buku iqbal

Giving Up Your Prejudices

“Kok rasanya banyak banget ya orang Cina di sini?”

Suami saya nanya, “Mana orang Cinanya?”

“Tuh, anak-anak kecil lagi.” Tunjuk saya kepada tiga orang anak kecil yang lagi menjajakan sapu tangan lusinan yang dibandrol seharga 5-10 riyal per gulungan.

“Itu bukan orang Cina. Itu orang Afghanistan!”

Etnis Hazara dari Afghanistan bagian tengah (gambar : commons.wikimedia.org)

Etnis Hazara dari Afghanistan bagian tengah (gambar : commons.wikimedia.org)

Lah? Kok bisa? Saya tahunya orang-orang Afghanistan secara fisik kebanyakan mirip dengan orang Arab. Agak beda dengan Pakistan yang condong ke fisik orang India. Iya nih, sampai sekarang masih enggak pandai membedakan antara orang Pakistan dan orang India :D.

read more

buku Doni

Resensi Buku Kembali Menjadi Manusia

Judul Buku : Kembali Menjadi Manusia

Pengarang : Doni Febriando
Penerbit : Elex Media – Gramedia

“Islam, Membungkus Kebenaran dengan Kebaikan”

***

3 bintang pertama (out of 5) pasti akan langsung saya berikan pada pemilihan kata dan cara mengisahkan penulis yang sangat mengalir dan bikin betah. At least, buat saya, lho, ya.

Mengikat pembaca sejak halaman pertama adalah salah satu hal yang cukup sulit buat seorang penulis. Bravo, Mas Doni :). Poin ini ditaklukkan dengan cukup baik. Buku ini sudah sukses memaksa saya membacanya secara beruntun sampai halaman terakhir sampai telat keluar dari kamar padahal sudah bangun sejak dini hari hehehe. Dipelototin suami, deh hahahhaha.

read more

Little Things That Count

Pertengahan 1980, George Kelling dipekerjakan oleh New York Transit Authority dalam rangka pengawasan proyek pembangunan kembali sistem kereta bawah tanah yang menguras dana sampai jutaan millar dollar. Dipilihlah seorang direktur baru, David Gunn, untuk membantu tugas ini.

Banyak pejabat di direktorat terkait yang menyarankan Gunn agar tidak usah mengurusi masalah corat-coret di badan gerbong oleh anak-anak muda iseng. Mereka lebih menginginkan Gunn untuk fokus pada kejahatan-kejahatan yang lebih serius dan keandalan sistem. Masuk akal sih, ya.

read more

Gambar : www.albabuldiin.com

Akidah atau Akhlak?

Saat Rasulullah pertama kali menyiarkan Islam di masa awal dulu, tentangan terbesar adalah dalam masalah akidah. Orang-orang lebih banyak mengkhawatirkan zona nyaman mereka yang terganggu dengan ajaran Nabi Muhammad.

Nabi-nabi lain sebelum Nabi Muhammad juga begitu. Umat yang diberi tahu masalah tauhid umumnya menolak dari segi akidah.

Lebih dari 1500 tahun setelah Nabi Muhammad wafat, keutamaan akhlaknya terus dipuja-puja oleh ilmuwan barat sekali pun.

Beberapa tahun lalu saya membaca biografi “Sang Nabi” karangan Karen Armstrong yang jelas-jelas bukan seorang muslim. Armstrong menekankan sekali kesuksesan Rasulullah tidak lepas dari akhlaknya yang tak pernah meresahkan “siapa pun”, termasuk “pihak musuh”.

read more

Resensi Novel Arok Dedes

Dang Hyang Lohgawe untuk kedua kalinya mendehem, “Katakan apa yang kau ketahui, bukan pendapatmu tentangnya. Ayoh.”

“Ya Bapa, apalah artinya pengetahuan tanpa pendapat.”

“Baik, aku harus percaya kau telah mengetahui semua itu, dan kemudian berpendapat. Aku harus percaya bukan sebaliknya yang terjadi. Berpendapat tanpa berpengetahuan hukuman mati bagi seorang calon brahmana. Dia takkan mungkin jadi brahmana yang bisa dipercaya.”

Demikian salah satu kutipan di dalam novel “Arok Dedes” yang paling menohok buat saya. Sejalan dengan keyakinan dalam agama saya, betapa orang yang memiliki ilmu/pengetahuan memang dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi ๐Ÿ˜‰.

read more