Perspektif

Asma, lahir di Rumah Bordil Kandapara di Tangail. Asma berhenti sekolah saat teman-temannya mengejek dan melecehkannya karena ibunya bekerja sebagai PSK di Kandapara.

Asma mengikuti jejak ibunya saat menginjak usia 14 tahun. Sebelumnya, Asma disuruh menari di depan para pelanggan dan tamu.

Kajol, melahirkan bayi Mehedi yang kini berusia 6 bulan. Hasil berhubungan dengan para pelanggan di Kandapara. Kajol menikah di usia 9 tahun. Tantenya lalu menjualnya ke Kandapara.

Dua minggu setelah melahirkan, Kajol sudah harus melayani tamu-tamu. Tapi “bisnis”nya menjadi terganggu karena Kajol juga harus mengasuh Mehedi.

Kandapara Brothel, gambar : ilovesiliguri.com

Kandapara Brothel, gambar : ilovesiliguri.com

Pakhi, 15 tahun. Sudah tinggal di lokalisasi Kandapara sejak usia 14. Dia menikah di usia 12 tahun dan kabur tak lama setelahnya. Seorang laki-laki memungutnya di jalan da menjualnya ke rumah bordil.

Meghia bekerja di pabrik tekstil saat berusia 12 tahun. Dia bertemu lelaki yang menjanjikan pekerjaan lebih baik yang kemudian menjualnya ke rumah bordil.

Bonna diperkosa oleh ayah tirinya di usia 7 tahun. Dia melarikan diri dari rumah di usia 10 tahun. Seorang laki-laki mengajaknya berkenalan di jalan untuk kemudian lagi-lagi…menjual anak perempuan ini ke rumah bordil.

Bonna kini berusia 27 tahun. Sebagai “senior”, dia mengaku bisa mendapatkan maksimal 19 dolar (USD) per hari.

19 dolar. Maksimal. Per hari!

What kind of world are we living in? .

Bahkan di Irlandia sini, pegawai supermarket digaji 8-12 euro per jam. Per jam!

Kandapara, salah satu bagian tergelap dari dunia prostitusi dan potret buruk perlindungan terhadap kaum perempuan di Bangladesh.

Bangladesh Symbol, gambar : pixabay.com

Bangladesh Symbol, gambar : pixabay.com

Tahun 2015, penelitian mengenai indeks korupsi negara-negara dunia menempatkan Bangladesh sebagai satu diantara 114 negara yang memiliki Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di bawah 50. 0 – 100, makin tinggi berarti korupsi makin kecil.

Kisah di atas hanya satu diantara sekian banyak efek korupsi kepada lumpuhnya kehidupan sosial-ekonomi suatu negara . Rendahnya tingkat pendidikan, terorisme, lingkungan tidak layak, adalah sebagian diantaranya.

10 Besar Negara Paling TIDAK Korup didominasi oleh Eropa Barat
Skandinavia menguasai 5 besar. Sapu bersih .

Perspektif Dukung Ahok

Skandinavia Map, gambar : pixabay.com

Apakah ada hubungannya dengan wilayah? Tidak juga. Karena Asia punya Singapura menempati urutan ke 8! Ada Hongkong dan Jepang yang menemani Irlandia sama-sama di urutan 18.

Di Afrika ada Botswana dengan IPK 63.

Apakah agama?

Tet toooottt!

Negara mayoritas muslim menempatkan Qatar sebagai IPK tertinggi (71) dan menempati nomor 22 dalam daftar negara yang pemerintahannya bersih dari korupsi.

Juga ada Arab Saudi dengan IPK 52 dan Uni Emirat Arab IPK 70.

Ah, itu kan karena mereka minyaknya banyak. O ya? Yuk, tengok Venezuela. Negara ini mungkin salah satu negara dengan cadangan minyak cukup dahsyat. IPKnya? 17 sajah .

Jumlah penduduk pengaruh?

China dan India, yang penduduknya kejar-kejaran di angka 1.3 dan 1.5 milyar, IPKnya enggak rendah-rendah amat, 37!

Haiti yang penduduknya cuma 10 juta, enggak nyampe seperseratus China atau India, IPKnya 17.

Sudahlah korupsi merajalela di sini, kalian tahu tidak, beberapa hari yang lalu bencana alam angin topan menghajar sebagian wilayah Haiti yang sudah menewaskan lebih dari 1000 orang .

5 negara paling korup berturut-turut : Somalia, Korea Utara, Afghanistan, Sudan, South Sudan.

Compared to Indonesia, pendapatan perkapita Bangladesh sangat kecil. Kurang dari sepertiganya. Manalagi jumlah penduduknya lebih kecil, sehingga GDP Indonesia jauh di atas Bangladesh.

Selama di Irlandia sini, memang bertemu beberapa orang-orang Bangladesh. Ya sudah pahamlah mengapa mereka pasti akan mati-matian bertahan walau kadang pekerjaan yang didapat bukan pekerjaan tetap dengan gaji pas-pasan. Ya minimal sekolah gratis dan sistem kesehatan mumpuni (y).

Satu yang saya kenal, profesinya koki di sini. Koki pekerja lepas bukan permanen. Tiap hari ketemu antar jemput anak di sekolah. Beliau sekeluarga sudah memegang paspor Irlandia.

Korupsi memang cetaaarrrr 🙁. Efeknya berpengaruh ke banyak hal. Indeks korupsi juga berhubungan erat dengan kondisi negara secara umum. Kalau korup biasanya otomatis berpengaruh kepada kondisi sebuah negara secara keseluruhan.

Angola, IPK 15, sekaligus menjadi salah satu negara yang paling menyedihkan buat anak-anak. 1 diantara 6 anak meninggal di usia balita .

Di Afghanistan, 80% dana rekonstruksi dan pembangunan ditilep! . Sedihnya, saya kutip ya dari artikel di Aljazeera,

“Regrettably, corruption is no longer considered taboo in Afghan society; it has been ingrained in the culture as an accepted norm.”

Accepted norm. Dianggap biasa-biasa saja. Sebenarnya iya juga, kan?

Di Indonesia sendiri, korupsi juga bukan yang gimana-gimana banget . Malah kita sebagai masyarakat lama-lama sudah mati rasa. Dianggap bagian dari kehidupan sehari-hari.

Lobbying - Corruption, gambar : pixabay.com

Lobbying – Corruption, gambar : pixabay.com

Ini memang perkara sistem, sih. Sudah terlalu mengakar dan turun temurun.

Saya kok percaya ya, misalnya nih, seorang PNS muda belia yang baru masuk kerja pasti ada ghirah (ceile, ghirah hihihi) untuk mengabdi bagi nusa dan bangsa.

Dengan gagah berani dia memikirkan solusi buat masyarakat. Datanglah dia kepada bos-nya, “Pak saya ada ide buat mobil kebakaran biar bisa cepat pelayanannya kepada masyarakat. Beli saja mobil kecil-kecil biar bebas keluar masuk kampung yang jalanannya kecil-kecil.”

Bosnya bilang apa? “Gile lo! Kalo mobilnya kecil, sabetannya kecil, dong! Sudahlah. Di proposal tetap tulis kayak biasa saja. Harga dan jenis jangan diutak atik! Paham?”

Ya pasti si PNS bau kencur ini takut dan langsung lunglai. Terbawalah dia ke dalam sistem. Tadinya mungkin dia tidak terpikir tapi ya gimana, lingkungan begitu.

Jangan diejek suruh resign. Situ mau ngasih makan keluarganya seandainya dia adalah satu-satunya tulang punggung keluarga? Lagian kalian pikir jumlah yang model begini sedikit? Belum tentuuuuuu. Bagaimana kalau banyak? Situ sanggup ngasih kerjaan lain?

Sistem tidak akan berjalan tanpa dukungan orang yang berada di dalamnya. Kasus di atas itu terinspirasi kisah nyata lho .

Makanya teman-teman, berapa sih pemimpin-pemimpin daerah yang bisa fenomenal melawan praktik-praktik seperti ini? .

Ahok is definitely one of them.

Basuki Tjahya Purnama (Ahok), gambar : id.wikipedia.org

Basuki Tjahya Purnama (Ahok), gambar : id.wikipedia.org

Awal dulu Pemrov DKI melakukan transparansi termasuk kepada rapat-rapat kerja Ahok, sempat sering heboh kan? “Scanning file” saja butuh anggaran 350 juta! Printer 40 juta. Pengadaan tempat sampah ratusan juta, dsb, dsb.

Belum lagi waktu berantem APBD yang skandal UPS dan berbagai temuan lainnya karena akhirnya datanya dibuka dan kita bisa geleng-geleng kepala melihat berbagai angka-angka ajaib di dalamnya. Berapa lama tuh Ahok berantem sama DPRD hahaha.

Sampai peristiwa, “Pemahaman Nenek lo!” Masih inget gak? Hihihi.

Tapi kalian lebih fokus kepada marah-marahnya Ahok. Mbok ya kalau nonton video tuh yang komplit jangan dipotong-potong . Itu video rapat Ahok di Pemrov DKI masih rutin di-upload lho sampai sekarang .

There are lots and lots of thing we can do kalau dananya benar-benar dipakai untuk rakyat. Yah, enggak usahlah 100%. Tapi mbok ya jangan 80% banget kaleeeee yang dikorupsi huhuhu.

Birokrasi DKI Jakarta sungguh memberikan perubahan nyata. Kelurahan sampai ada satpam yang bukain pintu sampai senyum manis, “Silakan duduk Ibu. Ambil nomor antrian dulu, ya.”

Tahun 2012 saya ke Kelurahan yang sama celingak celinguk kagak ada orang sama sekali! Hahaha. Sampai “assalamu alaikum” berkali-kali setengah berteriak soalnya bingung harus ngomong sama siapa.

Ya dulu sih enggak dirasa gimana-gimana. Pasrah saja. Kalau ketemu petugas ya syukur kalau enggak ya enggak kenapa-kenapa.

Membentuk Pasukan Oranye dan warna-warna lainnya juga bukan tanpa perjuangan lho. Karena sesuai kebiasaan birokrasi “tradisional”, tilep menilep honor petugas kebersihan teruuuuus saja kejadian.

Makanya, Ahok mungkin sudah muak banget. But … don’t we all? .

Belum lagi insiden kuburan dan cobalah ubek-ubek video di Pemrov DKI itu. Banyak hal-hal lain yang belum sempat diviralkan . But again, jangan dipotong-potong mau nontonnya pas beliau ngamuk saja .

Kebersihan di ibukota juga mendapat sorotan yang cukup besar .

Gambar : Facebook Fanpage "Dinas Kebersihan DKI Jakarta"

Gambar : Facebook Fanpage “Dinas Kebersihan DKI Jakarta”

KJP sekarang jangkauannya sudah luas dan terus ditingkatkan. Uang masuk sekolah level SMA/SMU/SLTA di Jakarta sudah gratis.

Ahok juga menyeluruh sampai ke pengawasan. Makanya, tidak heran, ‘kenyamanan’ beberapa pihak pastilah bergeser. Resistensinya pun tidak sedikit.

Ibukota DKI kini tengah disorot. Bukan hanya oleh para pemilih di Jakarta dan di luar Jakarta yang kadang lebih ribet sendiri hahaha. Pemimpin dan calon pemimpin daerah lain juga mengikuti perkembangan di DKI .

Ahok sudah terlanjur memberikan “wajah baru” bagi standar kepemimpinan daerah. Standarnya tinggi boooo . Dari sini, daerah-daerah lain pasti sedang menunggu-nunggu apakah masyarakat sudah siap dengan “perubahan” seperti ini.

Kemenangan Ahok tentu menjadi sinyal baru bahwa tidak ada cara lain memenangkan “pertempuran” selain kinerja-hasil nyata-rekam jejak (y). Prioritas itulah yang mungkin digunakan masyarakat untuk menilai.

Ya mungkin tidak sedrastis itu perubahannya. Soalnya di Sulsel sendiri, daerah asal saya, kabupaten-kabupaten “inti”masih dikuasai KKN . Mirip Banten lah. Si Bapak jadi gubernur, ponakan jadi bupati di sini, adek jadi bupati di sono, dst, dsb. Iyamato, iyamato .

Still…long way to go. Tapi kan sudah ada perubahan signifikan di ibukota. Kalau menang di Pilkada 2017, Ahok akan menjadi standar baru. Ada harapan nyata untuk perlawanan terhadap korupsi.

Percaya deh, percuma saja Pak Jokowi wara wiri ke sana kemari bangun ini itu kalau tidak ditopang oleh pemimpin-pemimpin daerah di wilayah masing-masing. Harus saling bantu membantu .

Kalau gaya komunikasi yang dipermasalahkan, ya gimana ya. Pemimpin model begitu sudah sering lihat, euy, di Indonesia . Banyak kok yang ngomongnya enak, tidak sedikit juga yang pinter masang kancing jasnya (hahaha), yang wajahnya ganteng juga sudah ada (dadah-dadah ke Bang Zumi Zola :p).

Karena itulah, saya memberikan dukungan penuh saya kepada Ahok untuk terpilih kembali di Pilkada 2017 nanti .

Perspektif Dukung Ahok

Gambar : pixabay.com

Kalian tahu efek yang paling menyedihkan dari korupsi ini. Balik ke Angola tadi, 150 ribu anak-anak meninggal dunia setiap tahunnya. Masyarakat sangat menderita. Tapi TIDAK SEMUANYA. Ada segelintir kecil yang tetap hidup nyaman .

Ya jangan lebay juga. Jangan harapkan perubahan radikal yang gimana gitu. Slowly but sure juga oke dong ya .

We really hope that something better is about to happen for Indonesia . Let’s do our best to be a part of it. I’m doing mine now, sesuai kemampuan masing-masing ya hehe #setrikaDaster.

Ngomong-ngomong, IPK Indonesia terus membaik lho . Tahun 2012 dan 2013 kita berada di angka 32. Tahun 2014 naik ke 34. Dan tahun 2015 menjadi 36.

Tentu saja, terkait hal ini, kalian boleh punya pendapat yang berbeda. Ini kan saya tawarkan sudut pandang lain di luar yang diributkan belakangan ini.

Makanya, tulisan ini saya beri judul “Perspektif” bukan “Pemaksaan” .

“Corruption can be beaten if we work together. To stamp out the abuse of power, bribery and shed light on secret deals, citizens must together tell their governments they have had enough.”
-José Ugaz, Chair, Transparency International-

I have had enough. You?

4 thoughts on “Perspektif

    • Wah maaf baru baca komentarnya huhuhu –> kelakuan yaaaaaa :p. Iya nih, saya menuliskan ini sebagai pemegang KTP Jakarta dan atas nama keluarga besar saya yang mayoritas tinggal di Jakarta dan memberikan feedback sangat positif kepada kepemimpinan Ahok. Di mana saya juga sudah menyaksikan langsung banyak diantaranya pas mudik lebaran 2016 ini :).

  1. Aku juga salah satu yg diuntungkan pas pemerintahan ahok mbak. Ngurus akte lahir gampil banget, meski telat setaun. hahaha. yg kata orang habis berjuta-juta itu hanya masa lalu. Dendanya gak sampe 50rb deh kayaknya…. pokoknya saya puassss….

  2. Sy salah satu korban Ahok!……..klu beliau tdk menang pilkada.
    Salam kenal dl ya mahmud keren..😊 sblm nulis komen pnjg2.
    (Konteks komenx dluar isu)
    Dl, sblm krj2 ahok (n pak de) mbuahkn hsl, saban tgs k jkt pst pake jasa transport yg merkx identik dgn nyaman n aman itu. So, abis duit transport yg gede kan?, abis parnonya sdh tk dewa sm kjahatan yg ada d jkt. Tp sjk 2 thn trakhir, parno bkurang scr prlahan n kmudian tandas sm skl. jadi saban d jkt sdh muter2 naik trans jkt bhkn pede naik ojek. ketika ojek online mewabah, naik ojek biasa lbh srg sy lakoni. Krn ojek online cenderung mngantar pake panduan gps, sdgkan ojek biasa, lwt jln tikus..dr gang satu belok k gang lain n tau2 kita sdh sampe.
    Dr mnyusuri gang yg brsih2 itu n ngobrol dgn tkg ojek, yg kmudian memantik kesadaran…jkt berubah, jd t4 keren dgn penghuni yg mulai ramah. Gak lg loe2, gw2 bgt. Mrk bhkn lbh mmenuhi aturan (bhkn yg bmuatan etika)..mis masy jkt mmberi t4 duduk di bus or d kereta pd yg lbh perlu…klu dl jgn harap, klu mo mnikmatix hal2 sprti ini hrs mrongoh kocek liburan k negri2 dgn label maju. Psti bkn Ahok penyebab kseluruhanx, tp ia pematiknya, dgn daya picu yg sngt kuat.

    “Tapi kan sudah ada perubahan signifikan di ibukota. Kalau menang di Pilkada 2017, Ahok akan menjadi standar baru. Ada harapan nyata untuk perlawanan terhadap korupsi”
    Kutipan dr mba jihan ini mngambarkn apa yg mngantar ksadaran sy..bhw ini akan jd standar baru yg mnjangkau seluruh Ina. Butuh wktu, mgkn 1 periode ini pilkada daerah msh mnghasilkan pmimpin yg sm, tp dlm periode kpemimpinan mrk tsb, standar kerja Ahok akan mnekanx..dan mnunjukkan belang mrk, klu tdk jg mo bgeming.

    Jdlah sy mngepak koper, mdatangi kampus dgn smgt mbuncah…pdhal umur sdh mulai tdk akan mmgkin sy bsekolah dgn mudah. Sy mmutuskn u mmanfaatkn “wktu transisi” tsb u mnyiapkn diri, sbg bag dr pns daerah. Ketika standar itu sdh mulai djlnkan di daerah, sy sdh pny bekal u beradaptasi..plg tdk itu, klu tdk bs bprestasi. Sy tak hrs tparkir d sudut ktr, n di gilas kompetensi anak2 gen y bhkn gen z ..n kmudian d cap sbg “anak muda palsu”…hehehe.

    Tp bgmn klu samoe Ahok kalah mba jihan ?…

    Sy tiba2 ingat awal2 jd pns…6 bln prtama org dkt n org2 yg sy beri respek yg sgt tinggi sibuk mnasehati agar tdk prlu mngajukan pngunduran diri. Walaupun tdk jd, tp sy prnh mndebat mrk dgn sengit, krn mrasa klu wktu 8 jam shariku brakhir sia2.

    Jd…Ahok perlu menang mba jihan..
    Bkn hny mbantu org2 dgn ktp dki, tp kami di daerah..pns daerah, tdk berakhir sia2..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *