Unpretty

Gegara The Voice 2016, jadi ngeh kalau Alicia Keys sekarang memutuskan untuk tidak pakai make up di depan publik. Terus kenapa?

Ya kalau kita-kita yang jelata ini enggak make up -an ya siapa yang peduli hahaha. Sementara beliau kan bagian dari dunia entertainment di mana tebal tipisnya pupuran di muka  memang cukup punya peran.

Tapi makin ke sini dunia per-lenong-an memang makin berkembang. Saya ingat tempo hari ada selegram yang bikin tantangan, “Ayo girls, berani enggak selfie tanpa alis?”

Kontroversi make up Alicia Keys

Gambar : pixabay.com

Tanpa alis? Gimana, gimana? Ealah, maksudnya tanpa PENSIL alis. Jadi alis dibiarin natural. Baru setelah kepo-kepoin ke mana-mana (niat! hahaha), saya jadi paham fenomena si pensil alis ini, especially alis super tebel yang konon namanya alis Sinchan itu :D.

Dari situ ter-upgrade pula soal lipstik jenis Matte yang juga hits beserta lipstik lokal Purbasari yang tadinya saya sangka merek jamu hahaha.

Nyinyir kauuuuuuu. Padahal saya sendiri paling tidak sanggup keluar rumah tanpa…bedak! Hahaha >_<.

Tempo hari bedak saya sempat hilang. Sudah pakaian rapi siap berangkat mau sepedaan di Old Rail dekat rumah, saya panik, “Bedak ilang! Bedak enggak ketemu!”

Suami sudah hafal kalau begini artinya emergency alias SOS! Hahaha. Suami langsung mengerahkan anak-anak untuk ikut mencari! :p. Sepuluh menit kami berempat sibuk nyari sana sini disertai omelan suami, “I’ve told you! Taro barang di tempatnya. Jangan main lempar aja. Kebiasaan sih!”

Perempuan mah kalau diginiin bukannya santai malah ngomel balik! Hahaha. Dia yang clumsy dia yang nyolot :p. Camkan, perempuan mana pernah salah, sih *benerinPoni*.

Bedak enggak ketemu dan saya tetap pergi walau hati gundah bukan kepalang. Besoknya harus ke acara di rumah teman teman, bela-belain abis masak, bedak dicari tetap enggak ketemu, saya lari-larian ke mal beli bedak baru. Hahaha.

Kontroversi make up Alicia Keys

Gambar : pixabay.com

Pembelaan saya terhadap urusan bedak ini bakal saya bahas di akhir tulisan. Bear with me karena chitty-chitty-chat ini seperti biasa bakal panjaaaaang :p.

Back to Neng Alicia dulu lah :D.

Sikapnya mengundang pro dan kontra. Termasuk industri kosmetik yang jadi sensi hehehe.

Alicia menerangkan betapa gimana-gitu nya dese pertama kali memasuki industri musik. Di depan publik, adaaaaaaaa saja komentar yang harus diterimanya. Dibilang terlalu tomboy lah, diminta agak manis dikitlah, terlalu kasar lah endebre-endebre-endebre.

Padahal menurut Alicia, “Helooooo, eike New Yorker. Ya memang begitu kebiasaan orang sana.”

Lama-lama Alicia merasa harus jadi bunglon untuk bertahan di dunia musik. Hal ini mempengaruhi musiknya yang seolah-olah liriknya selalu tentang “persembunyian” atau “topeng” atau itulah-itulah.

Enggak sengaja, di sebuah sesi foto, Alicia berfoto tanpa make up sama sekali. Hal ini bikin dese merasa ‘berbeda’. Di situlah momentumnya. When she finally decided to show up in public with her “make-up free action”.

Ada juga yang nyinyir bahwa Alicia bisa memilih seperti itu karena dia pada dasarnya “naturally beautiful”. Coba dia enggak kece ya pasti bakal takluk pada foundation, pensil alis, matte dkk, hehehe :p.

Dengan kemampuannya di dunia musik, Alicia (di luar urusan fisik) memang sudah cetar sih ya. Penulis lagu, penyanyi, bisa main instrumen, dsb. Namun begitulah persaingan di dunia industri. Tetap saja ketebalan pupuran muka punya pengaruh :p.

Kontroversi make up alicia

Gambar : pixabay.com

Alicia berharap pilihannya bisa menjadi semacam revolusi di dunia hiburan.

Untuk menjawab tuduhan tentang perlawanan terhadap industri kosmetik, Alicia mengeluarkan pernyataan resmi bahwa sikapnya sama sekali bukan “anti kosmetik”.

Di akun Twitternya, Alicia ngetweet, “Y’all, me choosing to be makeup free doesn’t mean I’m anti-makeup. Do you!”

Maksudnya Alicia mungkin gini, jangan mau “ditekan” oleh standar-standar yang sebenarnya mengekang kita. Kita enggak mau. Tapi melakukannya karena terpaksa. Untuk diterima oleh lingkungan misalnya.

Beda cerita dong ya kalau memang kita hepi-hepi saja bahkan doyan berdandan. Memangnya kenapa kalau ada kepuasan tersendirinya? Yang tahu niat orang dandan ya pribadi masing-masing, yes? ;).

Kalau di keluarga saya sendiri, jangan ditanya itu Mama saya urusan dandan. Juaranya boooo hahaha. Padahal backgroundnya lahir dan besar di kampung, menikah di usia 15, tapi urusan make up, Mama, seingat saya dari kecil, memang hits abis dah :p.

Situ baru ngerti kalau pensil juga bisa buat bikin alis selain buat coret-coret dinding :p, emak gue sudah lincah gambar alis dalam tempo itungan detik hahaha.

Kontroversi make up alicia

Gambar : pixabay.com

Nah, Mama ini yang ngajarin pakai bedak dari SD. Ini gara-gara saya ikut marching band dan harus berpanas-panasan beberapa kali seminggu. Kalau lagi ada pertandingan, bisa tiap hari latihan sepulang sekolah.

Mama tuh ngajarin pakai Nivea (bukan endorse ya ^_^)  plus bedak. Katanya biar kulit enggak terbakar. Waktu saya SMP, saya dan adik pulang pergi sekolah juga jalan kaki. Tapi adik saya ogah pakai bedak-bedakan waktu itu.

Hasilnya? Emak enggak boong yeeee hehehe. Kulit mukanya berbintik-bintik hitam pengaruh efek terpapar sinar matahari langsung sehari-hari.

Lucunya, waktu kecil adik cuek, sekarang walah, terakhir ketemu buat lunch bareng di salah satu mal besar, dese dandan full! Hehehe. Kalau saya, walau dari kecil sudah kenal bedak, sampai gede ya mentoknya di bedak aja hahaha.

Adik saya cukup spesial. Karena dia tidak selalu dandan full. Kalau ketemuannya di rumah atau acara keluarga, dia bisa lho tampil polos even tanpa bedak sama sekali :D. Jadi ya dia tidak tergantung sama kosmetik 100% ;).

Kalau saya mah, ke warung dekat rumah aja mesti banget lho bedakan hahaha. Stabil dong boooo :p. Tapi ya gitu, saya enggak punya lipstik, enggak punya eye shadow, apalagi blush on. Sejak tahu kalau barang beginian ada expired datenya (ya menurut lo? hihihi), saya enggak pernah beli lagi.

Skin care vs kosmetika itu 2 hal yang berbeda lho menurut saya. Tidak doyan make-up tidak berarti kita boleh abai pada kesehatan kulit. Terus aja cari pembenaran si embak bedak satu ini hahaha.

Walau enggak kenal pensil alis dkk, saya rutin pakai pembersih muka tiap hari ;).

Etapi beneraaaaaaaan *ngotot*. Skin care itu buat kesehatan penting. Pilih bedak yang ada perlindungan SPF bla bla itu.

Again, intinya bukan ngajak berdebat enakan pakai make up apa enggak (kalau skin care sebaiknya wajib lhoooo –> ampun Mbak, ampuuuun hahaha *sumpelPakaiBedak*).

Kayaknya sudah cukup banyak ya rentetan peperangan di kalangan perempuan. Janganlah ditambah dengan pertarungan di ranah pensil alis dkk *lelah*.

Saya sendiri, dulu-dulu kalau ke kondangan keluarga selalu maksain ke salon buat didandanin. Bukan MUA yang spesial. Dulu sih bayarnya cuma 50-75 ribu :p. Merasa inferior kalau foto-foto terus kumel sendiri. I thought this is wrong :(. Won’t do that anymore.

Jangan berdandan untuk menjadikannya sebagai booster untuk lebih percaya diri. Something you don’t like but you’re still doing it to “cover” your fear of being unaccepted. Because you believe that’s the ONLY standard of being beautiful. Itu salah ;). Tapi bedak sih wajib ah, apa ini, apa ini, apa iniiiiiiiii hahahaha.

Oh ya, kalau malam-malam lagi iseng enggak bisa tidur, saya main-main dengan aplikasi Insta Beauty yang saya instal di hape :p. Iseng memotret wajah sendiri yang lagi kucel-kucelnya habis bertarung ngurusin anak tengil 3 bijik dari pagi sampai malam hahaha.

Lalu saya touch up foto muka saya dengan berbagai fitur yang ada di aplikasi itu. Idungnya dikecilin (hahaha), muka dibikin tirus, ada pilihan make up yang bisa diatur-atur dari mata sampai ke bibir. Seru yaaaaaaaa :p. What a guilty pleasure :D.

For a moment, saya selalu kagum dengan keajaiban peralatan ngelenong itu walau dalam bentuk photoshop digital. Setelah puas dan mulai ngantuk, foto-fotonya saya hapus semua lalu bobok dengan bahagia ;). Setidaknya bisa merasa berdandan tanpa perlu keluar duit! Nyahahaha.

Bukannya ngaji yaaa sebelum bobok #dikeplakPakaiSajadah.

Suka juga ngikutin perkembangan dunia perlenongan. Nonton-nonton tutorial ini itu. Tapi tetap merasa kece walau cuma nonton doang tanpa perlu diaplikasikan ke wajah sendiri :p. Saya rasa kemampuan berdandan juga merupakan seni tersendiri yang harus diapresiasi.

Gilak, enggak gampang lho ituuuuu jadi Make Up Artist ;).

Kontroversi make up Alicia Keys

Gambar : pixabay.com

Tapi ya balik lagi, jangan terjebak dengan tekanan soal standar kecantikan. You decide it yourself.

Ya seperti yang dibilang sama Neng Alicia tadi, “Do you!”

Judul tulisannya saya ambil dari salah satu judul lagu dari kelompok TLC. Yukkk, abege 90-an mana suaranyaaaaaa :D. Tahu lagu “Unpretty” gak?

Singing …

“You can buy your hair if it won’t grow
You can fix your nose if he says so
You can buy all the make up
That M.A.C. can make
But if you can’t look inside you
Find out who am I too
Be in the position to make me feel
So damn unpretty
I’ll make you feel unpretty too”

Videonya cari di Youtube sendiri yaaaaaaa :D.

Have a nice weekend. Relaaaaaax and do … you! ;).

pixabay-wink

***

 

 

9 thoughts on “Unpretty

  1. Dari dulu saya ga suka (dan ga bisa) pake make up, ga ngurus wajah pula. Makanya gini deh wajahnya..haha.. tapi waktu nikah so2an di seserahannya ada make up, yang sampe sekarang baru dipake bbrp kali aja (anak hampir 4 taun). Baru-baru ini aja baru mulai belajar lagi per make up an, soalnya lagi mau nyari kerja. Walopun setuju sepenuhnya sama Mbak Alicia Keys, tetep aja ga bisa total kyk dia. Dan lalu akhirnya memutuskan juga buat fokus ke Skin care daripada make-up.

  2. dulu aku paling rajin merawat wajah dan nyoba2 make up, tapi sejak nikah malah jadi males ngurus diri, hahaha, rasanya ga sempat aja. Sesekali aja pakai make up kalau memang perlu, macam ke kawinan gitu

  3. artikelnya bagus mengalir…

    sebagai tanda syukur atas pemberiannya maka tak ada salahnya untuk merawat wajah dan semua dengan baik.

    toh ada yang dibahagiaakan dengan itu, misalnya sang pendamping 🙂
    terima kasih dan salam kenal Mbak

Comments are closed.