Film The Help : Courage Sometimes Skips a Generation

Untuk kesekian kalinya nonton film The Help ini. Duh, karena nontonnya benar-benar full kali ini jadi lebih berasa sedihnya .

Yang bikin lebih sedih lagi, rasanya di tahun 2009-2010, sebelum mulai merantau dan masih hidup dalam lingkungan ber-embak di Jakarta, beberapa hal-hal yang ada di The Help masih kejadian di sekitaran kita waktu itu .

Film The Help

Kamar mandinya dipisah. Peralatan makan dipisah, jenis makanan dipisah. Ada yang memanfaatkan jasa asisten rumah tangga untuk SEGALA urusan. Ya masak, ya mengurus anak, ya ini itu dengan gaji seada-adanya. read more

Laki-laki, Suami, dan Bapak

Walau tak pernah bermukim di daerah asal kedua orang tuanya, suami saya dibesarkan dalam suasana “Minang yang kental”. Ada segregasi yang tajam antara “tugas Ibu” vs “tugas Ayah” dalam urusan rumah tangga dan mengurus anak. Setidaknya dari kehidupan sehari-hari mertua saya, itu tergambar dengan sangat jelas.

Ada yang bilang, ini sih budaya orang Sumatera pada umumnya. Tapi kayaknya secara umum ini budaya ketimuran, ya. Di Asia yang begini-begini mah wajar hehehe. Jangan heran kalau di Indonesia pada khususnya, pasti masih banyak yang ribet kalau misalnya melihat bapak-bapak ngurus anak tanpa istri. read more

Kata kata Untuk Ibu dari The Millennial Generation ;)

Yang cukup ramai dari kasus remaja seperti Afi dan Awkarin adalah respons para orang tua. Termasuk kita semua yaaaaaa (yang nulis jugak hahaha *usapUsapKerutanMata*). Penting nih, sekadar membagi kata kata untuk ibu juga orang tua pada umumnya.

Salah satu imbasnya adalah pihak-pihak yang mulai membanding-bandingkan. Mendadak posting-posting misalnya, anak kedokteran yang lulus umur belasan misalnya. Atau ada juga yang memamerkan putra dari daerahnya yang penemu apalah gitu. Dalam bidang eksakta.

Nah, ini dia, nih. Kita, sebagai orang tua, kerap menjerit betapa tidak adilnya dunia pendidikan yang sering fokus kepada tipe-tipe kecerdasan tertentu. Umumnya, anak-anak yang cerdas dalam ilmu-ilmu pasti/eksakta lebih mendapat tempat. read more

Bisakah Perempuan Bekerja di Arab Saudi?

Bisakah perempuan bekerja di Arab Saudi ? Bisa dong ah ;). Pilihannya bukan cuman kerjaan ‘domestik’ macam asisten rumah tangga, IRT, ato nanny saja.

Tempat umum yang paling banyak terlihat pekerja wanita (formal) nya? Di rumah sakit!

Mulai dari suster, para admin, resepsionis, bahkan dokter :). Oh ya, pasti pada ngirain obgyn di Jeddah enggak ada yang laki-laki? Tet tooooot :D. Obgyn laki-laki boleh kok di Arab Saudi. Tapi saya dari dulu lebih nyaman jika ditangani dokter perempuan sih ;). read more

Mengecilkan paha dan bokong dengan squat

Olahraga Mengecilkan Paha dengan “30 day Squat Challenge”

Mamak-mamak anak 3 ngapain sih masih ngeributin ngencengin paha bokong segala macam? Hahaha. Ya emangnya kenapa? Gak dosa kaaaaan :p. Yuk kita cobain nih salah satu olahraga mengecilkan paha.

Pasca melahirkan anak ke-3, saya memang agak putus asa sih dengan berat badan. Ini hamil anak ke-3, ampun deh, berat badan saya sampai tembus ke angka 68 kg *tutupMuka*. Hamil anak pertama dan kedua berat badan saya hanya naik ke angka 60 kg.

Mungkin karena startingnya juga beda, ya. Hamil 1 & 2, startnya sama-sama di angka 51 kg. Sementara anak ke-3, belum hamil aja udah 56 kg hihihi. Makanya pas sudah melahirkan sempat hilang harapan enggak bakal seksi langsing lagi. read more