Sunat di Sentra Sunat Jakarta Selatan

Sebelum memutuskan untuk sunat di sentra sunat dengan cara non bedah sebaiknya konsultasi ke dokter dulu, ya. Setahu saya, ada juga dokter-dokter ahli bedah yang TIDAK menyarankan hal tersebut. Katanya kurang aman atau gimana-gimana. Coba konsultasikan langsung.

Kalau saya dan suami akhirnya memilih cara non bedah di salah satu rumah sunat di wilayah Jakarta Selatan. Tepatnya di Mampang. Kenapa? Ya lebih praktis saja sih hehe. Kami lagi mudik liburan kalau pakai cara bedah, pemulihannya kan lumayan, ya. Maunya sih, disunat juga tapi acara jalan-jalan terus hihihi *benerinRansel*.

Sunat di Sentra Sunat Jakarta

Dari dulu sudah cari-cari tahu soal metode cincin atau istilahnya sunat pakai metode clamp. Menurut cerita teman-teman yang sudah menggunakan metode ini buat anak mereka masing-masing, testimoninya oke-oke hehehe.

Terus penginnya tempatnya dekat dari rumah biar enggak ribet bolak-balik. Pas suami nyari-nyari ketemu deh di daerah Mampang Prapatan. Lokasinya sekitar 15 menit dari rumah kami di wilayah Pejaten. Nama tempatnya Sentra Sunat di Klinik “Kayana”. Buka 24 jam lho :D. Tapi kami ke sana di jam-jam standar, sih.

Pertama ke sana lihat-lihat dan tanya-tanya. Pulang ke rumah untuk diskusi internal *ceile* hehehe. Lalu, akhirnya diputuskan … YES :D. Biayanya okeh bangeeeet hihihi. Sekitar 975 ribu rupiah, ALL IN. Itu sudah termasuk obat dan segala macam + konsultasi pasca sunat dalam kurun waktu maksimal sebulan setelah sunatan.

Tadinya agak ragu melihat tempatnya yang kecil dan sederhana. Ya namanya buat anak sih. Kalau buat diri sendiri mah, klinik mana juga asal murah ya ndak masalah hahaha. Tapi yang penting tempatnya nyaman, metode terpercaya, ditangani dokter berpengalaman, apalagi harganya ternyata jauh lebih murah dari yang kami bayangkan … ya kenapa tidak? ;).

Kliniknya juga bersih kok ^_^. Walau memang bukan klinik besar, letaknya juga di Jalan Mampang Prapatan yang jalannya benar-benar pas-pasan 2 mobil. Dari jalan Buncit Raya arah Kuningan belok kiri ke jalan Mampang Prapatan XV. Masuk ke dalam kira-kira 100 meter. Tempatnya di sebelah kanan jalan.

Setelah sepakat kami datang lagi ke Sentra Sunat tersebut buat daftar sekalian milih waktunya. Setiap hari sih bisa. Tapi takutnya sudah dibooking orang, ya. Kami dapat jadwal seminggu setelahnya. Waktu seminggu dipakai buat nyemangatin si sulung hehehe. Dia sih agak takut emang tapi ya tidak ada perlawanan berarti sih :p.

Intinya ya mau disunat cuma agak-agak galau saja. Lagian beberapa bulan sebelum mudik, pas masih di Ireland, si sulung sudah kami beritahu dan sudah “disiapkan” :D. Jadi yah, begitu di Jakarta tinggal eksekusinya saja.

Pas hari H nya, saya dan suami nganterin si sulung. Bapak mertua dan anak nomor 2 juga ikut. Adek bayi ditinggal sama ibu mertua hehehe. Ribet nanti, abangnya abis disunat adek bayi malah rewel :p.

Janjian sekitar jam 10. Dokternya ternyata belum datang. Kami menunggu sekitar setengah jam. Sambil ngeliatin pasien-pasien yang datang buat buka clamp-nya. Ini ceritanya mereka sudah disunat sekitar seminggu sebelumnya.

Sunat di Sentra Sunat Jakarta

Ini penampakan si clamp (Gambar : sunatpremium.com)

 

Dokter datang, kami pun dibawa ke ruang tindakan. Anak nomor 2, yang juga laki-laki, dilarang masuk sama dokternya. Takut trauma katanya kalau lihat.

Anaknya dibius terlebih dahulu di sekitar selangkangan apa ya. Duh, ini mah emaknya yang nervous hahaha. Saya dari awal enggak berani lihat :p. Saya nemenin anak saya mengobrol saja. Pas disuntik obat bius dia sih biasa saja. Dari bayi si sulung ini memang kebal sama jarum suntik sih. Kalau divaksin enggak pernah menangis sama sekali. Emang ada hubungannya apa? zzzzz -_-.

Habis dibius, nunggu beberapa menit sebelum proses disunat dimulai. Dokternya masih muda dan atraktif banget. Seneng ngajak ngobrol. Kayaknya sih sudah pengalaman banget ya ^_^. Lincah saja gitu pas bagian tindakan utamanya. Saya tetap enggak berani lihat! Hahaha.

Saya mengobrol saja terus dengan anak saya. Tidak lama, clampnya pun dipasang. Anak saya sama sekali tidak menangis. Sempat meringis tapi saya curiga dia meringis karena sebel sama joke-joke saya yang enggak lucu. Ya eike lagi takut disuruh becanda ya mana bisa dong ya hahaha :p.

Gambar : sentrasunat.com

Enggak lama kok prosesnya. Kurang dari setengah jam sudah beres. Pak Dokter dibantu oleh asisten yang sekaligus menjadi resepsionis dan penjaga bagian Sentra Sunat di klinik tersebut. Pak Dokternya enggak stand by di sana. Khusus datang kalau ada perjanjian saja.

Setelah selesai, kami menunggu sebentar di luar. Tebus obat segala macam. Dikasih parasetamol kalau diperlukan dan beberapa obat lainnya yang wajib minum termasuk antiobiotik. Ada yang 2x sehari ada yang 3x sehari.

Alhamdulillah, seminggu berlalu setelah proses sunat dan pemasangan clamp, anak saya tidak ada keluhan berarti. Ya paling pas pipis harus ditemenin ya. Jangan khawatir, kita dipandu kok oleh Pak Dokter + asistennya mengenai perawatan sehari-hari termasuk saat buang air kecil selama clamp terpasang di alat kelamin si anak. Lengkap dan jelas ^_^.

Setelah seminggu, sesuai jadwal yang disepakati, kami balik lagi ke Sentra Sunat tadi. Kali ini, kalau tidak ada keluhan berarti, tidak perlu bantuan Pak Dokter. Ditangani langsung oleh sang asisten yang stand by terus di sana. Tidak perlu minum obat lebih lanjut karena sepertinya semua berjalan lancar. Alhamdulillah <3.

Clamp pun dibuka dan kita pulang kembali ke rumah. Kalau tidak ada keluhan tidak perlu kembali lagi. Diterangkan kondisi yang mungkin terjadi. Misalnya bekas pemasangan clamp yang kemungkinan akan mengerut seperti karet dan akhirnya copot sendiri. Sekitar kulit juga mungkin ada perdarahan tapi sedikiiiiiiit.

Sempat agak heboh karena memang ada bercak darah ya setelah lebih dari seminggu clamp dibuka. Kita sih enggak panik, mertua yang khawatir hehehe. Tapi suami memutuskan untuk menelepon saja dan kami diyakinkan bahwa itu proses normal.

Sampai sekarang, berbulan-bulan setelah proses sunat dengan metode clamp tersebut ya anaknya sih belum ada kendala berarti :). Sekarang nyiapin adeknya buat ikutan disunat hahaha.

Yah overall, memang memuaskan ya sunat pakai clamp ini. Enggak ada drama sakit-sakitan. Soalnya dulu kakak saya empat-empatnya pakai cara “tempo dulu” hahahaha. Disunat pak mantri di puskesmas dekat rumah :p. Harus pakai sarung berhari-hari dan kayaknya sakit gitu.

Nah, kalau pakai clamp ya kayak biasa saja. Kecuali mungkin pas clampnya lagi dipasang dan beberapa hari setelahnya ya jangan terlalu pecicilan. Enggak boleh lari-lari misalnya. Tapi aktivitas lain berlangsung seperti biasa (y). Insya Allah aman, ya. Tapi tetap harus berkonsultasi dengan pihak medis yang terpercaya bila dianggap perlu.

Semoga informasinya membantu ya (y).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *