Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi

Susu Hewan dalam Pola Makan Food Combining

Tempo hari melihat video soal peternakan sapi di Selandia Baru. Baru ingat mau bahasnya sekarang hihihihi :p. Telat aje.

Soal susu sapi. Dalam pola makan FC yang saya tahu, susu sapi sebenarnya tidak dilarang penuh untuk dikonsumsi. Saya juga bingung kenapa ada yang segitu bencinya sama susu sapi hehehe.

Sapi di Swiss fotografer Dani Rosyadi
Sapi di Swiss :D, pics by : Dani Rosyadi

Alasan mengapa susu sapi (dan semua turunannya) tidak dianggap ideal karena kandungannya yang menempatkan karbohidrat dan protein yang hampir sama tingginya. Sementara dalam Food Combining kan makanan ideal bagi sistem cerna tubuh kita adalah yang mengandung dominan dari SALAH SATU unsur utama (karbohidrat. lemak, atau protein).

Kok gitu? Karena katanya lagi (based on FC’s theory ya, kalau gak setuju jangan bully ya Kaaaaaa :p), enzim pengolah karbohidrat dan enzim pengolah protein hewani sistem kerjanya saling bertolak belakang ;).

Karena ituuuu, karbohidrat tidak boleh dikonsumsi barengan dengan protein hewani ;). Nah, pahami teorinya ya jangan asal latah. Entar ujug-ujug nanya, “Ayam kan enggak boleh sama nasi. Tapi kalau ikan atau telur boleh gak makan pakai nasi?” –> kan kelihatan enggak paham teori hehehe. Amal tanpa ilmu kan katanya gimanaaaaa gitu :p.

Dulu saya pernah diterangkan sama bidan bahwa ASI itu beda karena kandungan karbohidratnya yang tinggi ^_^. Kandungan lainnya minoritas.

Ah, selama ini aman-aman saja tuh makan dicampur-campur? :D. Tentu tubuh kita punya toleransi dan tidak ujug-ujug ngadat. Masalahnya … sampai kapan tubuh kita kuat bertahan? ^_^.

Sementara di era terkini, susu sapi lama-lama jadi makanan level dewa. Hayo ngaku, ibu-ibu yang sering bepikiran, “Ah, biarin makannya susah yang penting minum susunya lancar!” Don’t worry, saya juga dulu gitu hahahahahaha.

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Bodohnya saya -_-. Sampai eike sendok-sendokin tuh susu ke mulut anak huhuhu *tutupMuka*. Makan anak susah? Bukannya cari solusi, saya malah lari ke susu *tutupMukaMakinDalem*. Sekarang? Iya sih yang sulung makannya belum yang rakus. Tapi alhamdulillah sejak saya kampanye HARUS MAKAN SAYUR (SEGAR tanpa diolah :D) buat suami dan anak-anak, nafsu makan mereka makin meningkat.

Memang unik. Sayur (katanya) dibenci anak-anak. Padahal di sayuran hijaulah banyak terdapat zat besi yang justru memicu nafsu makan anak. Tapi of course, kita kemakan iklan, bahwa SUSU lah dewa penyelamat bagi anak-anak yangn susah makan hihihihi :p.

Kayaknya, kalau enggak minum susu, perkembangan anak pasti kenapa-kenapa. Anjurannya pun, minimal 2x sehari. Enggak cuma bayi. Voila! Orang dewasa pun segala susu lengkap tersedia! Susu hamil lah, susu tulang lah, susu kanker lah, susu anu lah … pokoknya komplit.

Terus kenapa pada bingung nonton video kenapa bayi-bayi sapi ditangkap dan dipaksa berpisah dengan induknya? Ya itu karena susu induknya diburu-buru sama kalian bukan? Hahahaha :p.

Gambar : merdeka.com
Gambar : merdeka.com

Konsumsi susu hewan terutama sapi makin ke sini makin menjadi kebutuhan utama. Harus diminum tiap hari. Harus rutin. Alasannya … butuh kalsium tinggi. Pada punya google kan, coba cari tahu sendiri, kalsium itu adanya di bahan makanan mana saja? Banyaaaak sekali jenis sayuran yang ternyata mengandung kalsium yang tinggi ;).

Ada sayuran yang dihasilkan tumbuhan yang mungkin lebih banyak positifnya ketimbang kalian berkompetisi dengan anak sapi memperebutkan susu ibunya? :p.

Of course, minum susu sapi sih boleh-boleh saja. Tapi apa mesti tiap hari gitu? :D. Ingat ya, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik.

Kalau kalian menuduh pola makan FC mendewa-dewakan sayur dan buah. Jangan lupa ya Kakaaaaa, JENIS BUAH DAN SAYUR itu banyaaaaaaakkkkk sekali ^_^. Dan FC menyarankan kalian MENGKONSUMSI sebanyak mungkin variasi buah dan sayur. Bukannya malah lebih banyak membunuh hewan dan memeras susu mereka buat makan sehari-hari kita :).

Ingat ya, dalam ekosistem, fungsi MANUSIA adalah PENGATUR dan PENGONTROL bagaimana agar keseimbangan alam tetap terjaga. Bukannya malah bersikap egois dan mengeksploitasi ekosistem HANYA untuk kepentingan kita :).

Oksigen sudah dikasih gratis sama Tuhan. Tahu tidak sih penghasil oksigen itu justru tumbuh-tumbuhan bukan ayam, sapi atau kambing, lho :p.

Buat yang muslim, familiar dengan hadis “Segala penyakit berasal dari perut”. For info, katanya hadis itu sahih lho ;).

Jangan lebay mengkonsumsi satu jenis species tertentu ;). Jangan berlebihan. Dan kombinasi tata cara makan ala Food Combining menurut saya sangat membantu kita untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan APA PUN. Ingat ya, buah-buahan dan sayur-sayuran itu BUKAN species. Spesies tuh misalnya : tomat bulat, wortel, timun, apel, jambu air, dsb. Nah, makan itu semua tiap hari sevariatif mungkin yang kalian bisa ^_^.

Protein hewani buat kita yang sudah berumur ini sebaiknya dibatasi :).

Susu sapinya makanan rekreasi saja :p *pelukBayiSapi*. I feel you, Babies *hormonIbuMenyusui* :’) .

1 comment
  1. saya sempet fc pas usia kehamilan 3 bulan.. trus diomelin dokter karena bulan berikut BB malah turun hampir stengah kg.. yaudahlah.. fcnya diundur entar aja pas menyusui 😛 sekarang makan gaya bebas dulu..

Comments are closed.