The Lone Star Moslem

Empat tahun terakhir, lebih banyak menghabiskan bulan puasa di Irlandia. Puasa di Ireland itu benar-benar “sunyi”. Dibandingkan suasana Ramadan 3 tahun berturut-turut sebelumnya yang 100% saya habiskan di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Waktu di Jeddah, selama 3 tahun itu tidak pernah mudik lebaran. Gimana mau mudik, justru menjelang dan pas hari raya Idul Fitri, suami kebagian “jaga kandang” melulu. Musim haji apalagi. Sibuk abis! . Hanya sempat off dari kerjaan pas kebagian jatah naik haji tahun 2012 kemarin .

read more

Please Be Careful With Your Heart ;)

“Pulang, Bang! Gila ini sih. Sudah kacau banget. Pulang aja deh mendingan.” Saya ngomong di telepon ke suami sambil melotot melihat tayangan berita di televisi.

“Apaan sih? Baru jam segini. Iya, entar pulang. Jam 5 kayak biasa.”

“Wah, kacau, kacau! Pokoknya pulang. Coba nonton berita! Sekarang!”

Terus saya menonton berita lagi dengan khusyuk. Kerusuhan di beberapa tempat sampai ada korbann tembak segala. Makin tidak tenang karena suami kagak pulang juga *pijetKening*.

read more

Negeri di Awan

Angin topan menghambat mobil ambulans yang ditumpangi Meredith dan Alex, yang sedang membawa seorang bayi yang usianya kurang dari seminggu. Bayi tersebut ditransfer dari rumah sakit yang kekurangan peralatan karena sang bayi butuh perawatan khusus.

Ambulansnya mendadak berhenti di tengah hujan deras dan mereka berdua diminta oleh Pak Supir untuk turun dari mobil. Meredith ngotot mempertahankan adek bayi tetap dalam ambulans karena ribet membawa keluar peralatan yang menempel di sekujur tubuh si adek bayi. Alex sebaliknya. Jadi berdebatlah mereka.

read more

Pengkajian Ulang UU Penistaan Agama, Harus Menunggu Berapa Korban Lagi?

Api mengamuk di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) “Bahtera Kasih”. Di dalamnya ada Pendeta Ishak Kristian, isterinya Ribka Lena, dan anaknya Elisabeth Kristian. Satu keponakan Nova Samuel dan seorang karyawan magang, Rita.

Mereka tidak berani keluar dari gereja karena massa berkumpul dan mengamuk di luar. Massa inilah yang mengobarkan api di gereja. Bapak pendeta dan seisi penghuni gereja ikut terbakar di dalam.

Tidak hanya GPPS, sebelumnya gedung Pengadilan Negeri/PN di Situbondo sudah terlebih dahulu dihajar massa. Habis dilalap api. Ketua PN Situbondo dilempar batu dan mengenai keningnya. Beliau berusaha lari lewat pintu belakang.

read more

Hizbut Tahrir Indonesia, “Salafi”, atau PKS ?

Di kuartal terakhir tahun 2016 kemarin, Tunisia mengeluarkan perintah resmi melarang gerakan radikal Hizbut Tahrir dengan tuduhan “merusak ketertiban umum”.

Sudah bertahun-tahun pemerintah Tunisia memperjuangkan undang-undang ini hingga akhirnya tahun lalu berhasil diterapkan.

Gerakan Hizbut Tahrir muncul pertama kali di tahun 1950-an, gebrakan awalnya di Yordania dan Arab Saudi. Hingga akhirnya terus menyebar ke negara-negara lainnya.

Gambar : pixabay.com

Hizbut Tahrir menginginkan berdirinya khilafah Islam yang diharapkan mempersatukan dan menaungi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Secara “alami”, gerakan ini tentu ditentang oleh Kerajaan Arab Saudi dan sebagian besar negara-negara lain di Timur Tengah yang juga penduduknya mayoritas muslim.

read more