahu Bumbu Bali

Soalnya buat lidah Indonesia kita, protein non hewani paling gampang itu ya kalau enggak tahu ya tempe :p. Tapi makannya jangan sampai lebay gitu, ya.

Cara Membuat Tahu Kuah Pecak

Aturan sederhana, apa pun yang berlebihan ya pasti enggak bagus :D. Selang seling sama jamur-jamuran juga. Katanya sih, jamur juga tergolong sumber protein non hewani (y).

Resep Tahu Kuah Pecak adaptasi dari Resep Ikan Kuah Pecak dari blognya Mbak Endang yang hits itu. Eh, pada ngeh gak siapa Mbak Endang? Hehehe. Tapi kalau brand “Just Try and Taste” pada tahu dong, ya :p.

Nah Kuah Pecaknya mirip sama resep dari Mbak Endang. Ya paling menyesuaikan dikit dengan seada-adanya bumbu di sini.

Yang penting terasinya harus ekstra hihihi. Wah, sungkem dulu sama tetangga kalau ada bau aneh-aneh ya :p.

Cara Membuat Tahu Kuah Pecak

Bahan :

  • 500 gr tahu putih, potong-potong kotak atau sesuai selera. Direndam dengan sedikit air, garam + gula secukupnya, lada bubuk, bawang putih (dihaluskan atau yang dalam bentuk bubuk). Sisihkan.

Bahan Pecak (bumbu tidak perlu ditumbuk terlalu halus) :

  • 4 buah cabe merah besar 
  • 2 cabe rawit
  • 8 siung bawang merah, kalau saya pakai  bombay sih hehehe. Untuk bombay ukuran besar (sekepal tangan orang dewasa), pakai setengahnya saja.
  • 5 siung bawang putih
  • 2 ruas jahe
  • 2 sereh
  • 1/4 sdt kunyit bubuk
  • 1 sdm terasi bakar, atau 1.5 sdt terasi bakar

Bahan Pecak lainnya :

  • 2 ruas lengkuas, geprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • 3 lembar daun salam
  • 1 gelas belimbing air matang, sekitar 200 cc atau disesuaikan dengan tingkat kekentalan yang diinginkan.
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • Garam secukupnya
  • 1 sdm gula merah, disisir 
  • 2 sdm air asam jawa
  • 1 buah tomat diiris tipis
  • Minyak secukupnya untuk menumis
  • Kaldu bubuk secukupnya kalau mau. Ini dari resep aslinya pakai kaldu tapi sebenarnya enggak terlalu perlu sih. Tanpa penguat rasa juga sudah enak banget. Terasi gitu lho hihihihi :p. 

Cara Membuat :

Cara Membuat Tahu Kuah Pecak

  • Goreng tahu yang sudah dibumbui dan didiamkan tadi. Sisihkan.
  • Tumis bumbu halus + lengkuas + daun jeruk + daun salam hingga harum.
  • Tambahkan air matang dan rebus sampai mendidih.
  • Masukkan merica, gula merah, air asam jawa, dan garam. Aduk rata. Masak sampai kuah mengental.
  • Tambahkan irisan tomat, aduk sebentar. Matikan api.
  • Tuangkan kuah pecak ke atas potongan-potongan tahu. Atau bisa juga tahu-tahunya yang dicemplungin yang ke kuah pecaknya lalu diaduk sampai tercampur rata bumbunya. 

Selesai, deh! ^_^

Relatif gampang lah ya. Karena tinggal tumis dan cemplung-cemplungin. Karena porsi terasinya agak banyak, buat yang doyan terasi (kayak saya! Hahaha) pasti makannya sampai nambah-nambah.

Bukan hanya Tahu yang bisa dibikin Kuah Pecak. Tempe juga bisa. Ayam kek atau apalah hihi. Tapi kalau tempe saya kurang doyan, kenapa ya. Kurang pas aja gitu.

Anak saya yang sulung tentu doyan hasil dari Resep Cara Membuat Tahu Kuah Pecak ini. Dese kan emang pedes-pedes mania. Yang nomor 2 ya so-so lah. Makannya sambil bete gitu hahaha.

Suami ya jangan ditanya hihihi. Pedes doyan sama terasi juga enggak anti :D. Ya pokoknya seisi rumah hepi lah *tepukTangan*.

Btw, tempo hari juga sempat masak Nasi Liwet. Pas lah disantap bareng dengan Tahu Kuah Pecak nya hehe. Nasi Liwetnya isinya enggak macam-macam kok. Hanya teri-terian seadanya saja.

Dulu saya sempat sotoy ngotot kalau Nasi Liwet harus ada santannya hahaha *getokKepalaSendiri* :p. Ternyata nasi liwet ya enggak pakai santan kayak nasi uduk. Tapi hasilnya enak jugaaaaaa ^_^.

Kapan-kapan share resepnya di sini juga, ya. Kalau resep lebih komplit ada di blog khusus dapur saya di Dapur Davincka :D. Monggo main-main ke sana juga ;).

Resep Nasi Liwet Ikan Teri -nya bisa diintip dimari. 

Resep Tahu Kuah Pecak

Selamat tahun baru ya, teman-teman semua.

Semoga di 2017 ini ada semangat baru, cita-cita baru yang enggak bakal bosan kita mengejarnya biar enggak mentok sampai sebatas mimpi saja ;).

Sambil mikirin resolusi tahun baru ya dipraktik -in Cara Membuat Tahu Kuah Pecak nya di rumah masing-masing. Emang apa hubungannya? Ya enggak ada sih hahaha.

Happy New Year, Everyone! ^_^

Muslim di Eropa : We Can Do It! :)

Muslim di Eropa : “We can do it!” Dengan percaya diri Angela Merkel meyakinkan Eropa bahwa mereka bisa menampung terjangan pengungsi Suriah saat beberapa negara Eropa lainnya malah merasa “gelisah”.

“We can do it” … Ucapan Merkel seperti membelah udara seketika itu juga dan menerbangkan sayap pengharapan bagi jutaan pengungsi.

Tidak hanya dari Suriah, tapi bersama Irak-Afghanistan-dan banyak negara lainnya, jutaan pengungsi berbaris mewujudkan mimpi di tanah baru, Jerman, di jantung Eropa yang berdenyut paling kuat. Mereka mengumandangkan pesan, “Angela said we could come!”

serba serbi Muslim di Eropa mutter-angela

Tak berapa lama, ucapan Merkel digunakan untuk menyerangnya. Siapa yang menduga, pengungsi membanjiri daratan Eropa bagaikan air bah. Mereka bahkan tidak berhenti di Turki. Yang dari Turki pun mati-matian mengorbankan apa saja agar mereka bisa merebut tempat di Eropa.

Berbagai cerita pilu dari kandasya impian pengungsi yang terhuyung ombak, terbawa arus di laut Turki, berbaur dengan kegelisahan dan kemarahan masyarakat Eropa.

Angela Merkel menjadi bulan-bulanan media. Ucapannya dianggap spontan tanpa pertimbangan. Menyebabkan banyak masalah baru di Eropa yang memang sudah lebih dari 10 tahun terakhir ini tertatih dalam berbagai masalah ekonomi internal.

Brexit, dianggap sebagai salah satu dampak pahit dari terjangan pengungsi dan ketidaksiapan Eropa sendiri diserbu jutaan pengungsi dari berbagai penjuru.

Sebuah majalah Jerman memuat fotonya yang berpakaian ala Bunda Theresa dengan olok-olokan, “Mutter Angela”.

Angela bergeming. Angela berseru lantang saat banyak pemimpin Eropa memilih diam atas kasus pengungsi Suriah, “Apakah kita ingin hidup di benua di mana martabat seluruh manusia bahkan mereka yang minoritas tetap ditegakkan? Ataukah kita ingin berada dalam dunia dimana nasionalisme digunakan untuk intoleransi dan membiarkan kegelapan sekali lagi mengalahkan kita?”

Ibu Angela, there must be a super strong reason why the parent named you that . Angela, an angel.

Dari Negeri Penjaga Dua Kota Suci, Pangeran Alwaleed bin Talal Bin Abdul Aziz menyerukan, “Let women drive!”

Prince Waleed Al Talal (gambar : www.forbes.com)
Prince Waleed Al Talal (gambar : www.forbes.com)

Sudah sejak lama Sang Pangeran memperjuangkan hak-hak kesetaraan bagi perempuan di Saudi. Gelar pangerannya tidak membuatnya tunduk seketika terhadap segala kebijakan Kerajaan Saudi.

Pangeran menggunakan pengaruhnya untuk terus meningkatkan taraf hidup perempuan di tanah Saudi. Namun, baru beberapa bulan lalu, Pangeran menyerukan secara terbuka keinginannya tersebut.

Tidak hanya asal bicara. Sejak lama, Pangeran Talal sudah melakukan sendiri banyak hal yang bisa dilakukannya tanpa persetujuan kerajaan. Termasuk memberikan beasiswa pendidikan pilot kepada Hanadi, perempuan asli Saudi.

Setelah lulus, Hanadi menjadi salah satu supir pesawat jet pribadi Sang Pangeran . Ironisnya, Hanadi leluasa mengendalikan pesawat di udara tapi ketika berada di daratan, Hanadi harus menggunakan supir ke mana-mana .

Larangan menyetir hanya salah satu dari sekian banyak keterbatasan yang mengungkung kehidupan perempuan lokal di sana. Pernah bermukim di salah satu kota terbesar di Saudi, Jeddah, membuat saya melihat kehidupan perempuan sana yang mungkin cocok dengan analogi lawas, “hidup bagai dalam sangkar emas”.

Apakah itu emas, berlian, permata … sangkar ya tetap saja sangkar :(.

Dari daratan tinggi Tibet, Dalai Lama menegaskan bahwa pemimpin Myanmar mempunyai tanggung jawab moral untuk menyelesaikan ketegangan terhadap etnis minoritas Rohingya di sana.

Dari Negeri Seribu Dewa, Narendra Modi, sejauh ini membungkam ketakutan minoritas muslim saat dirinya mengajukan diri menjadi presiden di Pilpres 2014 silam di India.

Narendra Modi pernah terlibat dalam kekerasan terhadap umat muslim saat menjadi pejabat tinggi di wilayah Gujarat tahun 2002 silam. Sikapnya saat itu yang dianggap membiarkan kekerasan menimpa minoritas muslim di Gujarat membuat kaum muslim India resah menghadapi Pilpres 2014.

Gambar : Narendra Modi (independent.co.uk) muslim di eropa
Gambar : Narendra Modi (independent.co.uk)

Tapi kemenangan Modi, setidaknya dalam 2 tahun terakhir ini, dianggap cukup berhasil meredam ketakutan muslim India . Modi bahkan mampu membawa perekonomian India maju dengan cukup signifikan di bawah komandonya .

Angela Merkel, Alwaleed bin Talal, Dalai Lama, Narendra Modi, tentu punya kebijakan lain yang patut kita perdebatkan. Mereka manusia juga, tidak sempurna seperti kita semua.

Tapi lihatlah, mereka pun, dengan tampuk kekuasaan yang dimilikinya, tetap berusaha keras memperjuangkan banyak kebaikan bagi kemanusiaan.

Humanity beyond our differences, including religion .

Kita seharusnya bekerja lebih keras untuk menyiarkan kedamaian. Memperlihatkan bahwa kita itu bisa lho hidup damai dalam perbedaan. Menunjukkan kalau ada tempat-tempat di dunia ini di mana kalian bisa berjalan bebas tanpa mesti menyembunyikan identitas agama kalian dan kalian tetap mendapat kedamaian dan penghormatan dari orang lain.

Setidaknya itu yang saya rasakan sebagai muslimah berjilbab di negara mayoritas Katolik di sini .

Gambar : geekclubbooks.com
Gambar : geekclubbooks.com

Makanya teman-teman, kita harus terus menghidupkan harapan tentang “dunia yang damai” itu ADA dan insya Allah bisa kita perjuangkan.

Semua manusia tidak ada yang sempurna. Termasuk para pemimpin dunia atau siapa pun manusia di dunia ini. Tapi jangan biarkan ketidaksempurnaan itu terus menerus menggerogoti kemanusiaan kita.

Mari menjadi bagian dari mereka yang bekerja keras menyalakan cahaya perdamaian di tengah banyaknya perbedaan yang terasa makin meruncing ini .

Can we do it? Yes, we can. We can do it!

Selamat hari Natal bagi teman-teman yang merayakan . Damai di hati, damai di bumi .

Have a nice holiday for you all .

muslim di Eropa Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com
Resep Terong Balado tanpa digoreng

Resep Terong diCabein (Terong Balado) Tanpa Digoreng

Resep Terong dicabein alias Terong Balado (Tanpa Digoreng nih ceritanya) nunjukin betapa ribetnya kita untuk benar-benar move on dari bangsa goreng-gorengan hihi. Iya sih, terongnya enggak digoreng, tapi sambalnya tetap ditumis hihihi.

Bisa sih sambal katanya hanya direbus pakai air tanpa minyak. Tapi gimana gitu ya hahaha #belumIkhlas :p. 

 Resep Terong Balado tanpa digoreng

Tetap ngotot pengin makan yang pedes tapi tetap endes-endes, jadilah Terong Baladonya dimodifikasi dikit. Walau tetap judulnya terong dicabein, masih harus berurusan dengan minyak-minyak an :(.

Terong Balado ini idola saya dan suami. Ya kita berdua berdua memang hobi yang pedas-pedas. Mana-mana aja dibalado, deh, hahaha. Mulai dari telur, tempe, tahu, segala daging hewan, kacang-kacangan dan seterusnya :D.

Baca juga : Resep Gulai Tahu

Atau variasi masakan yang dicabein juga bisa menggunakan bumbu bali yang khas aroma terasinya itu ;). Misalnya : Resep Ayam Suwir Bumbu Bali dan Resep Tahu Bumbu Bali :D.


Kebiasaan sehari-hari saya dan keluarga, termasuk anak-anak ;), adalah mengkonsumsi sayur dalam kondisi segar. Sayurnya hanya dicuci bersih dan dipotong-potong dan langsung cemplungin ke piring kemudian hap-hap-hap. Praktis, kan?

Lebih sehat tentunya ;).


Konsumsi sayuran dalam kondisi segar memungkinkan kita memperoleh manfaat gizi sayur seoptimal mungkin. Baik enzim, vitamin maupun mineralnya. Karena konon kalau sudah dipanaskan dalam suhu tertentu dalam waktu yang lama pula, banyak enzim dan zat gizi lainnya yang akan “hilang” :(. Sayang, euy ;).


Selain bisa optimal mendapatkan zat gizi terkandung, konsumsi sayuran dalam kondisi segar juga menghemat waktu  banget. Hemat tenaga, terus hemat listrik/gas dan ujung-ujungnya ya hemat duit lah yaow :p. Emak-emak mana suaranya hahaha :p.


Tapi ya balik lagi, untuk masakan terong nih, sudah terbiasa banget makan terong bareng sambelnya. Apalah arti hidup ini kalau harus makan terong tanpa dibalado? #eaaaa :p.


Ah ya, soal nama bulenya si terong ini. Ternyata, istilahnya bisa beda-beda juga, lho.

Di wilayah Eropa sini terong (yang biasanya berkulit ungu itu) dikenal dengan nama Aubergine. Sementara sebelumnya saya tahunya terong itu Eggplant :D.
Penampakan juga lumayan berbeda.


Di Irlandia sini, aubergine-nya semok-semok hehehe. Kalau di Indonesia kan memanjang dan langsing gitu ya. Gini kira-kira penampakan terong gendut itu hehe :

Resep terong dicabein
Gambar : whitmuirtheorganicplac.co.uk

Beda kan yaaaaaaa hehehe.

Untuk sambal baladonya ya terserah saja kalian terbiasanya pakai  bumbu apa. Yang dipake sehari-hari saja. Saya sendiri kadang pakai terasi kadang juga enggak.

 

Terong dicabein : Resep Terong Balado (Tanpa Digoreng)

Bahan :

  • 1 buah terong, potong-potong sesuai keinginan. Cuci bersih. 
  • 4-6 buah cabe merah besar. Di sini enggak ada cabe merah keriting. Sebenarnya enakan pakai cabe merah keriting kali, ya.
  • 1/2 butir bawang bombay. Biasanya sih bawang merah hehe. Tapi di sini adanya bombay. Enak juga ^_^.
  • 1 buah tomat, cincang kasar
  • 1 sendok makan air asam jawa
  • 1/4 sdt terasi
  • Garam gula secukupnya
  • 1-2 sdm minyak goreng untuk menumis



Cara Membuat :

  • Rendam potongan terong dalam air garam maksimal 1 menit lah ya. Tiriskan.
  • Haluskan cabe merah + bawang bombay + terasi
  • Tumis bumbu halus sampai wangi
  • Masukkan tomat + air asam jawa. Aduk rata. 
  • Masukkan garam dan gula. Aduk lagi. Koreksi rata
  • Kalau rasanya sudah oke, masukkan potongan terong. 
  • Aduk-aduk potongan terong sampai bumbu tercampur merata.
  • Selesai deh, matikan kompor ;).


Kalau saya paling doyan makan terong baladonya dengan masakan tempe atau tahu plus nasi panas dong tentunya. Satu lagi, dengan beberapa sayuran segar tambahan. Kalau terong doang kurang aja gitu rasanya hehehe.

Sebaiknya memang mengkonsumsi beberapa jenis sayur berbeda tiap satu kali waktu makan :).

 



Biasanya ditambahkan sayuran segar lainnya seperti potongan timun + tomat :D. Etapi di fotonya si tomat belum sempat ditambahkan. Sesuai selera masing-masing saja, ya. Sayuran kan banyak ragamnya. Usahakan mengkonsumsi ragam jenis variasi sayuran di waktu makan berbeda-beda ;).

Resep Terong Balado tanpa digoreng terong dicabein


Buat yang ngikutin pola makan ala Food Combining, kalau terongnya mau dimakan pakai protein hewani (ikan, ayam, sapi dll), nasi putihnya digeser dulu yaaaaaaa :D.


Dalam pola makan Food Combining, sebaiknya tidak mencampur karbohidrat dengan protein hewani. 


Rasanya tetap enak kok. Lebih juicy malah kalau menurut saya. Kalau digoreng terongnya malah jadi letoy gitu gak sih? Udah gak jelas lagi apanya yang mau dimakan hehehe.


Daripada dibayang-bayangin, praktik-in sendiri aja si terong dicabein atau Resep Terong Balado Tanpa Digoreng -nya, yes? ;). 

Di channel youtube saya juga ada beberapa vlog resep ya misalnya nih empal daging sapi. Bikinnya mudah dan empuuuukkk.