Privilege

Barusan lihat iklan video ala India seliweran di timeline FB :D. Indian, in many ways, shared (almost) the same culture to us, Indonesian. Ini pendapat pribadi ya hehehe. Linknya ada di bawah tulisan ini ya ;). Kita ngobrol dululah sikit baru nonton videonya hehehe.

Tidak hanya India sih. Bangladesh, Pakistan, dan sekitarnya juga mirip-miriplah.

Gambar : pixabay.com

Gambar : pixabay.com

Satu hal yang saya perhatikan, some of them had changed as probably they’ve been living in here (Ireland, “western” society) for too long :p. But some stayed the same ;).

Apalagi soal segregasi antara perempuan dan laki-laki. Miripnya pakai bangeeeeetttt :D. Budaya apa ini? Budaya timur apa budaya Asia ya tepatnya.

Satu yang sering bikin saya bingung, kalau iseng nyari di youtube masih banyaaaaaaaaaaak aja gitu “perempuan bule” yang meresahkan soal kesetaraan gender. I thought they were talking about us, the “non western ladies” yang katanya hidupnya memprihatinkan ini hahahaha  :p. But they’re not. They’re speaking for general, including themselves.

Kemarin lihat video bagus juga soal isu ini, yang bawain “ceramahnya” tapi laki-laki. No wonder, videonya yang ngelike vs dislike hampir berimbang hahaha :p.

Tapi pesannya bagus kok. Si penceramah (yang LAKI-LAKI itu) membandingkan 2 hal :

1. Antara perempuan kulit putih vs perempuan kulit hitam. Ternyata, menurut si penceramah itu, dalam keseharian perempuan kulit hitam masih lebih risau soal RASISME, “Every morning I look in the mirror I see a…black person. Black. I’m black.”

Sementara perempuan kulit putih menjawab ringan, “Everyday I look in the mirror and all I see is a woman.”

2. Antara laki-laki kulit putih vs perempuan kulit putih. Laki-laki kulit putih, “Every mirror-time, I see … a human.”

Lihat bedanya?

PRIVILEGE. Kita tidak sadar bahwa kita dianugerahi hak-hak khusus/keistimewaan tertentu yang membuat kita merasa, “Ah, enggak ada apa-apa kok. Apa sih masalah lo? Semuanya oke-oke aja tuh.”

Gambar : pixabay.com

Gambar : pixabay.com

Privilege is invisible for those who have it ;).

And yes, according to this gender issue, “western world” punya banyaaaaaak sekali privilege yang belum/masih sedang diperjuangkan di belahan dunia yang lain. MIsalnya kita di Asia ini :D.

Makanya dulu saya menulis “Battle Hymn of The Asian Parents” terkait soal sistem pendudukan antara Asia vs Eropa Barat misalnya. Karena tidak sedikit ibu-ibu Indonesia teman saya yang dikit-dikit Finlandia, dikit-dikit Finlandia :p.

Semua interaksi sosial dan infrastruktur itu saling melengkapi dan memengaruhi dong, ya. Dengan tingkat kesejahteraan yang sudah sangat mapan (dibandingkan banyak negara berkembang) di Asia, Eropa Barat ya pasti lebih enak dalam banyak hal.

Orang-orang kenyang, akses pendidikan merata, masa depan ya 90% cerahlah buat hampir semua kalangan. Penduduk minim dan negaranya dikelilingi oleh negara-negara tetangga-tetangga yang tidak kalah mapannya.

Perlu saya terangkan kondisi mayoritas di Asia? :p.

Jangan heran orang bule mah anaknya enggak ngerjain peer santai saja. Kita? Mamak-mamak Asia? Anak enggak ngerjain peer, merepetlah itu kalimat-kalimat penuh ancaman, “Mau jadi apaaaaaa kalau besar nanti.” Hahaha :p.

Jangan ngakak duluuuuuu. Itu bukan kekhawatiran lebay. Karena iya toh? Mau jadi apa mereka kalau besar nanti?

Makanya, kita perlu memandang isu-isu budaya dengan lebih terbuka dan ….jujur :).

Tentu dong sebagai perempuan yang lahir dan besar di Asia, saya akui, saya sedikit kaget mendapati teman-teman anak saya diantar jemput ke sekolah oleh ayah/bapaknya. Habis sekolah, saya ke supermarket buat belanja, eh ketemu lagi si Ayah/Bapak yang sama. Dia juga lagi belanja. Nanti pulang sekolah ya dia lagi. Begitu seterusnya tiap hari dan ini sudah jalan 3 tahun hehehehe. Tidak satu dua orang lho ;).

Who should do the laundry ???, gambar : pixabay.com

Who should do the laundry ???, gambar : pixabay.com

Tidak bisa serta merta kita bersorak, “Ih, keren kali bapak-bapak bule iniiiiii…” It will take me more and more words to explain why this is not that important to be discussed NOW. NOT until Asia (the worldwide Asia) has done with their basic issue(s) : food, education, sanitation, health care, justice, … do I need to mention them all? :p.

Makanya, perjuangkan dulu lah minimal keseteraan pendidikan dan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, barulah kita bisa lebih tenang dan terbuka membahas soal peran perempuan dan laki-laki dalam berkeluarga dan bermasyarakat. Ini belum bahas soal dogma dan doktrin agama lho :p.

Btw, saya suka video iklan Ariel ini. Suka banget ^_^. Good job, Ariel <3.

Videonya sila di lihat di sini :

Anyway, happy belated International Women Day, my Ladies :D. Masak apa kita hari iniiiiiiiiiiiii :D.

Selamat hari Nyepi jugak dan selamat melihat gerhana matahari sekalian hehehe.

2 thoughts on “Privilege

Comments are closed.