Kurikulum Sekolah Anak di Irlandia

Masa sekolah untuk tahun ajaran ini akhirnya selesai sudah. Kemarin hari terakhir anak sulung saya masuk sekolah :D. Liburan musim panas ketok palu juga. Kalau yang kecil, jumat minggu lalu hari terakhir masuk pre-school.

Sekolahnya masih lama sudah merengek minta dibeliin seragam yang sama kayak abangnya :D. Finally, “big boy” juga ya Nak hihihihi :p. Pengin teriak “Yes, freedoooommmmm!” Tapi pan ini perut buncit isinya juga bentar lagi keluar. “Freedom”nya ditunda dulu hahaha.

Anak sulung saya bersekolah di sekolah Katolik. Umumnya sekolah negeri di Irlandia memang sekolah Katolik. Di sini, umur 4 tahun sudah boleh masuk TK. Aturannya mirip UK. Agak beda dengan mayoritas negara-negara di Eropa daratan. Misalnya di Swiss kemarin katanya 5 tahun baru boleh masuk TK. SD-nya 7 tahun.

Gambar : athlonetidytowns.ie
Gambar : athlonetidytowns.ie

Beda lainnya, di Eropa daratan, anak TK belum diajarkan membaca dan menulis. Di Irlandia, sejak 4 tahun itu sudah diajarkan membaca menulis dan berhitung ^_^. Tapi ingat, ketiga kemampuan ini dianggap sebagai keterampilan dasar biasa bukan ajang pamer-pamer nilai rapor hahahaha. Dimari enggak ada award-award an atau rengking-rengking an :D.

Umumnya, begitu masuk SD, ya sudah lancar membaca, menulis dan berhitung sederhana ^_^. Seneng deh. Bisa semua-muanya enggak pakai stres dan dipaksa-paksa :p. Saya pribadi lebih suka dengan kurikulum model begini. Tak terlalu suka kalau anak-anak dibesarkan “terlalu santai” ;).

Dunia dan masa depan yang akan mereka hadapi kan tidak seindah di buku-buku cerita atau di buku-buku parenting hahahaha. Kalian boleh beda ^_^. Monggo saja. Cerita selengkapnya di sini ya.

Bagaimana dengan pelajaran agama? Terus terang dari awal saya tidak risau. Saya sudah kenyang bertemu teman-teman sekolah dulu yang alumni sekolah Katolik ^_^. Saya sudah tahu, umumnya sekolah Katolik itu pelajaran agamanya lebih universal :). Pendidikan moral diutamakan.

Mereka punya ritual misa. Tak ada paksaan sama sekali ^_^. Setiap ada misa, sekolah akan mengirimkan surat ke orang tua mengabarkan bahwa anak-anak non Katolik tidak perlu ke sekolah lebih awal. Mereka misa biasanya pagi-pagi. Jadi yang non Katolik ke sekolahnya ya pasca acara Misa ke katedral usai.

Saya enggak beliin buku agamanya sih :p. Itu pun kalau pelajaran agama anak-anak non Katolik tidak wajib mengikuti. Mereka diberi kegiatan lain. Tapi biasanya karena tetap dalam kelas, anak saya jadi ikutan mendengar kadang-kadang. Jangan khawatir sama nilai rapor. Sudah saya bilang, di sini enggak ada rengking-rengkingan! :D.

Di sini juga ada masjid, sih. Di rumah saya ajarkan mengaji. Saya enggak pakai guru mengaji, saya ajarkan sendiri *benerinKerudung* :p. Sekalian emaknya juga belajar mengulang-ulang pelajaran tajwid dan lain-lain hehe. Kalau lagi enggak sekolah, dia ikut bapaknya Salat Jumat di masjid ^_^.

athlone bridge

Kalau kisah-kisah Nabi juga no issue. Di sekolah juga diajarkan. Tempo hari liburan ke London saya masuk ke National Gallery di Travalgar Square. Di sana mayoritas lukisan menggambarkan kisah nabi dalam alkitab. Makin tahu juga, mayoritas kisah nabi-nabi antara Nasrani dan Muslim itu mirip. Hanya beda di nabi pertaman dan 2 Nabi terakhir saja :p.

Suami saya mengantuk dalam museum itu hahaha. Dia memang lebih sering baca buku-buku tentang Prophet dalam bahasa Inggris ketimbang saya :p. Saya lebih senang melihat dalam bentuk lukisan dan sedikit deskripsi. Saya kadang masih bingung soal penamaan Nabi dalam bahasa Inggris. Suami saya hafal semua :D. Hayooo…Nabi Idris itu apa “nama bule”nya? :p.

National Gallery - London (foto : scotsman.com)
National Gallery – London (foto : scotsman.com)

Soal Nabi Isa atau Yesus sudah kami terangkan kepada si sulung ini :). Soal perbedaan status antara Yesus dalam agama Nasrani vs Islam. Tapi saya selalu tekankan untuk tidak membesar-besarkan masalah ini di depan teman-teman Nasraninya ;). Menyakiti orang lain dan menyerang kepercayaan mereka juga dosa, begitu kata saya kepadanya.

Soal Nabi Muhammad sering diajarkan di rumah. Enaknya sekarang sudah ada youtube. Pakai media video kan lebih enak ya ngajarin gini-ginian. Jadi, untuk apa sih internet cepat itu? #eaaaaaa :p.

Soal salat ya enggak perlu pusing. Saban hari dia melihat saya dan bapaknya salat depan dia :D.

Saya lebih sering menerangkan arti surah dan menghubungkan dengan sifat-sifat yang harusnya dimiliki oleh seorang manusia. Yang mudah dipahami anak kecil lah ya. Misalnya kenapa sih kita perlu hidup sederhana di setiap kesempatan. Penting nih kalau dia rewel minta mainan atau ini itu hahahaha :p. Kenapa harus rajin makan sayur juga hihihi, gak boleh terlalu banyak makan permen, ya karena harus menjaga kesehatan, tanda bersyukur kepada Tuhan. Gitu-gitu aja lah dulu.

Guru di sekolah mengajarkan, “Only persons who believe in God and do the good things in most of his-lifetime is going to paradise.”

Surga adalah tempat bagi mereka yang beriman dan beramal saleh. Cucok bukan? ;).

Anak saya cerita kata gurunya, kita tidak boleh mengolok-ngolok teman atau perbuatan buruk lainnya karena kita juga enggak suka digituin. Makanya, jangan lakukan hal yang sama kepada orang lain. Bukan main! Itu prinsip dasar COMPASSION, yang konon merupakan napas dakwah utama dari Rasulullah SAW. Iki piye, malah diajarkan sejak kecil di sekolah Katolik hehehe.

Sekolah Katolik umumnya memang tidak mengajarkan soal “yang masuk surga cuma orang Katolik doang, sisanya masuk neraka” hahahaha. Macam masa kecil kita dulu di sekolah hihihi. Hal-hal gituan tidak diajarkan secara formal di sekolah ;).

Pelajaran agama di sekolah mereka sifatnya lebih universal dan selalu menempatkan berbuat baik kepada SESAMA MANUSIA di posisi teratas. Syaratnya ya manusia saja, tidak pakai embel-embel, agama-warna kulit-ras dan semacamnya.

Melengkapi pelajaran moral di sekolah, tinggal kami sebagai orang tua muslim menambahkannya dengan mengajarkan masalah ritual Islam (yang sifatnya lebih individu) di rumah ^_^. Termasuk makanan halal.

halal sign

Sempat saya bingung karena sekolah anak saya memang salah satu sekolah terbesar di sini. Muridnya banyak jadi subsidi pemerintahnya gede hehe. Jadi, sekolah menyalurkan sebagian dana untuk memberikan makanan kepada anak-anak hampir setiap hari. Entah sarapan entah makan siang. Pening, dah. Sekolah lainnya soalnya enggak gini.

Seringnya mereka ngasih roti isi macam-macam atau buah-buahan. Alhamdulillah, kepala sekolah sangat membuka diri terhadap hal-hal sensitif seperti ini. Meski agak sulit juga karena ada juga keluarga muslim yang memberi syarat, “Yang penting bukan daging babi.”

Ini yang tadinya bikin kepsek bingung hehehe. Umumnya kan mereka tahunya juga gitu, asal bukan babi. Mau menerangkan juga ribet, ya, kalau definisi makanan halal sebenarnya bukan “yang penting bukan daging babi” saja huhuhu.

Solusinya, tiap awal tahun ajaran, tiap orang tua diperkenankan membuat surat pernyataan kepada guru masing-masing makanan apa saja yang boleh diberikan kepada si anak. Lega, deh, hehehe.

Saya ngambil ngampangnya saja, pilih opsi Vegetarian. Jangan salah, orang India pun banyak yang tidak makan daging dan vegetarian sejati lho hehehehe. Untunglah sekolah tidak egois dan memperhatikan betul hal-hal prinsipil seperti ini. Kami kan minoritas banget di sini. Apalagi muslim. Tapi kepseknya tuh ya, serius banget lho menanggapi keluhan kami ^_^.

Sekolah anak saya juga memanfaatkan sebagian dana untuk kegiatan para orang tua murid ^_^. Merangkai bunga, kursus bahasa Inggris, kursus bahasa Irlandia, pengetahuan makanan bergizi, acara masak-masak (ini semua gratis, tis, tis), bahkan pelajaran berenang buat para ibu-ibu yang mematok tarif sangat murah ^_^. Enggak sekalian kursus menyetir nih, Bu Kepsek? hahaha.

Seminar-seminar parenting juga sering. Mengundang para pakar segala, lho, untuk berbicara atau sharing depan para emak-emak ^_^. Pemerintah sini memang punya dana lumayan untuk urusan perkembangan anak ;). Tapi tidak semua sekolah di sini punya kegiatan model begini. Seperti saya bilang tadi, sekolah anak saya karena tergolong besar jadi dapat limpahan subsidinya juga besar :D.

Serba dimudahkan alhamdulillah ^_^. OIya, boleh lho pakai jilbab ke sekolah. Ada anak perempuan kelas 6 di sini yang pakai jilbab. Orang Afrika. Saya pernah minta izin ingin mengambil fotonya tapi dese keberatan hehehe. Dia bingung kali, ni kenapa ada mamak-mamak enggak dikenal mau motret-motret gue hahaha.

Athlone Ireland
Where we live!

Soal GRATISnya ya standar lah ya. Di banyak negara di belahan Eropa juga gitu. Sekolah ya gratis ;). Buat siapa saja. Tidak ada istilah “sekolah anak orang kaya” atau “sekolah orang miskin” hahaha. Lah ya di sini juga enggak jelas mana orang kaya mana orang miskin toh ya ;).

Anyway, congrats ya Abang, September nanti insya Allah masuk grade 2. Si nomor 2 juga bakal masuk Junior Infant (TK A atau TK nol kecil). Sementara Mama, insya Allah harus kembali berkutat dengan stroller hahaha :p. Semoga lancar semuanya. Aamiin.

Terima kasih para guru yang sudah membimbing para bujang kecil saya di sekolah ^_^.

Buat guru-guru di preschool, as they said “It takes a big heart to help shape little minds”, thanks for everything ^_^.

Buat ibu-ibu guru di 1st grade si sulung, “A teacher affects eternity: she can never know where her influence stops.” -Henry Brooks Adams-

Thank you, Ibu-ibu Guru ^_^ …so very much ;).

Welcome, Summer Holiday! See U again in September, School!

Gambar : coolimages4free.com
Gambar : coolimages4free.com

***

Bersenang-senang di Irlandia

(dimuat di Majalah Parenting Indonesia, edisi Februari 2014). Tema tulisannya liburan anak di Irlandia.

Bersenang-senang di Irlandia

Oleh Jihan Davincka

Ternyata, negara yang lahan hijaunya banyak ini seru juga dijelajahi oleh keluarga. Ada apa saja, sih?

Ring of Kerry Ireland by Dani Rosyadi
Irlandia, pic by : Dani Rosyadi

Republik Irlandia menguasai bagian selatan dari Pulau Irlandia. Jangan salah, tidak semua daratan pulau ini berada di bawah kedaulatan Republik Irlandia, lho. Irlandia Utara justru merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Inggris Raya.

Dan, tak hanya ibukota Dublin yang bisa dijadikan tujuan utama para turis asing. Wilayah di kota-kota kecil dan pedesaan Irlandia juga banyak menarik perhatian. Ya, lahan hijau negara ini banyak digunakan penduduk untuk pertanian dan peternakan. Selain itu, dataran Irlandia juga bertabur danau dan sungai-sungai.

Wilayah daratan tengah Irlandia, dikenal sebagai midland region, punya banyak kota-kota seru untuk disinggahi. Misalnya, Athlone, kota terbesar di midland, yang dilewati oleh sungai terpanjang di Irlandia, yakni Sungai Shannon.

Saat menjelajahi midland Irlandia ini, sebagian besar kiri dan kanan jalan disuguhi oleh pemandangan cantik khas pedalaman Eropa. Padang rumput warna warni lengkap dengan peternakan sapi dan dombanya. Asyik sekali, ya? Sesekali diselingi bangunan-bangunan, berupa rumah kecil bercerobong asap yang dicat warna-warna pastel yang cerah. Kebayang, kan, betapa indahnya. Yang pasti, banyak tempat-tempat seru yang bisa dikunjungi bersama anak-anak.

Glendeer Pet Farm 

Lokasi: Athlone, Co.Westmeath

No. Telp./Website: +353 (0)90 6437147 / www.glendeerpetfarm.ie

Jam Buka: Di hari Senin hingga Sabtu, peternakan dibuka untuk umum dari pukul 11 siang hingga pukul 6 sore.Di hari Minggu, dibuka dari pukul 12 siang hingga pukul 6 sore.

Harga Tiket: 8 euro per orang, termasuk dewasa dan anak-anak. Note: 1 euro = Rp16.500. Anak-anak di bawah usia 18 bulan tidak perlu membayar.

Glendeer lihat llama

Berkendara dengan mobil selama 15 menit dari jantung kota Athlone, tibalah kami di Glendeer Pet Farm. Peternakan ini khusus dibuka untuk umum. Biasanya, menjadi langganan wajib untuk kegiatan study tour bagi siswa-siswi sekolah dasar di sekitar wilayah Midland.

Begitu turun dari mobil, anak-anak, Nabil (5) dan Narda (2), sudah menghambur turun, tidak sabar ingin masuk ke dalam. Padahal, kami sengaja tidak memberitahu mereka kalau akan membawa mereka ke peternakan. Tapi, dari luar sudah banyak gambar-gambar hewan khas peternakan yang dipasang memenuhi dinding bangunan untuk mengucapkan “Selamat Datang”. Bahkan, sebuah replika sapi seukuran seekor sapi besar di pojok pekarangan sempat membuat si sulung grogi. Setelah ditunggu beberapa lama, patung tersebut tidak bergerak. Barulah dia sadar kalau itu cuma patung. Hahaha… Replika sapi ini benar-benar mirip, lho, dengan aslinya.

Pintu utama akan langsung membawa kami masuk ke dalam kafetaria. Ternyata, loket ada di kasir kafe tersebut. Setelah membayar, anak-anak dibekali 2 kantong kertas yang berisi makanan burung. “You can feed them inside using your own hands,” kata kasir sambil mengedipkan matanya pada anak-anak.

Deretan burung dalam kandang di sisi kiri dan kawanan anak-anak sapi, domba, dan kambing di sebelah kanan adalah pemandangan pertama yang ditemui saat memasuki areal peternakan. Burung unta langsung menarik perhatian si kecil. Burung besar yang tidak bisa terbang ini sepertinya sudah hafal, bila melihat pengunjung datang. Ya, artinya … saatnya makan! Ukurannya yang besar dengan paruh yang tidak kecil membuat anak-anak saya malah enggan mendekat.

“It’s too big…” Kata Nabil.

Narda ikut berceloteh, “Big, big biiiid…” Maksudnya, big bird.

Suami saya (Dani) akhirnya maju dan memberi makan si burung unta yang sedari tadi berusaha menarik perhatian kami dengan suaranya yang berisik.

glen dikejar anak domba

Tak lama kemudian, anak-anak sudah berlarian menuju pagar pembatas kandang sapi, domba, dan kambing. Seekor domba kecil berhasil menyusupkan badannya ke luar kandang dan mengejar-ngejar si bungsu. Si kecil tadinya senang dan berusaha melemparkan makanan ke arahnya.Tapi, begitu ia mulai bosan, si domba kecil terus saja mengikutinya. Lama-lama Narda jadi takut dan menjerit-jerit.

“Go, go, waway…” Maksudnya, go away.

Untunglah, di hadapan kami sudah terbentang padang rumput. Beberapa ekor Llama nampak berkeliaran di sana. Beberapa di antaranya malah duduk bermalas-malasan. Anak-anak langsung lupa, deh, dengan hebohnya dikejar-kejar anak domba yang minta makan. Sayangnya, Llama seperti ogah-ogahan berinteraksi dengan anak-anak, sehingga kami lebih tertarik pada bangunan kayu besar di samping padang tersebut. Ternyata, sebuah kandang tertutup.

Di sisi kiri pintu masuk, ruang pertama yang kami temui disekat-sekat menjadi kandang kecil-kecil tanpa atap. Hanya ada pagar kayu pembatas agar pengunjung tidak mendekat terlalu jauh. Ada bayi-bayi sapi di kandang pertama. Lalu, berturut-turut ada babi-babi  kecil yang sedang menyusu pada induknya yang sepertinya sedang tertidur. Anak-anak anjing nampak dikerubutin pengunjung lain. Malah seorang anak perempuan masuk ke sana dan bermain bersama seekor anjing kecil.

Nabil ikut menonton dari pinggir kandang sambil melambai-lambaikan tangannya, “Hai, Puppy.”

Ternyata, bangunan tersebut memiliki 2 ruangan. Sebuah pintu memperlihatkan isi ruangan satunya. Wah, sebuah playground dalam ruangan. Perosotannya tinggi dan melingkar. Di sana juga ada kotak pasir yang ukurannya cukup untuk memuat belasan anak yang ingin bermain pasir. Beberapa peralatan disediakan, seperti sekop, gerobak kecil, ember-ember dsb. Sampai butuh waktu cukup lama untuk membujuk anak-anak meninggalkan arena bermain tersebut. Bukan apa-apa. Masih banyak areal peternakan yang belum kami datangi.

glendeer kandang tutup

Akhirnya, kami berjalan ke tempat para bebek dan angsa. Mereka dikumpulkan dalam sebuah kandang khusus yang diberi pagar yang tidak terlalu tinggi. Melalui pagar itulah, anak-anak sibuk melemparkan makanan ke dalam. Ribut betul para bebek ‘berteriak’ yang membuat anak-anak malah senang dan makin bersemangat memberi makan. Di depan kandang bebek yang bentuknya memanjang tadi, kembali sebuah padang rumput terbentang luas. Bedanya, yang ini jauh lebih luas daripada yang tadi. Kawanan sapi dewasa dan kuda-kuda nampak merumput di sana. Di ujung areal peternakan, ada kandang ayam. Dua bungkus biji-bijian yang tadi diberikan petugas di kasir sudah habis. Jadi, kami tak berlama-lama bermain di kandang ayam. Melangkah lebih jauh, ada kandang kerbau dan sapi yang juga dipagari.

Walau disekat dalam pagar, Nabil agak enggan dekat-dekat. “They’re very big. They’ll chease us.”

Saya tertawa, “No, they won’t. Sapi sama kerbaunya lagi asyik makan rumput, tuh. Look, they’re not even look at you.”

Ternyata, ada fasilitas taman bermain di areal terbuka. Langsung, deh, anak-anak berlarian ke sana. Beberapa ekor Llama juga berkeliaran di taman bermain. Mulai dari perosotan, ayunan, sampai permainan semacam flying fox juga ada. Flying fox-nya tidak begitu tinggi, sehingga Narda berani meluncur sendiri tanpa dipegangi. Lagi-lagi butuh usaha ekstra untuk membawa mereka pergi dari taman bermain ini. Akhirnya, mungkin karena lapar juga, mereka mau diajak pergi. Kami pun kembali ke areal kafetaria dan menikmati makan siang yang sudah disiapkan dari rumah. Tempo hari, kami berbekal nasi, ayam goreng dan sayur capcay. Khas Indonesia sekali, ya.

Sebenarnya, kafetaria menyediakan aneka roti, muffin, dan kue-kue kecil lainnya. Ada pula kopi dan teh hangat. Roti dan muffin biasanya seharga 1-3 euro per buah. Sedangkan segelas kopi bisa dinikmati dengan harga 1.5 euro. Teh hangat lebih murah, 1 euro saja. Penganan khas di Irlandia mirip dengan negara-negara barat lainnya, aneka muffin yang ditemani dengan secangkir kopi atau teh. Kami membawa sendiri nasi dan lauk pauknya. Maklumlah, perut tanah air sudah terbiasa diisi nasi 3 kali sehari. Catatan: Untuk menjelajahi seluruh wilayah peternakan biasanya  butuh sekitar 3 – 4 jam.

Cantiknya Padang Rumput Clonmacnoise 

Lokasi: ShannonBridge, Co. Offaly

No. Telp./Website: https://www.heritageireland.ie/en/midlandseastcoast/clonmacnoise/

Jam Buka: 10.00-18.00

Harga Tiket: Gratis

clon reruntuhan

Clonmacnoise adalah salah satu situs monastik umat Katolik yang paling terkenal di Irlandia. Letaknya cukup dekat, sekitar 30 menit dari pusat kota Athlone dan di salah satu pesisir Sungai Shannon.

Setelah memasuki pintu utama di situs wisata ini, ada sebuah bangunan yang saya pikir hanya tempat resepsionis saja. Namanya ‘Visitor’s Center’. Ternyata, dalam bangunan tersebut, selain ada kafetaria, kamar kecil, dan juga ruang museum.

clon kuburan

Di sana, kami bisa mendapat banyak sekali keterangan mengenai Clonmacnoise. Tidak hanya tulisan, tapi dilengkapi berbagai miniatur tentang kegiatan dan bangunan masa lalu di kompleks biara tersebut. Benar-benar, jauh dari rasa bosan dalam menikmati sejarah tempat ini. Anak-anak juga patuh dan ikut memandangi properti dalam museum dengan seksama tanpa terlihat bosan.

“Take me higher, I wanna see, I wanna see…” Nabil sempat merengek minta digendong saat melihat salib batu berukuran besar di tengah-tengah ruangan.

museum dalam clonmacnoise

Narda juga sempat mengira patung-patung orang yang menggambarkan situasi biara di masa lalu itu benar-benar hidup. “Heyo, heyo…” (Helo, helo) Katanya sambil senyum-senyum di depan salah satu perangkat miniatur tadi.

Keluar dari museum, barulah terlihat bangunan-bangunan biara zaman dulu yang  hanya berupa puing-puing saja. Termasuk sebuah katedral yang sudah tidak menyisakan atap sama sekali. Di samping katedral yang dibangun di awal abad ke-10 tersebut, terdapat beberapa reruntuhan kuil-kuil yang ukurannya tidak terlalu besar. Konon, dulunya di sinilah dimakamkan Santa Ciaran, orang yang pertama kali menemukan dan  membangun kuil di wilayah Clonmacnoise ini.

Clon anak-anak

Selain reruntuhan kuil dan makam, pemandangan serba hijau yang berpadu dengan birunya air sungai Shannon adalah obyek utama dari tempat ini. Anak-anak sampai berguling-guling di atas padang rumputnya.

Saking lapangnya padang rumput di sana dan serunya bermain bersama adiknya, belum apa-apa Nabil sudah setengah mengancam, “I don’t wanna go home. We wanna play until looooong..”

Oh ya, situs ini bisa dinikmati dengan gratis.

Jangan Lupa Museum Barang Antik 

Lokasi: Curraghboy, Roscommon

No. Telp./Website: https://www.derrygladfolkmuseum.com/

Jam Buka: Senin-Sabtu, 10.00 – 18.00

Harga Tiket: 5 euro per orang. Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak perlu membayar.

Kalau mengunjungi midland, belum lengkap tanpa menyambangi museum antik yang satu ini. Namanya Derryglad Folk Museum. Museum ini sebenarnya berada di kota kecil yang bernama Curraghboy. Tapi jaraknya dekat sekali dari Athlone. Hanya sekitar 14 km, yang bila ditempuh dengan naik mobil sekitar 15 menit saja.

Museum ini menyimpan banyak sekali benda-benda kuno khas penduduk Irlandia yang berasal dari abad ke-18 hingga abad ke-20. Macam-macam barang yang ada di sana. Mulai dari kamera-kamera antik, alat-alat pertukangan dan pertanian, mesin cuci tempo dulu, keramik-keramik peralatan dapur hingga miniatur tempat-tempat umum Irlandia di masa lalu.

museum plang

Ada 2 bangunan utama di museum ini. Yang sebelah kiri dan berukuran lebih kecil namanya MacCormacs Photography Room. Isinya adalah peralatan-peralatan sebuah studio foto dari tahun 1948, sebelum era digital. Selain itu, terdapat juga peralatan mencuci cetak foto. Apa lagi? Ada foto-foto klasik dari orang-orang terkenal yang pernah datang ke Irlandia dan diabadikan di studio foto MacCormacs yang memang pernah berdiri di kota Athlone dari tahun 1948 hingga tahun 2002.

Ruangan kedua, arealnya lebih luas. Meja-meja besar ditata di tengah-tengah ruangan. Semuanya dijejali barang-barang. Keseluruhan dinding juga sarat dengan benda-benda kuno. Ada yang digantung, ada juga yang ditaruh di atas rak-rak yang menempel di tembok ruangan. Tembok dekat pintu penuh dengan keramik-keramik peralatan makan dan minum. Mulai dari teko-teko antik, gelas-gelas kaca yang berukir atau bergambar, gelas-gelas besi sampai piring-piring serta mangkok makan model klasik.

museum depan inside

Harus ekstra repot kalau membawa para balita ke sini. Mereka, sih, senang. Tapi rasa penasaran membuat mereka ingin menyentuh macam-macam barang.

“I like that red glass, Mommie. Can we have it?” Tangan Nabil berusaha menggapai-gapai di depan rak lemari yang dijejali aneka peralatan dapur yang sebagian besar tergolong pecah belah.

Saya paling tertarik dengan mesin cuci yang berasal dari abad ke-19. Di atasnya tertulis ’from 1870’. Katanya, mesin bekerja dengan cara memutar sebuah bulatan hitam di atas wadah kayu besar atau dengan memompa tuas yang juga terpasang di atasnya. Seru, kan? Ada rupa-rupa setrika uap, alat-alat pertukangan, berkebun dan pertanian di masa lalu yang juga melengkapi isi museum.

Melihat alat pertanian juga anak-anak heboh. Ada semacam alat untuk membajak yang mungkin bagi mereka terlihat seperti mobil-mobilan. Alat cangkul yang ukurannya besar disangka pedang, “Wow, a big sword,” gumam Nabil.

Di pojok belakang ruangan ada semacam tempat yang ditata seperti sebuah warung kecil. Di rak-raknya tersusun macam-macam benda dari masa lalu. Sebagian merek yang ada masih dijual hingga kini tapi dalam kemasan modern. Misalnya merek teh, biskuit, kopi, rokok, tepung dan botol-botol saos. (Mbak, ini maksudnya yang di museum enggak dijual. Kemasan moderennya dijual di toko-toko biasa hehe. Yang ada di museum yang kemasan jadulnya walaupun merek masih beredar hingga sekarang :D).

museum miniatur kelas

Tak ketinggalan hadirnya miniatur ruangan dan bangunan masyarakat Irlandia di abad-abad lalu. Ada miniatur sebuah ruangan kelas yang tak hanya menampilkan papan tulis kayu dan kursi-kursi kayu yang umum digunakan dulu, tapi juga dihuni patung anak laki-laki kecil bertopi dan seorang ibu guru yang duduk di depan kelas.

Di sini, Narda yang tadinya sudah mulai bosan, kembali bersemangat. Dia berlarian dalam miniature ruang kelas itu. Sembari mengajak patung anak laki-laki kecil yang dibuat seukuran badan Narda. Seperti biasa, dia tertawa dan menyapa, “Heyo, heyo, let’s peyyy…” (Helo, helo, let’s play)

Abangnya tidak mengerti kalau Narda belum bisa membedakan patung dan orang, setengah menghardik, “It’s just a statue. He can not talk!”

Splash!

Setiap ruas jalan di wilayah Republik Irlandia dilengkapi petunjuk-petunjuk jalan yang komplit, termasuk petunjuk tentang rute dan nama-nama tujuan wisata yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

museum toko antik

Bagaimana di Sana?

  • Di Athlone, banyak terdapat hotel-hotel berbintang seperti Sheraton dan Radisson. Radisson ini direkomendasikan karena letaknya yang tepat di salah satu pesisir Sungai Shannon. Pemandangan dari teras kamar yang menghadap ke sungai bagus sekali. Selain hotel, ada juga penginapan yang modelnya Bed & Breakfast (B&B). Baik hotel maupun B&B bisa dibooking melalui situs-situs online.

Sheraton Athlone à www.sheratonathlonehotel.com

Radisson Blu Athloneà www.radissonblu.ie/athlone

Rate per malam untuk kamar di Sheraton dan Radisson yang berukuran double berkisar antara 100-200 euro per malam. Kalau dibooking jauh-jauh hari, tarifnya bisa jauh lebih murah, lho.

Sedangkan B&B di Athlone bisa disambangi informasinya di www.booking.com, tarifnya lebih bersahabat di kantong. Berkisar 30-100 euro per malam.

  • Penerbangan dari tanah air ke Irlandia juga ada beberapa alternatif. Bisa melalui maskapai-maskapai Eropa atau melalui maskapai Timur Tengah, seperti Emirates dan Etihad. Harga tiket tergantung musim. Biasanya, di musim semi hingga musim panas (kira-kira Maret – September), harga tiket melambung tinggi.
  • Untuk memasuki wilayah Irlandia, diperlukan visa khusus. Walau termasuk anggota Uni Eropa, Irlandia tidak termasuk wilayah Schengen. Untuk pemegang paspor Indonesia, biaya pembuatan visa gratis. Cuma, bila diproses melalui tanah air, ada biaya tambahan, karena kedutaan Irlandia adanya di Singapura.
  • Di kota-kota yang tidak terlalu besar seperti Dublin, sebaiknya menyewa mobil sendiri. Bus angkutan umum cukup terbatas. Rental mobil mudah ditemukan di Kota Athlone. Harganya berkisar 10-30 euro per hari. Tergantung musim. Musim panas tentu akan lebih mahal daripada musim dingin misalnya. Salah satu situs penyewaan mobil bisa dilihat di sini ebookers.ie/Car‎
  • Rute jalan tidak sulit, kok. Papan penunjuk banyak dan memudahkan. Salah satu situs yang bisa membantu adalah athlone.ie/getting-here
  • Membeli makanan dan minuman di Kota Athlone juga tidak sulit. Gerai-gerai yang sudah umum dikenal di tanah air seperti Burger King dan McDonald serta KFC ada di kota ini. Harganya berkisar antara 1-10 euro per porsi, tergantung jenis makanannya. Makanan khas di sini tidak ada yang tergolong unik. Biasanya makanan utama mereka adalah aneka daging steak yang dinikmati dengan mash potatoes. Restoran halal juga ada, lho, di Kota Athlone. Misalnya rumah makan bernuansa Timur Tengah, Charcoal Grill, charcoalgrill.ie. Sajiannya sangat bervariasi. Menu-menu nasinya juga lengkap, lho. Andalannya apalagi kalau bukan aneka kebab. Harga menu berkisar 4-15 euro per porsi.
  • Situs resmi utk Irlandiaà https://www.discoverireland.ie/

Klik di sini infonya jika tertarik ingin menulis kisah jalan-jalan bersama keluarga ke Majalah Parenting Indonesia.

***

Hepi-hepi di Glendeer Pet Farm Irlandia

Waktu mudik liburan tahun 2012, anak-anak diajak ke Taman Safari ^_^. Nabil yang heboh sendiri. Narda belum terlalu tertarik. Malah bosan, kali. Soalnya lihatnya dari dalam mobil saja.

Giliran diajak ke Pet Farm pas liburan musim panas tahun ini, Narda yang lebih pecicilan :D. Nabil ini agak mirip mamanya, ya. Penakut boooo hahaha. Saya sempat takut-takut mau dekat-dekat dengan sekumpulan Llama yang lagi bermalas-malasan di atas rumput :P.

Ke mana kita di jalan-jalan Irlandia kali ini?

Glendeer depan

Namanya Glendeer Pet Farm. Cuma menyetir 15 menit dari apartemen. Tempo hari, kita nyewa mobil gitu pas akhir pekan. Libur panjang 3 hari. Salah satu harinya kita manfaatin ke Pet Farm ini, buat nyenengin para bocah :P.

Sayang nih tempatnya enggak gratis *bibiGoberModeOn* :P. Tiket masuknya sama, 8 euro baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Under 18 months are free ;).

Pintu masuk langsung menuju ke kafetaria. Beli karcis masuknya ya sekalian di kasirnya. Setelah membayar, anak-anak diberi dua kantong kertas berisi makanan (semacam biji-bijian) yang bisa diberikan langsung kepada hewan-hewan nanti.

Dari kafetaria, masuk pintu satu lagi menuju areal peternakan. Langsung ketemu kandang-kandang burung. Termasuk si Burung Unta yang langsung bikin anak-anak keder. Emaknya apalagi hahahaha *ngakakGrogi* :P.

Akhirnya suami saya yang memberi makan ke si Burung Unta yang kayaknya sejak kita masuk sudah harap-harap cemas di pinggiran pagar pembatas.

_MG_6258-3

Anak-anak lebih tertarik melihat anak-anak kambing dan domba di kandang seberangnya. Soalnya ukurannya mungil-mungil kali, ya hehe.

Seekor anak kambing menyelinap keluar kandang. Mungkin enggak sabar pengin ngemil. Soalnya dalam kandang banyak anak kambing/domba yang ukurannya lebih gede, jadi si doi kagak kebagian melulu hihihi.

Awalnya Narda hepi-hepi aja. Eh, si anak kambingnya ngintilin melulu. Narda jadi bete sendiri lama-lama :D.

Glendeer 1

Setelah melewati jajaran kandang-kandang tadi, ketemu padang rumput yang enggak terlalu luas. Nah, di sini para Llama yang duduk bergerombol. Seperti yang saya bilang tadi, saya mah takut, yak, jadi berdiri aja di pinggir-pinggir :P.

Narda yang langsung menghambur ke sana. Nabil, setelah memastikan Narda baik-baik saja, baru ikutan ke sana hahaha. Aduh, ini yang kakak yang mana sih? -_-

Terus, kita menuju kandang yang bentuknya indoor. Dalam ruangan tapi gede juga, lho. Ruangan pertama ada sekat-sekat yang isinya macam-macam hewan. Rata-rata bayi. Dari little piggies, anak ayam, sampai puppies ^_^.

Tapi anak-anak lebih senang ke ruangan satu lagi. Ada indoor playground. Setelah puas main perosotan gede, mereka main di kotak pasir. Kotak pasirnya seru juga. Lengkap pula mainannya.

Agak lama nih ngebujukin  mereka mau keluar dari sana.

Glendeer indoor

Keluar dari ruangan tadi, ketemu padang rumput yang lebih luas lagi. Di sisi kiri jalan setapak yang kami lewati, ada kandang bebek dan angsa. Ribut lagi, deh, Nabil-Narda ngasih makan ke mereka.

Berasa dikerubutin fans saban ngelewatin kandang-kandang hewan, ya hehe. Bebek-bebeknya berisik banget minta perhatian. Apalagi waktu dilemparin makanan.

Glendeer bebek

Pas mengitari padang rumput yang ada sapi-sapi besar, kerbau dan kuda-nya ini, anak-anak sudah keburu melihat outdoor playground di ujung jalan. Mereka sudah tidak peduli melihat hewan-hewan yang kami lewati. Sudah enggak sabar pengin ke taman bermain.

Sempat, sih, di kandang ayam, mereka heboh lagi. Soalnya ayam-ayamnya dilepas dan langsung mengerumuni kami begitu kami mendekat. “Feed us, feed us, feed us!” gitu kali ya maksud celotehannya hehehe.

Petualangan jalan-jalan Irlandia edisi ini pun berakhir di taman bermain terbuka yang lengkap dengan macam-macam permainan. Sudah capek juga. Sementara anak-anak malah berasa keisi lagi baterainya. Lari-larian ke sana kemari.

Agak grogi juga saya. Soalnya kawanan Llama juga berkeliaran ke dalam taman bermain *ngelapKeringat*. Penakutnya enggak nanggung-nanggung, euy hahaha.

Terus, ada semacam flying fox kecil-kecilan di salah satu sisi taman. Eh, namanya apa, sih? Bener gak, flying fox? 😛

Yang berani dan minta naik berulang kali malah Narda. Nabil, cukup nyobain sekali, kayaknya kapok hihihi. Mau naik lagi tapi minta dipegangin :P.

Beda sama bocah yang satu ini ^_^. Liatin, tuh, berani banget terjun sendiri. Dia malah ogah kalau dipegangin ;). Nyengirnya maksimal banget :D.

Glendeer NardaPas sudah kelihatan lapar dan bosan, kami kembali menggiring anak-anak ke kafetaria. Makan siang di sana. Tempatnya ada yang di luar. Karena bawa bekal sendiri :P, tengsin kalau makan di dalam. Kita pun memilih duduk di luar.

Kafetaria hanya menyediakan semacam sandwich dan aneka muffin. Mana kenyang la yaoww hehehe. Dengan pertimbangan yang ini juga, si mama rela, deh, sibuk bikin bekal saban kita jalan-jalan ke luar :). Kecuali ke Dublin yang jelas-jelas banyak rumah makan yang bisa kami jadikan pilihan untuk makan siang ;).

Sekian liputan jalan-jalan Irlandia kita kali ini. Jangan bosan dulu. Koleksi tempat lain yang sudah  kami datangi lengkap dengan foto-fotonya masih buanyaaaakkkk *ngakakButoIjo* 😀 😀 :D. See you from Glendeer Pet Farm Irlandia ^_^

***

#DearSon, Fly Abandonedly into The Sun

Nabil & Narda (in their baby pose :D)
Nabil & Narda (in their baby pose :D)

***

Memiliki anak laki-laki memang berbeda dengan anak perempuan. Kata ibu mertua, anak perempuan itu sedari kecil sudah bisa dimintai tolong. Misalnya punya adik, kakak perempuan sudah punya inisiatif mengambilkan diaper pengganti saat acara ganti popok. Kalau dibiarkan bermain berdua dengan adik laki-lakinya, naluri si kakak perempuan akan otomatis menjaga adiknya.

As for me, tidak masalah :D. Laki-laki, perempuan, sama saja. Melahirkan anak pertama dan kedua, sejak dalam kandungan, saya tidak pernah berharap jenis kelamin tertentu. Di USG pada trimester ke-2, baik kehamilan pertama dan kedua, saat dokter memberitahu jenis kelamin si janin, rasa bahagianya tetap maksimal ^_^.

Ada pun bila kedua bocah laki-laki saya ini menguras energi mamanya lebih banyak, tidak masalah juga. Panjang lebar tentang ini sudah pernah saya bahas di postingan yang ini, “Because One Day Mommy, I Won’t be This Small.”

Suami saya mengaku. Dia mengharap anak perempuan agar katanya kalau kami sudah tua nanti, ada yang menjaga. Hehehe. Kok sudah diniatin dari sekarang, sih, Bang? :P.

Tapi, alasan suami masuk akal juga. Saya langsung berkaca tidak sebatas kepada ‘rumit’nya hubungan saya dan ibu mertua saya, tapi terhadap hubungan antara mertua perempuan dan menantu perempuannya. Menyadari saya punya 2 anak laki-laki, seketika langsung terpikir, “Sooner or later, my time will come .”

Mama dan anak-anak

***

#DearSon, hamil kalian berdua sama-sama tidak mudah buat mama. Kecele dengan istilah ‘morning sickness’. Because in fact, rasa mual menyerang tidak hanya di pagi hari, tapi di sepanjang hari! Kompak sekali kalian :D. Membuat mama kewalahan dari minggu ke-5 hingga minggu ke-17. Belasan minggu yang penuh ‘warna’lah pokoknya.

Belum lagi ‘persaingan terselubung’ penuh ‘drama’ dengan sesama mama-bunda-ibu lainnya yang tanpa sadar terus berlangsung. Mulai dari masa menyusui (ASI vs sufor), masa MPASI (buatan atau alami), memilih diaper (disposable atau clodi ramah lingkungan yang harganya tidak ramah itu huhuhu :P), jadi SAHM atau WM, etc, etc, etc. Siapa bilang menjadi mama itu murni urusan pribadi, Nak? :P. Therefore, help your wife to get thru this someday, ya ;).

Lalu, ketika kalian masuk sekolah, profesi mama otomatis bertambah. Dari yang tadinya sebagai perawat dan koki, mama harus memainkan peran baru sebagai seorang guru. Aduh, mata pelajaran kalian lumayan berbeda dengan masa kecil mama dulu. Susah, euy. Bahkan kurikulum negeri bule sekarang pun bikin mama lagi-lagi kecele. Kata siapa kurikulum bule enggak seribet di tanah air? :D.

Lalu, kalian akan abege dan remaja, makin sibuklah mama jadi satpam. Hingga akhirnya, kalian akan dewasa kemudian … jatuh cinta kepada perempuan lain.

three

Lalu, kalian akan menikahi pujaan hati kalian dan mengayuh biduk kecil kalian, perlahan menjauhi kami, mama dan papa. Disitulah mungkin mama akan mempertaruhkan rasa keikhlasan mama. Karena mama juga manusia biasa dong, ah.

Masa iya, setelah susah payah merangkai kalian hingga suatu hari menjadi sehebat yang kalian bisa, mama bisa santai-santai saja ketika tiba saatnya harus berbagi cinta dengan perempuan lain. Apalagi jika ternyata, perempuan itu berbeda dengan yang mama harapkan.

Di titik inilah, mama akhirnya sadar, “Apa yang kau tanam itu yang kau tuai.” Mama seharusnya harus pandai-pandai mempersiapkan diri. Dimulai dengan, menjalin hubungan baik dengan oma kalian, mamanya papa :D. Mungkin semua kekhawatiran mama masih dalam angan-angan, sementara oma sudah harus berhadapan langsung dengan kenyataan itu .. sekarang.

***

#DearSon, mama juga ingin mempersiapkan yang lain. Dari sekarang, mama mati-matian menjaga kesehatan. Sejak awal tahun ini mama serius menjalani pola hidup sehat ala food combining. Tidak semata-mata karena mama ingin sekeren Angeline Jolie (hihihihi), tapi lebih ke alasan kesehatan. Mama ingin tetap bugar di masa tua nanti agar kalian tak perlu mengkhawatirkan mama :).

Foto TUM3

Maafkan mama juga ya, kalau suka kebablasan di depan laptop :P. Walau mama melepaskan karier di kantor tapi tidak ingin mengabaikan kebahagiaan mama sepenuhnya. Mama serius menjalani hobi menulis mama agar di masa tua nanti mama punya kesibukan. Untuk mencegah mama menghabiskan  hampir sepanjang waktu melirik layar ponsel berharap kalian menelepon mama. Dan kalau kalian tidak menelepon, mama takut mama akan berprasangka buruk pada istri kalian.

#DearSon, mama percaya, tak ada kebahagiaan yang bisa mama bagikan untuk kalian bila mama sendiri kesulitan berdamai dengan kebahagiaan mama sendiri. Tapi tenang, sekarang ini, kalian adalah prioritas mama. Tanya sama papa, deh ;). Sebesar apa pun cinta mama untuk kalian, mama minta sedikit pengertian bahwa mama ini tidak sempurna-sempurna amat. Sekali-sekali stres kalau mau ikut lomba blog atau menulis naskah pesanan. Hahaha.

_MG_2571

Biar kelak kalian bisa membanggakan mama di hadapan istri kalian, di depan cucu-cucu mama, “Eh, Nenek itu penulis ternama, lho. Keren ya Nenek. Udahlah langsing dan sehat, jago menulis pula.” Aduh, mama narsis sekali, ya hihihi.

#DearSon, walau sedari sekarang mama berusaha keras memupuk rasa ikhlas dan mempersiapkan diri jika saatnya kalian berlayar di dunia kalian masing-masing, sadarilah. Mungkin di saat itu, sekali-sekali mama akan cemburu atau iri. Sekali lagi, mama manusia biasa :).

But I’ll do my best ;). Untuk membiarkan kalian menjadi yang kalian mau, memilih jodoh yang kalian inginkan, mengikhlaskan apa pun jalan yang kalian pilih, semata-mata karena cinta. Yang konon katanya, “Cinta itu berarti sanggup melihat orang yang kita cintai bahagia walau kita tidak termasuk dalam kebahagiaan itu.”

Tapi mama yakiiiiiin sekali. Cinta kita, antara mama dan kalian, selamanya akan memiliki tempat khusus di hati kita masing-masing. Tempat yang tidak akan terganggu walau kita tak akan bersama dalam satu atap lagi. Suatu hari nanti.

negeri paman syam

#DearSon, pada akhirnya mama mengambil kesimpulan bahwa membesarkan kalian seperti merawat seekor kupu-kupu. Pas banget dengan lirik lagu Tante Mariah Carey yang satu ini,  “Butterfly” :).

Butuh energi lebih untuk membesarkan kalian dari seekor ulat hingga bersayap sempurna. Untuk akhirnya … terbang dan pergi melanglang buana. Itulah yang memang seharusnya kalian lakukan. Pergilah sejauh yang kalian bisa :). Mama sendiri sangat bahagia bisa mendapat kesempatan tinggal di berbagai tempat. My son, pengalaman adalah harta tak ternilai yang harus kalian perjuangkan hingga sejauh mana sayap kalian mampu menerbangkan kalian :).

Fly my son(s), fly away my butterflies, fly abandonedly into the sun :). Adapun mama akan tetap menjadi mama. Selamanya mencintai kalian, sebesar yang mama bisa :).

Now I understand to hold you

I must open up my hands

and watch you …

Spread your wings and prepare to fly

For you have become a butterfly

Fly abandonedly into the sun

(Butterfly, Mariah Carey)

[youtube=https://www.youtube.com/watch?v=xO0DoCqjdYM]

Proyek #DearSon ini digagas oleh para MakMin dari Kumpulan Emak-emak blogger, tempat kami para emak-emak yang jari-jarinya bawel ini bernaung hehehehe. Sistemnya semacam tongkat estafet.

Saya sendiri ditunjuk sebagai pemegang tongkat pertama langsung dari MakMinnya, Mak Indah. Setelah saya, tongkatnya saya lempar ke Mak yang satu ini nih yang bercerita tentang Mas I’am nya di sini :). Monggo dicek langsung ke TKP :D.

***

Narda 5 bulan : posisi siap merangkak :D

Aih, ini udah kelamaan jadi draft, mari dituntaskan ^_^

Lelaki kecilku tau-tau udah 5 bulan aja looohhh 😉 … aduh, makin kliatan kalo anaknya murah senyum dan amat sangat tabah. Tabah? iyaaaa, tau sendiri yah abangnya (si Abil) bener-bener hobinya colek si adek sana sini, diajakin berantem lah, makanya nih si adek kalo gw di dapur, gw dudukin di bouncer aja deket-deket emaknya :D. Aman tentram.

Terus udah mulai apa tuh ya namanya kalo posisi siap merangkak? ongkong-ongkong ya. Pantat nya maju mundur, kadang sih lututnya bisa geser dikit, dikiiiiiiiittt tepatnya hehehehe…

Anaknya juga ramah abis. Suka senyum, gag kayak si Abil. Abil waktu kecil galak booo :P. Kalo Narda raja senyum, yah cocok lah, mama kan ratu senyum ;).

Ngomongnya udah macem-macem. Berisik nih anaknya. Sok bingung deh, kan turunan itu sih :D. Pokoknya motorik halus dan kasar rasanya gag ada masalah so far…amiiiinnnn… sehat terus ya Nak. Dan kalo anak ke-2 itu enaknya udah ada kakaknya. Jadi gag ada istilah mati gaya kalo harus becanda ama si doi. Si Abil sekedar mengaum kecil aja dia udah terkekeh-kekeh.

Dan ah ya, tentu masih full ASI. Anak kedua emang lebih enak yah. Dan emang rasanya lebih santai. Asli loh ini gag ada drama apa pun dalam pemberian ASI ekslusif jilid 2 ini. Lancar aja gituh hehehehe, alhamdulillah yaaaaa :)…

Ini postingan gag niat gini sih. Lupa uy mu crita apaan aja hihihihi… kelamaan di draft sih ya.