Worst Form of Violence

Kalau kata lagunya Deddy Dhukun… “Karena orang ketiga … haruskah pusing kepala?” hehehe . Orang ketiga dalam rumah tangga yang saya maksud sih bukan WIL atau PIL .. tapi … asisten rumah tangga, alias tangan keduanya emak-emak di rumah :D.

Di Jakarta, puyeng kalau punya embak yang tingkahnya macam-macam. Jauh di rantau, kadang kangen juga pengin punya embak lagi D.

Sudah weekend lagi. Sekarang, subuhnya jam 7 pagi di sini. Jam segini masih gelap gulita. Bocah-bocah sudah berkeliaran. Subuh jam 7 pagi, magribnya jam 4 sore. Ini pasti nih penghuni muslim di Eropa rajin banget puasanya, yaaaaaa hahahaha.

Ramadan-nya boleh di musim panas. Ganti puasanya pas musim dingin . Puasa 19 jam di musim panas, begitu musim dingin tiba … puasa hanya 9 jam saja.

Segala sesuatu diciptakan berpasangan . Kedipin teman-teman di Skandinavia yang kemarin puasa Ramadan-nya sampai 22 jam 😉.

Selain musim yang dinamis berganti tiap tahun, kehidupan khas di sebagian besar daratan Eropa adalah … ibu rumah tangga kudu mandiri. Di sindang mana ada tangan kedua untuk tetek bengek rumah dll. Mau makan di luar juga meringis lihat harganya.

Suatu hari, saya pernah merasa kecape’an pas dorong-dorong stroller yang isinya penuh belanjaan. Mulai dari sayur-sayur, beras beberapa kilo, macam-macam lah itu isi keresekan yang gelantungan di stroller. Duuuhh… rasanya mau terbang kembali ke Jeddah saat itu  juga. Ke mana-mana naik mobil hihihi.

Rasa capek langsung luntur melihat emak-emak bule anak 3, dorong stroller yang juga isinya meriah kayak saya tidak cuma berisi batita . Dia juga sigap mengarahkan anak-anaknya yang lebih gede, usianya sekitar 4 sama 2 tahun kali, ya. Sementara bayinya masih kecil banget. Langsung malu hati. Dengan gegap gempita, mendorong stroller penuh semangat lagi :D. Tengsin sama yang anak 3 :P.

Foto depan pintu masuk gedung apartemen @Athlone ... rusuuuhhhh -_-
Foto depan pintu masuk gedung apartemen @Athlone … rusuuuhhhh -_-

Kata suami saya, pajak tempat dan upah pekerja di Eropa memang mahal. Jangan dikira kayak di negara-negara berkembang, walau direktur dan cleaning service staff gajinya sama-sama ratus-ratus, tapi yang satu pakai juta, yang satu pakai ribu hihihi. Becanda 😛. Enggak sejomplang itu kali, ya. Tukang bersih-bersih di Eropa juga bisa hidup layak seperti orang kebanyakan. Catat, seperti orang kebanyakan. Bukan berpenghasilan cukup cuma buat beli makan sama bayar kontrakan.

Jadi, kalau membeli barang-barang pokok makanan di supermarket, harganya enggak mahal lho . Tapi begitu beli makanan jadi di rumah makan, fffiiuuuhhh, Bibi Gober kagak demen! *benerinIsiDompetBukanPoni*. Kalau enggak terpaksa, Google-masterchef siap beraksi tiap hari! 7 hari dalam seminggu! Hahaha. Salah satu penyebab mahalnya ya karena tenaga kerja di sini upahnya enggak main-main. Untuk level pelayan resto sekali pun.

Saya sempat kaget, waktu OB gedung apartemen kami cuti. Katanya mau jalan-jalan ke luar negeri. Aih Kakaaaaa, keren amit hihihi. OB apartemen kami namanya Peter, usianya sekitar 50 tahunan kali, ya. Tiap pagi saat mengantar Abil ke sekolah, sering papasan di lobi. Dia selalu siaga dengan kemoceng dan vacuum cleaner. Hihihi. Hari gini masih pakai kemoceng cobak? 

Peter ini juga sering mengobrol dengan suami saya. Tiap selasa atau kamis dia dapat libur. Katanya kalau libur itu, dia main golf dengan teman-temannya. Awwww…main golf, boooo .

Upah minimum di Eropa ini tergolong tinggi. Masa kata suami saya, penghasilan pegawai supermarket (yang kalau di sini sibuknya minta ampun) mungkin bisa sepertiga atau seperempat gaji engineer. Kalau anak-anak gede, bolehlah eike lamar-lamar kerja di supermarket kali ya hahahhahaha –> dipelototin suami, “Masih kurang banyak kerjaan lo di rumah?” Hahaha.

Pantas saja, kesenjangan ekonomi di sini tidak terlalu terasa. Sekolah publik isinya macam-macam. Mulai dari anak OB, koki, sampai engineer . Padahal waktu di Indonesia saya suka marah-marah karena gaji suami saya bisa 3x lipat gaji saya! Saya kerjanya juga bukan di perusahaan main-main. Lah, memang ada perusahaan main-main? hihihi.

Saya bilang, “Apaan sih, kerjanya cuma melototin server doang. Kerenan pekerjaanku. Lebih susah kerjaanku.”

Suami menjawab sambil nyengir, “Lah, siapa suruh kerja susah-susah gajinya kecil. Emang yang bener gitu, kerja gampang, gaji asoy…”

Belaguuuuuuuu… –> *sambitSuamiPakaiDiaper* 

Oh well, satu sisi Eropa yang saya sukai adalah yang begini inih. Perekonomian mereka yang mengarah kepada sosialis 🙂. Sayup-sayup membayangkan kutipan dari ucapan seorang Ahmad Syarif Maarif… “Keadilan sosial yang demikian keras diperintahkan dalam alquran…” Ini kenapa malah diterapkan sama Eropa? Lirik kiri kanan … jarang banget ketemu masjid di sini *garukGarukKepala*.

Mari kembali merenung. Mengenang kembali Gandhi dengan salah satu quote maut-nya,

“Poverty is the worst form of violence.” – Mahatma Gandhi

Sambil merenung, pentungin kepala koruptor satu-satu. Itulah mengapa kita perlu serius betul melakukan ‘perlawanan’ kepada para tukang kemplang uang rakyat ini :(. Menyengsarakan hidup banyak orang kok, ya, pada masih bisa hidup tenang, ya? *berkabungTingkatDewa*.

Ada yang koleksi mobil mewah, ada yang meributkan tas-tas harga eM-eM-an, padahal lihatlah … tak sedikit yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan. Masih kurang jahat apa kita yang hanya bisa … DIAM?

Masih mau DIAM saja melihat pola tingkah para koruptor? Yang korupsi kecil-kecilan, korupsi sedang-sedangan, sampai besar-besaran…ingat, semuanya MALING!

Suka heran dengan orang-orang yang nyinyir sama KPK kala KPK kini tengah ‘sibuk’ menangkapi koruptor yang kata para ‘kritikus’ itu level teri doang. Halah, level teri sampai kakap, pencuri is pencuri. Semuanya memang harus dibasmi. Terserah yang mana duluan.

Seperti kata teman saya, silakan saja TEBANG PILIH…asal JANGAN SALAH TEBANG! Yes?

Gambar :  blog.djarumbeasiswaplus.org
Gambar : blog.djarumbeasiswaplus.org

[Resep Food Combining] Martabak Mini Isi Jagung

Eh, kok dijadiin resep Food Combining? Isi jagung pula? Bukannya martabak pasti ada telurnya, ya? Kan enggak boleh menggabungkan protein hewani dan karbohidrat?

Hehehe. Kritikannya benar sekali. Tapi, setelah beberapa kali bikin dan mencermati komposisi si telur ayam dalam adonan isinya, resep ini masih bisa ‘dimaafkan’, kok. Pembenaran bagi penggemar martabak! Hahaha.

Etapi serius ini. Di resep martabak yang biasanya saya bikin ini, telurnya cuma sekitar 3 butir dan menghasilkan sekitar 16 potong martabak mini. Jadi kira-kira, satu potongnya mengandung 3/16 butir telur, kurang dari 1/5 kan? Masih aman lah ;). Komposisinya dianggap sedikit.

Sebenarnya, resep ini nyontek dari resep Martabak Tahu-nya Mbak Astri Nugraha. Tinggal ganti tahu dengan jagung manis saja ;). Lebih enak pakai tahu sih, cuma karena di sini jagung kalengan murah bener, sesekali saya suka mencoba resep ini :D. Enggak jauh-jauh dari urusan duit *elusElusDompet* :P.

Bahan :

(Kulitnya pakai  kulit lumpia, ya. Anti repot deh pokoknya, hihihi *ngikikPemalas).

Butuhnya sekitar 15-18 lembar.

Untuk isinya :

1 jagung kalengan, 3 butir telur, 3 bawang putih + 1 bawang bombay besar rajang halus,

daun bawang iris-iris, daun seledri iris-iris, garam, merica, gula, ketumbar bubuk,

minyak goreng untuk menggoreng tentunya 😉

 Caranya :

1.  Campur jagung dan semua bumbu. Aduk sampai rata. Kalau saya, telurnya dikocok terpisah.

2. Bentangkan kulit lumpia, isikan adonan jagung + telur secukupnya.

3. Lipat dan masukkan ke dalam minyak panas.

4. Goreng sampai matang. Begitu terus sampai adonan dan telurnya habis.

Gampil, kaaaannnn? ;). Lumayan untuk alternatif kalau bosan dengan martabak tahu. Oh ya, diganti dengan kentang juga enak, lho :D. Tapi, memang yang paling asoy itu martabak isi daging cincang la yaowww hahaha.

Tenang, boleh saja sesekali makan martabak abang-abang yang cihuy itu ;). Ingat, ya. Sekali-sekali! Bukan sekali sehari! 😛

Resep food Combining Martabak Jagung

Nah, tinggal disantap dengan nasi putih + saos (kalau saya sih tetap pakai sambal tomat-terasi, untuk fotonya saja sok-sok pakai saos hahaha) + segambreng sayur-sayuran segar ;).

Enak? Insya Allah ^_^ … (menjadi semacam tausiyah begini, sih, endingnya? hehehe).

Selamat mencoba resep food combining yang ini :).

Untuk menu yang berbahan kentang lihat di sini, sekali-sekali enggak makan nasi boleh :D.

Updated : saya sudah membuat video mengenai proses pembuatan Resep Martabak Mini Isi Jagung Manis ini lho hehehe. Silakan dilihat. Semoga bermanfaat ya ^^:

***

Jalan-jalan Arab Saudi, Flea Market ala Haraj

Seorang teman pernah bertanya, “Repot banget kali, ya, kalau tinggal di luar negeri terus pindah-pindahan? Packingnya itu lho…”

Well, sebenarnya tergantung orangnya :D. Saya pribadi, saat tinggal di luar negeri, memang ogah beli macam-macam *nyengirGober* :P. Ngapain? Kan memang diniatkan tinggal sementara.

“Tapi, kan, 2-3 tahun juga lama, Je…”

Lama…tapi kan tetap sementara ;). Suatu hari, sudah kita niatkan pergi ke tempat baru, kan? Walau entah kapan hehe.

Di Irlandia enak. Soalnya apartemen banyak yang disediakan sudah dalam bentuk ‘fully furnished’. Di apartemen Athlone ini saya tinggal beli bantal + selimut + seprei doang. Senangnya. Nah, waktu di Jeddah, apartemen model FF itu terlalu mahal dan kecil-kecil. Yang lazim, bila ingin bermukim lama,  menyewa apartemen kosong yang kita beli sendiri isinya.

Saya juga memang malas repot, sih. Kalau ibu-ibu rumah tangga lain kan suka mikirin peralatan dapur mesti ini itu. Kalau saya, gimana yang gampang saja. Dan tentu saja … *bisikBisik* jangan yang mahal-mahal hahaha. Peralatan dapur didominasi plastik. Biar enggak repot kalau mau pindahan nanti. Tinggal dikasih ke teman atau dibuang sekalian kalau enggak ada yang mau :P. Sendok saja saya belinya yang 5 riyal satu lusin! 1 riyal waktu itu setara dengan 2500 rupiah.

Nah, kalau untuk perabotan rumah tangga yang gede-gede kayak sofa, lemari, meja-mejaan gitu kemana dong? ya ke IKEA dooongggg :P. Senengnya kalo ke IKEA ini karena modelnya rata-rata minimalis dan lucu-lucu gitu. Harganya menurut saya tidak terlalu mahal, dibandingkan dengan harga-harga furnitur di toko-toko lokal arab.

Lagian yang di toko lokal arab ini model furnitur nya rame banget. Sofa udahlah warna merah menyala dipadu dengan warna emas. Masih pula di ditambahin aksen permata dimana-mana. Helooooo -_- …

Tapi ada alternatif pilihan lain yang lebih murah. Nah, tema jalan-jalan Arab Saudi kali ini adalah Belanja aja di Haraj ^_^. Haraj ini semacam tempat untuk membeli barang-barang bekas. Tapi di sini barang baru pun ada yang diperjualbelikan. Takutnya yah, mereka jual barang bekas ngakunya baru, mending sekalian kalo ke Haraj niatin beli barang bekas aja.

Haraj, a place for used-stuff sale (www.flickr.com by Rowen Rivera)

Jual apa aja sih di Haraj? Macam-macam. Lemari dah pasti ada. Dipan / tempat tidur (ada yang tanpa kasur ada yang sekalian ama kasurnya). Kompor pun juga banyak. Kompor standar disini kan yang gede yang pake oven sekalian itu, tapi kompor model 2 tungku biasa itu juga ada. Berbagai sofa segala warna ada disini. Tapi yah rata-rata model-model ala orang arab gitu sih ya, jadi sofa mending ke IKEA deh. Meja makan pun juga berhamburan dimana-mana. Sampe karpet pun banyak bergelantungan minta dibeli :P. Baju-baju dan segala tetek bengeknya juga ada.

Barang-barang elektroniknya lengkap. Vacuum cleaner, televisi (baik yang model CRT tempo dulu ato yang LCD juga ada), kulkas segala ukuran, lampu-lampu, komputer/notebook dkk, oven listrik, AC, komplit lah.

Perlengkapan bayi juga banyak rupanya disini. Mainan anak banyak. Stroller banyak, baby box juga ada, sampe lemari-lemari baju bayi yang lucu-lucu juga ada. Baju bayi bekas? hahahahaha…. sini,sini saya kasih tau tempat belanja perlengkapan bayi yang murah-murah tapi enggak bekas :D. Ada di toko yang namanya Ex-Ina. Ex-Ina ini banyak kog cabangnya di Jeddah. Salah satunya di Sitten Street, sebelahan ama Red Tag. Yah, model-model nya banyak yang nyontek Mothercare hihihihi, tapi percayalah harganya asoy ;).

Kondisinya macam-macam. Rata-rata sih yang lemari satu set ama meja rias mending beli di Haraj. Modelnya bagus-bagus dan sudah dicat ulang. Paling ada sedikit goresan ato rusak dikiiiiiit, tapi masih bisa dipakai.

AC juga karena perlu banyak, mending beli aja di Haraj. Maklum, suhu gurun sungguh membara. Di apartemen saya pakai 3 AC, 2 diantaranya keluaran Haraj :P.  Sebagai perbandingan harga, di IKEA harga lemari + meja rias mungkin rata-ratanya sekitar 2000 riyal kali yah. Kalo di Haraj? 400 riyal juga sudah dapat yang lumayan ;).

Jual beli di Haraj pakai sistem tawar menawar. Tapi biasanya enggak akan berlangsung alot. Karena penjual di sini ya kalau harga cocok ayoo, kalo enggak cocok mereka ya diam saja. Jangan harap bakal dibujuk-bujuk hehehe.

https://www.flickr.com (by Rowen Rivera)

Tempatnya sendiri untuk yang Haraj Jeddah, letaknya saya tidak tahu pasti sih hehehe. Pokoknya dari Balad luruus aja. Tapi kalo nanya-nanya pasti banyak yang tahu lah. Asal jangan tanya saya hahaha.

Haraj Jeddah berupa kios-kios yang membentuk koridor yang panjang. Di tiap koridor ada 2 sisi, dan jalanan di tengahnya juga luas, jadi kita bebas berkeliaran disini pake mobil. Pengaturan barangnya ada yang disusun rapi dan dibungkus pakai plastik. Tapi banyak juga yang dibiarkan berserakan seperti foto di atas, duh, dah kayak tumpukan sampah :(.

Kalo dilihat-lihat tempatnya agak-agak mirip sama Gedebage Bandung tempo dulu hehehehe, ato mirip pasar Senen yang jual baju-baju bekas itu loh (husss baju bekas, barang-barang vintage maksudnya :P). Tapi Haraj Jeddah lebih luas, tempatnya terbuka, dan kios-kiosnya lebih rapi.

Lantas, kalo dah beli bawa pulangnya gimana? Nah di Haraj ini udah satu paket antara penjual dan tukang angkut barangnya. Sudah banyak delivery services yang nongkrong di depan kios-kios. Kalo sudah deal sama penjual, kita tinggaldeal lagi ama si tukang antar barang ini. Nanti dianterinnya kita bisa konvoi ama si mobil barang (kalo kita bawa mobil) atau kita ikutan deh di mobilnya si bapak pengantar barang ini.

Selain furnitur rumah tangga, Haraj mobil bekas juga ada. Tempatnya nun jauh di mana gitu. Tapi kalo mau beli mobil bekas, mending langsung ke used-car-center dari merk mobil yang diincer. Brand-brand ternama macam Honda dan Toyota membuka cabang used-car-center di berbagai tempat di dalam kota Jeddah, enggak mesti jauh-jauh keluar kota.

Aduh, serasa membanting harga diri banget yah belanja di Haraj. Enggak kok, belanja di Haraj udah umum buat kalangan pendatang di Saudi :). Tapi bijak-bijak saja dalam membeli, karena namanya barang bekas enggak ada garansinya (terutama barang-barang elektronik).

Dan jangan kikir-kikir amat lah, belilah satu-dua buah furnitur di IKEA, sekedar buat pencitraan, buat dipamer-pamerin kalo rumah kita dapet giliran jadi tuan rumah pas acara ngaji ibu-ibu hehehe. Satu sofa mungil pun tak mengapa *ngikikNgirit*.

***

Understand Today, Search Yesterday

Namanya juga negara pulau, ya, Irlandia dikeliling perairan. Kalau di Dublin – Bray – Dun Leary – Dalkey itu ada di pesisir timur, maka di pesisir barat Irlandia ada Galway. 

Salt Hill - Galway
Salt Hill – Galway

Waktu ke Galway, kami cuma muter-muter di Salt Hill sama COnnemara. Jauh juga sih tempatnya, ya. Harusnya menginap, nih. Tapi kami tetap pulang pergi. Jadinya terbatas foto-fotonya eh jalan-jalannya hihihi…

Kalau pesisir timur Pulau Irlandia berbatasan dengan Laut Irlandia, menghadap langsung ke Kepulauan Inggris Raya (wilayah Wales terutama, kalau gak salah :P), maka di sebelah barat terbentang Laut Atlantik. 

Konon, kalau nekat bisa menyeberang ke Inggris via Dun Leary. Kadang, visanya enggak dicek. Entah juga sekarang masih bisa atau tidak. 

Dun Leary
Dun Leary

Ngomong-ngomong kita bisa belajar banyak lho dari hubungan Inggris dan Irlandia. Duduk manis baca dongeng dari Mbak Poni, ya, anak-anak hihihi.

Irlandia, walau kini berpredikat sebagai salah satu negara maju di belahan Eropa, punya masa lalu yang cukup pedih … sayup mengalun … *soundtrackGubukDeritaAlaMeggyZ*   .

Selama 800 tahun, Irlandia berada di bawah penjajahan Inggris. Tak cuma dijajah secara fisik, secara spiritual pun mereka tersakiti. Kepercayaan masyarakat di wilayah Irlandia yang mayoritas Katolik ‘ditekan’ oleh pemerintahan Protestan ala Kerajaan Inggris.

Rakyat Irlandia bahkan dipaksa berbahasa Inggris. Pemilikan tanah oleh rakyat pribumi benar-benar tidak adil. Sebidang tanah yang sama milik seorang rakyat lokal harus dibagi-bagikan kepada anak cucunya. 

Bayangkan sepetak tanah itu kalau yang punya anaknya 5. Dibagi 5. Lahan tanah yang sama akan dibagi-bagi lagi kepada para cucu jika anaknya sudah besar dan beranak lagi. Makin lama, makin kecil luas tanah bagi tiap keluarga 

Sampai beberapa kali peristiwa kelaparan menimpa wilayah Irlandia. Pernah yang terbesar di pertengahan abad ke-19, akibat kegagalan panen kentang, kelaparan merajalela.

Saking parahnya, banyak penduduk Irlandia yang melarikan diri ke benua Amerika.

Salah satu dampak kelaparan --> Emigrasi (gambar : wesleyjohnston.com)
Salah satu dampak kelaparan –> Emigrasi (gambar : wesleyjohnston.com)

 

Tak sedikit yang meninggal dunia. 

Nah, di kota Boston itu konon banyak banget imigran asal Irlandia yang beranak pinak hingga kini. No wonder, Saint Patrick’s Day, hari kebangsaan khas Irlandia juga dirayakan besar-besaran di Kota Boston dan beberapa wilayah lain di Amerika Serikat. 

Karena ‘dipaksa’, konon karena itulah aksen Inggris masyarakat Irlandia tergolong agak unik. Dulu, sebelum tinggal di sana, saya pernah punya bos orang Irlandia. Aduh Mak, saban meeting, eike kagak ngerti dia ngomong apaan padahal katanya itu bahasa Inggris, hihihihi. 

Uniknya … kini, Irlandia dan Inggris bagaikan kakak adik. Pertentangan Protestan dan Katolik juga mulai terbenam, ya. Tidak setajam dulu lagi. Kalau rajin membaca sejarah, di awal munculnya Protestan di benua Eropa, beuuuhhh… Katolik juga tidak main-main berusaha membasminya. 

Kalau jalan-jalan ke O’Connell Street di City Centre Dublin, hampir sepanjang jalan bertabur monumen pejuang kemerdekaan Republik Irlandia. Termasuk si Daniel O’Connell tentunya. Yang patungnya paling gede, yang menandai ujung jalan menuju O’Connell Street dari sisi Sungai Liffey. 

Waktu ngekos, dari seorang teman yang berpaham Protestan, saya baru tahu. Perbedaan Protestan dan Katolik ini sudah menyentuh ranah teologis. Jadi, buat teman saya itu, dia merasa Katolik itu sebagai ‘umat dengan iman yang berbeda’. Kagak paham juga saya. Mohon maaf kalau salah ya bagi teman-teman kristiani 

Balik ke Inggris dan Irlandia . Saya sempat kesal, mengapa, ya, Irlandia menolak masuk sebagai anggota Schengen? Padahal Irlandia masuk Uni Eropa. Dan tidak seperti Inggris, yang ogah pakai mata uang Euro, Irlandia bersedia menggunakan Euro.

Ternyata, penolakan Irlandia sebagai bentuk ‘kesetiakawanan’ kepada Inggris Raya. Alamak, apa kabar itu penjajahan 800 tahun? hehehe.

Mengapa? Soalnya wilayah Inggris Raya menolak masuk Schengen. Isshhh, mentang-mentang negaranya paling kece di Eropa 

Sebenarnya warga negara yang memegang paspor Irlandia bebas bolak balik masuk Inggris. Karena itulah katanya, Irlandia enggak enak mau masuk Schengen. Schengen akan memungkinkan orang-orang dari daratan mainland lalu lalang sesukanya masuk Irlandia. 

Sementara Inggris akan merasa kerepotan menghalau orang-orang ini, secara wilayah Irlandia itu dekat banget dengan Inggris Raya. Bahkan Irlandia Utara berbagi daratan yang sama dengan Republik Irlandia. 

Pemegang GNIB Irlandia (termasuk pendatang macam saya sekeluarga) sendiri boleh sih masuk ke Irlandia Utara melalui jalan darat. Katanya enggak bakal diperiksa dan dianggap sah. Tapi ke wilayah yang lain kudu apply visa yang harganya tidak murah dan mengurusnya tentu akan penuh drama bagi pemegang paspor hijau tua yang (mungkin) menempati salah satu ‘kasta’ terendah dalam urusan imigrasi hihihihi.

Singkat cerita, Irlandia ingin melindungi kepentingan Inggris Raya. Awww…so sweet 

Tapi pahit bagi pendatang seperti saya yang dari dulu mimpi-mimpi bisa melihat London. Sudah lama enggak sungkem kepada om dan tante di Buckingham nih  –> pengakuan tipikal royalFamily-wannabe. Ponakan yang kemarin lahir pun belum sempat dijenguk oleh Tante Poni-nya. Sabar, ya, Nak hihihihi. 

London jaraknya mungkin tidak sampai satu jam penerbangan dari Dublin. Tapi melewati proses pengurusan visanya? Kekepin dompet + pertebal rasa sabar di hadapan petugas kedutaan hahahaha. 

Awas yaaaa, kalau Indonesia sudah menjadi negara maju, mari kita melet-melet lidah kepada benua yang masih terlilit resesi ini hihihihi. Kapan, ya, jadi negara maju? Ya selama masih bermanis-manis kepada para koruptor, simpan saja angan-angan itu dalam mimpi 

*** 

Dijajah 800 tahun. Dan kita, Indonesia, selalu merasa sudah paling menderita akibat penjajahan 350 tahun hehehe. Eh, habis dijajah kompeni, sekarang dijajah sama pemerintahan sendiri *asahGolokRamaiRamai*.

Hubungan bilateral Irlandia dan Inggris kini makin mantap. Seperti yang saya bilang, mesra seperti kakak-adik .

Mungkin kata orang-orang Irlandia, “Yang lalu biarlah berlalu” 

Siapa yang bisa melupakan masa lalu? It takes a life time to forget something or someone. Tapi memaafkan itu yang paling utama .

Irlandia saja bisa move on setelah penjajahan 800 tahun. Jadi, sakit hati apa sih yang tidak bisa kita maafkan? 

Kini, dengan pendapatan perkapita yang mumpuni, Irlandia menjadi salah satu negara maju di dunia. Tak menyangka penduduk yang ramah ini punya nenek moyang yang hidup menderita dalam 8 abad penjajahan. Jangan-jangan karena pemaaf itu yang membuat mereka menjelma menjadi Negeri yang Makmur 🙂.

The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.
-Mahatma Gandhi-

Musim dingin yang sepertinya sudah merambah di seluruh daratan Eropa. Cuacanya dingin tapi hati tetap hangat ^_^. Salam akhir pekan dari Kota Athlone 😉

Sungai Shannon di Musim Semi - Athlone
Sungai Shannon di Musim Semi – Athlone

Jalan-jalan Irlandia, Derryglad Folk Museum

Wilayah daratan tengah Irlandia, dikenal sebagai midland, punya banyak kota-kota seru untuk disinggahi. Misalnya Kota Athlone, kota terbesar di midland, yang dilewati oleh sungai terpanjang di Irlandia, Sungai Shannon. 

Kalau ke midland saat jalan-jalan Irlandia, kudu banget mengunjungi si “Derryglad Folk Museum” ini :D. Nomor satu lho di daftar ‘must visit places in midland’ ^_^.

depan museum

Mengunjungi Derryglad Folk, Museum Antik di Athlone

Museum ini sebenarnya berada di kota kecil yang bernama Curraghboy. Tapi dekat banget dari Athlone. Hanya sekitar 14 km, yang bila ditempuh dengan naik mobil sekitar 15 menit saja.

Kalau ikut semacam tur, peserta tur pasti akan diajak untuk singgah ke tempat ini oleh sang pemandu tur. Salah satu kelebihan kota-kota turis di Irlandia, papan petunjuk arahnya cukup lengkap.

Museum ini menyimpan banyak sekali benda-benda kuno khas penduduk Irlandia yang berasal dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Macam-macam barang yang ada di sana. Mulai dari kamera-kamera antik, alat-alat pertukangan dan pertanian, mesin cuci tempo dulu, keramik-keramik peralatan dapur hingga miniatur tempat-tempat umum Irlandia di masa lalu.

Tempatnya sendiri tidak terlalu luas. Terbagi atas dua bangunan. Begitu memasuki pekarangan museum, langsung disambut sebuah traktor antik yang ukurannya cukup besar. Traktor besar ini diletakkan di tengah-tengah padang rumput yang terhampar di hampir seluruh halaman depan bangunan museum.

traktor

Sebelum memasuki bangunan utama museum, mampir saja dulu ke bangunan depan sebelah kiri yang ukurannya tidak terlalu besar.

Ruang Kamera Antik

Nama aslinya, “MacCormacs Photography Room.” Isinya adalah peralatan-peralatan sebuah studio foto dari tahun 1948. Sebelum era digital, kamera-kamera pengambil gambar terus berinovasi dari zaman ke zaman.

MacCormacs

Di ruangan ini komplit sekali koleksi kamera dari tahun ke tahun. Cukup menarik melihat langsung penampakan kamera zaman dulu yang memiliki lampu besar di atas lensa yang juga berukuran tidak kecil.

Tak cuma kamera, juga peralatan mencuci cetak foto. Hasil-hasil foto orang-orang terkenal yang pernah datang ke Irlandia dan diabadikan di studio foto MacCormacs yang memang pernah berdiri di kota Athlone dari tahun 1948 hingga 2002. Foto-foto klasik dari warga biasa juga ada.

Koran-koran terbitan tahun 1950 – 1990 juga dipajang di sebuah lemari kaca khusus. Lengkap dengan mesin tik dan gulungan-gulungan / rol film dari masa-masa berjayanya kamera analog. Di jendela kaca ruangan, berjajar aneka rupa kamera kodak yang pernah laris sebelum datangnya kamera digital.

Lumayan lama saya mengitari ruangan ini. Padahal ruangannya sendiri tidak terlalu besar. Tapi barang-barang yang menempel di dinding, memenuhi meja dan lemari, terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.

MacCormacs dalam

Ruangan Memori  Masyarakat Irlandia

Begitu keluar dari ruangan MacCormacs tadi, langsung masuk ke pintu merah bangunan di sampingnya. Itulah ruangan utama dari museum Derryglad ini.

Ruangannya jauh lebih luas daripada MacCormacs Room. Meja-meja besar ditata di tengah-tengah ruangan. Semuanya dijejali dengan barang-barang. Antar meja, yang beberapa diantaranya dipasangi rak, diberi sela agar kita bisa mendekat dan melihat-lihat barang pajangan lebih jelas.

Keseluruhan dinding juga sarat dengan benda-benda kuno. Ada yang digantung, ada juga yang ditaruh di atas rak-rak yang menempel di tembok ruangan.

Tembok dekat pintu penuh dengan keramik-keramik peralatan makan dan minum. Mulai dari teko-teko antik, gelas-gelas kaca yang berukir atau bergambar, gelas-gelas besi sampai piring-piring serta mangkok makan model klasik. Beberapa peralatan dapur seperti panci, wajan, peralatan membuat kue dsb, juga ikut berbagi tempat di sana.

Saya paling tertarik dengan mesin cuci yang berasal dari abad ke-19. Di atasnya tertulis “from 1870”. Katanya, mesin bekerja dengan cara memutar sebuah bulatan hitam di atas wadah kayu besar atau dengan memompa tuas hijau yang juga terpasang di atasnya (lihat gambar).

dalam museum 4

Ada rupa-rupa setrika uap yang dipajang di rak di atas jajaran mesin cuci tadi. Lalu, berturut-turut ada alat-alat pertukangan, berkebun dan pertanian. Mengingat dari dulu hingga kini, masyarakat Irlandia terkenal dengan kegiatan bercocok tanam, beternak dan bertani. Tapi kini, peralatan mereka sudah jauh lebih modern dan menggunakan mesin-mesin bertenaga listrik.

Di pojok belakang ruangan ada tempat yang cukup unik. Semacam tempat yang ditata seperti sebuah warung kecil. Di rak-raknya tersusun macam-macam benda dari masa lalu. Sebagian merek yang ada masih dijual hingga kini tapi dalam kemasan modern. Misalnya merek teh, biskuit, kopi, rokok, tepung dan botol-botol saos. Di samping warung-warungan tadi, ada kaleng-kaleng makanan yang berisi penganan atau makanan kecil khas rakyat Irlandia di masa lampau.

Dalam museum all

Dari pojok ruangan, ada sebuah pintu untuk masuk ke ruangan sebelahnya. Di sana juga ada miniatur ruangan dan bangunan masyarakat Irlandia di abad-abad lalu. Ada miniatur sebuah ruangan kelas yang tak hanya menampilkan papan tulis kayu dan kursi-kursi kayu yang umum digunakan dahulu, tapi juga dihuni oleh patung anak laki-laki kecil bertopi dan seorang ibu guru yang duduk di depan kelas. Beberapa turis sering ikut duduk di sana dan berfoto seolah-olah menjadi murid di kelas yang bersangkutan. Seru, kan?

Di samping miniatur ruang kelas, ada miniatur apotik tempo dulu. Juga ada sekumpulan sepeda antik dan kereta bayi disekat dalam areal yang berbeda, masih dalam ruangan yang sama.

Ruang Kelas Antik

Dari ruangan ini, kita bisa langsung kembali ke halaman depan melalui pintu keluar di ujung ruangan. Selesai sudah kita menjelajahi Derryglad Folk Museum di jalan-jalan Irlandia kesempatan ini. .

***

Ternyata, museumnya mungil banget. Waktu ke sana, anak-anak capek sepulang dari Glendeer Pet Farm. Di hari yang sama ini jalan-jalan di kedua tempat ini :D.

Jadi, suami jagain mereka di mobil. Saya turun masuk ke dalam sendiri. Foto-fotonya cupu-cupu banget hahaha. Aduh, eike kan senengnya difoto bukan memotret *melengosAlaModel* 😛 😛 :P.

Tenaaaangg, hanya di Derryglad saja, saya nekat mengambil foto-foto. Di tempat-tempat lainnya, urusan foto-foto diserahkan kepada ahlinya. Enggak percaya? Pantengin terus cerita jalan-jalan Irlandia, yak ;).

***