X

Corniche Road Rabigh Arab Saudi yang Tenang

Corniche Road ini umumnya sebutan untuk nama jalan yang bersisian dengan pantai. Tidak hanya di Arab Saudi, Corniche Road juga umum ditemukan di berbagai kota lain di wilayah Timur Tengah lainnya. Di Kota Jeddah, Corniche Roadnya juga lumayan terkenal.

Nah, yang ini, Corniche Road Rabigh Arab Saudi.

Rabigh, sekitar 200 km dari kota Jeddah, sekitar 2 jam menyetir mobil dari Jeddah. Gila ya bisa 2 jam hahahaha. Mungkin enggak persis 200 km lah ya.  Dan memang kalau ngebut di tol Saudi tuh susah deh mau ngerem :p.

Rabigh ini sebenarnya kota biasa saja di Saudi. Kotanya tergolong lebih kecil dibanding Jeddah yang glamour. Yang cukup terkenal tentang kota ini yaitu hadirnya pengilangan minyak, dkk milik “Petro Rabigh” (PR).

PR sendiri adalah perusahaan patungan antara Saudi Aramco dan Sumitomo Chemical Co yang memproduksi dan memasarkan hidrokarbon halus dan petrokimia. Basisnya tentu di Arab Saudi. Demikian kata om Wikipedia tentang si PR ini :P.

Menjelang perbatasan kota, kita akan disambut dengan banner segede gaban yang bertuliskan “Petro Rabigh”. Pokoknya tinggal ikuti petunjuk jalan, seharusnya tidak akan tersesat menuju kota Rabigh ini.

 

Checkpoint nya sih tempo hari enggak ada yang jaga, jadi kita melenggang mulus masuk ke dalam kota.

 

Trus, Corniche Road nya sebelah mana? Tenang, ada petunjuknya juga. Mungkin sudah pakemnya kalau ada orang luar yang sampai memasuki wilayah Rabigh, pasti tujuannya tak lain dan tak bukan : mejeng di Corniche Road, Rabigh! Hahaha :p.

Agak misleading ini jalan menuju Corniche Road Rabigh. Malah saya, yang biarpun sangat menyadari kelemahan saya dalam hal menghafal jalan, dengan pedenya bilang ke suami : “Salah jalan ini, mah.”

Tentu suami saya sudah sangat terlatih mendengar celetukan sok tahu dari sang istri ini hihihi, jadi beliau memilih bungkam sampai akhirnya … tibalah kita di Corniche Road-nya Rabigh! Jalannya sudah benar ternyata :P. Diem aja lu makanya hahaha :p.

Bisa ditebak, kegiatan pertama selepas mobil terparkir : saya dan anak sulung berhamburan keluar dari mobil. Waktu itu anak nomor 2 masih di bawah setahun. Yang nomor 3 masih di awang-awang hihihi. Si mamah langsung berpose dan sulung saya heboh main pasir ^^.

Rabigh 2011

<

Corniche Road nya sih pendek saja, ya. Enggak nyampe 10 km. Ini yang dibuka buat umum saja. Di sisi kanan dan kiri, sisanya ditutup pake pagar kawat, dengan papan petunjuknya :”Private Beach” … yaaaa, penonton kecewa :(.

Public Beach, sebagiannya dilengkapi dengan playground, dkk. Sebagian lagi ‘polos’ aja. Tapi tempatnya bersih walau kusam gitu hihihi. Airnya itu looooh, jerniiiiih :).

Waktu kita disana, ada yang kemping gitu, orang sini emang seneng pasang tenda di tepi pantai. Asik sih ya, tapi kalo masih nenteng bayi mah, ogaaaah *lemparPampers*.

Tempatnya relatif sepi. Ada fasilitas MCK di tepian yang banyak pondok-pondok nya + playground. Paling buat duduk-duduk ama piknik bentaran di sini. Soalnya enggak ada hiburan apa-apa. Biasanya kan hiburan standar ada penyewaan motor-motor ATV gitu. Di sini, gak ada apa-apaan.

Palingan yang sempat terlihat, ada yang berenang (sebatas di pinggiran doang, secara laut lepas gini, mana berani ke tengah). Terus ada juga yang mancing juga.

Terus ada monumen lucu disini. Kirain siapa yang iseng markir mobil disini, ternyata 3 mobil berjejer itu memang khusus diparkir disitu buat monumen. Disela-sela nya dikasih batu-batu biar gak dibawa kabur soalnya itu mobil beneran, booo ;).

Kita parkir agak lamaan di bagian yang ber-playground tadi. Biar bocah puas main-main dan mama puas foto-foto tanpa gangguan berarti :p.

Si balita mah sih standar ya, sibuk maenan perosotan sama acak-acak pasir. Dan entah kenapa sesi foto-fotonya kok hasilnya kurang mentereng jadi males pajang di sini. Udah di-edit abis-abisan, masiiiihhh aja rasanya kurang kece huhuhu 😀 *bantingKamera*.

Lagian pas masih asik explore pose yang pas, yang kecil minta nenen, ya udah, masuk mobil deh kita berdua. Papa aja yang sibuk hunting foto dan eike gigit jari dalam mobil sampe pulang hahaha.

Gak sempet nungguin sunset. Pengen pulang saja karena rencananya pengen mampir di King Abdullah Economic City, tapi ternyata enggak dibuka buat umum. Hadeeeuuh :(.

Ya, segitu aja sih kira-kira oleh-oleh dari Rabigh :). Gosh, it was 6 years ago. Sekarang mah anak udah 3 aja ya hehehe. Lebih heboh lagi kalau diajak jalan-jalan :D. Alhamdulillah ya. Repot mungkin iya, tapi senengnya juga 3x lipat kan? ;). Love you, boyz <3.

davincka@gmail.com: