And The World Had Somehow Shifted

Saya suka iseng nanya ke suami, “Kok dulu tetap mau nikah padahal gue kan kerja kantoran? Kalau gak mau resign gimana hayoooo…”

“Gak tahu juga ya. Abis feelingnya pasti bakal resign hehehe…”

Beberapa waktu lalu, sebuah wawancara dengan artis laki-laki yang dikenal banyak hater sempat ramai dihujat orang. Terkait pernyataan si laki, “Saya tidak ingin ada 2 matahari dalam keluarga saya.”

Kalau saya sih bisa paham model laki-laki kayak begini. Lah, suami saya juga ketiplek ketumplek kayak begini hahaha :p.

Jihan Davincka Anniversary Note

Sebelum menikah, bayangan saya tentang kehidupan rumah tangga lebih banyak terisi dengan apa yang di depan mata saja. Misalnya orang tua kandung saya sendiri.

Melihat ibu saya yang “terhempas” begitu ditinggalkan bapak yang meninggal tiba-tiba membuat saya selalu berpikir, “Pokoknya nanti saya mau jadi wanita karier! Titik!”

A bit funny, karena ibu kandung saya bukan perempuan “rumahan”, punya usaha sendiri selain ikut membantu bapak jualan di kios di pasar. I won’t judge her :). Sikonnya ya memang begitulah.

Walau tahu kalau suami saya kepengin punya istri yang “di rumah mengurus anak”, saya tetap ngeyel minta dikawinin hahaha. Hadeeeh, pokoknya kawin dulu dah. Apa yang terjadi nanti bisa pikir nanti –> kebelet apa kenapa, Neng? Hahaha.

Kelamaan menjomblo bikin panik ya, Cuy! Hahaha.

Ya tapi suami saya juga tetap melamar padahal saya tetap kerja dan mengklaim terang-terangan, “Jangan harap bisa maksa gue berhenti kerja, ya! You won’t!”

Probably he saw ‘something’ yang saya pun belum yakin saat itu hehehe. Or simply because I’m too cute to be ignored dong yaaaaaa –> dikeplak panci! Hahaha.

Gambar : pixabay.com

Gambar : pixabay.com

Iya sih, setelah menikah, a new image about how a family can be run came from my in-laws :), bapak dan ibu mertua saya.

Ya perempuan Minang memang punya didikan spesial, ya (y). Budaya matrilineal membuat perempuan Minang tidak terlalu baper soal emansipasi-emansipasi an hehe.

Keputusan resign saya tidak seimpulsif itu sih. Sebelumnya, sudah saya pertimbangkan matang-matang kanan kiri atas bawah. It took me months to finally “go on” with the plan :D.

Siapa yang tahu apa yang terjadi ke depannya? Peristiwa yang menimpa almarhum bapak saya bisa terjadi kepada siapa pun. Mungkin pula … somewhere along this windy road we’ve lost the trust, seperti kata Usher di salah satu lirik lagunya.

Makanya, saya pelajari soal pembagian harta gono gini! Hahaha :p. Buat saya, cinta tak pernah buta *kepretinDuit*.

Tapi ya jangan negatif-negatifnya saja yang dipikir lah ya. Saya pun percaya segala kemalangan yang menimpa kita bisa berupa 2 hal : ujian kah? Atau jangan-jangan akibat dari perbuatan kita sendiri? :).

Kelar mikirin urusan materi duniawi (hahaha), selepas resign, saya memutuskan untuk berusaha menjadi pasangan yang baik, semampu saya untuk mendampingi sebagai istri ;). Minimal kalau pun nanti dia “macam-macam”, saya mudah-mudahan terlepas dari kelalaian akibat diri sendiri hehe. Aamiin.

Berbagai pertimbangan yang saya korek dari teman-teman di kantor seperti ini :

“Ealah Jee, lipstik mahal, tas mahal, baju mahal. Gile aja kalau ngemis suami melulu.” Hihihi

Saya nyengir kalau soal ini :D. Maklum ya, saya ini tipe orang yang takut lihat barang-barang mahal. Dari dulu sampai sekarang ya tetap takut hahaha.

Soal kosmetik juga ya begitulah :p. No issue terkait hal ini.

“Gini ya Jee, kalau berhenti kerja, takutnya kita itu diremehin suami. Dia malah jadi nganggap kita gimana gitu.”

Nah, saya sempat khawatir soal ini. Tapi sampai sekarang suami saya tidak berubah ^_^.

gambar: pixabay.com

gambar: pixabay.com

Dia tetap menganggap saya teman diskusi yang “layak” dalam berbagai hal. Pillow talks kita beragam mulai dari ngomongin anak, ekonomi, politik, sejarah, nostalgia masa kampus (hihihi), eyel-eyelan soal siapa dulu yang IPKnya lebih tinggi (hahaha), dan tentu saja spesialisasi saya … hosip-hosip artis!!!! Hahaha.

Keputusan kecil maupun besar pun dia tetap ngotot saya harus berkomentar. Padahal ya seperti urusan saham misalnya, gue kagak paham, woiiiiii -_-.

Ya mungkin saya nyaman karena suami juga membuat saya nyaman dengan pilihan ini :).

Keputusan saya dalam hal ini tentu berkaitan dengan karakter pribadi, situasi dan kondisi, dan yang tidak kalah pentingnya, dukungan/sikap/respons suami :).

Ya makanya jangan suka banding-bandingkan :D. Orang yang paling tepat kita mintai pendapat terkait keputusan dalam menikah ya pasangann kita sendiri dulu lah ya. Pendapat yang lain-lain bisa minggir dulu :p.

Laki-laki juga beda-beda. Ada memang teman saya yang lebih sreg kalau istrinya ikut berkarier. Ada yang seperti suami saya. Ada yang modalin istrinya untuk berbisnis malah. Ya tergantung tipe bini juga kan?

Ada perempuan kayak saya, leyeh-leyeh di rumah pun sepanjang hari tak pernah merasa gimana-gimana hehe. Ada juga yang memang bawaannya rusuh kalau di rumah terus.

‘Tekanan’ buat perempuan memang lebih condong untuk “mengabdi di rumah” dan fokus pada anak, literally. Tapi buat teman-teman perempuan yang mungkin belum menemukan pelabuhan untuk berlabuh, pertimbangkan ini juga ya, sebuah puisi bagus dari Goodreads nih :),

“Dear Woman,
Sometimes you’ll just be too much woman.
Too smart,
Too beautiful,
Too strong.
Too much of something that makes a man feel like less of a man,
Which will make you feel like you have to be less of a woman.
The biggest mistake you can make
Is removing jewels from your crown
To make it easier for a man to carry.
When this happens, I need you to understand
You do not need a smaller crown—
You need a man with bigger hands.”
― Michael Reid

Pernikahan sering diibaratkan dengan bahtera.

Jangan memaksa menambatkan hati pada pelabuhan yang salah hanya demi mendapatkan teman untuk berlayar bersama :). You know, you’re happy enough to be yourself ketimbang harus memilih pasangan yang salah :). Keep being the you that you like <3.

Gambar : quizony.com

Gambar : quizony.com

Menikah kurang tepat jika diupayakan untuk mencari bahagia seperti kata Teh Rena tempo hari (y). Pastikan kebahagiaan diri sendiri sebelum menikah. Agar kelak, menikah akan menjadi proses melipatgandakan kebahagiaan. To make it double ;). Double happiness.

Ada pun urusan jodoh itu memang kadang tidak terduga. Saya pun merasa “pelayaran” yang saya jalani sekarang beda dengan yang saya bayangkan dulu. Banyak bedanya :).

Some are totally new for me. Ya macam Neng Rapunzel yang tahu-tahu nyanyi pas lihat lampion-lampion beterbangan di langit, sesuatu yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Norak-norak seneng gitu hehehe.

And it’s like the sky is new
And it’s warm and real and bright
And the world has somehow shifted
All at once everything looks different
Now that I see you

(Song “I see The Light”, OST “Tangled”)

Seperti terasa dunianya tiba-tiba berganti menjadi sesuatu yang beda. My world has somehow shifted to be  something different yet beautiful <3.

Gombal terooosssss :p.

Lah ini memang ceritanya anniversary note yang pastinya selalu telat postingnya hahaha. Ya telat-telat 2 minggu lah ya :p.

Baca juga : Anniversary note 2013 : Places Called Home 

Note 2014 : Will You Still Love Me?

Note 2015 : A Whole New World

Apa iniiiiiiii, sudah ngucapinnya telat masih disisipin iklan-iklan jugak! Istrii macam apaaaahhh hahaha -_-.

Semoga samara, bisa kompak terus mendidik trio macan hihihi, ya pokoknya begitulah, keep hanging there and doing the works, on and on again :).

Happy belated anniversary, Pops! *smooch,smooch*

4 thoughts on “And The World Had Somehow Shifted

  1. Kalau gak kerja, takutnya diremehin suami. Kekhawatiran yg sama sempat ada.. haha.. nyatanya sampai hari ini masih survive dan makin lengket tuuuh.. *dilempar lem* heuheu

  2. Suka sukaaaa banget postingan ini. Barokallahu laka/i wa jama’ bainakuma fi khoirin Amin Allahumma Amin.
    Pak suami saiya sich sreg sy kerja biat gak rusuh katanya wkwkwkwk, pinjam istilah ya, tp ya gitu alhamdulillah sejauh ini kita tetap pasangan mata berbinar senyum melebar aura menebar wkwkwkwk (indonesia dubai well ni mmg lebaY). Cap cuzzz di tunggu postingan yg lain ya

Comments are closed.