The Truth Will Set You Free

“Kota di dalam kota” merupakan istilah yang cukup pas untuk menggambarkan fungsi Istana Topkapi di masa lalu. Salah satu situs bersejarah peninggalan Kesultanan Ottoman, bagian dari kekhalifahan Islam yang berakhir di awal abad ke-20.

Hampir 400 tahun, Topkapi menjadi pusat kediaman Sultan di Kerajaan Ottoman. Sebelum akhirnya dipindahkan ke Istana Dolmabahce di pertengahan abad ke 19.

Sekitar 4 ribu orang diperkirakan bermukim di dalam kawasan Topkapi. Termasuk 300 orang selir sultan yang tinggal dalam bangunan tertentu yang dikenal dengan istilah Harem.
Konon 1000 tukang masak istana harus menyiapkan makanan sebanyak 6 ribu porsi setiap harinya.

read more

Istiklal Street Istanbul jalan-jalan

Istiklal Street dan Galata Tower di Istanbul Turki

Dari dalam tram dari arah Bahnhof-Bern saya ngikik melihat salah satu plang di sebuah gedung yang kami lewati. Saya langsung cerita ke suami, “Masa di sini ada yang namanya Bank Eek.”

Hahaha. Bener kan, pas mau pulang kami sengaja jalan kaki menuju Bahnhof biar bisa foto-foto depan Bank Eek :p. Googling it yourself kalau gak percaya . Bank Eek salah satu nama bank di Swiss.

Bahnhof itu artinya stasiun kereta dalam bahasa Jerman .

Beda Swiss beda Turki. Di Turki kami berdua kembali cekikikan melihat salah satu nama restoran yang terpampang gede-gede di sebuah bangunan, “Konak Kebab”.

read more

6 Minaret di Masjid Biru Istanbul Turki

Konon, di malam hari, cahaya biru akan berpendar dari 5 kubah utama – 6 menara – dan 8 kubah tambahan dari dalam bangunan masjid ini.

Salah satu interior utama dinding di dalams masjid adalah keramik biru yang ukirannya dikerjakan dengan tangan manusia. Dari dinding-dinding inilah, cahaya biru tadi memancar. Karena itulah bangunan yang aslinya bernama Masjid Sultan Ahmed ini juga dikenal dengan nama Masjid Biru.

Blue Mosque (pic by Dani Rosyadi)

Blue Mosque (pic by Dani Rosyadi)

Makanya, saya sempat bingung juga awalnya, kok bisa jadi Masjib Biru? Padahal bangunan luarnya berwarna abu-abu kecoklatan. Sama sekali tidak ada tanda kebiru-biruan hehehe. Kirain dulu dicat biru terus dicat ulang :p.

read more

Istanbul Asian Side. The port, Kadikoy, pic by Dani Rosyadi

Republik Turki, Bangkit dari Puing-puing Ottoman

Kesultanan Ottoman berabad-abad menjadi salah satu kesultanan yang cukup disegani dunia. Wilayahnya membentang dari Afrika Utara hingga Asia Barat.

Ya sesuai motto standar aja ya, hidup seperti roda pedati, kadang perkasa kadang ciut hehe.

Konon, keterlambatan modernisasi di berbagai sektor termasuk angkatan perangnya membuat posisi mereka jadi oleng. Hingga sempat mendapat julukan Sick Man of Europe.

Istanbul Asian Side. The Moda, pic by Dani Rosyadi

Moda, Istanbul Asian Side

Pecahnya perang Dunia 1 memperburuk kondisi Ottoman. Nah ini ada teori konspirasinya juga sih.

Kelihaian Churchill melihat potensi melemahkan “Poros Sentral Eropa” (Jerman dkk) membuatnya menerapkan strategi adu-domba.

read more

Bagdad Street, Icip-icip Kehidupan Lokal di Sisi Asia Kota Istanbul

Akhirnya tulisan perdana #istanbulSummer2016 sukses ditulis juga hihihi. Ini mau bahas Bagdad Street Istanbul dulu :D.

Istanbul, kota yang memang pada dasarnya keren dan diperteguh ke-ciamik-annya dengan fakta bahwa daratannya terbagi di 2 benua : Sisi Eropa dan Sisi Asia. Jarang-jarang ya ada tempat yang bisa seberuntung kota ini :).

Istanbul Asian Side. The Moda, pic by Dani Rosyadi

Moda, Istanbul Asian Side

Like I’ve said, sebenarnya kalau jalan-jalan ke kota atau negara lain, lebih ingin merasakan dan berbaur dengan keseharian masyarakat di sana. Kalau cuma mengunjungi tempat wisatanya, foto-fotonya dah banyak euy di internet hahahaha :p.

read more