Menu Food Combining Untuk Pemula

Menu food combining untuk pemula apa sih misalnya? Ini pertanyaan paliiiiing sering. Padahal kalau sudah tahu teorinya harusnya tidak sulit, ya :D.

Saya pribadi tidak yang tiba-tiba jadi punya menu baru atau mencoba resep-resep baru saat memulai pola makan ini. Makannya ya tetap dengan menu itu-itu juga tapi dengan penyesuaian di sana sini. Lagipula memang pola makan saya belum yang super ideal :D. Karena masih mengkonsumsi goreng-gorengan.

Bukan gorengan cemilan. Tapi misalnya ayam goreng, ikan goreng, perkedel jagung dan makanan lain yang digoreng. Terus terang, saya masih kurang kreatif dengan menu-menu non gorengan hihihi.

Salahkah mengkonsumsi goreng-gorengan seperti itu? Tidak juga. Titik berat Food Combining lebih ke kombinasi makanannya :D. Tapi sebaiknya memang mengurangi yang goreng-goreng ;).

Mari kita mulai dengan pemahaman sistem sirkadian tubuh dulu yang menjadi salah satu dasar pola makan ini.

Pukul 04.00 – 12.00, sistem pencernaan sedang berada dalam fase pembuangan. Fase ini butuh energi yang cukup besar. Sebaiknya kita tidak mengganggu sistem cerna dengan mengkonsumsi makanan yang butuh energi besar hingga mencernanya.

Tapi … di jam segini kita juga butuh energi untuk melakukan banyak aktivitas. Pilihlah makanan dengan kalori cukup tapi sekaligus mudah dicerna. Yang paling memenuhi syarat ya buah-buahan :D.

Keunikan buah-buahan lainnya –> cepat kenyang, cepat lapar. Makanya, makannya jangan jaim-jaim. Makan sebanyak yang diperlukan, jangan ditakar-takar.

Gambar : tabloidbintang.com
Gambar : tabloidbintang.com

Pukul 12.00 – 20.00, sistem pencernaan sedang berada dalam fase penyerapan. Nah, di fase inilah kita paling cocok untuk mengkonsumsi makanan berat-berat. Dimulai dari makan siang, cemilan sore, dan makan malam.

Tapi ingat ya, prinsip dasar mengkombinasikan makanan dalam Food Combining :

  1. Protein hewani (daging ayam/ikan/sapi/domba/kambing, telur, dll)  jangan dicampur karbohidrat (nasi, kentang, jagung, ubi, dll)
  2. Setiap makan harus disertai dengan jumlah sayuran yang dominan. Kalau bisa dalam keadaan segar tanpa diolah.
  3. Protein nabati (tahu/tempe/jamur dll) boleh dicampur dengan karbohidrat atau protein hewani.
Gambar : sehatraga.com
Gambar : sehatraga.com

Pukul 20.00 – 04.00, sistem pencernaan berada dalam fase pengolahan. Nah, dalam fase ini juga butuh energi yang cukup besar. Makanya, jangan lewatkan makan malam yaaaaaa ^_^. Tapi setelah pukul 8 malam, sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan berat apa pun lagi. Minum saja air putih atau kalau lapar banget-banget boleh makan buah.

Lagipula jam segini kan secara fisik memang tubuh dalam kondisi istirahat. Jangan main-main dengan jam tidur lho, ya. Ingat, begadang jangan begadang kalau tiada gunanya :p.

Nah, dari sekilas teori di atas harusnya sudah terbayang kan kayak apa kira-kira contoh menunya :D.

Berikut saya berikan contoh menu food combining untuk pemula :

Hari 1

05.00 Bangun pagi, minum perasan jeruk nipis. Biasanya sehabis itu saya minum air putih lagi 2 gelas biar seger :D.

06.00 Mulai sarapan buah. Kadang juga sebelumnya kalau lapar juga sudah makan buah hehehe. Ini bisa abis sepiring, contoh buahnya : 1 buah apel, 1 buah pear, 2 buah jeruk, anggur. Buah lokal sini ya :D.

09.00 Sarapan buah ronde 2. Kadang juga lebih cepat pokoknya selaparnya badan saja

12.00 Makan siang. Menunya bisa menu karbo atau menu protein hewani. Contoh : ayam bakar + lalapan yang segabruk-gabruk ATAU nasi putih + tahu/tempe goreng + sambal + sayur-sayuran ATAU ikan goreng + sayur sop + sayuran segar tambahan ATAU kentang panggang + jamur tumis + sayur-sayuran.

Ingat ya, itu di atas pakai ATAU artinya PILIH SALAH SATU. Jangan dimakan semua hahahahaha :p.

menu food combining untuk pemula
Gambar : kulinersehat.com

15.30 Cemilan sore bisa ubi rebus, pisang rebus atau sekalian jus sayur. Kalau mulut masih ‘gatal’ ya bolehlah ngemil mana-mana saja hehehe. Tapi jangan kebablasan ya ;). Sebisa mungkin di awal-awal langsung disiplin biar langsung terasa efeknya ^_^.

19.00 Makan malam. Menunya sama kayak makan siang. Pilih menu karbo atau menu protein hewani. Contoh : nasi + semur tahu kacang merah + sayuran segar ATAU capcay ayam dan sayuran segar dsb.

menu food combining untuk pemula

21.00 Tidur deh ^_^

Hari 2 ya ulang lagi seperti hari 1 dan seterusnya. Tinggal gonta ganti menu saja ;).

Yang  mungkin agak sulit (karena pengaruh sugesti kita saja sih sebenarnya) :

1- Sarapan buah memang kita, perut Indonesia, kurang familiar ya hehehe. Saran saya, coba saja dulu. Katanya sih kalau tidak kuat bisa dibantu juga dengan makan oatmeal. Tapi jangan oatmeal yang instan. Juga jangan pakai susu sapi, coba dengan susu kedelai. Selama menyusui ini, saya juga makan oatmeal sehabis makan buah, khawatir adek bayi kurang asupannya hehehe.

2- Menu protein hewani. Pasti pada rewel deh, aaaaah, mana sanggup makan ayam tanpa nasi hihihihi. Sekali lagi, cobain duluuuuuu. Kenyang lho ituuuuu asalkan mengunyah dengan benar dan ditunjang dengan banyak sayuran. Sayuran kan identik dengan serat. Yang bikin usus penuh kan serat, ya ;).

3- Bagaimana kalau lapar di tengah-tengah waktunya? Makanya, sekali lagi makan sampai kenyang! :D. Jangan ditakar-takar ^_^. Dalam food combining memang tidak ada batasan yang penting kombinasinya tepat. Dijamin deh, perut akan terasa penuh dan tidak lapar melulu bawaannya. Tubuh butuh sekitar 3-4 jam mencerna protein hewani dan 2-3 jam untuk mencerna karbohidrat.

Ya pokoknya monggo dicoba dulu ya.

“Those who have no time for healthy eating will sooner or later have to find time for illness.” -Edward Stanley-

Ya kira-kira begitulah contoh menu food combining untuk pemula. Hope this helps, ya ^_^.

Updated : oiya ini saya bikin vlog tentang cara menurunkan berat badan secara garis besar yang memadukan olahraga + pola makan

https://www.youtube.com/watch?v=b_X0xW8MRpg

9 Panduan Sarapan Buah ala Food Combining

Sarapan pagi untuk diet termasuk bagian dari gaya hidup sehat yang menjadi incaran banyak kaum urban terkini. Termasuk memulai hobi olahraga hingga mengadopsi pola makan tertentu. Pola makan Food Combining salah satunya.

Di mana Food Combining ini mempunya ciri khas sarapan buah ekslusif.

Gambar : tabloidbintang.com
Gambar : tabloidbintang.com

Pola makan Food Combining mengikuti siklus sirkadian tubuh yang terbagi 3 :

  • (a) Pukul 04.00 dini hari – 12.00 siang, sistem pencernaan berada dalam proses pembuangan sisa-sisa makanan
  • (b) Pukul 12.00 siang – 20.00 malam, sistem pencernaan saatnya fase penyerapan makanan
  • (c) Pukul 20.00 malam – 04.00 dini hari, sistem pencernaan tengah mengolah sari makanan yang sudah diserap

Begitu seterusnya dari hari ke hari. Saat berada dalam proses (a) dan (c), sistem cerna memerlukan banyak energi agar hasilnya optimal, sebaiknya jangan dibebani dengan konsumsi makanan lagi. Tapi dalam proses (a), tubuh juga butuh energi untuk aktivitas sehari-hari sepanjang pagi hingga siang. Makanya, konsumsi buah-buahan dianggap paling tepat.

Buah-buahan sangat mudah dan cepat dicerna oleh tubuh. Jadi, sistem pencernaan tidak perlu mengeluarkan energi berlebihan. Buah-buahan juga punya kalori yang cukup asal dikonsumsi dengan benar.

Berikut panduan sarapan buah ala Food Combining :

 

  1. Awali dengan konsumsi jeruk nipis perasan. Siapkan segelas air hangat lalu peras jeruk nipis ke dalamnya. Aduk sebentar. Minum perlahan. Jangan terburu-buru. Agar tiap tegukan bercampur dengan enzim pencernaan dalam ludah di mulut.
  2. Buah dalam kondisi matang. Jangan yang setengah matang atau mengkal. Apalagi yang masih mentah. Tapi jangan sampai makan buah yang sudah busuk/rusak.
  3. Konsumsi buah jangan ditakar-takar.  Jangan hanya dimakan sekali lalu membiarkan perut dalam keadaan lapar.  Buah ini memang unik. Karena gampang dicerna, hanya butuh sekitar maksimal 30 menit bagi sistem pencernaan untuk mengolahnya, maka gampang lapar kembali. Kalau lapar, silakan makan buah lagi. Siapkan menu buah dalam beberapa porsi kalau perlu. Sesuaikan dengan aktivitas tubuh masing-masing. Tidak ada batasan jumlah.
  4. Untuk menghindari penumpukan zat tertentu dari buah yang itu-itu saja, variasikan jenis buah-buahan yang dikonsumsi. Idealnya, tiap hari mengkonsumsi minimal 3 jenis buah. Misalnya : hari ini mangga-pepaya-duku, besoknya mangga-semangka-jeruk, besoknya lagi pepaya-jeruk-rambutan,  dan seterusnya.
  5. Jangan pilih-pilih dan hanya mengkonsumsi buah favorit saja. Tiap buah dalam kondisi segar alami memiliki kandungan vitamin/mineral/gizi yang berbeda-beda. Usahakan mengkonsumsi jenis buah sebanyak mungkin.
  6. Jangan fokus pada buah tertentu apalagi buah impor yang harganya mahal. Utamakan buah-buahan lokal yang murah didapatkan dengan harga yang lebih bersahabat.

    sarapan pagi untuk diet ala Food combining
    Buah lokal , gambar : student.ipb.ac.id
  7. Mengunyah jangan terburu-buru. Kunyah yang lama. Sama dengan poin nomor 1 di atas. Biarkan kunyahan buah di mulut bercampur sempurna dengan enzim yang dikeluarkan ludah di mulut sebelum masuk ke kerongkongan.
  8. Beberapa jenis makanan yang sudah sering dianggap buah ternyata termasuk kategori sayur dalam Food Combining. Karena kandungannya kurang cocok dengan definisi buah yang dimaksud. Misalnya : wortel, alpukat, tomat, ketiganya BUKAN buah.
  9. Kalau tidak terlalu suka mengunyah, buah-buahannya boleh dijadikan jus. Tanpa tambahan apa pun termasuk gula. Air boleh dicampur sedikit.

Demikianlah panduan sarapan ala buah Food Combining.  Jika diterapkan dengan benar, mudah-mudahan tidak ada lagi keluhan sarapan buah tidak bikin kenyang. Selamat mencoba ^_^.

Menjadi Phala-Wan

Untuk hidup sehat, tidak ada cara lain selain menjaga pola makan dan rajin olah tubuh. Saya lebih suka pakai istilah olah tubuh ketimbang olah raga.

Biasanya kalau pakai istilah olahraga banyak yang mengeluh tidak punya waktu. Padahal pengertiannya kan luas, ya. Untuk ibu rumah tangga, seharian beberes rumah dan berdiri beberapa jam di dapur itu sudah termasuk olah tubuh lho ;). Coba saja dirutinkan tiap hari. Yang bekerja, jangan cengeng enggak punya duit nge gym :p, naik turun tangga ketimbang pakai lift/tangga jalan itu juga sudah termasuk olah tubuh :D.

Percaya tidak sih kalau satu hal baik itu otomatis berimbas ke hal baik lainnya. Menjaga pola makan + bergerak teratur –> membuat badan lebih sehat –> berat badan terjaga –> jadi misalnya untuk ibu-ibu enggak perlu ribet nyari pembenaran enggak penting macam, “badan gendut tandanya bahagia kan”? Hahaha :p. Enggak capek membohongi diri sendiri? ;).

Ha? Ujung-ujungnya soal berat badan saja nih. Tidak juga. Imbas lainnya lebih luas lagi. Umumnya pola makan sehat alami hanya mengandalkan bahan-bahan alami saja dan sebagian besar menyarankan konsumsi bahan alami tanpa diolah semisal sayur dan buah.

Efeknya?

1. Hemat listrik, hemat energi
2. Hemat biaya
3. Sumbangsih lebih baik untuk lingkungan

Kalau makanan olahan enggak jauh-jauh dari minyak. Kemarin jerit-jerit soal asap dan minyak kelapa sawit. Ayolah, berjanji pada diri sendiri untuk berkontribusi pada lingkungan dimulai dari diri sendiri dan keluarga sendiri dulu :).

Baca : Make That Change … You!

Kalau banyak yang sadar dan lebih sering mengkonsumsi sayur dan buah, bayangkan, demand sayur dan buah bertambah. Supply pun mengikuti. Jadi lebih banyak orang yang menanam aneka sayur dan buah. Penjual gorengan mungkin nantinya berbondong-bondong jualan rujak saja :p.

Gambar : female.kompas.com
Gambar : female.kompas.com

Ingat lho, tanaman itu menyumbangkan oksigen buat lingkungan. Sementara mengkonsumsi protein hewani agak sulit tanpa pengolahan sama sekali. Belum lagi beternak boro-boro nyumbang oksigen, ada juga hewan ternak ikut makanin rumput dan ikut menghabiskan oksigen :p. Kalau jumlahnya terus dipaksa meningkat, keseimbangan alam otomatis terganggu.

Hewan-hewan ini juga dibuat berkembang biak secara cepat mengikuti permintaan pasar :(. Terjadilah ide aneh-aneh. Ikan lele dikasih makan sampah lah karena tempat pemeliharaan terbatas. Sapi/kambing/domba/ayam dikasih makan serampangan, pokoknya gimana caranya biar cepat gede dan dijual.

Tahu sendiri sifat manusia yang dasarnya serakah, ya. Apalagi soal duit. Jangankan daging palsu dicampur macam-macam bahan, berita palsu saja laku dijual online kok :p.

Baca : e-Hate, Bisnis Baru yang Menjanjikan? 

Makanya, saya bilang tadi, hal-hal baik itu biasanya satu paket ^_^. Menjaga pola makan otomatis membuat kita lebih perhatian kepada kesehatan dan otomatis membantu alam menjaga keseimbangannya.

Manusia itu diciptakan sebagai pemimpin alam. Kita yang punya potensi besar menjaganya sekaligus merusaknya :(. Tinggal pilih mau yang mana.

Natural View, Glendalough, Ireland (foto : Dani Rosyadi)
Natural View, Glendalough, Ireland (foto : Dani Rosyadi)

Ya ngomong-ngomong soal pola makan ada macam-macam sih, ya. Saran saya pribadi jauhi pola makan yang nyuruh kita konsumsi satu bahan olahan /pabrikan/kemasan/buatan/non alami tertentu. Tuhan sudah menciptakan semuanya secara alami kok. Sudah dikasih macam-macam kok masih mau melawan Tuhan dengan lebih percaya pada produk pabrikan yang nyata-nyata bikinan manusia? :p.

Siapa tahu tertarik dengan pola makan food combining yang anti suplemen mana pun…monggo dibaca tulisan di link kalau ada waktu ^_^. Panjang banget soalnya hahahaha.

Baca : Solusi Hidup Sehat ala Food Combining 

Tapi tentu enggak ada jaminan kalau pola makan sudah kece terus enggak mungkin sakit. Buat yang percaya kalau Tuhan itu ada :D, lengkapi ikhtiarnya dengan doa dong ya ;).

Terus juga jangan gampang putus asa, ya, soal ngadepin kebiasaan makan kita sendiri. Saya sendiri juga enggak disiplin-disiplin amat hihihihi :p. Yang penting itu ada kesadaran dulu. Lagi-lagi ngutip Mbak Sophie Navita, “Makan yang berkesadaran” :). Bukan hanya asal mangap, lidah senang dan perut begah :p.

Pokoknya tiap hari coba terus. Jangan karena hari ini kebanyakan “makan sampah” besok langsung loyo dan enggak semangat nyoba lagi hehehe.

Terserah mau pilih pola makan alami model mana yang penting jaga baik-baik kesehatan kita semua as we all know …

“The greatest wealth is Health.” -unknown-

Btw, sekarang 10 November kan ya?

Kalau kata wikipedia “Pahlawan” itu berasal dari bahasa Sansekerta phala-wan. Artinya orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama.

Kadang tuh ya untuk jadi pahlawan enggak usah susah-susah dan ngeri-ngeri lah mikirnya :p. Cukup berbuat baik untuk diri sendiri saja efeknya bisa bagus. Nanti bisa nular ke keluarga dan teman-teman.

Mau jadi pahlawan mikirnya harus punya uang banyak, harta berlimpah, tenaga yang kuat, pengaruh digdaya, bla bla bla. Dari pilihan-pilihan hidup yang kita buat pun, asalkan bisa punya pengaruh bagus, bisa dibilang kita sudah memberikan buah(phala) yang berkualitas untuk sekitar.

Dari rumah, dari kantor, dari mana saja, ayo terus persembahkan phala-phala kebaikan buat siapa saja :D.

Note : phala lama-lama kalau dibaca jadi pahala yak? hehehe ;).

Selamat hari pahlawan <3.

Gambar : billmarshjr.com
Gambar : billmarshjr.com

Menu Makanan Sehat Food Combining

Familiar enggak dengan pernyataan-pernyataan ini?

1. Minum jus jeruk yang berlebihan bisa membuat kanker kulit

2. Timun, dengan kadar di atas normal bisa menyebabkan keracunan atau kebotakan.

3. Konsumsi kangkung terlalu banyak bisa menyebabkan asam urat

4. Mungkin juaranya adalah buah nenas. Paling banyak ‘tuduhan’nya hahaha :p. Kebanyakan makan nenas konon bisa membuat keguguran saat hamil muda, meningkatkan kadar gula darah, juga bisa memicu rematik.

Dan sebagainya … dan lain-lain :D.

Saya sempat kena satu mitos soal buah anggur pas hamil muda baru-baru ini hihihi :p. Biasalah ya, hamil muda banyak drama susah makan. Penginnya ngemil yang segar-segar. Salah satu buah yang paling ‘nyaman’ dimasukin mulut dan perut adalah semangka dan anggur.

Malam-malam, biar perut enggak kosong, saya siapin semangkok anggur di pinggir tempat tidur, kalau bangun saya cemilin beberapa biji. Pagi-pagi biasanya abis tuh semangkok kecil :D.

Menu Makanan Sehat Food combining
Anggur dan Nenas (gambar : www.chow.com)

Terus tahu-tahu saya merasa perut sakit banget. Semacam kram gitu. Panik, dong. Telepon emergency karena weekend. Dirujuk ke rumah sakit dan sempat dapat early pregnancy USG segala. Di sini emang enggak boleh ujug-ujug datang ke dokter spesialis merengek-rengek minta USG huhuhu.

Sudah berprasangka buruk nih sama buah anggur :p. Ternyata enggak ada hubungannya. Alhamdulillah, kandungan juga baik-baik saja. Dicurigai infeksi bakteri. Dikasih antibiotik saja.

Mitos-mitos soal khasiat buruk beberapa jenis  makanan alami termasuk buah dan sayur tidak sepenuhnya salah. Tapi ingat, definisi BERLEBIHAN atau KONSUMSI TERLALU BANYAK itu apa sih? ;). Seberapa? Semangkok? Kalau bentuk jus, tiga gelas? Empat gelas? Atau segimana?

Menu Makanan Sehat Food Combining
gambar : www.smallhomebigstart.com

 

Menu Makanan Sehat

Dalam pola makan Food Combining sangat disarankan untuk banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan sebagai pembentuk basa utama dalam tubuh. Kondisi cenderung basa akan membuat proses pengolahan di sistem pencernaan berlangsung optimal.

Pagi-pagi misalnya. Pola makan Food Combining menganjurkan, dari pukul 4 pagi hingga 11/12 siang kita harus mengkonsumsi buah-buahan ekslusif. Buah-buahan apa yang paling sesuai dengan menu makanan sehat food combining?

Jawabannya : (hampir) semua buah-buahan bisa digolongkan dalam menu makanan sehat food combining ^_^.

Tidak ada satu jenis atau beberapa jenis tertentu buah-buahan maupun sayur-sayuran yang harus didewa-dewakan dalam menu makanan sehat food combining. Masing-masing jenis makanan kan punya kandungan dan kelebihan masing-masing ^_^.

1. Melon mengandung vitamin A yang cukup tinggi sementara jeruk kaya vitamin C. Vitamin B yang cukup tinggi dimiliki oleh pisang. Umumnya buah-buahan mengandung vitamin A, B, C dan lainnya tapi dengan komposisi berbeda-beda.

2. Kedelai, termasuk turunannya : tempe dan tahu, kaya protein nabati. Jamur juga kaya protein.

3. Kangkung, bayam, sawi putih berkalsium tinggi. Wortel dominan di Natrium. Brokoli, paprika, seledri, labu, kuning mengandung mineral Kalium yang lebih diantara sayuran lainnya. Sama seperti buah-buahan, rupa-rupa jenis sayuran ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral tapi dengan variasi beda-beda.

Begitu pula dengan protein hewani dan karbohidrat.

Menu makanan sehat food combining
Gambar : www.tempokini.com

Diversifikasi  makanan adalah salah satu unsur penting dalam pengaturan menu makanan sehat food combining. Kita sangat dianjurkan untuk tidak terpaku kepada satu atau beberapa jenis makanan tertentu. Sebisa mungkin sebanyak mungkin mengkonsumsi berbagai jenis makanan alami seperti buah, sayur, protein nabati / hewani serta sumber karbohidrat.

Misalnya nih pagi-pagi, mentang-mentang doyannya mangga dan pepaya, tiap hariiiiiiii … makannya mangga dan pepaya doang hehe. Jangan yaaaaaa ^_^. Diganti-ganti dong sarapannya.

Misalnya hari ini sarapan dengan semangka-pepaya-apel. Besoknya  pepaya-rambutan-nenas. Besoknya lagi apel-mangga-jeruk. Pokoknya digilir terus. Idealnya minimal 3 jenis ;).

Begitu juga dengan konsumsi sayur-sayuran. Saya terus terang paling suka paprika dan timun yang dipotong segar tanpa diolah. Tapi kan enggak ideal tiap hari yang dihajar hanya 2 jenis ini. Paksakan diri melahap jenis-jenis sayuran lainnya. Lupakan dulu selera lidah. Karena sistem pencernaan tuh pemeran utamanya ada di perut/usus :D.

Ingat, jangan korbankan sistem pencernaan yang konon panjangnya 12 m hanya untuk kenikmatan lidah yang hanya berukuran kira-kira 12 cm ;).

Menu Makanan Sehat Food Combining
gambarnya dapat dari Facebook, sudah lupa euy dari akun / fanpage mana 🙁

Jenis makanan tidak berdiri sendiri. Justru dengan mengkombinasikan kelebihan dan kekurangan masing-masing, mereka bisa bersinergi optimal dalam tubuh kita.

1. Mencegah kita mengkonsumsi makanan itu-itu saja. Sehingga tubuh tidak akan menumpuk zat tertentu. Otomatis mencegah kita makan satu atau beberapa jenis makanan secara berlebih.

2. Sekaligus menghindarkan tubuh kekurangan unsur-unsur penting lainnya. Karena seperti dikatakan tadi, tiap jenis makanan komposisi gizinya beda-beda.

3. Mencegah picky eater :D.  Jadi, mau tinggal di mana saja enggak rewel mesti makan jenis tertentu saja hehe. Penting ini buat yang doyan merantau :p. Ribet kan doyan pepaya dan mangga, tapi mendadak harus tinggal di daerah 4 musim yang umumnya sulit mencari buah-buahan jenis ‘tropis’ :D.

4. Tidak mendewa-dewakan jenis makanan tertentu. Misalnya menganggap buah anu lebih bagus daripada buah ono. Padahal semua juga punya potensi kebaikan masing-masing untuk kebutuhan gizi kita :).

Jadi, sudah jelas ya, menu makanan sehat food combining mencakup berbagai jenis makanan yang sudah disedikan alam secara natural untuk kita konsumsi ^_^. Yuk, kita sikat semuanya! Hahahaha :D.

***

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi

Food Combining Susu Haram?

Definisi haram di sini maksudnya sama sekali tidak boleh dikonsumsi. Beberapa pekan kemarin sempat ramai ya kontroversi susu hewan ini :D. Widih, sampai bawa-bawa ayat alquran segala. Tapi benar lho, memang ada ayat yang mengatakan secara eksplisit bahwa susu hewan boleh dikonsumsi oleh manusia. BOLEH! :D.

Lah, tapi katanya dalam pola makan food combining susu haram? Nah itu diaaaa, kata siapa sih haram? :p.

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi
Sapi di Swiss :D, pics by : Dani Rosyadi

Dalam Food Combining, susu hewan dikategorikan sebagai makanan ‘rekreasional’. Tidak untuk dikonsumsi rutin sehari-hari. Sementara kita sudah terlanjur menganggap susu ini sebagai “makanan level dewa” hehehe. Kayaknya enggak klop deh kalau enggak minum susu sehari.

Apalagi konsumsi susu buat anak-anak. Kadang lebih penting masukin susu ke perutnya ketimbang makanan lain –> saya juga dulu gini *tutupMuka*. Kalau lagi buru-buru, cekokin susu saja, makannya bisa entar-entar.

Ya enggak apa-apa. Hidup kan berproses, ya. Ilmu pengetahuan pun terus berkembang. Memang, yang namanya belajar itu enggak mengenal batas waktu ^_^.

 

Inilah info-info seputar susu  hewan ala-ala saya hehehe. Dikaitkan juga dengan pola makan Food Combining yang saya yakini sebagai dasar memilih  menu makanan tiap harinya. Walau jujur, akhir-akhir ini sudah tidak sedisiplin dulu. Tapi, tetap semangat untuk berusaha optimal. CMIIW, ya, kalau ada yang dirasa kurang tepat :).

1. Dalam Food Combining, yang membuat susu hewan dikategorikan sebagai BUKAN zat gizi utama dalam nutrisi harian kita adalah zat yang terkandung di dalamnya. Susu hewan mengandung protein dan karbohidrat dalam jumlah yang tinggi. Sementara dalam Food Combining,  protein hewani seharusnya dikonsumsi terpisah dengan karbohidrat.

Ini terkait dengan optimalisasi kerja enzim pencernaan. Diyakini enzim penyerapan karbo dan enzim penyerapan protein hewani kerjanya malah bertolak belakang. Sebisa mungkin jangan sampai bareng, minimalkan salah satu sebisa mungkin. Aduh, bahasa saya bener gak ya? Hihihi. Pokoknya semacam itulah. Kapan-kapan dijelaskan lebih detail, ya :).

Tapi ingat ya, sifatnya rekreasional. Apakah sama sekali tidak boleh? Ya bolehlah tapi sekali-sekali saja. Dihindari lebih baik. Ini berlaku untuk susu hewan dan semua turunannya termasuk keju dkk.

Susu (gambar : gudangkesehatan.com)
Susu (gambar : gudangkesehatan.com)

Diyakini dalam Food Combining, sistem pencernaan dalam tubuh kita juga punya toleransi terhadap makanan non ideal (secara FC) yang masuk ke dalam tubuh kita. Tapi toleransi ada batasnya. Kalau tiap hari digempur dengan makanan non ideal ya bisa keok juga, kan? Apalagi kalau konsumsinya lebih dari sekali bahkan beberapa kali sehari.

Bedakan dengan ASI. ASI mengandung karbohidrat tinggi. Kandungan protein hewaninya jauh lebih minimalis ketimbang karbohidratnya.

Oiya ini berlaku untuk protein hewani saja. Kalau protein nabati seperti tahu, tempe, jamur, bisa disandingkan baik dengan protein hewani maupun karbohidrat.

2. Soal ayat suci tentang susu hewan yang boleh dikonsumsi manusia dan hadis yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW juga meminum susu hewan juga rasanya tidak kontroversi ah dengan Food Combining ^_^. Ini concern khusus buat umat muslim :D.

Apa iya Rasulullah minum susunya saban hari? Pagi siang sore malam? Kayaknya enggak ada keterangan kayak gitu juga kan? ;). Alquran juga tidak merinci sedetail itu. Masih ada ruang diskusi berarti :).

Terus, jenis susu yang diminum Rasulullah itu kan susu segar yang benar-benar langsung dari hewannya. Bukan susu pabrikan apalagi susu dalam bentuk bubuk yang sudah umum beredar di tanah air ;). Itu jelas berpengaruh. Susu pabrikan atau susu yang sudah diolah sudah melewati beberapa macam proses yang malah seringnya ‘merusak’ kandungan gizi susu yang tadinya optimal.

Gambar : merdeka.com
Gambar : merdeka.com

3. Yang kontra terhadap aturan susu hewan dalam Food Combining juga mempermasalahkan soal maraknya minum susu di negara-negara maju. Ini faktornya padahal banyak banget, lho :D.

a. Masalah perawatan hewan ternak di Indonesia vs luar negeri. Saya sendiri kebetulan tinggalnya di Irlandia yang konon katanya banyakan sapi-domba nya ketimbang jumlah orangnya hahaha. Perawatan sapi dan hewan ternak di sini itu memang beda banget. Udaranya pun jauh lebih bersih dan segar.

Umumnya hewan-hewan ternak dilepas di alam terbuka dan makanannya juga benar-benar alami karena padang rumput itu memang bentang alam ciri khas negara-negara Eropa Barat dan Australia yang terkenal dengan produksi sapi dll nya itu ;).

Kondisi lingkungannya ya jelas punya pengaruh besar terhadap susu-susu segar yang dihasilkan di tempat-tempat ini. Kalau kita menikmatinya kebanyakan impor. Itu juga impor pabrikan seringnya hehe.

Padang rumput Irlandia fotografer Dani Rosyadi
Padang rumput Clonmacnoise di Irlandia (foto : Dani Rosyadi)

b. Walau rutin mengkonsumsi susu, umumnya orang-orang di negara maju terutama di Eropa dan Australia, mereka jenis makanannya relatif lebih sehat, lho. Sering banget ketemu orang yang makan siang hanya pakai semangkuk salad gede plus ikan segar. Udah gitu doang. Terus dari kecil sudah terbiasa anak-anak di sana ngemil pakai buah-buahan.

c. Kegetolan mereka minum susu juga mungkin dipicu dengan kondisi cuaca. Sinar matahari itu termasuk barang langka di negara-negara 4 musim. Apalagi di Skandinavia. Pelit banget sinar mataharinya. Pasokan vitamin D yang terbatas dari sinar matahari digantikan oleh susu segar.

Kalau kata teman saya, tinggal di negara 4 musim yang cukup ekstrim, musim dinginnya tuh sebenarnya bisa sampai 6 bulan. 6 bulan sisanya dibagi-bagi antara summer-autumn-spring hahaha. Jadi ya, intinya jarang-jarang bisa ketemu sinar matahari :(.

Kalau kita di wilayah khatulistiwa tidak punya isu-isu model  begini, kan? ;).

d. Susu-susu yang dikonsumsi juga bukan susu bubuk. Rasanya di Irlandia sini hampir enggak pernah lihat susu kalengan dalam bentuk bubuk. Umumnya susu segar. Masa expirednya cepat banget. Kalau susu UHT kan bisa agak lama, ya. Susu segar, apalagi kalau sudah dibuka kemasannya, kurang dari seminggu sudah basi. Tempo hari tuh, malah 2 hari sudah basi!

Saya beli karena lagi diskon hahaha. Buat campuran puding agar :D. Bukan buat diminum begitu aja.

e. Soal postur tubuh yang sering dikait-kaitkan dengan kebiasaan minum susu mereka menurut saya juga absurd banget hehehe. Orang Asia yang umumnya memang berpostur lebih kecil mau dikasih minum susu dua drum tiap hari juga ya enggak akan lah bisa segede-gede orang di Belanda misalnya hihihi.

Orang Afrika itu  juga punya kecenderungan postur yang tinggi. Tuh lihat, umumnya negara Afrika banyak yang terbelakang apalagi soal gizi. Tapi karena secara genetik memang punya postur relatif ‘besar’ ya gizi pas-pasan pun bisa punya bodi yang ‘oke’ ;).

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi
Gambar sapi lagi. Ini juga di Swiss 😀 (foto : Dani Rosyadi)

4. Kalau yang diributkan adalah soal kalsium ya lebih gampang lagi membantahnya :D. Jumlah kalsium yang dibutuhkan manusia tiap hari jumlahnya tidak segitu besarnya seperti propaganda iklan susu-susu itu :D. Kandungan kalsium juga banyak terdapat dalam berbagai jenis sayur-sayuran.

Ingat, lho, ya … dalam pola makan Food Combining, mengkonsumsi aneka jenis sayur adalah hal wajib yang harus rutin dilakukan saat makan siang dan makan malam ;). Jadi, tanpa susu hewan pun, enggak ada hambatan berarti soal  pemenuhan kalsium tubuh ^_^.

kalsium sayur

5.  Untuk saya pribadi memang tidak begitu sulit mencerna teori soal #kibulanSusu yang menjadi trademark salah satu aktivis FC yang cukup terkenal dan tergolong ‘garis keras’. Sungkem dulu sama Mas Erikar Lebang hehehe. Nyaris tidak ada kontroversi lah :D.

Soalnya, saya sendiri dan saudara-saudara kandung saya (total 7 orang :D) selepas ASI sampai usia 2 tahunan, kami tumbuh besar tanpa rutinitas meminum susu hewan :D. BUkan karena orang tua saya adalah penganut pola makan Food Combining. Lebih karena masalah biaya, sih, hahahaha. Tempo dulu, minum susu (baik kalengan maupun kotakan) masih tergolong “mahal”.

Minum susu hewan, dalam bentuk apa pun, adalah kemewahan buat keluarga kami yang memang pas-pasan gitulah :p. Buktinya, kami ber-7 tumbuhnya juga normal-normal saja :D. Tidak ada yang aneh-aneh, alhamdulillah.

Saya doyan minum susu, susu coklat tepatnya, pas sudah agak gedean. Itu  juga enggak rutin hihihi. Rutinnya pernah pas lagi hamil anak pertama. Tiap hari kali minum susu kotak rasa coklat itu :D.

Hal lainnya adalah masalah marketing dan “kapitalisasi” dari manfaat susu. Apalagi di negara-negara Asia padat penduduk yang menjadi incaran pasar konsumsi bagi perusahaan-perusahaan besar. Coba yaaaa, sampai ada segala jenis susu mulai dari susu hamil, susu kanker, susu tulang dll :D.

Saya waktu hamil pertama iya sih minum susu hamil juga :p. Pas anak kedua, hamil di Jeddah, dokter saya kebingungan waktu saya tanyakan soal susu hamil. Ternyata, di Arab Saudi enggak kenal yang namanya susu hamil, tuh :p. Di Eropa sini apalagi. Mana ada susu macam-macam khasiat macam gencarnya iklan susu di tanah air hehehe.

Ya apa pun itu, intinya dalam FC, susu hewan dan semua turunannya (keju, yoghurt dll) hanya boleh dikonsumsi sesekali saja. Jangan dijadikan rutinitas. Apalagi sampai diminum tiap hari :D.

1. Cari sumber kalsium dari sayur-sayuran segar.

2. Jangan malas-malasan di rumah saja, ayo rutin olahraga di alam terbuka biar bisa mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup ^_^.

Itu saja sih, ya. Semoga bisa menjelaskan soal si susu hewan dan si sapi yang kasihan ini sudah kena fitnah macam-macam hihihihi.

Kalau dirasa cocok monggo dipraktikkan. Mudah-mudahan bisa memberi efek yang sama positifnya. Kalau kurang berkenan ya salam damai aja dong yaaaaaaaaa ^_^. Semoga sehat-sehat terus untuk kita semua, baik yang mempraktikkan FC maupun yang masih kurang sreg <3.

Ampun ya Kakaaaa. Ampuuunnnn *salaman* :D.

Gambar : madinaonline.com
Gambar : madinaonline.com

***