Kumpulan Emak Blogger

Mama Yeah

Masih ingat akun ini gak sih? Hihihi.

Akun ini sempat ramai beberapa tahun lalu di kalangan emak-emak. Akun Mamayeah ini dibuat dan popular via Twitter.

Tweet-tweetnya setajam silet, semacam sarkasme sebagai respons kepada makin membahananya perselisihan kaum emak-emak. Ya you knowlah, ASI vs Sufor – Melahirkan normal vs SC – dan yang paling hits tak lekang ditelan zaman … ibu bekerja vs ibu di rumah!

Masih inget beberapa tweet-tweet dari akun si MamaYeah sebelum akhirnya akunnya direport ramai-ramai dan akhirnya dihapus hahaha.

read more

Menuju berat badan ideal perempuan

Langkah Langkah Bayi Menuju Resolusi Berat Badan Ideal

Pernah membaca “7 Habits for Highly Effective Teens”? Ini beda lho sama buku satunya lagi yang versi “dewasa”nya.

Kalau versi “for Highly Effective People” itu karangan Stephen Covey. Yang versi “abege”nya ditulis oleh sang anak, Sean Covey. Terjemahan bahasa Indonesianya bagus banget deh . Asyik banget dibacanya.

Nah, di tiap akhir bab, Sean memberikan yang namanya “Langkah-langkah Bayi”.Semacam step by step untuk melatih kebiasaan/habit biar benar-benar menancap dalam keseharian kita.

read more

Ayam Kremez

Jules terisak-isak sambil curhat, “I don’t want to be buried alone. Paige’ll be with her husband, and Matt’ll be with his new family, and I will be buried with strangers. I’ll be buried in the strangers singles section of the cemetery. Not that that is a reason to stay together. But it’s just, you know, a scary sidebar.”

Ben menyodorkan selembar tisu, “Let’s take that one off your plate right now. You can be buried with me and Molly. I happen to have space, okay?”

read more

That Change Can be Beautiful

“Untuk pelamar beasiswa program magister/dokter spesialis, usia maksimum pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun.”

Game over, begitu pikir saya saat melihat sebaris kalimat tersebut 2 tahun lalu saat saya mencari-cari peluang beasiswa untuk melanjutkan studi magister saya.

Maksimal 35 tahun. Langsung lemas. Beranak melulu sih, hahaha. Jadi ‘lupa’ mikirin sekolah lagi :p.

Padahal dari kecil saya ini gila sekolah banget. Selalu menganggap saya memang cocoknya menjadi akademisi. Dulu malah punya cita-cita tunggal : menjadi dokter! Saya percaya diri banget deh dengan nilai-nilai akademis saya.

read more

Tragedi Farkhunda : Antara Agama, Misogini, dan Politik

“Allahu Akbar!” Pekikan ini terdengar saat iring-iringan manusia mengantarkan jenazah Farkhunda ke tempat peristirahatan terakhir.

Ironisnya, pekikan yang sama, “Allahu Akbar” juga digunakan oleh para pelaku saat membunuh Farkhunda beramai-ramai di salah satu pusat kota Kabul, Afghanistan. Dimana dalam kasus ini, kata membantai mungkin lebih tepat.

Gambar : operationworld.org

Gambar : operationworld.org

Tanggal 19 Maret 2015, sebuah video amatiran yang direkam oleh banyak orang (ada yang mengklaim ratusan) tersebar viral di media sosial. Orang-orang yang menyebarkan video dengan bangga mengklaim bahwa mereka adalah bagian dari “tim penyelamat agama” oleh seorang perempuan atheis bernama Farkhunda.

read more