[Cerbung] Temanku Cina (Tamat)

Bagian sebelumnya dibaca juga, ya, buat yang belum hehehe. Yaiyalah, namanya juga cerbung :P.

Tentang Dia (Bagian 5 – Tamat)

Oleh : Jihan Davincka

***

Gambar : oldeglory.co.uk
Gambar : oldeglory.co.uk

Seminggu ini, aku tidak boleh berkeliaran di luar rumah kecuali saat sekolah. Bapak yang mengantarku. Setengah jam sebelum lonceng berbunyi, Bapak sudah menanti di pintu gerbang.

Bapak sengaja berputar melewati jalan lain agar kami tak melewati rumah di ujung jalan itu. Aku tak berani meminta. Biarkan saja. Aku akan kesana malam-malam.

Setelah dua minggu berlaku, barulah aku berani keluar rumah. Tapi malam-malam. Biarpun takut setengah mati, mulutku tak berhenti komat-kamit baca doa dan berjalan ke ujung jalan. Aku kaget kayu ukiran di atas terasnya sudah roboh. Tak ada cahaya lampu. Aku jadi gelisah. read more

Dua Sisi Mata Uang, Arung Palakka

by : Jihan Davincka

***

Berbeda dengan puja puji yang dilimpahkan kepada ‘musuh’nya Sultan Hasanuddin, nama Arung Palakka tercatat sebagai salah satu ‘penghianat bangsa’ dalam buku-buku sejarah yang pernah saya pelajari waktu masih SD.

Kontras dengan buku-buku sejarah yang pernah saya pelajari waktu masih di bangku sekolah, sebuah patung besar berdiri gagah di sebuah Taman Bunga yang dibangun untuk mengenangnya di tengah kota Watampone. Watampone terletak di kabupaten Bone, daerah asal Arung Palakka. read more

[Cerbung] Temanku Cina (Bagian 4)

Tentang Dia (bagian 4)

Oleh : Jihan Davincka

(Bagian sebelumnya cek ke sini, aja :D). 

***

Aku ke dapur. Ibu langsung menengok ke arahku begitu aku masuk. “Makanlah. Bapak sudah makan tadi.”

Aku duduk di meja makan. Makan dengan patuh tapi mataku mengawasi gerak-gerik Ibu. Akhirnya aku tak tahan lagi.

“Ibu, ada apa tadi? Pak Haji kenapa? Ribut-ribut apa di luar?”

Ibu, yang nampaknya sedang memotong-motong sesuatu kembali menoleh ke arahku. Dia seperti berpikir sebentar tapi dia tidak jadi bersuara. Dengan acuh, dia kembali berkutat dengan pekerjaannya. read more

What’s Your Dream Job?

Ini sebenarnya mau curhat soal profesi suami yang ternyata sangat tidak tenar itu hehehe.

Waktu masih bekerja dan belum punya anak, saya pernah janjian makan malam bersama teman lama saya yang kebetulan lagi melanjutkan sekolah di Jakarta. Dia, bersama suaminya, sama-sama lulusan kedokteran umum dari perguruan tinggi negeri tempat kami berasal. Dokter, cyin.

Sepasang suami istri yang sama-sama lagi ambil spesialis.

Mereka berdua jelas bukan tipe ‘Keluarga Gober’ . Karena saya sebagai pihak pengundang jadi kudu memuliakan tamu dong, ya. Setahu saya, teman ini suka sekali masakan Jepang. Tadinya mau saya ajak ke Hoka-hoka Bento ahahahahaha. Kalau hokben mah ane favorit banget. read more

[Cerbung] Temanku Cina (3)

Tentang Dia (bagian 3)

Bagian 1 cek dimari. Bagian 2 ada di sindang :D.

Gambar : pinterest.com

Oleh  : JIhan Davincka

***

Dua minggu berlalu. Aku masih belum mau ke ujung jalan itu. Aku memang sering marah dengan ucapan-ucapannya. Tapi kali ini, aku benar-benar kesal.

Dalam kamarku, aku sedang menghitung-hitung uang hasil berjualan bahan kerudung. Seharusnya hari itu aku menyerahkannya pada anak Cina itu. Tapi, siapa suruh dia bilang Nora lebih cantik dariku.

Sejak aku berkerudung, dia terus-terusan menawariku berbagai jenis kain untuk bahan kerudung. Bahkan akhirnya berhasil memaksaku untuk menjualnya ke teman-temanku yang lain. Tadinya aku canggung mau menjualnya kemana-mana. Setelah dicoba, teman-temanku malah banyak yang suka. read more