12 Tahun Pernikahan

“Lucky, I’m in love with my best friend”, itu judul lagu yang pas buat kami berdua hihihi.

Kenal dari kampus tapi enggak pernah ngobrol dulu. Yang sini naksirnya siapaaaa, yang sono deketnya ama yang lain lagi. Lingkaran pertemanan berbeda.

Tapi sahabat perempuan saya juga dekat sama dia.

2004!

 

Jadi satu geng gara-gara setelah lulus dan masing-masing sudah bekerja & sering jalan bareng berempat, dua laki-laki dua perempuan. Dia doang yang punya pacar, kami bertiga jones semua ???. Teman kampus seemua.

Yang diomongin mostly soal kerjaan. Lagi labil-labilnya baru lulus ye kan. Berdebat soal masa depan pekerjaan di dunia IT vs Telecommunication. DIA dan teman laki-laki satunya murtad ke Telco, sedangkan cewe-cewe berdua tetap istiqomah di dunia IT .

Selalu pergi berempat gak pernah dua-duaan. Nonton bareng, makan siang bareng, gosipin orang bareng hahahaha.

2005!

 

Kumpul-kumpulnya juga suka-suka. Paling banter sebulan sekali. Pernah juga sampai berbulan-bulan gak ketemu.

Pas dia putus sama pacarnya juga saya tidak tahu. Lagi jarang ketemu waktu itu. Akhirnya tahu dari teman saya yang lain. Tapi ya monmaap, gak ada perasaan apa-apa waktu itu jadi cuek ajah .

Ketemu lagi pas wisuda universitas tahun 2004. Itu setelah 2-3 bulan enggak ketemu eeeehh papasan di Bis Kuning menuju fakultas. Masih banyak teman-teman kami yang baru lulus tahun segitu. Jadi pengin kumpul aja.

Waktu itu saya berduka, karena beredar kabar kalok mantan saya mau merit. Oh tidaaaakkk *pukulPukulDinding* ???.

Meritnya bulan Februari pas acara-acara TV penuh tema-tema Valentine. Kesel banget kaaaaaannnn ???.

Tapi terus saya ditemenin DIA ke kawinan itu. Dijemput di kosan. Pulangnya diajak nonton berdua. Mungkin maksudnya buat menghibur gitu-gitu ya hahaha.

Gak lama abis itu telpon-telponan mulu yang tadinya enggak pernah, lho. Jadi sebelumnya cuma jalan bareng berempat tapi gak pernah sms/telpon khusus ke saya.

Terus bla bla bla bla, 7 Maret 2004 jadian deh. Terus jalan berenam, karena dua teman yang lain jadian juga sama orang lain. Kadang juga masih jalan berempat.

Lupa tahun berapa, 2004 – 2005??

 

Dari situ lupa gimana-gimananya ya tahu-tahu lanjut sampai menikah di tahun 2007.

Jadi terkenang-kenang karena ketemu photobox pertama setelah pacaran. Tahun 2004 yang paling atas tuh lagi kinyis-kinyisnya ???.

What a wonderful years we’ve been thru. Dari berduaan dalam ruangan photobox somewhere in Jakarta sampai berlima sekarang di sebuah dusun nun jauh di Irlandia sini hihihihi.

Semoga sehat selalu, berdua sama-sama gedein anak-anak, aamiin .

2018!

 

Pernikahan sering diibaratkan dengan bahtera.

Jangan memaksa menambatkan hati pada pelabuhan yang salah hanya demi mendapatkan teman untuk berlayar bersama .

You know, you’re happy enough to be yourself ketimbang harus memilih pasangan yang salah . Keep being the you that you like .

Menikah kurang tepat jika diupayakan untuk mencari bahagia. Pastikan kebahagiaan diri sendiri sebelum menikah. Agar kelak, menikah akan menjadi proses melipatgandakan kebahagiaan. To make it double .

Double happiness.

Tapi terus jangan jadi paranoid, pokoknya kudu nunggu yang bener-bener sempurna. Mau nikah ama malaikat apa sama manusia iniiiiiiii .

Iya dong, rumusnya tetap sama, enggak boleh grasa-grusu, wait until both your heart and your head say YES .

2018!

 

Patokan menikah hanya sekadar debaran-debaran di dada? Yaela, setahun dua tahun juga hilang, Sis & Bro hahahaha.

But …

“To say that one waits a lifetime for his soulmate to come around is a paradox. People eventually get sick of waiting, take a chance on someone, and by the art of commitment become soulmates, which takes a lifetime to perfect.”
― Criss Jami, Venus in Arms

This whole new world called marriage … takes a lifetime to be perfect . Always in progress.

2019!

 

Ini kenapa slideshow -nya (lihat vlog di bawah tuh) banyakan foto emaknya hahahaha. Suami saya itu seneng motret sementara saya gak pinter ngambil-ngambil komposisi yang bagus kalau motoin orang lain. Gimana dong ya, kita mah senengnya difoto .

Dia suka kesel kalau saya yang ngambil fotonya hahahaha.

Vlog di bawah ini kompilasi foto dari berdua, bertiga, berempat, sampai berlima kini . Alhamdulillah .

Happy (belated) anniversary, Pops .

 

3 comments
  1. Saya selalu merasa terhibur membaca tulisan kak Jihan.

    Sederhana, mudah dicerna.

    1. Terima kasih 🙂

  2. Gegara liat review an Jihan soal skin care-an merembet jadi baca 12 thn pernikahan.
    Selamat untuk jihan dan suami, juga anak2… 12 thn bukan hal yg mudah dlm suatu pernikahan.

    Sukses yooo!!!

Comments are closed.