Muncul di Tabloid Prioritas

Sebenarnya untuk edisi februari kemarin. Baru ingat belum pamer-pamer di blog hihihihi.

Btw, kalau ada yang tertarik mengisi rubrik “Perjalanan” di tabloid ini kirim saja ke hauraziba@yahoo.com. Isinya standarlah seperti artikel traveling yang lain.

Serunya lagi, tabloid ini ada versi onlinenya, lho. Silakan dicek contoh-contoh artikelnya.

Ini link tulisan saya yang dimuat kemarin :). Oleh-oleh jalan-jalan dari Madain Saleh di penghujung bulan desember kemarin. Salah satu cerita jalan-jalan yang sangat berkesan menjelang final exit kami sekeluarga dari Jeddah.

https://www.prioritasnews.com/2013/02/15/warisan-leluhur-di-bukit-laknat/

madain saleh

What is Invisible to The Eyes

Saya pernah doyaaaan banget nonton dorama Jepang. Circa 1995 – 2000. Ceritanya variatif dan tidak melulu mentok di kisah sepasang kekasih yang sering ditampakkan sebagai “It’s us against the world!”

Gambar : weheartit.com
Gambar : weheartit.com

Serial romantis dari dorama Jepang yang berkesan, tontonan wajib abg 90 an :P, apalagi kalau bukan “Tokyo Love Story” dan “Ordinary People.”

Tapi sebenarnya ada satu, nih, yang lumayan meninggalkan bekas. Bukan karena cerita atau tokohnya tapi sepenggal percakapan di beberapa episodenya. Oh ya, judul filmnya, “The End of The World.”

Ini adalah semacam ‘tes’ iseng-iseng si pemeran utama perempuan jika bertemu laki-laki sebayanya (siapa saja, tidak mesti kecengan atau pacar) :

P : “Kalau kiamat datang, kau diberikan sebuah perahu. Tapi kau hanya boleh membawa satu jenis binatang bersamamu. Kuda, merpati, macan, atau merpati. Kau pilih apa? Kenapa?”

Biasanya si laki-laki menjawab macam-macam. Ada yang tegas memilih merpati, “Burung mudah dipelihara.”

Ada yang berpikir dahulu, “Mmm…aku rasa kuda atau macan. Entahlah karena apa.”

Sedikit yang menjawab, “Kambing.”

Waktu saya SMA, saya hampir selalu menanyakan hal yang sama kepada teman-teman saya. Baik laki-laki maupun perempuan. Tiap hewan yang dipilih akan menunjukkan satu hal yang paling dianggap penting dalam kehidupan si penjawab.

Untuk yang menjawab “kambing” memang hanya orang-orang tertentu. Nampak akurat sih dulu :p.

Try that for fun! ^_^.

***

Begitu usia sudah tidak muda lagi *uhuk uhuk*, I still love the love stories. Tapi lebih suka yang nyata. Bertanya langsung kepada teman-teman saya, “Eh, dulu lo ketemu suami lo gimana ceritanya?”

Pertanyaan ini bagi yang sudah menikah saja.

Ini sudah kebiasaan lama, kok hehehehe. Reaksinya macam-macam. Sebagian besar selalu malu dan risih pada awalnya. Tapi, tak lama, dengan penuh semangat, meluncur deh cerita selengkapnya.

Beberapa cuplikannya adalah sbb (tentu saja, nama disamarkan :P) :

Yang ini cerita si Wortel, “Ih, dulu gue kenalnya dia masih punya pacar, taukkk. Waktu putus, ampe nangis-nangis dia cerita ke gue.” Terus, kita ngakak berdua.

Saya penasaran, “Terus, terus?”

“La ya gak tau juga. Tahu-tahu kita jadi dekat terus gak lama kawin, deh.”

“Lu paksa kali.”

“Enak aja. Tahu enggak, pacarnya yang dulu itu pinter-pinter.”

“Nyesel dong dia.”

Muka Wortel malu-malu, “Katanya gue juga pinter. Pinter ngurus anak.”

Eaaaahhhhhhh…ngakak guling-guling.

Kalau Tomat lain lagi. “Ketemu pertama enggak sengaja. Janjian ama temen lain padahal di kantin gedung lantai 14.” (Masih ingat dong gue lantainya ahahahahahahha).

Pertemuan kedua pun tak ada yang istimewa. Ketiga, diajak makan siang bareng. Tomat dong buru-buru ke toilet rapiin rambut. Ealah, ternyata lunchnya berempat ihihihihihi.

Setelah beberapa kali jalan bareng, Tomat tidak tahan. Minta nomor HP duluan. Serasa nonton film ih dengar si Tomat berkisah. Kita, waktu itu ada beberapa teman lain sebagai pendengar, sampai tepuk tangan dengan noraknya.ย Hahaha.

Tomat bercerita hanya kenal dan sempat jalan-jalan sekitar beberapa bulan, tak dijanjikan komitmen apa-apa. Tapi tak lama tahu-tahu diajak bertemu keluarga besar si calon suami. Lengkap dengan insiden saltumnya :P.

Itu tuh contoh laki-laki jagoan. Enggak banyak omong, langsung tentuin tanggal! ;). Lucky you, Tomat :D.

Bayam tidak kalah serunya. “Waktu kuliah sih, rasanya biasa saja. Tapi kemana-mana aku diintilin melulu, Mbak.” Ihiiiyyyyy.

Kisah mereka tak terlalu mulus, sedikit ditentang oleh pihak-pihak tertentu. Namun, berakhir manis di pelaminan :).

Ada juga, Bawang Merah dan Cabe Rawit. Dua-duanya melalui jalur ta’aruf (spelling?).

Kata Bawang Merah, “Waktu mau menikah, kita nentuin kesepakatan bersama, gimana enaknya, gimana baiknya. Kayak bikin proposal aja.”

Tapi jodoh di tangan Tuhan, ya. Keduanya masih langgeng sampai sekarang. Insha Allah sampai seterusnya :).

Terong Ungu ketemu sang pangeran di bangku sekolah. Kenal dari kecil. Waktu SMA, malah Terong Ungu berada di posisi sebagai mak comblang. Eeehhh, malah jadian sama klien sendiri :P.

Terpisah jarak dalam kurun waktu yang tidak sebentar tapi akhirnya bersanding bersama di hari H :). Ada yang dalam sekejab mata, ada yang menjalani rentang waktu yang lama.

Kalau Sawi malah bilang, “Pertama kali mau dikenalin ke aku, dianya enggak mau!”

Sayangnya, ceritanya tidak kelar-kelar sampai sekarang. Tidak tahu nih lanjutannya apa sehingga akhirnya duduk berdampingan di hadapan bapak penghulu :D.

Yang dijodohkan orang tua juga ada. Sebut saja Daun Kemangi (ya ampuuunn, enggak ada sayuran lain, nih. Hihihihihi). Daun Kemangi konon sudah menjadi incaran calon ibu mertua waktu umurnya masih 10 tahun. Beneran kejadian akhirnya.

Saya pernah bertanya, “Nyesel gak sih dulu nerima lamarannya?”

Daun Kemangi tidak perlu waktu lama menjawab tegas, “Suamiku itu satu diantara seribu.” Nyesssssss :D.

Yang akhirnya mengikat janji dengan teman lama tidak sedikit juga. Buncis misalnya. Sudah jauh-jauh kuliah di kota lain, berjodohnya ternyata dengan teman SMP (apa SMA, ya?) di tanah kelahiran juga akhirnya :).

Ada pula kisah cinta ala “Ainun-Habibie”. Ini Brokoli punya cerita. Konon, kekasihnya kala itu adalah seorang calon dokter. Datang wakuncar dengan mengendarai sedan. Lalu, si calon suami datang di saat yang sama. Lupa euy, waktu itu datang pakai angkot atau motor. Yang jelas bukan becak kayak Habibie :D.

Entah kenapa, Brokoli malah mantap dengan yang datang tanpa mobil itu. Cerita indah mereka berlanjut di pelaminan dengan jumlah anak yang kini tidak sedikit. Tambah lagi, Mbak Brokoli! *dilemparPampers*

Kembang Kol mengaku ‘salah sasaran’. Maksudnya?

“Gue dulu naksirnya sama yang lain. Eh, kok malah dia yang geer dan gencar deketin. Ya sudahlah, malah keterusannya sama dia.”

“Yaaaa, nyesel dong…”

“Enggak banget. Kita memang banyak bedanya. Tapi gue akuin, dia yang paling cocok buat gue.” How lovely :). Bravo, Kembang Kol.

Tuhan punya caranya sendiri untuk mengirimkan pasangan yang tepat untuk kita. Bahkan memilihkan yang mungkin tidak terpikir sebelumnya. Jangankan kepikiran, masuk kriteria saja tidak.

ย 

sayur

***

Tidak perlu capek-capek menonton film romantis. Kerasa loh getaran yang sama kalau melihat wajah mereka (si para sayuran di atas :P) yang tanpa sadar merona merah. Matanya berbinar-binar biarpun sibuk cekikikan malu-malu.

Kalau melihat tanggalan hari ini, 14 februari, langsung ingat…coklat! Hehehehehe. Konon, hari ini adalah hari kasih sayang. Bahasa kerennya, Valentine Day.

Semua juga sepakatlah, kasih sayang itu seharusnya dirayakan tiap hari. Tapi saya senang-senang saja ada penanggalan khusus seperti ini.

Bukan karena pengin disayang-sayang, tapi karena sebagian besar rak-rak makanan di toko-toko akan memajang aneka rupa coklat. Penggila coklat langsung bersorak :D. Belum lagi tawaran potongan harganya.

Jadi, selamat hari Valentine buat para penjaja coklat. Selamat menikmati salah satu momen dimana keuntungan meningkat secara signifikan.

Selamat hari Valentine buat para penjual bunga :). Mungkin hari ini, omzet yang biasanya tidak seberapa, tiba-tiba melonjak tajam. Enjoy this day :).

And my dear friends, yang kisah-kisahnya saya ceritakan di atas, I love you too. Not only for today. Tapi karena hari ini saya melanggar janji untuk tidak mengisahkan cerita kalian ke publik, saya mohon kasih sayangnya untuk sudi memaafkan hihihihihi.

Kebahagiaan sudah selayaknya dibagi-bagi. “Happiness is only real when shared” ๐Ÿ™‚.

***

Jejak Urang Awak dalam Sejarah Bangsa

by : Jihan Davincka

***

sejarah kecil

Baru saja menuntaskan sebuah buku dari kumpulan jilid “Sejarah Kecil Perjuangan Bangsa.” Buku ini bukan khusus membahas suku Minang. Buku biografi beiberapa tokoh pelopor sejarah perjalanan bangsa ini ditulis oleh Rosihan Anwar. Kesan pertama setelah menuntaskan isinya, “Minang lagi, minang lagi!” Hehehehehe.

Memang, majalah Tempo pun pernah merilis buku biografi 4 Bapak Bangsa. Tidak tanggung-tanggung, 3 dari 4 (Sukarno, Hatta, Syahrir, Tan Malaka) terlahir dari salah satu suku terbesar di pulau terbarat nusantara. Bukan cuma mempopulerkan rendang, suku minang melahirkan tidak sedikit tokoh-tokoh penting di masa lalu. Pola pikir mereka yang beragam dan ‘intelek’ membuat banyak ideologi yang teranut. Membentang dari sayap kiri, tengah, dan kanan.

Sayap kiri ada Tan Malaka. Seorang tokoh komunis nasional yang namanya sempat diendapkan oleh rezim orde baru. Anda mungkin berpikir Tan Malaka seorang atheis :). Beliau seorang penghapal alquran. Mungkin lebih tepat jika disebut sebagai sosialis ekstrim kiri. Berbeda dengan sosialis komunis yang diterapkan oleh Lenin dan Stalin, yang sayangnya menjadi standardisasi dalam menilai pengusung paham komunis. Selain Tan Malaka, ada juga Rustam Effendi.

Sayap tengah ada Syahrir. Bapak Bangsa yang jasanya tidak sedikit namun berakhir tragis dalam isolasi politik hingga akhirnya meninggal dunia. Syahrir sosialis beraliran kiri namun tidak menyetujui sosialisme ala Uni Soviet. Menurutnya, sosialisme adalah mengakui persamaan derajat antar sesama manusia.

Tokoh populer di sayap kanan antaralain : Muhammad Natsir, Agus Salim, dan Buya Hamka. Ketiganya bukan nama asing, kan?

Urang awak juga menghiasi daftar pujangga besar dan pejuang kemanusiaan tanah air. Ada Motinggo Busye, A.A Navis, Muchtar Lubis, dan Lukman Harun. Saya baru tahu kalau Motinggo Busye, cerpenis favorit saya, ternyata orang Minang juga. Rata-rata mereka memiliki keahlian bermacam-macam nan mumpuni. Seorang versatile.

Disebutkan kalau orang Minang tidak berjodoh dengan pemerintahan. Hatta mundur ketika merasa garis politiknya sudah tidak sejalan dengan Sukarno. Syahrir mundur dari jabatan perdana menteri di tahun 1947. Tan Malaka terlempar dari organisasi yang diperjuangkannya dengan segenap jiwa. Buya Hamka juga akhirnya memutuskan hengkang dari pucuk kepemimpinan dari MUI.

A.A Navis mengeluhkan apa yang salah dengan orang Minang?

Sementara Sukarno dan Suharto mati-matian membentuk kekuasaan. Sekali tergenggam, mereka tak sudi melepaskannya.

Orang Minang mulai ‘tersisih’ ketika pemberontakan PRRI/Permesta bergejolak. Satu persatu tokoh-tokohnya mulai dilemahkan.

Sisa-sisa intelektualitasnya masih sangat terasa hingga kini. Sebagian besar teman saya yang lahir dan besar di sana, saat merantau pas kuliah atau sudah bekerja, kecerdasannya memang tidak main-main :).

Bahkan pernah kami naik taksi. Supirnya ternyata urang awak. Saat macet tidak terasa karena dia dan suami sibuk mengobrol soal politik tanah air. Cara bicaranya tidak seperti orang kebanyakan. Kok bisa jadi supir taksi, ya? hehehehe.

Saya ingin menghindari stereotip atau stigma semacam ini. Tapi ya, sejarah dan pengalaman sehari-hari mana sanggup saya bantah :). Tidak semuanya, lebih tepat (mungkin) sebagian besar.

***

Ngomong-ngomong soal agama, suami saya bilang orang Minang termasuk suku yang ‘ketat’ untuk urusan keyakinan. Bisa dibilang, suku ini 100% penganut muslim. Makanya tidak berlebihan jika film “Cinta Tapi Beda” karya Hanung menuai protes keras dari ‘petinggi-petinggi Minang’. Duh Mas Hanung, apa yang dicari? Jangan disama-samakan yang memang sudah berbeda :). Toleransi ada batasnya.

Saya penasaran sekali mengapa orang-orang Minang ini bisa ‘eksentrik’ begitu, ya. Padahal sebagian besar mereka mengalami gemblengan masa kecil ala pesantren konservatif. Memiliki pengetahuan agama Islam yang tidak ecek-ecek. Memang banyak dari mereka yang akhirnya berkiprah dan memiliki nama besar dalam pengetahuan agama. Tapi banyak juga yang akhirnya memilih berpihak pada sosialisme.

Sebenarnya bila ditilik lebih jauh, para sosialis ini muncul sebagai bentuk perlawanan kepada kaum kapitalis. Makanya kalau melihat sejarah perjuangan bangsa, selain kaum muslim yang memang sudah mendominasi kala itu, perlawanan habis-habisan pun datang dari kaum sosialis. Muslim memandang imperialisme sebagai ‘kristenisasi’ dan Sosialis yang memandang imperialisme sebagai kapitalis.

Sebagian paham sosialisme memimpikan perwujudan “Masyarakat Madani”. Karena paham ini kerap dihembus-hembuskan sebagai ekstrim kiri, konotasinya menjadi negatif 100%. Padahal ekstrim kiri ya karena ekstrim kanannya sudah menjadi pakem penganut kapitalis :D. Iya enggak, sih? *sotoy*.

Kalau ditinjau lebih jauh lagi, sebagian paham sosialis belum sepenuhnya ‘mati’. Sebagian besar Eropa Barat masih menerapkan aturan sosialisme kemanusiaan. Berbeda dengan Amerika Serikat yang kental dengan liberalismenya. Liberalisme? Jangan bingung. ‘Teman’nya kapitalisme juga, kok. Hehehe.

Liberalisme mengingatkan pada istilah liberal. Islam di era terkini di Indonesia mulai digerogoti sebuah kelompok kecil yang menamakan dirinya JIL (Jaringan Islam Liberal). Pemahaman mereka bisa dicek di website resminya. Yang saya bingung, mereka banyak menyerang pemahaman Islam ‘konservatif’ termasuk ‘meragukan’ isi alquran. Lha ya bikin agama baru aja, kenapa mesti dompleng nama Islam? :). Takut enggak dapat pengikut ni yeeeee :P.

Tapi apesnya, istilah ‘liberal’nya ini menjadi istilah yang tidak jarang digunakan secara ‘serampangan’. Misalnya pas Pilkada kemarin milih Jokowi, dituduh ‘liberal, lu!’. Suami saya nih yang kerap dituduh ‘liberal’ oleh teman-temannya. Ahahahahhaha.

Suami saya kebetulan urang awak juga. Saya mengagumi semangatnya belajar bahasa Arab. Alasan utamanya karena dia ingin lebih mengerti isi alquran. Memang, orangnya kurang suka dengan doktrin-doktrin yang menurutnya membuat orang menjadi ‘malas belajar’ dan mencari tahu sendiri:).

***

Semoga sepenggal cuplikan masa lalu urang awak di atas (exclude my husband! :P) bisa menyemangati kita sebagai intelektual muda kaum muslim *tsaaahhh* untuk tidak enggan menggali dan terus mengasah pengalaman. Jangan takut rasa penasaran akan menjerumuskan kita. Perbedaan akan me’liberalisasi’ kita ?Tidak, kok. Bukan label ustaz yang akan membawa kemuliaan bagi tiap manusia.

Takwanya, bukan ‘label’nya :).

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฅูู†ูŽู‘ุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑู ูˆูŽุฃูู†ู’ุซูŽู‰ ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’ ุดูุนููˆุจู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุจูŽุงุฆูู„ูŽ ู„ูุชูŽุนูŽุงุฑูŽูููˆุง ุฅูู†ูŽู‘ ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽูƒูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุชู’ู‚ูŽุงูƒูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุนูŽู„ููŠู…ูŒ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ

โ€œHai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.โ€ (QS. Al Hujurat: 13)

Jangan berlindung di balik zona nyaman, “kata ustaz kan begitu”. Jangan mentok gitu, dong hehehehe. Tentu kita selalu butuh guru dan bimbingan. Manalagi kita dihantui ketakutan hati tiap insan mudah terombang-ambing dan resiko ‘tergelincir’ itu selalu ada. Maka, lafadzkan selalu :

‘Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi โ€˜Ala Diinik’

Artinya: โ€œWahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.โ€

[HR.Tirmidzi]

Sekalipun rasa hormat pada kaum ulama harus selalu menjadi bagian dari akhlak utama seorang muslim, bersandarlah selalu pada Allah. Bukan pada orang, figur, dan lain-lainnya.

Hasbunallah wani’mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar). Surah Ali `Imran (3).

Amin :).

***

Solusi Hidup Sehat ala Food Combining

Food Combining sering disingkat sebagai FC. Bukan football club :P.

 

Hidup sehat ala food combining

Biarpun tidak suka memusingkan penampilan, saya termasuk sangat peduli dengan berat badan. Sewaktu usia 20-an alasannya cetek saja, sih. Iri dengan teman-teman berbadan mungil yang bisa sepuasnya membeli baju-celana model paling in di Melawai (waktu itu Melawai blok M masih hits :P). Baju-bajunya murah meriah, tapi sayang…rata-rata ‘all size’! Ujung-ujungnya duit, hahahahahaha.

Dari dulu, saya anti sekali dengan yang namanya obat-obatan, teh-teh an, dan produk pelangsing buatan lainnya. Saya ingin berbodi langsing (langsing bukan kurus!) tanpa efek samping. Biarpun banyak produk buatan ini yang menjanjikan jaminan alami dan bla bla bla. I never trust any of them.

Saya percaya 2 hal untuk pengaturan berat badan : olahraga + pengaturan pola makan! Tidak kurang, tidak lebih :).

Metabolisme Lebih Optimal di Usia Muda

Mendisiplinkan olahraga secara rutin tidak perlu mahal, lho. Masih ingat acara Primaraga di ANTeve yang tayang tiap hari pukul 6 pagi! I only need a pair of shoes dan bangun lebih pagi, kebiasaan yang tidak pernah saya tinggalkan dari gadis hingga kini.

Hidup Sehat ala Food Combining
Prima Raga ANTV (sumber : www.veengle.com)

Pola makan tidak macam-macam. Simpel saja. Tinggal mengurangi porsinya, tanpa mengurangi frekuensi makan. Saya memang pantang menghindari makanan apa pun, kecuali ada efek alerginya buat saya. Tiap makanan alami memiliki kandungan gizi masing-masing. Jadi, dari dulu tidak pernah menganut diet rendah kalori, diet tinggi protein, dan diet-diet lainnya. Saya juga takut mengurangi waktu makan.

Mungkin karena faktor usia dan sangat disiplin berolahraga, waktu kuliah tak begitu sulit menurunkan berat badan. Begitu pun saat mulai bekerja. Awal bekerja, puas-puasin makan enak. Terbiasa dengan uang saku pas-pasan, dapat gaji jutaan rasanya bagai dapat durian runtuh hehehehe. Tapi langsung menyadari berat badan yang mulai tak terkendali. Untunglah dekat kantor ada gym ( yang murah :P). Mulailah mengenal gym sejak saat itu.

Terus kapok deh. Sejak itu terus menjalani pola makan yang tidak berlebihan. Sekali-sekali mangkir. Tapi begitu berat mulai melenceng, langsung balik ke jalur ‘aman’. Gampanglah saat itu menurunkan berat badan. Hamil pun, sesuai saran dokter (baik yang di Jakarta dan di Jeddah), kenaikan berat badan cuma 9 kg saja. Untuk perempuan dengan berat badan normal sebelum hamil, maksimum kenaikan seharusnya 12 kg saja. Di atas itu, hati-hati dengan ancaman tekanan darah tinggi yang menjurus ke diabetes. Ini kata dokter, lho, ya ;).

Setelah hamil ke-2 inilah, semuanya buyar pelan-pelan. Melahirkan Narda memang di usia 31 tahun. Metabolisme tidak seoptimal usia 20-an. Diperparah dengan saya yang memang dari dulu tak suka sayur dan buah.

Sudah berusia diatas 30, anak sudah 2, saya tidak terlalu pusing lagi dengan berat badan. Ditambah lagi hidup di Saudi dalam dekapan abaya sehari-hari, benar-benar melenakan :D. Tiap berkaca rasanya langsing-langsing saja.

Lalu, mulai deh diserang migrain secara rutin. Dulu memang saya termasuk gampang masuk angin. Lalu, setelah usia 30 an makin parah. Langganan antangin plus minyak angin. Maklum, hidup jauh dari keluarga tanpa tangan kedua. Mau tak mau tiap bangun pagi, pusing enggak pusing, harus tetap ‘ngantor’ :P. Minyak angin teman setia dari pagi hingga malam.

Puncaknya ketika melihat hasil tes darah di lab. Kolesterol saya mencapai 202. Masih normal memang. Tapi sudah menyentuh batas atas dan kena warning. Padahal berat badan belum berlebih.

Saya mulai sadar lagi dan kembali ke prinsip dulu. Mengurangi porsi makan. Mulai lagi memaksa diri makan sayur dan buah. Sehabis makan, makan buah. Malah begah dan kadang-kadang sudah tidak kuat. Sebelum makan hajar buah, malah rasanya perut jadi aneh. Boro-boro berat badan turun, malah adanya lapar melulu. Dan berat badan terus naik, perlahan tapi pasti.

Mulai giat berlari lagi, aktifitas yang rutin saya lakukan dulu. Sehabis lari, beberapa jam kemudian pasti masuk angin parah dan migrain menjadi-jadi. Biarpun tidak separah pas lari, saat pilates pun saya sering pusing-pusing setelahnya.

Tentu saya tak mengubah prinsip. Saya tetap pantang menjalani diet rendah kalori, diet tinggi protein, dan teman-temannya. Saya takut malah jadi sakit.

Saya mulai pasrah, “I’m getting older. Terima saja.”

Berkenalan dengan Hidup Sehat ala Food Combining

Mulai tahun 2013, saya punya resolusi baru. Ingin hidup lebih sehat. Berusaha mencari formula yang tepat via google. Bagaimana caranya mengkonsumsi segala jenis makanan dengan tepat tanpa perlu menghindari kandungan gizi tertentu. Rasanya sudah cukup banyak browsing yang dilakukan, belum juga ketemu konsep yang cocok.

Betul kata Ustaz Salim A. Fillah, kadang jawaban atas usaha kita datangnya dari arah yang tidak disangka-sangka. Google tak juga memberikan jawaban yang memuaskan, ternyata informasinya datang dari seorang teman, Linda hehehe. Di waktu yang tidak terduga via obrolan iseng. Lesson learned : keep trying, never give up, you’ll find a way somehow :D.

Tiap kamis pagi biasanya ada kegiatan “Thursday Morning Run”. Tanggal 10 januari, obrolan santai sehabis berolahraga adalah tentang pola makan.

Ucapan Linda yang berbekas waktu itu, “Ini dietnya enak, lho. Boleh makan sampai kenyang. Terus boleh makan nasi pakai tempe pakai sambal pakai terong.” Yayyy, it’s my favorite meal!

Pulang ke rumah, langsung browsing. Memainkan jemari di situs Mbah Google dengan kata kunci : “Food Combining.” Banyak sekali ternyata informasinya. Saya melahap teori-teorinya, tanpa sadar ikut mengangguk-angguk sembari membaca. Saya langsung merasa cocok.

Biarpun tidak suka buah dan sayur. Saya langsung yakin kalau niat pasti bisa menjalaninya.

Memulai sama dengan 50% menyelesaikan. Hari kamis saya pelajari konsepnya, via googling saja, sih. Besoknya, hari jumat, langsung praktik. Tidak pakai pemanasan :D. Tanggal 11 Januari, hari pertama FC saya.

Saya percaya konsepnya. Sesuai pula dengan keyakinan saya selama ini. Bahwa, pola makan memang harus alami, yang ternyata merupakan salah satu konsep dasar FC.

Apa salahnya mencoba? Kalau ternyata kurang cocok ya tinggal berhenti saja, kan?

Prinsip Dasar Food Combining 1 : Pola Makan Mengikuti Pola Pencernaan

Tak ada pantangan apa pun dalam FC. Menurut para ahli, baik karbohidrat, lemak, maupun protein, semuanya dibutuhkan oleh tubuh.

Tapi sistem pencernaan kita perlu kondisi-kondisi khusus untuk bekerja lebih optimal. Nah, pengaturan pola makan ala FC didasarkan pada cara kerja sistem pencernaan kita. Jadi, tak ada ukur-mengukur kalori dalam FC.

Sistem pencernaan bekerja tanpa henti di tiap siklusnya selama 24 jam.

Pukul 12.00 – 20.00 : Kegiatan utamanya adalah pencernaan / pengolahan makanan.

Pukul 20.00 – 04.00 : Kegiatan uatamanya adalah penyerapan makanan.

Pukul 04.00 – 12.00 : Kegiatan utamanya adalah proses pembuangan.

Untuk efisiensi, kita perlu menyesuaikan makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan sesuai dengan pola kerja sistem tersebut. Catat pula bahwa sistem pencernaan merupakan salah satu sistem tubuh yang memerlukan energi yang paling besar.

Pukul 4 pagi hingga jam 12 siang terjadi fase pembuangan. Energi yang diperlukan untuk fase pembuangan sudah cukup besar. Jangan mengganggu kinerja pencernaan kita dengan mengkonsumsi makanan berat. Maka, di jam-jam seperti ini, sarapan dengan konsumsi buah-buahan adalah yang paling efisien.

Wah, sakit perut dong nanti. Bisa lemas, tuh. Itu pun sempat menjadi keraguan saya. But, you never know if you don’t try ;). Buah-buahan termasuk jenis makanan yang sangat cepat dicerna dimana sistem pencernaan kita tidak membutuhkan energi yang besar untuk melakukannya. Karena cepat dicerna, rasa kenyang cepat datang. Kalau lapar lagi, makan buah-buahan lagi. Pastikan buahnya segar, matang tapi tidak busuk, dan telah dicuci bersih.

Hidup Sehat ala Food Combining
Yummy ๐Ÿ˜€ (sumber : www.fruitsinfo.com)

Saya sudah membuktikannya 16 hari ini, buah-buahan terbukti ampuh untuk menjamin pasokan energi hingga jam 12 siang. Sebagai Ibu Rumah Tangga, jam-jam segini ‘kerjaan kantor’ lagi padat-padatnya, lho hehehehe. Jangan takut lemas dan jangan menahan lapar! Kalau lapar, hajar buah lagi. Dan beri jeda 15 menit untuk mengkonsumsi jenis buah lainnya.

Untuk hari pertama hingga ketiga, kalau belum terbiasa, silakan makan siang di jam 10 pagi. Insya Allah setelah hari ketiga, bisa mengikuti pola yang benarnya :).

Jam 12 siang, saatnya mengisi perut dengan makanan lebih berat. Ini adalah fase pencernaan dan pengolahan. Mengenai menunya kita bahas di topik selanjutnya, ya.

Beri jarak antara 2 makanan berat minimal 4 jam. Setelah 4 jam, enzim-enzim pencernaan akan kembali bekerja secara optimal. Tapi usahakan makan malam setelah pukul 18.00, agar malamnya tidak terlalu lapar hehehe. Di sela-sela makan siang dan malam, silakan konsumsi cemilan sehat seperti rujak sayur, rujak buah, kacang-kacangan (sanggrai jangan digoreng), dsb.

Setelah pukul 8 malam, jika masih lapar, hajar buah lagi. Ingat, fase penyerapan pun butuh energi yang tidak sedikit. Jangan membebani sistem pencernaan dengan malahap beberapa potong ayam atau makan mie goreng!

Pola pencernaan pun akan efektif bila kondisi Ph (derajat keasaman) berada di titik 7.5 – 7.8. Ingat kan ya, angka Ph berkisar dari 1 hingga 14. Makin mendekati 1 berarti makin asam. Makin mendekati 14 berarti basa. Berarti, tubuh memerlukan kondisi cenderung basa agar sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Hanya ada 2 jenis makanan yang bersifat basa, sayur-sayuran segar dan buah-buahan segar. Maka dari itu, sekitar 60-70% santapan harian kita harus terdiri dari kedua jenis makanan pembentuk basa ini. Sinkron kan dengan teori makanan sehat yang sering kita dengar? :).

Prinsip Dasar Food Combining 2 : Kombinasi Makanan Serasi

Tulisan ini berdasarkan beberapa literatur di internet dan buku yang ditulis oleh Ibu Andang, salah satu pelopor Food Combining di Indonesia. Saya tentu tak bisa terlalu detail. Dijitak Ibu Andang nanti hehehehe.

Karbohidrat – protein – lemak disebut zat gizi makro karena diperlukan tubuh dalam jumlah besar untuk pemenuhan gizi kita. Hampir semua makanan mengandung ketiga unsur ini tapi dalam proporsi tiap unsur yang berbeda.

Secara alami, dalam tiap jenis makanan hanya terdapat satu unsur gizi makro yang dominan. Selaras dengan sistem pencernaan yang tidak memiliki kemampuan untuk mencerna optimal lebih dari satu zat gizi makro yang dominan.

Langsung paham, dong, maksudnya. Nasi, yang didominasi oleh karbohidrat tidak seharusnya dikonsumsi bersamaan dengan ayam goreng dan protein hewani lainnya, yang memiliki kadar protein tinggi.

Apa? Tidak boleh makan daging? Apa jangan makan nasi? Boleh, Kakaaaakkk :).

Yang tidak boleh adalah melahapnya dalam satu waktu makan yang sama. Jadi, jika siang kita mengkonsumsi nasi, jangan pakai protein hewani. Malamnya barulah kita bebas icip-icip ayam atau sapi atau telur, dll. Bisa juga ditukar. Siangnya makan protein hewani, malamnya menyantap karbohidrat.

Nasi memang kurang serasi dengan protein hewani. Tapi nasi (dan pati-patian lainnya) serasi dengan protein nabati (tahu – tempe – jamur, dll). Jadi, jangan takut bakal disuruh menyantap nasi saja. Silakan ditambahi dengan tahu-tempe goreng/bacem plus sambel *nelenLudah*.

Makan malam pun boleh mengkombinasikan protein hewani dan protein nabati. Boleh lho, bikin capcay ayam pakai tahu.

Jangan lupa pula jika tiap-tiap protein hewani memiliki kadar proporsi lemak dan protein yang berbeda-beda. Usahakan dalam satu waktu makan hanya mengkonsumsi satu jenis protein hewani. Kalau makan ayam, enggak perlulah pakai daging sapi lagi. Atau sebutir telur rebus tidak usah dicampur dengan daging ayam. Hemat uang belanja, bukan? Hihihihihi. UUD lagi, deh :P.

Bagaimana dengan sayur? Sudah disebutkan di sub judul sebelumnya bahwa sayur dan buah ini haruslah merupakan aktor utama dalam konsumsi makanan kita sehari-hari. Baik makan siang dan makan malam, sayur tak boleh absen. Dan ingatlah, porsinya harus lebih banyak daripada karbohidrat dan protein utama. Minimal sama.

Hidup sehat ala food combining

Sayangnya sayur dan buah bukan kombinasi serasi. Makanya pagi hari, silakan makan buah-buahan sepuasnya (kecuali pisang, durian, alpukat, dan nangka), tanpa mencampurnya dengan sayur-sayuran.

Kenapa? Temukan jawabannya lebih lanjut di bukunya Ibu Andang, ya ;). Banyak pula kombinasi serasi dan tidak serasi lainnya yang bisa ditemukan dalam buku ini. Lengkap dengan alasannya masing-masing. Saya kasih deh sedikit contekan : spaghetti dan saos tomat ternyata a big no-no!

Okelah, sedikit contekan lagi. Pati dan pati ternyata pasangan yang serasi. Jadi, boleh mengkonsumsi perkedel kentang dan nasi. Tapi ingat, perkedel kentangnya jangan diberi daging dan telurnya sedikiiitttt saja ;).

Prinsip Dasar Food Combining 3 : Makan Perlahan dan Mengunyah Lama

Katanya boleh makan sebanyak mungkin dalam FC? Memang boleh. Tapi aplikasikan pula prinsip ke-3 ini : makanlah dengan perlahan, jangan terburu-buru. Kunyah makanan hingga benar-benar lumat dan terasa bercampur penuh dengan air liur.

Mulut merupakan salah satu bagian dari sistem pencernaan. Air liur kita menghasilkan enzim-enzim tertentu dalam membantu proses pencernaan. Melumat makanan dari kasar menjadi halus pun memang fungsi utama gigi dan lidah.

Efek lain yang saya rasakan adalah, kita jadi mudah kenyang. Prinsip ke-3 ini akan mencegah kita makan secara berlebihan. Tuh kan, tidak perlu sibuk menakar ini itu. Semua prosesnya berlangsung alami :).

Hindari Makanan Rendah Energi

Rendah energi belum tentu rendah kalori. Yang dimaksud rendah energi adalah kandungan gizinya kurang bagus dan kombinasinya tidak serasi. Makanan fastfood adalah salah satunya. Enggak boleh sama sekali, nih? Boleh, dong. Tubuh memiliki toleransi untuk pencernaan makanan rendah energi, kok. Asal jangan sering-sering. Lebih bagus lagi kalau diminimalkan sebisa mungkin.

hidup sehat ala food combining
Fast Food (sumber : www.fitchicktricks.com)

Cemilan-cemilan asin dan gurih juga termasuk makanan rendah energi. Begitu pula tepung terigu dan semua turunannya. Oh noooo…  Jangan stres dulu, dong. Boleh dikonsumsi. Tapiiiiiiii… sekali-sekali saja ;). Atau kalau mau manfaatkan tepung yang lain seperti : tepung beras, sagu, jagung, dsb.

Tepung terigu mengandung gluten. Dimana tubuh memerlukan 3×24 jam untuk mengolah si gluten ini. Kasihan kan sistem pencernaan kita jika tiap hari dijejali si gluten ini.

Beras putih pun kalau bisa diganti dengan beras merah. Ini sih saya juga belum bisa hehehehe. Setahap demi setahap :).

Bagaimana dengan susu sapi?

Susu sapi memang memiliki kandungan ketiga unsur makro dengan komposisi yang hampir sama besarnya. Jadi, susu hewan kurang tepat untuk sistem pencernaan manusia. Berbeda dengan ASI, yang didominasi oleh karbohidrat.

Kurangilah mengkonsumsi susu sapi. Takut kekurangan kalsium? Kalsium juga bisa didapatkan dalam jumlah cukup dari : brokoli, ikan salmon, kacang-kacangan, tofu, dll.

FC juga menganjurkan kita untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan. Makin bervariasi makin bagus karena kandungan gizi tiap jenis makanan berbeda-beda proporsinya. Tapi tetap dengan menganut prinsip-prinsip dasar FC lainnya, ya :).

Kontroversi Seputar FC

Beberapa pihak mengklaim FC ini bertentangan dengan prinsip “4 Sehat 5 Sempurna.” Masa iya?

Kalau diteliti lebih cermat, FC sangat mendukung prinsip 4 sehat ini. Kecuali susu sapi yang diyakini kurang cocok untuk sistem pencernaan manusia. Tapi kan banyak pengganti kalsium lainnya. FC pun mematuhi prinsip-prinsip pemenuhan gizi dalam tubuh karena sama sekali tidak menghindari baik karbohidrat, protein, maupun lemak.

FC meyakini bahwa semua jenis zat gizi akan bsaling bekerja sama dalam tubuh. Tapi, sinergi hanya akan terjadi JIKA MAKANAN INI TERSERAP DENGAN OPTIMAL dalam tubuh. Setelah diserap dan dicernalah baru terasa manfaatnya oleh tubuh. Jadi, apa gunananya makan banyak makanan bergizi tapi tak terserap sempurna oleh sistem pencernaan kita?

Belum lagi, penyerapan yang tidak sempurna akan menghasilkan residu atau sisa-sisa makanan. Kelak, sisa-sisa ini jika terus menerus menumpuk akan menjelma menjadi penyakit serius.

Ingat, dalam FC, dalam satu hari kita tetap harus mengkonsumsi semua jenis makanan dari berbagai jenis. Waktu makan dan kombinasinya yang diatur. Jadi, kurang tepat jika dikatakan bertentangan dengan prinsip 4 sehat 5 sempurna.

Para pakar FC juga menanggapi rasa skeptis pihak lain dengan tantangan sederhana, “Sebaiknya dicoba dulu dan rasakan manfaatnya.”

Hasil FCnya? Pelaksanaannya?

Waktu membaca testimoni para ahli pendukung FC (mereka kesemuanya mempraktikkan terlebih dahulu) dan orang-orang biasa yang juga menerapkan FC, saya pesimis. Masa iya turun langsung berkilo-kilo dalam tempo sebulan? Terus katanya tetap segar dan malah makin sehat. Lebay amat.

Bukan sulap bukan sihir. Benar lho, hanya dalam tempo 3 hari menjalani FC, migrain saya berkurang secara drastis. Setelah 4 hari sudah hilang sama sekali.

Karena pola makan yang (katanya) mengefisienkan sistem kerja pencernaan ini, maka ‘serangan pertama’ pastilah ke daerah perut. Tidak berlebihan teori ini. Perut buncit saya yang sudah saya pasrahkan (padahal saya pilates tiap hari) mengecil perlahan-lahan awalnya. Dalam tempo 3 hari pun ikut berkurang drastis.

Hidup lebih sehat adalah tujuan utama saya dan memang hasilnya memuaskan hanya dalam hitungan hari. Perut ikut kendur adalah bonus pertamanya. Bonus kedua, penurunan berat badan hingga 4 kg dalam tempo 16 hari. Seminggu pertama malah drastis, langsung terpangkas 2,5 kg.

Sekali lagi, bukan sulap bukan sihir. Masuk angin? Seperti migrain, masuk angin pun lenyap. Setelah seminggu berFC, saya cukup ragu ingin lari pagi di kamis pagi seperti biasa.

Saya takut hanya mengandalkan buah-buahan sebelum berlari. Dari rumah saya membekali perut dengan sebutir telur rebus dan 2 potong tempe goreng. Alhamdulillah, sanggup berlari sejauh hampir 4 km pagi itu. Setelahnya pun tetap bugar. Bahkan, sore hari ikut piknik ‘membedah gurun’ bersama teman-teman hingga malam hari.

Katanya biar tidak bosan, dalam menjalani FC, ambillah hari libur. Dalam seminggu, 5 hari full FC, 2 hari libur, makan seperti biasa (tidak perlu memperhatikan kombinasi makanan serasi).

Saya tidak mengambil libur sama sekali. Tapiiiii, dalam seharian saya tidak selalu 100% FC. Sering juga cemilan sore saya makan donat. Atau ngemil halawa, cemilan khas Arab favorit saya. Tapi porsinya tidak seperti dulu.

Dulu saya sanggup menghabiskan 4 potong donat jumbo dalam 5 menit saja. Makan halawa coklat  bisa sekaligus 10 sendok makan tanpa henti. Saya penggila makanan manis dan penggemar berat coklat :D.

Sejak rutin menjalankan hidup sehat ala food Combining, sekali ngemil, cukup setengah atau 1 potong donat. Halawanya cukup 1-2 sendok makan. Tetap nikmat juga ;).

Masih Perlukah Berolahraga?

Pastinyaaaaa :D.

Berolahraga sebenarnya lebih ke arah peningkatan stamina dan kebugaran. Dan kalau Anda seambisius saya, yang sedari dulu nyaris tidak pernah meninggalkan kebiasaan ini, olahraga berfungsi untuk menjaga postur dan mengencangkan tubuh.

Sejak 5 bulan terakhir ini, pilates adalah rutinitas harian saya. Ringan saja, kok. Sekitar 20-30 menit sehari. TIdak pakai alat. Hanya modal matras dan gerakan-gerakannya nyontek dari situs Youtube saja. Saya mah pantang yang mahal-mahal hihihihihi

Rasanya sudah tidak kuat beraerobik high-impact seperti Zumba yang rutin saya lakukan beberapa waktu lalu. Usia sudah memasuki 33 tahun tepat 2 januari tahun ini. Tahu dirilah. Saya bukan atlet hehehehe.

Sejak dahulu, biarpun terlihat kecil. berat badan saya normalnya di kisaran 49-50 kg dengan tinggi badan 158 cm. Sewaktu masih bekerja, saya punya teman yang tingginya sama dengan saya, tapi ukuran celana kami berbeda satu nomor. Dia menggunakan nomor yang lebih besar. Badannya pun sekilas terlihat lebih besar daripada saya. Tapi berat badannya cuma 48 kg, saya 50 kg saat itu. Dia protes menuduh saya sengaja menaikkan angka berat badan. Idih, buat apaaaaa??? hehehehe.

Baru-baru ini seorang teman juga protes. Mengapa berat badannya cuma 1 kg lebih berat daripada saya, padahal saya terlihat jauh lebih kecil. Tinggi badan kami tak jauh beda. Malah mungkin dia lebih tinggi daripada saya.

Ternyata olahraga juga akan mengubah massa lemak menjadi massa otot. Dimana massa otot lebih berat daripada lemak. Melakukannya ya harus teratur. Kontinuitas memegang peranan penting, jauh lebih penting daripada durasi waktunya. Tidak terlalu berpengaruh Anda berlari di atas treadmill selama satu jam penuh jika melakukannya cuma kadang-kadang atau tidak teratur.

Intinya olahraga akan membuat badan lebih padat.

Hidup Sehat Ala Food combining
Pakai abaya tidak menghalangi niat olahraga ๐Ÿ˜‰

Menghadapi Lingkungan

Nah, dalam pergaulan sehari-hari, pasti ada saja acara kumpul yang biasanya bertaburan makanan hehehe. Makan saja seperti biasa. Toh, tidak tiap hari, kan? Begitu pula jika ada kawinan atau harus bertamu di jam makan. Ingat konsep FC, tidak ada pantangan ;). Asalkan jangan jadi kebiasaan. Besoknya atau setelahnya, segera mengembalikan pola makan sesuai prinsip FC.

Lalu, pasti ada juga komentar-komentar nyinyir seperti, “Duhhhhh, gue sih males ya menyiksa diri kayak gitu. Mending nikmatin hidup makan enak-enak sepuasanya.” Atau seperti ini, “Gue mah mana sanggup gak makan pakai nasi. Mbok ya hidup jangan dibikin susah.”

Jangan sensi. Santai saja :D. Kalau kurang nyaman, segera tinggalkan percakapan. Dengan cara yang sopan tentunya. Kalau ada teman yang mulai menyindir dengan tajam, saya biasanya undur diri dengan alasan pengin pipis hehehehe. Selama tidak merugikan siapa-siapa, keep on moving ;).

Makanan enak memang salah satu ‘surga dunia’. Tapi siapa yang berani menampik bahwa kesehatan adalah anugerah terindah dari Tuhan yang tidak akan terbeli oleh uang? :). Jangankan cuma makanan enak, dengan tubuh sehat masih banyak hal yang enak-enak lainnya yang bisa kita nikmati dengan leluasa.

***

Ternyata bukan cuma pakar-pakar kesehatan dunia barat yang menganut metode ini. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadis yang mengatakan bahwa sebagian besar penyakit berawal dari perut. Saya kurang tahu apakah ini hadis yang sahih atau bukan. CMIIW.

Konsep FC sangat mendukung hal ini. Dimana pusat perhatian dari pola hidup sehat ala Food Combining adalah urusan PERUT :D.

Sebagai muslim pun kita harus tetap mengingat bahwa pola hidup sehat mana pun hanyalah sebuah bentuk ikhtiar. Hasil akhirnya tetap dengan campur tangan kuasa Allah. Jika dalam pola hidup sehat ala Food Combining, kombinasi pati + sayur atau protein hewani + sayur adalah kombinasi serasi, maka untuk umat muslim, kombinasi IKHTIAR + DOA adalah kombinasi serasi dalam menjalani hidup dalam keadaan apa pun :).

Saya menuliskan ini berdasarkan ikhtiar saya untuk hidup lebih sehat dengan menjalani pola hidup sehat ala  food combining  selama 16 hari ini. Hari ini yang ke-17 :). Saya sudah membuktikan hidup sehat cara alami dengan hasil yang (mungkin) sedikit lebayLebay buat yang belum mempraktikkan tentu saja ;).

Tidak ada cara lain untuk membuktikannya selain ikut menjalaninya, bukan? Kalau begitu, selamat mencoba! ^_^

Mengenang Gandhi

***

Hari ini, tahun 1948 silam, seorang tokoh dunia telah wafat karena terbunuh. Tokoh yang terkenal dengan kesederhanaan dan sikap anti kekerasannya. Dijuluki Mahatma (Jiwa Agung). Seorang yang terlahir dengan nama asli Mohandas Karamchand Gandhi.

Gandhi_smiling_R

Gandhi terbunuh oleh penganut Hindu fanatik yang menganggapnya terlalu baik kepada kaum muslim India.

Gandhi terkenal dengan 10ย ajarannya :

1. Change Yourself.

“You must be the change you want to see in the world.”

Berubah dulu untuk diri sendiri. Jangan berharap dunia/lingkungan berubah dengan sendirinya. Seperti kata Michael Jackson, “I’m starting with a man in the mirror.” :).

2. You are in Control.

“Nobody can hurt me without my permission.”

Kita adalah pengendali utama untuk diri kita sendiri.

3. Forgive and Let it Go.

“The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong…. An eye for eye only ends up making the whole world blind.”

Tepat sekali. Memaafkan memang merupakan salah satu hal tersulit di dunia ini :(.

4. Without Action You aren’t Going Anywhere.

“An ounce of practice is worth more than tons of preaching”

Indeed, action speaks louder :).

5. Take care of this moment.

“I do not want to foresee the future. I am concerned with taking care of the present. God has given me no control over the moment following.”

Seize the day! ^_^

6. Everyone is Human.

“I claim to be a simple individual liable to err like any other fellow mortal. I own, however, that I have humility enough to confess my errors and to retrace my steps.”

“It is unwise to be too sure of one’s own wisdom. It is healthy to be reminded that the strongest might weaken and the wisest might”

Tidak ada yang sempurna. Tak ada gading yang tak retak.

7. Persist.

“First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win.”

Jangan menyerah, pantang mundur.

8. See the Good in People and Help Them.

“I look only to the good qualities of men. Not being faultless myself, I won’t presume to probe into the faults of others”

“Man becomes great exactly in the degree in which he works for the welfare of his fellow-men”

“I suppose leadership at one time meant muscles; but today it means getting along with people”

Kasturba, wanita pendamping Mahatma yang setia itu, barangkali bingung mendengar ucapan Sang Mahatma. Maka, pada suatu hari ia bertanya: “Bila memang demikian, kenapa kau ingin mengusir Inggris dari India? Kenapa kita tidak bisa hidup berdampingan dengan mereka?”

Mahatma membisu selama beberapa detik, baru menjawab: “Karena negeri ini adalah negeri kita, dan sudah sepatutnya kita sendiri yang mengurusinya. Mereka tidak perlu mengurusi kita.”

“Nonviolence does not signify that man must not fight against the enemy, and by enemy is meant the evil which men do, not the human beings themselves.”

“Tanpa-Kekarasan tidak berarti kita tidak boleh melawan musuh. Hanya saja yang kita musuhi adalah kejahatan yang dilakukan oleh manusia, bukan manusianya.” Kita melawan tanpa senjata, tetapi dengan kekuatan logika, rasio, dan di atas segalanya cinta-kasih serta pemaafan.

9. Be Congruent, be Authentic, be Your True Self.

“Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony.”

“Always aim at complete harmony of thought and word and deed. Always aim at purifying your thoughts and everything will be well.”

10. Continue to Grow and Evolve.

“Constant development is the law of life, and a man who always tries to maintain his dogmas in order to appear consistent drives himself into a false position.”

Keep on moving on, everyone!

***

Rest in peace, our Mahatma :).