Jalan-jalan Irlandia, Sang Negeri Zamrud

“Irlandia kan tidak aman. Banyak teroris tahu!”

Begitu kira-kira respons beberapa teman saat saya mengabarkan akan pindah dari Jeddah ke Athlone, Irlandia. Ya nasib, ya nasib. 3x merantau ke luar negeri, dapatnya selalu tempat yang tidak popular hihihihi.

Tahun 2009 ke Tehran. Pas lagi panas-panasnya hubungan Iran dan Paman Sam. Paman Sam tentu keki berat saat pemerintah Iran mengumumkan soal keberhasilan mereka dalam hal pengayaan nuklir. Apalagi di TimTeng sana ada Israel, sekutu sejatinya.

Tehran - Mellat Park

Tehran – Mellat Park

Jadi deh, Paman Sam sibuk menghardik Iran. Bertahun-tahun mereka mencoba ‘bermain cantik’, akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil. Suriah, sekutu terbesar Iran, sedikit lagi akan sanggup mereka musnahkan. Bravo, Paman Sam *angkatTopi* .

Tahun 2010, giliran Jeddah yang disasar. “Enggak ngeri tinggal di Saudi? Apa-apa serba ketat gitu buat perempuan.” Sayangnya, enggak boleh pakai baju ketat? hahahahaha.

Para Madam Jeddah :D

Para Madam Jeddah 😀

Nyasar ke Tehran, lalu ke Jeddah, terus ke Irlandia. Beginilah awal mulanya jalan-jalan Irlandia bisa kejadian :D.

Irlandia sendiri tidak begitu popular ternyata. Kalau eike mah, si ratu RPUL dari kecil hihihihi, sudah hapal mati ibukota dan kondisi negara-negara Eropa sebagian besar. Walau saya sempat kecele, saya pikir, Irlandia itu negara kisminnya eropa. Salah besar. Irlandia termasuk negara maju ternyata Dengan pendapatan perkapita yang masuk 20 besar dunia.

Jadi, terorisnya banyak gak di Irlandia? Irlandia mana duluuuuuuu 😀.

***

Mungkin yang dimaksud adalah Irlandia Utara . Saya dan sekeluarga pindahnya ke Republik Irlandia. Irlandia Utara, walau berbagai daratan yang sama di Pulau Irlandia, termasuk wilayah “Kerajaan Inggris Raya” (Britania).

Britania? Kok tidak bilang Inggris? Sebenarnya sih, Inggris kurang tepat, ya. Karena penamaan Inggris akan selalu mengacu ke England. Dimana England hanyalah salah satu wilayah dari Britania. Selain England, Britania juga mencakup Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara.

Nah, peernya, timnas yang selalu berlaga di Piala Dunia itu England apa Britania hayooo :p.

Irlandia Utara memang masih marak dengan isu terorisme hingga kini. Sumber saya salah satunya adalah teman yang berasal dari India yang pernah tinggal di Belfast selama 2 tahun. Katanya, di Belfast dia merasa hidupnya kurang nyaman karena banyaknya aktifitas teroris ini. Salah satu pihak yang bertikai adalah ‘pemberontak’ yang ingin melepaskan Irlandia Utara dari cengkraman Britania.

***

Republik Irlandia, menguasai 80% dari wilayah selatan Pulau Irlandia. Julukannya adalah “Negeri Zamrud”. Kalau ditambahi kata Khatulistiwa, jadinya Indonesia dong, ya 😀.

Sang Negeri Zamrud, Irlandia

Sang Negeri Zamrud, Irlandia

Julukan yang cukup tepat. Karena memang, wilayah Irlandia ini hijau banget. Kalau suka dengan pemandangan alam padang rumput, peternakan, dipadu dengan birunya laut (namanya juga negara pulau :P), yuk mari ikutan jalan-jalan Irlandia . Yang konon disebut-sebut pula sebagai “Selandia Baru”nya Eropa.

Selain wilayah zamrudnya, Irlandia juga terkenal dengan keramahan penduduk lokalnya. Kata kerabat yang pernah bermukim di Jerman, orang-orang di negeri ‘Tim Panser’ ini terkenal dingin dan kaku.

Kalau di Irlandia, mereka sangat ramah. Kalau papasan di jalan, sebagian besar pasti menegur ramah + senyuman imut yang bisa membuat hari-hari yang terasa berat menjadi ringan seketika *tsaaahhh*. Makanya, tak salah bila kita kaum muslim diajarkan bahwa, “Senyum itu ibadah.”

Dengan luas wilayah 70.000 km persegi, jumlah penduduknya hanya sekitar 5 juta jiwa. Dimana 30% penduduk bercokol di ibukota Dublin, kota terbesar sekaligus terpadat di sini. Bandingkan dengan ibukota Jakarta, luas wilayah 600 km persegi dijejali oleh sekitar 10 juta orang.

Huss, jangan nyinyir sama Indonesia. Di sana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda, tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata . Mudah-mudahan sebelum masa itu datang, diberi kesempatan dulu untuk ‘keliling dunia’. Masih banyak benua yang belum kena absen nih hahhhahaha.

Saya sendiri bermukim di kota Athlone. Kalau 30% penduduknya tumplek di ibukota, bayangkanlah sepinya kota-kota kecil macam Athlone ini hehehe. Penduduknya hanya 20 ribu saja. Tapi tak masalah. Buat kami, keluarga muslim asal Indonesia, asalkan ada toko daging halal dan satu toko cina kecil yang menjajakan aneka rempah khas Asia, in shaa Allah hidup tetap penuh berkah 🙂.

Orang berkumpul sebelum parade

Athlone

***

Harga-harga bahan makanan relatif tidak mahal lho di sini. Tapi, kalau makan di restoran/rumah makan atau membeli makanan jadi, harganya langsung menjulang. Agak berbeda dengan di tanah air. Di mana kita masih bisa membeli makanan jadi dengan harga yang lumayan timbang kita masak sendiri + beli bahan-bahan sendiri + repotnya ya boooo. Martabak gerobak mana suaranyaaaaaaa? Hehehehe.

Ya, jadi berkah tersendiri buat ibu-ibu pemalas di dapur macam saya. Hahaha. Sejak tinggal di Athlone, mau tak mau, semangat memasak terus diasah. Benarlah kiranya, “Keterbatasan kadang membuat kreatifitas terpacu.”

Dari olahan martabak mini saja, sudah bisa saya isengin jadi 3 jenis yang berbeda. Dengan coba-coba mengganti isinya, jadi deh martabak daging /tahu-tempe /jagung.

Waktu di Jeddah mah mana kepikiran bikin martabak sendiri. Lapar ngidam martabak? Tinggal pencet ponsel, “Mbak Zakiyah, pesen martabak 50 biji. Bawa pas ngaji, ya. Pisahin yang 20 biji buat aku bawa pulang.” (Ampe hapal mati kalimatnya :P).

Harganya juga murah, lho. Timbang masak sendiri untuk diri sendiri dan keluarga saja, jauh lebih ekonomis kalau beli. Percayalah, perhitungan Bibi Gober jarang meleset hahahahahaha.

Memanfaatkan bumbu sisa ungkep ayam goreng bisa dimasukkan ke tumisan sayur yang bisa menghasilkan cita rasa yang berbeda. Cobain, deh . Dari Google-masterchef (hihihi) pelan-pelan sudah ada peningkatan lah. Google-masterchef itu istilah saya dan beberapa teman untuk menjuluki diri kami yang merasa bisa masak pakai modal googling hihihihi.

Gambar : dailymail.co.uk

Gambar : dailymail.co.uk

Tapi namanya bukan hobi, so far untuk kewajiban saja . Enggak pernah kepikiran bikin ini itu buat iseng-iseng. Semuanya buat lauk makanan sehari-hari saja .

***

Seperti kebanyakan wilayah Eropa, Irlandia juga mengenal 4 musim. Musim dingin yang suhunya bisa di bawah 0 derajat. Tapi jarang muncul salju. Ada sih, salju imut-imut begitu. Tidak pernah sampai badai salju yang menimbulkan timbunan salju di jalan-jalan.

Eh, pernah sih ada anomali alam di tahun 2010. Katanya, waktu itu salju turun hebat di Irlandia. Hm, jangan-jangan salah satu dampak perubahan iklim global?

Musim semi ya standarlah. The best season ever 😀. Saat paling tepat untuk jalan-jalan Irlandia. Bunga-bunga bermekaran di mana-mana. Rumput-rumput menghijau kembali setelah layu diterjang cuaca dingin. Suhu tidak terlalu panas tidak juga dingin.

Hujan sering turun. Di musim panas sekali pun. Cuaca Irlandia ini moody banget. Dalam tempo 10 menit, mulai dari panas terik, angin kencang, sampai hujan gerimis, sangat mungkin terjadi bergantian. Maka dari itu, siapkan jas hujan selalu . Tapi hujannya jarang lebat. Gerimis saja.

Musim panas, suhunya tahun bisa mencapai 35 derajat. Pas bulan puasa pula *ngelapKeringat*. Anak-anak agak kesulitan tidur malam, walau malam suhunya di bawah 30. Di sini enggak ada AC soalnya hihihihi.

Di bulan september ini, musim panas mulai usai. Pucuk-pucuk daun di sebagian pohon mulai menguning dan kecoklatan. Angin mulai kencang. Suhu mulai jatuh. Tiap malam, bisa kebangun pipis 4x nih eike hihihihi. Di banyak tempat, daun-daun berguguran mulai menghiasi beberapa sudut jalan.

Musim gugur sudah mulai menghampiri. Tahun ini akan menjadi musim gugur saya yang pertama di sini. Walau mimpinya mah, “Autumn in New York” bagai Winona Ryder hihihihi. Tapi tak mengapa, “Autumn in Athlone” pun rasanya sudah bikin senang . Alhamdulillah. Diantara semua musim, musim gugur ini yang memang bikin penasaran. Soalnya kalau panas, dingin, dan musim bunga mah di Indonesia juga bisaaaaaa .

Tak sabar menanti masa dimana warna emas kecoklatan menghiasi bumi :)Jadi, panjang lebar ke mana-mana, tujuan status ini hanya mau bilang, “Selamat datang, Musim Gugur!” 

Hahahaha.

Gambar : projectevolver.org

Gambar : projectevolver.org

***

11 thoughts on “Jalan-jalan Irlandia, Sang Negeri Zamrud

  1. Aku dulu tau Irlandia karena boyband westlife asalnya dari sana mbak 😆 semoga suatu saat aku bisa kesampaian mengunjungi irlandia dan sekitarnya ya mbak. cakep kayanya di sana ya, foto yang padang rumput itu seger banget ngeliatnya 🙂

  2. penulis faveku si Maeve Binchy itu orang irlandia dan selalu nulis tentang cerita dengan latar belakang karakternya Irlandia, Jihan. Bukan cuma di Dublin aja tapi yang di tpt tpt banyak danaunya, dan aku sukaaaa banget ngebayanginnya. Semoga suatu saat bisa ke sana. Btw, yg di piala dunia itu England dooooong. Ihik

    • Iyaaaaa, England. Benderanya saja pakai bendera putih garis merah, bukan Union Jack, ya :D. Di sini banyak danau dan sungai emang. Bikin grogi orang yang gak bisa berenang macam akyuuuu 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *