X

I Google You (2) : Bisnis “Kepo-kepo” ala “Intelijen Digital” ;)

Waktu pertama kali tahu ada fasilitas “diari” (blog) via internet, saya seneng bangeeeeet. Masih kuliah waktu itu. Yoih, angkatan 98 akutu, apa lo apa lo apa lo 😝😝🤪.

Pikir saya waktu itu, “Ih, enaknya. Praktis banget, gak perlu beli-beli buku diari lagi. Gak rempong dan deg-degan kalau ada yang baca. Gak ribet dibawa ke mana-mana.”

Yaaaayyyyy ^_^

Sebagai anak diari-diari sejak SD, menulis keseharian memang gaya hidup sejak kecil, Cuy hihihi. Makanya jangan heran kalau eike bawel di medsos 🤣🤣🤣.

Pikiran saya waktu itu, dalam beberapa hal benar. Adanya BLOG bener-bener praktis. Bisa diakses dari mana saja asalkan ada koneksi internet. Waktu itu memang koneksi internet masih barang “langka”. Tapi tetep aja praktis.

Bagian yang ((DEG-DEGAN KALAU ADA YANG BACA)) …. SALAH TOTAL!!!! 🙈🙈🙈.

Bahkan jika kita “menitipkan data/info” kepada internet dengan setting paling PRIVACY sekali pun, tetap bisa ditembus.

Waktu di kampus dulu punya temen yang memang passionnya … hacking! Hahahaha. Kite masih ribet mikirin algoritma tugas-tugas di kampus, dese udah sibuk ngerjain satu lab dengan mengirim pesan aneh-aneh ke semua PC di lab. Heboh banget waktu itu hehehe.

Dari dia inilah saya jadi tahu dikit soal jaringan komputer sebelum mata kuliahnya dipelajari beneran. Saya kutip salah satu ucapan teman saya itu, “Apa pun kalau sudah masuk server, pasti bisa diintip. Selama yang bikin masih manusia, pasti bisa nemu celahnya.”

Iya sih.

INTERNET benar-benar menjelma jadi pedang bermata … banyak! Sereeeeeem.

Artikel Haaretz ini membahas soal industri Cyber-Spy yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan lokal Israel. Haaretz merupakan media yang cukup terpercaya. Monggo di-googling sendiri kalau gak percaya.

Hal pertama yang saya lakukan sebelum membaca link saat dikirimkan oleh teman, ya cek dulu apa sih Haaretz ini. Haaretz semacam TEMPO-nya Israel. Banyak mengkritik pemerintahan lokal sana.

Makanya, Haaretz ini dibenci oleh kebanyakan orang Israel tapi dipuja-puja oleh orang dari luar Israel.

Luar biasanya, produk-produk Cyber-Spy ini bahkan dijual ke negara-negara yang tidak punya hubungan diplomatik dengan ISrael.

Sebenarnya produk ini banyak sisi positifnya. Termasuk untuk mendeteksi gerakan-gerakan teroris dan radikal. Sayangnya, dalam praktiknya … ngeriiiiiiii :(.

Banyak bukti bahwa beberapa intelijen negara menggunakan produk ini untuk “menjebak” lawan politik atau oposisi atau aktivis-aktivis yang dianggap terlalu “cerigis”.

Bahkan dipakai untuk membantai (literally!) kelompok-kelompok minoritas seperti LGBT dan segala macam.

Saya kutip yang tentang INDONESIA :

——
Indonesia is no haven for the LGBT community, either. Reports by human rights organizations have noted the tough policy against the community, as well as against religious minorities, under legislation that bans “blasphemy.” Three sources who spoke to Haaretz talked about wrongful use of Verint products in Indonesia.

In one case, the systems were used to create a database of LGBT rights activists who had been targeted for surveillance. In another, the victims of the spyware were religious minorities. “As soon as I arrived in the country, the client told me that my help was needed with an investigation that was bogged down,” Netanel, who worked with the Indonesians to activate the systems, relates. “Very quickly the investigation turned out to be a case against a non-Muslim public figure who was accused of blasphemy,” an offense that carries up to five years in prison.

——-

Sisanya, kalian baca sendiri aja artikel lengkapnya.

Industri ini memang meningkat luar biasa. Bukan hanya di Israel. Negara-negara lain juga ada yang mengembangkan produk-produk sejenis. Cuma Haaretz menyoroti Israel secara khusus dalam artikel ini.

Betapa berharganya nilai DATA dan INFORMASI sekarang ini. Beberapa orang yang terlibat dalam industri ini mengakui SULIT untuk mengontrol penggunaan produk secara moral/etika. Apalagi di negara-negara berkembang yang DEMOKRASI-nya masih kembang kempis :(.

Beberapa negara Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika disebut juga dalam artikel ini.

Hal menarik lainnya adalah TAWARAN GAJI yang gila-gilaan buat para pekerja di industri Cyber-Spy. Tidak ada industri lain di dunia yang bisa se-sadis ini urusan renumerasi.

Industri beginian juga pinter. Mereka membidik semua sisi. Ibaratnya produsen virus, sengaja bikin virus ya biar anti virusnya juga laku.

Nah, jadi paham yaaaaa, mengapa kalian harus ekstra hati-hati dengan data dan informasi apa pun yang kalian bagikan secara digital. Karena jangan salah Bro dan Sis, jaringan pribadi dalam bentuk apa pun bisa ditembus. Termasuk chatting whatsapp one on one. Apalagi kalok cuma akun medsos :p.

Makanya tempo hari sempat berdebat dengan teman dan kakak sendiri hahahaha, soal aplikasi-aplikasi yang menurut mereka “aman” dan tidak mungkin bocor terkait musik dan buku.

Yaela, dulu pun YOUTUBE pun terkenal videonya gak bisa di-download. Sekarang, daripada dipreteli sama aplikasi “ilegal”, Youtube pun akhirnya menyediakan fasilitas DOWNLOAD secara terbuka hahahahaha :p.

Apapun yang dibagikan ke dalam dunia tak terbatas di ruang maya, TIDAK ADA YANG TIDAK BISA DITEMBUS ;).

Kok gitu ya? Nah balik ke pendapat teman saya tadi, “Selama yang bikin adalah manusia, pasti bisa nemu celahnya.”

Jadi inget PEPATAH KLASIK

“Dalamnya lautan bisa diterka, dalamnya hati SIAPA YANG TAHU.”

Tempat menyimpan rahasia yang paling aman ya “TELL NO ONE!” 😁.

Sekarang lebih ngeri, apa pun bisa VIRAL dalam hitungan detik bahkan. Kalok dulu kan paling gosip-gosip dari mulut ke mulut. Perlu resource yang besar untuk menyebar luas.

Lah sekarang? Pencet SATU TOMBOL SHARE PAKEK SETTINGAN PUBLIC, SELURUH DUNIA BISA TAHU (LITERALLY) 🙈🙈🙈.

Walau begitu, jangan mendadak jadi anti internet gitu lah ya. Sebenarnya, buanyaaaaakkk sekali manfaat positifnya.

Segala kemudahan ini memang dibarengi dengan tanggung jawab yang luar biasa besarnya. Makin praktis makin besar resiko yang harus ditanggung. Memang seharusnya begitu kan? 🙂

Jangan khawatir, MANUSIA itu bukan makhluk sembarangan ;).

Many times we can see, semua masalah yang dibuat oleh manusia suatu hari akan dituntaskan oleh manusia lainnya untuk kemudian dibuatkan kesalahan yang lain, lalu dibereskan oleh yang lain, dst dst dst…sampai dunia kiamat hehehe.

Tetap semangat, yes? Jangan galau hehehe.

Artikelnya lumayan buat nambah-nambah ilmu dan informasi ;). Very-very long one but it’s worth every second.

davincka@gmail.com:

View Comments (1)