Zaman Kegelapan Eropa

Kastil Kilkenny, peninggalan dari abad ke-13 yang didirikan oleh bangsawan Inggris yang bermukim di wilayah Kilkenny saat Kerajaan Inggris Raya masih menguasai Pulau Irlandia secara keseluruhan.

Kastil ini direnovasi di abad ke-19 dan dijadikan tempat wisata. Hingga kini, kastil Kilkenny masih menjadi salah satu atraksi turis andalan di Kota Kilkenny, Republik Irlandia.

 

Di dalam kastil tidak boleh mengambil foto. Galak euy penjaganya hihihi. Beberapa kali saya kena tegur karena anak-anak pecicilan dalam kastil .

Ke sananya sudah hampir 4 tahun lalu. Anak-anak masih unyu-unyu. Si nomor 2 masih 2 tahun lagi kepala batu-kepala batunya hahahaha.

Ruangan-ruangan dalam kastil sangat mewah. Lengkap deh. Ruang duduk sama ruang rekreasi saja bisa beda gitu. Ruang membaca juga ada. Meja makannya sangat lebar walau konon dalam sehari-hari, yang makan di situ hanya anggota keluarga inti.

Bagaimana mereka memaintain rumah sebegitu besarnya? Belum lagi halamannya. Ya pakai simbok dooooongggg hihihi.

Di abad 12, perbudakan sudah mulai dihapuskan di wilayah UK dan Irlandia. Tapi digantikan dengan sistem tuan tanah dan feodalisme.

Tuan-tuan tanah yang umumnya berasal dari kaum bangsawan, secara turun temurun menguasai lahan yang luas. Sebagian rakyat kurang mampu berlindung kepada para tuan tanah ini. Mereka-mereka inilah yang dijadikan pelayan di kastil-kastil besar milik kaum bangsawan dan tuan tanah.

Kalau lihat di bukti sejarah, perbedaan tempat tinggal antara si kaya vs si miskin jomplang banget. Misalnya nih, dalam keluarga miskin, ukuran rumahnya paling cuma 2-3 meter. Sementara keluarga kaya, halamannya saja bisa berapa hektar hahaha :p.

Begitulah kehidupan masyarakat di Eropa Barat di Zaman Kegelapan (Dark Ages). Mulai abad ke-14, masa Renaissance dimulai. Renaissance, abad ke-14 sampai 17, semacam masa peralihan dari Zaman Kegelapan ke Zaman Modern.

Kekuasaan kerajaan berbentuk monarki mewarnai Masa Pertengahan di Eropa. Raja-raja berkuasa secara turun temurun. Mereka juga cukup dekat dengan Gereja. Ibaratnya, kekuasaan mereka “dilindungi” oleh Gereja.

Zaman Kegelapan Eropa Kilkenny Castle

Kilkenny – The View from the Castle

Saling memanfaatkan lah ya mungkin hehehe. CMIIW.

Dalam rentang Renaissance tadi, muncullah paham Protestan untuk menentang kekuasaan Gereja Katolik yang dianggap terlalu mengekang.

Salah satu kritik keras dari Marthin Luther, salah satu penggagas utama paham Protestan, adalah diperjualbelikannya surat pengampunan dosa. Menurut kalangan Protestan, hubungan Tuhan dan Manusia tidak perlu menggunakan campur tangan manusia lain. Apalagi ini dijadikan “bisnis” atau semacam itulah.

Korupsi yang terjadi gereja-gereja Katolik juga memunculkan perlawanan dari pihak yang sama. Pertentangan antara Katolik vs Protestan ini juga memicu pertikaian ratusan tahun yang penuh konflik dan darah.

Perlahan-lahan beberapa wilayah Eropa melepaskan diri dari Monarki Absolut dan Feodalisme. Terutama di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Salah satunya ya kaum komunis yang memperjuangkan nasib kalangan buruh. Belakangan, di wilayah Rusia, Lenin memperjuangkan nasib petani miskin yang dianggapnya sama terpuruknya dengan kalangan buruh.

Black Abbey – Kilkenny

Termasuk perlawanan terhadap sistem kerajaan dan tuan tanah yang dianggap menghisap rakyat kecil itu.

Paham komunisme yang dianggap memperjuangkan kesetaraan dalam masyarakat ini juga menginspirasi kalangan muda dari negeri-negeri terjajah seperti Indonesia. Bersinggunganlah paham ini dengan Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia saat itu.

Makanya jangan heran, tidak sedikit pejuang kemerdekaan bangsa kita yang komunis iya tapi muslim juga iya πŸ™‚. Karena sebenarnya antara komunisme dan Islam juga tidak 100% bertolak belakang. Keadilan sosial adalah hal yang sama-sama diperintahkan dengan keras baik dalam Islam maupun komunisme.

Cumaaaaaa … caranya mungkin beda. Somehow kaum komunis ini entah mengapa jadinya menghasut orang miskin untuk benci kepada orang kaya :p. Segala tanah milik orang lah mau dibagi-bagi seenaknya. Urusan tanah ini konon yang memperuncing hubungan partai-partai komunis vs kalangan Islam pesantren di tahun 50 dan 60 an.

Tapi begitulah hidup, ya. Urusan apa pun, emang paling nikmat kalau digoyang pakai isu agama :p. Sedep-sedep bikin sakaw gimana gitu :p.

Itulah mengapa Karl Marx, si penulis buku-buku tentang Marxisme, melontarkan kritikannya yang terkenal, “Religion is the opium of the people.” Marx mengkritik kekuasaan Gereja di masa itu.

Candunya yang sudah terkenal dari ratusan tahun yang lalu. Di mana umat Katolik mau mohon ampun saja kudu beli surat tertentu dari Gereja dengan jumlah tertentu. Tentunya dengan ancaman, “Mau beli suratnya atau mau masuk neraka?”

-Kilkenny, City Center-

Ya orang pasti takutlah sama para pastor yang dianggap memiliki ilmu agama lebih mumpuni πŸ™‚.

Ancaman yang sama, walau mungkin untuk konteks berbeda-beda, terus menerus kejadian … sampai sekarang πŸ™‚.

Ah, kenapa jadi serius. Padahal cuma mau share vlog doang hehehe.

Well, tak mudah menyembunyikan kesedihan karena cukup lelah menyaksikan sejarah yang sama terus berulang tanpa kita mampu berbuat apa-apa untuk mencegah :'(.

Yawdah, bikin vlog ajaaaa yang hepi-hepi joy-joy hihihihi :p.

Mohon maaf bila tulisannya kurang berkenan *sungkem*.

β€œThe use of traveling is to regulate imagination with reality, and instead of thinking of how things may be, see them as they are.” – Samuel Johnson

#traveling #vlog #irlandia