Sekolah di Amerika

Sekolah di Amerika Serikat (Texas) Juga Mengenal Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta

Tahun ajaran baru sudah dimulai ya di tanah air. Terus gimana dengan tahun ajaran baru  sekolah di Amerika? Belum sih. Ini masih pada libur hehehe. Sekolah anak saya masuknya setelah minggu ke-3 di bulan Agustus.

Libur musim panasnya hampir 3 bulan.  Irlandia cuma 2 bulan. Tapi di Ireland ada liburan paskah ada libur jelang Halloween, banyak liburan printilan lah. Sementara di Texas liburannya ngirit bener. Cuti orang kantoran juga dikit banget di Texas. Pokoknya kerja, kerja, kerja :p. Lah ini mau bahas sekolah di Amerika apa Jokowi neh? Hahahaha #dasarCebong :p.

Sekolah umum “gratis” di Texas dimulai dari usia 5 tahun (kindergarten/TK). Tapi TK nya cuma setahun. Habis itu langsung lanjut ke 1st-Grade. Sama seperti di Ireland, SD kelas 1 dimulai dari umur 6 tahun. Tapi Ireland sekolah gratisnya dimulai dari usia 3 tahun :D.

Tempat-tempat les macam Kumon dkk itu menjamur di banyak tempat, kirain di Asia doang ya les beginian hits hihihihi. Sekolah-sekolah swasta juga jadi incaran walau sebenarnya public school enggak jelek-jelek amat. Kenapa begitu? Ya balik ke rumus awal lah. Amerika Serikat sama kayak Indonesia, negara yang penduduknya segabruk-gabruk. Tingkat kompetisi yang tinggi sungguh sukar dihindari :). Tunggu penjelasannya di bawah yaaaa :D.

Sekolah di Amerika
Gambar : pixabay.com

Yang di Eropa jangan nyengir dulu, nanti di tulisan lain saya ceritakan sisi positif dari kehidupan ala kompetisi tinggi “model begini” ;). Rumus kehidupan di berbagai tempat sama kok teman-teman, plus minus, baik buruk, positif negatif, selalu bergandengan satu sama lain :).

Beban hidup orang tua ya enggak jauh-jauh dari urusan uang sekolah anak, cicilan rumah dan cicilan mobil. Karena di Texas angkutan umum tiris banget, punya 2 mobil salah satu solusi untuk kegiatan sehari-hari dalam tiap rumah tangga. Mahal yaow naik taksi mulu. Makanya masuk dalam komponen penting cicilan standar di tiap keluarga :).

Sekolah umum di Texas mengenal sistem rayonisasi yang ketat. Sekolah-sekolah publik hanya menerima anak-anak yang tinggal di sekitaran situ. Sementara sekolah publik di Texas juga ada rengking-rengkingnya. Dan rengking-rengking ini ditentukan oleh kualitas sekolah. Nilainya 1-10, berbanding lurus, makin tinggi makin bagus reputasinya.

Kualitas sekolah ya bergantung pada pembiayaannya. Di mana pembiayaan ini berdasarkan pajak lokal masing-masing wilayah. Lokasi yang “mahal” pajaknya juga tinggi, semacam Pajak Bumi dan Bangunan gitu kali, ya. Jadi sekolah yang modalnya besar ya bisa mempekerjakan guru-guru kualitas bagus dan menyediakan fasilitas dan gedung yang kece :D.

Makanya, sekolah publik yang kualitas bagus biasanya ada di lokasi-lokasi pemukiman yang keren. Jadi, orang tua kudu kuat beli rumah atau menyewa apartemen di lokasi keren yang tentu harga beli dan harga sewanya lebih tinggi. Intinya tetap harus kuat nyicil demi dapat sekolah umum berkualitas.

Soal mobil karena di Texas memang transportasi umum tidak begitu dikembangkan. Tapi ini tidak selalu menjadi hal negatif, ya. Duh harus 1 tulisan lain juga untuk menerangkan mengapa pembangunan sarana transportasi model begini ada hal positifnya juga ;). Kapan kelarnya ini gue nulis soal Amerika? Hahaha.

Sebenarnya ada bus sekolah gratis pulang pergi. Ide bus sekolah ini memang untuk mengurangi kemacetan tapi kayaknya tidak terlalu berhasil. Antrian panjang mobil-mobil ortu antar jemput anak di sekolah masih panjang bukan kepalang.

Belum macet-macet amat sih jadi masih belum beralih ke bus sekolah. Ada isu bullying juga katanya. Alhamdulillah so far anak-anak saya masih nyaman naik bus sekolah. Ya gimana jugak emaknya kagak bisa nyetir, yes? Hahaha.

Cara belajar anak-anak sini hi-tech banget menurut saya. Soalnya dibandingin sama sekolah di Irlandia, di mana saya dulu tinggalnya memang di kota mungil banget. Penduduk cuma 20 rebu hahaha. Sekolah anak saya di Athlone tergolong sederhana kalau dibandingkan dengan sekolah mereka di Texas sini. Gedungnya keren gilak, fasilitas komplit, padahal ini sekolah rengking 9, gimana yang rengking 10 ya?

Komunikasi dengan Bu Guru serba pakai gadget hehe. Jarang komunikasi langsung. Sebenarnya saya lebih suka yang ngomong langsung tapi ya sudahlah jadi enggak pake acara baper-baper, ya. Ada beragam aplikasi yang kudu kita instal di hape untuk memantau perkembangan anak-anak di sekolah.

Ide bagus juga, ya. Teknologi harusnya memang dimanfaatkan sebaik mungkin sisi positifnya :).

Tapi anak-anak di sini masih SD saja sudah bebas bawa gadget ke sekolah. Itu teman anak saya sesama kelas 3 SD bawa ipad ke sekolah. Ternyata banyak yang kayak gitu di sekolahan. Waduh! :(.

Pendidikannya so far sangat condong ke kemampuan kognitif. Kalau di Ireland harus diakui, pendidikan sopan santun itu juga tergolong penting, maklum sekolah katolik  ya hehehe. Baca tulisannya di sini.

Peer hanya sekali seminggu itu juga buat latihan di rumah. Tapi jam sekolahnya sangat panjang, dari pukul 7.50 hingga 15.00. Termasuk yang KINDERGARTEN. Ah ya, elementary school itu dari Kindergarten sampai kelas 5. Kelas 6-8 itu masuk Junior High School / Middle School. Kelas 9-11 masuk High School. Tapi ini tergantung kebijakan tiap ISD ya (Independent School District) yang umumnya mengacu ke kota bersangkutan masing-masing.

Sejak kelas 3 SD, ada semacam final test level negara bagian. Kalau di Texas namanya  STAAR Test (State of Texas Assessments of Academic Readiness). Sama kayak EBTANAS gitu kali ya tapi ini ujiannya tiap tahun. Ujiannya 3 jam booo, ngalah-ngalahin UMPTN dah hahahaha.

Sekolah di Amerika

Don’t worry mata pelajarannya paling cuma Math, Reading dan Writing. Kelas 3 cuma ada Math dan Reading. Gak susah-susah amat sih. Kalau anak Indonesia mah pasti pada bisa deh ;).

Mata pelajaran yang muncul di rapor juga dikiiiit hanya ada 5 yang tercetak di rapor : Art-Science-Math-Reading-Writing. Nilainya pakai angka gitu 0-100.  Beda dengan Ireland yang rapornya pakai range angka dan tulisan panjang lebar instead of nilai kasat mata model begini. Texas lebih mirip sama Indonesia, yes? ;).

Btw, sekolah dengan kurikulum agama juga bertaburan lho di Texas, termasuk buat agama Islam. Ada sekolah-sekolah dasar semacam Madrasah Ibitidayyah-Tsanawiyah-Aliyah gitu-gitu lah. Biasanya diadakan oleh Islamic Center yang jumlahnya tidak sedikit di seantero Texas ;). Tapi tentunya tidak gratis ;). Buat orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan formal Islam yang lebih intensif, silakan masuk ke sekolah-sekolah ini.

Sekolah sore untuk belajar mengaji juga ada. Summer Camp, sekolah khusus liburan musim panas juga diadakan oleh Islamic Center di banyak tempat ^_^. Anak-anak saya juga saya ikutkan di Summer Camp di Islamic Center dekat sini :D. Sekolah beginian yang tentunya tidak gratis. Misalnya summer camp buat sebulan, 4x seminggu, 2 jam per kedatangan, dibandrol 150 dolar per anak.

Kalau les-les yang lain saya tidak ikutkan. Padahal jelang libur musim panas, itu brosur-brosur tempat les ini itu berjejalan dalam folder anak-anak saban pulang sekolah. Les inilah les itulah …. :D.

Pendidikan memang salah satu lini bisnis yang cukup tokcer di US ;).  Demandnya tinggi makanya supplier juga lincah membaca kesempatan :D.

Kurikulumnya jauh lebih modern dan sifatnya sangat interaktif kalau di Texas sini. Anak-anak dilatih banget biar jadi banci tampil. Sebagai persiapan awal untuk menghadapi ketatnya perguruan tinggi dan dunia kerja mungkin ya (y).

Pendidikan dasar gratis tapi jangan ditanya mahalnya biaya kuliah di US. Konon, yang paling mihil di dunia *ngelapKeringat*. Kalau dari artikel sini, rata-rata biaya kuliah per tahun di US sekitar 33 RIBU DOLAR. Ingat ya, PER TAHUN! Mari kita ngelap keringat bersama-sama hahaha. Itu belum mikirin uang kos segala macam, ya.

Sudahlah mahal, persaingan masuk uni-uni top di US juga ketat banget.

Sekolah di amerika

Bagaimana dengan jalur beasiswa untuk anak kuliahan? Ya ada juga. Tapi kalian tidak lupa kan kalau jumlah penduduk Amerika Serikat itu ada 320 juta (data tahun 2015). Terbayang persaingannya kayak apa? Belum lagi daya juang pendatang asal India dan Cina ini benar-benar luar biasa urusan sekolah anak.  Mereka juga jumlahnya tidak sedikit.

Enggak di Eropa, enggak di Amerika, mamak-mamak Cina dan India bener-bener deh ya kalau urusan pendidikan anak :p.

Makanya mungkin jarang yang lanjut S2 karena sudah tepar duluan bayar cicilan untuk S1. Itu student loan termasuk cicilan favorit di US. Jangan heran iklan di tivi isinya gak jauh-jauh dari iklan asuransi dan iklan terkait urusan cicil mencicil hihihi. Plus iklan makanan kaleng, obat-obatan mulai dari obat diet sampai obat tidur, iklan mainan, dan iklan lain yang bikin dompet selalu bergetar hahaha.

Tidak sedikit pendatang yang mencoba peruntungan dengan sekolah S2 di US untuk cari kerja. Lumayan saingan tidak terlalu banyak. Kita juga sudah lulus S1 di negara asal yang ongkosnya lebih masuk akal. Orang India teman kerja suami saya banyak yang menempuh cara ini :D.

Karena itulaaaaaah, sekolah-sekolah berbayar / private schools / sekolah swasta menjadi salah satu upaya para orang tua untuk meningkatkan daya saing anak-anak mereka agar kelak bisa menembus persaingan di level universitas. Juga dengan bantuan tempat-tempat les ini itu seperti Kumon dkk, anak-anak banyak yang ikut les ini itu sama kayak di Indonesia pada umumnya.

Private school ini bayarannya tidak murah. Rata-rata biaya sekolah swasta di Texas untuk elementary school itu 7 ribu dolar per tahun. Belum lagi biaya printilannya, ya. Banyak ekskul soalnya.

Jalur ke universitas kan juga bisa menggunakan jalur non-akademis seperti olahraga dan kemampuan bermusik. Makanya anak-anak yang punya potensi juga digembleng kemampuan non akademisnya melalui ekskul-ekskul di sekolahan, umumnya yang private school yang punya kegiatan ekskul yang mumpuni.

Kok enggak kuliahin anak ke luar negeri saja? Ke Eropa gitu? Pan udah gue bilangin, kalau sudah tinggal di Amerika mah, kagak ada cerita lagi mau pindah-pindah ke negara lain hahaha.

Ini baru gue ngeliat ada negara yang penduduknya semangat bener pasang bendera segede-gede gaban hampir di mana-mana. Depan rumah, depan toko (toko imut-imut sekali pun), di pinggir jalan …. Iya deh, iyaaaaa, kita tahu kok situ orang Amerika! Bungkus, bungkuuuuss hahahaha :p.

Saya dan suami memang agak-agak gimana gitu dengan sistem pendidikan di Ireland yang menurut kita terlalu santai hehehe. Tapi ya enggak pengin se-sadis di Jakarta jugak. Jadi maunya appaaaahhhh? Hahaha. Di Texas ini ya lumayanlah agak di tengah-tengah ini juga karena masih SD ya. Kayaknya makin naik tingkatannya makin mirip kondisi di Jakarta. Ya sama-sama negara raksasa sih ya :D.

Btw, saya lagi ngumpulin referensi soal kurikulum terbaik di dunia. Wah hasilnya ternyata aneka rupa ya. Dari sekolahan yang selow nan santai macam di Skandinavia sampai yang berat-berat macam di Cina dan Korsel, semuanya masuk 20 besar kurikulum terbaik :D. Nanti yah di tulisan yang lain. Kalian pasti sudah kesel banget, “Najis tulisannya panjang banget!” Hahahaha.

Semangat ya Buibu mengantar para ananda belari di lintasan pendidikan masing-masing. Santai sajaaaa, syukuri kondisi yang ada dan pahamilah tidak selamanya rumput tetangga selalu hijau. Tiap wilayah, tiap negara, tiap keluarga, tiap jalan kehidupan, bahkan tiap individu punya rahasianya masing-masing ;).

Tetap semangat! ^_^

3 comments
  1. mbak jihan.. pernah nulis tentang pengalaman mendampingi anak sekolah di luar negeri pertama kali ga? dimana mereka belum bisa bahasa daerah itu..

    1. Anak sulung saya pindah ke Irlandia usia 4 tahun gak bisa bahasa Inggris sama sekali. Tapi karena masih kecil cepet banget belajarnya hehehehe. Saya bantu dengan full bahasa Inggris di rumah, jadi dalam tempo 2 minggu dia sudah terbilang lancar. Masih kecil soalnya mungkin ya.

  2. terima kasih banyak bu Jihan, atas sharing kehidupannya di luar negeri jadi pandangan kalau rumput di luar negeri selalu hijau jadi terlempar sudah ha ha… tiap negara beda pertarungan memang jadi bisa milah milah langkah buat S2 di luar negeri melalui beasiswa…. nggak semua bisa mudah digapai, harus lap keringat berkali-kali he he…. sehat selalu dan semangat menjalani hari menjadi ibu.

Comments are closed.