Singaparna, Toko Kelontong Khas Indonesia di Jeddah

Bernostalgia dengan Singaparna dulu, nih. Toko kelontong khas Indonesia di Jeddah yang letaknya di distrik Sharafiyah. Distrik ini, bersama dengan Distrik Bagdadiyah, memang terkenal sebagai “markas”nya orang-orang Indonesia hehehe. Pemukim asal Indonesia banyak yang tinggal di wilayah-wilayah ini.

Enggak heran kalau di Sharafiyah dan Bagdadiyah adalah lokasi paling tepat untuk menemukan toko-toko khas Indonesia. Termasuk si Singapurna nan hits :D.

Siapa sih para mama asal Indonesia yang bermukim di Jeddah yang tidak pernah mampir ke toko satu ini?Singaparna menjual bumbu-bumbu dapur khas Indonesia seperti lengkuas, kluwek, daun jeruk, jeruk limau, tahu-tempe, bakso, bumbu pecel, dsb.

Lengkap loh soal bumbu-bumbu an ini di Jeddah. Saking banyaknya pendatang asal Indonesia kali yah, sampai-sampai jengkol pun bukan barang langka di Jeddah :P. Pernah ditawarin oncom juga. Duh, saya enggak paham oncom dimasak apa, belum ngerti combro waktu itu hihihi.

Di Texas pun tidak sulit menemukan bumbu-bumbu khas Indonesia. Apalagi kalau ke Ranch Market 99 di kota Plano tuh. Lengkap banget rasanya ;). Yang agak challenging itu ya di Teheran sama di Ireland. Di ibukota Dublin pun belum tentu selengkap yang di Texas atau di Jeddah.

Toko Singaparna sendiri letaknya di distrik Sharafiyah. Malah Singaparna membuka 2 gerai sekaligus di satu ruas jalan yang sama di Sharafiyah ini. Maklum aja, seperti saya bilang di awal. Sharafiyah ini ibarat base-camp nya para warga asal Indonesia. Tidak sulit menemukan orang-orang Indonesia yang bermukim di distrik ini.

Malah saking terkenalnya, Singaparna sering menjadi meeting point buat ketemuan dengan sesama teman yang kebetulan lagi tinggal di Jeddah juga. Saya misalnya, waktu itu janjian dengan teman yang baru datang dari Jakarta.

Suami teman saya sudah datang duluan dan tinggal di Jeddah. Tempat yang sama-sama kita tahu persis cuma Singaparna itu. Jadinya janjian bertemu pertama kali di Jeddah ya di sana :D. Hai Ibun Dian, ingatkah pertemuan kita yang pertama itu? Hihihi.

Toko ini tidak hanya menjual bumbu-bumbu khas indonesia saja kok. Singaparna juga menjual aneka snack lokal khas Saudi, bumbu-bumbu dapur khas filipina juga ada, bumbu-bumbu dapur umum juga ada di sini.

Bisa pula  didapatkan barang-barang lain khas indonesia seperti minyak telon, lotion merk ‘Citra’, produk-produk lulur, shampoo merk lokal Indonesia, macem-macem deh, balsem cap kaki 3 pun ada :p.

Nemu booo foto singaparna di http://www.aksesdeplu.com hihihihi.

Nih kayak gini suasana di kasirnya, dulu waktu saya masih di sana pun masih persis kaya gini :D, termasuk si mas-mas penjaga kasirnya masih yg iniiii :D.

Kalau pagi biasanya jualan jajanan khas Indonesia juga loh, seperti aneka gorengan (tahu isi, risoles, dll), nasi kuning + lauk, nasi uduk, somay, ketoprak, martabak, dan lain-lain.

Biasanya konsumen di pagi hari rata-rata para bujang yang kebetulan enggak bawa istri maupun yang bujang beneran alias belum punya istri. Lumayan kan buat sarapan tanpa perlu repot.

Harganya pun oke punya. Contohnya : satu paket nasi kuning komplit (lauknya sepotong daging, setengah telor rebus, tahu balado) bisa didapatkan dengan harga 3 sr saja (sr = saudi riyal), kalau dirupiahkan kira-kira 7 rb perak! Enggak mahal-mahal amat kaaannnn ;). Ini harga tahun 2011 sih, entah sekarang sudah naik apa belum.

Tapi ya gitu deh, karena segala kemudahan itulah, jadi males banget masuk dapur pas di Jeddah hehehe.