gaji di Indonesia

Life Goes On … :)

Ngomongin gaji di Indonesia termasuk hal yang cukup “sensitif”. Makanya banyak yang enggan terbuka soal ini.

Kisaran gaji secara umum, bukan cuma gaji di Indonesia loh ya, memang tergantung field masing-masing dan PERKEMBANGAN ZAMAN.

Jurusan kuliah saya dan suami kan memang di tahun segitu-segitu masih dianggap BARU. Jaman saya SMA mah, kayaknya semuaaaaaaaa kerabat yang kenal sibuk membujuk sama masuk Kedokteran Umum.

Kakak-kakak saya yang anak Teknik Elektro sibuk membanggakan jurusannya dan menyarankan saya pilih Elektro jugak. Makanya pas daftar mau pilih ILMU KOMPUTER diem-diem aja, takut dinyinyirin duluan jadi gak konsen entar ujiannya :p. read more

Dampak Gadget pada Anak Generasi Milenial, Yay or Nay?

Dampak gadget pada anak ini sebenarnya kegelisahan yang sudah agak lama. Sekarang-sekarang jadi rame lagi.

Persoalan pertama mungkin gini. Kita harus paham tiap generasi memang punya masanya masing-masing. Soalnya ada yang ngotot kalau kok jaman dulu terasa lebih indah, lebih syahdu, lebih tidak banyak masalah bla bla bla.

Ya semua juga ngerasa gitu hahahahaa. Ini pernah saya tulis di tulisan yang ini nih ;).

Misalnya kakak sulung saya (lahir era 60 an) hobiiiii banget mencela selera musik saya yang tahun 90 an itu. Dia selalu meracau betapa kerennya musik-musik tahun 70 dan 80 an. read more

mendidik anak milenial

Tantangan Ortu Mendidik Anak Milenial

Mendidik anak milenial buat ortu yang lahir dan besar di era yang berbeda pasti enggak mudah. Mau tinggal di mana juga.

Tapi tinggal di negara-negara maju buat diaspora asal Indonesia, secara garis besar memang menyenangkan kok. Senengnya di atas 50%. Tapi ya harus diakui kalau nyangkutnya di dusun kecil yang orang Indonesianya cuma seupil ini lebih berat tantangannya.

Sudah otomatis kesulitan soal bumbu dapur, beli tempe aja harus online atau harus mencari ke kota-kota besar.

Berusaha mingle dengan ras lain juga kegiatan yang menyenangkan walau harus tabah menghadapi rasa BAPER yang terus melanda hahaahha. read more

Sekolah Dasar di Luar Negeri : Pre School & Primary School di Irlandia

Note : Ini khusus sekolah dasar di luar negeri khusus wilayah Republik Irlandia, ya. Irlandia Utara itu termasuk dalam wilayah UK. Mungkin sedikit beda. CMIIW.

Wajib belajar di Republik Irlandia dimulai dari jenjang pendidikan PRIMARY SCHOOL – Junior Infant (kira-kira setingkat TK A) di usia minimal 4 tahun. Maksimal usia 6 tahun sudah HARUS masuk sekolah.

Setelah Primary School ada Secondary School. Sampai level ini, ada fasilitas sekolah publik GRATIS. Tapi Secondary School nanti aja dibahasnya. Agak ribet dan harus ngumpulin info dulu .

Primary School selama 8 tahun dari Junior Infant, Senior Infant (TK B gitu kali ya), 1st class – 8th class.

sekolah dasar di luar negeri
My kiddos ^_^

 

Pemerintah Irlandia juga menyediakan pendidikan gratis untuk usia pra-sekolah. Namanya The Early Childhood Care and Education (ECCE). Masuk ECCE minimal usia 2 tahun 8 bulan.

Di ECCE bisa maksimal 2 tahun. Jadi masuk Primary Schoolnya kira-kira 5 tahun. Tapi kalau anak-anak saya mah di ECCE satu tahun aja jadi masuk Primary School (Junior Infant) usia 4 tahun .

ECCE tidak wajib. Mau langsung Primary School juga boleh. Cuma kata suami, “Enak ajeeee, dah bayar pajak semahal itu masa gak dinikmatin!” ???

sekolah dasar di luar negeri (Irlandia)
Anak bontot yang di Pre School

 

Di ECCE, masuk sekolah dari senin – jumat, pukul 09.30 – 12.30.

Untuk Primary School, juga enak deh jam sekolahnya. Masuk pukul 09.20, pulangnya pukul 14.00 (untuk Junior & Senior Infant). Untuk 1st class – 6th class : dari pukul 09.20 – 15.00.

Bandingkan dengan Texas dulu yang masuknya pukul 07.45 pulang pukul 15.00 (untuk level yang sama) –> ini bisa ngopi-ngopi di kafe + jumpalitan di rumah anak-anak belum pulang juga hahahhaha.

Bedanya? Di Texas, enggak ada PEER. Ada sih, tapi optional. Boleh dikerjain kalau mau dan tidak akan masuk penilaian.

Ini vlognya ya, siapa tau mau versi video saja 😉

Nah, di Irlandia TIAP HARI ADA PEER. Dari level Junior Infant sudah ada PEER : dasar-dasar menulis dan membaca + simple Math. Usia 4 tahun sudah diajarkan membaca dan menulis.

Pekerjaan Rumah untuk 1st class – 6th class ya begitu-begitu juga cuma levelnya saja yang meningkat.

Mata pelajaran enggak banyak. Fokusnya itu ke Matematika – Membaca (Reading Comprehension) – Menulis (Writing). Sama kok di Texas juga begitu.

Tapi pelajaran lain-lain juga ada –> Sains, Art & Music, PE (Physical Education, pelajaran olahraga, ada renang segala), Geografi dan Sejarah, Bahasa Irlandia (Gaeilge, baca : Guelga).

Terus satu lagi… pelajaran AGAMA KATOLIK. Karena bisa dibilang hampir 100% sekolah publik di Republik Irlandia adalah sekolah Katolik. Tapi murid yang beragama NON KATOLIK tidak perlu ikut pelajaran agama.

Beda dengan Texas. Di USA secara umum, SEMUA SEKOLAH PUBLIK tidak boleh melibatkan diri dalam perayaan apa pun yang berhubungan dengan agama TERMASUK NATAL. Tapi menggunakan atribut-atribut keagamaan di sekolah itu BOLEH dan punya HAK PENUH –> sedang bikin vlog/tulisan tentang SEKULARISME, so we’ll go deeper ’bout this later .

Jadi pakai jilbab ke sekolah boleh. Di Irlandia juga boleh sih, tergantung kesepakatan dengan sekolah. Di sekolah anak saya, BOLEH . Tapi semua anak saya, saya larang mati-matian pakai jilbab, ya buyuang sadonyo alias orane maneng, lanang kabeh ???.

Kegiatan di luar sekolah ya standar lah ya, mereka ikut pelajaran mengaji dan agama Islam di tempat terpisah. Bersama teman-teman muslim di kota sini (kebetulan banyak muslim Pakistan-India & beberapa negara Arab), kami bikin “sekolah” sendiri hehehe.

Sewa ruangan + guru khusus selama 3x seminggu, 1 jam untuk tiap pertemuan. Biayanya urunan. Untuk hal ini enakan di Texas lah ya. Banyak masjid gede-gede yang membuka sekolah mengaji dan pelajaran agama Islam lainnya. Kita tinggal daftar. Negara kafir yang sangat syar’i ?.

Juga ikut les berenang sesuai sunnah rasul *benerinKudung*. Cuma naik kuda dan memanah belum dulu ?.

Terus yang nomor 2 ikut sepakbola. Dan di rumah diajarin main gitar sama Papa-nya. Mau kursus kok ya mahal , jadi kita optimalkan skill ortu masing-masing aja hahahahaha.

Oiya di rumah juga dilatih BOXING sama Papanya. Yang ini sih saya enggak sepakat sebenarnya, ngapain dah anak-anak diajarin gini-ginian ???.

Tiap weekend saya wajibkan nulis blog hihihihi.

Tadinya mau diajarin bikin vlog cuma ya Allah gue kapan masaknya kapan beresin rumahnya ye kaaaannn ???.

Kalau di Texas dulu tidak ada seragam baju bebas tiap hari, maka di Irlandia HARUS pakai seragam setiap hari.

Saya #timSeragam sih. Anak lakik juga ada yang ribet soal penampilan. Waktu masih baju bebas di Texas, anak saya yang nomor 2 walau kelihatannya paling preman dan paling lakik, ya ampun tiap hari berantemin saya soal outfit ke sekolah.

Entah celananya gak matching sama bajunya lah. Kaos kaki gak matching ama celana lah, pengin lengan panjang padahal musim panas lah dst dst dst. Makanya enakan seragam .

Baju bebas juga bikin mereka ngiler-ngileran dengan teman-temannya . Seragam itu meminimalkan iri-iri an dst #hidupSeragamSekolah ???.

Pre school sih enggak ada seragam. Tapi anak bontot saya pengin pakai jumper kayak abang-abangnya jadi deh dibeliin jumper jugak tapi beda warna.

Kalau American-English bilangnya ‘Sweater’, di UK dan sekitar bilangnya ‘Jumper’ ? .

Oiya ketinggalan. Untuk Primary School, tidak ada sistem zonasi. Jadi dari kota A boleh sekolah di kota B dst. Soalnya di country-side kadang harus ke kota sebelah buat sekolah . Tapi ini negara mungil yak, tentu kompleksitasnya beda antara negara penduduk 5 juta vs 260 juta ??.

Inside Out : How a Child Deals With The Emotion(s)

Ini anak bungsu saya, he turned 3 this year.

review film inside out

Itu kenapa ngambek? Karena kami memintanya untuk berfoto tanpa nyengir untuk keperluan pasfoto.

He was my-selfie-buddy since he was born . Kalau difoto, oleh emaknya dia sudah terbiasa diajarin ekspresif dengan cengiran super gantengnya itu lhoooooo hihihihi.

Makanya dia sangat kesal mengapa dia tidak boleh tersenyum sedikit saja.

Sebagai balasannya, dia pasang tampang manyun begitu hahaha.

Ya tapi anak-anak sih gitu, dipeluk sedikit, dibecandai sebentar, dia sudah lupa dan langsung ceria lagi.

Sudah terpikir mau menulis soal ini waktu seorang teman posting soal buku cerita anak-anak yang menurutnya enggak apa-apa ada cerita sedihnya. Anak-anak juga perlu merasa sedih.

Yang langsung saya ingat adalah film INSIDE OUT, salah satu film animasi terbaik menurut saya.

Film Inside Out tidak asal bikin. Film ini berdasarkan teori dan pengamatan oleh pakar psikologi yang menjadi bagian dari tim produksi.

[Spoiler alert !!!]

review film inside out
Gambar : imdb.com

 

Sebenarnya, ada 6 emosi yang dikenali secara universal pada tiap manusia : Happiness, Sadness, Anger, Fear, Disgust, dan Surprise. Tapi Suprise tidak muncul di film INSIDE OUT.

Film ini bercerita tentang Riley, anak perempuan usia 11 tahun yang “struggle” saat harus berpindah tempat tinggal. Meninggalkan teman-teman dan segala macam di tempat yang lama, buat yang gede-gede kayak kita saja bisa baper yes? Apalagi anak-anak.

Yang suaminya suka gatel pindah kerja sana sini mana suaranyaaaaaaa .

Tapi fokus film justru bukan pada Riley. Fokusnya ke Joy (Happiness), Sadness, Anger, Fear, dan Disgust. Kelima tokoh emosi yang ada pada diri Riley.

Joy yang menjadi narator di sepanjang film. Hanya ada Joy yang menemani di hari kelahiran Riley. Sebagai penggambaran bahwa Happiness (Joy), emosi pertama yang dimiliki manusia dan satu-satunya emosi yang ada hingga usia tertentu.

Lalu mulailah Joy memperkenalkan kita kepada Anger, Fear, Disgust, dan tugas mereka masing-masing. Joy cukup lincah menjelaskan peranan ketiga emosi ini, tapi gagal mengenali peran Sadness.

Mereka berlima selalu berkumpul dalam semacam ruang kontrol untuk mengawasi Riley. Sebuah meja yang berisi banyak tombol ada di tengah ruangan yang DIKENDALIKAN SEPENUHNYA oleh Joy.

Secara khusus terlihat Joy ekstra hati-hati terhadap Sadness. Sadness nyenggol bola-bola memori sedikiiiiittt saja, Joy langsung panik.

Kita bisa lihat SADNESS ini memang spesial. Hanya Sadness yang bisa mengubah warna dari bola-bola memori tadi.

Yang unik, bola-bola memori Riley selama ini memiliki satu warna saja yang mewakili satu emosi yang dirasakannya.

Di usia-usia peralihan seperti Riley, digambarkan bagaimana Joy mati-matian berusaha mengendalikan Sadness yang makin hari makin kelihatan pengin tampil.

Anak-anak memang lebih banyak dikuasai kebahagiaan. Itulah mungkin mengapa ada jargon, “Ingin rasanya kembali ke masa kecil.”

Seolah hanya ada kebahagiaan demi kebahagiaan di masa kanak-kanak dulu no matter where we are . Padahal secara emosi ya memang begitulah adanya hehehe.

Makanya, saya termasuk tim yang menolak cerita sedih-sedih buat anak-anak di bawah 10 tahun. Bukan waktunya .

Kenyataan bahwa ada banyak kesedihan yang terjadi di sekitar mereka itu MEMANG BENAR. But emotionally, mereka belum bisa benar-benar terhubung secara “baik dan benar” dengan si SADNESS ini.

Santai saja. Pada masanya nanti, pertarungan emosi PASTI akan terjadi. Di kasus Riley mungkin karena pindah tempat tinggal. Tapi secara umum, masa-masa pra abege ini adalah periode perkembangan emosi yang lumayan pesat yang akan terjadi pada tiap anak.

Klimaks filmnya ya di sini. Hebohnya emosi-emosi dalam diri Riley saat banyak guncangan terjadi pada kenangan masa kecil yang digambarkan dengan core memory bola-bola emas yang terhubung ke pulau-pulau memori utama.

Bagaimana Joy memimpin perjuangan jatuh bangun mempertahankannya.

Akhirnya, satu persatu pulau-pulau kenangan itu MEMANG HARUS RUNTUH. Berganti dengan core memory lain yang lebih berwarna.

Sejak Joy akhirnya bisa melihat dan menerima bahwa SADNESS punya peranan penting agar Riley bisa melewati saat-saat terberatnya, Riley mulai memproduksi bola-bola memori yang multiwarna .

Joy, dalam situasi bagaimana pun, pada waktunya, harus berbagi tombol kendali dengan emosi-emosi yang lainnya.

Kelihatan kan bedanya ruang kontrol emosi antara orang dewasa dan anak-anak via INSIDE OUT. Tombol papan di Riley dikuasai oleh JOY. Sementara di orang dewasa, TIAP EMOSI PUNYA PAPAN PANEL MASING-MASING.

Kalian harus nonton deh film ini .

Katanya sih ada sekuelnya di tahun 2019 nanti. Can’t wait, can’t wait .

Tapi Dear Aimar, kalau bikin pasfoto memang mukanya sebisa mungkin lempeng enggak boleh ada happy-happynya sama sekali ya, Sayaaaaanggggg hihihihi.

Naaaahhh ini baru beneeeerrrrr :D.