X

Di Mana Tanah Dipijak, di Situ Langit Dijunjung

Postingan yang berisi curhat embak-embak soal larangan shalat di tempat umum di Xinjiang seperti biasa langsung membakar timeline hahahaha .

Si Embak konon ditangkap dan diinterogasi oleh petugas di Xinjiang karena melanggar aturan “tidak boleh shalat di tempat umum”.

Saya sudah membatin nih, ini kok ya si embak nyasarnya ke wilayah China ya, ke Xinjiang pula. Coba dia nyasarnya ke kota-kota lain yang tidak punya konflik lokal mungkin bisa lain ceritanya .

“Luka” akibat kampanye brutal Pilkada 2017 terkait isu-isu SARA kepada etnis Tionghoa belum juga usai. Langsung diberondong postingan model begini. Si embak TS juga melenceng ke mana-mana dalam komentarnya. Bawa-bawa komunisme segala. Emang niatnya mau ledakin mercon kali .

FAKTAnya memang ada represi terhadap etnis mayoritas Uyghur di wilayah Xinjiang. Sebagian besar etnis Uyghur kok ya agamanya Islam pula. Yang begini-begini memang enak banget digoreng-goreng oleh “kalangan intoleran” .

Boleh dilihat beritanya di sini ya, jangan lupa baca sub-sub artikel yang linknya bertaburan di artikel utamanya di sini : “Why is there tension between China and Uighurs?”

Tension in Xinjiang (pic : hudson.org)

 

ADA fakta-fakta lain yang melatarbelakangi apa yang sebenarnya terjadi di Xinjiang. Dan potret kekerasan terhadap Uyghur-muslim di Xinjiang BUKANLAH sikap umum pemerintah China kepada umat muslim .

Ini yang harus dihindari, menanamkan semangat intoleran melalui pengalaman-pengalaman pribadi dalam konteks yang “sempit” . It won’t help at all .

Saya belum pernah ke China langsung kok berani klaim begitu ya? Karena suami saya sudah pernah assignment 3 BULAN ke kota Wuxi, di belahan barat Negeri Seribu Rakit ini .

Kota Wuxi salah satu kota favorit suami saya pas assignment. Makanannya enak-enak katanya hahaha. Yaiyalah, kita orang Indonesia sudah terbiasa dengan masakan mereka, ya . Waktu assignment ke Santiago (Chile), dia stress, Kak Emma! Hahahaha .

Makanya paling bener mah kalau assignment tuh bawa tukang masak eh …bawa bini! #benerinCelemek #kibasPanci

Jangan salah, warung makanan halal tidak sulit lho ditemukan di Wuxi dan sekitar . Masjid pun ada!

Foto : Dani Rosyadi

 

Suami saya sempat mengira masjid di Wuxi pasti jamaahnya akan didominasi oleh pendatang-pendatang muslim. Pas shalat jumat isinya membludak. Surprisingly, mayoritas jemaah ternyata orang muslim lokal .

Tahun 2010 diperkirakan ada sekitar 23 juta umat muslim di wilayah China. Tapi jangan lupa total penduduk China itu berapaaaaa hehehe. 23 juta orang ini hanya sekitar 2% dari total penduduk China saat itu.

Tetap saja jumlah 23 juta orang itu tidak sedikit kaaaaaaaannn .

Makanya jangan heran, kalau naik haji bakal sering ketemu jemaah dari Negeri Tirai Bambu ini . Arab Saudi saja di tahun 2010 jumlah penduduk muslimnya sekitar 26 juta saja .

Jemaah masjid di Wuxi, China

 

Balik ke kasus di Xinjiang tadi, yang postingannya rame di grup “Backpacker Dunia”.

Pepatah “Di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung” direply oleh si embak TS, “Di mana tanah dipijak, di situ Tuhan disembah.”

Tidak salah. Benar itu .

Tapi ada fakta lain yang juga harus kita terima. Ada banyak sekali agama di dunia ini. Kalian tahu, ada RIBUAN agama dan kepercayaan yang terpencar di seluruh benua di bumi manusia .

Dari RIBUAN ini tentu juga ada RIBUAN cara untuk menyembah Tuhan yang bersesuaian dengan lokasi masing-masing dan aturan setempat . Negara punya kedaulatan masing-masing dan aturan yang harus dipatuhi pendatang, kan?

Kalau mau ke Iran ya harus mengenakan pakaian tertutup bagi seluruh perempuan dewasa termasuk yang non muslim. Jalan-jalan ke Republik Irlandia ya jangan panas melihat banyaknya rumah ibadah umat Katolik di mana-mana .

Eh tapi masjid juga ada lhoooo di Ireland . Yang segede-gede gereja juga ada. Di wilayah Clonskeagh, Dublin. Di Amerika Serikat nih, di area Dallas-Fort Worth, masjid-masjid tidak sulit ditemukan .

Sejak Trump menang pun, alhamdulillah masjid-masjid tersebut masih berdiri tegak dan menaungi komunitas muslim yang ada di sekitarnya .

Ah ya, di negara Arab Saudi tidak diizinkan mendirikan rumah-rumah ibadah apa pun selain MASJID di tempat-tempat umum, lho. Jadi buat teman-teman non muslim, ibadah agamanya hanya boleh dilakukan di ruang-ruang pribadi saja.

Kalau kalian ngotot, “Ya agamaku dong is the best. Paling benar. Yang lain agamanya salah pastinya. Jadi tolong pahamilah saya. Utamakanlah agama saya.”

Coba pikirkan jika dari ribuan agama dan kepercayaan ini juga berkoar-koar di depan umum PERSIS seperti itu? . Berapa banyak tragedi dan penderitaan yang akan terjadi?

Bukankah kita juga percaya perbedaan-perbedaan ini adalah keniscayaan? Tuhan yang menciptakan semua perbedaan ini. Lah terus mengapa kita sendiri yang bersikeras menyeragamkan apa-apa yang sudah dari sananya berbeda? *pijetKening*.

Muslimah di Xinjiang, China (gambar : pakistantoday.com.pk)

 

Jadi kalau jalan-jalan atau bermukim di negara lain, hindarilah menjadi provokator . Tentu provokasi beda dong ya sama bersikap kritis. Kalau mau kritis ya sertakan juga dong semua latar belakang sejarah pertikaian China vs Uyghur kan, kan, kan .

Yang terjadi di Xinjiang ya sebenarnya mirip-mirip juga dengan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar dan suku Kurdi yang bertebaran di banyak wilayah Timur Tengah. Ketidakmampuan kita mengolah dan menerima perbedaan .

Diperparah dengan campur tangan eksternal. Kalau baca dari artikel BBC tadi kan ada pengaruh kelompok luar terhadap gerakan-gerakan separatis di Xinjiang.

Sikap otoritas China yang malah makin “sangar” ke etnis Uyghur justru mungkin memperparah pertikaian ya . Tapi ya itulah, saya juga kalau jadi pemimpin bingung juga harus gimana. Kalau lembek entar ada yang ambil kesempatan dan memberontak beneran. Kalau terlalu keras nanti malah makin ngamuk. Tengah-tengah, ya tengah-tengah itu yang kayak apaaaaaa .

Untunglah hanya ditakdirkan jadi emak-emak berdaster. Tukang komen aja bukan pengambil keputusan level negara hihihi. Semoga Tuhan menganugerahkan kebijaksaan dan kelembutan bagi seluruh pemimpin-pemimpin dunia. Aamiin .

Btw, sebaiknya sebelum traveling ke tempat-tempat lain periksa dulu aturan-aturan setempat. Kalau dirasa menyulitkan atau merusak akidah atau apalah-apalah ya enggak usah ke sana. Hidup ini pilihan, yes? 

Soal aturan beribadah terkait gini-ginian ya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang bukan Maha Judgemental kok yaaaaa .

“You must understand the whole of life, not just one little part of it. That is why you must read, that is why you must look at the skies, that is why you must sing, and dance, and write poems, and suffer, and understand, for all that is life.”-Jiddu Krishnamurti

Have a nice weekend .

davincka@gmail.com:

View Comments (2)

  • Huhuuu setujuuuu cb ada org penyembah berhala gitu beribadah ditempat umum di indonesia pasti jg digelandang dan diinterogasi. jk ingin jd masyarakat dunia(dgn travelling) qt harus siap merubah setting sudut pandang kita (bukan merubah keyakinan) kayak kata mbak jihan td stju banget.. udh tau bukan negara mayoritas muslim jgn sengaja unjuk gigi ibadah ditempat umum (bhs nya mbak jihan provokator wkwkwk) krn dlm kondisi sperti itu yg penting qt solat.. cari tmpat aman buat solat..dan ga usah dtg ke tempat yg qt ga yakin bs solat disana.. wise mbak ?