Resensi Novel Arok Dedes

Dang Hyang Lohgawe untuk kedua kalinya mendehem, “Katakan apa yang kau ketahui, bukan pendapatmu tentangnya. Ayoh.”

“Ya Bapa, apalah artinya pengetahuan tanpa pendapat.”

“Baik, aku harus percaya kau telah mengetahui semua itu, dan kemudian berpendapat. Aku harus percaya bukan sebaliknya yang terjadi. Berpendapat tanpa berpengetahuan hukuman mati bagi seorang calon brahmana. Dia takkan mungkin jadi brahmana yang bisa dipercaya.”

Demikian salah satu kutipan di dalam novel “Arok Dedes” yang paling menohok buat saya. Sejalan dengan keyakinan dalam agama saya, betapa orang yang memiliki ilmu/pengetahuan memang dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi 😉.

Jadi, setop asbun (asal bunyi) dan asma (asal mangap) ya … untuk kita semua walau tak hendak menjadi sebijaksana seorang brahmana 🙂.

Jangan suka latah share-share info enggak penting apalagi pakai dibumbui kebencian enggak jelas . Pastikan kita tahu latar belakang sedalam-dalamnya sebelum menceburkan diri ikut campur dalam masalah tertentu . Ingat, berpendapat tanpa berpengetahuan itu efeknya tidak sepele.

Novel 500 an halaman ini bukan karya penulis sembarangan. Pramoedya Ananta Toer, gitu lho 😀.

Ketertarikan pertama tentu saja karena sinopsis buku yang sudah menyebut-nyebut tentang sejarah kerajaan Jawa. Jadi makin pengin bikin resensi novel Arok Dedes. Ini kisah tentang sebuah kudeta penting yang menjadi awal berdirinya banyak kerajaan besar di abad-abad ke-13 hingga 15 di tanah Jawa.

Kisah Ken Arok yang menggulingkan Tunggul Ametung yang pernah saya tahu kayaknya diceritakan dengan ala-ala mistis. Sering dihubung-hubungkan dengan kutukan keris Mpu Gandring. Nah, novel ini menguraikan kejadian tersebut secara lebih menyeluruh dengan mengambil sudut pandang sekaligus dari 3 pelaku sejarahnya : Ken Arok, Ken Dedes dan Tunggul Ametung.

Arca Prajnaparamitha yang juga dikenal sebagai Ken Dedes (gambar : id.wikipedia.org)
Arca Prajnaparamitha yang juga dikenal sebagai Ken Dedes (gambar : id.wikipedia.org)

 

Tak hanya mengurai masa lalu Arok secara tuntas, menuliskan siapa sebenarnya Tunggul Ametung dan menceritakan latar belakang seorang Dedes saja, novel ini juga tidak mengabaikan asal muasal peristiwa jauh ke belakang. Pasca berdirinya Kerajaan Hindu yang dipimpin oleh Erlangga.

Erlangga diceritakan sebagai raja Hindu pertama yang berasal dari kasta Sudra. Raja yang sama yang menghapuskan kasta Waisya dan Paria. Erlangga hanya mengakui 3 kasta di bawah kepemimpinannya : Brahmana, Ksatria, dan Sudra.

Lenyapnya kasta Paria membuat kerajaan seharusnya terbebas dari perbudakan. Banyak juga diceritakan soal apa yang terjadi pada Kerajaan pasca Airlangga lengser. Peristiwa terpecahnya kerajaan menjadi Panjalu (Kediri) dan Jenggala hingga disatukan kembali menjadi Kerajaan Kediri.

Bukan hal yang mudah untuk menyatukan Jenggala dan Kediri. Nyawa seorang perempuan harus dikorbankan. Kedua belah pihak hendak menjodohkan putri mahkota Panjalu dan putra mahkota Jenggala. Apa daya, sang putra mahkota telah terlebih dahulu terpikat pada anak seorang patih Jenggala. Cerita selengkapnya lihat di novelnya saja.

Dramanya mantap, euy. Dasar ratu drama!! Hahahahaha 😀.

Kisah Arok dan Tunggul Ametung terjadi di masa pemerintahan Sri Kretajaya. Kretajaya kembali ‘melegalkan’ perbudakan. Secara umum, kepemimpinannya semakin menjauhkan diri dari kesejahteraan masyarakat yang dulu pernah dirintis dan disukseskan oleh Erlangga.

Tunggul Ametung yang menjadi akuwu di Tumapel berusaha diusik kepemimpinannya oleh kalangan brahmana yang akhirnya sepakat mengutus Arok. Arok sendiri adalah keturunan Sudra yang memiliki kemampuan Ksatria dan jiwa seorang brahmana.

Kalau lihat Arok udah semacam Catatan si Boy gitu lah. Tapi ganteng sih enggak hahahahaha. Ini terlihat dari deskripsi Dedes yang menggambarkan Arok sebagai “orang Sudra pada umumnya”. Yang kece-kece itu biasanya keturunan Brahmana soalnya :p.

Harap dicatat, saat mencocok-cocokkan dengan wikipedia, ternyata tokoh Arok dan Dedes ini nyaris dicap sebagai tokoh fiktif. Saya jadi berpikir, mungkin saja penggambaran Arok dalam novel ini adalah keinginan pribadi Pramoedya Ananta Toer akan image seorang pemimpin yang diidam-idamkan.

Akur deh sama Om Pramoedya. Ganteng memang tidak pernah menjadi indikator saya dalam memilih pemimpin . Dulu milih SBY lebih karena orangnya kelihatan tenang dan tidak grabak grubuk. Ini apa sih, mau nulis resensi apa copras capres lagi???? Hahahahahahahha .

Membaca buku ini membuat saya jadi bertanya-tanya, “selain enggak ganteng, kekurangannya Arok ini apa coba?”

Arok sangat-sangat cerdas sampai membuat 2 gurunya, Tantripala dan Lohgawe terpesona habis-habisan pada anak sudra ini . Latar belakangnya yang tidak jelas membuat Arok sampai diasuh oleh 2 keluarga. HIngga di kemudian hari, Arok tak pernah lupa pada jasa orang tua asuhnya. Good boy banget lah.

Arok pun terkenal pemberani dan sangat pandai merancang taktik penyerbuan. Hatinya lembut dan nyaris tanpa hawa nafsu. Walau memang akhirnya jatuh hati pada Dedes yang unyu, Arok sudah terlebih dahulu menikahi Umang, saudara angkatnya yang selalu sempat disesalinya mengapa tak berwajah rupawan. Tapi Arok tak pernah lupa ada kebaikan adik angkatnya ini 🙂.

Arok sangat gemar melakukan pendekatan langsung kepada rakyat jelata hingga ke lapisan terbawah. Dia suka mencuri untuk membela orang-orang tak mampu ala-ala Robin Hood gitu. Iiiiihhh, Arok masa suka blusukan juga coba. Jangan-jangan Jokowi ini titisan Arok neh hahahahahahaha.

Apa novel ini juga novel pencitraan? Kan sekarang apa-apa pencitraan, dikit-dikit pencitraan . For info, novel ini selesai ditulis di penghujung tahun 1976 😉.

Saya sempat dibuat bingung dengan istilah-istilah Hindu Syiwa dan Hindu Wisynu. JUga ternyata ada dewa khusus bagi kaum Sudra yang namanya Hyang Pancagina.

Wah, ternyata kepercayaan Hindu pun tak lepas dari pertikaian internal . Macam Protestan vs Katolik atau di umat muslim juga ada perbedaan yang tidak kalah runcingnya antara Sunni vs Syiah. Tapi saya kurang tahu apakah Hindu Syiwa dan Hindu Wisynu ini masih ada sampai sekarang. CMIIW buat teman-teman yang beragama Hindu, ya. Maaf kalau saya nangkapnya salah.

Pertentangan antara penganut Syiwa dan Wisynu ini juga yang mewarnai perselisihan antara kaum Brahmana dan kepemimpinan Erlangga dan setelahnya.

Saya menangkapnya gini, mayoritas Brahmana itu adalah Syiwa. Sementara Sri Erlangga adalah seorang Wisynu. Kalau dibaca-baca lagi, Erlangga di mata kaum Brahmana-Syiwa ini pasti dicap liberal dah hahahahaha.

Erlangga memang dikenal sebagai raja dengan toleransi sangat tinggi. Erlangga melindungi Hindu Syiwa, HIndu Wisynu, dan juga Buddha :).

Sri Erlangga
Sri Erlangga


Arok sendiri mendapat kesempatan untuk belajar yoga dan beberapa kitab Buddha dari salah seorang gurunya, Tantripala. Sempat Arok terpikir Tantripala ini sebenarnya seorang brahmana yang sudah menganut Buddha. Maklum, buat kalangan brahmana Hindu, haram hukumnya mempelajari apa pun yang berbau Buddha.

Nah, kaum Brahmana Syiwa merasa Erlangga sudah melecehkan mereka saat Erlangga melarang penghancuran candi-candi Buddha dan mengizinkan kepercayaan lain hidup berdampingan dengan damai. Ya iya kaleeee, Erlangga pan katanya Hindu Wisynu toh ya? *garukGarukKepala*.

Tapi, kaum Brahmana tetap memuji-muji Erlangga yang menghapuskan perbudakan dan banyak membangun infrastruktrur layanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Banyak sistem irigasi positif dan masif yang dipelopori oleh pemerintahan Sri Erlangga . Mungkin tepatnya, terstruktur masif dan sistematis? Nyepet mulu kauuuuu hahahahahahaha .

Ah, sejarah selalu berulang. Maunya sejahtera tapi enggak mau kalau sejahteranya harus barengan sama orang kafir? . Puas dengan kepemimpinan tapi meributkan soal kepercayaan pribadi? Ahok mana Ahok? 😀.

Mpu Gandring juga memiliki porsi tersendiri dalam kisah ini. Jauh banget deh dari yang selama ini saya tahu hehehe. Tentu saja tokoh Kebo Ijo yang memang sering disebut-sebut dalam kisah Tunggul Ametung vs Arok juga tidak luput dari novel yang ini.

Penulis juga sangat rapi dan konsisten dalam menyampaikan pesan tersirat, betapa laki-laki tak pernah mudah mengalahkan 3 penakluk utamanya : harta, tahta, dan wanita. Yang merasa wanita, boleh *benerinPoni* ramai-ramai hihihihi .

Jangan terkecoh dengan embel-embel “roman” di sampul buku. Kisah cinta antara Arok dan Dedesnya ternyata sambil lalu saja, kok . Filsafat Hindu yang kental justru merupakan nafas utama dari isi novel.

Awalnya agak kagok dengan gaya bahasa dan istilah-istilah HIndu yang digunakan. Tapi jadi senang soalnya jadi belajar dan mendapat harta baru. Hey, ilmu itu adalah harta yang paling menyenangkan, bukan? . Mudah didapatkan (kalau mau) dan mudah dibawa ke mana-mana serta tak pernah memberatkan pemiliknya ^_^.

Saya beri bintang 4.5 (out of 5) untuk novel ini. Semata karena saya kurang puas mengapa tokoh Arok kurang tajam pemaparan karakternya. Sotoy deh awwww, biasa nonton gosip artis, sok-sok pula mengkritisi karya pujangga besar. Hahahahahha.

Saya menikmati sekali falsafah-falsafah HIndu yang bertebaran di sepanjang cerita. Penokohan yang mendalam. Penceritaan yang lengkap yang membuat kita akhirnya merenung bahwa memang tak ada manusia yang sempurna. Yang paling jahat itu hawa nafsu. Manusia pada intinya narsis dan ingin diperhatikan. Merasa benar sendiri itu sudah penyakit kronis sejak dahulu kala.

Bahwa kejahatan kadang tak datang karena niat tapi karena ada kesempatan. Eh, jadi ingat Bang Napi! Hihihihi.

Tapi benar sih, sesuai lho dengan buku Tipping Point yang memaparkan bahwa tak adil jika kita menilai karakter seseorang dari tindak tanduknya semata. Kondisi lingkungan dan situasi saat itu dan latar belakang justru selalu menjadi hal penting untuk disajikan. Dan penulis berusaha keras untuk tidak menjatuhkan penghakiman pada tokoh mana pun tapi lebih memilih menyajikan data-data sebanyak mungkin. Yang ditarik jauh dari belakang hingga kini. Kesimpulan tentu terserah yang baca .

Soal teori menarik dari buku Tipping Point ini tak cukup satu paragraf. Kapan-kapan dibikinin tuilsan khusus mumpung bukunya udah ketemu.

Salut luar biasa untuk penulis novel ini . Wah, kayak apa itu yah observasinya bisa membuat novel yang begitu “hidup” mengingat setahu saya Pramoedya Ananta Toer bukan penganut Hindu kan, ya? Jadi penasaran mau baca buku-buku Pak Pram yang lain . Ke mana aja gue? Kebanyakan nonton infotainment sih hihihi *ngikikTukangGosip*,

Komentar pamungkas saya untuk novel ini, “Jagad Dewa! Jagad Pramudita! This novel is one the best!”

500 an halaman, Kakaaaaa 😀.  Selamat membaca ^_^.

Sampul buku "Arok Dedes"
Sampul buku “Arok Dedes”

Ya bisa dimulai dengan membaca resensi novel Arok Dedes nya dulu kali di sini hihihi.

Resensi Novel Gadis Kretek : Tentang Politik 1965 dan Kandasnya Asmara yang Tidak Selalu Menyakiti

Pak Radja sakit keras. Igauannya tentang sebuah nama tak hanya membuat sang istri, Purwanti, gondok dan marah-marah. Nama yang sama juga membuat ketiga anak laki-lakinya juga ikut-ikutan heboh .

Jeng Yah, adalah nama yang disebut-sebut Pak Radja saat itu. Cerita bergulir dari sana. Sebuah flash back menarik tentang masa lalu seorang Soeradja, juragan rokok yang sukses yang kala itu tengah sekarat dan mungkin berada di ujung maut.

Masa muda Soeradja saat merintis usaha. Perkenalannya dengan seorang saudagar rokok kretek. Disusul dengan hatinya yang jatuh kepada anak si saudagar. Yang membuat sang saudagar memuluskan langkah Soeradja menapaki tangga karier yang lebih baik dalam tempo lebih cepat.

Hal ini bukannya tanpa masalah. Desas desus dari karyawan lain membuat Soeradja mendadak menjadi malu dan bertekad untuk melepaskan diri dari bayang-bayang calon bapak mertua, Idroes Moeria.

Setting ceritanya berlangsung di tahun 1960 an. Kasih tak sampai Soeradja kepada si anak saudagar tak lepas dari peristiwa besar yang pernah menjadi titik balik dalam sejarah perjalanan bangsa.

Saat Soeradja tengah merangkai usaha bisnis dengan memanfaatkan pinjaman dana dari partai besar yang tengah naik daun kala itu, kejadian penting terjadi di ibukota. Merembet hingga ke daerah-daerah. Termasuk Jawa Tengah dan Yogyakarta, dua wilayah yang menjadi setting tempat dari novel ini.

Saya agak bingung sih ya, dengan nama kota-kotanya. Soalnya antara Yogya dan Jawa Tengah, saya enggak bisa bedain kadang-kadang hehehe. CMIIW ya.

Tiga minggu menjelang hari pernikahan, Soeradja yang sudah mencium akan bahaya yang mengancam dirinya lari dari rumahnya. Dia hendak menuju rumah Idroes Moeria.

Dengan mata kepalanya sendiri, Soeradja menyaksikan penangkapan terhadap keluarga mertuanya, termasuk melihat sang pujaan hati yang sebentar lagi akan dipersunting digelandang oleh para tentara.

Pergolakan tengah terjadi saat itu. Penangkapan besar-besaran banyak yang berakhir dengan mayat-mayat bergelimpangan setelah dibunuh begitu saja di sebuah kali besar. Semua orang-orang yang dicurigai ditangkapi termasuk kerabat dan orang-orang terdekatnya.

Soeradja memutuskan untuk pergi demi keselamatan calon mertua dan calon istri yang tak kuasa menghindari penangkapan karena bukti nama yang tertera di surat undangan.

Soeradja tak pernah terlibat politik sama sekali. Untuk memulai usaha rokok kreteknya sendiri, Soeradja berusaha menggalang dana tanpa melibatkan bantuan calon mertua. Tekadnya sungguh bulat untuk membuktikan kemandiriannya dan mementahkan sindiran orang lain kepada dirinya. Akhirnya Soeradja terpikir untuk membuat rokok dengan nama dagang Tjap Arit Merah.

Siapa pun yang terlibat apa pun dengan PKI memang dikejar-kejar begitu rupa. Belakangan Idroes Moeria dan anak gadisnya bisa dibebaskan berkat kepiawaian sang gadis melinting rokok kretek.

Walau Idroes Moeria harus pasrah ketika salah satu merek dagangnya, Rokok Merdeka dilarang diproduksi lagi. Hanya karena Rokok Merdeka menggunakan bungkus warna merah.

Kelihatannya sepele ya, tapi memang begitulah propaganda yang disebarkanluaskan saat itu untuk menghantam PKI hingga akar-akar terbawah pasca Gestapu.

Padahal, bungkus merah dari Rokok Merdeka yang diproduksi Idroes Moeria itu sudah ada sejak zaman kemerdekaan. Warna merah yang dimaksud berasal dari warna bendera tanah air, merah dan putih . Sial banget yang usahanya “berbau kemerah-merahan” hanya karena PKI identik dengan warna merah :(.

Soeradja mulai melupakan sang pujaan hati dan kembali nyangkut di tempat saudagar rokok yang lain, Soedjagad. Kembali membangun mimpi dengan kerja keras. Berkat bantuan Soedjagad jugalah, Soeradja bisa ‘membersihkan’ namanya dari status OT (organisasi terlarang).

Nah, siapakah Jeng Yah tadi? Setelah bertahun-tahun berlalu, mengapa Soeradja masih menyebut-nyebut nama Jeng Yah? Atas dasar cintakah atau gimana? Yuk ah, dibaca novel seru ini 😉.

Walau settingnya sekilas terasa ‘berat’ dan ‘serius’, isinya ternyata ringan dan menghibur kok. Endingnya lumayan mengejutkan *kerenAaaahhhh*.

***

Waktu novel ini baru terbit saya sudah tahu dari blog pribadi pengarangnya kalau gak salah. Apa dari mana gitu. Suka banget sama covernya yang super ciamik, jadul-jadul gimanaaaa gitu <3.

Terus terang, saat melihat covernya jadi kepikiran terus sama novel ini. Sempat lupa saat lagi hobi-hobinya membaca non fiksi  😀.

resensi novel gadis kretek

Nah, karena tahun lalu ikut lomba resensi buku dan dapat hadiah voucher 750 ribu dari Gramedia, novel ini langsung masuk daftar paling atas! Kalau gratisan emang paling gak mikir-mikir mau beli buku apa saja hahaha.

Sebelumnya, sudah pernah beberapa kali membaca cerpen si penulis novel ini, Ratih Kumala. Cerpennya memang bukan cerita biasa-biasa.

Melihat tahun kelahiran pengarang yang persis seperti tahun kelahiran saya kadang ada rasa iri euy, ini gue kemanaaaaa aja yah, si doi udah menulis banyak buku, yang di sini masih mentok di dunia fesbuk ajah hahaha.

Bintang 3 (dari 5) bukan karena novelnya tidak cukup bagus . Lebih karena saya dengan mudah menebak jalan ceritanya hihihihi . Tapi membacanya seru banget. Terlebih karena si pengarang memang sangat detil hasil observasinya. Tak sadar jadi tahu seluk beluk rokok filter dari membaca sekitar 200 an halaman novel ini .

Selipan sejarah penting Indonesia yang terjadi di tahun 1965 silam juga satu daya tarik penting buat eike yang suka sok-sok baca sejarah ini . Sisi sejarah bisa dipahami dengan lebih mendalam dari rangkaian peristiwa-peristiwa dan gambaran langsung di situasi saat itu daripada sekadar opini-opini bertebaran dari para pelaku sejarah itu sendiri bukan? :).

Jangan malas-malas membaca sejarah . Mungkin buat sebagian orang melelahkan, tapi melihat dari sudut pandang fiksi seperti novel “Gadis Kretek” ini, mungkin akan terasa lebih menyenangkan.

Masa lalu tak selalu menghendaki kita untuk saling menyakiti atau membangkitkan luka lama. Tapi justru menjadi penawar penting untuk ditarik hikmahnya untuk melanjutkan hidup di masa kini dan memperbaiki masa depan 🙂.

“Life can only be understood backwards; but it must be lived forwards.”
― Søren Kierkegaard

Gitu, deh, resensi novel Gadis Kretek ala saya. Selamat membaca ^_^.

****

Sejarah Israel : Only Light That Can Drive Out The Darkness

Sejarah Israel : Nabi Musa AS ditugaskan Tuhan untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada Firaun dan bangsa Mesir. Nabi Musa juga meminta agar Firaun melepaskan Bani Israil dari belenggu perbudakan oleh Bangsa Mesir.

Firaun menolak. Perlawanan pun terjadi. Akhirnya Bani Israil berhasil ‘diselamatkan’. Lalu, alquran meneruskan uraian kisah beratnya perjuangan Nabi Musa meyakinkan Bani Israil untuk terus bertakwa pada Tuhan. 

Sejarah Israel
Kisah Musa vs Firaun di Laut Merah (gambar : laskarislam.com)

 

Setiap kali kisruh Israel vs Palestina merebak, kebencian tanpa arah selalu ikut mendampinginya. Masa sampai ada yang mendadak memuji-muji Hitler dan berharap saat itu Hitler menghabisi seluruh kaum Yahudi saat fasisme NAZI tengah berjaya di bawah kepemimpinannya. Konflik Palestina bisa nyasar sampai ke NAZI :D.

Sebenarnya NAZI tak hanya berusaha menyingkirkan orang-orang Yahudi. Tapi juga kaum-kaum lainnya yang dianggap bukan ras unggulan. Hitler kan narsis abis ya, Bo hehehe. Untuknya, bangsa Jerman adalah suku bangsa paling keren sejagad dan menolak percampuran antar berbagai ras. Selain mengucilkan kaum Yahudi, ada juga kaum Gipsi yang diperlakukan dengan sama kejamnya.

Jadi, benar-benar gagal paham jika paham fasis seperti ini bisa mendapat puji-pujian sekecil apa pun. Perbedaan diantara umat manusia adalah jaminan dan ketentuan dari Allah. Bodoh sekali jika sampai ada manusia yang berusaha menyeragamkan apa-apa yang sengaja dibuat berbeda. Mau mengalahkan aturan Tuhan, nih?

Perbedaan memang sengaja diciptakan sebagai ujian. Apakah kita akan narsis dan merasa penting sendiri ATAU akan seoptimal mungkin menghargai perbedaan dan berusaha menarik hikmah sebanyak-banyaknya? Choose wisely 🙂.

Karena nyatanya diskriminasi antar kaum itu adalah cerita lama yang selalu berulang dan berulang. Macam lingkaran setan. Menimpa berbagai macam kaum, misalnya kaum Yahudi.

Isolasi terhadap kaum Yahudi itu bukan cerita baru. Dalam rentang waktu ratusan tahun di abad pertengahan Eropa, kaum Yahudi sudah mendapat tekanan besar. Kemungkinan setelah kaum Nasrani menguasai Eropa, sebuah kebencian mulai tertanam mengenai siapa dalang pembunuhan Yesus, Tuhan bagi kaum Nasrani. Kaum Yahudi tertuduh utama.

Di masa itu, Yahudi dikucilkan sedemikian rupa. Mereka terus didesak, dibatasi gerak langkahnya. Sejak dulu, perkampungan khusus Yahudi sudah mulai dipraktikkan. Di zaman Nazi, hal inilah yang diistilahkan dengan Ghetto.

Sejarah Israel
Warsawa Ghetto during Nazi-Rule in Poland (gambar : ivarfjeld.com)

 

Mendapat perlakuan sedemikian rupa memaksa kaum Yahudi berusaha survive dengan macam-macam cara. Saat kitab-kitab mereka dicuri dan dibakar, kaum Yahudi memaksa generasi mudanya untuk menghafalkan isi Taurat di luar kepala.

Kaum Yahudi berusaha berasimiliasi di mana pun mereka berada dan aktif mencari celah untuk mengasah kemampuan bertahan dalam berbagai tekanan. Itu dilakukan dari dulu secara turun temurun 🙂. What doesn’t kill them makes them stronger.

Berbagai hal-hal baru dari lingkungan mereka serap dan tidak pernah menutup diri dari lingkungan. Begitu satu-satunya cara untuk menghadapi kerasnya dunia saat itu terhadap mereka. Termasuk dalam urusan mencari uang hihihi. Kan ada juga stereotip kalau kaum Yahudi itu sangat hemat alias pelit. Karena dulu mereka memang sangat dikekang dalam urusan ekonomi. Uniknya, kekangan tidak membuat mereka menyerah. Pelajaran dari para Yahudi, “Keterbatasan seharusnya membuat kita menjadi kreatif” 😀.

Dari generasi ke generasi, kaum Yahudi mengajarkan kaumnya untuk mengoptimalkan fungsi otak daripada otot. Mereka sadar dengan jumlah mereka yang tidak akan mungkin bisa menyamai penduduk dunia. Kita cukup jarang menemukan atlet yang berasal dari bangsa Yahudi. Tapi kalau urusan inovasi, ilmu pengetahuan dan ekonomi, bangsa Yahudi terkenal sangat lihai.

Lebih dari 30% penerima hadiah Nobel adalah orang-orang Yahudi. Bandingkan dengan populasi mereka di seluruh dunia. Fantastis bukan? Tirani minoritas yang luar biasa . Industri-industri kreatif internasional tak terlepas dari sentuhan pemikiran kaum Yahudi. Sudah berlangsung turun temurun. Rahasia umum jika kaum Yahudi sudah terbiasa memaksimalkan potensi penerusnya sejak dalam kandungan 🙂.

Ratusan tahun sejak Kerajaan Yahudi terakhir berdiri (zaman Nabi Daud dan Sulaiman), orang-orang Yahudi hidup terpencar di berbagai belahan dunia.

Sejak akhir abad ke-19, beberapa kaum Yahudi sudah mulai ‘lelah’ dengan ketidakadilan yang sering menimpa mereka. Tercetuslah ajaran zionisme. Zionisme adalah keinginan dari sebagian mereka, bukan semuanya! Mayoritas kaum zionis malah ditengarai sebagai Yahudi sekuler.

Para zionis ini mengajak para diaspora di seluruh penjuru bumi untuk membentuk tanah air khusus untuk kaum Yahudi. Mereka percaya pada sejarah bahwa tanah Israel adalah tanah yang dijanjikan untuk mereka dan berhak mereka rebut. Beginilah asal mula konflik Palestina.

Gerakan ini seolah berjodoh dengan runtuhnya kekaisaran Ottoman dan wilayah Kerajaan Turki mulai terpecah. Termasuk wilayah Palestina yang berada di bawah ‘kendali’ Kerajaan Inggris.

Kala itu, Kerajaan Inggris berusaha ‘menengahi’ berbagai bentuk ‘permusuhan abadi’ antara Yahudi dan non Yahudi di Eropa. Belum lagi Perang Dunia 1 dan 2 di awal abad ke-20 yang benar-benar membuat Eropa super galau. Tahun 1948, Kerajaan Inggris ‘menghadiahkan’ wilayah Palestina kepada kaum Yahudi.

Saat itu, kaum Yahudi diharapkan untuk berasimilasi dengan penduduk setempat yang didominasi oleh bangsa Arab. Sebelum tahun 1948, perpindahan kaum Yahudi ke wilayah Palestina sudah mulai terjadi. Awalnya berlangsung damai dan mereka memang berbaur dengan penduduk asli sana.

Hingga akhirnya kaum Yahudi membesar dan sifat serakah mulai menghampiri. Mungkin juga terbawa dendam masa lampau, ratusan tahun harus berjuang mati-matian menghadapi penolakan masyarakat non Yahudi terhadap mereka, para zionis seolah mendapat restu untuk menguasai Palestina pasca “1948”.

Mereka mulai belagu. Seenaknya menduduki Palestina, menolak asimilasi dan malah mengusir penduduk Palestina yang ‘asli’. Konflik Palestina dan Israel tak terelakkan.

Sejarah Israel
1948 Palestinian Exodus (Gambar : en.wikipedia.org)

Dukungan dari Negara Adidaya Amerika Serikat bukan tanpa sebab. Saat Amerika masih menjadi benua baru di mata Eropa di abad ke 15 hingga 17, Amerika dijadikan ‘tempat pembuangan’ bagi kaum-kaum terkucilkan di Eropa, termasuk orang-orang Yahudi.

Terbiasa bertahan dalam ‘keras’nya hidup, orang-orang Yahudi mampu ‘menaklukkan’ sang benua baru.

Liga Arab pernah beberapa kali memerangi pendudukan Israel terhadap Palestina. Yang memerangi Israel saat itu justru pemimpin-pemimpin nasionalis Arab. Seperti Ghamal Abdul Nasser, Presiden Mesir, yang memimpin Pan-Arab untuk menghalau Israel yang terus berusaha mencaplok wilayah-wilayah di sekitar kependudukan awal mereka. Sayangnya tak berhasil.

Perang di tahun 1967 malah berakhir dengan jatuhnya Tepi Barat, jalur Gaza, Semenanjung Sinai dan dataran Tinggi Golan ke tangan Israel pasca gencatan senjata.

Israel mulai ‘balas dendam’. Di bawah kepemimpinan Yordania dahulu, kaum Yahudi dilarang memasuki kota suci Yerussalem. Saat wilayah dikuasai Israel, peraturan dibalik. Kaum muslim yang dibatasi kunjungannya ke Yerussalem.

Perang 6 hari di bawah kepemimpinan Nasser (Mesir) saat itu juga mencuatkan skandal serangan terhadap kapal intelijen Amerika Serikat, USS Liberty. Israel yang menyerang kapal ini dan meminta maaf kepada Amerika Serikat karena salah identifikasi.

Beredar rumor kuat kalau Amerika Serikat ditekan habis-habisan oleh Israel untuk menerima klaim ini dengan ‘lapang dada’. Saat itu rencana sebenarnya adalah Israel bermaksud menenggelamkan kapal tersebut dan menuduh Mesir sebagai pelakunya dan menggiring Amerika Serikat untuk menyerang Mesir secara terbuka.

Gamal Abdel Nasser (gambar : en.wikipedia.org)

 

Rencana gagal total. USS Liberty terlalu kuat untuk dihancurkan. Awak kapal juga keburu mengenali siapa penyerang mereka. Awak kapal yang selamat dibungkam oleh pemerintahan Lyndon Johnson yang mendapat ‘tekanan’ dari Mossad terkait pembunuhan Kennedy dan masalah cadangan minyak. ‘Kongkalikong’ ini konon terbongkar saat beredar rekaman percakapan sang Presiden yang tengah diancam oleh Israel untuk tidak membantu USS Liberty saat dihajar habis-habisan oleh pasukan Israel. Ini baru teori konspirasi ‘berkelas’ hehehe .

Dulunya Israel memang dianggap ancaman bagi Liga Arab. Hingga akhirnya PLO dibentuk dan seolah hal ini menjadi urusan Palestina seorang diri . Dunia politik dan berbagai kepentingan terus bergolak. Pesona cadangan minyak dunia terus menyedot perhatian negara-negara ‘besar’ kepada wilayah Timur Tengah.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga sangat pandai bermain di 2 kaki. Sudah rahasia umum, ya, negeri-negeri tajir Timur Tengah ‘berlindung’ di balik ‘hubungan intim’ dengan si Negeri Adidaya. Padahal tahu pasti jika Israel bisa sedemikian leluasa terhadap Palestina itu tak lepas dari dukungan kuat Negeri Paman Sam.

Ujung-ujungnya Liga Arab hanya bisa memborbardir Palestina dengan roti-roti, selimut, kucuran dana untuk membangun perkampungan atau renovasi dsb. Pokoknya sebatas materi saja. Walau semua tahu, tindakan politik tegas kepada Israel-lah yang sebenarnya diperlukan untuk mengakhiri mimpi buruk rakyat Palestina .

***

Saya kurang paham mengapa kisah Musa dijadikan salah satu ‘tameng’ bagi sebagian mayoritas muslim terkini untuk membenci kaum Israil (bangsa Yahudi) secara permanen hehehe. Padahal kisah Nabi Musa juga menguraikan panjang lebar soal penolakan Firaun (dan sebagian bangsa Mesir) kepada ajaran tauhid.

Bagaimana jika tingkah laku (sebagian) Bani Israil pada saat itu dilakukan oleh orang-orang yang bukan Yahudi? Masalah yang ingin ditekankan dalam alquran itu adalah Yahudi-nya atau perbuatannya?

Apakah perilaku buruk yang dikisahkan dalam kitab suci tersebut mengajak kita untuk membenci (seluruh/siapa pun) kaum Yahudi hingga akhir zaman? Atau mengajak kita menghindari tingkah laku orang-orang di masa lampau (terlepas dari suku bangsa apa mereka) yang tidak disukai Allah? 

Sebelum kisah para Bani Israil, ada Firaun (yang berasal dari bangsa Mesir) yang menyombongkan diri terhadap seruan Nabi Musa dan menolak untuk melepaskan perbudakan atas Bani Israil. Apa yang diceritakan alquran adalah kejadian di masa itu. Tak ada petunjuk bahwa kaum yahudi saat itu terkutuk 100% dan akan berlangsung sampai selama-lamanya.

Islam mengajarkan kita bahwa semua bayi terlahir tak berdosa. Penentuan apakah kita akan terlahir sebagai Yahudi atau sebagai orang bugis yang manis, imut nan menggemaskan juga bukan keputusan kita kan? . Mutlak hak Tuhan.

Apakah kita berhak menuduh Tuhan sudah mengkotak-kotakkan kita sejak lahir sebagai kaum terkutuk atau tidak? Bukan keturunan bukan asal suku bangsa … tapi ketakwaan, amal, dan perbuatan setelah akil baligh yang akan menjadi pembeda bagi tiap insan manusia .

Ingat, bukan warna kulit, bukan suku bangsa …

Jadi, sebenarnya kurang tepat jika masalah Israel-Palestina ini dikait-kaitkan dengan isu akidah. Saya menolak jika ada yang bilang “Ini bukan masalah agama tapi masalah kemanusiaan.”

Ajaran Islam yang saya tahu berakar pada 2 hal, akidah dan muamalah (kemanusiaan). Saya keberatan jika masalah kemanusiaan dilepaskan dari kaidah agama. Karena saya percaya 100%, tak ada masalah kemanusiaan yang luput dari penerangan kitab suci alquran 😉.

Gambar : elhooda.net

 

Mayoritas para zionis di masa awal suburnya Zionisme adalah kaum Yahudi sekuler. Masyarakat Arab yang memerangi mereka sepanjang tahun 1948 – 1970 an juga mayoritas kaum nasionalis Arab. Mengapa sekarang jadi pada sensi urusan akidah coba? Sebagian teman-teman Nasrani saya di timeline juga mengeluhkan mengapa masalah penyerangan terhadap jalur Gaza juga membawa-bawa kaum Nasrani.

Jadi, dalam menyikapi masalah Israel vs Palestina utamakan solusi bukan hujatan bernada kebencian tanpa arah, ya. Karena di berita-berita sudah mulai ramai penyerangan terhadap kaum Yahudi yang tinggal di luar wilayah Israel. Tak semua kaum Yahudi sepaham dengan ideologi Zionisme.

“Hate, it has caused a lot of problems in the world, but has not solved one yet.” ―
Maya Angelou.

Kapan habisnya dong kalau kayak begitu? 🙁. Putuskan lingkaran setannya.

Kita sudah tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak melawan segala bentuk diskriminasi terhadap kaum apa pun. Ingat hukum Qisas yang datang untuk menegakkan keadilan kala saat itu kejahatan perorangan tiap suku dianggap sah untuk dibebankan kepada seluruh suku asal pelaku di masa Arab jahiliyah. Setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Bete sama si A jangan diteruskan kepada orang tua si A, sahabat-sahabat si A, kerabat-kerabat si A, anak cucu si A, dst. Don’t! .

Benci sama kaum Yahudi hanya membuat kita luput untuk mengambil pelajaran kepada daya tahan mereka menghadapi kehidupan dunia. Kreatifitas dan kepatuhan mereka kepada ajaran Taurat dan usaha keras mereka menjalankan ajaran-ajaran Taurat dalam kehidupan sehari-hari.

Walau dalam urusan akidah, sebagian kaum Yahudi juga kayaknya sudah mulai tidak ambil pusing . Mereka hanya mengambil ayat-ayat yang menguntungkan mereka secara duniawi saja. Padahal, percaya pada hari akhir itulah yang paling utama 🙂.

Bila tak tahu harus membantu apa, bukankah selemah-lemah iman adalah doa? Jangan malah menambah masalah dengan ajakan-ajakan kebencian yang tidak perlu.

Embargo ekonomi terhadap Israel dan tekanan dunia yang diperlukan oleh Palestina sekarang ini. Hal yang sangat mungkin dilakukan oleh negeri-negeri tetangganya. Minimal usirlah itu dubes Israel di berbagai negara Arab. Kalau tak salah, Mesir-Turki-Qatar dll menjalin hubungan bilateral dengan Israel dengan hadirnya kedutaan Israel di negara masing-masing. Kita doakan negara-negara Arab di sana bisa bersatu kembali mengusir Israel.

 

Atas nama muamalah sebagai umat muslim yang taat, maka mari kita …

Putuskan lingkaran setannya 🙂.

“Darkness cannot drive out darkness: only light can do that. Hate cannot drive out hate: only love can do that.”
― Martin Luther King Jr

Sejarah Israel
Light up the dark 🙂 (gambar : freeimages.com)

 

Sumber :

“Jerome Becomes a Genius.” (Eran Katz)
“Perang Suci.” (Karen Armstrong)
“Perang Eropa 1.” (PK Ojong)

(dan banyak buku seputar perang Dunia 1 dan 2).

***

Tentang Jokowi : A History in The Making

Pemilihan Presiden Amerika Serikat di tahun 1864 adalah pertaruhan luar biasa bagi Abraham Lincoln dan cita-cita besarnya untuk menghapuskan perbudakan di seantero federasi. Perang sipil telah lebih dahulu pecah antara “Utara” yang pro amandemen dan “Selatan” yang pro perbudakan.

Ditengarai, lawan Lincoln akan ‘setengah hati’ memperjuangkan amandemen ini. Kandidat lawan di kubu sebelah sudah diprediksi akan memilih “berdamai” dengan Konfederasi di “selatan”. Mungkin … akan sia-sia saja selama ini perjuangan untuk melepaskan Amerika Serikat dari belenggu perbudakan.

Pemilihan 1864 berlangsung di tengah-tengah perseteruan sengit Perang Sipil antara The Union (“utara”) vs Konfederasi (“selatan”).

Abraham Lincoln akhirnya berhasil terpilih kembali dan terus memperjuangkan amandemen dan menuntaskan Perang Sipil dengan “selatan” di musim semi tahun 1865.

Harga yang harus dibayar Lincoln untuk perjuangannya memusnahkan perbudakan sangat mahal … nyawanya sendiri. Lincoln tewas terbunuh beberapa hari setelah Konfederasi menyerah dan mengakhiri 4 tahun Perang Sipil yang berlangsung sejak tahun 1861 silam.

Lincoln ditembak dari jarak dekat oleh seorang ekstrimis pro perbudakan saat tengah menonton pertunjukan dalam teater :'(.

Gambar : en.wikipedia.com
Gambar : en.wikipedia.com


Konon, di pemilihan 1864 tersebut, keunggulan Lincoln sebanyak ratusan ribu suara dari pihak lawan didapatkan dari dukungan kuat militer dan pasukan “The Union” yang sengaja ditarik untuk melakukan vote dan memenangkan Lincoln. Seluruh pasukan diminta pulang dari perbatasan dan nyoblos di daerah asal masing-masing 😀.

Jangan salah, alquran turun di tengah-tengah perbudakan yang masih merajalela. Alquran tidak melarang perbudakan kala itu tapi menjanjikan “imbalan besar” bagi mereka yang membebaskan hamba sahaya .

Tuhan ingin kita belajar, Tuhan tidak ingin pendidikan moral secara instan. Tuhan ingin umat manusia melewati proses ini. Lalu menyadari dengan sendirinya bahwa persamaan hak dalam kemanusiaan antara sesama tanpa memandang warna kulit dan suku bangsa adalah naluri yang tak bisa ditolak . Betapa Tuhan yang Mahatahu dan Mahabijaksana 🙂.

“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
(yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.” [QS. Al-Balad :12-16]

Siapa yang tahu, apa yang terjadi jika Lincoln gagal mempertahankan posisinya sebagai presiden terpilih di Amerika Serikat di tahun 1864? Akankah sejarah penghapusan perbudakan dari Negeri Jantung Dunia tersebut akan benar-benar tercipta?

Setelah sekian lama dunia berputar dalam ketidakadilan, Lincoln berani mengambil keputusan besar untuk memimpin PERUBAHAN! Perubahan yang tidak kecil dan tak akan bisa dijalankan tanpa dukungan suara untuk kembali memenangkan tahta sebagai orang nomor 1 di Negeri Paman Sam waktu itu.

Apakah takdir akan tetap menuliskan kisah yang sama jika perolehan suara Lincoln jeblok di Pemilu 1864 tersebut?

Sejarah kembali mengajarkan hal yang penting. Seringkali untuk perubahan besar, kita harus melewati jalan yang tidak mudah.

Siap berubah untuk Indonesia? Nyoblos yok nyoblos jangan ribut di media sosial saja  :D.

Your support doesn’t count, your vote does.

Salam 2 jari, jangan lupa pilih Jokowi 

#Jokowi9Juli

your vote does

[Food Combining] Detoksifikasi Tahunan via Ramadan

Seharusnya momen berpuasa untuk umat muslim yang diwajibkan tiap tahun itu sangat tepat dimanfaaatkan untuk “detoksifikasi” tubuh. Terutama saluran pencernaan.

Tapi kita malah kebalik, yak. Begitu bulan puasa, segala makanan “enak tapi kurang sehat” malah dihajar. Porsi makan pun kita tambah dengan alasan habis puasa hihihihi. Begitu buka puasa, jadinya malah balas dendam. Kelar puasa, godaan hari raya menanti. Hari raya berlalu sudah malas mau mulai lagi hehehe.

Logikanya, bulan puasa membuat pengeluaran dapur berkurang. Ini malah melonjak! Itulah salah satu keuntungannya bulan puasa di “negeri minoritas” menurut saya :).

Nafsu makan terjaga karena enggak ada penjual gorengan atau snack buka puasa atau lauk-lauk lainnya bertebaran di jalan hahahaha. Saya sih terasa banget kalau bulan puasa, belanjaan di supermarket tidak sebanyak biasanya.

Gambar : agengasa.org
Gambar : agengasa.org

 

Jadi lebih tenang menjalani puasa karena enggak mikirin acara buka puasa bersama yang biasanya seabrek-abrek hihihi. Godaan makan enak berkurang pesat. Bermukim di mana pun, selalu ada yang bisa dikeluhkan dan selalu ada yang bisa disyukuri 😉.

Pokoknya sepaket lah itu semua hal yang baik-baik. Misalnya pola makan sehat yang ternyata seiring sejalan dengan pola hidup tidak boros . Tanpa bantuan suplemen apa pun, makanan buatan mana pun dan murni memanfaatkan keanekaragaman hayati nan alami ciptaan Tuhan.

Saluran pencernaan kita sebenarnya sangat luar biasa dengan daya tahan dan toleransi yang sangat mumpuni. Jika macam-macam penyakit tetap menghampiri, masalahnya ada pada orangnya bukan pada sistem pencernaannya. Pola makan adalah hal yang paling mempengaruhi.

Berpuasa 19 jam di Eropa awalnya membuat saya ragu-ragu untuk mengikuti juklak Food Combining, hanya makan buah-buahan saat sahur! Ya mana kuat, pikir saya.

Secara tak sengaja, 2 hari lalu, perut saya begah banget pas mau sahur. Memang agak repot di sini. Buka puasa jam 10 malam. Sementara perut penuh kita enggak boleh menunda-nunda tidur karena jam 2 dini hari nanti sudah harus bangun untuk sahur.

Nah, subuh itu saya enggak kuat makan nasi dkk. Jadi, saya benar-benar hanya makan apel dan pear saja. Apel dan pear buah-buahan yang tergolong paling murah di sindang jadi bukan sok elit yeeeee hihihihi.

Amazingly, kok badan malah lebih seger daripada biasanya. 19 jam lho! Itu pun kemarin saya masih berkeliaran di City Center karena harus ke kantor pos ngirim surat suara dan ngabuburit bentar nyari-nyari diskonan di Mal hahahaha. Food Combining memang wokeeehhh :D.

Biasanya, kalau sahur saya makan buah + makan menu karbo (nasi+sayur+lauk protein nabati). Sekarang, buah-buahan saja deh ^_^.

Kalau itu dirasa terlalu berat, mungkin bisa dimulai dengan “membiasakan” tubuh tanpa minuman-minuman non air putih. Mumpung puasa, hindarilah susu, teh, kopi, 100% . O

Sebagian sering menyangka kalsium hanya ada di susu. Dan merasa kalau tidak minum susu kalsium pasti kurang. Susu sapi tergolong minuman ‘rekreasional’, untuk sekali-sekali saja, jangan dijadikan konsumsi rutin . Kalalu mau, mending mengkonsumsi kacang-kacangan macam kedelai dll.

Kalsium bertebaran di banyak jenis-jenis sayuran, jenis makanan yang seharusnya mendominasi di tiap waktu “makan berat” kita. Sebaiknya dikonsumsi segar tanpa diolah untuk memastikan tubuh memperoleh zat-zat gizi yang dikandungnya secara optimal 🙂.

Mumpung puasa, nih. Dimulai yuk program hidup sehatnya. Minimal saat buka puasa, jangan menyiksa tubuh dengan buka yang manis-manis. Karena katanya … yang manis belum tentu sayang #eaaaaaaaa.

Gambar : thebellyfatblog.com
Gambar : thebellyfatblog.com

 

Buka puasa sebaiknya dengan buah-buahan. Tubuh seharian enggak dikasih makan, buah-buahan sangat cepat diserap tubuh, jadi klop kan? Sirup, kolak, es campur hanya akan membuat gula darah melonjak. Fruktosa buah itu insya Allah super aman untuk tubuh . Makan kurma + air putih juga bagus banget tuh . Sesuai sunnah rasulullah dan membuat saluran cerna ikut bahagia.

Minum jus juga salah satu alternatif. Jus dari buah-buahan segar pastinya . Bukan jus kotakan atau botolan atau kemasan pabrikan lainnya. Semoga enggak digampar sama teman-teman di ULI yang ngurusin produk “B*av*ta” hahahahahahha.

Setelah minum jus tunggu sekitar 15 menit baru deh “makan besar”. Cemilan/gorengan macam pastel dkk dihindari sajalah dulu 😀.

No Junk! (gambar: corebloggers.com)
No Junk! (gambar: corebloggers.com)

 

Sahurnya juga begitu. Enggak usah minum teh, kopi atau susu, apalagi soda! . Air putih saja kita kencengin terus . Dimulaii dengan buah-buahan lalu berhenti sebentar sekitar setengah jam. Bisa diisi dengan salat tahajjud dulu kan ;). Setelah itu baru makan besar, kalau belum yakin dengan “buah-buahan doang”.

Sahur lebih baik mengkonsumsi menu karbo, nasi dkk tanpa protein hewani sama sekali . Cobain deh, jangan takut lemas. Instead, segar bugar sampai buka puasa . Kalau pun belum bisa kombinasi ini, ya enggak apa-apa deh tapi sayurnya tetap banyak dan kalau bisa dalam keadaan segar. Cocolin sambel saja kalau belum biasa. Tapi jangan banyakan sambelnya daripada sayurnya yeeee :p.

Sedikit demi sedikit beralih ke Food Combining 🙂.

Katanya sih, salah satu cara kita bersyukur kepada anugerah kesehatan dari Tuhan adalah dengan menjaganya sebaik mungkin . Mumpung belum terlambat. Tahu sendiri kan, kesehatan itu tidak akan bisa ditukar dengan materi sebanyak apa pun.

Momentum puasa harusnya diisi dengan lebih banyak ibadah bukannya malah lebih fokus kepada menu-menu sahur dan berbuka . Tujuan berpuasa untuk melatih empati kita kepada mereka yang kurang beruntung secara ekonomi. Jangan malah digunakan sebagai ajang makan-makan enak nan segambreng saban sahur dan berbuka .

Selalu ada hikmah luar biasa dari kewajiban-kewajiban yang digariskan oleh Tuhan, ya. Selama kita mau belajar terus . Termasuk kewajiban berpuasa.

Menurut salah satu hadis sahih, “Semua penyakit berawal dari perut.” Sayangi sistem pencernaan kita, yuk. Investasinya mungkin belum kelihatan sekarang tapi mungkin jika diberi umur panjang, kita bisa melewati masa tua dengan lebih bugar. Insya Allah 😉. Makan sehat, hidup pun jadi hemat ^_^.

Gambar : strikefighterconsultinginc.com
Gambar : strikefighterconsultinginc.com

 

Selamat melanjutkan ibadah puasa bagi teman-teman yang menjalankan 🙂. Jangan lupa Food Combining nya dong ya ;).

***