Food Combining : Kontroversi Susu Sapi, Yay or Nay?

[Food Combining] Kontroversi Susu Sapi, Yay or Nay?

***

Jujur, saat baru mempelajari teori Food Combining, susu sapi ini yang sempat membuat saya urung. Eike kan penggemar susu coklat sejati. Hehehe. Seumur-umur, baru kali ini tahu ada teori kesehatan yang mendiskreditkan si ‘5 sempurna’ ini.

Gambar : lankatruth.com
Gambar : lankatruth.com

Menurut teori Food Combining, susu sapi ternyata kurang baik bagi pencernaan manusia. Karena kandungan susu sapi memborong 3 komponen makro dalam makanan lemak-karbohidrat-protein dengan sama tingginya. Sementara, FC meyakini, pencernaan manusia hanya bisa melakukan penyerapan OPTIMAL jika makanan yang kita makan hanya mengandung mayoritas 1 komponen makro saja.

Yang aneh-aneh diserap juga. Cuma tidak optimal dan akan menghasilkan ‘residu’. Kalau ‘residu’nya cuma sekali-sekali, tubuh punya kemampuan mentoleransi. Tapi, kalau saban hari, ‘residu’ ini menumpuk dan akhirnya keluar dari gudang penyimpanan lalu berkelana ke mana-mana. Bahkan ke bagian-bagian yang seharusnya tidak dia datangi. Ngeri, kan?

Bedakan dengan ASI. Komponen tertinggi dalam ASI didominasi oleh karbohidrat. Tidak menyalahi aturan main sistem cerna manusia.

Kalau ada yang intoleran laktosa itu saya percaya. Anak saya yang pertama contohnya. Tapi, kalau susu secara umum ternyata seharusnya tidak dikonsumsi regular (bukan dihindari 100%, ya, tapi dijadikan menu ‘rekreasi’ saja alias sekali-sekali), benar-benar berat sekali mau percaya hehehe.

‘Ledekan’ pertama justru datang dari aktivis Gesamun hehe. Tak jarang pula di Twitter, @erikarlebang berantem sama para dokter :P. Sampai pusing deh bacanya :P. Akun ini adalah salah satu penggiat FC yang cukup tenar di tanah air. Salah satunya ya karena sifatnya yang anti basa basi dengan tweet setajam silet! Hahaha.

Saya mah langsung mainin logika sederhana saja :). Langsung merujuk ke bukti nyata. Secara masa kecil saya memang enggak nyusu hihihi. Bukan karena orang tua menganut paham FC. Tapi lebih karena masalah ekonomi hahaha. Walau waktu itu ibu sering berdalih kami semua enggak ada yang doyan minum susu :P. Kenalin, tujuh-tujuhnya ‘profesor ASI’, tanpa bantuan SUFOR/UHT/susu sapi jenis apa pun sama sekali! :D.

Lagian, dulu susu enggak seheboh sekarang. Sekarang banyak juga ibu-ibu yang menggantungkan zat gizi anak pada susu, “Biarin dah enggak makan yang penting mau nyusu.” Salaman dulu. Saya juga gitu dulu. Hahaha.

Saya kenal susu di usia sekolah. Itu pun minumnya dipaksa-paksa. Enggak rutin juga. Susu habis, kadang berhari-hari enggak beli yang baru. Sarapannya ya minum teh :P.

Dan kalau dilihat-lihat lagi, saya tujuh bersaudara ya biasa-biasa saja. Enggak yang gimana-gimana :D. Berarti, enggak minum susu bukan sesuatu yang luar biasa seharusnya. Begitu logika simpel saya ;).

Setelah berdamai dengan diri sendiri, meyakinkan suami juga kerja keras. Tapi, pelan-pelan lah. Anak-anak kan di bawah penanganan saya. Susunya saya kurangi dulu. Setelah tinggal di Eropa, benar-benar mandiri tanpa campur tangan ortu dan teman-teman, baru deh saya berani meng-cut si susu sapi ini hehehe.

Gambar : goddirectcontact.org
Gambar :  Soymilk –> goddirectcontact.org

Diganti dengan susu kacang atau susu kedelai. Iya, sih, banyak yang menganggap ekstrim karena katanya susu sapi itu spesial, kandungannya tak mungkin tergantikan oleh susa kacang atau susu kedelai. Tapi, hasil praktiknya berkata lain ^_^.

Karena itulah, suami akhirnya menurut hehehe. Siapa yang bisa membantah bukti nyata di depan mata? ;).

Lalu, datang pula si Hiromi Shinya si raja enzim yang saya baru tahu kalau hasil penelitiannya juga menjadi bahan ledekan di grup ibu-ibu hehehe. Katanya penelitiannya palsu. Kurang tahu juga, ya. Soalnya Hiromi ini bukan aktivis FC setahu saya. Dia murni ‘konsen’ di susu sapi :D. Saya juga enggak pernah membaca benar-benar hasil penelitiannya. ‘Pegangan’ saya ya kandungan si susu sapi itu saja yang dikemukakan oleh pakar FC :D.

Kok cuek saja? Ya karena saya pegangannya adalah hasil praktik :P. Apa mau dikata? Anak-anak justru menunjukkan daya tahan tubuh yang signifikan setelah saya hilangkan si susu sapi dan saya percayakan kalsiumnya pada sayur-sayuran hijau ;).

Enggak mau takabur, ah. Sebagai muslim, kita harus percaya selalu ada campur tangan Allah dalam setiap kebaikan dan keburukan yang kita alami :). Terima kasihnya paling pertama sama Tuhan dulu.

Tapi tetap makin cinta sama sayur-sayuran dan buah-buahan dan makin keukeuh bahwa tidak seharusnya kita menggantungkan gizi pada susu sapi. Termasuk gizi anak-anak ;).

Daya tahan tubuh anak-anak yang meningkat drastis inilah yang menjadi senjata andalan saya dalam membungkam keraguan suami. Belakangan, dia sendiri mengangkat bendera putih setelah membuktikan kolesterolnya yang merosot tajam dari angka 260 ke 190 ;). Tanpa obat-obatan sama sekali!

Sekarang, dia lebih penurut sama saya urusan makanan :D. Dulunya, bawel beneeerrrr -_-, “Gila lu, anak-anak enggak dikasih susu? Sakit-sakitan nanti!”

Rasulullah kan minum susu. Nah, itu dia, setahu saya, susu yang sering dibahas itu hanya susu sapi. Cuy, zaman rasulullah apa iya sudah ada yang beternak sapi? Hehehe. Adanya kambing. Itu pun beliau mengkonsumsinya adalah susu segar. Katanya, lho, ya. Aduh, paling grogi kalau bahas-bahas agama, pasti bentar lagi ada yang minta dalil hahahaha.

Saran saya, sih, jangan terlalu ekstrim lah. Kalau memang masih mau mengkonsumsi susu sapi dan teman-temannya, monggo saja ^_^. Tapi, bagusnya, susu memang jangan dijadikan sumber gizi utama. Satu gelas sehari cukup lah, ya ;). Jangan sampai sayur dan buah kita kesampingkan karena sudah merasa anak-anak ‘tercukupi’ dengan bergelas-gelas susu :).

Tapi saya juga tak mau menutup-nutupi bahwa sejak susu sapi dan turunannya tak lagi menjadi ‘sajian harian’, anak-anak justru lebih bugar :). Eh, tapi saya masih makan keju, kok. Cuma ya gitu, paling sebulan sekali hihihi. Minum yoghurt Narda doyan banget. Bapaknya apalagi hahaha. Tapi, sebulan sekali belum tentu minum :P.

Gambar: Almond Milk --> ihomeremedy.net
Gambar: Almond Milk –> ihomeremedy.net

Kalau dulu masakan bersantan malah saya ganti dengan susu sapi biar lebih sehat, sekarang kebalik. Bikin makaroni yang biasanya pakai susu sapi, saya ganti sama santan hehe. Atau kadang pakai susu kedelai atau susu kacang.

Hidup ini pilihan, ya. Kalau dari piramida makanan WHO, prinsip FC memang bagaikan negeri dongeng atau isapan jempol orang iseng hahahaha. Padahal penemunya dokter juga. Bukan ahli gizi memang. Pencetus pertama teori ini adalah seorang dokter ahli bedah.

Saya enggak akan berkeras. Silakan dipraktikkan bagi yang berkenan, kalau tak berkenan juga apa urusannya ama gue la yaow, hehe. Tahun ini memutuskan gencar ‘berdakwah’ soal FC, because I’ve seen the result for one year :).

Tujuannya ya ingin menebarkan kebaikan :). ‘Kebaikan’ versi saya :D. Kalau beda sama WHO, ya bukan karena ada yang salah. Mungkin perbedaan mazhab itu tak cuma dalam agama, urusan makanan pun ada ‘agama’nya sendiri-sendiri hahaha. Buat saya, FC ini mengajarkan kesederhanaan dan kedisiplinan dalam urusan makan.

Jangan salah, aktivis FC itu banyak dari kalangan muslim yang anti vaksin sekali pun. Memang suka merasa aneh, sih. Di grup ini pro vaksin tapi ‘ngeledek’ pola makan FC. Di grup sana, anti vaksin tapi memuja FC.

Ya, join di dua-duanya sih tetap. Kita ambil yang disepakati, kita maklumi yang punya pemahaman yang berbeda. Gitu aja kok repot ;).

Manfaat positifinya, kita jadi lebih kritis, kan? Enggak mesti karena di sono isinya banyak yang pakai ‘jas putih’ dengan segambreng penelitian medis lantas kita menjadi gentar. Dan enggak mesti karena anggotanya bolak balik bawa ayat kita jadi keder :P.

Kita semua punya kepala yang seharusnya ada otaknya, kan? Nah, difungsikan kepunyaan masing-masing seoptimal mungkin :P.

Saya suka cara Ibu Andang dan Pak Wied (dua nama yang cukup popular di dunia FC) menanggapi kalangan akademisi yang menantang mereka berdebat secara terbuka, “Ini bukan hal untuk didebatkan tapi untuk dipraktikkan. Mau lihat buktinya? Praktikkanlah sendiri.” Hehehe.

Setuju sama mereka. Untuk tahu apakah FC ini sahih atau tidak, dalilnya cuma satu, cobain sendiri dan rasakan manfaatnya! Hehe.

Ingat, FC tidak pernah melarang kita makan ini itu. Kata siapa? Pizza berlumur keju yang lezat itu, minggu lalu saya makan sampai satu loyang. Hahaha. Intinya, sekali-sekali saja. Justru makan terasa enaknya kalau dinikmati secara terbatas, lho ;).

Percayalah, aktor utama dalam perut seharusnya memang dipegang oleh sayur-sayuran dan buah-buahan. Dua hal yang bisa tumbuh di mana saja dalam kondisi apa pun (kalau manusianya beres dan sayang lingkungan tentu saja :D).

Tidak percaya? Buktinya dalam dunia ini kalangan vegetarian jumlahnya tidak sedikit dan mereka terbukti baik-baik saja. Btw, vegetarian juga ada yang mengkonsumsi susu hewan tapi ada juga yang tidak. Sebaliknya, ada gak sih orang yang makan daging doang dan baik-baik saja seumur hidupnya? ;).

Sungkem dulu sama bapak ibu dokter, sungkem sama pengusaha susu jugak hihihi. Sungkem sama pengurus WHO juga, deng :P.

Jadi, susu sapi? Yay or Nay? Tidak untuk diperdebatkan. Tapi untuk dipraktikkan ;). Salam damai ^_^.

Hazelnut Milk
Hazelnut Milk

***

Gurun Bahrah Padang Pasir di Arab Saudi

Checkpoint, Serba Serbi Arab Saudi

***

“Oh, checkpointnya agak rame. Agak tersendat, nih.”  Saya lagi merem-merem pengin tidur. Jadi kaget dengar kata-kata suami saya barusan.

“Ha? Checkpoint?”

“Iya. Kalau di Saudi ini tiap mau masuk ke kota lain, harus ngelewatin checkpoint dulu.”

Saya mendadak terjaga melihat seorang penjaga berpakaian ala militer memegang senapan panjang. Dia berdiri sekitar 50 meter di depan mobil kami. Antrian mobil mendadak terhenti. Teman si penjaga tadi, terlihat menunduk berbicara kepada pengemudi mobil paling depan.

Dasar penakut. Lutut langsung lemas. Idih, ngeri amat, sih. Ketika giliran kami melewati si duo penjaga tadi, takutnya minta ampun. Ternyata, si bapak pemanggul senapan dan temannya tadi, menengok ke arah kami saja tidak. Hahaha.

***

Checkpoint itu apaan, sih? Istilah ini bagian dari serba serbi hidup di Arab Saudi :D.

Checkpoint ini diartikan sebagai titik pemeriksaan. Hampir semua kota di Saudi ini dilengkapi dengan pos penjagaan lengkap dengan petugasnya saat kita akan memasuki kota yang bersangkutan. Termasuk kota-kota kecil lho. Jadi, sebelum memasuki kota tertentu, kita harus melewati pos ini dulu.

checkpoint-2-americanbedu-com

Pos penjaga di salah satu checkpoint di Saudi (source : americanbedu.com)

Wah, kedengarannya kok sangar benar yah. Benar banget. Saya saja saat pertama kali tahu soalcheckpoint ini sempat parno kalau mau ke luar kota. Saban ketemu checkpoint, gelisah sendiri.

Padahal yaaaaaa…. kadang, seringnya di kota kecil, checkpoint itu cuma semacam gardu mini saja. Malah petugasnya sering gak terlihat. Sekedar formalitas aja.

Tapi saat kita akan melewati pos penjagaan ini ya harus menurunkan kecepatan kendaraan. Gitu aja kok. Kalau pun ada petugas, kalau petugasnya sendiri, biasanya asiyk maenan HP, mungkin curhat ke pacar : “Yang, panas bener, disuru berdiri pula sendirian disini. Kamu sini dong!” ahahaaaiiiii….

Kalau petugasnya ada beberapa orang, mereka kadang asik ngobrol aja rame-rame. Tapi teteeeeppp, mesti pelan-pelan kalo lewat sini. Cool aja :P.

***

Yang agak ketat itu kalau memasuki kota-kota besar seperti Jeddah ini. Atau kalau memasuki tanah haram :  Mekkah dan Madinah. Apalagi pas musim haji, masuk Makah bisa ribet.

Kita tetap bisa memasuki Mekkah untuk ngunjungin sodara dari Indonesia atau untuk sekedar umrah, masih boleh. Lebih ketat lagi saat akan memasuki Makah menjelang wukuf. Selain untuk jemaah haji, Mekkah tertutup rapat.

Nah, kalau masuk Jeddah, seringnya memang tertahan agak lama saat melewati  si checkpoint. Selain karena pasti banyak mobil lah ya, mesti pelan-pelan, dan pasti ada penjaganya. Biarpun kadang cuma lihat-lihatan saja dengan penjaganya. Diberhentiin sih jarang banget.

Sempat tersendat-sendat rada macet lah kalo mau masuk Jeddah. Apalagi pas sore-sore di hariweekend (kamis dan jumat). Macet? oh tidaaaakkk, yaela…. paling ketahan 10 menitan doang. Kalo dah biasa di Jakarta sih, 10 menit mah keciiiillllll :P .

checkpoint-guardian-co-uk1

Antrian mobil di checkpoint (source : guardian.co.uk)

***

Tapi urusan checkpoint ini bukan perkara gampang buat para bujangan. Apalagi jika seisi mobil isinya laki-laki semua. Yang model gini potensinya besar buat diberhentiin dan ditanyain surat macam-macam. Kalau dalam mobil ada perempuan, apalagi ada anak kecil dan bayi pula, biasanya sih amaaaann, pasti lolos-lolos aja ;).

Sebenarnya kalo apes disuruh berhenti ya jangan takut juga. Paling cuma ditanyain kelengkapan surat-surat aja. Seperti SIM, STNK, dan Iqoma (resident permit untuk warga Saudi). Kendaraan yang diperiksa pun sifatnya random.

Hal ini merupakan salah satu ciri khas negara Arab Saudi. Seringnya tidak se’mengerikan’ yang dibayangkan. Penyebab adanya pemeriksaan macam ini mungkin juga karena negara satu ini belum memberikan izin berupa visa turis. Sebagian besar tamu dari negara lain datang dengan visa umrah/haji. Pemegang visa umrah/haji seharusnya memang tidak serta merta bebas keluyuran ke mana-mana :D. Atau ada juga istilah visit visa. Biasanya visa ini untuk keluarga dari para pemukim (dari negara lain) yang diundang dengan invitation letter yang ngurusnya juga kadang gampang kadang ribet huhuhu.

Bapak Mertua di Masjid Apung (Maret 2011)
Bapak Mertua di Masjid Apung (Maret 2011)

Kami dulu tidak pernah sukses mengundang orang tua dengan visit visa ini. Padahal teman-teman lain lancar-lancar saja :(. Orang tua kami datang dengan visa umrah, walaupun menginap dan jalan-jalannya bersama kami ;). Lolos-lolos saja, tuh, bapak dan ibu mertua dari berbagai checkpoint yang dilewati hehe.

Kesimpulannya, ya jangan keburu jiper lah. Kalo udah sering bolak balik antar kota, paling ngelewatin checkpoint ini seperti layaknya melewati pompa bensin saja kok hehehehehe. Santaiiiiiii….^_*.

Kapan-kapan kita cerita-cerita lagi tentang serba serbi Arab Saudi :D.

***

The Davincka Code, How Traveling Inspires You

Bulan pertama di tahun 2014 sudah terlewati lebih dari setengahnya. Menengok kembali ‘catatan akhir tahun’ 2011 dan 2012, I always wrote that my life was at its best hehehe. For both years 🙂.

2011 dan 2012 adalah masa-masa bermukim di Jeddah, Saudi. Catatan akhir tahun’ 2013, rasanya bernada-nada mirip. Walau sejak Maret 2013, kehidupan sudah berpindah daratan, lintas benua pula.

Dan kalau dirunut-runut lagi, mulai rajin mencatat dan serius mengurus blog sejak tinggal di Teheran tahun 2009 lalu. Benar juga berarti, sub judul yang diberikan editor kepada kumpulan tulisan-tulisan saya yang memang ditulis di rentang waktu 2011 – 2013, “How Traveling Inspires You.”

Jadi belajar juga. Bahwa enggak pilih-pilih tempat, ya, yang namanya petualangan menyenangkan itu. Mengingat dulu, kagok diajak ke Teheran dan sempat ‘mengamuk’ disuruh ikut ke Jeddah hahaha.

triple mama

Ternyata, it’s your choice. Kita sendiri yang memutuskan apa akan bahagia, apa akan bete, apa akan merasa berada di titik terendah kehidupan, atau sebaliknya…merasa hidup lebih hidup. It’s all yours 😉. We are able to find the love, even in a so-called hopeless place.

Tapi yang jelas sih, selalu pengin mudik dan jadi kangen sama tanah air, bahkan terhadap hal-hal yang dulu selalu dikeluhkan, eg : macet dan rempongnya hehe.

Tapinya lagi, petualangan tidak mesti selalu harus mengunjungi tempat-tempat baru di luar sana. Sekadar mengubah persepsi dan cara pandang kita terhadap banyak hal akan membawa dunia kita berputar kepada petualangan-petualangan baru. Membaca buku atau catatan-catatan orang lain juga bisa membuat kita berpikir kembali dan menata ulang persepsi kita 🙂. Ke arah yang lebih baik dan positif tentu saja.

***

Media sosial semacam facebook pun sempat mengundang sindiran tajam bagi penggunanya. Apalagi yang aktif banget di sana. Kesannya, hanya kesia-siaan yang didapatkan jika berlama-lama dalam pergaulan dunia maya :P.

Kecanggihan teknologi masa kini seperti layaknya sebilah mata pisau. Tentu marabahaya yang diundangnya jika kita membiarkan sebilah mata pisau ini berada di tangan seorang balita. Tapi di tangan seorang ibu yang sedang sibuk meracik menu di dapur, sebilah pisau ini mendatangkan manfaat yang tidak sedikit.

Saya percaya, mana ada sih hal-hal di dunia ini yang mengandung manfaat saja? Air putih yang sudah sangat nyata khasiatnya buat kesehatan kita, bila dikonsumsi sekaligus dalam jumlah banyak, apa tidak membuat perut kembung?

Buku “The Davincka Code” sebenarnya bukan tulisan-tulisan baru. Tapi kumpulan tulisan-tulisan ringan yang selalu saya rangkai dalam bentuk status-status ‘ular naga’ panjangnya bukan kepalang haha.

Nah, kumpulan tulisan tersebut yang dilirik oleh editor yang menghubungi saya via inbox FB dan email. Mau dibukukan katanya. Saya juga  bingung, sih. Kok segitunya ya mau dibukukan segala? Waktu editor minta 200 halaman, ya saya kaget. Pikir saya, mana mungkin ada segitu? Barulah saya sadar, itu status bisa panjang minta ampun ketika dicopas ke MS Word. Ada status yang panjangnya ternyata sekitar 1800 kata dan memenuhi 6-7 halaman A4. Hahahaha.

Jadi, menulis pun wadahnya banyak ternyata.  Termasuk jalan menerbitkan buku. Dari status-status ringan juga bisa menjadi buku :). Inilah The Davincka Code :

the davincka code FA 2

Sepakat. Dalam menebarkan kebaikan jangan kita yang ditelan zaman. Kita yang harus menaklukkan zaman. Media perantara tidak seharusnya  menjadi masalah.

Karena masyarakat masa kini sekarang wara wiri di media sosial, jangan heran para penulis pun mulai buka lapak di mana-mana. Tak pernah dibatasi, kok, cara kita menebarkan kebaikan kepada orang lain. Dari tontonan wayang, sehelai daun, lembaran kertas, papan-papan tulis, atau dinding-dinding Facebook sekali pun . Lihatlah bagaimana cerdiknya Para Sunan menebarkan Islam di bumi Nusantara kala Islam baru bersemi di tanah air :).

Kebaikan sering digambarkan dengan warna putih. Sementara sisi yang satunya ditandai dengan warna hitam. Adalah tugas kita untuk menyematkan warna yang mana yang kita inginkan untuk setiap hal yang kita temui dalam hidup ini. Hitam atau putih?

***

Kalau bikin status memang serasa bikin artikel, euy, sering dikasih judul gitu hihihi.

Telah terbit “The Davincka Code : How Traveling Inspires You”, 38 judul artikel yang terangkai di 298 halaman buku. Berupa kumpulan cerita-cerita yang memang kalau dirunut-runut cukup banyak mengambil hikmah dari kisah-kisah yang dialami kala bermukim di Tehran-Jeddah maupun Athlone kini :). Dapatkan di toko-toko buku terdekat di tanah air. Harga sebelum diskon, Rp42.000. Bisa juga dibeli di toko-toko buku online yang biasanya kena diskon minimal 10% lho ;).

Akhir kata, mari memilih bahagia, di mana pun kita berada!  Because indeed … happiness is not given, it is made 🙂.

Regards,

-Jihan Davincka-

cover FB duo buku

Untuk Mereka, Untuk Mereka

Pada suka nonton stand up comedy, gak? Tahu Muhadkly Acho? Wah, asli deh, maraton di youtube gara-gara kocak dan seru. Enggak cuma kocak, si Bang Acho ini pinter banget menyelipkan pesan-pesan yang menohok dalam humornya 😀.

Salah satu yang berkesan ketika Bang Acho cerita tentang tema Santet. Juara banget, deh, penutupnya, “…dan mungkin kita lupa ya, teror yang paling menakutkan itu bukanlah teror dukun santet. Tapi teror kemiskinan, kebodohan, pemerkosaan dan semua yang lahir dari sana … itu yang seharusnya kita takuti dan kita berantas!”

Suka risih dengan orang-orang yang meributkan pelacuran. Hanya lantang berbicara soal fitnah dan dosa dan bla-bla lainnya. Sementara, kalau mungkin kita sanggup menghujam ke inti persoalan, akar permasalahan enggak jauh-jauh dari … kemiskinan 🙁.

Ada, laki-laki yang komentar kayak gini, “Ya, abis jadi pelacur enak. Kerjanya gampang. Cuma gesek-gesek vagina. Dapat duit. Daripada capek-capek kerja lain.”

Goblok kuadrat! Tanya kepada ibu sendiri, saudara perempuan sendiri. Ada ya orang yang punya cita-cita menjadi pelacur? . Ingat, perempuan itu bukan laki-laki. Laki-laki mungkin bisa berhubungan intim kepada siapa yang membuatnya nafsu. Tapi tidak dengan perempuan.

Makanya, perempuan tidak banyak yang protes kalau praktik poliandri itu dilarang. Iyalah, gilak. Satu saja kita repot nyari-nyari alasan hihihi. Lagi datang bulan, walaupun perut sakit, ada ‘rasa lega’ tersendiri. Ibu-ibu tahu maksud saya, kan? hehehe .

Pas mereka melacurkan diri, lantang benar kalian berbicara soal moral soal zinah soal dosa! Giliran mereka meratap untuk menghidupi anak-anak yang mungkin ditelantarkan oleh suami yang pergi entah ke mana atau kawin lagi dengan perempuan lain, anda ada di mana, ya?

***

Di sebagian negara maju, termasuk Irlandia ini, ada yang namanya semacam child benefit. Tunjangan beberapa ratus euro untuk tiap orang anak yang diberikan per bulan. Kepada siapa? Hanya kepada ibunya. Sang ibu yang berhak menerima child benefit ini. Dari si anak lahir sampai usia 18 tahun!

Jumlahnya tidak sedikit. Tapi pengalaman ditinggal suami sampai sebulan lebih, duit segitu cukup banget untuk biaya hidup sehari-hari saya bertiga dengan anak-anak. Pas 😀.

Pemerintah mungkin menyadari betul, anak-anak itu secara fitrah ya nempelnya ke ibunya . Child benefit juga sebagai salah satu bentuk perlindungan kepada sang anak sekaligus ibunya. Tidak membuat seorang ibu dilanda kegelisahan atau terpaksa melakukan hal-hal ‘terlarang’ hanya untuk sekadar bertahan hidup dengan anak-anaknya.

Kalau di tanah air sekolah negeri pun mulai empot-empotan, di banyak negara maju, sekolah gratis! Biasanya dari pre school sampai lanjutan atas/SMA. Jadi, no drama jual diri demi biaya sekolah anak.

Memang, kita tidak boleh berprasangka buruk kepada orang yang kekurangan. Tapi ingat juga, mereka pun manusia biasa seperti kita. Punya kebutuhan, punya perasaan. Sebagai sesama ibu, kalau tidak terdesak, apa tidak terpikir untuk melakukan hal aneh-aneh? .

Sebuah negara dikatakan maju bukan dilihat dari berapa banyak merek mobil mahal yang beredar di jalanan. Bukan dari berapa harta kekayaan pejabatnya . Bukan dari berapa persentase orang kayanya. Bukan dari berapa banyaknya restoran mahal di negerinya.

Tapi sebagian besar karena sistem pemerintahan yang berpihak pada hampir semua lapisan masyarakat. Kesanggupan pemerintahan untuk melindungi mereka yang kurang mampu dan tidak malah berpesta pora di atas sebagian masyarakat yang masih menjerit kekurangan .

Salah satu contoh nyatanya adalah tingkat kesenjangan ekonomi. Misalnya, cek saja pendapatan perkapita negara yang bersangkutan .

Di sini, karena ada perpustakaan, jadi sering baca-baca sejarah masa lalu Inggris dan Irlandia. Dulu pun, negara sekeren Inggris, sebagian masyarakatnya pernah terpenjara dalam kemiskinan. Yang berimbas pada kelaparan, ketakutan, kejahatan dan rendahnya tingkat kesehatan yang berujung pada kematian.

Tahu novel terkenal “Oliver Twist” karya Charles Dickens di abad 19 silam . Itulah potret kehidupan masyarakat kelas bawah Kerajaan Inggris yang kala itu dipimpin oleh Ratu Victoria.

Masyarakat Inggris tak diam saja dan terus menyuarakan perubahan. Hingga akhirnya, kini Inggris Raya tegak berdiri sebagai salah satu negara yang paling bikin mupeng dari tingkat kesejahteraan sosial ekonominya.

Survey iseng-iseng dari lingkaran pertemanan saya membuat saya berkesimpulan, teman-teman yang tinggal di Eropa – Australia tingkat kebetahannya bisa dibilang lebih tinggi dibanding teman-teman yang tinggal di US atau belahan bumi lain. US itu pajaknya kecil, lho . Di Timur Tengah malah rata-rata enggak ada pajak hehehe.

Padahal di Eropa/Australia, pajaknya lumayan banget, ya . Sistem ekonomi Eropa dan Australia modelnya tidak 100% liberal. Malah cenderung sosialis. Sebagai gambaran, penghasilan tertentu di (sebagian besar) Eropa bebas pajak. Tapi makin tinggi penghasilan, pajak pun makin tinggi. Jadi, bikin gondok aje ye hahahaha. Sistem kesehatan biasanya di bawah wewenang pemerintah bukan swasta.

Yang gondok itu yang masih belum sadar . Toh, buktinya banyak sekali yang betah. Cari alasan ini itu agar bisa bertahan terus di Eropa. Sudah rahasia umum itu, lulus sekolah ini, daftar lagi sekolah anu kalau belum dapat kerja hehehe .

Tak sedikit yang akhirnya rela bertukar warna paspor.

Akhirnya kehidupan membuktikan, uang bukan segala-galanya. Perlu tapi bukan yang utama. Di Eropa sini, siapa yang peduli dengan uang banyak jika fasilitas dan kenyamanan yang kita terima sehari-hari cukup mumpuni?

Naik ferrari kalau jalanan macet kan juga bikin mutung, Cyin hehehe . Pakai tas hermes, mantel berlian, jam tangan emas, gigi pun bertabur mutiara kalau perlu hihihi, apa gunanya kalau masih kena banjir? Hahahaha. Sungkem dulu sama Pak Jokowi .

There are things that money can’t buy .

Dan apakah hati nyaman dan bahagia, kalau Anda makan dalam rumah makan mewah dan dalam perjalanan pulang mendapati seorang bapak-bapak tua, badannya kurus, tengah sibuk mengipasi sate-sate dagangannya di pinggir jalan kala sebagian besar orang malah tengah lelap dalam peraduannya .

Di Athlone sini, ya. Bapak-bapak yang tiap hari keliling kota mungutin sampah pakai rompi hijau gonjreng, sering juga terlihat sedang menikmati kopi hangat dan sepiring muffin di kafe dalam mal bersama teman-temannya . Yes, di kota kecil ini masih ada tukang sampah keliling.

Nah, di kota-kota di negara berkembang, ada gak tukang sampah yang di waktu luangnya ngopi-ngopi di starbucks sama teman-temannya? .

Untuk itulah, peraturan mesti ditegakkan. Kita mesti punya pemimpin yang bisa bertarung untuk kita. Seperti kata Najwa Shihab, “Pemimpin adalah mereka yang berani mendobrak keadaan, bukan mereka yang mengokohkan kemapanan.”

Bukan orang-orang yang bila sudah di atas, lupa memandang ke bawah . Bila sudah di atas, bukannya sibuk memikirkan perbaikan, isi kantongnya saja yang sibuk diisi. Bagus kalau cuma kantongnya doang, kantong kerabatnya juga digemukin .

Masalah banjir contohnya. Mau setengah mati Jokowi dan Ahok berkoar-koar agar semua kali dikeruk dan dibersihkan, kalau situ tetap buang sampah sembarangan, ya untuk apa? .

Tapi uniknya, mental masyarakat ya memang harus ditopang oleh pemimpin yang kuat. Orang-orang Eropa takut buang sampah tidak semata-mata karena kesadaran pribadi kaleeee. Ada undang-undangnya, Gan! Dendanya lumayan kalau buang sampah sembarangan. Bukan cuma hiasan, tapi ada penegak hukum yang siap beraksi tanpa kenal yang namanya uang damai hehehe.

Pemerintah berusaha keras membuat masyarakat aktif dalam masalah lingkungan. Soal penggunaan kantong plastik misalnya. Di sini kantong plastik kudu beli, harganya lumayan juga. Jadinya, saban belanja, kudu siapin kantong sendiri. Anak balita harus rela berbagi stroller dengan barang belanjaan hihihi.

Pemimpin-pemimpin yang bagus akan menjamin terlaksananya peraturan yang adil. Mereka tidak akan datang kalau masyarakat tidak memberi dukungan . Mereka tidak lahir dari sihir atau mukjizat. Tapi dari pilihan-pillihan yang Anda buat.

***

As Gandhi said, “Poverty is worst form of violence.”

‘Kejahatan’ ini yang harus kita lawan sama-sama. Bukan orang miskinnya yang jahat. Kemiskinannya yang kita perangi .

Kadang, bukan karena mereka tidak pernah berusaha melarikan diri dari kebodohan. Seringkali, bukan karena usaha mereka yang tidak cukup keras. Tapi, dinding kemiskinan itu terlalu tinggi untuk dipanjat seorang diri. Lintasannya terlalu jauh untuk dilalui. Sekeras apa pun mereka mencoba berlari, garis finishnya belum sanggup mereka capai sementara nafas sudah setengah-setengah.

Untuk merekalah, kita harus berjuang membuang rasa skeptis dan apatis dengan memilih jalan golput. Golput emang enak. Enggak perlu mikir, enggak perlu takut masuk neraka pula kalau sampai salah pilih hehehe .

untuk merekalah kita menguras otak dan ikut berperan aktif dalam setiap kesempatan untuk membenahi bangsa .

Kadang kita berpikir dengan golput kita tengah melakukan perlawanan. Hasilnya apa?

Toh, 80% yang memilih golput pun, sistem demokrasi kita tetap akan memilih pemerintahan berdasar 20% yang memilih. Lain halnya bila sistem demokrasi kita menganut sistem quota macam rapat-rapat DPR . Itu baru ngaruh kalau ngajak-ngajakin orang untuk walk-out. Karena makin sedikit yang hadir, quota tak akan terpenuhi, hasilnya harus dipending.

Kenapa sih orang tidak mau memilih? Ya biasanya karena mereka sudah tidak punya harapan bukan karena betah dengan pemerintahan yang sekarang hehe. Ironisnya, justru golput itu biasanya akan menguntungkan status quo .

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.”

Bagaimana kalau salah pilih?

“God never requires us to succeed. He only requires that we try” .

Untuk mereka yang terkurung dalam dinding-dinding kemiskinan yang sedemikian sulit untuk dirontokkan itu, untuk mereka yang masih terus berlari dengan sisa-sisa napas menuju garis kemenangan, untuk mereka yang malah mungkin sudah kehilangan harapan, masihkah terpikir untuk golput?

Masihkah? 🙂

kemiskinan indonesia

***

Athlone Ireland

Jalan-jalan Irlandia Athlone, The Heart of Ireland :)

Tiap kota di Irlandia rata-rata punya julukan gitu. Termasuk si Kota Athlone ini, tempat bermukim saya dan keluarga sejak Maret 2013 lalu. Mengapa disebut Heart of Ireland? Ini mengacu kepada posisi geografis kotanya yang memang kalau dilihat di peta, berada tepat di jantung negara Irlandia. Di tengah-tengah gitu maksudnya 😀.

Kota Athlone terbelah oleh Sungai Shannon, sungai terpanjang di Irlandia. Kedua sisi kota dihubungkan oleh sebuah jembatan. Penampakannya seperti gambar di bawah ini:

athlone bridge

 

Siap jalan-jalan Irlandia Athlone? 😀 😀

Kota Athlone terletak di County Westmeath. County Westmeath sendiri termasuk dalam Midland-Region. Di Midland ada 4 County. Sementara di County Westmeath ada sekitar 7 kota besar. Dan si Athlone yang penduduknya mungkin hanya sekitar 20 ribuan orang ini adalah kota terbesar di Westmeath, bahkan bisa dibilang yang paling ‘besar’ di Midland. Hihihi.

Dusun kok dibilang kota? 😛. Belagu amat ngata-ngatain kota orang sebagai dusun. Hahaha. Don’t get me wrong. Maklum, ya. Dulunya tinggal di kota-kota metropolitan macam Jakarta, Tehran dan Jeddah . Seluruh pusat kota Athlone bisa saya jelajahi dengan berjalan kaki, hahaha.

Tapi sebenarnya luas juga, sih. Cuma kehidupan sehari-hari saya yang berkisar antara supermarket-sekolah-Asian Store-Chinese Store-Mal-Perpustakaan adanya di pusat kota semua. Normalnya, dalam sehari bisa jalan kaki sejauh rata-rata 2-4 km. Tukang pijat mana tukang pijat, hahaha.

Waktu baru datang, tentulah terpesona habis dengan Athlone. Apalagi kita millihnya apartemen yang tepat di tepian Sungai Shannon, sungai terpanjang di Irlandia. Ada kastil di seberang sungai plus bangunan gereja tua yang megah dan khas Eropa banget lah yaow hahaha. Banci Eropa heboh bangetlah di masa-masa awal dulu.

Dari kaca jendela besar yang menguasai dinding ruang tengah, inilah pemandangan di belakang apartemen :).

 

Btw, mal besar cuma ada 1, Athlone Town Center. Tapi ya, masih kalah jauuuuhhh sama Andalus Mall yang sering kami datangi semasa tinggal di Jeddah dulu. Saya kok yakin, ya, sampai pergi dari Jeddah, saya belum pernah menelusuri seluruh areal Andalus Mall. Saking gedenya. Tapi ANdalus enggak ada apa-apanya dibanding Red Sea Mall *ngelapKeringat*.

Athlone Town Center? 10 menit muter-muter sudah bingung, “Lho sudah mentok?” Hahahaha.

Selain Athlone Town Center ada Golden Island jugak. Tapi lebih minimalis lagi :D.

Sisi kota di seberang sungai dikenal sebagai wilayah Old Town. Old Town dimulai dari bangunan kastil yang persis menghadap ke arah sungai. Cantik nian . Tempatnya bersih dan menjadi salah satu pesona wisata di Athlone.

Athlone Castle
Athlone Castle

 

Apartemen saya, hanya sekitar 100 m dari kastil . Di Old Town ada bar-bar tradisional dan toko-toko lama. Lucu-lucu deh bentuknya. Pernah lihat rumah makan yang semi toko tua gitu.

Senangnya tinggal di sini salah satunya adalah karena penduduknya yang ramah-ramah. Khas kota kecil gitu, kali, ya . Saya pernah disamperin oleh seorang penduduk lokal, kakek-kakek tua yang depan rumahnya sering saya lewatin kalau antar jemput si sulung ke sekolah.

“Hai, Good morning. I’m so curios. Where do you come from?”

Wajar, ya. Enggak banyak wajah-wajah ASEAN di sini . Padahal yang pakai jilbab di sini tergolong banyak, lho. Karena banyak pendatang Afrika muslim dan orang-orang dari Timur Tengah. Mungkin karena wajah eike yang ‘enggak Arab’ dan ‘non Afro’ makanya dia penasaran hehe.

“I’m from Indonesia.”

“Aha. Indonesia. Very warm. I’ve been there before. 20 years ago.”

“Yes, all year is sunny.”

Dia mengangguk-angguk, “Yeah, heaven.”

Semacam bergetar gitu, ya, ada yang bilang Indonesia “heaven” 🙂. Tuh, yang suka mengeluhkan tentang negerinya sendiri, ternyata heaven, lho, di mata sebagian pendatang ;). Ayo, minta maaf sama ibu pertiwi hehe.

Dia kembali tersenyum, “It must be very hard to live in such a cold place like Athlone. Do you like Athlone anyway?”

“I don’t like cold. But I do like Athlone.”

old town

Dia pun berlalu. Nah, kayak gitu-gitu wajar saja di sini . Apa sih istimewanya? Ya lumayan mengharukan untuk saya yang pernah tinggal di Jeddah dan terlalu sering disangka TKW hahaha.

Boro-boro dah diajak ngobrol sama orang Arab . Eh, kecuali pas hajian deng, satu tenda orang Mesir semua kecuali saya. Kalau orang Mesir sih, ramah pisaaaannn ^_^.

Orang sini sekilas pecicilan. Gampang senyum . Etapi, katanya, “Senyum itu ibadah.” Haduh, kena gampar lagi, deh . Hayooo, situ yang merasa muslim senyumnya, manaaaaaa? . Asal jangan suka senyum-senyum sendiri, disangka orang gila nanti hahaha.

Kalau begitu, sebagai penutup, senyum manis dari The Rosyadi yang kini tengah menikmati petualangan di Kota Athlone yang ‘dusun’ tapi nyamannya boleh diadu :).  Cheers dari episode jalan-jalan Irlandia Athlone kali ini ^_^.

rosyadi in athlone