Berbelanja di Balad, Serasa Berbelanja di Indonesia

Jemaah umrah dan naik haji asal Indonesia, seharusnya sangat familiar dengan daerah Balad ini. Belanja di Balad Jeddah Arab Saudi sepertinya sudah menjadi itinerary standar :D. Balad ini sebenarnya bagian dari distrik Al Balad maksudnya, sedangkan tempat belanja yang terkenal itu adalah Corniche Commercial Center dan sekitarnya.

Ini agak mikir-mikir juga saat menulisnya, karena Mama Gober jarang benar belanja-belanja ke Balad (dan tempat belanja lainnya hahaha). Tapi saya sempat ke Balad juga saat menemani kerabat atau teman (yang kebetulan lagi umrah dan ketemuan di Jeddah) untuk belanja ke sana.

Kalau ke daerah Balad ini akan sering banget berpapasan dengan orang Indonesia. Tapi sebenarnya lebih banyak lagi orang Filipina. Jangan heran kalo para penjual di sini tidak sedikit yang fasih berbahasa Indonesia walau asalnya bukan dari Indonesia. Ketahuan yaaa, yang sering berfoya-foya disini ya orang Indonesia hahaha *kibasDuit*.

Corniche Commercial Center

Sebagain toko-toko di sana pun menggunakan nama-nama yang “provokatif” misalnya : “Toko Ali Murah”, “Toko Gani Murah”, “Toko Noor murah”, “Toko Kamal Murah”, dll.

Penjaga toko punya berbagai cara menarik perhatian calon pembeli. Saya pikir  mereka tahunya panggilan standar kepada pelanggan seperti, “Siti Rohmah, Siti Rohmah, ayo belanja.”

Terakhir saya ke sana mereka sudah lebih kreatif : “Ayo Bunda Cantik, Bunda Cantik, mampir Bunda Cantik” *ihiiiyyy*. Jadi setiap ada jemaah umrah perempuan dengan ciri fisik ala orang Indonesia yang lewat (kelihatan biasanya dari seragam atau cara berpakaian), yang tua maupun yang muda, langsung kena rayuan ‘maut’ tadi. Bisa saja hahaha.

Tapi percayalah harga-harga yang ditawarkan si ‘Toko X Murah’ ini sama sekali enggak murah :p.

Info yang cukup hits adalah belanja di sana bisa pake rupiah lho! Jadi enggak perlu ribet menukar ke riyal. Memang tidak di semua toko/gerai mau, tapi pada umumnya bisa kok ;).

Jualan apa aja sih di sini? Walah, rupa-rupa banget jualannya.

Mulai dari oleh-oleh khas Arab Saudi seperti : kurma, sajadah, coklat-coklat an, kue-kue an, dsb. Barang-barang elektronik juga mudah ditemukan. Segala emas dan aneka rupa perhiasan juga ada. Teman-teman saya juga mondar mandir ke wilayah sini untuk membeli abaya.

Parfum pun banyak, mulai dari yang asli sampe yang KW kesekian. Tas-tas pun juga sama. Tapi barang KW di sini enggak semeriah dan sebanyak kalau di Indonesia sih ya hehehe. Haram yaaaa ibu-ibu hukumnya pake barang KW :p.

Sampai dipisahin sampai berapa paragraf nih saking banyaknya jenis jualan di sini :D. Ada juga gerai-gerai original seperti Crocs, Giordano, Casio, dll yang ‘berani’ buka lapak di sini. Dijamin asli kalau toko-toko sepert ini (y).

Supermarket pun tidak ketinggalan. Termasuk favorit saya si Khaled Bawasir ada di Balad, cuma enggak sanggup kalau belanja di cabang yang sini, ruameeeeeeeee gak kira-kira *ngelapKeringat*. Terus ada juga swalayan-swalayan yang lain.

Jual beli pulsa juga komplit, jadi kayak mangga dua saja, ya. Beberapa orang mengasosiasikan tempat belanja di Balad dengan Tanah Abang. Tapi buat saya Balad ini lebih nyaman dan enggak terlalu banyak senggol-senggolan :D.

Tempat jajan Indonesia juga rame di sini. Ada Rumah Makan Rasela dengan berbagai macam menu nasi goreng, sop buntut, ikan/ayam bakar/goreng, gado-gado, mie ayam, bakso, aneka jus, dan di rak deket pintu depannya juga jualan snack khas lokal Indonesia. Ada juga rumah makan Garuda yang konon jualannya itu juaranya mie ayam.

Dan tentu saja si bakso Mang Oedin. Terkenal banget tempatnya. Saya pribadi sih enggak terlalu suka nongkrong di Mang Oedin. Tempatnya terbuka jadi berangin banget. Sangat enggak nyaman kalau datangnya bareng anak-anak kecil. Mana menurut saya baksonya terlalu berminyak dan kurang cocok dengan selera saya. Mang Oedin juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng. Tapi sumpe deeeh, rasanya juga kurang enak!

Minta ampun dulu sama yang punya ya hahahaha :p. Lagian makanan itu kan soal selera ya ;). Banyak juga kok yang ngefans dengan Mang Oedin ini (y).

Bakso mang oedin

Sebaiknya kalau mau mendapat harga yang oke saat belanja di Balad sebaiknya seragam umrahnya tinggalin di hotel saja. Pinjam abaya hitam dari siapa gitu hehehe. Atau beli sendiri juga boleh lho :p.

Kemungkinan para penjual di sana menyangka kalau jemaah umrah kurang tahu harga dan biasanya memang enggak punya pilihan tempat lain buat belanja. Kadang karena keterbatasan waktu juga, kan?

Kelebihan Balad ini karena penjualnya memang tidak sedikit yang fasih berbahasa Indonesia ;). Tempat lain banyak loh sebenarnya yang lebih murah  tapi ya gitu … lokasinya kurang terkenal dan dijamin enggak banyak bahkan tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia :D.