Oils of Life Body Shop Review : Serum Facial Oil

Oils of Life Body Shop Review yang ini mau bahas Facial Oil -nya. Walau berfungsi sebagai serum, teksturnya tidak terlalu ringan seperti serum pada umumnya. Sesuai namanya, Facial Oil, ya semacam cairan berbentuk minyak.

Karena oily, menyerapnya juga tidak secepat serum-serum dari Drops of Youth dan Drops of Light. Tapi tetap lumayan lah daya serapnya walau lambat tidak terlalu mengganggu.

Saya cukup berharap banyak nih dari Facial Oil Serum dari Oils of Life. Seri ini juga dikhususkan untuk “mature skin” (usia 30 ke atas) dan kulit kering. Klop, yes? Kulit kering dan udah … tua! Hahahaha. Bukan tua, tapi mature #pupurBedak :p.

Ah ya, ini versi vlognya udah ada, ya. Agak telat dibanding serum-serum yang digunakan setelahnya. Nanti alasannya di bawah, ya. Ini link vlognya :

Harganya juga tidak murah. Sekitar 600 ribu rupiah untuk 30 ml. Kalau Drops of Light yang jadi serum favorit saya sekarang harganya 500 ribu rupiah saja dengan ukuran yang sama.

Tapi yah, mungkin belum beruntung. Saya tidak cocok dengan serum ini, hiks :'(. Makanya agak gak tega mau bikin reviewnya hehehe. Selama ini, jarang-jarang ada produk Body Shop yang reviewnya enggak cucmey dari saya :p.

Facial Oil, serum dari Oils of Life Body Shop, ini tidak membuat kulit breakout atau gimana-gimana, sih. Tapi efek melembabkannya kurang cetar. Serum DOY sama DOL jauuuuhhhh lebih bisa bikin kulit lembab. Malah beberapa kali di kulit saya muncul dry patches. Kadang-kadang saja.

Waktu itu saya menggunakan serum Oils of Life ini bareng pelembab/moisturizer Vitamin C Body Shop. Naaaah, pelembab ini lumayan kok, cuma pas akhir-akhir jadi kerasa kering. Apa karena itu? Entah juga.

Saya menggunakan serum ini seperti biasa, 2x sehari. Digunakan sebagai bagian dari rangkaian skin care siang dan malam hari.

Cukup 3 tetes taruh di jari manis dan jari tengah tangan kiri. Lalu diusap-usap dengan jari manis + jari tengah dari tangan kanan. Lalu usapkan ke seluruh wajah sambil ditepuk-tepuk, ya. Katanya sih biar lebih cepat meresap. Sambil dipijat juga kulit wajahnya. Ada roll ball juga tuh dari Body Shop. Saya belum beli, sih hehe.

Lumayan hemat, pemakaian sekitar 6 bulan. Mirip sih dengan serum-serum sebelumnya.

Kecewa, nih. Karena sudah cocok dengan sleeping cream dari Oils of Life. Maksudnya mau ala-ala satu paket gitu hehehe. Tapi karena serumnya mengecewakan, enggak jadi mau nyobain pelembab dari Oils of Life.

Ya mungkin juga karena sekarang lagi tergila-gila dengan tipe Drops of Light hehehe. Duh, masih kesel kalau ingat tipe Drops of Light enggak ada di Ireland :(. Sudah kepengin nyobain satu set sekalian dari pembersih muka sampai krim malam :D.

oils of life body shop review

Tapi kalau kalian mau nyobain jangan ragu, ya. Kalau ceki-ceki reviewnya via googling sih banyak yang cocok, kok ^_^. Pengaruh skin care ke kulit orang per orang memang sifatnya personal banget, ya. Bisa beda-beda hasilnya :).

Don’t be discouraged :p. Saya sendiri sempat baca-baca review kurang asyik soal eye cream Vitamin E nya Body Shop tetap beli tuh sebulan kemarin. Lumayan kok ternyata (y). Sesuai lah dengan tujuan yang ingin saya capai.

Next time, ya, kita review si eye cream ini. Salah satu skin care yang lumayan wajib buat kita-kita yang dikiiiiit lagi kepala 4 ini. KITAAAA??? Iya, iyaaaaaa… saya maksudnya hahahahaha :p.