X
    Categories: Chit-chat

Son(Shine)

“The moment the child is born, the mother is also born.”

Untuk anak pertama memang rasanya super banget, ya. Pantas saja dulu saya lihat-lihat di foto album jadul, foto kakak sulung saya banyak bangeeeeeeetttt .

 

Yang tengkurap lah, yang lagi nangis lah, yang lagi berdiri dengan berbagai pose, naik odong-odong, sedang dipangku, nyender sana nyender sini. Enggak ada yang sebanyak dia fotonya.

Berhubung saya anak perempuan pertama, secara kuantitas foto-foto saya bolehlah mendapat peringkat ke-2 hihihi. Lima kali sebelumnya Mama melahirkan, keluarnya daeng-daeng semua. Eeeeh, lanjut ke saya jadinya .

Tiga anak saya, buyuang kabeh!

Entah sadar entah tidak di anak pertama memang para mamah ALL OUT bangeeeeet . Contoh terkini ya emaknya si Baby Kawa. Sejak Baby Kawa lahir, semua milestone Baby Kawa yang diposting oleh si mamah sering bikin uring-uringan jagad Instagram!

Padahal sih kasus-kasusnya ya muter-muter di situ saja. Betapa bangganya si Mama ngasih ASI ekslusif. Terus tetap yoga jadi langsung langsing dan show ke mana-mana lagi. Makin bikin mamak-mamak lain murka dah hahaha.

Cara gendongnya yang menurut orang lebay. Terus caption-captionnya yang dianggap sok-sok an. Terus lanjut ke pertarungan antara Baby Led Weaning vs cara makan pake disuapin dan dijatahin. Dan seterusnya dan seterusnya.

Selain euforia anak pertama, sebagai salah satu selebgram, si mamah kan cuma nyari duit aja. Terbukti gencarnya postingan ala-ala endorsement di produk-produk bayi ini itu .

Jadi yaaaaa, take it easy ya, Moms .

Anak pertama, pengalaman pertama . Serba heboh. Baru lahir saja fotonya sudah bikin memori hape FULL hahaha. Buka mata dikit, foto lagiiiiii. Ganti diaper pertama, direkam kalau perlu! .

Lalu menginjak sebulan pertama. Dua bulan, tiga bulan, makan pertama, merangkak pertama, pokoknya serba yang pertama. Bukan hanya buat si anak. Tapi juga buat mamahnya .

Enggak heran, kalau kita lebih grogi. Belum ada bayangan juga. Jadi gampang galau. Dikomenin dikit baper. Naluri berkompetisi juga lagi tinggi-tingginya jadi yah semacam, “Pokoknya anak gue paling keren. APA LO SEMUA!” ???

Mungkin kita semua memang harus melewati fase-fase yang membuat kita terlihat sangat menjengkelkan ini . Wajar ya .

Terus datang anak kedua. Pelan-pelan ketegangan kita mengendor. Karena sering terpikir, “Ah dulu kakaknya juga gitu. Sudahlah, nanti dia juga bisa sendiri.”

Apalagi anak ketiga, yes? Tahu-tahu sudah nyengir sendiri, tiba-tiba sudah jalan dan berlari (padahal kapan ngajarinnya ya? hahaha).

Mungkin di anak ketiga inilah, kebanyakan dari kita sudah mulai menyadari, “There’s no way to be a perfect mother, but a million ways to be a good one” .

Tuuuuh, yang anaknya baru 2, jangan mau kalah sama Princess Kate dan Princess Jihan #eh ???

Walau kelihatannya sudah tidak se”beringas” yang sebelum-sebelumnya, tapi sayangnya mah tetap mengalir penuh 100% buat semua anak-anak dong ya . Sama derasnya sama banyaknya .

#boy3

 

Anak pertama, anak kedua, maupun anak ketiga, kalau lagi bobok iiiiiihhh minta diciyum banget deh mukanya .

Dear #boy3, mungkin Mama sudah tidak semangat bikin foto-foto kehamilan seruwet abang-abangmu dulu #eaaaa. Foto-fotonya juga minim. Folder hape Mama sekarang isinya video resep semua hahahaha.

Tuuuh, ngucapin ultah “resmi”nya aja bisa telat seminggu hahahaha.

But just like the other two, you’ll always be the one who stole my heart since the day I screamed and bursted into tears at the same time, seeing those 2 lines on the testpack . Cengeng kalilah mamakmu ini, Nak .

And saving more tears for the day you graduate, the moment you leave the house or the by the time you’re sitting in front of me and saying, “You know Mom. I met this girl. And I thought that I…” Oh nooo, bayanginnya saja sudah mewek .

Alhamdulillah ya, next time kita dikasih kesempatan naik pesawat lagi, kamu sudah punya tempat duduk sendiri #asyikBisaNgorokDenganTenang .

Happy belated birthday, Sayang . Doa-doa terbaik untukmu selalu *ciyum*.

davincka@gmail.com: