Belajar Bahasa Asing dengan Aplikasi Duolingo

Mana tahu lagi eneg ber-medsos dengan ponsel, coba cari variasi kegiatan lain hihihi … ayoooo belajar bahasa asing dengan aplikasi Duolingo :D. Tinggal instal saja di ponsel masing-masing.

Tadinya mau posting ini minimal setelah mencapai level 20 lah di Bahasa Spanyol versi Duolingo. Apa daya ya, ini masih mentok di level 15 huhuhu -_-.

Berselancar di internet, bisa dibilang, 90% saya lakukan di laptop. Instagram-an saja saya pakai laptop kok hahaha. Tapi sejak instal Duolingo, lumayan deh, ponsel jadi lebih kepake lagi.

Luar biasa ya kecanggihan era digital sekarang. Jadi ingat dulu waktu kecil punya cita-cita mau belajar bahasa ini-itu, tapi ya enggak mungkin mau les, duit dari maneeeeee :p. Beli buku-buku percakapan ringan, kok ya kurang praktis dan kurang interaktif jadinya. Mau beli buku yang bagusan dan lebih komplit lagi-lagi mentok di dana hahaha.

Nah, aplikasi Duolingo ini bisa menjadi alternatif teman belajar bahasa asing yang lumayan komplit :D. Strukturnya rapi. Banyak latihan soal mulai dari grammar, kosakata, sampai pronounciation segala *jempol*.

gambar : slideshare.net

1- Gratis! Tentu harus nomor satu bagian haratis-haratis begini hahaha.

2- Aplikasi Duolingo ini sifatnya interaktif. Banyak soal-soal. Jadi kita tinggal jawab dan nanti dinilai benar apa enggaknya.

2- Fleksibel waktunya. Ya iyalah, kita sendiri yang nentuin mau belajar kapan dan di mana. Modal ponsel dan koneksi internet saja.

4- Terkait nomor 3, intinya NIAT dan MOTIVASI pribadi harus kuat, ya. Karena belajar model begini serba mandiri. Enggak ada guru yang marah-marahin. Semua target juga tergantung kita sendiri. Apalagi karena nomor 1 di atas, kita enggak ngeluarin duit jadi cenderung menggampangkan, ya :p.

Kalau bayar kan rasanya sayang aja gitu mau bolos apa gimana-gimana hihihi.

5- Bisa multitasking beberapa bahasa sekaligus. Ada lho teman-teman saya yang rajin banget ngikutin beberapa bahasa sekaligus dan levelnya juga bagus-bagus. Keren (y).

Gambar : duolingo.com

Ada untungnya juga multi-lingual. Karena beberapa bahasa itu akarnya kan sama, ya. Seperti Perancis dan Spanyol banyak kemiripan. Dengan Jerman juga. Bahasa-bahasa ini strukturnya juga mirip. Misalnya ada istilah feminin dan maskulin (kata-kata dipisahkan berdasarkan gender).

6- Belajar bahasa lebih menyenangkan serasa main game aja gitu. Duolingo menyediakan banyak fitur dan reward macam-macam.

7- Ada forum diskusi dan bisa ikut klub-klub sesuai bahasa yang diikuti. Kalau bingung, tinggal masuk forum buat nanya-nanya. Biasanya pun sudah banyak yang menanyakan hal yang sama, kita tinggal search saja.

8- Menambah teman atau ajang silaturahmi karena modelnya kayak media sosial gitu juga. Bisa follow-follow an, bisa add friend, dan seterusnya. Saya sendiri kurang kepake bagian ininya. Karena niatnya memang mau belajar bahasa aja hehehe.

Add orang pun paling akun suami sendiri. Itu juga buat ledek-ledekan siapa yang lebih tinggi levelnya hahaha. Dia kan sempat rajin belajar bahasa Jerman via Duolingo pas kita tinggal di Swiss tempo hari :p. Saya tahu aplikasi ini juga dari suami, sih.

***

Hanya saja, Duolingo belum menyediakan sarana buat  belajar bahasa yang menggunakan huruf non-latin, ya. Misalnya Mandarin, Jepang, atau Arab. Eh, apa sudah ada ya hehe. Pengin juga belajar bahasa Arab.

Dulu sebelum hamil anak ke-3 sempat ikut program BISA. Seru banget sebenarnya. Lebih privat belajar kelompok via WA. Tapi terus keputus karena hamil. Sempat minta tolong diajarin teman tapi ya itu banyakan malasnya hahaha.

Kalau pakai Duolingo no worry. Kadang diserang malas, sampai seminggu enggak buka aplikasi Duolingo sama sekali. Tapi ya, kalau lagi rajin ya ikut lagi aja ;). Jangan dibikin ribet, yes? Hehehe.

Kok milih bahasa Spanyol?

Karena saya pikir Spanyol ini bahasa internasional kedua yang banyak digunakan selain Bahasa Inggris :D. Exclude bahasa Mandarin tapi ya hehe. Serba kebetulan juga. Sekarang saya nangkring di Texas, di mana bahasa Spanyol juga sering digunakan di sini.

Di toko-toko sudah lumayan fasih deh sama bahasa Spanyol terkait barang-barang kebutuhan sehari-hari *sombongKaaaauuuuu* hahaha :p. Di negara-negara bagian selatan, karena banyak orang Hispanik, bahasa Spanyol jadi cukup umum di Texas, Florida, Louisiana, Alabama, bahkan di California juga katanya.

Gambar : dari channel – youtube, “rags360”

 

Bahasa Spanyol juga relatif mudah untuk lidah bahasa Indonesia kita karena pelafalannya mirip banget. Misalnya bandera ya dibaca bandera. Kebetulan artinya juga sama, bendera :D. Yang pengucapannya sulit banget itu bahasa Perancis ya. Ya ampun sumpe looooo, saya masih stuck di level 3 kali nih di Bahasa Perancis hahaha.

Seru kan, kan, kan, berkat kemajuan era digital yang seperti berlari ini.

Efek negatif kecanggihan dunia digital juga ada. Iya kan, bikin kita sering susah mau logout dari akun-akun medsos. Jadi semacam ketergantungan :(. Emosi kita mudah terbentuk dari berita-berita yang berseliweran di medsos.

But we can work on that too, yes? ;). Pinter-pinter kita saja ya, mengambil lebih banyak sisi positif atau terjebak dalam pusaran efek negatifnya.

Ngomong-ngomong soal belajar bahasa, konon menguasai beberapa bahasa membuat resiko kita terkena penyakit Alzheimer menjadi berkurang. Coba itu di-googling sendiri hasil penelitiannya :D.

Buat orang Indonesia sendiri sih sudah banyak contoh, ya. Selain bahasa Indonesia, saya lumayan bisa berbahasa Bugis. Ketambahan bahasa Inggris juga hehehe.

Kakak-kakak saya malah lancar berbahasa Makassar juga. Ibu saya malah bisa 3 bahasa daerah : Makassar-Bugis-Enrekang, semuanya bahasa daerah Sulawesi Selatan. Suami saya bisa bahasa Minang dan Jawa serta sedikit bahasa Madura.

Waktu tinggal di Jeddah, suami juga rajin belajar bahasa Arab. Tapi bahasa Arab sehari-hari di sana ya. Bahasa Arab dialek pendatang, bukan yang baku.

Gambar : pixabay.com

Penguasaan bahasa lain selain bahasa asli kita juga bisa dianggap sebagai ilmu :). Asalkan kita tidak mengkotak-kotakkan definisi ilmu. Agama saya mengajarkan bahwa Tuhan akan mengangkat derajat orang yang berilmu <3.

Ilmu ini juga termasuk harta, lho. Banyak belajar, banyak ilmu baru, nambah harta juga.

Ilmu adalah harta yang menyenangkan. Karena bisa dibawa ke mana-mana tanpa memberatkan pemiliknya ;).

Ayooo gunakan ponsel pintar kita untuk menambah harta jangan sampai malah menguras pahala :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *