The Lone Star Moslem

Empat tahun terakhir, lebih banyak menghabiskan bulan puasa di Irlandia. Puasa di Ireland itu benar-benar “sunyi”. Dibandingkan suasana Ramadan 3 tahun berturut-turut sebelumnya yang 100% saya habiskan di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Waktu di Jeddah, selama 3 tahun itu tidak pernah mudik lebaran. Gimana mau mudik, justru menjelang dan pas hari raya Idul Fitri, suami kebagian “jaga kandang” melulu. Musim haji apalagi. Sibuk abis! . Hanya sempat off dari kerjaan pas kebagian jatah naik haji tahun 2012 kemarin .

Di Jeddah ramai banget komunitas Indonesianya. Jadi bulan puasa tuh pecicilan mulu karena undangan buka puasa hampir saban weekend (kamis-jumat).

Buka Puasa Bersama Pengajian Salehah, Jeddah – Arab Saudi 2012

Suhu panas enggak masalah. Di Jeddah mah, melipir ke warung depan gedung apartemen saja pasti naik mobil kok hahaha. Apartemen pun full AC semua rata-rata.

Di Ireland komunitas muslim ya ada juga. Tapi muslim Indonesia minim banget . Apalagi saya tinggalnya di dusun nan jauh di mato hehehe. Kota Athlone yang jaraknya sekitar 2 jam dari ibukota Dublin. Tenang, “Lone Ranger” kayak saya cukup menikmati “kesunyian” model begini .

Mungkin juga ribet karena bulan puasa sejak tahun 2014 itu jatuhnya di puncak musim panas semua. Yup, pernah ngerasain puasa 19 jam ala Eropa .

Sebenarnya enggak perlu lebay karena kondisi cuaca itu besar banget lho pengaruhnya ;). Musim panas pun, kadang cuaca di Ireland mentok di 14 derajat hahaha. Belum lagi anginnya. Kelembaban juga rendah di negara-negara 4 musim pada umumnya. Panas pun, susah untuk keringat.

Badan wangi melulu makanya malas mandi #eh hahaha.

Tahun lalu, saya puasa di Athlone sambil ngangon 3 anak. Suami sempat assginment ke Texas 2 minggu. Anak-anak belum libur. Jadi dari pagi sudah sibuk nganter bocah-bocah ke sekolah. Pulangnya baru belanja-belanja baik belanja buat kebutuhan dapur maupun buat iseng-iseng lihat diskon musim panas hahaha.

Siangnya pergi lagi jemput anak-anak pulang sekolah.

Semua acara wara wiri saya di Athlone kalau suami lagi tidak ada ditempuh dengan … jalan kaki! Itu juga masih aktif menyusui karena adek bayi tahun lalu umurnya baru 8-9 bulan pas Ramadan.

Puasa 19 jam alhamdulillah tidak ada masalah . Suhunya adeeeeeemmm . Kendala utama karena kurang tidur saja . Ngejar waktu berbuka puasa dan sahur yang jaraknya cuma 4-5 jam saja.

Berfoto di depan pintu masuk gedung apartemen, Athlone 2013 :D, anak masih 2 booo hihihi

Lucunya pas mudik beberapa hari sebelum lebaran, puasa pertama di Jakarta saya sama suami lemas gitu padahal cuma 13 jam. Keringetan booooo hihihihi. Jam 4 sore saya sudah rebahan tidak berdaya .

Sibuk ngejar-ngejar anak-anak yang sudah seperti bola ping pong kalau menginap di rumah Opa-Oma yang kata anak sulung saya, “It’s a mansion not a house.” Hahaha. Kebiasaan tinggal di apartemen imut-imut .

Tahun ini kembali merasakan suasan baru. Bulan puasa perdana di Negeri Paman Sam. Bulan puasanya juga di musim panas. Menurut prediksi, musim panas di Texas bisa mencapai 40 derajat.

Sudah bulan Juni tapi malah cukup sering hujan dan mendung di wilayah Texas bagian utara ini. Puasanya sekitar 15.5 jam. Lebih pendek daripada di Irlandia. Tapi ya itu, iklimnya secara umum panas dan lembab daripada wilayah-wilayah di Eropa Barat.

Komunitas muslim di Texas (sekitar Dallas-Fort Worth) juga lumayan banget. Termasuk muslim dari Asia Tenggara. Setidaknya pilihan toko daging halal dari lokasi apartemen saya bisa 4-5 toko, lho. Bumbu-bumbu Asia jauh lebih lengkap dan mudah ditemukan.

Texas, negara bagian yang memiliki jumlah muslim terbesar menurut data tahun 2010 dari Huffington Post. Dari total 25.2 juta jumlah penduduk di Texas, ada sekitar 422 ribu umat muslim. Secara persentase masih kalah dengan New York persentase umat muslimnya mencapai 2% dari total penduduk di New York.

Saya pernah ke masjid di Kota Plano, salah satu kota paling hits di seantero Dallas-Fort Worth Metropolitan. Plano ini kota industri yang cukup maju. Banyak perusahaan besar level internasional yang buka lapak di sini.

Masjidnya gede, rapi, dan bersih. Selain salat 5 waktu, masjid punya banyak kegiatan lain seperti Summer School buat anak-anak muslim, les bahasa Arab, ceramah-ceramah akhir pekan, dsb. Semacam Islamic Center begitu, ya.

Menurut data tahun 2012, ada lebih dari 2 ribu masjid yang berdiri di seantero Amerika Serikat. Sebanyak 166 masjid ada di Texas. Mungkin sekarang sudah banyak masjid baru berdiri .

Umat muslim benar-benar menggeliat di wilayah selatan Amerika Serikat ini. Termasuk komunitas muslim Indonesia. Wah, komunitas orang Indonesianya rame bangeeeeeet .

Selalu senang ya ketemu teman-teman baru . Ada bahan gosip baru dan bisa kepo-kepo sana sini lagi hahaha. Di luar bulan Ramadan, ada pengajian mingguan, pengajian bulanan, pengajian komunitas A, pengajian komunitas B, dst, dst.

Termasuk acara semalam, nih. Buka puasa bersama komunitas muslim Indonesia-Malaysia yang di luar bulan Ramadan memang punya acara pengajian keluarga tiap bulannya.

Semalam saya ingin mengobrol dengan teman-teman yang aktif di kepengurusan. Ingin tanya ini itu bla bla bla, situ wartawan? Hahahaha. Apa daya, mayoritas waktu saya habis buat ngejar-ngejar si Baby3, zzzz . Salat Isya saja tidak sempat .

Yang menghadiri acara, jika ditotal jumlahnya mungkin hampir 200 orang. Tapi menurut teman, yang hadir tadi malam jauh lebih banyak daripada tahun lalu. Tenang saja, makanannya tetap banyak kok hahaha.

Btw, ini bukan satu-satunya komunitas muslim Indonesia-Malaysia di Texas bagian utara (Dallas-Fort Worth dan kota-kota satelit di sekitarnya).

Umat muslim terbanyak di wilayah Texas berada di Kota Houston dan sekitarnya. Ini di wilayah selatan Texas. Dallas-Houston bisa ditempuh sekitar 4 jam.

Diperkirakan total umat muslim di Amerika Serikat mencapai 3.3 juta orang di tahun 2015. Bandingkan dengan penduduk Irlandia yang hanya 4-5 juta orang saja . Cukup banyak tapi sangat minoritas dibanding 325 juta total penduduk US.

Teman-teman muslim di Texas, so far merasa nyaman tinggal di sini . Tidak sedikit yang sudah beranak pinak dan bahkan sudah berpaspor hitam . Lingkungan enak, pendidikan bagus, dan nyaris tidak ada represi dalam urusan keagamaan .

Sekolah Islam saja ada lhooo . Ini kita keep di topik “Sekolah Anak di Texas”, ya .

Central Park, Frisco, Texas 2017

Tapi belum berani mengambil kesimpulan apa-apa karena pendatang baru ya Cyin hehehe. Takut salah ngomong . Sekarang situasi lagi hot-hot pasca ganti presiden, ya, hehe. Kapan-kapan kita ngobrolin ini lagi deh . Entah kapan maksudnya hahaha.

Video semalam kualitasnya kurang bagus. Cuma pakai ponsel. Mau bawa GoPro kok ya takut gimanaaaa gitu. Maklum masih newbie, entar disangka ini emak-emak norak kali mau ngapain sih hahaha. Itu juga ngerekamnya sambil ngangon bocah jadi gambar goyang-goyang .

Terus enggak enak hati sama yang lagi salat. Bukannya ikut salat hihihi. Padahal salat telat juga karena jagain anak bungsu.

Acara berlangsung di sebuah aula publik di Kota Euless. Pintu masuknya ada 4. Nah, semalam anak bungsu saya tawaf dari satu pintu ke pintu yang lain di hampir sepanjang acara, duh Gustiiiii *pijetBetis*.

But overall, kehidupan muslim secara umum di The Lone Star State sini nyaris tidak menemui kendala apa-apa . Tidak susah menemukan masjid dan toko halal maupun komunitas muslim. Insya Allah tetap begitu selamanya, ya. Aamiin.

Walau tentu harus diakui, ada saja kejadian yang kurang menyenangkan dalam menghadapi perbedaan di dalam kehidupan sehari-hari. Tensinya pun jelas meningkat pasca Pilpres US 2016 silam.

Like I’ve always said, hidup di dunia memang tidak akan pernah sempurna. Tapi selalu ingat, KITA SEMUA adalah bagian dari ketidaksempurnaan tersebut .

Kita seharusnya bekerja lebih keras untuk menyiarkan kedamaian. Memperlihatkan bahwa kita itu bisa lho hidup damai dalam perbedaan. Menunjukkan kalau ada tempat-tempat di dunia ini di mana kalian bisa berjalan bebas tanpa mesti menyembunyikan identitas agama kalian dan kalian tetap mendapat kedamaian dan penghormatan dari orang lain.

Setidaknya itu yang saya rasakan sebagai muslimah berjilbab di negara mayoritas Katolik di Irlandia dan so far…tetap saya rasakan selama 5 bulan tinggal di Amerika Serikat .

Kita harus terus menghidupkan harapan tentang “dunia yang damai” itu ADA dan insya Allah bisa kita perjuangkan.

Setop adu domba, yuk! . Setop menyebarkan kebencian untuk hal-hal yang bahkan kita sendiri tidak tahu .

(Alquran 49:13] “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku SUPAYA KAMU SALING KENAL MENGENAL. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Itulah salah satu gunanya merantau bukan? .

Spread love not hate ♥.

Selamat melanjutkan ibadah puasanya ya teman-teman.

-Texas, Juni 2017-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *