Peace Comes from Within :)

Ada berita seru sebenarnya beberapa hari terakhir ini :D. Walikota Kota Hujan melarang pelaksanaan sahur on the road, dan yang teranyar … walikota Kota Buaya membekukan Badan Amal Zakat. Nyaris tidak ada benturan! :p.

Gambar : yarismalang.org

Gambar : yarismalang.org

Bisa dibayangkan kalau yang melakukannya adalah pemimpin daerah yang entuh? :v :v. Beuh! Hancurlah Indonesia! Agama Islam lebur sudah! Hahahaha. Boro-boro mau baca alasan, mentok di judul pun sudah langsung ramai yang share :p.

Media ‘anu-anu’ juga tidak terlalu menyorot masalah ini :D. Sempurna sekali bukan?

Makanya, media ‘anu-anu’ pun tidak sembarangan bikin berita ;). Mereka punya satu pemantik penting –> perkiraan tentang respons orang-orang. Khusus untuk pemimpin daerah entuh sama partnernya dulu yang sekarang sudah jadi orang nomor satu di tanah air, rasa benci memang terus dipelihara oleh pihak-pihak tertentu ;).

Penyakit hati satu ini dioptimalkan betul oleh berbagai media untuk kepentingan mereka sendiri hehehe. Kadang, beritanya memang bukan hoax. Tapi mereka bisa mengubah redaksi berita atau menyampaikan sepotong-sepotong :p. Itu sudah lebih dari cukup untuk memantik rasa benci yang memang sudah terlanjur tertanam di benak beberapa pihak.

Lebih seru lagi kalau yang diberitakan memang hoax! Ampun dije lah hahaha.

Buat kalian yang langsung emosi jiwa baca apa pun tentang pihak-pihak yang kalian sebut “wahabi” misalnya. Contoh : pemindahan makam rasulullah. Isu basi yang selalu dipoles ulang tiap tahun. Saban mau musim haji, adaaaaa saja yang mendaur ulang berita ini :p.

Buat yang anti Timur Tengah, mudah tersulut membaca berita-berita soal hukum syariat yang katanya terlalu arabisasi. Di tanah air, paling sering soal Aceh. Beberapa berita sempat saya lihat-lihat, misalnya soal orang yang diperkosa yang malah dirajam tempo hari, kenyataannya ternyata beda. Padahal orang sudah ramai share soal piciknya pemerintahan daerah di Aceh :D. Kasusnya ternyata bukan begitu ;).

Masjid Baiturrahman, Aceh (gambar : id.wikipedia.org)

Masjid Baiturrahman, Aceh (gambar : id.wikipedia.org)

Saya sekarang selalu skip berita yang mendiskreditkan penerapan Syariah di Aceh. Dari yang dulu-dulu, mayoritasnya hoax. Susah juga soalnya mau cari tahu :(.

Buat yang sensi sama Syiah juga. Asli selalu pengin ngakak kalau ada yang pasang berita-berita soal Iran apalagi Teheran. Lah ya gimana, saya pernah di sana hehehe.

Ini lebih ngeri, kita meluruskan, pasti ujung-ujungnya dituduh taqiyyah hahaha. Memang, hidup sebagai Sunni agak terbatas di sana. Tapi ya enggak segitunya kaleeeeeee hehehe. Memang benar di sana agak sulit mau salat Jumat. Secara umum, masjid-masjid umum enggak ngadain salat Jumat. Suami saya dulu salatnya di KBRI :D.

And then tanya sama diri sendirilah, umat Syiah di tanah air apa hidupnya senang-senang juga? Hehehe. Mau balas dendam gitu ya? :p.

Buat yang sensi sama Arab Saudi. Nuduh macam-macam misalnya perempuan mana pun tinggal di sana bisa stres. Ya enggak juga tuh! :p. Tapi memang kurang tepat kalau kalian berharap mentang-mentang ini daerah kelahiran nabi, tabiat mayoritas penduduknya beda-beda tipis sama rasulullah. Waduh! Hehehe.

Yang anti komunis, kadang ditanya asal muasal munculnya komunis juga gagap :p. Yang anti agama, boro-boro mau baca kitab suci, hanya menilai berdasar satu dua sampel. Yang anti atheis, terlalu pongah mau ‘membaca’ mengapa orang-orang ini menjauhi agama.

Yang anti negara sekuler, lihat berita Perancis melarang orang pakai jilbab, langsung pukul rata, “Eropa anti Islam!” :v :v.

Muslim di Eropa (gambar : wykop.pl)

Muslim di Eropa (gambar : wykop.pl)

Hadeeehhh, kalian kira tidak banyak imigran muslim yang mati-matian mendapatkan status kewarganegaraan di negara-negara Eropa barat? :p. Lari dari negaranya yang mungkin malah dihuni mayoritas muslim, sering mengorbankan harta dan tenaga, hanya demi bisa memboyong diri dan keluarga tinggal di negara-negara sekuler :). Apa itu artinya mereka sudah jadi orang-orang sekuler dan tidak lagi peduli agama? :p.

Ketidaktahuan menjadi dasar ilmu. Rasa benci mengalahkan akal.

Manusia biasa pun ya :). Saya juga begitu. Kalau baca berita tentang orang/pihak yang tidak suka, tanpa sadar berharap, “Please, yang jelek-jelek dong, yang jelek-jelek dong” Hahahaha. But then I realized it consumed me. Amit-amit jabang bayi dah hehe. Mayoritas waktu habis untuk mencari yang negatif setidaknya untuk mencari pembenaran, “Rasa benci saya berdasar kok! Saya sudah benar karena sudah benci sama ini-itu.” :D.

At least, sadar tidak sadar, it made us relieved kalau ada berita jelek tentang yang bersangkutan. Padahal lupa satu poin penting, selama kita ngomongin manusia biasa, yang namanya kesalahan itu PASTI akan ada. PASTI ;). Jadi, kenapa mesti tepuk tangan kalau mereka salah? :p.

Manusia tempat salah dan lupa. Ngomong-ngomong kalian masih menganggap diri kalian manusia biasa kan? :p.

Jangan biarkan orang-orang gila ini mengambil keuntungan dari kita. Mereka dapat duitnya, kita dapat dosanya. Satu hal penting lagi, bebaskan diri dari penyakit hati satu ini :). Ibaratnya, media itu hanya sekadar mengobarkan api dengan melempar korek di tengah linangan bensin. Kalau bensinnya tidak ada, tak akan semudah itu api menjalar ;).

Ada banyak sekali sebenarnya kebaikan yang bisa kita tuai dan kita sebarkan via kecanggihan internet ini. Stay away dari macam-macam hasut dengki. Percayalah, kebencian itu seperti api. Yang sanggup membakar habis segalanya. SEGALANYA.

Rumours are created by haters, spread by fools, and accepted by idiots.
Don’t be ANY of them ;). Jangan meresahkan berita yang kita belum pasti kebenarannya. Belum pasti kok sudah resah? Hehehe. Pakai otaknya! ;). Kalau pun tak sanggup menelusuri lebih jauh, berprasangka baik selalu pilihan terbaik. Ingat dong, kita disuruhnya menjauhi prasangka buruk. Sebagian prasangka sudah pasti dosa.

TIDAK ADA perintah untuk utamakan prasangka buruk. Mau pakai alasan menyelamatkan agama kok ya lebih absurd lagi. Apa yang mau diselamatkan kalau dalam prosesnya sudah berapa larangan agama tuh yang dilanggar? Tabayyun enggak, prasangka buruk iya, menyebarkan kebencian apalagi :p.

gambar : mariaelita.com

gambar : mariaelita.com

Saya pernah membaca kalimat begini, lupa di mana hehehe. Benci sama sesuatu itu manusiawi. Tapi menebarkan kebencian itu sesuatu yang beda lagi ;).

“I’m interested in the fact that the less secure a man is, the more likely he is to have extreme prejudice.” -Clint Eastwood-

Peace comes from within. Do not Support E-HATE. Say no to hoax! Stay positive!

Selamat melanjutkan ibadah puasa, teman-teman ^_^.

4 thoughts on “Peace Comes from Within :)

  1. terima kasih sekali sudah diingatkan lewat tulisan ini mbak. saya mungkin salah satu yg masih sering termakan berita2 negatif. tapi iya, kalo direnungkan, kecewa sekali melihat pemberitaan di situs2 yg melabeli diri sbg situs islam justru beritanya memancing orang utk semakin menyuburkan kebencian 🙁

  2. Suka dengan tulisan-tulisan Mbak Jihan yg selalu mengajak melihat Islam dari sudut pandang yg berbeda, Ijin share ya mbak…

Comments are closed.