9 Panduan Sarapan Buah ala Food Combining

Gaya hidup sehat menjadi incaran banyak kaum urban terkini. Mulai dari hobi olahraga hingga mengadopsi pola makan tertentu. Termasuk pola makan Food Combining yang mempunya ciri khas sarapan buah ekslusif.

Gambar : tabloidbintang.com
Gambar : tabloidbintang.com

Pola makan Food Combining mengikuti siklus sirkadian tubuh yang terbagi 3 :

  • (a) Pukul 04.00 dini hari – 12.00 siang, sistem pencernaan berada dalam proses pembuangan sisa-sisa makanan
  • (b) Pukul 12.00 siang – 20.00 malam, sistem pencernaan saatnya fase penyerapan makanan
  • (c) Pukul 20.00 malam – 04.00 dini hari, sistem pencernaan tengah mengolah sari makanan yang sudah diserap

Begitu seterusnya dari hari ke hari. Saat berada dalam proses (a) dan (c), sistem cerna memerlukan banyak energi agar hasilnya optimal, sebaiknya jangan dibebani dengan konsumsi makanan lagi. Tapi dalam proses (a), tubuh juga butuh energi untuk aktivitas sehari-hari sepanjang pagi hingga siang. Makanya, konsumsi buah-buahan dianggap paling tepat.

Buah-buahan sangat mudah dan cepat dicerna oleh tubuh. Jadi, sistem pencernaan tidak perlu mengeluarkan energi berlebihan. Buah-buahan juga punya kalori yang cukup asal dikonsumsi dengan benar.

Berikut panduan sarapan buah ala Food Combining :

  1. Awali dengan konsumsi jeruk nipis perasan. Siapkan segelas air hangat lalu peras jeruk nipis ke dalamnya. Aduk sebentar. Minum perlahan. Jangan terburu-buru. Agar tiap tegukan bercampur dengan enzim pencernaan dalam ludah di mulut.
  2. Buah dalam kondisi matang. Jangan yang setengah matang atau mengkal. Apalagi yang masih mentah. Tapi jangan sampai makan buah yang sudah busuk/rusak.
  3. Konsumsi buah jangan ditakar-takar.  Jangan hanya dimakan sekali lalu membiarkan perut dalam keadaan lapar.  Buah ini memang unik. Karena gampang dicerna, hanya butuh sekitar maksimal 30 menit bagi sistem pencernaan untuk mengolahnya, maka gampang lapar kembali. Kalau lapar, silakan makan buah lagi. Siapkan menu buah dalam beberapa porsi kalau perlu. Sesuaikan dengan aktivitas tubuh masing-masing. Tidak ada batasan jumlah.
  4. Untuk menghindari penumpukan zat tertentu dari buah yang itu-itu saja, variasikan jenis buah-buahan yang dikonsumsi. Idealnya, tiap hari mengkonsumsi minimal 3 jenis buah. Misalnya : hari ini mangga-pepaya-duku, besoknya mangga-semangka-jeruk, besoknya lagi pepaya-jeruk-rambutan,  dan seterusnya.
  5. Jangan pilih-pilih dan hanya mengkonsumsi buah favorit saja. Tiap buah dalam kondisi segar alami memiliki kandungan vitamin/mineral/gizi yang berbeda-beda. Usahakan mengkonsumsi jenis buah sebanyak mungkin.
  6. Jangan fokus pada buah tertentu apalagi buah impor yang harganya mahal. Utamakan buah-buahan lokal yang murah didapatkan dengan harga yang lebih bersahabat.

    Buah lokal , gambar : student.ipb.ac.id
    Buah lokal , gambar : student.ipb.ac.id
  7. Mengunyah jangan terburu-buru. Kunyah yang lama. Sama dengan poin nomor 1 di atas. Biarkan kunyahan buah di mulut bercampur sempurna dengan enzim yang dikeluarkan ludah di mulut sebelum masuk ke kerongkongan.
  8. Beberapa jenis makanan yang sudah sering dianggap buah ternyata termasuk kategori sayur dalam Food Combining. Karena kandungannya kurang cocok dengan definisi buah yang dimaksud. Misalnya : wortel, alpukat, tomat, ketiganya BUKAN buah.
  9. Kalau tidak terlalu suka mengunyah, buah-buahannya boleh dijadikan jus. Tanpa tambahan apa pun termasuk gula. Air boleh dicampur sedikit.

Demikianlah panduan sarapan ala buah Food Combining.  Jika diterapkan dengan benar, mudah-mudahan tidak ada lagi keluhan sarapan buah tidak bikin kenyang. Selamat mencoba ^_^.

10 comments
  1. Halo mba..kalau kita mau makan cemilan yg manis2 misalnya roti/kue gitu sebaiknya kapan ya? Masih on off dg FC nih >__<

    1. Sore-sore ajaaaa :D. Sekitar 3-4 jam abis makan siang :D.

    2. Pokoknya usahakan jam ngemil diantara jam 12.00 siang – 20.00 malam. Pagi-pagi ekslusif buah :D. Abis jam 8 malam jangan makan apa2 lagi :D.

      1. Kalau FC buat anak2 gmn mba? Barusan aja dr dokter, kt dokter, utk anak2 sebaiknya tidak sarapan buah krn nantinya penyerapam makanan tidak bekerja dg maksimal, beda dg orang dewasa..
        Trus concern juga soal gluten dan susu mba, aku sukaaaa banget buat dan makan roti..hehe..jadi dilema..

        1. Sebaiknya tergantung keyakinan masing-masing saja hihihi. Saya pribadi enggak saklek kok soal pola makan. Kebetulan memang cocok dengan FC. Masuk akal dan setelah dijalani memang hebring hehehehe.

          1. Ijin ikut komment boleh? Perkenalkan sy Eti, konsultan gizi. Bgmn ceritanya kok penyerapan anak jd terganggu klo pagi makan buah? Kok sy blm pernah baca literaturnya ya? Menurut sy justru sebaliknya. Buah yg dimakan saat perut kosong akan lebih optimal dicerna serta cepat meninggalkan lambung shingga saat makan berat penyerapannya di usus halus akan lebih optimal krn proses pencernaan di lambung berjalan optimal.

  2. jiaaaaah… baru aja tadi sarapan alpuket campur perasan jeruk… ternyata masuknya ke sayur yah… -__-”

    jadi si alpuket ini bisanya dimakan pas kapan? cemilan sore?

    1. Iyap, cemilan sore lebih pas 😉

  3. Mba,, saya ini penderita DM saya sering bingung u komsumsi buah setiap harinya krn hampir semua buah manis apa seperti rambutan, lengkeng, mangga,durian, manggis saya g berani makan sama sekali kira kira untuk penderita DM spt seperti saya buah apa yang aman saya komsumsi

    1. Hai Ibu Maria, iya betul. Katanya penderita diabetes harus hati-hati mengkonsumsi buah yang sangat manis. Tapi banyak buah-buahan lain yang relatif lebih aman lho. Ada salak, pepaya, sawo, jeruk, dsb. Buah-buahan itu jenisnya banyak sekaliiiii. Buah-buahan manis juga boleh dikonsumsi asal jangan kebanyakan. Lebih bagus berkonsultasi ke dokter juga sih Bu. Saya enggak punya ilmu nih buat bahas pola makan bagi penyakit tertentu.

Comments are closed.