Islam, Identitas atau Karakter?

Kurang ya gemanya berita ini dalam negeri. Ketutupan sama berita politik Pilkada. Berita tentang “Indonesia Just Made a Huge Move to Protect The Climate”.

Btw, menjaga lingkungan adalah salah satu tugas terberat manusia yang sudah ditunjuk sebagai khalifah di muka bumi ini. Malaikat saja sempat keberatan kepada Tuhan, “Why?”

Iblis malah terang-terangan menolak pengukuhan ini.

Gambar : pixabay.com

Gambar : pixabay.com

Membela lingkungan pun bagian dari membela agama lho . Efeknya bukan hanya ke diri sendiri, ke ego kita sendiri, tapi kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini . Islam, rahmatan lil aalamiin .

Praktiknya membawa manfaat, ketenangan, kedamaian, keteraturan, ketertiban dan tentu saja … kesejahteraan BAGI SIAPA PUN.

Perhatian tentang lingkungan sudah menjadi jargon-jargon utama secara internal di negara-negara maju. Tentunya setelah kebutuhan dasar masyarakatnya sudah terpenuhi seperti pendidikan dan kesehatan serta fasilitas umum yang mumpuni dan mencapai seluruh kalangan. Pemerataan pembangunan secara umum sudah cukup berhasil.

Itulah mengapa penelitian “How Islamic are Islamic Countries?” memberikan hasil yang bertolak belakang dengan agama mayoritas penduduknya. Karena sejatinya, petunjuk hanya akan membawa hasil JIKA dan HANYA JIKA DIPRAKTIKKAN. Bukan jadi jargon semata .

Gambar : pixabay.com

Gambar : pixabay.com

Masih mau menyama-nyamakan kepemimpinan negara-negara maju dengan Fir’aun dan siapa-siapalah itu yang lagi rame memenya? .

Mayoritas negara-negara maju memang punya peraturan disiplin tentang lingkungan, fokus pada penghematan energi, menyantuni anak yatim dan kaum perempuan (catatan : misalnya tunjangan child benefit yang hanya berhak diberikan kepada ibunya untuk SETIAP ANAK sejak anak lahir hingga usia 18 tahun di Irlandia).

Mereka juga sangat keras menghalau kemiskinan, membangun fasilitas kesehatan yang menjangkau seluruh masyarakat, fasilitas umum yang bisa dinikmati kaya-miskin-tua-muda-Islam-Kristen-atheis-agama lainnya-perempuan-lelaki.

Bahkan, penyandang cacat dan kaum berkebutuhan khusus diberi fasilitas spesial di banyak negara maju. Mereka bebas beraktivitas di luar rumah tanpa kendala berarti . Di sini biasa saja tuh melihat anak-anak down syndrome berangkat sekolah sendiri . Orang-orang berkursi roda jalan ke supermarket belanja sendiri .

Pemerintah punya program gratis buat para orang tua dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Pemerintah menjamin pengobatan dan perawatan untuk anak-anak ini.

Yang kayak begini kalian sebut sebagai kepemimpinan ala Fir’aun? .

Lantas, bagaimana dengan Afghanistan, Sudan, Somalia, Bangladesh, Libya, Irak, yang nyata-nyata mayoritas muslim tapi kondisi negara mereka seperti itu?

Gambar : pixabay.com

Gambar : pixabay.com

Fir’aun memperbudak BANI ISRAIL. Saat Musa datang untuk memberinya peringatan dan meminta Fir’aun menyerahkan Bani Israil, dia membangkang dan merasa dirinya lebih berkuasa daripada Tuhan. ITU penyebab dia diazab. Bukan karena dia membangun bangunan-bangunan tinggi, menguasai teknologi bla bla bla .

Cobalah sekali-sekali menggunakan argumen yang lebih komplit dan terarah ketimbang menggunakan meme-meme sederhana dengan pesan dangkal. Sudahlah dangkal, digunakan pula untuk menyerang orang lain yang tidak sepaham.

Kalian toh lebih beriman, lebih saleh, tentunya lebih sering membaca alquran dibanding kami-kami yang konon munafik ini . Tentu kalian lebih fasih menguraikan betapa banyaknya amalan-amalan muamalah yang diurai dalam alquran yang bertujuan menaungi keselamatan dan kesejahteraan manusia di dunia .

Sebagai penuntun dan petunjuk bagi SELURUH umat manusia.

But look at you, sangat-sangat-sangat sensitif dengan fakta bahwa betapa kemiskinan menjadi wajah khas dari tidak sedikit negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Pertikaian internal dan korupsi menjadi salah satu penyebab utama di banyak negara-negara tersebut.

Kalian malah fokus ke wilayah “keimanan” yang sungguh saya tidak pernah paham bagaimana cara mengukurnya? Dari merek minumannya? Merek rotinya? Tontonan televisinya? Pilihannya pas Pilpres/Pilkada? Picik sekali.

equil-sari-roti

Keimanan itu bukan ranah manusia. Memangnya tahu dari mana seseorang itu salatnya khusyuk atau tidak. Orangnya rajin puasa atau tidak? Mau dipasangin CCTV di seluruh penjuru rumahnya? Memangnya CCTV bisa membaca hati manusia? .

Ujung-ujungnya lebih banyak berdebat akan hal-hal yang sifatnya batiniah . Hal-hal yang tidak bisa diukur dalam kapasitas kemanusiaan kita .

Kisah-kisah kaum Ad, Tsamud, Madyan, Fir’aun, Bani Israil, SELALU disikapi dengan retorika bahwa “Mereka dilaknat karena mereka menentang Tuhan. Menentang Tuhan = bukan Islam.” Definisi Islamnya ya berpegangan kepada hal-hal ritual saja .

Coba lihat perilaku mereka lebih mendalam. Kaum Madyan diperingatkan untuk tidak melebihkan timbangan, Kaum Tsamud sudah diperingatkan untuk tidak mengganggu seekor Unta betina yang dititipkan dan bersedia berbagi sumber air dengannya. Ealah, untanya disembelih.

Itu semua kan metafora yang bisa dipikirkan dengan kapasitas akal kita sebagai manusia. Melebihkan timbangan saja dalam berdagang yang mungkin sifatnya person to person sudah diperingatkan secara KERAS. YA GIMANA KALAU KORUPSI TRILYUNAN YANG MENYENGSARAKAN RAKYAT SEGINI BANYAAAAAAAKKKKK .

Berbagi sumber air dengan seekor Unta betina mungkin tertitip pesan bahwa BUKAN hanya manusia yang punya hak atas kehidupan di dunia ini. Coba lihat sekitar kita. Lingkungan dan makhluk hidup lainnya tetap harus dijaga haknya sesuai fitrah yang diturunkan Tuhan bagi setiap makhluk hidup di dunia.

Bani Israil yang serba ogah-ogahan dan culas setelah berhasil diselamatkan oleh Nabi Musa. Bukan karena IDENTITASnya sebagai BANI ISRAIL. Tapi karena SIFAT dan PERILAKU MEREKA SAAT ITU.

Karena masalah identitas inilah, tidak sedikit kaum muslim menentang kemaslahatan atas nama kemanusiaan jjika itu DATANG dari golongan di luar Islam. Logical fallacy terhadap Fir’aun yang dicocok-cocokkan dengan kehidupan di banyak negara maju yang faktanya memang mayoritas non muslim.

Kenapa begitu? Karena kalian menganggap ISLAM itu sebatas “bungkusan” saja. Isinya tidak penting. Bungkusnya dulu dah.

Pokoknya mau punya PEMIMPIN MUSLIM. Titik. Terserah deh gimana-gimananya, pokoknya MUSLIM DULU. Sisanya menyusul. Mau korupsi kek, mau nganu kek, mau nginu kek, bodo amat! Pokoknya kudu muslim, lim, lim.

Dimana definisi muslimnya ya itu aja kali … cek kolom agama di KTPnya. Sifat dan karakter kepemimpinan malah tidak pernah dijadikan patokan. Seolah kalau muslim sudah pasti selamat. Faktanya ternyata tidak. Sibuk lagi mencari alasan gimana biar identitas muslimnya tidak terganggu.

Jadikan ISLAM sebagai KARAKTER kita, teman-teman. Kita, termasuk saya dong, ya .

Gambar : pixabay.com

Gambar : pixabay.com

Sesuatu yang akan memancar dari dalam. Jadi tidak perlu kalian berkoar-koar, akhir-akhir ini doyan bener ngajak ngumpul-ngumpul untuk memamerkan kepada orang lain betapa banyaknya kalian??? Terus kalau banyak kenapa? Biar orang takut gitu?

Gimana caranya mau jadi rahmat buat orang lain, begitu muncul saja orang sudah terkencing-kencing pengin sembunyi. Begitu mau ngumpul, orang heboh siapin pengamanan bla bla bla. Berat di ongkos, euy *ngelapKeringat*.

Orang malah tidak suka dekat-dekat karena perangainya yang terkenal “beringas”.

Jilbab di kepalamu itu, wahai kaum muslimah, jangan kalian gunakan untuk bikin meme menakut-nakuti perempuan lain yang tidak pakai jilbab. Jilbab itu sebagai salah satu sarana bagi kita kaum perempuan untuk menundukkan diri dari kelemahan kita sebagai makhluk yang memang ribet penampilan dan senang pamer-pamer hehehe.

Jilbab itu lebih untuk menyederhanakan penampilan. Makanya tanya pada diri kalian sendiri, jangan-jangan sejak memutuskan untuk berhijab syar’i atau sebangsanya kok ya ongkosnya lebih gede? .

Enggak apa-apa katanya. Seperti kata salah satu penjual gamis syar’i online, “Memang surga harganya mahal.” Cucoooookkkk . Kalian pernah mendengar istilah, “Jangan menjual ayat dengan harga yang murah”? .

Demi identitas boleh doooong keluar duit lebih. Padahal kesederhanaan adalah karakter seorang muslim yang melekat kuat pada diri Rasulullah. Kalian justu menggunakannya sebagai IDENTITAS semata BUKAN sebagai KARAKTER .

Kesederhanaan menjadi pemicu rendah hati. Nah, jangan-jangan kalian sudahlah makin menor makin tinggi hati pula merasa diri lebih baik karena selembar pakaian di badan .

Sudah saatnya umat muslim menjadi bagian dari perbaikan kehidupan di dunia ini. Di banyak wilayah Afrika masih banyak sekali anak-anak yang hidup kelaparan. Afrika bukan wilayah miskin kalau kita berbicara soal sumber daya alam.

Tapi kerakusan para pemimpin dan mungkin ketidakpedulian kita yang membuat mereka terus menerus berkubang dalam duka .

Tahun lalu saya membuat tulisan tentang seorang anak muda di Amerika Serikat yang menemukan teknologi untuk membuat tangan buatan (robotik) yang bisa membantu meringankan hidup kaum tunadaksa. Selama ini, perlu biaya sekitar 80 ribu dollar untuk mengupayakan hal seperti ini.

Temuannya membuat ongkos pembuatannya bisa ditekan hingga hanya 250 dollar saja .

Hebatnya, anak muda itu melepaskan hak cipta atas temuannya menjadi “open source”. Bisa digunakan dan dikembangkan lebih lanjut oleh siapa pun tanpa perlu membayar hak cipta.

Di Inggris, juga tahun lalu, sebuah penelitian di bidang kesehatan tentang Baby 3 Parents untuk membantu pencegahan penyakit genetik yang sudah melahirkan banyak anak-anak cacat yang sungguh sulit untuk hidup normal sejak lahir hingga dewasa. Walau konsep ini masih sangat debatable.

Gambar : pixabay.com

Gambar : pixabay.com

Di blog juga sudah saya bahas hehehe.

Di banyak negara maju sudah muncul aturan untuk MEWAJIBKAN tiap perusahaan membolehkan orang-orang berkebutuhan khusus seperti down syndrome untuk menjadi karyawan tetap dan digaji SAMA dengan karyawan lainnya.

Sebulan lalu saya membawa anak saya kontrol perkembangan motorik rutin di sebuah klinik dekat rumah. Di halaman klinik ternyata ada pelatihan bagi orang-orang yang duduk di kursi roda untuk … menyetir mobil sendiri! Gratis oleh pemerintah.

Sudah sejauh itu mereka melangkah, teman-teman. Kita? Jangankan kesempatan menyetir untuk mereka di kursi roda, mau sekolah saja kadang gedungnya yang tidak ada .

Umat muslim HARUS menjadi bagian dari hal-hal BESAR seperti ini. Jangan hanya terus menerus meratap-ratap betapa orang lain ingin menghancurkan kita bla bla bla.

Sampai kapan mau menghadirkan musuh yang jangan-jangan hanya ada dalam imajinasi kalian sendiri? Penyakit hati kita sendiri jangan-jangan yang menjadi penghalang kemajuan kita?

Kesombongan kita terhadap identitas kita yang membuat kita lalai memperjuangkan karakter .

Iya gak sih, teman-teman?

Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang mengenakkan.

Think about it, ya .

Have a nice weekend  *sungkem*

Gambar : misacor.org

Gambar : misacor.org

2 thoughts on “Islam, Identitas atau Karakter?

  1. Kak.. sdh pernah posting tentang suriah? Kayaknya gak ada ya. posting tentang keadaan di suriah dunk, keadaan yang sebenarnya disana seperti apa. Butuh pencerahan nih 😊. Makasih

Comments are closed.