Menu Food Combining Untuk Pemula

Menu food combining untuk pemula apa sih misalnya? Ini pertanyaan paliiiiing sering. Padahal kalau sudah tahu teorinya harusnya tidak sulit, ya :D.

Saya pribadi tidak yang tiba-tiba jadi punya menu baru atau mencoba resep-resep baru saat memulai pola makan ini. Makannya ya tetap dengan menu itu-itu juga tapi dengan penyesuaian di sana sini. Lagipula memang pola makan saya belum yang super ideal :D. Karena masih mengkonsumsi goreng-gorengan.

Bukan gorengan cemilan. Tapi misalnya ayam goreng, ikan goreng, perkedel jagung dan makanan lain yang digoreng. Terus terang, saya masih kurang kreatif dengan menu-menu non gorengan hihihi.

Salahkah mengkonsumsi goreng-gorengan seperti itu? Tidak juga. Titik berat Food Combining lebih ke kombinasi makanannya :D. Tapi sebaiknya memang mengurangi yang goreng-goreng ;).

Mari kita mulai dengan pemahaman sistem sirkadian tubuh dulu yang menjadi salah satu dasar pola makan ini.

Pukul 04.00 – 12.00, sistem pencernaan sedang berada dalam fase pembuangan. Fase ini butuh energi yang cukup besar. Sebaiknya kita tidak mengganggu sistem cerna dengan mengkonsumsi makanan yang butuh energi besar hingga mencernanya.

Tapi … di jam segini kita juga butuh energi untuk melakukan banyak aktivitas. Pilihlah makanan dengan kalori cukup tapi sekaligus mudah dicerna. Yang paling memenuhi syarat ya buah-buahan :D.

Keunikan buah-buahan lainnya –> cepat kenyang, cepat lapar. Makanya, makannya jangan jaim-jaim. Makan sebanyak yang diperlukan, jangan ditakar-takar.

Baca : Panduan Sarapan Buah ala Food Combining

Gambar : tabloidbintang.com
Gambar : tabloidbintang.com

Pukul 12.00 – 20.00, sistem pencernaan sedang berada dalam fase penyerapan. Nah, di fase inilah kita paling cocok untuk mengkonsumsi makanan berat-berat. Dimulai dari makan siang, cemilan sore, dan makan malam.

Tapi ingat ya, prinsip dasar mengkombinasikan makanan dalam Food Combining :

  1. Protein hewani (daging ayam/ikan/sapi/domba/kambing, telur, dll)  jangan dicampur karbohidrat (nasi, kentang, jagung, ubi, dll)
  2. Setiap makan harus disertai dengan jumlah sayuran yang dominan. Kalau bisa dalam keadaan segar tanpa diolah.
  3. Protein nabati (tahu/tempe/jamur dll) boleh dicampur dengan karbohidrat atau protein hewani.
Gambar : sehatraga.com
Gambar : sehatraga.com

Pukul 20.00 – 04.00, sistem pencernaan berada dalam fase pengolahan. Nah, dalam fase ini juga butuh energi yang cukup besar. Makanya, jangan lewatkan makan malam yaaaaaa ^_^. Tapi setelah pukul 8 malam, sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan berat apa pun lagi. Minum saja air putih atau kalau lapar banget-banget boleh makan buah.

Lagipula jam segini kan secara fisik memang tubuh dalam kondisi istirahat. Jangan main-main dengan jam tidur lho, ya. Ingat, begadang jangan begadang kalau tiada gunanya :p.

Nah, dari sekilas teori di atas harusnya sudah terbayang kan kayak apa kira-kira contoh menunya :D.

Berikut saya berikan contoh menu food combining untuk pemula :

Hari 1

05.00 Bangun pagi, minum perasan jeruk nipis. Biasanya sehabis itu saya minum air putih lagi 2 gelas biar seger :D.

06.00 Mulai sarapan buah. Kadang juga sebelumnya kalau lapar juga sudah makan buah hehehe. Ini bisa abis sepiring, contoh buahnya : 1 buah apel, 1 buah pear, 2 buah jeruk, anggur. Buah lokal sini ya :D.

09.00 Sarapan buah ronde 2. Kadang juga lebih cepat pokoknya selaparnya badan saja

12.00 Makan siang. Menunya bisa menu karbo atau menu protein hewani. Contoh : ayam bakar + lalapan yang segabruk-gabruk ATAU nasi putih + tahu/tempe goreng + sambal + sayur-sayuran ATAU ikan goreng + sayur sop + sayuran segar tambahan ATAU kentang panggang + jamur tumis + sayur-sayuran.

Ingat ya, itu di atas pakai ATAU artinya PILIH SALAH SATU. Jangan dimakan semua hahahahaha :p.

menu food combining untuk pemula
Gambar : kulinersehat.com

15.30 Cemilan sore bisa ubi rebus, pisang rebus atau sekalian jus sayur. Kalau mulut masih ‘gatal’ ya bolehlah ngemil mana-mana saja hehehe. Tapi jangan kebablasan ya ;). Sebisa mungkin di awal-awal langsung disiplin biar langsung terasa efeknya ^_^.

19.00 Makan malam. Menunya sama kayak makan siang. Pilih menu karbo atau menu protein hewani. Contoh : nasi + semur tahu kacang merah + sayuran segar ATAU capcay ayam dan sayuran segar dsb.

menu food combining untuk pemula

21.00 Tidur deh ^_^

Hari 2 ya ulang lagi seperti hari 1 dan seterusnya. Tinggal gonta ganti menu saja ;).

Yang  mungkin agak sulit (karena pengaruh sugesti kita saja sih sebenarnya) :

1- Sarapan buah memang kita, perut Indonesia, kurang familiar ya hehehe. Saran saya, coba saja dulu. Katanya sih kalau tidak kuat bisa dibantu juga dengan makan oatmeal. Tapi jangan oatmeal yang instan. Juga jangan pakai susu sapi, coba dengan susu kedelai. Selama menyusui ini, saya juga makan oatmeal sehabis makan buah, khawatir adek bayi kurang asupannya hehehe.

2- Menu protein hewani. Pasti pada rewel deh, aaaaah, mana sanggup makan ayam tanpa nasi hihihihi. Sekali lagi, cobain duluuuuuu. Kenyang lho ituuuuu asalkan mengunyah dengan benar dan ditunjang dengan banyak sayuran. Sayuran kan identik dengan serat. Yang bikin usus penuh kan serat, ya ;).

3- Bagaimana kalau lapar di tengah-tengah waktunya? Makanya, sekali lagi makan sampai kenyang! :D. Jangan ditakar-takar ^_^. Dalam food combining memang tidak ada batasan yang penting kombinasinya tepat. Dijamin deh, perut akan terasa penuh dan tidak lapar melulu bawaannya. Tubuh butuh sekitar 3-4 jam mencerna protein hewani dan 2-3 jam untuk mencerna karbohidrat.

Ya pokoknya monggo dicoba dulu ya. Lebih detail tentang Food Combining bisa dilihat di link ini.

“Those who have no time for healthy eating will sooner or later have to find time for illness.” -Edward Stanley-

Ya kira-kira begitulah contoh menu food combining untuk pemula. Hope this helps, ya ^_^.

 

8 comments
  1. kalau alpukat untuk sarapan apa boleh juga?trims

    1. Dalam teori FC, alpukat tidak dikategorikan buah-buahan Mbak :D. Jadikan cemilan sore aja :D.

      1. alpukat termsk sayur mb cmiiw

  2. apakah buah pisang boleh untuk sarapan? dan maksudnya oatmeal yang instan itu gimana yaa mba? thanks 🙂

    1. Teksturnya beda. Instan oat yang kayak Q***er Oats itu lho yang banyak dijual di Indonesia hehehe. Teksturnya tipis dan ringan jadi bisa dibuat bubur. Yang non instan juga macam-macam (ada steel ada yang rolled). Pokoknya makin kasar makin alami :p

      1. bisa di dapat dimana yaa oats yang non instan gitu mba kalo di Indonesia? 😀

  3. tadi di atas di sebut ‘ngemil mana mana aja’ apakah bole apa aja ,misal gorengan

  4. Saya lagi coba food combining and lagi belajar padu padan menu
    Udah seminggu dan badan jadi enak segar

Comments are closed.