Revolusi Mental, Tal, Tal !!!

Sudah nonton Mata Najwa malam tadi. Edisi “Ahok dan Ibukota”.

I really want this guy to be the DKI 1!

Dari dulu sudah merasa Jokowi-Ahok ini benar-benar duet maut! “Jalan panjang” mereka berdua dipertemukan di Pilkada DKI. Sungguh berharap Jokowi dan Ahok bisa mengepung Monas dari utara dan selatan 😀.

Terungkap jelas kritikan Ahok kepada terhambatnya masalah ibukota disebabkan birokrasi pusat. Tak bermaksud menyalahkan, AHok  tak segan-segan mengakui Pemda Jakarta pun bukannya tak luput dari ‘dosa’ 😉.

Kalau saya bilang, Jokowi dan Ahok itu modelnya setipe, kok. Cuma, Ahok itu orang luar Jawa. Kebetulan saya sendiri kan aslinya dari Sulawesi. Belasan tahun hidup di tanah Jawa bergaul dengan macam-macam suku, saya jadi tahu betul tabiat orang Timur itu agak mirip dengan orang Sumatera. Sama-sama kagak doyan basa basi dan tak segan-segan menyuarakan isi hati langsung ke mulut! Hahahaha  😀.

Jokowi itu tegas, lho. Boleh dicek rekam jejaknya di Solo dan perseteruannya dengan Gubernur Jateng dulu semasa beliau masih menjabat jadi walkot Solo . Cuma Jokowi lebih tenang dan tidak grasak grusuk 😉. Ahok ya gitu, deh, hahahaha. Sehingga banyak orang salah kaprah menganggap Jokowi itu ‘boneka’ yang bisa dimainkan 🙂.

Fenomena Jokowi – Ahok dan berkali-kali mendengar ceramah-ceramah Anies Baswedan soal “Kita harus memberikan kesempatan orang-orang baik untuk memasuki arena politik”, saya sampai pernah bilang ke suami, “Pulang ke Jakarta, yuk. Gue mau jadi caleg jadi tahun 2019. Tahun 2024 deh kalau gagal!” Hahahahahahaha.

Suami saya ngakak dan melecehkan, “Model kayak elo. Entar pas rapat dibully dikit langsung nangis!”   😀.

Anies Baswedan bilang, “Berhenti mengeluh tidak cukup!”

Yes! Ayo turun tangan . Jangan cuma bisa urun angan. Berharap semua berubah dengan sendirinya sementara situ maunya ngomel-ngomel doang atau diam saja.

Turun tangan untuk merobohkan birokrasi dan politik yang selalu dikesankan sebagai hal kotor dan terlarang . Mendukung orang-orang baik dan kompeten untuk memasuki pemerintahan dengan cara terhormat. Suara rakyat harus bergema lebih kencang daripada suara partai!!!

Lihat tidak sih bedanya Jokowi, Ahok, Ridwan Kamil, Risma, Nurdin Abdullah, Suyoto, Andi Rudiyanto Asapa, dengan definisi pejabat yang sudah melotok dalam pikiran kita. Pejabat tinggi itu ya MAKRO. Mikir-mikir strategis. Enggak boleh berlagak bak manajer, pecicilan sana sini. Itu tugas anak buah. Tugas bos besar itu cuma mikir. Gimana mau mikir kalau bahan-bahan yang mau dipikirin enggak lengkap 🙂.

Tonton wawancara Ahok ini! Anda bisa lihat Ahok menawarkan tidak sedikit solusi strategis yang didukung oleh bukti-bukti detail yang tidak mungkin didapatkannya hanya dengan duduk manis di belakang meja . Semuanya memang harus dimulai dari pemimpin.

Kabar baiknya, pemimpin itu kita yang pilih, teman-teman . Mari berubah bersama. Buang jauh-jauh paradigma pemimpin itu tak boleh terlalu banyak bersentuhan dengan yang mikro-mikro. You never know if you don’t go! Percaya deh, pengalaman membuktikan.

Untuk jadi planner yang optimal, anda harus menguasai banyak detail terlebih dahulu. Untuk merancang strategi, kuasai dulu medannya!

Saya punya banyaaaaak sekali pengalaman di dunia IT tentang ini karena dulu saya pernah bertahun-tahun menjadi programmer sebelum akhirnya menjadi system analyst dan business analyst 😉.

Banyak kok teman-teman saya yang jadi BA sejak fresh graduate. Tapi segera saya mensyukuri betapa banyak keuntungan yang saya dapatkan karena saya punya pengalaman mengurusi hal-hal teknis nan mikro-mikro itu hihihi.

Emang gatal-gatal ini, tempo hari membaca diskusi teman-teman saya soal makro vs mikro, CEO vs manager, strategis vs taktis. Padahal, program “management trainee” itu lagi hits di banyak perusahaan-perusahaan besar. Banyak perusahaan berusaha “membentuk” pemimpin yang benar-benar dari “bawah” . “Mereka” tahu benar pentingnya menguasai hal-hal yang sifatnya mikro untuk membentuk pemikiran makro yang lebih komplit.

Anda tahu MT sales di Unilever tuh ya, benar-benar diterjunkan ke pasar-pasar untuk blusukan dari subuh sampai malam. Bukan hanya di ibukota. Tapi disebar ke berbagai kota. Dari para “blusuker” inilah nanti yang terus merangkak naik ke posisi strategis. Begitu juga di bank-bank besar. Ada teman saya yang lulusan teknik masuk bank kudu jadi kasir dulu dan belajar tata buku! 😛.

Bill Gates deh contohnya. Sebelum jadi CEO di Microsoft, pasti dulu kerjaannya “blusukan” melulu kan di dunia coding dan bermain-main dengan source code . Makanya, pas jadi CEO pun, bawahannya ya mana berani kali bokis-bokis depan Bill Gates hahahaha. Mereka tahu bos-nya sangat paham seluk beluk yang “mikro-mikro” itu . Jangan-jangan sampai sekarang pun, Bill Gates masih suka ngoding tuh hihihihi.

Saya kutip salah satu komentar di blog saya, “…semakin ke atas tingkat manajemennya, maka masalah yang perlu diketahui adalah masalah secara makro karena masalah mikro diselesaikan oleh manajemen yg level lebih bawah. cuma aku setuju, blusukan juga penting karena saking banyak tingkatannya, masalah sebenarnya yang mau disampaikan malah jadi bias. jadi aspirasi dan yang nyampe juga beda dan kadang masyarakat itu hanya butuh didengar kok (Vivi).”

Lucu juga melihat teman-teman saya berusaha membandingkan pemerintahan negara sekelas Amerika Serikat dengan Indonesia. Onde mande. Di US, masih ada yang tinggal di kolong jembatan gak? Anak putus sekolah banyak gak? Mau korupsi gampang gak? Level pendidikan orang-orangnya setinggi apa rata-ratanya?

Di negara-negara maju dengan sistem yang sudah sangat established memang mengedepankan pemimpin yang “dandy” dan “jago ngomong”. Kalau levelnya masih kayak Indonesia, jangan disama-samain atuh 😉.

Kalau mau bertarung ideologis, apalagi sampai mau gaya-gayaan di mata internasional, kenyang-in dulu perut rakyat, sejahterakan dulu hidup mereka. Kalau sekadar makan teratur saja masih banyak yang kesulitan ya jangan berani-berani berbicara lantang soal disiplin moral, integritas bla bla bla. Rakyat masih banyak yang empot-empotan sudah berkoar-koar mau menantang negara lain hahahaha.

Lawan dulu musuh dalam negeri kita. Beperanglah melawan kelaparan, keserakahan dari para koruptor dan sistem yang kocar kacir.

“When there is no enemy within, the enemies outside cannot hurt you.”

Dalam kitab suci agama saya makanya tidak bosan-bosannya Tuhan memperingatkan umatnya untuk peduli pada mereka yang kurang beruntung ekonominya . Jangan dikira Islam hanya pintar mengurai soal salat dan puasa saja. Islam pun sungguh keras memerintahkan yang namanya keadilan sosial. Suatu hal yang ironisnya sungguh sulit ditemukan di negara-negara yang mayoritas muslim .

Jangan bilang saya liberal! Tanyakan pada yang menurunkan ayat-ayat suci dalam alquran!

Gandhi pun sudah menegaskannya, “Poverty is worst form of violence.”

Jangan pula terus-terusan membicarakan sumber daya alam. Teruuuus saja menyebut-nyebut soal minyak, minyak, emas, emas. Lihatlah Negeri Jepang. Punya apa mereka???? Yang membuat nama mereka melesat di mata dunia itu karena SUMBER DAYA MANUSIANYA. Etos kerja, kreatifitas dan moral mereka yang sungguh membuat kita semua iri bukan? 😉.

anies soal SDM

Sampai-sampai di pertandingan bola pun, kita semua serasa ditampar melihat supporter Jepang sibuk memunguti sampah seusai pertandingan berlangsung. Timnya kalah pula lho. Supporter lain mungkin malah sibuk menghujat atau menangis, atau malah selfie-selfie .

Lihatlah etos kerja orang-orang Arab. Maaf nih, soalnya suami saya pernah bekerja di Arab Saudi. Semua juga tahu etos kerja orang Arab pada umumnya (tidak semuanya ya) itu sangat gimanaaaa gitu.

Arab Saudi kaya minyak tapi lihatlah begitu sulitnya pemerintah mereka sekarang menyalurkan tenaga kerja mereka. Begitu gencarnya pemerintah Saudi sekarang mengancam perusahaan-perusahaan asing di negaranya untuk memakai tenaga kerja lokal.

Sampai perlu diancam segala lho. Mengapa? Karena perusahaan-perusahaan asing ya ogah menggunakan SDM Saudi yang dikenal tidak terlalu cemerlang dan (maaf) agak malas/lamban pula. Rugi dong. Mending memakai tenaga pendatang yang memang jauh-jauh merantau untuk mengadu nasib sekuat tenaga, lahir dan batin .

Jangan salah, dengan memakai tenaga asing, perusahaan harus merogoh kocek dalam-dalam karena Saudi memang bukan magnet yang menarik buat pendatang. Kehidupan yang agak “terisolasi”, pergaulan sosial yang tidak mudah, mau tak mau membuat perusahaan harus memikat pendatang dengan gaji besar. Hahahahaha. Maaf, pengalaman pribadi enggak bisa bohong .

Saudi mungkin merasa dirinya kaya jadi ya kurang telaten mendidik generasi mudanya. Sekarang, baru deh pada panik . Abegenya dah pada dewasa dan butuh pekerjaan. Sementara posisi-posisi strategis yang butuh skill tinggi malah diisi oleh orang-orang asing. Biasa dimanjakan, anak-anak muda Saudi ini ya mana mau pekerjaan ecek-ecek macam jadi level admin. Gengsi cuuuyyyy hahahaha.

Ingat, sumber daya alam itu suatu hari akan habis dan tak mungkin kita perbaharui. Tapi sumber daya manusia akan terus lahir dan lahir sebelum hari akhir datang .

Indonesia perlunya pemimpin yang mau bekerja dan sudah teruji dengan pengalaman menduduki kursi kekuasaan! Ingat, berpikir besar tidak sama dengan berbicara besar . Dan ingat juga, seseorang itu bisa kelihatan “level”nya ada di mana saat sudah pernah bersentuhan dengan kekuasaan. Apakah dia yang membawa perubahan atau dia yang terbawa carut marutnya sistem birokrasi kita .

Sistem masih lemah, pengawasan masih porak poranda, malah terpikat pada yang yang jago berpidato . Situ kira kita ini macam Amerika Serikat? Acara debatnya dinanti-nanti dan menjadi acuan penting. Duh, yang nonton di US tuh udah pada kenyang, orang pinter-pinter pula, enggak gampang kena propaganda murahan yang makin santer di pilpres ini .

Mental bawahan dan birokrasi yang masih bersifat “feodal” dan “yang penting bapak senang” ini yang berusaha mati-matian diubah oleh Jokowi-Ahok di DKI. Mereka berdua tidak segan-segan berinteraksi langsung dan membuka hasilnya seluas-luasnya kepada publik.

Ahok tidak takut tuh serapan anggaran menurun tajam dan dituduh tidak efisien. Karena dengan tegas dia bisa menunjukkan SECARA DETAIL (mikro nih ya Kakaaaaa :P) serapan anggaran yang dibangga-banggakan selama ini hanya topeng saja. Kata Ahok, “Ngapain lo pamer-pamer bisa nyerap anggaran kalau nyatanya kalian maling semua!”

Ahok juga ingin membangun sistem. Sistem yang bisa memberdayakan orang banyak. Bukan lagi berpikir mengenai kontrol atasan tapi REVOLUSI MENTAL untuk warga Jakarta semuanya. Tidak lagi berpikir bahwa rakyat harus menggantungkan nasibnya kepada pemerintah. Tapi membangun logika bahwa pemerintah itu JUSTRU pelayan rakyat. Pejabat yang harusnya lebih repot daripada yang “bos”nya. Bos pejabat itu ya rakyat .

Ya masa bos hidupnya lebih susah daripada pelayannya. Logika dari mana cuy?.

Btw, dari isi wawancara ini, walau Ahok selalu mengaku netral, saya rasa terlihat “jelas” ya ke mana sebenarnya dukungan Ahok dilabuhkan . Tonton videonya sampai habis.

https://www.youtube.com/watch?v=CbULXuqhcbY


Ingat teman-teman, berhenti mengeluh saja tidak cukup. Make that change… YOU!

Salam damai. Salam revolusi mental. Salam dua jari ^_^.

jokowi salam 2 jari

***

Jalan jalan ke London : Both Sides of The Story

Walau sudah bermukim di Irlandia dan menjadi pemegang GNIB (semacam ID buat imigran), pemilik paspor Indonesia tetap kudu apply visa untuk mengunjungi Inggris. Harganya enggak main-main, sekitar 100 euro per orang, termasuk anak bayi! Tobat gak, tuh kalau mau jalan-jalan  Inggris  ? hahaha *ngakakStres*. Tetap ngotot doooong kudu jalan jalan ke London !! *kibasPaspor*.

Kabar baiknya, visa berlaku sampai 6 bulan. Jadi, bisa dipakai lebih dari sekali.

London – Big Ben

Kabar baik nomor dua-nya, harga tiket https://jihandavincka.com/2021/08/28/film-bagus-di-netflix-untuk-pencinta-superheroes-serial-the-flash-dan-supergirl/banyak yang murah meriah untuk penerbangan Dublin – London yang biasanya hanya selama 75 menit itu. Apalagi kalau pakai Ryan Air . Bisa dapetin harga 35 euro per orang, itu sudah PP.

Tapi ya, namanya Low Fares, tempat boardingnya jauh beneeeerrrr hihihi. Nama pun murah meriah yak, harus berkorban sedikit lah . Pernah mendengar teman yang cerita kalau terbang pakai Ryan Air biasanya ‘chaos’, tapi pengalaman kami kemarin, pulang pergi selalu aman terkendali. Alhamdulillah.

Hari pertama jalan-jalan di Inggris ,  sampai di London langsung ke Natural History Museum. Demi iming-iming melihat dinosaurus yang sudah didengung-dengungkan ke anak-anak sejak dulu. Antriannya lumayan. Sempat dikira lama … eh, ternyata cepat saja. Konon, kalau musim liburan sekolah pas musim panas, antriannya jauh lebih sadis. Maklumlah, museum keren dan gede gitu, gratis pulak! *penting* 😀.

Jalan-Jalan Inggris
London Natural History Museum (Outside)

Walau sudah muter-muter sekitar 3-4 jam, enggak kelar juga semua tempat dimasukin. Tempatnya memang luar biasa besarnya *ngelapKeringat*.

Jalan-Jalan Inggris

Dari NHM, giliran emaknya yang ribut mau lihat Big Ben! Hahaha. Belum sahih dong ke London kalau belum selfie depan Big Ben sama London Eye 😀.

Jalan-Jalan Inggris
London Eye

Area seputar House of Parliament di salah satu tepian Sungai Thames ini memang tempat wajib bagi turis . Duduk-duduk aja atau berdiri-berdiri di jembatan sudah berasa keren. Noraknya orang bugis satu ini hahahaha.

Big Ben dan sekitarnya kayaknya enggak pernah lengang. Pasti diserbu turis terus. Sebagai salah satu kota wisata level dunia, London ya mana pernah sepi, sih 😉.

Jalan-Jalan Inggris

Memang, London-nya sendiri gak main-main kecenya . Kota seni, kota metropolitan, kota sejarah, kota pusat beberapa perhelatan olahraga internasional, kota belanja, kota antik, kota kuno, kota modern, kota istana, kota budaya, you name it!

Bahkan, kotak telepon warna merah yang saya yakin sudah jarang difungsikan itu masih tetap dijaga di berbagai sudut kota. Benda ‘gak penting’ satu itu dipelihara khusus sebagai tempat para turis saat jalan-jalan London untuk norak-norak bergembira termasuk eike pastinya! Hahahaha 😀.

Jalan-Jalan Inggris

Tapi urusan transportasi agak payah. Untuk ke mana-mana selama di London, kami memanfaatkan fasilitas tube, semacam kereta bawah tanah mirip dengan yang di Singapura dan di Tehran (Metro). Stasiunnya banyak yang peninggalan bangunan lama. Konon, kata suami, stasiun kereta bawah tanah itu sudah ada sejak zaman dulu. Sayang kalau dianggurin jadi diintegrasikan dengan stasiun baru mungkin, ya.

Stasiun kereta bawah tanah itu jarang yang dilengkapi dengan eskalator atau lift, jadi repot juga kudu ngangkat-ngangat stroller naik turun tangga. Yang seringkali tingginya enggak kira-kira huhuhu 🙁.

Pegel nenteng stroller bukan satu-satunya hal ‘kurang menyenangkan’ soal jalan-jalan ke London. Yang patut digarisbawahi adalah…mahalnya! Hahahahha. Bibi Gober mulai bersabda 😛.

Jalan-Jalan Inggris

Saya, yang memang tinggal di Athlone yang tergolong ‘kota kecil’ di Irlandia, saban ke Dublin aja suka ngomel-ngomel karena merasa Dublin mahal. Ya apalagi pas jalan-jalan ke Inggris dan di  kota sebesar London, Kakaaaa! *kekepinDompet* .

Mungkin karena sudah pernah tinggal di Jeddah yang nikmat duitnya tiada tara, agak-agak enggak rela urusan bayar membayar ini hihihi. ‘Kesenjangan’ antara pendapatan dan pengeluaran memang paling asyik ya di Jeddah . Gaji asoy, pajak 0, biaya hidup murah. Mental saja yang harus sekuat baja hihihi. Sebagai orang Indonesia yang tinggal di Saudi –> harus punya hati seluas samudera.

London keren luar biasa, tapi biaya hidup bikin meringis. Jeddah bikin tabungan cepat melonjak, tapi bikin hati teriris-iris hahahaha. Kenang positifnya saja, yang dirasa kurang berkenan … jadikan pelajaran selalu .

“On your journey to your dream, be ready to face oasis and deserts. In both cases, don’t stop”― Paulo Coelho

Jalan-Jalan Inggris

Makanya, mana ada tempat yang enak-enak doang. Harus selalu berpikir tentang dua sisi. We always need to cover both sides of the story . Mungkin karena tinggalnya sudah pindah-pindah, jadi saat jadi turis pun, ‘itung-itungan’ jalan terus hihihihi . Padahal biasanya turis menangkap hal yang indah-indah saja atau sekalian yang kurang menyenangkan saja tahunya .

Urusan senang apa tidak, betah atau stres, itu rasanya tidak selalu berhubungan dengan tempat tinggal saja, ya . Sebelum berharap kebahagiaan datang menghampiri di belahan dunia mana pun kita berada, jangan lupa untuk berdamai dengan diri sendiri dulu 🙂.

“Though we travel the world over to find the beautiful, we must carry it with us, or we find it not.” ― Ralph Waldo Emerson

Duh, sok tahunya mulai kumat nih hahahaha. Enjoy foto-foto dari ronde 1 jalan-jalan Inggris  dulu, ya. Sisanya nyusul 😉.

Jalan-Jalan Inggris

Biarpun Saya Pergi Jauh

Tinggal di luar negeri itu memang keren. Saya sih tidak akan membantah *benerinPoni*. Tergantung dari sudut mana kita mendefinisikan arti kata “keren” ini. Nah lo, mulai meracau dia hahahahaha.



Kalau saya memang dari kecil sudah selalu ingin keluar dari lingkungan tinggal saya. Selalu penasaran dengan tempat-tempat lain di luar sana. Padahal saya ini tidak punya jiwa traveling hahahaha. Serius. Saya anak rumahan.

Waktu membaca hasil UMPTN di koran, tahu saya lulus di UI, malamnya enggak bisa tidur, nyengiiiiiirrrr terus di atas kasur 😀. Bukan hanya karena nama besar UI-nya yang bikin saya terbang, tapi keinginan untuk hidup di ‘dunia lain’ itu yang juga bikin tambah semangat. Duh, harusnya jangan pakai istilah “dunia lain”, ya, hahahahahha. Bisa ganda itu maksudnya 😛.

Ternyata, jauh-jauh naik kapal laut dari pelabuhan Makassar ke Tanjung Priuk-Jakarta bukan satu-satunya kesempatan yang dianugerahkan Tuhan untuk keinginan “pergi jauh” ini . Waktu kerja di ULI, beberapa kali bolak balik Surabaya. Masih pengantin baru pulak hihihi. Puk-puk suami yang sering ditinggal dulu 😛.

Setelah resign, malah ikut diboyong ke Tehran.

Picture 002

Tehran yang penuh kontroversi dan sempat menjadi headline di koran-koran tanah air karena di tahun 2009 itu lagi sengit-sengitnya kepada Paman Sam. Baru paham mengapa situasi memanas, tahun itu ternyata ada Pilpres di Iran.

Jangan dikira Ahmadinejad yang kelihatannya sederhana itu tidak membuat Paman Sam dkk-nya kebat kebit. Pasca Pilpres yang tetap melambungkan nama Ahmadinejad sebagai orang nomor satu di Iran, media-media internasional bahu membahu menyebar berita hoax soal kerusuhan di Tehran.

Bokis abisssss hahahhaha. Wong waktu itu saya tinggal di wilayah Vanak Street yang tak jauh dari jantung kota Tehran. CNN-BBC-Al Jazeera dan beberapa media Saudi kompak banget menyebar fitnah soal rusuhnya Tehran pasca Ahmadinejad terpilih. Inbox saya penuh kiriman pesan dari sanak kerabat dan teman-teman di tanah air.

Ibu mertua juga ‘panik’. Kami sendiri memang ada masalah waktu itu. Tapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilpres di Iran 😀.

Tinggal di Tehran jelas menambah wawasan saya mengenai polemik politik di Timur Tengah. Membuat saya merasa perlu meluruskan banyaknya tuduhan sepihak kepada pemerintahan Iran yang kini kencang berhembus pasca Suriah mengalami ‘masalah’.

Sayangnya, ngoceh dikit pasti langsung dituding Syiah yang lagi bertaqiyyah hahahaha.

Sebagai muslim saya percaya, kita tak seharusnya memisahkan politik dari kehidupan beragama . Tapi kita pun tak semestinya berdiam diri kala agama “diperjualbelikan” untuk kepentingan politik sesaat . Apalagi dipakai untuk menebar kebencian untuk kepentingan golongan tertentu.

“Hukuman bagi para ulama adalah matinya hati. Dan matinya hati adalah beramal dengan amalan akhirat untuk kepentingan dunia.” -Imam Hasan Al Bashri-

Dari Tehran pindah ke Jeddah semakin menyempurnakan pemahaman tentang rumitnya lika liku politik di Timur Tengah. Makin pijat-pijat kening.

Sungguh lucu melihat persepsi-persepsi bertentangan yang muncul. Saat dengan mata kepala sendiri melihat gedung kedutaan Amerika Serikat berdiri gagah di kota Jeddah. Padahal, ibukota Saudi itu kan Riyadh. Tentu saja, yang di Riyadh ya pasti lebih gede lagi hihihi. Yang di Jeddah, temboknya ada 3 lapis, Kakaaaa 😀.

Sementara saya juga pernah melihat kantor yang sama di salah satu sudut kota Tehran. Di Jeddah berdiri megah, di Tehran tinggal puing-puingnya saja.

Begitu mudahnya menemukan gerai-gerai internasional asal Amerika Serikat di seluruh penjuru Saudi. Sementara penderitaan pertama kami di Tehran adalah enggak cocok sama masakannya hehehe. Dan sulit mau jajan, nama-nama restonya enggak ada yang terkenal, euy. Mana bisa menemukan Pizza Hut, McD atau KFC di Iran! 😉.

Hidup di Jeddah berlimpah materi makanya hepi-hepi saja hihihi. Tapi terselip pula pelajaran hidup yang berkesan. Ya kan wajar saja. Harapannya tinggi bangetlah saat baru mulai tinggal di Negeri Penjaga Dua Kota Suci ini.

_MG_2632

Ketika terjungkal oleh kenyataan yang cukup bertolak belakang, saatnya menyadari sesuatu yang lebih penting. Hati-hati dalam menyamakan antara penganut Islam vs ajaran Islam-nya itu sendiri . Hidup dekat dengan tanah suci justru memaksa saya untuk kembali merenungi isi-isi alquran, menjadi lebih rajin memperbaiki pemahaman agama . Blessing in disguise? Perhaps 🙂.

Lalu saatnya pindah ke sebuah kota kecil di wilayah Irlandia, Athlone. Tantangan terbesar adalah mengusir rasa kesepian. Sudah terbiasa ber haha hihi dengan teman-teman baik di Jeddah, harus beradaptasi dengan lingkungan yang senyap .

Melarikan diri ke kegiatan menulis. Belum setahun di Athlone, sudah menghasilkan 2 buku solo ^_^. Makin ke sini kok makin banyakan berkoar-koar di FB/blog nih hahahaha . Bukunya manaaaaaaa? -_-

Di Athlone juga kemampuan memasak meningkat pesat hihihi. Sekarang kalau lihat resep sudah gaya, lho. Tidak pernah lagi memperhatikan takaran . Malah kalau malas googlling, langsung saja beraksi sendiri di dapur. Nebak-nebak bumbu sudah canggih. Walau rasa mungkin masih jauh dari sempurna hahaha. Another blessing in disguise ya 😉.

Melihat lebih dekat dan berusaha memahami, membandingkan dan sebisa mungkin tidak menghakimi mengenai perbedaan-perbedaan tentang cara hidup di negara berkembang vs negara maju . Walau sebagai manusia biasa, pasti hawa nafsunya sukar dikendalikan. Apalagi yang dari sananya memang ber’tegangan tinggi’ macam saya hahahaha *LOL*.

Tapi tetap lho, bertahun-tahun pergi jauh, makanan favorit tak pernah berubah . Dikepung oleh resto-resto mahal yang menggoda dengan harga sangat terjangkau di Jeddah tidak pernah membuat lidah saya mendadak go internesyenel macam Kakak Agnes hihihihi 😛.

Kalau makan ya ke rumah makan Pasundan atau ke warteg Rindu Alam . Atau pesan dari katering rumahan ibu-ibu dari Indonesia yang jago masak . Sering juga duduk manis sekeluarga di Mr.Sate menikmati ayam bakar atau ikan bakar yang sambelnya sangat memorable ituh 😀.

Walau di Athlone sudah mulai membiasakan diri mengganti nasi putih dengan roti dan kentang, tapi teteeeeepp… Saban ke Dublin, mampir beli tempe duyuuuuuuuu hihihihi 😛.

_MG_7181

Memang ya, kalau sudah jauh dari tanah air, rasanya lebih mudah melihat ke dalam. Maksudnya lebih mampu memetakan hal-hal positif dan hal-hal yang masih perlu diperbaiki di negeri sendiri. Kan melihatnya dari “luar” setelah sekian lama pernah ada di “dalam” .

Dan memang juga kalau sudah enak di luar, ya ngapain sih musing-musingin kepala mikirin tanah air yang sudah ditinggalkan. Paling mikirin keluarga sendiri aja yang masih di sana. Urusan-urusan lain ya bikin mumet saja. Kita sudah enak kok tinggal di luar negeri.

Di Tehran puas melihat kota yang cantik teratur dan bersih, di Jeddah secara ekonomi penghasilan sangat mantap, di Athlone kehidupan cukup mapan lahir batin 🙂. Ngapain coba sok-sok peduli sama kehidupan di tanah air.

Enggak boleh gitu, yuk hehehe. Kalau kata orang bijak (sumpah bukan saya!), “Tak akan lupa kacang pada kulitnya” ^_^. Ya kali-kali nanti mau balik lagi ke Indonesia.

Mungkin hingga kin sampai nanti, kita belum diberi kesempatan merasakan Indonesia yang lebih baik. Tapi bolehlah kita semua berjuang dan berharap generasi penerus kita kelak yang akan merasakan sejahteranya Sang Negeri Khatulistiwa ini.

“Biarpun saya pergi jauh
Tidakkan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai … engkau kuhargai ”

Untuk teman-teman di luar negeri, di Pilpres 2014 ini, jangan golput! Pilih no.1 atau no.2, setidaknya tunjukkan kalau kita masih peduli 😉.

https://www.youtube.com/watch?v=zGXnPC_GYLw

 

Dunia Ini Panggung Sandiwara

“Dunia ini panggung sandiwara … Ceritanya mudah berubah…”

Begitu kata lirik lagu lawas yang popular di tahun 80-an. Event-event olahraga akbar pun tak bisa mengingkari drama-drama macam ini. Termasuk berbagai ajang bergengsi dalam dunia sepakbola. Kalau nanya drama, Mbak Poni dong jagoannya hahahaha.

Salam olahraga! *benerinSepatuKeds*

Kemampuan olahraga saya bisa dibilang sangat minim. Mungkin, diantara 8 tipe kecerdasan yang ada, kecerdasan kinestetik saya menempati level terbawah. Tapi, selalu ada cara untuk eksis, dong, ya . Bolehlah kemampuan olah tubuh rendah, tapi soal kepo-kepo-an, kemampuan eike jangan ditanya! Hahhahaha.

Punya kakak laki-laki 4 orang dan seorang bapak yang amat sangat football-freak, jangan ditanya rusuhnya rumah kala Piala Dunia tengah berlangsung. Almarhum bapak saya kalau nonton bola sudah kayak orang kerasukan dah hahaha.

APalagi jika yang berlaga adalah Tim Samba favoritnya. Beuh, kalau Brazil yang main, dari mulai peluit ditiup tanda pertandingan dimulai sampai peluit panjang kembali terdengar untuk mengakhiri pertandingan, bapak enggak pernah bisa duduk tenang *ngelapKeringat*.

Sayang, tahun 1990, gaung Tim Samba nyaris tak terdengar. Bertahun-tahun setelah itu … 1994, Brazil juara lagi dan 8 tahun kemudian meraih gelar “Penta!”, salah satu fans garis kerasnya tidak ditakdirkan untuk ikut bersorak. Tenang Pak, diwakili sama anak gadismu . Kakak-kakak saya rasanya enggak ada yang ngefans sama Brasil hahahaha.

Brasil, Penta! (gambar : elcomercio.pe)
Brasil, Penta! (gambar : elcomercio.pe)

 

***

1986, drama paling fenomenal dari tahun ini sepenuhnya milik Maradona . Entah apa yang menyebabkan wasit berkeras bahwa handball Maradona yang menghasilkan gol itu adalah SAH. Bahkan konon, Maradona “memaksa” rekan-rekan satu timnya yang sebenarnya saat itu juga rada-rada bengong untuk ikut bersorak bersamanya demi mengukuhkan keputusan wasit.

Maradona sukses mengawal timnya merangsek sampai puncak. Gelar juara tahun itu SAH milik La Albiceleste 😀.

Walau secara fisik kurang gimanaaa gitu untuk level atlet, bersama kontroversi yang terus menghantui sampai sekarang, toh tetap tak mampu membungkam kualitas permainan si boncel satu ini .

Nama Maradona tetap tercantum sebagai salah satu legenda sepakbola yang ternama. Alih-alih menjadi bahan ledekan, gol gengges-nya saat itu malah dikenang sebagai “Gol Tangan Tuhan” .

Kita juga harusnya kayak gitu, ya. Seberapa banyak hal-hal di luar dugaan dalam jalan panjang menjalani hidup ya jangan terlalu dipikirin hehehe. Stand still and keep on moving on anyway . Mana tahu dari hal-hal yang dirasa “memalukan” itu prestasi sesungguhnya menanti di depan sana . Depan mana? Ya makanya, maju terus pantang mundur! Hoo Hah!

Tahun 1990, tim Kamerun mencuri perhatian publik. Roger Milla dkk sukses melaju sampai 8 besar. Mutiara hitam bukan kuda hitam 😉.

Karena kuda hitam adalah julukan yang lebih pantas untuk tim Dinamit. Saat sukses menghalau keraguan publik dan nyengir paling lebar di Piala Eropa tahun 1992. Yoih, Denmark mengubur mimpi si juara bertahan Belanda di semi final dan meluluhlantakkan ambisi warga Jerman dengan menggilas tim Panzer di laga terakhir.

Euro 92 Champion : Denmark! (gambar : branchofscience.com)
Euro 92 Champion : Denmark! (gambar : branchofscience.com)

 

Belajar apa? Jangan songong! Hehehe.

Saya ingat betul ya, menjelang semifinal, warga Belanda sudah berpesta duluan. Koran-koran banyak yang mengulas optimisme setinggi langit dari tim yang terkenal dengan Total Football-nya ini. Warna oranye sudah menyapu seluruh wilayah Belanda, seolah sudah yakin bahwa Denmark bisa dihalau dengan mudah. Tim Jerman sama sekali tidak belajar. Babak final belum dimulai, warga Jerman juga sudah mulai menari-nari. Nah, makan deh tuh! Dipecundangi oleh tim super underdog .

Jangan lupa, bola itu bundar! . Kemampuan, kesempatan, dan kemauan tak akan ada apa-apanya kalau takdir berkehendak lain. Percayalah, Tuhan itu ada .

Tahun 1994, tragedi Escobar menjadi peristiwa yang paling digarisbawahi. Konon, Escobar ditembak mati karena banyak bandar judi yang rugi besar saat tim Kolumbia gagal menahan Amerika Serikat. Ini cukup memalukan. Mengingat 1994 adalah pengalaman pertama AMerika Serikat berlaga di Piala Dunia, itu pun dapat tiket karena jadi tuan rumah .

Gol bunuh diri Escobar ke gawangnya sendiri membuat tim Amerika Serikat yang sama sekali tidak perhitungkan itu malah menang melawan Kolumbia yang cukup disegani dalam dunia bola sepak.

Ah gila, ya. Uang bisa mengalahkan rasa kemanusiaan .

Final 1994 juga adalah momen-momen tergondok bagi bintang besar Italia, Roberto Baggio. Baggio gagal mengeksekusi bola saat adu penalti melawan Brasil di babak final. Kalau tak salah, Piala Dunia 1994 sekaligus menutup karier Baggio secara internasional. CMIIW, ya.

Tapi apakah kalau sudah gagal tak bisa bangkit lagi? Belum cencuuuuu . Tahun 1998 banyak bertabur kisah-kisah model begini. Seperti David Beckham yang menjadi kontroversi saat mendapat kartu merah pasca kena tekel sama Simeone, Argentina. Entah tidak sengaja atau keki, Beckham yang masih dalam posisi tertelungkup, malah menendang Simeone. Entah juga itu tendangannya keras atau tidak, Simeone langsung meraung-raung kesakitan. Hahahaha.

Sepertinya, tindakan Beckham tidak patut diteladani, ya. Tapi kariernya terus melesat tuh abis itu. Terus berada di jajaran pemain utama The Three Lions (Lions yaow bukan macan , kalau Trio Macan sih itu kan tukang fit … *censored* :P). Sampai jadi kapten timnas segala lho abang satu ini, yang terkenal dengan tendangan bebas ala “tendangan pisang”nya 😀.

David Beckham (gambar : dailymail.co.uk)
David Beckham (gambar : dailymail.co.uk)

 

Pertandingan klasik antara Inggris melawan Argentina saat itu anggap saja kerikil-kerikil kecil yang tak begitu berarti bagi karier seorang Beckham. Nah, kita sendiri gimana nih, jangan-jangan sering memperlakukan sentilan kerikil kecil bagai hujan batu besar . Jangan, ya. Sayang, masa depan masih panjang kita malah sibuk bergumul dengan hal-hal sepele dalam hidup.

Tahun 1998, kemenangan Perancis atas Brasil membuat saya murka luar biasa. Mang lu siapa? hahahaha. Sembari menanti hasil UMPTN yang bikin galau, selepas menonton final tahun 1998, banting pintu masuk kamar dan memaki-maki Zidane dkk di atas beberapa lembaran kertas diary! Drama abisssss hahahaha .

Tapi, pelajaran penting di balik kemenangan Perancis ternyata sangat mengharukan, euy . Membawa hawa positif bagi kehidupan sosial di Negeri Menara Eiffel. Sudah sejak lama, kaum imigran seperti Zidane (aslinya dari Aljazair/Algeria) yang hengkang ke Perancis bersama keluarga besar, dianggap sebagai warga kelas dua . Keberhasilan Zizou membawa kawan-kawannnya menjuarai ajang sepak bola yang digilai-gilai di Perancis membuat level kaum imigran otomatis mulai terangkat secara nasional.

Bravo, Zizou! Anggap saja pujian sebagai permintaan maaf makian di diary dulu itu yak hihihihi.

Sebaliknya, bintang Ronaldo sebagai striker andalan Tim Samba saat itu terancam pudar. Pasca final Piala Dunia 1998, Ronaldo mengalami cedera berkepanjangan. Sampai-sampai banyak dugaan bahwa Ronaldo akan segera mengakhiri karier sepak bolanya.

Come back di tahun 2001, namanya membubung tinggi di Piala Dunia 2002. Tak hanya bergoyang bersama para fans merayakan gelar “Penta!”, Ronaldo juga berhak mendapat gelar sebagai top scorer. Gelar Ballon d’Or tahun 2002 pun jatuh ke tangannya. What a tremendous come back! ^-^. What doesn’t kill him makes him stronger!

Ronaldo from Brasil (gambar : muchomundial.com)
Ronaldo from Brasil (gambar : muchomundial.com)


Selipin dikit soal Piala Eropa tahun 2004. Ada peristiwa penting juga, nih. “Negative Football” yang diusung oleh tim Yunani sukses meraih gelar juara. Ini sempat jadi ledekan di kalangan dunia sepakbola. Tapi hey, kemenangannya tetap sah, dong 😉.

Pelatih Yunani, Otto Rehhagel, berkeras bahwa dia memang fokus kepada tujuan. Tujuannya kan menang. Caranya tidak penting, selama sah ya apa salahnya? . Tim Yunani nyaris tak punya striker handal yang bisa disandingkan dengan striker tim lain. Dengan cerdik, Rehhagel meramu konsep “full bertahan”, mempecundangi Ceko di semi final dan menggulingkan Portugal di final.

Walau penonton tersiksa nontonnya (ini konsepnya semacam 1 kiper + 10 pemain bertahan   :P), ya mau gimana lagi. Gol-gol yang tercipta dari tim Yunani hampir semuanya berasal dari bola-bola mati macam tendangan sudut atau tendangan bebas. Gondok berjamaah deh tim-tim lainnya hahahahaha.

We should learn a lot from this coach . Rehhagel dengan piawai memoles kelemahan timnya sebagai kekuatan! Fokus kepada tujuan, ada banyak jalan menuju Roma. Tak punya striker kelas dunia? Mainkan strategi bertahan habis-habisan.

Tapi kini, sudah banyak timnas yang handal di semua lini, sih, ya. Tahun ini pun rasanya Brasil punya kualitas pemain bertahan yang sangat mumpuni untuk mendampingi Neymar mengobrak-abrik pertahanan lawan –> beuh emak-emak dasteran mulai sotoy hahahahaha 😀.

Untuk saya pribadi, final 2006 is one the worst. Kedua tim yang masuk sama-sama bertabur pemain yang sudah berada di ambang karier. Termasuk Zidane. Aki-aki semua, euy, isi tim Italia dan Perancis waktu itu hihihi. Kedua tim pun sebenarnya tak terlalu diperhitungkan saat itu.

Sama-sama kelelahan menghadapi hasil seri menjelang menit-menit terakhir perpanjangan waktu, wajar bila situasi mulai memanas dan emosi mulai sukar dikendalikan.10 menit menjelang babak adu penalti harus dimainkan, one of the biggest drama happened.

Zizou & Mom (gambar : 7msport.com)
Zizou & Mom (gambar : 7msport.com)

 

Diawali dengan Materazzi yang terlihat mengawal Zizou dengan ketat sampai menarik baju segala. Sepertinya hanya perselisihan kecil, tapi entah mengapa, saat Zidane yang sudah berlari menjauh mendadak menengok. Sebuah kalimat singkat diucapkannya sebelum menanduk dada Materazzi dengan keras hingga Materazzi terjatuh.

Pertandingan terakhir yang diharapkan bisa menjadi penutup masa mengabdi untuk timnas yang manis, gagal total. Kartu merah untuk Zizou! Zizou meninggalkan lapangan dengan gontai.

Pasti pada kepo kan ada apa sebenarnya kok bisa-bisanya bintang besar macam Zidane mencederai pertandingan sekaliber final Piala Dunia. Uniknya, sebelum fakta terkuak, hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat Perancis tetap menyanjung Zizou. Mereka yakin sekali, Zizou did that for a strong reason!

Nah, itulah gunanya punya rekam jejak yang bagus . Masa lalu sukar untuk didustakan. Kecuali pakai kampanye hitam *sindirTerooosss* hihihi .

Zizou tak pernah mau mengakui secara terang-terangan Materazzi bilang apa saat itu tapi dia menolak untuk menyesalinya. Namun, saat wawancara itu juga, Zizou meminta maaf pada seluruh pemirsa karena sudah mempertontonkan hal-hal yang kurang terpuji. Ini kontroversinya juga banyak. Tak sedikit yang membela Zizou tapi banyak juga yang mengatakan Zizou yang kurang bisa mengendalikan emosi.

Oh well, konon saat itu Materazzi mengeluarkan umpatan kepada ibu dan saudara perempuan Zizou. I’m on Zizou’s side! Kemuliaan seorang laki-laki itu diuji saat mempertahankan martabat dan kehormatan ibunya dan saudara-saudara perempuannya. Family always comes first! .

Makanya, anak laki-laki itu paling sensitif kalau sampai ibunya segala kena kampanye hitam #eaaaaaaaaa  😛 . Jangan yaaaaaa 😉. Hormati ibu orang lain sebagaimana kalian ingin ibu-ibu kalian dihargai 🙂.

Final Piala Dunia 2010, masih hangat dalam ingatan, kehebatan Casillas menangkis serangan-serangan pilar depan tim Belanda saat laga puncak berlangsung. Tapi ya balik lagi, every second, everything changes . Laga kemarin malam malah membuat Casillas lemas tak berdaya saat gawangnya diterjang tanpa ampun sampai 5 kali! Sakitnya tuh di siniiiiii, tunjuk dada para fans 😀. Hahahaha.

Casillas (gambar : sportsillustrated.cnn.com)
Casillas (gambar : sportsillustrated.cnn.com)

 

Kata teman saya yang sekarang lagi bermukim di Madrid, keadaan di kota langsung sunyi senyap kayak kota mati. Cep, cep, cep, tetap semangat dong. Ingat, bola itu bundar! . Masa depan siapa yang tahu . Lah, terus kenapa ada fans yang panik dan langsung ganti profile pic itu???? hahahahaha *ngakakPenghianat*.

Seperti semua hal dalam kehidupan yang fana ini, semuanya hanya sandiwara saja. Untuk kita kaum muslim, kita wajib meyakini panggung sesungguhnya akan datang di hari akhir nanti :). Jatuh bangun dalam setiap pertandingan, turun naik episode-episode kehidupan, semuanya tidak akan berhenti sampai peluit panjang mulai terdengar atau tirai panggung mulai bergulir turun. Bukan di situ akhirnya :).

Perhitungan sesungguhnya, skor akhirnya itu bukan di sini, bukan di dunia.

Ceritanya mungkin mudah berubah, kadang terasa tidak adil, kadang terasa jumawa, tapi Yang Mahaadil tidak akan pernah luput. Manusia bisa salah menilai, tapi Tuhan Mahasempurna ^_^.

Astagah, dari sepak bola bisa ngelantur sampai ngomongin akhirat. Ya iya dong, ingat hari Akhir dalam keadaan apa pun itu syarat utama keteguhan iman. Pengingat untuk yang nulis juga pastinya :D.

Jadi, jangan sibuk nonton bola ajeeee :P.

Kalau iklan-iklan sirup Marjan sudah mulai tayang tanpa henti, toko-toko mulai ramai menawaran diskon, itu artinya … Ramadan akan datang sebentar lagi :).

Siap mencetak gol kemenangan dan meraih gelar pemain terbaik di sisiNya untuk ramadan tahun ini? Sudah sampai mana persiapannya? ;).


***

Pengalaman tinggal di Amerika Serikat

And Who Can Tell Where The Road Goes … A tribute To Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

Tahun 2009 kemarin pilih presiden siapa? Saya pilih Bapak Susilo Bambang Yudhoyono ! No regret 😉.

Saya setuju dengan suami, di bawah kepemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, minimal kestabilan ekonomi enggak hancur kan? Kritik bahwa dia kurang berani mengambil risiko, ah, ya mana ada gading yang tak retak.

10 tahun setelah memimpin, bisa dibilang namanya makin meredup hingga kini. Jangankan Pak Susilo Bambang Yudhoyono, masih ingat akhir kepemimpinan Soekarno, Soeharto, Megawati, Gusdur, bahkan Habibie? Nyaris tak ada yang lepas dari kontroversi.

Susilo Bambang Yudhoyono
Gambar : Indonesiamatters.com

 

Soekarno dengan isu PKI-nya, Soeharto digulingkan, Megawati dengan prestasinya yang dinilai orang lebih banyak minusnya, Gusdur “ditendang” oleh orang-orang yang dulu mengusungnya ke singgasana nomor 1 di tanah air, Habibie? Tergugat karena peristiwa Timor Timur.

Kini, Pak Susilo Bambang Yudhoyono dikeluhkan sebagai presiden yang hanya fasih bertutur tapi kurang berwibawa. Baru kemarin mendengar orang-orang mengeluh dengan SBY yang bisanya hanya jago pidato saja. Bisanya cuma menyanyi. Penampilannnya saja yang oke. Tahan banting pidato berjam-jam tanpa kehilangan “charming”nya dan tetap santun, pokoknya secara kemasan, Pak Susilo Bambang Yudhoyono is not that bad 😉.

Dan semalam…hasil debat malah memunculkan nama Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla . Hihihihi. How ironic. HR yang selama ini namanya tak pernah bergaung di pemerintahan padahal kiprahnya bukan 4-5 tahun saja lho. Adakah yang bisa menyebutkan prestasinya tanpa kilik-kilik Om Google.

Banyak yang menghina orang-orang yang memilih Pak Susilo Bambang Yudhoyono karena tertarik dengan pesona “jago pidato”nya dan … kegantengannya mungkin? hahahaha . And look at you now People *sodorinKaca*.

Gambar : unlam.ac.id

 

Saya tidak bilang kecerdasan verbal tidak penting. Tapi saya menolak anggapan orang yang tak terlalu pandai berorasi tak layak mendapat gelar sebagai seorang leader.

Anda tak hanya mendustai diri sendiri, larut dalam euforia sesaat, tapi juga mencederai prinsip-prinsip pendidikan dasar. Bahwa sejatinya semua manusia itu cerdas . Kecerdasan verbal hanya salah satu diantara 8 kecerdasan pada teori pendidikan yang kini tengah tumbuh pesat.

Bersama verbal masih ada kecerdasan logika, interpersonal, intrapersonal. natural, kinestetik, visual dan musikal. Anda boleh cek, tak semua pemimpin dunia dianugerahi kemampuan verbal yang bagus . Tapi satu hal yang pantas, seorang leader itu PASTI membawa perubahan. Setidaknya orang-orang banyak mengetahui bahwa dia berjuang untuk itu 🙂.

Sungguh ceroboh jika kemampuannya bersilat lidah dijadikan satu-satunya alat untuk mengukur. Kemampuan verbal is a good thing. Bukannya narsis, hasil psikotes saya beberapa kali selalu menunjukkan bahwa saya memiliki kemampuan verbal yang terbaik diantara 7 kecerdasan lainnya hehehe. Makanya, waktu di bangku sekolah dan kuliah paling banci tampil kalau presentasi hahahahaha.

Walau mungkin posisi-posisi tertentu sering terkait dengan kecerdasan tertentu juga, tapi jangan lantas buru-buru menghakimi . Korban kekaguman kita yang berlebihan pada kecerdasan verbal dan logika yang secara umum memang masiih dianggap sebagai “level orang pintar” akan menyakiti generasi penerus yang ternyata tak ditakdirkan menguasai keduanya :(.

Kita akan terjebak dalam hal yang sekarang kita takutkan. Marah pada sistem pendidikan yang mengarah pada keseragaman, gak suka anak-anak dinilai hanya dari hasil UN, anak-anak dikasih banyak pelajaran menghitung dan membaca di usia dini, bla bla bla. And then… look at you last night. Shame on you, no? 

Cerdas secara verbal biasanya seiring sejalan dengan hobi membaca, makanya orang-orang verbal terkenal asyik sebagai teman mengobrol karena serapan informasinya cukup mumpuni. Walau mungkin didominasi oleh gosip-gosip artis doang misalnya hihihihi *ngikikRumpi* .

Einstein sedari dulu sudah bilang, “‘Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.”

Terlepas dari semua itu, jangan menghina orang kenapa, sih? Hahahaha. Sungkem dulu sama Pak Moderator, saya sempat ikut membully, nih. Padahal beliau ini, Zaenal Arifin Mochtar itu kakak kelas dari zaman SMP sampai SMA :D.

Moh. Fauzil Adhim @kupinang
“Bahkan seorang profesor paling cerdas sekalipun, adalah orang awam dalam urusan lain. Maka jangan pernah merasa paling berilmu.”

Pendukung Jokowi, langsung berpesta pora melihat semalam Prabowo sepertinya tidak dalam performa terbaiknya. Rekam jejak, teman-teman, rekam jejak jangan lupa! Prabowo itu bukan orang sembarangan terlepas semalam dia grogi atau tidak. Dia masih manusia, lho. Apakah calon pemimpin harus selalu tampil sempurna?

Gambar : article.wn.com
Gambar : article.wn.com

 

Pendukung Prabowo, langsung nyinyir tiada tara pada Jokowi. Remember my friends : Thinking and doing are two very different things 😉.

Dan lucunya, banyak yang memuja Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla. Langsung lupa deh kalau keduanya adalah “produk” dari “pemerintahan lama” yang sarat masalah. Nama mereka membubung tinggi karena di atas panggung, sanggup berceloteh bak penceramah ulung . Justru kudu curiga, omongannya besar, prestasinya gak terlalu menonjol, ada apakah? hehehe 😛.

Gambar : jusufkalla.info
Gambar : jusufkalla.info

 

Ya beginilah kita. Asyik mencela pemimpin, lupa menaruh kaca di hadapan diri sendiri. Termasuk saya 😀 *nyengirPalingLebar*.

Mungkin … tak hanya mereka-mereka yang di atas yang butuh revolusi mental. Kita pun sebenarnya juga butuh hihihi. Oh well, samar-samar ingat dengan, “orang baik berjodoh dengan orang baik.” Jangan-jangan rakyat labil juga jodohnya pemimpin yang labil hahahaha. Becanda :P.

Sedikit pesan untuk menghadapi pilpres tahun ini. You choose whoever you like and forget the other option you have before. Iya, dong. Menyesali masa lalu itu sama sia-sianya dengan mengkhawatirkan masa depan.

Masa lalu apa lantas dibenamkan begitu saja. Kagak dong! Dipelajari biar enggak diulang lagi bukan? Mengkhawatirkan apakah pilihan kita akan sanggup menegakkan harapan kita? Sudah dibilang, itu juga tak ada gunanya! Berharapnya sama Tuhan saja ^_^.

Saya semalam wara wiri di Twitter ketemu kalimat bagus ini dari akun @gitasudjarwo : “Siapapun presidennya, punya kekurangan kelebihan. Tidak ada yang sempurna. Pilih dengan hati. Lalu doakan mereka. Biar Tuhan melengkapinya” 🙂.

Siapa sih yang bisa meramal masa depan? Dengan cara apa kita tahu apa-apa yang menanti di kemudian nanti sebelum ajal menjemput?

Enya punya jawabannya 

Who can say where the road goes
Where the day flows, only time
And who can say if your love grows
As your heart chose, only time

Who can say why your heart sighs
As your love flies, only time
And who can say why your heart cries
When your love lies, only time

Who knows? Only time

( Song “Only Time”)

Hanya waktu yang bisa menjawab. Itulah mengapa, selamanya kesetiaan kita harus berlabuh HANYA kepada Sang Pemilik Waktu 🙂.

 

***