X

Tanda Kontraksi Palsu di Kehamilan Trimester Ketiga

Waktu hamil pertama dulu, penasaran banget sama yang namanya kontraksi palsu hamil tua. Tanda kontraksi palsu gitu-gitu lah. Istilahnya, braxton hicks. Wajarlah, soalnya enggak tahu juga yang namanya kontraksi beneran kayak gimana :D. Kontraksi asli saja enggak paham ya gimana mau ngerasain yang palsu yak hahaha.

Dokter cuma bilang, kontraksi itu semacam rasa mulas. Nah, hamil pertama di usia kehamilan memasuki minggu ke-36 saya sudah sering  mulas lho waktu hamil. Agak panik. Karena saya juga pernah mules-mules pas trimester pertama. Kalau trimester pertama dan kedua sering mules, itu memang tanda tanya dan boleh panik.

Apalagi kalau ada insiden keluar darah saat mules di trimester pertama ini, updated : udah saya bikin vlognya juga terkait hal ini :

Tapi kalau rasa mulas datangnya di trimester ketiga, apalagi di kehamilan di atas 32 minggu, katanya jangan terlalu khawatir.

Saran dokter, kalau hamil masih di bawah 36 minggu, kalau mulesnya berdurasi agak lama, sebaiknya langsung istirahat. Karena usia kehamilan segitu kan jatuhnya masih prematur, ya.

Di kehamilan pertama, saat periksa di usia kandungan ke-38 saya utarakan keluhan mulas saya. Dokternya cuma senyum-senyum. Kata dia, “Berarti masih mulas bohongan karena ibunya masih santai begini.”

Eh, dicek ternyata sudah bukaan 1. Tapi saya tetap boleh pulang ke rumah. Di kehamilan pertama dari bukaan 1 sampai 10 itu tidak ada patokan waktu yang pasti. Ada yang dalam tempo beberapa jam sudah tahu-tahu bukaan 10. Ada juga yang kayak saya. Masih tidak ada mulas berarti hingga satu minggu kemudian dicek lagi sudah bukaan 3.

Updated : sudah ada versi vlognya lo, monggo ditonton :

Jangan lupa subscribe ke channel youtube saya di sini ^_^.

Baca : [1st Pregnancy] Hamil Minggu ke-38

Back  to topic, iya sih, rasa mulas makin sering tapi rasanya ya enggak sakit-sakit banget. Hanya terasa seperti rasa sakit menjelang datang bulan itu lho. Ya, agak sakit dikitlah :p. Begitu pulang ke rumah baru mulai intens, dan akhirnya terasa sakit yang agak beda. Kalau rasa sakitnya datang, sampai bergerak kayak gimana pun rasa sakitnya tidak mereda dan sakitnya itu sampai ke punggung bagian bawah.

Baca : Pengalaman Melahirkan Normal Anak Pertama

Anak sulungnya dah segede ini nih 😀

Anak sulung berpose di toko suvenir di Chinatown London

Di kehamilan ke-2, saya sudah lebih mengerti. Makanya, begitu kontraksi beneran saya langsung tahu. Rasa sakitnya beda dengan mulas-mulas ‘pemanasan’ seperti Braxton Hicks hehehe. Jadi, pas terasa sakit, langsung siap-siap ke rumah sakit.

Benar juga, pas diperiksa sudah bukaan 5 :D.

Baca : Melahirkan Normal Anak ke-2

Kehamilan ke-3 agak beda sedikit. Seperti sebelum-sebelumnya, memang di kehamilan minggu ke-36 sudah mulai intens itu rasa mulas. Tapi pernah kejadian malam-malam, saya merasakan sakit yang lebih. Sudah yakin kalau itu mulas beneran. Soalnya sakitnya kan beda. Saya tunggu-tunggu sampai teratur sambil tiduran.

Eh, pas saya bangun dan pindah ke ruang tamu duduk di sofa, rasa mulasnya hilang. Ketipu dah! :p. Braxton hicks kw 1 ini namanya hahaha.  Tapi 3 hari setelah itu, pas hari sabtu sore terasa sakit-sakit di area perut menjalar sampai ke punggung bawah bagian belakang dan makin intens, itu baru kontraksi benerannya :D.

Jalan-jalan pagi sebelum malamnya melahirkan 😀

Baca : Melahirkan Normal Anak ke-3

Jadi, braxton hicks itu cirinya :

  1. Rasa mulasnya tidak berkepanjangan. Ganti posisi dikit biasanya mereda atau malah hilang sama sekali.
  2. Tidak teratur. Kadang sakit terus berhenti lama. Terus sakit lagi beberapa jam kemudian. Pokoknya cek saja. Kalau dalam 1-2 jam enggak rutin, berarti bukan kontraksi beneran :D.
  3. Rasa mulasnya lebih mirip dengan rasa sakit saat mengalami/sebelum datang bulan.

Sementara, kontraksi beneran :

  1. Rasa mulasnya berbeda. Sakitnya sampai ke punggung bawah bagian belakang. Kalau lagi sakit, kita merasa sukar mau bergerak saking sakitnya.
  2. Mencoba ganti posisi pun saat sakit, sakitnya tidak berkurang.
  3. Tapi ingat ya, kontraksi menjelang proses melahirkan ini bukan kontraksi sambung menyambung dan tidak terputus. Ada jedanya kok :D. Jadi biasanya sakit datang per 5-10 menit.
  4. Frekuensinya teratur dalam tempo agak lama. Misalnya dalam satu jam, per 10 menit rasa sakit yang sama datang.
  5. Makin lama makin sakit. Yup, waktu terus berjalan seiring rasa sakit yang makin bertambah. Tapi jangan langsung ketakutan ya. Ingat, ada jeda di mana rasa sakit ini hilang sama sekali.

Semoga membantu, ya. Tiga kali mengalami, ya prosesnya mirip-mirip sih kalau berdasarkan pengalaman saya. Namun tentu saja, tiap ibu hamil bisa punya cerita beda-beda ;).

[Updated : di 2019 saya sudah bikin vlog untuk ngobrol proses melahirkan normal anak pertama, kedua, dan ketiga, nih. Semoga kisahnya membantu]

Yang mungkin terasa sama itu :

“Feeling fat lasts nine months, but the joy of becoming a mom .. lasts forever.” <3 (attributed to Nikki Dalton).

Kenangan hamil anak ke-2 di Jedah, tahun 2010-2011

Note : Jangan lupa subscribe juga ke channel youtube saya, ya ^_^. Channel youtube saya berisi vlog traveling, review skin care dan resep-resep masakan khas Indonesia yang tetap jadi pilihan utama walau sudah 1 dekade merantau :D.

davincka@gmail.com:

View Comments (1)

  • Halo Mbak Jihan. Aduh, lama banget aku gak main ke blog ini.
    Aku 2 kali hamil belum pernah ngrasain kontraksi palsu. Begitu mules, brojol ajahh. ha..ha...