Perekam Suara PC : Merekam Suara dengan Aplikasi Voice Recorder di Windows

Untuk bikin vlog, perekam suara PC salah satu andalan saya. Kadang (eh kalau saya hampir selalu sih hihihi), vlog perlu dilengkapi dengan backsound suara non musik. Misalnya, ya suara kita sendiri hahaha.

Biar gegayaan gitu yaaaaa, sekalian melampiaskan obsesi masa kecil juga untuk menjadi pembawa acara atau dubber :D. Selain pengin jadi foto model dan bintang film tentunya hahaha. Ish, betapa inspiratifnya cita-cita masa kecil dulu :p.

Baca juga : “Download Musik Latar Vlog dari Youtube Audio Library“

Siapa sangka ya, era digital terus berlari. Sekarang, kita bisa menjadi foto model dan bintang misalnya di … akun media sosial kita sendiri! Hahaha. Apalagi sekarang ada yang namanya selfie, gak perlu fotografer dan studio mahal, Cuy! :D.

Lengkap dengan Insta-Beauty-nya jadi enggak perlu make up artist segala *lemparTasKosmetik*.

Menjadi presenter juga sekarang bisa! Di … vlog-vlog bikinan kita sendiri! Hahaha.

https://www.youtube.com/watch?v=kFa9BqN9u0w

We can be everything lah ya di era media sosial nan ngehits sekarang ini ;).

Untuk merekam suara sendiri sekarang juga sudah banyak aplikasi buat Android atau iOs di smartphone masing-masing. Tapi generasi laptop kayak saya masih tergantung banget sama Windows, nih.  Perlu yang namanya perekam suara PC dan semacamnya itu. Emak-emak jadul masih susah move on dari laptop :p.

Merekam suara juga sudah diakomodasi dengan software bawaan Windows, “Voice Recorder”. Enggak usah bingung nyarinya ;).

Cara menggunakan perekam suara PC dengan aplikasi “Voice Recorder”

1.- Tinggal ketikkan “Voice” atau “Sound” di kolom search Windows. Nanti hasilnya akan keluar, tinggal di-klik dari situ saja ;).

voice recorder hasil search

2. – Tampilan aplikasinya juga sederhana banget. Seperti ini tampilannya :

Perekam suara PC voice recorder klik tombol hijau

Tinggal pencet tombol hijau yang di tengah bagian bawah itu untuk mulai merekam suara kita.

3. – Sebaiknya ya, siapkan dulu naskah untuk dibacakan walau cuma 2-3 kalimat biar seru gitu kayak presenter beneran hehehe. Kalau ngomong masih sambil mikir biasanya malah belibet.

Kalau sudah ada naskah kita tinggal mengatur tekanan suara yang jauh lebih mudah dilakukan jika sudah ada teks yang tinggal dibaca. Tapi kalau lebih sreg langsung ngomong tanpa naskah ya bisa juga sih hehehe. Maklum lah ini juga tips ala-ala :p.

4. – Pakai headset untuk hasil yang lebih baik. Kalau direkam langsung tanpa bantuan headset/mic atau semacamnya, hasilnya kurang mulus euy hehehe.

5. – Saat suara sedang direkam, tampilannya seperti ini :

perekam suara PC

Kalau sudah selesai, klik tombol hijau dengan kotak putih di tengah itu. Lihat gambar di atas lagi, ya. Nanti filenya  otomatis tersimpan dan sudah ada default namanya Recording(x). Tapi bisa di-rename untuk memudahkan penggunaan ke depannya.

Untuk merekam bagian selanjutnya ulang lagi dari langkah nomor 2 dan seterusnya.

***

Kayaknya sih, di Android atau iPhone kita bisa instal banyak aplikasi yang sejenis dengan Voice Recorder ini. Saya pernah instal di Android, lupa namanya. Tapi tinggal search pakai kata kunci “voice recording” atau “sound recording” juga banyak banget tuh hasilnya. Gratis kok rata-rata hehehe *ciyumDompet*.

Cuma belum pernah pakai sih. Lebih praktis di laptop kalau saya. Saya ini tipe jadul gitu lah. Fesbukan saja mesti pakai laptop hahaha. Lebih puas ngetiknya. Makanya, kalau bikin status di Facebook tuh, jarang deh kurang dari 1000 kata hahaha. Sekalian bikin buku di Fesbuk kali Mbak? :p.

Jadi tidak berarti merekam suara harus via Windows dong ya ;). Kebetulan aja saya pakainya memang aplikasi Voice Recorder bawaan Windows :D. Selama ini kayaknya sudah cocok saja. Mungkin lain kali mau nyobain juga merekam suara via aplikasi di smartphone gitu-gituan. We’ll see :).

Semoga infonya berguna ya ^_^. Tetap semangat nge-vlognya yaaaaaaa :D.

**

Gimbal Handheld GoPro Untuk Rekaman Video yang Lebih ‘Stabil’

Sebenarnya kurang tepat lho asumsi orang-orang yang mengatakan bahwa dengan menggunakan GoPro, dipastikan hasil video lebih stabil tanpa goyangan. Kalau alasan pakai GoPro adalah kepraktisan ya kayaknya lebih bener (y).

GoPro  bentuknya imut-imut. Mudah dibawa ke mana-mana apalagi buat yang sering traveling. Enggak makan tempat ya boooo hehehe.

Kalau misalnya kita ngerekamnya pakai kamera biasa pun kalau pakai tripod dan kita yang ngambil videonya enggak bergerak ya gambar pasti stabil :p. Masalahnya kalau kita ngerekam sambil jalan-jalan gitu gimana?

Ini nih contoh video yang diambil via kamera DSLR yang dipegang pakai tangan doang :p. Mana berat pulak hahaha. Ini video jalan-jalan pas ke Swiss tahun 2015 kemarin.

https://www.youtube.com/watch?v=qHw-M90t5Ok

Setelah pakai GoPro pun, yang menentukan kualitas gambar video (apakah stabil atau malah bikin pening) adalah penggunaan alat tambahan yang disebut Handheld Gimbal.

Ada yang namanya Handheld Gimbal for GoPro, misalnya yang kayak gini nih :

handheld gimbal gopro

Nah, si Gimbal inilah yang bikin video yang kita hasilkan tetap “stabil” gak goyang-goyang walau kita pakainya sambil jalan-jalan sekali pun. Malah katanya sambil lari pun bakal tetep kece hasilnya.

Awalnya saya juga tidak terlalu ngeh sih, ya. Tapi setelah membandingkan hasil setelah pakai GoPro + Gimbal vs video-video “jahiliyah” pra-GoPro (hahaha), hasilnya memang bedaaaaa :D.

Coba lihat bedanya di video yang ini (pakai GoPro + handheld Gimbal) :

Gimbal ini semacam alat untuk terus-menerus menyeimbangkan suatu benda tanpa terpengaruh dengan pergerakan sekitarnya, bahkan pergerakan tempat benda tersebut bertumpu. “Keseimbangan” ini maksudnya membuat bendanya tetap dalam posisi yang sama / sumbu tunggal.

Duh, beribet neranginnya hahaha. Bener gak ya itu maksudnya begitu :p.

Jadi gini, gini, kalau punya GoPro pun tapi kita hanya mengandalkan stik biasa untuk dudukan GoPro dan merekamnya sambil bergerak (misalnya sambil jalan), posisi GoPro nya kan goyang-goyang terus, ya. Jadi hasilnya kayak berguncang-guncang gitu. Walau pun konon katanya kalau yang kualitasnya di bawah GoPro, guncangannya lebih terasa di hasil video.

Nah, kalau pakai handheld Gimbal tadi, GoPronya tetap di sumbu yang sama walaupun kita berjalan ke sana kemari. Posisi GoPro memang dinamis gitu. Misalnya tangan kita dari vertikal ke horisontal, Gimbal akan otomatis menyeimbangkan posisi si GoPro nya.

Jadi gak usah pusing-pusing mikirin posisi kamera/GoPro. Kita bisa leluasa mengarahkan si handheld GoPro ini, kiri kanan, atas bawah dan sebagainya. Tapi ada batas tertentu guncangan maksimal yang bisa distabilkan oleh handheld Gimbal ini.

Ya kalau kita cuma vlogger hura-hura yang kegiatannya tidak ekstrim ya okelah ya hihihi. Paling kan cuma jalan-jalan syantik sambil shoot kiri kanan dan seterusnya :p.

Satu lagi nih contoh video pasca pakai GoPro + handheld Gimbal nan hits itu :D.

Harga handheld Gimbal model di atas itu memang tidak murah, sih. Harganya melebihi setengah harga GoPronya sendiri hehehe. Saya pakai GoPro Hero4. Harganya sekitar 360 USD, Gimbal-nya 250 USD eh apa 200 ya, lupa :D.

Belinya nitip suami pas assignment ke Texas tempo hari. Konon, barang-barang elektronik di sana lebih murah daripada di Eropa sini. Beli sekitar bulan Juni 216 kemarin.

Kalau memang serius mau bikin video-video dengan kualitas yang lebih bagus anggap saja investasi ya :). Makanya kalau sudah beli, jangan malaaasss ngedit videonya –> pecut diri sendiri! #cambukDulu :p.

Kurang tahu juga sih ada perkembangan apa setelah GoPro Hero5 keluar. Jangan-jangan sudah dilengkapi dengan gimbal ya. Bentuknya sudah lebih canggih lagi hehehe.

Semoga informasinya bermanfaat ya ^_^.

Alasan aja sih nulis ini, sebenarnya memang mau nyari trepik buat vlog-vlog akyuh yang viewnya masih memprihatinkan itu hahahahaha :p.

Yaelaaaaa, belum juga sebulan berikrar menjadi vlogger, sudah haus view begini hahahaha. Videonya saja belum ada 10 yang baru :p.

Beklah, beklah, tetap cemunguuuuddd eaaaaaaa ^_^.

 

Gopro Studio Windows : Tutorial Dasar Membuat dan Mengedit Video

Gopro Studio Windows sudah ke-instal sejak kapan tauk di laptop hehehe.  Ini suami yang suka oprek-oprek karena dese yang punya GoPro nya. Belakangan GoPro nya diakuisisi oleh … saya! :D.

Gimana resolusi vloggernyaaaa? Masih semangat dong ya, ya, ya. Hihihi. Masih doooooong :D. Nih, hasil karya terbaru tadi :p.

Tentunya, salah satu “senjata utama” vlogger itu ya skill ngedit video, ya :D. Samalah dengan blogger yang sebaiknya punya skill mengedit tulisan hehe.

Tutorial dasar Aplikasi GoPro Studio Windows mirip kok dengan Windows Movie Maker. Kalau sudah terbiasa dengan Movie Maker ya harusnya cepet bisa bisa menggunakan GoPro Studio Windows (y).

GoPro Studio Windows bisa didownload gratis walau tidak punya GoPro nya lho hehehe. Kelebihan GoPro Studio ya lebih dinamis saja dan mengeditnya bisa lebih detail, termasuk mengedit saturasi/kontras/ketajaman gambar dalam video. Lebih komplit.

Pada dasarnya ada 3 tahap dalam pembuatan/pengeditan video dalam aplikasi GoPro Studio Windows :

Step 1 : View and Trim

Model tampilan layarnya seperti ini :

gopro studio windows

Nah, silakan klik sebelah kiri atas, tulisan latar biru itu tuh, “Import New Files”. Masukkan potongan klip/video yang ingin diedit dan digabungkan menjadi satu video.

import-file

Pindahkan semua klip untuk dikonversi. Klik per klip lalu klik tombol “Add Clip to Conversion List”, tulisan latar biru sebelah kanan bawah agak tengah tuh. Klip-klip tersebut akan muncul di sebelah kanan pada daftar “Conversion List” :

gopro studio windows

Setelah itu, klik button layar biru kanan bawah “Convert all”. Btw, “Convert all” ini bisa dilakukan per klip atau beberapa klip atau langsung all klip. Jangan khawatir, kalau sudah dikonversi ada status “Complete” di tiap klipnya. Kalau belum statusnya “Waiting”.

Jadi saat “Convert all” diklik, sistem hanya akan memproses file/klip dengan status “Waiting” saja.

Setelah proses konversi selesai, button biru tadi akan berubah menjadi “Proceed to Step 2”

gopro studio windows

Untuk proses trim-nya kayaknya hanya bisa digunakan untuk file-file tertentu. Tergantung ekstensi filenya sepertinya. Soalnya saya nyobain pakai file dari GoPro, bisa ditrim di proses ini. Tapi kalau pakai file lain yang non GoPro, buttonnya disable. File dari GoPro apa bukan mp4 ya? Belum sempat ngecek hehehe.

Jangan khawatir proses pemotongan klip segala macam bisa dilakukan di proses ke-2.

Step 2 : Edit

Ini tampilan awal screen di Tahap EDIT. Setelah sukses di-konversi di tahap 1 tadi, daftar file/klip otomatis muncul di daftar sebelah kiri seperti di contoh di bawah ini :

gopro studio windows

Untuk template video pilih blank saja, ya. Kecuali memang ada contoh template dari GoPro Studio Windows yang cocok untuk video kita ^_^. Sayang nih, templatenya masih dikit banget.

Ada 3 hal yang bisa kita insert ke dalam video kita nanti (perhatikan bagian bawah tengah) :

a. di bagian “Drag VideoHere” kita bisa masukkan potongan klip/file videonya,

b. di bagian “Drag Title Here” title,

c. di bagian “Drag Audio Here” kita masukkan file audio/suara.

Title dan suara masing-masing ada 2 slot. Jadinya nanti kita bisa nambahin background sound plus background suara macam contoh di video saya di awal itu tuh. Berasa presenter gitu deh hahaha :p.

Karena ini tutorial dasar, yang lebih detail kita bahas belakangan, ya. Di tulisan-tulisan terpisah. Nanti kalau sudah ada, saya sambungin linknya ke sini. Kalau semuanya kelar sekarang, enggak jadi-jadi entar postingannya hahaha.

Tiap klip bisa kita drag and drop ke bagian tengah itu. As simple as that. Urutannya bisa dibalik-balik. Klip juga bisa dipotong-potong atau diambil bagian yang perlu saja. Jadi tutorial terpisah juga, ya.

Tiap klip juga punya setting sendiri-sendiri yang bisa kita kontrol/edit : framingnya, warnanya, audionya … seperti di gambar di bawah ini :

gopro studio windows

Btw, dari step 2 EDIT ini kita juga bisa menambahkan media tanpa perlu melalui proses step 1, asalkan ekstensi filenya cocok, ya. File mp4 enggak bisa harus dikonversi dulu ke .avi.

Tapi kalau punya file/klip dot avi bisa ditambahkan ke list di step EDIT ini melalui tombol sebelah kiri atas itu tuh yang tulisannya, “MEDIA”. Nah dari tombol ini juga kita tambahkan file audio. Untuk kemudian di drag and drop ke bagian tengah tadi di slot yang bersesuaian.

Nah, setelah klip-klip sudah kita edit sesuai keinginan, file-file audio sudah dimasukkan, juga file TITLE (kalau ada). Saat lanjut ke step 3.

Kira-kira tampilannya seperti di bawah ini, saya ambilkan salah satu contoh dari video project yang sudah saya buat :

gopro studio windows

Step 3 : Export

Ini step paling gampang hehehe. Setelah editing segala macam selesai klik tombol “Step 3 Export” di bagian tengah atas itu. Nanti akan keluar semacam pop up seperti gambar di bawah ini :
GoPro Studio Windows

 

Di daftar pilihan sebelah  kiri, sayas elalu pilih “Youtube”, maksudnya hasil videonya nanti sesuai kompatibilitas di Youtube soalnya memang mau diupload ke sana semua hehehe :p.

Pilihan lain juga ada, silakan dibaca daftarnyadi gambar di atas ya ;).

Setelah itu tinggal klik tombol “Export” di bagian bawah itu. Silakan di-cancel (klik tombol cancel) kalau masih ada yang dirasa kurang :D.

Yak gitu kira-kira tutorial dasar aplikasi GoPro Studio ini. More tutorials are coming later ;). Kan step by step ya. Soalnya eike pan juga baru belajar hehehehe.

Monggo ya ditengok-tengok juga channel youtube saya :D. Subscribe lah kalau berkenan hehehe :D.